Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 12301

Nasabah Lebih Mudah Blokir Kartu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Perbankan terus mempermudah layanan nasabah seperti permintaan informasi dan blokir kartu. PT Bank Mandiri Tbk, misalnya, menghadirkan layanan berupa chatbot bernama Mandiri Intelligence Assistant (Mita).

Mita merupakan chatbot yang berfungsi sebagai virtual customer service yang dapat melayani nasabah selama 24 jam setiap hari. Chatbot Mita merupakan salah satu langkah transformasi digital Bank Mandiri dalam memberikan layanan yang lebih efektif, efisien, dan customer oriented.

Mita juga dapat melayani blokir kartu debit dan kredit nasabah. Dengan begitu, ketika nasabah mengalami masalah pada kartu atau hilang, proses blokir tidak harus melalui telepon ke contact center atau mendatangi kantor cabang.

Senior Vice President Customer Care Bank Mandiri Lila Noya menyatakan, nasabah hanya perlu membuka situs resmi www.bankmandiri.co.id, pilih menu perbankan atau kartu kredit, lalu masuk ke chatbot Mita.

’’Pemblokiran bisa langsung dilakukan setelah nasabah mengisi data yang diminta Mita. Setelah itu, kartu otomatis terblokir,’’ ujarnya saat peluncuran Mita dan pembaruan website Mandiri, Rabu (19/3).

Setelah kartu terblokir, call center Bank Mandiri akan menghubungi nasabah untuk memastikan kebenaran permohonan pemblokiran kartu. Jika ternyata tidak melakukan permohonan pemblokiran namun menerima konfirmasi dari call center Bank Mandiri, nasabah pemegang kartu bisa langsung meminta blokir dibatalkan.

’’Misalnya, ternyata yang chat dengan Mita atau yang melakukan permohonan pemblokiran kartu tersebut orang jahil, bisa langsung kami buka lagi akses kartu nasabah yang asli,’’ jelasnya.

Ke depan, Mita terus dikembangkan sehingga tidak hanya bisa memproses permintaan informasi dan blokir kartu. Dalam jangka panjang, Mita dapat memproses transaksi perbankan. Tahun lalu interaksi melalui layanan contact center digital Bank Mandiri, yakni e-mail dan media sosial, mencapai 10 persen dari total interaksi ke contact center.

Frekuensinya pun meningkat sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya. Dari rasio itu, interaksi nasabah di layanan e-mail dan media sosial terdiri atas permintaan informasi 51 persen, permintaan bantuan 28 persen, dan keluhan 21 persen.

Selain meluncurkan Mita, Bank Mandiri memperbarui tampilan website resminya. Menurut Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans, perubahan perwajahan website tersebut merupakan respons perseroan atas masukan nasabah, stakeholder dan masyarakat, serta kajian internal perusahaan.

’’Kami ingin meningkatkan kualitas dan pola komunikasi perusahaan dan seluruh stakeholder, termasuk nasabah dan regulator. Kami pun terbuka atas ruang-ruang perbaikan lain guna mengembangkan website itu,’’ ujarnya.

Bank Mandiri memiliki 21,9 juta nasabah tabungan dan 1,8 juta nasabah kredit hingga akhir Desember 2017. Rata-rata website visitor Bank Mandiri tercatat 155 ribu visitor per hari. (rin/c22/fal/jpg)

Overlapping? Entahlah

0

Sedikit gambaran soal hasil diskusi dengan teman-teman pengusaha Batam: yang dibutuhkan saat ini adalah berbagai kemudahan dalam berinvestasi, regulasi yang jelas dan tidak berubah-ubah, serta kondusivitas yang terjaga.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan “gairah” hidup Batam. Yang lagi tren adalah event. Apakah berhasil? Entahlah.

Banyak event diagendakan, baik oleh pemerintah daerah maupun Badan Pengusahaan (BP) Batam. Semuanya berorientasi pada pariwisata.

Yang menarik, event yang dibuat itu menuai pro dan kontra. Terutama event yang digarap BP Batam.

Wajar! Karena hasilnya belum terlihat. Tidak ada juga tolok ukur yang menyatakan event tersebut sukses atau tidak. Entahlah.

Alhasil, tidak sedikit pengusaha yang bilang BP Batam keluar jalur. Overlapping. Bahkan ada yang bilang offside.

Banyak pula yang menyebut jika event-nya kurang menarik wisatawan. Entahlah.

Sah-sah saja. Bisa iya, bisa tidak. Tergantung dari sudut pandang mana menilainya.
Contohnya, sorotan soal tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BP Batam sempat disampaikan ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk. Dia mendesak agar BP Batam fokus mengembangkan investasi dan mengurangi kegiatan-kegiatan pariwisata.

Apa yang disampaikan pengusaha kondang itu tidak ada salahnya. Menurutnya, sudah semestinya BP Batam konsentrasi pada investasi dan perdagangan. Yakni bagaimana mengembangkan kawasan investasi, menarik investor sebanyak-banyaknya, meningkatkan lalu lintas perdagangan, dan membantu Pemko Batam membangun berbagai fasilitas serta infrastruktur di Batam.

“Namanya saja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP-KPBPB Batam), sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, mengurusi soal investasi, perdagangan, kalaupun ada pariwisata lebih kepada pengembangan kawasan industri pariwisata,” demikian pernyataan Jadi beberapa waktu lalu dikutip dari Batam Pos.

Saya pun sempat waswas, karena apa yang dilakukan BP Batam mirip dengan “perusahaan” event organizer (EO). Untungnya, hanya menjadi guyonan saya dengan rekan-rekan kerja. “Jangan-jangan EO Batam Pos punya saingan untuk menggelar event,” celetuk saya beberapa waktu lalu. Kwakakakak

Ada benarnya juga sih. Untuk menggelar event, perlu kolaborasi dengan pemerintah. Atau serahkan saja ke pemerintah melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Ada yang membidangi kok. Istilah bekennya: bagi-bagi job.

Meskipun sebagai lembaga negara yang mengelola kawasan Free Trade Zone (FTZ), BP Batam memiliki tugas untuk mengelola pariwisata. Namun sebisa mungkin jangan sampai ada overlapping. Hehehehe

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kepri, Denni Rade Situmeang juga sempat angkat suara terkait event yang digelar. “Jika ingin membuat event, maka buatlah event yang meningkatkan kunjungan wisman (wisatawan mancanegara), bukan hanya untuk menghibur masyarakat Batam saja,” saran dia seperti dikutip koran Batam Pos.

Nah, kalau terkait kualitas event, saya belum bisa berkomentar banyak. Karena saya sendiri belum pernah menyaksikan secara langsung event yang digelar itu. Maklum, sejak tiba di Batam tujuh bulan lalu, saya belum menonton satupun event di Batam. Hehehehehe

Sudahlah. Yang pasti, kritik dan saran dari para pemangku kepentingan ada baiknya didengar. Percuma menggelar banyak event kalau sasarannya tidak jelas. Cuma hambur uang. Istilah kerennya: bakar duit.
Daripada bakar duit, lebih baik dipakai untuk membangun destinasi wisata baru. Bisa wisata alam, wisata belanja, atau apalah. Bisa didiskusikan bersama.

Alternatif lainnya, bisa juga dilarikan ke infrastruktur seperti mempercantik pelabuhan dan bandara, atau lainnya.

Saya pikir, yang diinginkan masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan, bukan hanya menonton event. Melainkan bagaimana ekonomi bisa tumbuh, investasi berjalan, serta kenyamanan tinggal di kota ini.

Untuk merealisasikan itu semua, dibutuhkan gebrakan-gebrakan dalam hal kebijakan hingga regulasi yang pro-ekonomi. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

 

Plisss, Jangan Suka Menahan Pipis

0
ilustrasi

Beberapa orang suka menahan kondisi ini hingga berjam-jam ke depan untuk buang air kecil. Namun, sebenarnya menahan kencing itu aman atau tidak? Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, Senin (19/3), terungkap beberapa fakta tentang menahan buang air kecil.

Berapa banyak urin yang bisa disimpan di kandung kemih?

Kandung kemih adalah tempat penampungan urin yang sudah siap dibuang oleh tubuh. Kandung kemih bersifat elastis sehingga bisa meregang lebih besar jika isinya semakin banyak, dan akan kembali pada ukuran normalnya ketika kosong.

Orang dewasa yang sehat dapat menahan sekitar 450 ml urin di dalam kandung kemih. Sedangkan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun dapat menyimpan hingga 113 ml. Semakin dewasa akan semakin tinggi kemampuan menampung air kencing.

Apa yang terjadi saat sedang menahan pipis?

Ketika merasa ingin buang air kecil, yang terjadi di dalam tubuh adalah kandung kemih sudah mulai penuh dengan cairan. Respon ini adalah proses yang cukup rumit dan melibatkan banyak otot, organ, dan sistem saraf yang bekerja untuk memberi tahu inilah saatnya untuk buang air kecil.

Dilansir dari laman Healthline, saat kandung kemih Anda sudah hampir setengah penuh, kandung kemih akan mengaktifkan saraf di sekitarnya untuk memberi tahu otak. Otak akan mendapatkan sinyal bahwa kandung kemih mulai penuh dan memberi perintah untuk segera buang air kecil. Ketika mendapatkan sinyal tersebut, sistem saraf pusat akan refleks mengirimkan sinyal lagi ke saraf di sekitar kantung kemih untuk menahan pergerakannya, jangan dikeluarkan dahulu hingga tiba di toilet.

Semakin lama menahan pipis, ini artinya secara sadar seseorang sedang melawan sinyal yang diberikan kandung kemih untuk segera pipis. Semakin meregang kandung kemih, maka rasa tidak nyaman pun akan semakin terasa.

Meskipun kandung kemih sebenarnya mampu meregang dan menampung urin hingga 1.000 ml, dalam beberapa kasus kandung kemih bisa pecah. Untuk memperbaikinya butuh pembedahan khusus. Untungnya, kasus ini terhitung jarang terjadi.

Lalu, bolehkah menahan buang air kecil?

Umumnya, seseorang masih boleh menahan pipis asal tidak terlalu lama dan sering dilakukan. Sebab, normalnya tubuh memang memiliki kemampuan alami untuk menahan air kencing keluar dari kandung kemih. Namun, jika kandung kemih menahan hingga lebih dari kapasitasnya dalam jangka waktu yang semakin lama, seseorang akan mulai merasa sangat tidak nyaman.

Untuk berapa lama boleh ditahan dan berapa lama tidak boleh sebenarnya tidak ada batasan khusus, ini bisa bervariasi dari orang ke orang. Tergantung dengan respon saraf, usia, seberapa banyak cairan yang hasilkan, dan berapa lamanya.

(ika/JPC)

Pemerintah akan Mengimpor Garam untuk …

0
Ilustrasi Petani Garam (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

batampos.co.id – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengakui Indonesia kekurangan kebutuhan garam industri. Sehingga, pemerintah memutuskan mengimpor garam hingga tahun 2021 mendatang.

Selama masa itu, pemerintah tengah melakukan ekstentisasi lahan untuk garam. Jika sudah terealisasi, maka kebutuhan garam industri diklaim dapat terpenuhi.

“Yang paling ngerti soal garam industri di Indonesia adalah Menteri Perindustrian. Kedua, kita tidak pernah kekurangan garam makan. Yang kita kurang adalah garam industri,” ujarnya di Jakarta, Senin (19/3).

“Nah garam industri ini kita kontrol impornya sampai nanti tahun 2021. Setelah itu, kita mustinya tidak akan ada impor lagi. Karena sekarang sedang pembangunan industri garam,” sambungnya.

Sayangnya, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) tersebut belum bisa memastikan kapan keran impor akan dibuka. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian saat ini sedang melakukan pembahasan untuk memastikannya.

“Itu sedang diatur oleh pak Menperin. Dia kan tau, kamu pabrik ini, pabrik ini, kurangmu berapa. Kan dia yang data. Kalau kau bohong, tahun depan kau kena pinalti. Simple saja,” pungkasnya. (hap/JPC)

Helmy Hemilton Dilantik Jadi Waka III DPRD Batam

0

batampos.co.id – Sempat tertunda beberapa kali, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Batam kembali menjadwalkan Rapat Paripurna istimewa pergantian unsur pimpinan, Selasa (20/3). Rapat paripurna ini, Helmy Helminton bakal gantikan Tengku Hamzah sebagai wakil Ketua III DPRD Batam sisa masa jabatan 2014-2019.

Helmy sendiri akan dilantik Kepala Pengadilan Negeri Batam untuk diambil sumpahnya sebagai pengganti pimpinan DPRD Kota Batam dari Fraksi Partai Demokrat.

“Surat undangan terkait pelantikan Helmy juga sudah disebar beberapa hari lalu,” kata anggota Bamus DPRD Batam, Musofa, Senin (19/3/2018).

Sementara itu, surat kesediaan dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Batam untuk melantik Helmy, juga sudah diterima DPRD pekan lalu. Oleh sebab itulah Banmus berani menjadwalkan pelantikan Selasa ini.

“Pada rapat Banmus kemarin, sebenarnya sudah ada sinyal dari PN. Diputuskanlah 20 Maret ini pelantikan,” ujarnya.

Terkait banding yang dilakukan pihak Tengku Hamzah sendiri ia mengaku DPRD sudah mendapat balasan dari PTUN.

“Proses pengajuan bandingnya dianggap gugur karena sudah lewat 14 hari. Sementara saudara Hamzah baru kirim suratnya hari ke-15. Jadi putusannya sudah inkrah, sebab bandingnya terlambat,” jelasnya. (rng)

Kenali Peredam Kejut agar Berkendara Badan Tak Nyut-nyut

0
ilustrasi

batampos.co.id – Salah satu tolok ukur kenyamanan berkendara ialah besar kecilnya guncangan saat kendaraan melaju.

Namun tak jarang kendaraan memiliki suspensi yang keras. Akibatnya, guncangan yang terjadi teramat hebat. Sehingga, pengendara menjadi cepat lelah.

Selain guncangan keras, suspensi rusak juga kerap menimbulkan suara berisik. Saat melewati lubang atau polisi tidur, kendaraan menjadi berbunyi ‘ngik-ngik’ atau bottoming. Bottoming, adalah kondisi kendaraan mentok ke bawah atau kena jalan. Bila kondisi ini dibiarkat terjadi berlarut-larut, kendaraan bisa rusak.

Lantas apa to penyebab kendaran mengalami bottoming saat melewati lubang dan polisi tidur? Shockbreaker rusak menjadi salah satu penyebabnya. Saat shockbreaker rusak, komponen ini fungsinya hanya menjadi seperti per atau pegas. Getaran-getaran yang terjadi saat berkendara, tidak akan bisa diredam.

Business Development TDR, Benny Rahmawan menjelaskan penyebab rusaknya shockbreaker. “Penyebab rusaknya shockbreaker karena ketidaktahuan setting-an shockbreaker, kelebihan beban, dan tidak menjaga kebersihan shockbreaker,” katanya, di TDR Technology Center.

Umumnya, pemilik sepeda motor tidak tau cara setting spring. Selain itu juga banyak mekanik yang tidak mau melakukan analisa kerusakan shockbreaker. “Misalnya, jadi banyak orang yang bilang, ‘Shockbreaker saya keras’. Kan keras itu, kerasnya karena apa? Kegemukan atau kekerasan? Keras bisa muncul karena terlalu lembut. Akhirnya terjadi bottoming. Jadi, gejalanya karena kelembutan jadi muncul keras. Itu yang tidak dianalisa. Hal ini sebenarnya memotong umur shock, bisa sampai 60-70 persen,” bebernya panjang lebar.

Ia menambahkan, rusaknya shockbreaker dapat mengakibatkan hilangnya fungsi safety kendaraan. Benny menyarankan agar shockbreaker rusak diganti dengan yang baru. “Kita tidak menyarankan dibenarkan, tapi diganti. Kenapa? Bila hanya satu komponen diganti dengan yang baru, apakah komponen lainnya akan tahan lama juga? Umur dari komponen baru itu juga tidak akan bertahan sebagaimana mestinya karena komponen pendukung lainnya di dalam shockbreaker, kualitas atau daya tahannya juga sudah menurun, atau juga sudah aus,” terangnya.

Sementara soal perawatan, Benny mengatakan agar selalu menjaga kebersihan shockbreaker. Ia juga menegaskan bila membawa kendaraan, melaju kencang saat melewati lubang hingga menyebabkan mentok atau bottoming.

(sab/JPC)

Pemko Batam Komit Salurkan Bantuan Modal Rp 77 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen mendukung pelaku UMKM dengan penyaluran bantuan modal. Sejak 2001 hingga 2017 lalu, dana bergulir yang sudah disalurkan kepada pelaku UMKM mencapai Rp 77,432 miliar. Bunga ditetapkan 6 persen per tahun.

“Jangka waktu pengembalian maksimal 3 tahun, kami sesuaikan dengan kemampuan peminjam,” kata Kepala BLUD Dana Bergulir Batam, Zul Fachri, Jumat (16/3).

Sayangnya, dana bergulir itu hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil pelaku UMKM di Bata. Yakni sekitar 2.105 pelaku UMKM. Padahal, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri dan Dinas Koperasi Usaha Mikro (KUM) Kota Batam, jumlah UMKM di Batam saat ini sudah mencapai 75 ribuan.

Bahkan pada tahun 2018 ini, baru ada 24 pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman modal. Sebanyak 21 pengajuan di antaranya sudah lolos verfikasi administrasi dan verifikasi lapangan (pengecekan langsung). “Yang 21 pengajuan tinggal kita salurkan nilainya totalnya Rp 1,540 miliar, perorang beda-beda sih ada yang Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Tiga lainnya baru verifikasi administrasi,” kata Zul.

Sejauh ini, lanjutnya, pelaku UKM yang mengajukan dana bergulir dari bidang usaha dagang maupun jasa, seperti usaha alat tulis kantor (ATK), laundry, hingga sembako. “Tingkat kemacetan sekarang sudah membaik, di bawah 3 persen,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya membuka diri jika ada masyarakat yang ingin mengajukan dana bergulir di Pemko Batam. Syaratnya yakni mengajukan proposal dan mengisi formulir dengan melampirkan fotokopi elektronik KTP suami/istri dan fotokopi kartu keluarga, surat keterangan domisili usaha yang dikeluarkan kelurahan, dan fotokopi Surat Izin Usaha Mikro dari kecamatan.

“Kalau ada yang mau ajukan datang saja,” kata dia.

Anggaran 2018 di Dinas Koperasi Usaha Mikro (KUM) Kota Batam hanya Rp 2,3 miliar. Padahal saat ini, jumlah UKM di Batam mencapai 75 ribu. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah, seiring banyaknya masyarakat yang buka usaha imbas dari sulit mencari lapangan kerja.

Kepala Dinas KUM Kota Batam Suleman Nababan mengakui jumlah pelaku UKM di Batam saat ini sekitar 75 ribu. Sekitar 40.000 di antaranya merupakan pelaku usaha di bidang kuliner. Namun hanya 1.400 pelaku UKM yang berada dalam binaan PMP-KUKM Kota Batam.

Mereka adalah pelaku usaha mikro dengan aset maksimum Rp 50 juta dan omset Rp 300 juta setahun. Mereka tercatat aktif tahun hingga tahun 2017. Untuk tahun ini, mereka juga harus registrasi ulang untuk mengetahui apakah usahanya masih aktif atau tidak.

“Hingga bulan Februari ini baru 747 yang baru registrasi ulang,” jelas Suleman, Kamis (15/3.

Suleman mengatakan, dalam pembinaan pihaknya mendorong pelaku UMKM memasarkan produknye secara online.
Ia menjelaskan sesuai dengan target pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), pada tahun 2020 mendatang setidaknya delapan juta produk hasil UKM sudah dipasarkan melalui media teknologi atau online.

“Untuk itulah Batam juga harus bersiap menghadapi kemajuan teknologi ini, jadi produk UKM bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia bahkan luar (negeri),” sebutnya.

Suleman menambahkan sedikitnya 275 pelaku UKM yang ada di Batam sudah memiliki label akan diikutkan dalam acara UKM Go Online ini. Mereka yang sudah memiliki label sendiri dan izin dari BPOM dan Dinas Kesehatan Kota Batam tentunya.

Menurutnya, produk yang dipasarkan secara online tentu memiliki beberapa kriteria agar bisa diterima konsumen yang biasa berselancar di dunia online. “Kita kalau mau beli tentu perlu jaminan seperti kehalalan produk, higenis, termasuk kemasannya,” ucap Suleman.

Menurut Suleman, selama ini para pelaku usaha ini memasarkan produk mereka melalui media sosial masing-masing. Jadi ke depan akan ditampung dalam satu wadah aplikasi yang sudah terkenal di Indonesia. Majunya sektor usaha ini, tentu sangat membantu perekonomian daerah, apalagi kondisi Batam yang memang tengah sulit.

“Jadi pengusaha UKM ini sangat membantu, kami tentu akan mendorong semakin banyak lagi pengusaha kreatif di Batam,” katanya. (adi/she/yui)

Ketofastosis, Gaya Hidup Rendah Karbo

0
ilustrasi

batampos.co.id – Manusia zaman dahulu dikatakan mempunyai daya tahan tubuh yang kuat, umur panjang dan jauh dari penyakit. Realita zaman modern sekarang justru berbalik penyakit justru seperti mewabah, sebut saja jantung, diabetes, stroke dan lainnya. Hal ini dkarenakan gaya hidup yang tidak sehat.

Belakangan ini, gaya hidup rendah karbohidrat atau Ketofastosis (KF) menjadi tren. Bukan soal ketenarannya tapi soal manfaat yang didapatkannya. Satu yang menjalani gaya hidup KF ini adalah Rodiah. Perempuan berumur 38 tahun ini sempat divonis dokter hipertensi dan penyakit jantung. Kini, kondisinya sudah membaik. Bahkan tubuhnya terlihat lebih bugar.

“Dulu, pemasangan ring untuk jantung saya sudah dijadwalkan oleh dokter. Semenjak mengetahui riwayat penyakit tersebut, saya mulai menjalankan KF. Alhamdulilah sekarang jauh lebih baik. Saya tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan, hanya merubah gaya hidup saja,” kata Rodiah, Sabtu (17/3).

Dia mengatakan mengenal KF dari sosial media lalu memutuskan untuk mencobanya. Tentu saja setelah mencoba berbagai cara penyembuhan untuk penyakitnya. “Tiga hari pertama saya menjalani KF sudah terasa badan lebih segar. Beberapa bulan kemudian, saya menjalani Medical Check Up (MCU), hingga akhirnya jadwal pemasangan ring tersebut dibatalkan karena kondisi saya yang kian membaik,” ungkapnya.

KF sendiri merupakan gaya hidup rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Gaya hidup ini diklaim mengubah alur pembuatan energi yang semula dihasilkan dari karbohidrat menjadi lemak yang digunakan sebagai bahan bakar energinya. “Gudang lemak dalam tubuh inilah yang dimanfaatkan menjadi energi, sehingga tubuh tidak kekurangan energi ketika menjalani gaya hidup KF,” kata Pendiri Ketofastosis Indonesia, Nur Agus Prasetyo dalam Seminarnya di ballroom Hotel 89 Batam.

KF sendiri memanfaatkan jendela waktu makan untuk membiarkan tubuh memproduksi keton. Keton diproduksi oleh liver saat dalam kondisi puasa. Keton inilah yang digunakan sebagai lemak untuk bahan bakar menjadi energi. Lemak yang disimpan dalam tubuh akan menjadi efisien sehingga turut meningkatkan respirasi sel yang dapat memperbaiki sel tubuh seperti jantung, liver dan perbaikan organ tubuh lainnya.

Keton memiliki potensial energi yang lebih besar dibanding glukosa. Metabolisme keton akan mengurangi ekses radikal bebas, sehingga otomatis akan mengurangi level inflamasi (iritasi) dalam otak. “Hal ini berlaku pula di seluruh tubuh, dimana semua sel tubuh menggunakan keton sebagai pengganti glukosa, maka kadar radikal bebas akan menurun,” jelasnya.

Kembali kepada konsep rendah karbohidrat dan tinggi lemak, Tyo menjelaskan lemak memiliki 10 persen komposisi glycerol yang bisa diubah menjadi glukosa. Lemak memiliki sifat yang sangat rendah terhadap kemungkinan pemicu insulin. Sementara karbohidrat memiliki 100 persen komposisi untuk proses metabolisme glukosa. Artinya, KF menciptakan kondisi rendah insulin yang memicu glukagon (lawan insulin) untuk lebih aktif memicu degradasi lemak untuk energi.

Persepsi manusia modern yang menganggap tidak makan, maka tidak ada energi adalah salah. Kembali ke masa lalu, dimana manusia saat itu masih belum ada makanan harus mencari dan berburu makanan. Tubuh mereka memproduksi energi untuk mencari makanan. “Berbagai penelitian sudah menjelaskan manfaat puasa bagi tubuh. Yang harus digaris bawahi adalah makanan pembukanya haruslah rendah karbo dan tinggi lemak,” ungkapnya.

Terakhir, dia mengatakan KF membawa konsep when and what to eat. Kapan harus makan dan apa yang harus dimakan. Gaya hidup KF ini ditujukan membatasi waktu makan dengan puasa dan saat makan tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat beserta turunannya seperti gula dan tepung.

“Konsep fisiologis inilah yang harus dipahami benar-benar, sehingga KF lebih aman dan menyehatkan,” tutupnya. (why)

Omset Ratusan Juta Rupiah, UKM Jadi Penopang Ekonomi Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Saat ekonomi Batam sedang buruk, sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) sanggup bertahan dari goncangan badai krisis. Bahkan ada yang omsetnya justru tumbuh melesat hingga bisa membuka cabang.

Aroma harum langsung tercium saat langkah kaki memasuki outlet Salsa Premium Perfume Batam di Ruko Nagoya Garden Blok F, Seraya, Kamis (15/3) siang. Rratusan botol parfum kosong terpajang di etalase. Seorang karyawan terlihat sibuk meracik parfum pesanan beberapa pelanggan yang tengah antre.

Tak lama kemudian, pemilik Salsa Perfume, Irfi Ismail, 36, tiba di toko sekaligus tempat produksi dan kantornya. Ia menenteng map plastik berisi dokumen. Satu karyawan lainnya datang menyusul dan membentangkan spanduk untuk kebutuhan promosi. Keduanya kemudian terlibat perbincangan serius. Mereka membicarakan rencana promosi produk terbaru Salsa Premium Perfume Batam.

“Kami lagi ada new release produk terbaru, kemudian ada produk mixing perfume. Nah kami mau promosi supaya penjualan meningkat lagi,” ujar Irfi Ismail usai berbincang dengan karyawannya.

Bisnis parfum Irfi sempat tergoncang badai krisis ekonomi yang melanda Indonesia, dan Batam, sejak beberapa tahun terakhir. Pada September 2017 lalu, omset anjlok hingga 10 persen. Penyebabnya, adanya penyesuai harga karena bahan baku seperti bibit parfum diimpor dari luar negeri naik harga. Kemudian sebagian konsumennya adalah pekerja perusahaan dan adanya perpindahan warga keluar Batam karena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Februari (2018) lalu juga terasa penurunan omset. Tapi setelah ada produk baru dan promo, penjualan naik. Insya Allah Maret ini (penjualan) naik,” ungkap Irfi di ruang kerjanya.

Meski terjadi penurunan penjualan dan omset, bisnis Irfi masih mampu bertahan. Setiap kali terjadi penurunan penjualan, ia dan karyawannya giat mendekati konsumennya yang jarang datang lagi. Untungnya, konsumen Salsa Perfume Premium Batam cukup loyal. Menurut data dan hitungan Irfi, 95 persen dari 60 ribu anggota (member) Salsa Perfume Premium Batam sangat loyal.

“Ada repeat order (pembelian berulang kali). Bahkan yang sudah pindah seperti ke Jakarta dan Bali tetap loyal. Mereka pesan dan dikirimkan,” jelas mantan karyawan hotel ini.

Menurut Irfi, pelayanan serta kualitas produk yang baik menjadi kunci bisnisnya mampu bertahan. Selebihnya adalah memberikan benefit bagi konsumen. Ia membuat member konsumen, poin member yang bisa ditukar dengan produk, dan promosi potongan harga. Tak heran konsumennya pun tidak hanya warga Batam, Tanjungpinang, dan Pekanbaru, turis dari negara tetangga Singapura dan Malaysia pun banyak.

“Mereka setiap ke sini borong sampai beli dengan nominal Rp 2 juta, ” ungkap Irfi.

Irfi yang memulai bisnis parfum tahun 2009 dengan modal Rp 700 ribu. Sisa uang pinjaman untuk biaya berobat. Kini ia sudah memiliki 20 cabang. Masing-masing di 12 gerai di Batam, lima gerai di Pekanbaru, dan tiga gerai di Tanjungpinang.

Di setiap kota itu, masing-masing ada satu mobile oulet. Sejak membuka cabang, Irfi meraih omset yang terus meningkat, meski kadang-kadang turun. Saat ini omsetnya, khusus yang di Batam saja, sudah ratusan juta rupiah per bulan.

Meski demikian, Irfi belum puas. Ia punya visi terus menambah cabang di berbagai kota di Indonesia. Ia menargetkan bisnisnya menjadi industri yang besar, punya pabrik di Batam, dan menjadi ikon Batam. Namun ia berharap ada dukungan dari Pemerintah Kota Batam untuk mewujudkan Salsa Perfume Premium Batam sebagai salah satu destinasi belanja.

“Saya pun bersedia menjadi sponsor untuk event wisata di Batam,” katanya.

***

Bila omset bisnis Irfi terkadang menurun, bisnis Fery Firdaus, De’ Chruse Pet Center, terus menanjak sejak ia rintis. Bahkan saat ekonomi Batam sedang buruk-buruknya, De’ Chruse Pet Center tidak perpengaruh. Sebaliknya, usaha Fery Firdaus meraih omset yang tinggi setiap harinya. Itu dibuktikan dengan usaha yang terus berkembang dan pembukaan cabang pertama di Tiban pada Februari 2018 lalu.

Fery memulai usaha ini tahun 2011 di Ruko Puri Loka, Blok. E No.3A, Seipanas, Batam. Idenya muncul ketika ia bekerja di salah satu pusat pelatihan anjing sebagai dokter hewan tahun 2006 silam. Saat itulah ia melihat peluang, sebab di Batam belum ada pet shop. Kalaupun ada, hanya bisnis poultry atau unggas semi outdoor dan tidak berpendingin udara.

Dengan modal Rp 10 juta, Fery membuka petshop yang berkonsep. De’ Chruse Pet Center ini menyuguhkan konsep berbagai layanan di satu tempat. Ada pet shop, pet clinic (klinik hewan), pet grooming (salon hewan), veterinary (dokter hewan), pet boarding (penitipan hewan), dan pet shiping (pengiriman hewan), serta penjualan hewan peliharaan. Jadi tidak hanya klinik hewan tetapi juga menyediakan kebutuhan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

“Bisa dikatakan butik untuk hewan peliharaan. Bentuk bagus, elegan, tapi harga tetap kompetitif,” ujar Fery, Jumat (16/3).

Tak heran, meski tempat usahanya bisa dibilang bukan lokasi yang strategis karena jauh dari jalan raya, pelanggan De’ Chruse Pet Center ramai dan terus tumbuh. Omsetnya saat itu rata-rata Rp 12 juta per hari. Dua tahun kemudian, ia membeli satu unit ruko lagi di sebelahnya untuk memperluas tempat bisnisnya.

Saat itu, pet shop di Batam sudah mulai berkembang. Muncul beberapa pet shop dan pesaing. Meski begitu, konsumen bukannya turun tetapi malah bertambah. Bagi Ferry, munculnya pet shop lain justru bagus untuk menciptakan persaingan yang sehat. Juga memotivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan.

Selain inovasi, lanjut dia, memeperluas jejaring juga penting. Fery tidak hanya berteman dengan pemilik hewan peliharaan tetapi juga dengan komunitas lain. Termasuk komunitas otomotif. Ternyata, dari komunitas ini ia juga mendapatkan konsumen. Jadi ketika usaha atau bisnis lainnya sedang lesu, bisnis Fery justru tetap berjaya.

“Bisnis ini tidak ada pengaruh turunnya ekonomi di Batam. Bisnis ini malah naik. Mungkin karena tingkat awarness orang terhadap peliharaan sudah bagus,” katanya.

Saat ekonomi Batam kian menurun, omset bisnis Fery justru naik tiap tahun hingga 100 persen. Lalu ia membuka cabang di Tiban awal tahun 2018 ini. Konsumen juga bertambah. Total konsumennya sampai saat ini sudah hampir delapan ribu. Setiap hari, rata-rata konsumsen yang datang membawa hewan peliharaanya 40-an orang. Paling sedikit 30 orang dan paling banyak 60 orang. Itu diluar pembeli kebutuhan hewan peliharaan. Omsetnya kini rata-rata Rp 30 juta per hari.

***

ilustrasi

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengakui daya tahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari badai ekonomi global sangat baik. UMKM akan tetap terjaga meski kondisi ekonomi global menurun drastis. Ia juga mengatakan UMKM memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap ekonomi karena mampu menjaga stabilitas rupiah.

Oleh karena itu, BI Perwakilan Kepri mendukung upaya memperkuat kapabilitas UMKM. Tujuannya, mendorong UMKM agar lebih berkembang. “UMKM ini mempunyai daya tahan, meski kondisi ekonomi global turun drastis sekalipn,” kata Gusti, Jumat 16/3).

Senada dengan Kepala BI Perwakilan Kepri, kalangan pengusaha juga mendorong agar UMKM di Batam terus bangkit. UMKM diharapkan dapat tumbuh sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, khususnya Batam.

“Sektor UKM memiliki daya tahan luar biasa dari tekanan perekonomian. Setidaknya, ini sudah dibuktikan pada krisis ekonomi tahun 1998. Sebagian besar bertahan, bahkan tidak sedikit yang usahanya justru meningkat usai masa krisis,” ucap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, beberapa waktu lalu.

Jadi menjelaskan, kekuatan utama dari UKM adalah memiliki daya tahan terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang fluktuatif. Pelaku UKM bisa sesuaikan sekala dan jenis usaha dengan perkembangan ekonomi. Bahkan tidak sedikit wirausahawan UKM punya beberapa usaha.

Pelaku UKM memiliki kecerdikan membaca peluang ekonomi. Apalagi ketika mereka terdesak oleh kebutuhan hidup yang semakin tinggi. “Bagi pelaku UKM, peluang akan selalu dicoba. Kalaupun gagal, mereka bisa mencoba peluang yang lain. Selain itu, bagi mereka menjalankan usaha juga merupakan bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Menurut Kepala Dinas KUM Kota Batam, Suleman Nababan, Batam memang sejak awal dikembangkan sebagai daerah industri, alih kapal, perdagangan, dan pariwisata. Konsep pengambangan ini memunculkan banyak pelaku UKM.

Kemudian akhir-akhir ini kondisi perekenomian Batam memang sedang lesu, industri banyak yang hengkang, kemudian galangan kapal juga tutup. Ia mencontohkan, dulu Tanjunguncang yang merupakan kawasan galangan kapal, sangat ramai saat waktu kerja hingga sulit untuk lewat, tetapi kini relatif sepi. Banyak masyakarat kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Kondisi ini ada sisi positifnya karena membuat masyarakat untuk berusaha dengan masuk ke sektor UMKM.

Fakta di lapangan, lanjutnya, banyak masyarakat atau pekerja yang beralih profesi menjadi pelaku usaha untuk bisa bertahan hidup, bisa menghidupi keluarganya, dan membiayai sekolah anaknya. Kemudian ada yang melihat peluang karena banyaknya pelancong ke Batam pada akhir pekan, sehingga membuka usaha seperti usaha kuliner, makanan ringan, dan oleh-oleh. Ada yang usahanya meningkat. Dari awalnya hanya usaha rumahan, kini bisa berkembang dan ekspansi.

“Jadi betul itu, bahwa penyangga ekonomi kita itu adalah pelaku UMKM, di saat industri dan pengusaha besar itu down, maka kawan-kawan pelaku UMKM inilah yang bisa bertahan. Buktinya banyak sekarang yang tumbuh berkembang,” jelas Suleman Nababan, Kamis (15/3.

Badan Pengusahaan (BP) Batam juga menilai UMKM dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam. Perannya sangat vital khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis agrobisnis dan pariwisata murni. Makanya, peran serta UMKM akan semakin dioptimalkan dalam pengembangan sektor pariwisata di Batam.

“Pengembangan UMKM dan industri kreatif dapat memberikan kontribusi ekonomi sangat signifikan, menciptakan iklim bisnis yang positif, membangun citra dan identitas bangsa, serta usaha berbasis sumber daya terbarukan,” papar Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto.

Menurut Bambang, ibarat rumah usaha mikro kecil menjadi fondasinya, usaha menengah sebagai pilar, dan usaha besar sebagai atap. “Kemampuan UMKM yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan pengelolaan daerah wisata harus melibatkan masyarakat lokal dan UMKM,” jelasnya.

Bambang kemudian mengatakan peran serta UMKM dalam pengembangan pariwisata yakni mengembangkan produk UMKM berbasis pariwisata. Contohnya adalah pengembangan perkampungan batik, souvenir khas Batam, kuliner khas Batam, pemberdayaan kampung nelayan, pengembangan sanggar seni dan budaya lokal, dan pengembangan wisata bahari, religi dan sejarah.

“Lalu hasil produksinya akan ditata sedemikian rupa berikut juga pelayanannya untuk menarik wisatawan agar mau membeli produknya saat berkunjung ke Pulau Batam,” jelasnya.

Namun untuk memulainya tentu butuh langkah awal dimulai dengan pemberian bimbingan teknis untuk UMKM, seperti memberikan kepastian secara hukum agar hasil produksinya dapat dipertanggungjawabkan, penerapan tata kelola yang baik, sosialisasi setiap regulasi baru dan mempermudah perizinannya. “Lalu kami juga akan memberdayakan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mendidik masyarakat menjadi terampil dalam mengolah produk yang dihasilkan,” jelasnya.

Setelah itu rampung, maka UMKM yang sudah terlatih tersebut akan mampu menjadi agen-agen yang mampu menggerakkan masyarakat untuk berwiraswasta.“Sehingga promosi pariwisata bisa dilakukan secara berkesinambungan,” katanya.

Sedangkan Deputi IV BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto mengatakan BP Batam akan terus melibatkan UMKM dalam berbagai program. Tujuannya untuk mengoptimalkan aset-aset BP Batam sekaligus peluang memberdayakan UMKM.

“Partisipasi UMKM bukan hanya untuk aspek sosial. BP memandang UMKM sebagai salah satu kunci keberhasilan pengembangan pariwisata agar lebih kuat fondasinya. Kalau banyak yang ikut, maka tujuan-tujuan besar akan lebih cepat tercapai,” pungkasnya. (uma/leo/yui)

Keamanan Data Nasabah Bank Lemah, Data Mudah Bocor

0

batampos.co.id – Rentetan kasus skimming ATM dan Kartu kredit yang terjadi belakangan menandakan bahwa bank-bank di indonesia masih abai terhadap sistem keamanan.

Auditor Informasi dan Teknologi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Yanto Sugiharto menyebut, di antara bank-bank yang ada di indonesia, BCA masih merupakan yang terbaik dalam hal keamanan sistem. Diikuti bank-bank BUMN, Mandiri, BNI, setelah itu BRI.

Saat ini, kata Yanto, Bank BUMN rata-rata masih berada pada tingkat keamanan level 5. ”Meningkatkan level keamanan itu tidak sulit, asalkan bank-nya mau,” katanya pada Jawa Pos (grup Batam Pos), Minggu (18/3).

Dari pengalamannya melakukan berbagai audit sistem di di berbagai bank, ada beberapa kelemahan dalam sistem pengamanan data di bank. Di antaranya adalah bank-bank di indonesia sangat tergantung dengan pihak ketiga sebagai penyedia jasa pengamanan data.

Banyak peran seperti penyediaan alat, sampai mempekerjakan staf IT, diserahkan ke vendor.

“Nah, kalo pengamanan saja diberikan ke pihak ketiga, tentu lebih berisiko,” katanya.

Saat terjadi kasus kebocoran data. Untuk mengungkapnya, kata Yanto, perlu seperangkat alat yang tidak murah. Bank juga kadang enggan menyediakan alat ini. “Maka dari itu, biasanya pengungkapan diserahkan pada Bareskrim,” katanya.

Selain itu, Yanto menyebut bank juga belum mau atau enggan untuk investasi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengamanan sistem data dan informasinya. Beberapa hanyalah karyawan biasa dengan gaji tidak besar. Dengan kerja yang tidak terbatas waktu.

“Sehingga banyak SDM nya yang pindah-pindah,” katanya.

Direktur Digital Banking dan Teknologi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Indra Utoyo, mengatakan pengungkapan sindikat pelaku skimming oleh Polda Metro Jaya membuka kesadaran perbankan agar lebih peka terhadap berbagai kemungkinan modus kejahatan yang baru dan lebih canggih.

Jika BRI dinilai lebih jarang melapor kepada polisi mengenai gejala fraud dibanding bank-bank lainnya, maka BRI berniat lebih meningkatkan tindakan preventif. “Ini introspeksi juga dari kami supaya lebih proaktif melapor soal cyber crime dan lebih cepat menangani tanpa harus menunggu ada pelaporan (dari nasabah, Red),” ujarnya.

BRI yang mengaku telah mengetahui keberadaan sindikat pencuri data kartu nasabah juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Sebelumnya, BRI mengungkapkan telah menemukan lokasi sindikat tersebut yakni di daerah Talang Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Lokasi tersebut menjadi sarang pelaku kejahatan perbankan. Salah satunya mengatasnamakan BRI dengan modus pengiriman one time password (OTP) untuk transaksi di e-commerce.

“Ada BTS-nya (base transceiver station) di sana. Teridentifikasinya sudah beberapa waktu yang lalu, sama kita di Himbara (Himounan Bank-Bank Milik Negara) juga sudah pada tahu,” ujar Indra. Untuk memasuki kampung itu, susah sekali karena para penduduk di sana sudah saling bekerja sama menjadi komplotan penjahat. Dia menambahkan polisi sedang berupaya menemukan cara agar bisa menangkap komplotan itu.

Untuk meningkatkan keamanan, BRI sedang mengkaji kemungkinan penerapan teknologi biometric untuk verifikasi dan otentikasi nasabah dalam bertransaksi non tunai. Metodenya menggunakan sidik jari atau retina mata nasabah sehingga sulit dipalsukan. Untuk itu, BRI akan berkoordinasi dengan regulator untuk pengkajian penggunaan teknologi ini.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menambahkan, penggunaan biometric untuk otentikasi memang lebih mudah. Namun biayanya mahal. Meski begitu dia menyambut baik jika ada perbankan yang serius menerapkan teknologi tersebut.

Di sisi lain beberapa nasabah Bank Mandiri mengaku kehilangan uangnya secara misterius. Seorang nasabah di Kediri Jatim mengaku uangnya tiba-tiba berkurang Rp 1 juta. Sementara nasabah lain di Surabaya mengaku kehilangan uang sekitar Rp 1 juta, dan mendapat keterangan dari customer service Bank Mandiri bahwa uangnya hilang karena ada transaksi dari Malaysia.

Terkait hal ini, Corporate Secretary Bank Mandiri mengaku masih butuh identifikasi apakah ini termasuk skimming atau tidak. Kemudian jika itu merupakan skimming, dari ATM bank mana data nasabah tersebut dicuri. Apakah dari ATM Bank Mandiri atau bukan. “Identifikasinya sekitar 1-2 hari. Karena, kartu itu kan bisa ditransaksikan di ATM bank mana saja, tidak harus di ATM Bank Mandiri,” urainya.

ilustrasi

Terpisah, peneliti keamanan siber dari CISSREC Ibnu Dwi Cahyo menuturkan dunia perbankan di Indonesia memang cukup rawan menjadi sasaran aksi skimming (pencurian data). Apalagi, dari data yang diperoleh dari kepolisian Uni Eropa, Indonesia menjadi peringkat ketujuh lokasi favorit para pelaku skimming.

Dia mengungkapkan pada 2015 ada 5.500 kasus skimming ATM di dunia. Sebanyak 1.549 kasus di antaranya terjadi di Indonesia, artinya lebih dari sepertiga kejahatan skimming ada di Indonesia. Salah satu contohnya, pada 2017 dua warga Bulgaria ditangkap di Bali karena melakukan aksi skimming.

”Fakta ini seharusnya mendorong perbankan di tanah air untuk meningkatkan standar keamanan ATM, baik dari operating system, hardware sampai pada pengamanan fisik,” ujar dia.

Selain itu, potensi raibnya dana nasabah bisa jadi karena penjualan data nasabah. Dia menyebutkan hal itu mungkin saja terjadi lagi lantaran sebelumnya pernah ada penjualan data 2 juta nasabah pada Agustus 2017. Ibnu menuturkan data nasabah itu bisa bocor dari berbagai saluran. Bukan hanya bank saja. ”Yang kemarin bocor dari data leasing kemungkinan besar,” imbuh dia.

Sebagai langkah antisipasi, konsumen pun harus lebih cerdas dalam melakukan transaksi perbankan. Di antaranya mengenal betul bentuk fisik mesin ATM. Minimal pada mulut kartu dan keyboard pad. ”Karena skimmer (mesin pencurii data) yang ditambahkan pasti akan menambah bentuk mesin ATM sehingga terlihat tidak seperti biasanya,” kata dia.

Selain itu, konsumen juga bisa memilih ATM yang relatif ramai dan dijaga. Misalnya ATM di minimarket atau di bank. Pengecekan secara berkala saldo lewat internet banking juga bisa menjadi solusi. Bila ada kejanggalan langsung diketahui, atau mengaktifkan notifikasi SMS banking saat ada transaksi pengambilan maupun pembelanjaan yang cukup besar.
(tau/jun/rin)