Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12345

Polda Kepri Perketat Pengawasan TKI

0
ilustrasi TKI | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Momen Ramadan dan Idul Fitri dijadikan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal untuk kembali ke Indonesia melalui jalur belakang. Fenomena ini sudah menjadi hal lumrah tiap tahunnya di Indonesia, khususnya Batam.

Buktinya beberapa waktu lalu ratusan TKI diamankan pihak kepolisian di Batam. Ada yang diamankan saat terapung-apung di laut, namun ada juga yang ditangkap saat kakinya baru menyentuh pantai.

Fenomena ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga.

“Kebanyakan mereka balik sebelum ramadan dan lebaran,” katanya, Jumat (4/5/2018).

Oleh sebab itu, kata Erlangga pihaknya akan memperketat pengawasan di laut, dengan cara melakukan patroli rutin. Namun pengawasan untuk memastikan para TKI ini sampai dengan selamat hingga pantai.

Erlangga mengatakan pihaknya tidak ingin kejadian beberapa waktu lalu terulang kembali.

“Kami tak ingin ada TKI yang tenggelam lagi, patroli kami tingkatkan. Begitu sampai di tepi, baru kami amankan,” katanya.

Dari hasil penyelidikan polisi, kata Erlangga yang perlu dikhawatirkan adalah setelah lebaran. Ia mengatakan setelah lebaran akan terjadi peningkatan jumlah TKI ke luar negeri, baik secara legal maupun Ilegal. Menurut Erlangga hal inilah yang perlu diantisipasi.

“Kalau di kepolisian saja tidak bisa, perlu instansi lain mengawasi pergerakan TKI ini,” ujarnya.

Selain pengawasan TKI ilegal yang keluar Batam melalui jalur legal. Erlangga menuturkan perlu juga pengawasan di pelabuhan-pelabuhan tikus. Antisipasi kepergian TKI, kata Erlangga akan dibahas dalam rapat koordinasi.

“Nanti ada,” ucapnya. (ska)

Pemko Batam belum Rilis Jadwal Buka-Tutup Tempat Hiburan selama Ramadan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dua pekan jelang bulan suci ramadan Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum merilis aturan buka tutup tempat hiburan malam (THM). Namun pada tahun-tahun sebelumnya, selama bulan puasa tutup tiga hari pertama, tiga hari pertengahan dan tiga hari terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Pebrialin belum bisa menyampaikan jadwal buka tutup THM selama bulan suci. Sebab dirinya belum berkoordinasi dengan Walikota terkait hasil rapat.

“Hasil rapat sudah ada, namun belum bisa sampaikan. Karena belum koordinasi dengan Walikota,” kata Pebrialin, Jumat (4/5).

Disinggung apakah jadwal buka tutup THM akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Pebrialin masih enggan mengatakan.

“Ya kalau saya sampaikan sekarang, berarti sudah saya umumkan dong,” imbuhnya.

Menurut dia, selain menentukan jadwal buka tutup, rapat yang digelar juga membahas sanksi kepada pemilik THM jika melanggar.

“Kalau sanksi pasti ada, tapi nanti akan kami sampaikan. Jadi tunggu aja,” pungkas Pebrialin. (she)

Liga 3 Putaran Provinsi Kepri Menunggu Juklak

0
ilustrasi

batampos.co.id – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Asosiasi Provinsi Kepri mengaku belum mendapatkan petunjuk pelaksanaan (juklak) mengenai pelaksanaan Liga 3 untuk putaran provinsi. Padahal sesuai dengan surat edaran no 02/II/2018, pelaksanaan gelaran Liga 3 putaran provinsi dilaksanakan April – Juli 2018.

Wakil Ketua PSSI Asprov Kepri Mayfrizon mengaku saat in pihaknya tengah berkonsentrasi untuk melakukan pelantikan pengurus exko. “SK kepengurusan sudah ditandatangani oleh Ketu PSSI. Hanya saja memang masih menunggu jadwal pelantikan,” tuturnya, Jumat (4/5).

“Keterlambatan pelantikan ini lantaran masih menunggu jadwal dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun selaku Ketua Exco PSSI Asprov Kepri,” urai Mayfrizon.

Beberapa waktu terakhir ini, lanjutnya, jadwal Gubernur Kepri memang terbilang padat. Tetapi, maierizon mengatakan jika usai pelantikan nanti PSSI Asprov Kepri akan segera menggelar Raker.

“Dibeberapa wilayah, memang Liga 3 putaran provinsi ada yang telah digelar. yang penting nanti tak berbentrokan dengan jadwal putaran regional,” kata Mayfrizon.

Mayfrizon memang mengakui jika pihaknya belum menerima juklak pelaksanaan Liga 3 untuk putaran provinsi. “Tetapi pengurus PSSI Asprov Kepri, seperti Sekretaris dan pengurus lainnya sudah siap untuk menggelar Liga 3 sewaktu-waktu diperlukan,” tuturnya

Terkait dengan pembinaan sepakbola Kepri, Mayfrizon mengaku jika hal itu menjadi fokus perhatian PSSI Asprov Kepri dibawah Nurdin Basirun. “Tak bisa dipungkiri jika memang sepakbola di Kepri terbilang tertinggal dibanding daerah lain. Tetapi melalui beragam kejuaraan dan pelatihan Insha Allah, akan ada bibit-bibit pesepakbola berbakat yang akan muncul di Kepri,” tuturnya.

“Kami memang akan terus menggulirkan beragam kejuaraan untuk bisa menciptakan peluang menumbuhkan pesepakbola berbakat dari Kepri,” tegasnya.

Antisipasi, lanjut Mayfrizon terkait dengan pembinaan sepakbola di Kepri dilakukan melalui PPLP dan beberapa kejuaraan dan turnamen yang kerap digelar. “Dengan banyaknya kejuaraan, maka pesepakbola di Kepri ini akan semakin bersemangat berlatih dan berprestasi,” jelasnya.

“Nantinya akan ada kompetisi yang berkelanjutan di Provinsi Kepri. Ini yang sedang kita ramu sekarang. Ini yag akan mendukung perkembangan persepakbolaan di Kepri,” tuturnya.

Memang formula kompetisi ini belum diputuskan. Karena menurut Mayfrizon pihaknya masih menimbang untung rugi format kompetisi tertentu. “Apakah akan di tempatkan di satu tempat, atau akan dilaksanakan setiap hari Minggu saja, itu yang masih kita pertimbangkan,” jelas Mayfrizon.

Sementara itu, dalam gelaran Piala Indonesia, dua tim asal Kepri 757 Kepri Jaya dan PS Bintan, berada dalam satu zona, yakni zona 2. Dua tim asal Kepri ini bersama dengan PSPS Pekanbaru, Persih Tembilahan, Semen Padang, Batamg Anai FC, PS Pessel dan Nabil FC.

Di pertandingan pertama, 757 Kepri Jaya akan menghadapi perlawanan PSPS Pekanbaru, sementara PS Bintan akan menjajal ketangguhan Nabil FC. (yan)

Penerimaan Siswa Bukan Berdasarkan Nilai tapi Zona

0
Murid SDN 018 Sagulung berbaris saat mengikuti kegiatan sekolah. Tahun ini penerimaan PPDB tidak tertampung karena minim ruang kelas baru. Diharapkan Pemko Batam segera manambahnya supaya tertampung. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendigbud) Nomor 17 Tahun 2017 menjelaskan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan zonasi. Artinya, tidak ada lagi sekolah favorit. Semua orang berhak bersekolah di zonasi bina lingkungannya.

“Permendigbud prioritaskan bina lingkungan bersekolah di zonasinya,” kata Riky Indrakari, anggota Komisi IV DPRD Batam, Jumat (4/5).

Selain itu, lanjut dia, tidak ada satupun pasal permendigbud yang nyatakan bahwa seleksi PPDB di zonasi berdasarkan nilai akademis. Kriteria nilai hanya sebatas tambahan. Dengan sistem zonasi ini anak bina lingkungan wajib diprioritaskan masuk di sekolah tersebut.

“Jadi bukan mereka nilai akademis bagus diterima. Semua yang ada di zonasi wajib,” tutur Riky.

Hanya saja, lanjut dia, yang menjadi persoalan saat ini ialah Wali Kota Batam belum melaksanakan permendigbud tersebut. Terutama dalam hal menjelaskan batasan zonasi. Padahal, sesuai permendigbud menegaskan jika batasan zonasi ditentukan enam bulan sebelum PPDB.

Selain itu, Wali Kota Batam juga wajib mengeluarkan data base anak wajib belajar dan sebarannya. Sehingga nanti ini nantinya menjadi pegangan sekolah untuk menerima peserta didik sesuai domisilinya. Tidak ada lagi orang tua mengurus domisili enam bulan sebelum PPDB.

“Saya terus teriakan. Walaupun ini sudah terlambat. Kita berharap wali kota segera keluarkan zonasi tersebut,” tegasnya.

Politisi PKS itu juga berharap ada komunikasi dinas pendidikan dengan sekolah swasta. Sebab, lebih 65 persen SD dan SMP di Batam itu berstatus swasta. Riky menyesalkan sampai saat ini tidak ada pmbicaraan dinas pndidikan Batam mengenai daya tampung sekolah swasta.

“Artinya disdik hanya sebagai pendayung sampan. Semua beban masyarakat bisa ditampung sendiri. ASkhirnya apa? Tenggelam,” sesalnya.

Seharusnya dinas pendidikan bisa belajar dari daerah lain yang juga bermasalah dengan PPDB. Tetapi mereka memiliki kebijakan, bahwa swasta memiliki kewajiban untuk menampung siswa miskin dan siswa bina lingkungan, tanpa ada punguntan uang SPP dan uang pembangunan.

Riky menambahkan, ada juga beberapa daerah yang menggratiskan sekolah negeri dan swastanya. “Artinya disubsidi. Berapa uang SPP di sekolah tersebut dibayar oleh pemerintah. Salah satunya di Bandung. Ini persoalan kebijakan. Bahwa pemerintah bijak dalam hal pengelolaan keuangan,” paparnya.

Pemko Batam, lanjut Riky, menganggarkan Rp 42 miliar untuk honor dan insentif guru swasta. Tapi dalam hal ini tidak ada timbal balik sekolah swasta kepada pemerintah untuk membebaskan anak bina lingkungan dari pungutan uang pembangunan. “Kalau 65 persen ini mampu berkontribusi. Saya pikir PPDB gak ada persoalan lagi. Karena semua siswa bisa kita tampung,” jelasnya. (rng)

Perempuan Boleh Ikut Adu Banteng, Mau?!

0
Arena adu banteng di Jepang (Scmp)

batampos.co.id – Jepang, akhirnya, perkanankan perempuan ambil bagian pada adu banteng.

Hal ini dalam upaya untuk memoderenisasi kegiatan tradisional yang didorong oleh gerakan dunia yaitu #Metoo.

Gerakan ini adalah untuk menyoroti perlakuan-perlakuan yang sangat tidak pantas dilakukan terhadap perempuan atau bahkan pria. Termasuk memberikan para pelaku pelajaran berharga dan mencegah terjadinya kejadian yang sama di kemudian hari.

Sumo Jepang, baru-baru ini juga mendapat kecaman karena hanya pria yang dibolehkan menonton. Dalam adu banteng yang di Jepang disebut ‘Togyu’, perempuan juga tidak diperbolehkan untuk melihat.

Tapi pada Jumat (4/5), penyelenggara menarik larangan tersebut. Sebaliknya, mereka kini mengizinkan seorang perempuan pemilik banteng bernama Yuki Araki membawa hewannya ke arena di Yamakoshi, utara Tokyo.

“Kesetaraan untuk pria dan wanita adalah tren zaman,” kata seorang pejabat di organisasi adu banteng Yamakoshi, Katsushi Seki dilansir dari SCMP Sabtu (5/5).

“Dengan membuka arena untuk perempuan, kami berharap pertarungan banteng tradisional ini akan berlanjut jauh ke masa depan,” tambahnya.

Tidak seperti di Spanyol yaitu adu banteng yang berakhir dengan matador yang membunuh hewan, Togyu adalah pertandingan tanpa darah antara dua ekor banteng atau sapi yang mengunci tanduk. “Saya senang orang-orang setempat secara terbuka menyambut kami,” kata Yuki Araki.

(iml/JPC)

Terkait Transformasi FTZ ke KEK, Ketua DPRD Batam Minta Dewan Kawasan Klarifikasi

0

batampos.co.id – Ketua DPRD Batam Nuryanto meminta Dewan Kawasan segera mengklarifikasi status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam. Sebab, kisruh perubahan status Free Trade Zone (FTZ) menjadi KEK telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan pengusaha di Kota Batam.

“Perlu diperjelas dan dipertegas lagi, transformasi FTZ menjadi KEK ini seperti apa,” tegas Nuryanto, Jumat (4/5/2018).

Sebab menurutnya dia, pada saat sosialisasi KEK oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution, status Kota Batam sebagai FTZ tidak akan hilang, meski diganti FTZ. Hanya saja saat ini terdengar bahwa kaedah yang akan diberlakukan di Batam berubah dari konsep awal yang dipaparkan.

“Tadinya pengusaha oke dan tidak ada masalah. Sekarang jadi resah, karena katanya berubah dari konsep awal,” tutur Nuryanto.

Diakuinya, keresahan ini sudah beberapa kali disampaikan ke DPRD Batam, sebelum akhirnya pengusaha menyurati Presiden Jokowi dan Kemenko Perekonomian. “Ini yang saya tangkap. Pengusaha tidak mau kalau fasilitas FTZ hilang setelah dibentuk KEK. Seharusnya pemerintah pusat lewat dewan kawasan menjelaskan. Apakah masih konsisten dengan komitmen awal bahwa status FTZ tak akan hilang atau seperti apa,” tegas dia.

Pengusaha, lanjutnya, selama ini diam karena mereka berfikir fasilitas FTZ itu tidak hilang. Malah mereka meyakini wilayah yang dijadikan KEK dengan tambahan fasilitas. Kawasan FTZ yang dulunya punya 10 fasilitas dengan bertransformasi ke KEK fasilitasnya bertambah jadi 12-15.

“Yang saya tangkap dulu seperti itu. Kalau FTZ ini tidak hilang, saya rasa tidak ada masalah dan keresahan pengusaha,” paparnya.

foto: cecep mulyana / batam pos

Nuryanto menambahkan, dewan kawasan yang mmiliki anggota Gubernur Kepri, anggota DPRD Kepri, BP Batam dan Wali Kota Batam seharusnya bisa mengklarifikasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan supaya ada kejelasan, sehingga tidak ada lagi muncul opini-opini di tengah masyarakat.

“Kalau masyarakat resah. Kita sebagai wakil rakyat juga menolak hal tersebut. Makanya kita minta tolong diklarifikasi,” tegas dia.

“Apalagi saat ini kita tengah proses pembangunan Batam. Jangan sampai dengan hal-hal seperti ini menganggu pembangunan daerah,” jelasnya. (rng)

Mudik Gratis bersama Pelni

0
KM Kelud . foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Menyambut hari raya libur lebaran, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam kembali melayani mudik gratis dengan bekerjasama dengan Pelindo.

Manager Operasional Pelni Cabang Batam, Toro mengatakan tahun ini KM Kelud sebagai angkutan mudik lebaran kembali berpartisipasi dalam membantu pemudik kembali ke kampung halamannya.

“Kami hanya sebagai penyedia jasa saja, untuk tiketnya ditanggung oleh Pelindo,” kata Toro, Sabtu (5/5).

Ia menyebutkan sesuai dengan rencana, tahun ini ada dua ribu tiket mudik gratis yang akan dibiayai oleh perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Pelni Batam.

“Untuk pemberangkatan ada dua tahap nanti. Kalau tak salah tanggal 9 Juni 2018 jadwal pertama khusus untuk Batam tujuan Belawan Medan,” sebutnya.

Ia menegaskan untuk tiket menjadi wewenang dari perusahaan bukan PT Pelni cabang Batam. Perusahaan mungkin memiliki mekanisme tersendiri agar calon pemudik bisa ikut dalam mudik gratis ini.

“Itu sepenuhnya kewenangan mereka. Yang jelas Pelni Batam siap melayani pemudik.

Disinggung mengenai lonjakan pemesanan tiket mudik, Toro menjelaskan hingga saat ini sudah ada pemesanan tiket. “Sudah mulai ada. Mungkin 15 persen adalah pemudik yang memesan tiket,” tambahnya.

Mengenai persiapan menghadapi arus mudik nanti, Toro mengungkapkan masih membahas bersama lintas instansi yang terkait dengan angkutan mudik lebaran.

“Kalau dari Pelni tetap sama. Pelabuhan masih di Batuampar. Mobilisasi bus untuk memudahkan penumpang ke kapal juga sama,” terangnya.

Untuk tiket PT Pelni Batam masih dijual dengan harga sama seperti tahun sebelumnya yakni untuk Batam tujuan Belawan dijual Rp 220 ribu dan Tujuan Jakarta Rp 313 ribu.

Mudik lebaran tahun ini selain KM Kelud, PT Pelni Cabang Batam mendapatkan bantuan satu kapal Doro Londa. Kapal ini akan mulai melayani pemudik tujuan Jakarta Juni mendatang.

Sementara itu, Humas Pelindo Fiona mengatakan untuk tiket nanti calon pemudik harus memenuhi beberapa persayaratan seperti membawa KTP dan Kartu Keluarga. “Mudik gratis tidak hanya laut tapi darat juga ada. Yang laut kami berkerjasama dengan PT Pelni,” ujarnya.

Fiona meambahkan masih menyusun mekanisme untuk tiket mudik gratis ini. “Nanti kami informasikan lagi soal ini. Tahun ini itu ada sekitar 4.750 tiket mudik gratis laut dan darat dari Pelindo,” tutupnya.(yui)

23 Orang Meninggal Akibat Laka Lantas

0

batampos.co.id – Sejak bulan Januari 2018 hingga Maret 2018 sudah ada puluhan orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Barelang. Kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan me.ninggal dunia ini mayoritas disebabkan oleh kelalaian pengendara.

Wakil Kasat Lantas Polresta Barelang AKP Kartijo mengatakan, dari data yang tercatat oleh Unit Laka Lantas, ada 23 orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas ini menjadi perhatian serius jajaran Sat Lantas Polresta Barelang kedepannya.

“Kalau untuk bulan April, saya belum mendapatkan laporannya dari Unit Laka Lantas. Karena masih direkap sama anggota saya. Yang jelas, angka itu dalam kategori tinggi,” kata Kartijo disela-sela kegiatan Operasi Patuh Seligi 2018 di depan Polresta Barelang, Jumat (4/5) sore.

Dijelaskan Kartijo, salah satu contoh kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan meninggalnya pengemudi terjadi di Jalan Sudirman atau lebih tepatnya di Simpang lampu merah Baloi, Sabtu (24/3). Menurut dia, pengemudi mobil Toyota Rush BP 1215 AE, Edy Susanto sedang dalam kondisi tidak sehat.

“Sudah tak bisa diselamatkan lagi, karena meninggal di tempat kejadian dengan beberapa luka serius dibagian kepalanya dan sampai keluar dari jendela mobil,” katanya.

Kemudian, kecelakaan lau lintas karena kelalaian pengemudi kembali terjadi dua pekan kemudian atau Rabu (4/4) sekitar pukul 22.15 WIB. Polmasaut Gultom, 46 tewas dilokasi kejadian. Dari pemeriksaan polisi, Polmasaut saat itu sedang dalam pengaruh alkohol, sehingga warga Perumahan Orchud Ville ini tidak bisa mengendalikan kendaraanya.

“korban mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga mengalami slip dan lepas kendali. Kemudian mobil naik ke pulau jalan, setelah itu baru menabrak pohon. Korban juga meninggal di lokasi,” tuturnya.

Menanggapi banyaknya kasus kecelakaan hingga menyebabkan tewas ini, Kartijo mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar lebih berhati-hati dalam berkendara dan menggunkan perlengkapan saat berkendara. Terutama, pada saat kondisi jalan dalam keadaan licin.

“Himbauan selalu kita laksanakan baik dalam bentuk spanduk, ke sekolah, perusahaan maupun di simpang lampu merah. Kelengkapan saat berkendara juga perlu diperhatikan agar tidak menjadi korban,” ujarnya.

Selain imbauan, pihaknya juga akan selalu melakukan operasi rutin untuk melakukan pengecekan terhadap kelengkapan kendaraan. Sebab, menurut dia, hal ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menanamkan kesadaran akan tertib lalu lintas kepada masyarakat.

“Salah satunya Operasi Patuh Seligi 2018 yang kita laksanakan selama 14 hari sejak tanggal 26 April kemarin sampai 9 Mei mendatang. Dampai hari ini (Jumat, red) kita sudah mengeluarkan tilang kepada 500 pengendara,” imbuhnya. (gie)

Main Ponsel Tanpa Lepas Sarung Tangan, Bisa Kok

0
Berkat sarung tangan responsif tousch screen, biker tak perlu repot-repot meleps sarung tangan saat mengoperasikan gadget (motorbikewriter.com)

batampos.co.id – Pembaca, tahukah Anda beberapa sarung tangan sepeda motor dilengkapi dengan lapisan khusus di bagian ujung jari telunjuk. Sehingga sarung tangan bisa digunakan untuk mengoperasikan smarphone layar sentuh, unit GPS dan MP3. Namun keberadaan sarung tangan seperti itu tak gampang ditemukan.

Sensor layar sentuh mendeteksi muatan listrik statis yang ditransfer ke jari, kemudian menjatuhkan tegangan pada titik layar dan mengaktifkan fungsi tombol. Sarung tangan biasa tak bisa untuk melakukan hal tersebut. Sedangkan sarung tangan sensitif layar sentuh dilengkapi dengan bahan konduktif listrik statis di bagian ujung jari.

Menurut motorbikewriter.com, ada dua produk yang bisa digunakan untuk membuat sarung tangan menjadi bersifat konduktif. Yaitu Glove Tacts dan Farkle Finger.

Glove Tacts adalah stiker faux-suede tipis yang bisa ditempelkan ke bagian permukaan sarung tangan. Terutama di bagian ujung jari. Stiker ini bisa menempel hampir di semua jenis bahan sarung tangan, dalam kondisi masih baru maupun sarung tangan yang sudah lama. Permukaan sarung tangan yang akan ditempeli harus dibersihkan terlebih dulu.

Stiker ini dibuat dari bahan bernama AX Suede Connect yang menggunakan senyawa organik. Bahan tersebut meniru mekanisme kerja saat kulit berinteraksi dengan layar sentuh elektronik. Produk ini diklaim tahan abrasi, cocok bagi pengendara. Meskipun tahan lama, beberapa keterangan mengungkapkan bahwa bahan ini dapat kehilangan kemampuannya jika terlalu sering dicuci.

Bahan berikutnya yaitu Farkle Fingers. Produk ini berwujud kantung kecil yang menutupi jemari sarung tangan. Satu sisi dibuat dari nilon yang berbentuk melengkung sementara sisi yang lainnya dibuat dari bahan konduktif. Bahan ini lebih prakti namun kekurangannya yaitu dikawatirkan dapat mengakibatkan hilangnya kepekaan tangan mengontrol tuas rem maupun kopling. Sebab pemasangan Farkle Fingers akan menambah ketebalan sarung tangan. Di sisi lain, kelebihan Farkle Finger yaitu tidak akan mengakibatkan tergenincir karena memiliki grip karet atau lateks.

Jika kedua bahan itu sulit dperoleh, Anda bisa membuat sarung tangan menjadi responsif touch screen dengan cairan Any Glove atau Nanotips. AnyGlove adalah cairan yang akan mengubah sarung tangan biasa menjadi sebuah sarung tangan yang bisa digunakan untuk layar sentuh. Bagaimana cara pemakaiannya? Anda cukup menuangkan sedikit cairan ini di ujung sarung tangan. Kemudian didiamkan beberapa saat. Setelah kering, jemari sarung tangan sudah berubah menjadi responsif touch screen.

Nah, sekarang Anda tak perlu melepas sarung tangan saat harus melakukan ck posisi di GPS, memilih menu MP3 atau membalas SMS.

(tjb/JPC)

Distributor Jamin Harga Daging Tetap Stabil hingga Idul Fitri

0
Rozi pedagang daging sapi beku di Pasar Mega legenda merapihkan daging beku yang siap jual kepada konsumen, Jumat (4/5). Menurut Rozi pemiliki kios daging harga daging beku dijual dengan kisaran harga 80 hingga 85 perkilo sesuai sengan kualitas daging. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Terkait mahalnya harga daging sapi di hampir seluruh pasar di Batam, membuat beberapa distributor daging sapi gerah dengan ulang para pedagang daging sapi eceran yang menaikkan harga daging jauh di atas HET Rp 80 ribu.

Beberapa distributor daging sapi beku meminta Disperindag bekerja sama dengan distributor daging sapi beku untuk turun ke lapangan melakukan sidak harga daging sapi.

“Kalau dari Disperindag Batam minta kami semua distributor daging mendampingi turun sidak ke lapangan, kami sudah siap kapanpun juga ikut turun memantau harga daging sapi beku di pasaran yang sudah tak wajar seperti saat ini,” ujar pemilik PT Batam Frozen Food, William, melalui sambungan telepon, Jumat (4/5) siang.

Bahkan William berharap kepada Disperindag Batam, agar tak hanya turun memantau harga daging sapi saat operasi pasar, tapi juga menjual daging sapi ke warga langsung dengan harga yang murah, tak sampai di atas HET.

“Kami siap untuk menyiapkan daging sapi itu kalau seandainya Disperindag menggelar operasi pasar atau bazar ke masyarakat dengan menjual daging sapi yang murah. Berapapun yang diminta, kami mampu menyiapkannya,” terang William.

Soal stok daging sapi hingga Idul Fitri bulan depan, William menjamin di Batam tak akan kekurangan stok daging sapi beku. Saat ini ditempatnya sudah ada stok sebanyak 150 ton daging sapi beku. Sedangkan dalam sehari, rata-rata ia mampu menjual 3 sampai 4 ton.

“Kalau stok yang ada saat ini habis, kami tiap seminggu sekali selalu mendatangkan stok daging sapi beku dari Australia. Makanya untuk warga Batam, tak usah khawatir tak ada daging sapi di Batam. Soal stok kami pastikan tetap ada dan melimpah hingga dua bulan mendatang,” ujar William.

Ia juga menjamin, sampai datangnya hari raya Idul Fitri bulan depan, harga daging sapi beku dari distributor tak akan mengalami kenaikan, tetap stabil di harga mulai Rp 65 ribu hingga yang paling mahal Rp 79 ribu atau masih dibawah HET di Batam.

Sementara pemilik distributor daging sapi beku lainnya dari PT Dewi Kartika Inti, Acing juga mengatakan hal yang sama. Ia menjamin stok daging sapi beku di Batam dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan aman. Sebab stok yang ada saat ini sudah melimpah di atas 100 ton.

“Kami siap membantu Disperindag Batam menggelar operasi pasar atau bazar daging sapi beku kalau diminta. Kapanpun kami siap,” ujar Acin.

Namun soal apakah nanti mendekati Idul Fitri harga daging sapi beku masih tetap stabil atau mengalami kenaikan, Acin tak bisa memastikan hal itu.

“Kalau soal harga sih dalam waktu dua minggu ke depan memang kami jamin dari distributor tetap stabil. Dari kami mulai Rp 67 ribu hingga Rp 79 ribu perkilogram daging sapi beku. Tak tahulah mungkin nanti lima hari jelang Idul Fitri apakah harga dari distributor pusat mengalami kenaikan atau tidak. Sebab, pengalaman tahun sebelumnya, 10 hari jelang Idul Fitri, dari distributor pusat, harga daging sapi mengalami kenaikan. Kemungkinan besar kalau di lihat dari stok daging sapi yang ada, harga tak akan naik, tetap stabil seperti saat ini,” terang Acin.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Batam, Adisti mengaku belum mengetahui kalau harga daging sapi hampir seluruh pasar di Batam melambung tinggi hingga melebihi HET yang sudah ditetapkan Rp 80 ribu perkilogramnya.

Masih kata Adisti, dua hari lalu harga daging sapi sendiri seperti misalnya di Pasar Mitra Raya ataupun di Pasar Penuin, daging sapi beku paling mahal, dibanderol dengan harga Rp 83 perkilogramnya. Kalau saat ini harga daging sapi sudah mencapai Rp 90 ribu perkilogramnya, Adisti mencurigai hal tersebut dimainkan oleh para pedagang di pasar sendiri, bukan dari distributornya.

“Kalau untuk distributor daging sapi di Batam, mereka semua tak ada satupun yang menjual daging sapi di atas HET. Semuanya dijualnya di bawah HET. Soal stok daging sapi hingga Idul Fitri nanti, dari distributor menjamin aman, tak akan ada kekosongan barang. Begitu juga harganya juga akan stabil antara Rp 65 ribu hingga Rp 79 ribu,” terangnya. (gas)