Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 12375

PTT RSUD Pertanyakan Gaji

0
Gedung RSUD Embung Fatimah, Batuaji.
Foto Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan pegawai tidak tetap (PTT) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam masih gusar. Pasalnya tunggakan gaji mereka pada bulan Desember lalu belum juga dibayar hingga saat ini. Merekapun kembali mempertanyakan kepastian kapan tunggakan tersebut akan dibayar.

Kepada awak media, sejumlah pegawai kembali menyuarakan persoalan itu. Mereka berharap pihak manajemen segera mengambil langkah yang tepat untuk melunasi tunggakan gaji mereka itu.

“Sudah tiga bulan berlalu, tapi belum ada kepastian sampai hari ini,” ujar Sn, seorang pegawai, Jumat (23/2).

Bahkan yang lebih menyakitkan lagi kata Sn, alasan kenapa gaji mereka belum dibayar tidak dijelaskan secara langsung oleh pihak manajemen kepada mereka. Pihak manajemen hanya bisa memberikan statemen ke media jika tunggakan tersebut terjadi karena keuangan RSUD sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Itulah anehnya, tunggakan gaji kami didiamin terus seolah-olah tak ada masalah. Padahal kami butuh penjelasan kenapa (ditunggak) dan kejelasan kapan dibayar?. Kami diam selama ini bukan berarti kami tak butuh lagi gaji itu?. Kami punya kelurga punya tanggungan. Tolong pahami itu,” keluh Sn.

Mh pegawai lainnya menuturkan, sejauh ini memang belum ada dampak yang berarti bagi pelayanan medis di RSUD akibat tunggakan gaji itu sebab, ratusan pegawai yang belum menerima gaji tersebut masih bekerja seperti biasa. Namun jika persoalan itu tidak segera diatasi bisa saja akan berdampak pada pelayanan medis di rumah sakit bertipe B plus tersebut. “Bagaimanapun pegawai di sini ada batas kesabaran juga. Kalau gini terus bisa saja nanti kerja asal-asalan. Makanya ini harus segera diatasi menghindari hal itu,” ujar Mh.

Jikapun memang tuntutan itu belum bisa dipenuhi, Mh berharap agar pihak manajemen segera menemui pegawai-pegawai tersebut untuk memberikan penjelasan, sehingga tidak menimbulkan suasana hati yang tidak menyenangkan saat menjalankan tugas mereka di lingkungan rumah sakit tersebut. “Tapi sebaiknya segera dibayarlah,”harap Mh.

Direktur RSUD Embung Fatimah Batam Ani Dewiyana saat dikonfirmasi mengakui jika tunggakan gaji karyawan bulan Desember tersebut belum bisa dibayar sampai siang kemarin. Itu karena masih menunggu proses audit di BPK. “Uangnya ada cuman belum selesai (audit) makanya belum bisa dibayar,” ujar Ani.

Namun demikian Ani memintah pegawainya tetap bersabar sebab pihaknya masih terus berupaya agar tunggakan itu segera dilunasi. “Masih proses. Kami masih terus berkerja keras ini. Bersabar ya, tetap dibayar itu,” ujar Ani.

Seperti yang diketahui, tunggakan gaji bulan Desember tersebut terjadi untuk pegawai tidak tetap (PTT).

Data dari pegawaian RSUD menunjukan bahwa pegawai dan petugas medis di RSUD umumnya adalah PTT. Total pegawai dan petugas medis di rumah sakit bertipe B itu sebanyak 623 orang dan yang PNS hanya 243 orang terdiri dari; 41 dokter spesialis, 9 orang dokter umum, tiga orang dokter gigi, 79 orang perawat, 20 orang bidan, 40 orang non keperawatan dan 22 orang tenaga teknis lainnya. Sebanyak 380 pegawai lainnya termasuk 20 dokter masih berstatus honor baik PTT ataupun PT BLUD. Untuk dokter yang bertatus sebagai honorer ada 20 orang yang terdiri dari 18 orang PTT dan dua orang PT (pegawai tetap) BLUD. (eja)

Urban Farming Mampu Atasi Inflasi

0
Ketua Kelompok Tani Wanita Barokah, Tri Sakti Setia Budi memperlihatkan cabe setan yang ditanam di Fasilitas Umum Perumahan Griya Piayu Asri.
Foto: Wahyudin Nur/Batam Pos

batampos.co.id – Inflasi menjadi indikator pertumbuhan ekonomi. Nilai inflasi yang tinggi di suatu daerah berarti pertumbuhan ekonominya buruk. Pada umumnya, penyebab inflasi berasal dari harga komoditas seperti bawang dan cabai yang tinggi. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memiliki solusi baru untuk mengontrol inflasi, yakni dengan menerapkan program Urban Farming.

“BI tak punya kekuatan mengendalikan harga barang komoditas, tapi kami harus menjaga inflasi,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera di Gedung BI Kepri, Jumat (23/2).

Urban Farming cocok untuk menerapkan pertanian di daerah perkotaan. Makanya BI mengajak pelajar untuk memahami konsep terbaru ini lewat sebuah kompetisi. “Praktek urban farming dengan memanfaatkan lahan kosong di sekolah. Tak perlu ada hamparan lahan kosong yang luas, tapi lebih kreatif memanfaatkan lahan yang terbatas. Yang penting lahannya mendapat sinar matahari yang cukup,” katanya.

BI juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk untuk mengurangi ketergantungan tehadap pupuk kimia. Semua menggunakan lahan-lahan organik, sehingga produk yang dihasilkan lebih sehat dibanding produk non organik.

Setelah panen, akan ada penilaian khusus unutk mencari pasar yang menerima produk. Tujuannya adalah untuk menggali jiwa wirausaha dari para pelajar.

Mereka kemudian diberikan target untuk mencari pasar yang tepat yang dapat menerima produk pertanian organik yang mereka hasilkan.

BI akan coba mencoba membagi komoditas yang akan ditanam. Sehingga jumlah prioduk yang dihasilkan lebih seimbang. Dengan demikian dipastikan tak ada over usplai yang mengakibatkan kerugian bagi produsen.

“Jangan semua nanam cabai. Begitu panen, harganya jadi turun. Nanti bisa jadi kerugian sehingga dampaknya tak berlanjut,” jelasnya.

Pelajar kemudian akan diajarkan mengatur manajemen pertaniannya. Sehingga bisa panen di saat paceklik atau suplai kebutuhan dari luar kota menipis,” jelasnya.

Urban Farming mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Ia meminta kepada BI agar membuat kerangka kerja terperinci pengembangan urban farming. Tujuannya adalah agar dapat menghitung anggaran yang tepat untuk mendukung program tersebut.

Pemprov Kepri sepakat, bahwa urban farming jadi salah satu jalan keluar yang paling tepat untuk menekan angka inflasi yang disebabkan volatile food. Karena itu, Pemprov akan mendukung dari sisi anggaran pengembangan.

밙ami akan dukung dari sisi pembiayaan. Kita akan perhatikan, pembiayaannya melalui OPD yang mana,?ujar Asistem Ekonomi Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bahrum.

Selain sisi penganggaran, pihaknya juga berencana membuat regulasi khusus terkait pengembagnan urban farming di provinsi kepulauan ini. Setelah Pemprov mempelajari cetak biru ayng diberikan KPD BI Kepri, selanjutnya akan keluar produk hukum berupa Peraturan Gubernur atau Edaran Gubernur.

“Produk hukum ini akan mengoptimalkan pelaksanaannya. Sasarannya sekolah, atau lembaga pemerintah,” jelasnya.(leo)

Perbaikan Jalan Marina Tanggungjawab Pemilik Truk Tanah

0
Truk pengangkut tanah melintas di Jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (20/2). Truck pengangkut tanah ini merusak jalan dan dikeluhkan oleh warga. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Batam, Amintas Tambunan meminta tegas pemilik truk pengakut tanah di sepanjang Jalan Marina, Sekupang, bertanggungjawab atas kerusakan jalan tersebut. Ia menilai jalan yang baru diperbaiki provinsi ini rusak parah akibat tidak mampu menahan beban truk pengakut tanah dengan tonase besar itu.

“Harusnya mereka yang bertanggung jawab, bukan membebankan dari APBD,” tegasnya, Jumat (23/2).
Selain itu, Amintas menilai, izin yang dikantongi perusahaan truk pengakut tanah juga mesti dipertanyakan. Sebab, sebelum mendapat izin menggunakan jalan dari dinas perhubungan, tentu harus ada rekomendasi dari dinas bina marga dan sumber daya air, yang menyatakan klasifikasi jalan Marina, Sekupang tersebut sudah sesuai bobot kendaraan.

“Kalau rusak parah seperti ini artinya tidak sesuai. Kapasitas sekian, bebanya sekian, tentu hancur,” tegasnya.

Rusaknya jalan Marina ini, lanjut dia, sudah menjadi agenda Komisi III DPRD Batam untuk memanggil dinas terkait di Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Kalau menurut saya memang tak sesuai. Makanya guna memastikan penyebabnya apa, termasuk izin perusahaan truk pengakut tanah kita panggil dinas terkait, termasuk juga developer di sana,” katanya.

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Batam Jefri Simanjuntak mengaku Komisi III sudah pernah sidak ke lokasi itu. Hasilnya mengejukan, kondisi jalan yang biasa dilalui warga dari Tanjungriau menuju Batuaji Rusak parah hampir di sepanjang jalan. Selain itu di sana juga ditemukan aktifitas reklamasi yang dilakukan beberapa pihak perusahaan.

“Kalau tidak salah sudah pelaksanaan reklamasi. Belum tau hasilnya bagaimana. Intinya kita sudah minta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) lebih tegas lagi menindak truk-truk tak punya izin. Kalau perlu ditangkap,” kata Jefri.

Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2009. Terhadap pengelolaan limbah di lingkungan hidup. Salah satunya terhadap pencemaran reklamasidi wilayah Marina, Sekupang.

“Kalau tak ada izin saya harap dihentikan. Kalau memiliki izin taati aturan-aturan yang berlaku, terutama pengangkutan armadanya. Bila perlu hentikan kegiatan atau segel kendaraan, pemerintah harus tegas,” ucap Jefri. (rng)

Pelebaran Jalan Seipanas-Bengkong Dimulai

0
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Bengkong, Jumat (23/2). Pemko Batam berencana akan melakukan pelebaran jalan Bengkong. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah mengukur row jalan dari Simpang Kuda Seipanas hingga Bengkongseken. Pengukuran untuk mengetahui berapa luas jalan milik pemerintah yang harus dibongkar oleh sejumlah pemilik bangunan di kawasan tersebut.

Pantauan Batam Pos, beberapa kios yang berada di kawasan Bengkong sudah tampak dibongkar oleh pemiliknya. Pembongkaran lantaran adanya surat peringatan yang dilayangkan tim terpadu kepada pemilik kios. Dengan alasan, jalan akan diperluas, sehingga pemilik diminta membongkar sendiri bangunan yang berdiri di row jalan sebelum ditertibkan.

“Masih SP 2, tapi dari pada nanti ribet makanya kami bongkar dan bangunan dimundurkan. Lagian, banyak material yang bisa diselamatkan kalau bongkar sendiri,” terang Robert salah satu pemilik kios, kemarin.

Dikatakan Robert, ia sadar sebagian tanah yang selama ini digunakan untuk kios miliknya adalah milik pemerintah. Karena itu, ia ikhlas membongkar sendiri.

“Selama ini kan diberi kesempatan juga. Melawan pun percuma karena ini bukan tanah saya juga,” imbuhnya.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari belum bisa memastikan kapan ratusan bangunan dari Simpang Kuda hingga Bengkongseken ditertibkan. Sebab, tim terpadu baru mengirimkan SP 2 kepada pemilik bangunan di kawasan itu.

“Masih SP 2, memang ada penundaan dari rencana semula. Waktu itu rencananya awal Februari, namun kini belum tahu kapan, sebab masih SP,” Imam, kemarin.

Menurut dia, saat ini pihaknya tengah mengukur berapa luas jalan atau row jalan di kawasan tersebut. Agar nantinya bisa memastikan seberapa luas bangunan harus ditertibkan sesuai row jalan.

“Masih mengukur row jalan. Jika sudah, mungkin nanti tim terpadu akan rapat lagi menentukan teknisnya kapan,” imbuh Imam. (she)

Jodoh Boulevard Diawasi Setiap Hari

0
Anggota Satpol PP Kota Batam melakukan pembongkaran kawasan taman jodoh Boulevard Selasa (20/2).Pemko Batam berencana akan menata ulang kawasan tersebut. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan bekas Taman Jodoh Boulevard akan terus mendapat pengawasan setiap hari pasca pembongkaran material bangunan taman. Hal itu untuk menghindari kembalinya pedagang kaki lima berjualan di daerah tersebut.

Kemarin, kawasan Jodoh Boulevard yang biasanya kotor dan suram terlihat lapang meski masih dipenuhi material bekas bangunan taman. Sejumlah pedagang yang berjualan disana pun merasa lebih lega karena kawasan itu tampak lebih terang.

“Jauh lebih nyaman seperti ini, terang dan lapang,” ujar Elly salah satu karyawan toko baju di daerah tersebut.

Menurut Elly, dengan pembongkaran taman yang selama ini digunakan untuk pedagang kaki lima diharapkan bisa lebih mendatangkan pembeli. Sebab, jalanan tersebut sudah dengan mudah dilewati kendaraan roda empat.

“Biasanya bisa juga lewat, tapi sempit karena ada pedagang kaki lima. Sekarang kan sudah lapang dan mudah dilewati,” ujar wanita berusia 21 tahun ini lagi.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengatakan pengawasan terhadap kawasan Jodoh Boulevard akan dilakukan setiap hari. Pihaknya pun telah membentuk tim kecil yang ada di Kecamatan untuk pengawasan kawasan.

“Pengawasan dilakukan oleh tim kecil di Kecamatan. Setiap hari wajib diawasi,” imbuh Imam, kemarin.

Meski diawasi, Imam yakin pedagang kaki lima cukup mengerti dengan kondisi tersebut. Apalagi masih adanya tumpukan material yang membuat pedagang kaki lima tak akan berjualan di kawasan itu.

“Saya pikir mereka (pedagang kaki lima, red) sudah paham, apalagi daerah tersebut akan dibenahi. Namun kami tetap minta jangan ada lagi pedagang kaki lima yang berjualan,’ tegas Imam. (she)

Lima Proyek Reklamasi Dihentikan

0
Hasil reklamasi

batampos.co.id – Proyek reklamasi di samping perumahan Taman Anugerah, kelurahan Tembesi, Sagulung masih ditutup hingga saat ini. Pihak Kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup belum mengizinkan proyek tersebut untuk melanjutkan aktfitas mereka. Ini karena pihak proyek belum bisa menunjukan perizinan yang lengkap dari instansi pemerintah terkait.

Camat Sagulung Reza Khadafi menegaskan, pihaknya tidak main-main dengan penindakan tersebut. Tindakan tegas itu juga sebagai pengingat bagi pengembang ataupun proyek lain agar melengkapi perizinan terlebih dahulu sebelum melakukan pematangan lahan ataupun reklamasi.

“Bukannya mau menghalangi, tapi ikuti prosedur yang ada. Kalau ada izin tentu tidak berdampak pada lingkungan,” ujar Reza, Jumat (23/2).

Sejauh ini kata Reza pihaknya sedikitnya sudah menghentikan empat proyek reklamasi lahan karena merusak lingkungan sekitar. Proyek reklamasi yang mempersempit alur sungai di Seilangkai sudah dihentikan sejak tahun 2017 lalu, dua proyek reklamasi di belakang dan samping perumahan Taman Anugerah, Tembesi serta proyek pematangan lahan di pinggir sungai Seilangkai belakang Kaveling Baru. “Semua yang bermasalah kami tindak tegas. Sampai hari ini masih disegel karena memang belum ada perizinannya,” tutur Reza.

Ini dilakukan sambung Reza, murni untuk mengakomodir ketertiban umum. Jika proyek reklamasi itu dibiarkan maka Sagulung akan terkepung banjir nantinya. Itu karena proyek-proyek tersebut umumnya mempersempit alur sungai ataupun drainase utama.

Sementara di wilayah Batuaji, penindakan baru dilakukan di lokasi proyek reklamasi samping Gedung Bapelkes, Marina. Proyek reklamasi yang menimbun kawasan hutan bakau itu belakangan diketahui belum berizin dan merusak jalan utama Marina City. Gelombang protes dari warga yang terus disuarakan belakangan ini membuat pihak Kecamatan dan Kepolisian Batuaji ambil tindakan tegas. Proyek tersebut dihentikan untuk sementara waktu. “Dihentikan dulu. Ini diprotes warga jadi harus selesaikan dulu baru boleh beraktifitas lagi,” ujar wakapolsek Batuaji AKP M Said, kemarin.

Tindaka tegas pemerintah terhadap proyek reklamasi yang berdampak buruk terhadap lingkungan itu disambut baik oleh masyarakat di Batuaji dan Sagulung. Masyarakat berharap agar penertiban serupa terus berlanjut sebab masih banyak aktifitas proyek khususnya pengembang perumahan yang bandel. “Di samping Bapelkes itu lah contohnya. Ada dua proyek itu sebenarnya. Cuman baru satu yang ditindak. Yang sebelahnya sudah sukses menimbun seluruh hutan bakau tapi tak ada tindakan apapun,” ujar Awang, warga Tanjunguncang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Herman Rozie sebelumnya mengakui masih banyak proyek pematangan reklamasi yang bermasalah. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan pengawasan kedepannya agar proyek-proyek tersebut tidak berdampak pada lingkungan.

“Kita akan kros cek satu persatu. Kalau bermasalah tentu dihentikan,” ujar Herman. (eja)

Cantik dan Sehat dengan Berolahraga

0
Sejumlah warga saat melakukan joging dilapangan Engku Putri Batamcenter. Engku putri menjadi salah satu saran olahraga dan juga hiburan bagi warga Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Gaya hidup sehat ternyata lebih dipercaya wanita dapat menjaga tubuh tetap bugar. Bahkan, keyakinan akan kulit yang cantik dari berolahraga sederhana pun menjadi bagian dari kepercayaan tersebut.

Bagi wanita karir, seperti Amelia saja contohnya, Kecantikan menjadi faktor pendukung dalam pekerjaannya. Rutin berolahraga juga menjadi satu hal yang wajib dilakukan. Waktu yang dipergunakan lebih kurang satu jam saja. “Minimal seminggu tiga kali,” katanya, Jumat (23/2).

Dilihat dari postur tubuhnya, wanita 22 tahun ini memang cukup ideal dengan tinggi 158 centimeter dan berat sekitar 50 kilogram. Kebiasaan olahraga sederhana itu diakuinya baru ditekuni setahun belakangan. Disinggung soal biaya yang dikeluarkan, ia bahkan mengatakan enggak perlu modal mahal. “Rencana mau menurunkan berat badan lagi sih, mungkin dua kilo lagi,” ucapnya.

Dokter Klinik Kecantikan Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr Gita Puspita membenarkan wanita sebenarnya tetap bisa merawat kecantikan dan kesehatannya dengan cara sederhana. “Jauhi stress, polusi dan hindari merokok. Ini adalah dasar wanita membangun kecantikannya secara alami,” kata Gita.

“Selain itu, tubuh juga perlu dinutrisi dengan buah-buahan dan konsumsi air mineral yang cukup,” tambahnya.

Gita menjelaskan para wanita juga harus menyiapkan waktu sendiri untuk perawatan di rumah di sela-sela kesibukannya. Untuk jangka panjang, bisa melakukan perawatan ekstra ke klinik kecantikan. “Satu lagi, kuncinya adalah waktu tidur yang cukup dan berolahraga. Tidak usah yang berat-berat, dengan lari pagi saja sudah bisa memberikan kontribusi yang cukup kepada kesehatan kulit. ” ungkapnya.

Selain itu Dokter Spesialis Gizi Klinik RSAB Batam, dr. Brain Gantoro. SpGK menambahkan manfaat pola hidup sehat itu juga bisa menjauhkan bahaya penyakit kanker. “Rutin berolahraga akan berguna membentuk kebugaran sehingga bisa terhindar dari beragam penyakit.

Lari saja misalnya dapat membakar kalori dan mengoptimalkan seluruh otot bekerja. “Daya tahan tubuh akan kuat. Selain itu penting mengonsumsi asupan gizi yang seimbang untuk meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi,” tutupnya. (une)

Batam Aero Technic Tingkatkan Kualitas SDM

0
Teknisi Batam Aero Technic (BAT) sedang melakukan perawatan pesawat lion air di MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) Lion Air Grup, di Bandara Hang Nadim Batam.
Foto Cecep Mulyana/Bata,m Pos

batampos.co.id – Batam Aero Technic (BAT) Lion Air Grup memberikan fasilitas pembiayaan pendidikan pegawai, untuk sertifikasi AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) yang di fasilitasi oleh Politeknik Negeri Batam. President Direktur Lion Group, Edward Sirait menuturkan sertifikasi ini untuk mendukung peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) pegawai BAT.

Ia mengatakan BAT yang bergerak di bidang perbaikan dan perawatan pesawat, sangat membutuhkan SDM yang berkualitas dan mumpuni.

“Kami kerjasama dengan Bank Mandiri, dalam pembiayaan pendidikan ini,” kata Edward Sirait, Rabu (21/2).

Edward menuturkan kerjasama ini akan memberikan dampak yang besar, guna menghasilkan tenaga-tenaga profesional yang berkualitas yang dapat bersaing di dunia penerbangan international.

“Pada tahap awal tahun 2018, sebanyak 96 pegawai Batam Aero Teknik akan melakukan sertifikasi di Politeknik Negeri Batam,” ucapnya.

Ia mengatakan Batam Aero Technic beroperasi Sejak 2014, di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. BAT memiliki beberapa fasilitas pelayanan perawatan dan perbaikan pesawat seperti terhadap mesin, APU, landing gear, komponen pesawat udara, dan sebagainya. “Saat ini sedang dalam proses pembangunan pada tahap kedua dengan mendirikan painting shop, APU turboprop shop, fuel farm jet, dan storehouse plb,” tuturnya

Ekspansi perluasan hangar BAT akan terus dilakukan hingga tahap ke 5 nantinya. Dalam hal ini tentu Batam Aero Technic akan selalu senantiasa membutuhkan dan memerlukan jasa terampil yang handal serta tangguh. Serta memiliki semangat juang untuk belajar yang tinggi dalam menekuni bidang perawatan dan perbaikan sebuah pesawat udara.”oleh sebab itu AMTO ini sangat berguna, untuk meningkat kemampuan SDM BAT,” ujarnya.

Saat ini, kata Edward telah berjalan penyelenggaraan pelatihan pendidikan, program magang bagi siswa Politeknik Negeri Batam di Batam Aero Technic. Tak hanya meningkatkan kualitas SDM BAT. Edward menuturkan juga mencoba menjaring SDM yang berkualitas melalui program magang.

“Lion Air Group sendiri merupakan perusahaan penerbangan yang menaungi beberapa maskapai seperti Lion Air, Wings Air, dan Batik Air, serta Malindo Air yang beroperasi di Malaysia, lalu Thai Lion Air yang berbasis di Thailand. Telah beroperasi hingga saat ini lebih dari 300 armada dengan berbagai tipe seperti Boeing, Airbus, dan ATR yang seluruhnya melakukan perawatan dan perbaikan di hangar Batam Aero Technic,” tuturnya.

Sehingga keberadaan BAT dianggap dapat mendukung dan memaksimalkan ratusan armada yang gunakan oleh maskapai Lion Air Grup. (ska)

Pemko Batam Harus Tegas, Banyak Pihak Menikmati Hasil Tambang Pasir

0
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ketegasan Pemko Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) termasuk pegawai penyidik sipilnya, sangat dinantikan memberantas aktivitas tambang pasir di Batam. Ini karena Pemprov sudah menyatakan bahwa semua tambang yang ada di Batam adalah ilegal.

”Kuncinya ada di sikap dan ketegasan dari pemimpin daerah. Harusnya kalau memang sudah jelas aktivitas penambangan pasir tersebut ilegal, dampak kerusakan lingkungannya juga sudah melebihi ambang batas, pemerintah daerah sesegera mungkin mengambil sikap tegas. Boleh saja ada penambangan pasir, tapi harus ditentukan jumlah maupun titiknya, bukan dibiarkan seperti sekarang ini,” ujar legislatif dari PPP ini, Jumat (23/2).

Sebab, kerusakan pasca tambang yang sudah tak digunakan lagi menambang, berupa kubangan yang dalam dan luas, tak satupun pihak ataupun pemerintah yang mau memperbaiki area bekas pertambangan tersebut.

Eky tak memungkiri bahwa permasalahan pertambangan pasir di Batam yang sudah terang-terangan ini sudah bukan komplek lagi, tapi sudah sistemik. Banyak pihak yang mengambil untung di dalam aktivitas penambangan pasir tersebut.

“Sudah bukan rahasia lagi di Batam ini penambangan pasir itu di dalamnya terdapat pundi-pundi yang tak kecil nilainya. Banyak pihak yang sudah terlibat menikmati di dalamnya. Ini sudah sistemik, sulit untuk diurai dan sepertinya mustahil Pemko Batam mampu menertibkannya bahkan menutupnya. Siapapun di Batam ini saya yakin tak akan sanggup,” terang Eky.

Info yang didapat Batam Pos dari internal anggota DPRD Batam lainnya, hasil dari aktivitas penambangan pasir tersebut sudah mengalir ke berbagai pihak agar aktivitas tambang itu aman beroperasi.

“Banyak yang ikut menikmati hasilnya atau madunya dari aktivitas pertambangan pasir di Batam,” ujar informan Batam Pos. (gas)

Minggu, Besok, Donor Darah bersama Kaskuser di Kantor PMI Batam

0
Ilustrasi Donor darah PMI.
Foto.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – KASKUS bersama Palang Merah Indonesia (PMI) akan menyelenggarakan Donor Darah Serentak bersama Komunitas Regional KASKUS di 58 Regional, Minggu (25/2) besok.

Kegiatan ini berlatarbelakang aksi sosial yang rutin dan sering dilakukan oleh rekan-rekan Regional KASKUS.

Untuk wilayah Batam sendiri, akan diadakan di kantor PMI di Batamcenter, mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Panitia Acara Donor Darah Kaskus, Bagir Abunumay mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan antar Kaskuser Regional dan Memperkenalkan kegiatan sosial yang sering dilaksanakan oleh Regional KASKUS kepada Masyarakat.

“Selaib itu, kami juga ingub menjalin kerjasama yang simultan antara KASKUS dan PMI untuk membantu meningkatkan kebutuhan akan darah di Indonesia,” ujar Bagir di kawasan Nagoya siang ini.

Menurutnya, kegiatan donor darah ini juga bertujuan mendorong gaya hidup sehat masyarakat.

“Meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya melakukan donor darah dan memberikannya kepada yang membutuhkan,” tutup Bagir.

Bagir pub mengatakan, acara ini terbuka untuk umum. “Jadi bagi warga Batam yang ingin mendonorkan darahnya, silakan datang besok, Minggu 25 Februari mulai pukul 09.00 WIB ke kantor PMI Batamcenter. Kita donor bersama,” tutupnya. (cha)