Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 12322

Jalan Sempit, Kendaraan Bertambah

0
Suasana lalulintas di jalan DI Panjahitan Km 7 Tanjungpinang. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Tanjungpinang yang jadi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau kini mulai dilanda kemacetan. Terutama di jam-jam sibuk pada pagi hari dan sore hari.

Kondisi ini diduga karena pertumbuhan penduduk yang terus bertambah dan diikuti dengan bertambahnya jumlah kendaraan di jalan raya. Parahnya peningkatan jumlah kendaraan ini tidak dibarengi dengan peningkatan infrastruktur jalan.

Kemacetan utamanya terjadi pada titik persimpangan yang disertai lampu lalu lintas. Kemacetan bakal terjadi sampai beberapa meter ke belakang pada jam pergi dan pulang kerja. “Karena bercampur juga, yang berangkat kerja dan berangkat sekolahkan. Jadinya alternatif saya, anak di antar lebih pagilah,” tutur Is, salah satu warga yang kerap melintas di persimpangan Km 8 Atas.

Menurut warga Km 14 ini, jika mengantarkan anaknya menuju sekolah di Jalan Kuantan, ia harus keluar dari rumah sejak pukul 06.00 WIB. “Kalau telat 15 menit saja sudah ikut macet panjang di lampu merah simpang Batu 8 itu,” tuturnya.

Kemacetan juga terlihat di beberapa simpang lainnya. Seperti simpang lampu lalu lintas Pamedan. Sempitnya laluan jalan dikombinasikan dengan meningkatnya jumlah kendaraan di Tanjungpinang, serta tingginya mobilitas warga, diyakini menjadi faktor terjadinya kemacetan.

“Kami akan melakukan analisa atau uji lapangan dulu untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait ketidak nyamanan berlalulintas ini,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang Riono, belum lama ini.

Ia mengaku, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan tengah mengusahakan formula yang dapat mengembalikan kelancaran berlalu lintas. Ia juga memaparkan, akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan upaya terbaik dalam menciptakan kenyamanan saat berlalu lintas di Tanjungpinang. (aya)

31 Pengunjung THM Terjaring Razia

0
Razia gabungan di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Tanjungpinang. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sebanyak 31 orang pengunjung di berbagai Tempat Hiburan Malam (THM) Tanjungpinang terjaring Operasi Penegakan Tata tertib, Minggu (11/3) dini hari. Pengunjung THM yang diamankan, kedapatan tidak memiliki kartu identitas pada operasi gabungan yang digelar TNI, Polisi, Satpol PP tersebut.

“Razia kali ini tidak ditemukan prajurit TNI dan Polisi, sementara 31 orang yang tidak punya KTP langsung diamankan ke Kantor Satpol PP untuk didata,” jelas Komandan Polisi Militer Lantamal IV Tanjungpinang, Letkol Didik Wahyudi.

Didik mengatakan, tujuan digelarnya operasi penegakan tata tertib tersebut untuk menegakkan dan memelihara kedisiplinan prajurit TNI dan anggota polisi. Selain itu untuk membantu menegakkan tata tertib administrasi masyarakat Tanjungpinang.

“Sasarannya adalah mencari prajurit TNI dan Polri yang tidak disiplin serta warga yang melanggar tata tertib administrasi peraturan daerah,” jelas Didik.

Didik mengimbau kepada seluruh masyarakat Tanjungpinang untuk selalu tertib administrasi dengan melengkapi kartu identitas, baik itu KTP ataupun identitas yang lainnya. “Sedangkan untuk prajurit jelas dilarang memasuki THM,” pungkasnya. (odi)

Pesantren Penerima Bantuan Meningkat

0

batampos.co.id – Jumlah pesantren dan santri yang menerima bantuan dari Kementerian Agama di Kepulauan Riau (Kepri) meningkat. Jika tahun sebelumnya hanya dua kabupaten/kota, pada tahun ini menjadi lima daerah. Kelima kabupaten/kota yang pesantren dan santri-santrinya mendapat bantuan adalah Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Lingga serta Karimun.

Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Kepri, Muhammad Syafii menjelaskan, usulan yang masuk ke Kanwil belum tentu akan terealisasi karena ada yang baru saja menyampaikan usulannya.

“Bagi pondok pesantren yang baru saja menyampaikan data santri pada tahun ini belum bisa menerima bantuan, namun baru akan dimasukkan pada anggaran tahun depan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bantuan yang diberikan ini merupakan Program Indonesia Pintar (PIP) yang memberikan bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu sebagai bagian dari penyempurnaan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Bantuan ditandai dengan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Ketersediaan anggaran untuk PIP dan BOS merupakan mandatori yang artinya setiap tahun wajib dianggarkan. Oleh karena itu saya minta pengurus pondok pesantren harus memanfaatkan momentum ini dengan menyediakan data santri yang valid. Ini sudah menjadi prioritas nasional,“ harap Syafii.

Dalam kesempatan tersebut Syafi’i menyebutkan aka nada perubahan soal tata kelola pesantren. Jika selama ini, izin operasional pesantren cukup dikeluarkan oleh Kantor Kemenag Kabupaten/ Kota, maka menurut Syafii izin operasional nanti akan diterbitkan oleh Kemenag pusat.

Sementara itu, Kapala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal mengatakan, pada tahun 2018 ini PIP akan disalurkan pada Oktober hingga Desember, dengan tujuan memperluas akses masyarakat pada pendidikan. Besaran PIP adalah Rp. 450ribu/anak/tahun untuk tingkat Ula, Rp.750ribu/anak/tahun untuk tingkat Wustho, dan Rp.1juta/anak/tahun untuk tingkat Ulya.

“Manfaatkan untuk pendidikan santri, bukan untuk memenuhi kebutuhan orang tuanya, karena itu akan disalurkan melalui akun santri by name by address,” pesan Marwin. (aya)

Kuatkan Sinergi Pemda, TNI-Polri dan Masyarakat

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna terus menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak. Khususnya TNI dan Polri. Salah satunya melalui olahraga bersama di Pantai Kencana Ranai, Minggu (11/3).

Kegiatan ini diisi dengan jalan santai dan senam sehat, sedikitnya diikuti berbagai perwakilan elemen masyarakat, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan pimpinan FKPD serta DPRD.

Selain olahraga bersama yang digagas Kodim 0318 Natuna, momen tersebut juga digelar deklarasi anti hoak dalam menundukung sinergitas terciptanya kondisi aman dan nyaman di Natuna, terutama menyambut pemilu 2019 mendatang.

Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Rizal mengatakan, Kegiatan olahraga bersama ini kata Rizal, untuk pererat tali silaturahmi dan sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah beserta masyarakat Kabupaten Natuna.

Olahraga bersama sambungnya, songsong sinergitas TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat ini, dalam mewujudkan rasa nyaman, aman dan akhlak mulia di perbatasan.

“Kita laksanakan olahraga bersama ini agar tercipta tali persaudaraan antar sesama, selain menghidupkan budaya sehat,” kata Dandim.

Dandim mengatakan, pihaknya mengingatkan kembali pesan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, tentang deklarasi tolak berita hoak. Sehingga didaerah melakukan dukungan serupa bersama elemen masyarakat dan pemerintah.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyambut baik dan mengapresiasi program olahraga bersama dalam mewadahi tali silaturahmi antara TNI Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.

TNI, Polri, Pemkab dan masyarakat Natuna. Sehingga semakin terjalin tali silahturahmi antara masyarakat kabupaten berada di garda terdepan Indonesia ini.

Menurut Hamid Rizal, Natuna adalah pulau kecil berada perbatasan Utara. Sehingga diperlukan sinergitas menjaga kedaulatan bangsa, memberikan rasa nyaman, aman kepada masyarakat.

“Pemerintah daerah mendukung penuh berbagai kegiatan sinergitas ini, bersama memperkuat rasa cinta tanah air,” ujar Hamid Rizal.(arn)

Tekong Boat Pancung Tak Berani Bawa Penumpang sebab, ….

0
Penumpang menaiki Boat Pancung di Pelabuhan Tanjungriau dari Belakangpadang. Boat pancung adalah satu-satunya alat tranportasi menuju Belakangpadang ke Tanjungriau, selain lewat Pelabuhan Sekupang. | Dalil harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Cuaca buruk yang melanda kota Batam dua hari belakangan ini membuat aktivitas penambang pancung dan nelayan di Pelabuhan Sagulung terganggu, Minggu (11/3). Banyak boat pancung yang melayani penumpang antar pulau menunda keberangkatan penumpang bahkan ada yang tak berani beroperasi.

Muhlis, penambang boat pancung di Pelabuhan Sagulung mengaku tidak berani membawa penumpang karena angin dan gelombang laut yang cukup tinggi.

“Cuaca seperti ini memang kami tak berani. Banyak kejadian boat pancung terbalik karena memaksa untuk berlayar,” ujar Muhlis, Minggu (11/3).

Sedangkan bagi penambang yang tetap memilih berlayar harus memutar jauh ke arah lain yang cukup jauh dari pulau yang mereka tuju.

“Kalau mau tetap berlayar harus mutar ke arah lain memang, atau berhenti dulu, baru jika anginnya agak reda, mereka bisa jalan,” katanya.

Begitu juga dengan nelayan, akibat angin kencang yang tak tentu waktu itu, nelayan juga banyak yang tak melaut. Para nelayan mengaku tidak mau ambil risiko jika mereka tetap nekat melaut.

“Susah tebak cuaca sekarang,” kata Mulyono seorang nelayan pulau Buluh.

Diakuinya kondisi ini mempengaruhi ekonominya, sebab, hasil tangkapan mereka menjadi menurun. Selain itu, sebagian nelayan juga ada yang memilih menganggur sehingga tidak memiliki penghasilan.

“Sudah menjadi risiko setiap musim seperti ini. Dapat (hasil tangkapan ikan) sedikit saja masih bersyukur, karena kebanyakan tak ada hasil kalau melaut dimusim seperti ini,” katanya.

Sementara Kepala Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Mesdi mengatakan cuaca saat ini tidak mempengaruhi pelayaran di pelabuhan tersebut. “Tidak ada penundaan. Semunya normal saja,” kata Mesdi. (une)

Masyarakat Natuna Menunggu Kedatangan Daeng Rusnadi

0
Mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi bebas setelah menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang, Kamis (8/3). F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti sekaligus istri Daeng Rusnadi mantan Bupati Natuna, memastikan akan melaksanakan syukuran dan mengundang masyarakat setelah Daeng Rusnadi kembali ke Natuna.

Dikatakan Ngesti, Daeng Rusnadi dijadwalkan kembali ke Natuna 20 Maret mendatang dari Tanjungpinang. Bahkan keluarga menyiapkan agenda dan persiapan dengan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan lalu lintas dan Lanud Raden Sadjad antisipasi pengamanan dari bandara Ranai menuju Masjid Agung.

Ngesti mengatakan, mohon doa masyarakat Natuna semoga Daeng Rusnadi dapat kembali ke Natuna dengan selamat dan dapat berkarya sisa hidupnya, semoga barokah.

“Masyarakat sudah menyampaikan akan memberikan ucapan selamat kepada beliau (Daeng Rusnadi,red) setibanya di Ranai setelah bebas dari masa tahanan. Sehingga semua agenda diarahkan di masjid Agung,” kata Ngesti dikediamannya usai rapat koordinasi dengan instansi terkait dalam penyambutan Daeng Rusnadi, Sabtu (10/3) malam kemarin.

Selain itu menyambut kepulangan Daeng Rusnadi tersebut, masyarakat di Kelurahan Ranai Darat memiliki agenda dengan diarak dari Masjid Ibnu Salim Ranai Darat menuju kediamannya.

Tarmizi, tokoh masyarakat setempat sekaligus tokoh agama mengaku, agenda tersebut bagian dari rasa kegembiraan masyarakat atas kembalinya sosok yang diidamkan masyarakat, khususnya di Kelurahan Ranai Darat dan sekitarnya.

Menurut warga setempat, Daeng Rusnadi merupakan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan peduli sesama sejak menjabat ketua DPRD Natuna hingga Bupati Natuna.

“Masyarakat sangat gembira menyambut kedatangan Daeng Rusnadi. Setelah di masjid agung, rombongan langsung ke makam dan pulang diarak dengan mobil hias,” ujar Tarmizi.

Seperti diketahui, Daeng Rusnadi resmi bebas bersyarat yang dikeluaran dirjen pemasyarakatan setelah menjalani hukuman atas kasus pembebasan lahan SMA Unggulan selama lima tahun di lapas kelas II Tanjungpinang, ditambah menjalani hukuman subsider sekitar 2 tahun. Daeng Rusnadi dijerat pasal 3 dan pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Sebelumnya Daeng Rusnadi menjalani masa tahanan atas tindak pidana korupsi dana bagi hasil migas dan divonis selama lima tahun, bersama Hamid Rizal yang divonis 4 tahun.(arn)

Kritik untuk BP Batam

0
foto: instagram

batampos.co.id – Ketua Kamar Dagang (KADIN) Kota Batam Jadi Rajagukguk meminta BP Batam untuk fokus mengembangkan investasi. BP Batam diminta mengurangi kegiatan-kegiatan pariwisata.

“Saya mengingatkan agar BP Batam kembali kepada tugas pokok dan fungsinya yaitu konsentrasi kepada investasi dan perdagangan,” katanya.

Menurutnya, BP Batam hampir sama dengan Iskandar Regional Development Authority (IRDA) di Johor Bahru Malaysia. Tugas pokoknya adalah mengembangkan kawasan investasi, menarik invesor sebanyak-banyaknya dan meningkatkan lalu lintas perdagangan.

“Dari namanya sudah jelas Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP-KPBPB Batam). Memang boleh saja dan bagus BP Batam melakukan berbagai kegiatan event-event pariwisata dan kemasyarakatan, tetapi harus tetap fokus kepada bagaimana menarik investor melalui kegiatan promosi keluar negeri,” katanya.

Menurutnya, BP Batam harus meningkatkan jalur lalu lintas perdagangan dan koordinasi dan membantu pemerintah kota Batam dalam membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur di Batam.

“Namanya saja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP-KPBPB Batam) sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, mengurusi soal investasi, perdagangan, kalaupun ada pariwisata lebih kepada pengembangan kawasan industri pariwisata,” katanya.

Menurutnya, BP Batam harus menjalin koordinasi dengan dinas pariwisata Batam jika ingin mengeliatkan sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan pariwisata.

“Jadi menurut saya event ini harus bekerjasama agar cepat pariwisata di Batam maju,” katanya. (ian)

Tujuh Tower Tak Aktif

0
Sejumlah tower yang ada di kota Tarempa. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menyayangkan aktivasi bantuan tower sebanyak 10 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan pada tahun 2012 tidak diperpanjang. Aktivasi tower dari provider telkomsel tersebut berakhir pada awal Januari tahun 2018 lalu.

Karena itu pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas meminta kepada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) untuk mengaktifkan kembali tower-tower tersebut.

“Kepala Daerah sudah meminta agar 10 tower yang sudah dinonaktifkan kembali aktif,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas Jefrizal, kepada wartawan Minggu (11/3)

Permintaan tersebut kata Jefrizal, sudah direspon oleh Bp3TI, tapi sayangnya tidak semua tower yang oleh pemerintah daerah dikabulkan. Tapi hanya beberapa tower saja yang diaktifkan oleh provider yang kebetulan masih telkomsel.

“Hanya tiga titik saja yang diaktifkan kembali, tapi tower reguler, jadi jangkauannya lebih luas. Sementara itu tujuh tower lainnya tidak diaktifkan,” ungkapnya lagi.

Tiga titik tower yang sudah diaktifkan tersebut yakni tower yang ada di Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur, tower di desa Putik kecamatan Palmatak dan tower di desa Tiangau kecamatan Siantan Selatan.

Sementara tujuh titik yang tidak diaktifkan yakni tower di desa Piasan kecamatan Palmatak, desa Temburun Kecamatan Siantan Timur, desa Air Bini kecamatan Siantan Selatan, desa Lingai Kecamatan Siantan Selatan, desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur Desa Impol dan Desa Air Biru kecamatan Jemaja.

Karena dirasakan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan akses telekomunikasi di Anambas, maka, pemerintah daerah kabupaten kepulauan Anambas kembali mengusulkan 15 titik tower lagi pada tahun 2018 ini. “Tahun ini kita kembali mengusulkan 15 tower,” tukasnya. (sya)

Plafon Sekolah Tak Kunjung Diperbaiki

0

batampos.co.id – Plafon bangunan SMAN 1 Ranai hingga saat ini masih rusak, setelah terdampak cuaca buruk beberapa bulan lalu. Bahkan seluruh plafon bangunan kelas yang dibangun tahun 2015 lalu jebol. Rusak terkena air hujan disertai angin kencang musim Utara dan merusak atap sekolah.

Menurut siswa, kondisi plafon yang sudah rusak mengurangi nyaman saat belajar. Karena suhunya cukup panas.

Kepala SMAN 1 Rana Budiriyanto mengatakan, kondisi plafon ruang belajar sudah dilaporkan kepada dinas pendidikan, baik di provinsi dan kabupaten dan DPRD. Namun belum diketahui tindak lanjutnya.

“Harapan pihak sekolah, plafon yang rusak dapat diperbaiki. Karena mengurangi kenyamanan siswa belajar,” kata Budi kemarin.

Dikatakan Budi, SMAN 1 Ranai adalah sekolah rujukan yang dibangun dua lantai di tahun 2014-2015 lalu. Dan resmi digunakan tahun 2016. Namun tahun 2016 itu, kondisi plafon ruang belajar sudah mulai rusak dan ada yang terjatuh. Ditambah air hujan merembes saat angin kencang.

“Plafon sudah lama rusak, sampai terjatuh tiba-tiba. Hampir menimpa siswa sedang belajar. Untung saat itu jam istirahat,” ungkap Budi.

Kondisi rusak plafon terus merembet diruang kelas lantai II. Karena kawatir menimpa siswa saat belajar, akhirnya seluruh plafon ruang belajar diturunkan semua.

“Memang tidak semua plafon rusak, tapi kami kawatir keselamatan siswa saat belajar. Jadi kami inisiatif merobohkan semua plafon ruang belajar. Memang kondisinya juga rusak, cuma nunggu waktu saja akibat terkena air hujan,” ujar Budi.

Seperti diketahui, pembangun gedung SMAN 1 Ranai ini dibangun menggunakan anggaran APBD tahun 2014 lalu, menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Belum lima tahun, plafon sudah rusak.(arn)

Pusat Perkantoran Belum Ditempati

0
Gedung Perkantoran Bupati Anambas belum ditempati meskipun sudah selesai dikerjakan. Salah satu kendalanya belum masuknya jaringan listrik dari PLN. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Keinginan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk segera menempati pusat perkantoran di Pasir Peti desa Pesisir Timur kecamatan Siantan tertunda. Pasalnya meski bangunan sudah selesai dan ketersediaan air bersih sudah siap, tapi aliran listrik belum ada. Padahal sebelumnya Pemerintah daerah berencana akan menempati kantor bupati baru pada bulan Februari silam.

“Kita mesti menahan diri untuk pindah ke kantor baru karena masih menunggu pemasangan jaringan listrik,” kata Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, kepada wartawan Minggu (11/3)

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar pemasangan jaringan dapat disegerakan, “Saat berkoordinasi dengan pihak PLN diketahui saat tiang listrik sedang dimobilisasi dari Tanjung Pinang ke Anambas,” jelasnya.

Terkait bangunan Haris mengatakan masih dalam tahap pemeliharaan dan pekerjaan finishing seperti bersih-bersih dan sebagainya. “Secara fisik pembangunan kantor bupati telah selesai dan saat ini sedang tahap pemeliharaan,” tuturnya.

Jika bagian sekretariat Daerah sudah menempati pusat perkantoran, nanti juga akan turut beberapa dinas diantaranya BKPSDM dan beberapa SKPD lainnya. Pindahnya kantor bupati ke Pasir peti juga berdampak akan mengurangi beban sewa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengingat dua Kantor yakni dinas Kesehatan dan Disdukcapil akan pindah ke kantor bupati lama. “Pindahnya dinas kesehatan untuk mempermuda peningkatan pelayanan kesehatan mengingat tidak jauh dengan puskesmas dsn rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara itu manajer PLN Rayon Anambas M. Janatul, mengatakan, saat ini untuk jaringan listrik masih dalam proses pengerjaan. Dirinya tidak berani menargetkan kapan akan selesai karena saat ini sebagian bahan material masih berada di Tanjungpinang.

“Sebagian bahan material masih ada di Tanjungpinang, karena cuaca masih buruk, jadi kapal pengangkut belum diizinkan berangkat ke Tarempa,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Meskipun nantinya bahan material sudah sampai di Anambas, dirinya juga tidak bisa memastikan kapan selesai karena penggalian juga lama karena banyak batu. “Insya Allah pertengahan tahun selesai,

Dikatakannya jika untuk penerangan di pusat perkantoran, membutuhkan daya sekitar 240-345 kva. (sya)