Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 12385

Tampung Aspirasi, Fokus ke Pembangunan

0
Sekda Karimun teken kesepakatan bersama hasil Musrenbang

batampos.co.id – Musrenbang 2018 Kabupaten Karimun yang diselanggaran sejak tiga hari lalu, ditutup secara resmi oleh Sekda Karimun M Firmansyah, Kamis (22/3).

Penutupan kegiatan tahunan menyerap aspirasi dari seluruh wilayah Kabupaten Karimun ini ditandai dengan penandatangan hasil kesepakatan bersama selama pelaksanaan Musrenbang.

”Musrenbang tahun ini yang kita laksanakan merupakan yang ketiga kalinya sejak 2016 untuk periode kepemimpinan Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Musrenbang yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah ini dalam rangka menampung aspirasi dari seluruh masyarakat melalui perwakilannya yang disejalankan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Firmansyah.

Pada Musrenbang yang sebelumnya, kata Sekda, yang dituangkan di dalam APBD 2017-2018 ada beberapa hal yang menjadi fokus dari pemerintah. Misalnya, peningkatan sarana air bersih yang saat ini sudah terealisasi. Kemudian, listrik untuk masyarakat hinterland dan termasuk peningkatan sarana jalan di pulau-pulau.

Sedangkan, berdasarkan hasil Musrenbang hari ini (kemarin, red) untuk 2019 fokus pembangunan yang akan dituangkan di dalam APBD adalah pemerataan pembangunan dan sinergitas.

”Mulai tahun depan pemerintah akan meningkatkan kualitas pembangunan dan pem,erataan infrasturktur. Kemudian, untuk sinergitas yang menjadi fokusnya kita akan memperkuat sinergitas dunia usha dalam membangun Karimun yang berdaya saing dibidang martim,” ujarnya.

Dengan adanya fokus pembangunan yang disejalankan dengan RPJMD serta visi dan misi Bupati, maka daerah kita akan memiliki daya saing.

Untuk itu, lanjutnya, semua OPD yang ada di lingkungan Kabupaten Karimun harus menggambarkan rencana program kerja yang sudah disepakati. Termasuk menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur pendukung di kawasan FTZ secara memadai. Tidak lupa juga program kerja untuk meningkatkan pengembangan sumber daya maritim dan pertanian. Karena, daerah kita ini dikelilingi oleh laut dan pertanian itu sebagai basis ekonomi kerakyatan.

”Pada tahun depan kita juga sudah mempunyai rencana porgram kerja untuk meningkatkan aksesbilitas pewtani dan nelayan. Yakni, terhadap sumber-sumber permodalan. Hal ini bertujuan untuk bisa membantu pengembangan usaha para petani dan nelayan yang ada di daerah kita,” jelasnya. (san)

Palapa Ring Barat Mulai Beroperasi

0

batampos.co.id – Palapa Ring Barat (PRB) dimungkinkan sudah bisa beroperasi tahun ini. Pasalnya, tahun ini sudah dilaksanakan uji coba di Natuna. Bahkan Menteri Kominfo Republik Indonesia Rudiantara, didampingi Direktur Utama Bp3ti Anang Latif, Direktur Utama PT. Palapa Ring Barat Syarif Luminto, Kepala Divisi Hukum dan Humas Bp3ti Latifah Hanum dan Ajudan Menkominfo Andik Wantoro, akan berkunjung ke Anambas untuk menyaksikan uji coba jaringan internet PRB dan sekaligus meninjau perusahaan telekomunikasi sacofa yang belakangan ini sudah diakuisisi PT. SSU.

Kepala dinas komunikasi, informatika dan statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal mengatakan, selain ke Anambas rombongan juga dikabarkan akan ke Natuna. Belum diketahui apakah rombongan ke Anambas dulu atau ke Natuna dulu. “Rombongan akan ke Anambas pada hari Senin (26/3) besok dan rencananya akan bermalam di Anambas selama satu malam,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Lanjutnya, kunjungan Menkominfo bersama rombongan akan dilakukan dengan menggunakan pesawat TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Bandara Khusus Matak pada tanggal 26 Maret 2018. Rombongan kemudian melakukan peninjauan ke NOC dan Beach Main Hole (BMH) Palapa Ring Barat sekaligus melakukan sosialisasi dan operasional Palapa Ring Barat dan uji coba internet. Rombongan pun, kemudian dijadwalkan juga meninjau landing point PT. Super Sistem Ultima (SSU), serta meninjau layanan akses internet di SMAN 1 Siantan.

“Selain berencana untuk meninjau lokasi landing point PT. SSU yang dulunya eks Sacofa, rombongan juga melakukan pertemuan dengan FKPD di aula kantor Bupati,” ungkapnya lagi.

Jeprizal juga mengatakan kalau salahsatu provider akan melakukan uji coba untuk mengoperasikan Palapa Ring Barat. Hanya saja, Jeprizal kurang mengetahui dengan pasti apakah hal tersebut berkenaan dengan dongkrak sinyal karena kunjungan Menkominfo yang hanya sesaat itu.

“Yang jelas mereka akan melakukan uji coba dengan BTS mereka yang ada di Pasir Merah. Soal (sementara) itu, kami tidak tahu. Memang, tadi pun hal itu juga menjadi pertanyaan. Pak Sekda yang memimpin rapat pun, juga menyampaikan hal itu. Sayangnya, tidak ada perwakilan dari provider tersebut yang datang. Kalau dari perwakilan Palapa Ring Barat memang hadir dalam pertemuan tadi. Hanya saja, ?itu bukan merupakan kewenangan mereka. Karena, memang harapan kami ada kontribusi nyata dalam pemerataan akses telekomunikasi di Anambas,” ungkapnya.

Namun demikian ada kemungkinan rombongan tidak ke Anambas melainkan ke Batam dan Natuna menggunakan maskapai komersil. “Untuk keputusan fix baru diketahui besok (hari ini Jum’at 23/3),” ungkapnya. (sya)

Bukit Raya Sandar di Letung

0

batampos.co.id – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Amat Yani mengatakan, dermaga pelabuhan Letung Kecamatan Jemaja dilihat dari sisi navigasi, kedalaman laut, fasilitas terminal dan dermaga direkomendasikan untuk disandari oleh KM Bukit Raya maupun kapal lain yang ukurannya sepadan.

Hal ini bukan tanpa alasan tapi sudah mendapatkan rekomendasi dari tim terpadu yang terdiri dari perwakilan Direktorat Lalulintas dan angkutan laut, Direktorat Kenavigasian, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, Kantor UPP Kelas III Tarempa dan PT Pelni telah melaksanakan survei pelabuhan Letung.

“Hasil dari survei yang dilakukan tim terpadu pada tanggal 21 Februari 2018 lalu telah memberikan rekomendasi untuk disandari KM Bukit Raya di Dermaga Pelabuhan Letung,” ungkap Amat Yani selaku Wakil Ketua II DPRD KKA kepada wartawan Kamis (22/3) di Tarempa.

Tambahnya, hal ini akan ia teruskan bersama pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait khusus Dinas Pehubungan untuk melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Kepri dan pihak Kementerian Perhubungan agar segera menindaklanjuti surat tersebut. Ia menambahkan sejak surat hasil survei ini diterbitkan belum ada uji coba.

“Kami dari DPRD Anambas bersama OPD terkait akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov Kepri dan Kementerian Perhubungan. Hingga saat ini KM Bukit Raya belum sandar di dermaga pelabuhan Letung,” terangnya.

Ia juga akan menyampaikan sejumlah kebutuhan sebagai penunjang operasional dermaga pelabuhan letung nantinya, seperti penyediaan fasilitas umum seperti terminal, lapangan parkir, mushola dan toilet. Jika diperlukan meminta diadakan kapal tunda dan tandu.

Dermaga pelabuhan letung merupakan pelabuhan laut yang terletak di Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepri, terdapat satu dermaga pelabuhan yang memiliki panjang 100 meter lebar 11 meter, kedalaman -8 sampai dengan 20 m dan panjang trester 260 meter dari dermaga.

“Artinya pelabuhan Letung layak disandari oleh kapal type 1000, selain dari KM Bukit Raya atau Kapal Tol Laut. Kebutuhan itu memang sangat ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya masyarakat Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur,” tuturnya. (sya)

Cegah Monopoli Usaha di Natuna

0
Wan Siswandi. F: Humas Pemkab Natuna untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Natuna Wan Siswandi mengharapkan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dapat mencegah terjadinya monopoli dalam usaha di Natuna.

Menurut Siswandi, pertumbuhan dunia usaha memiliki peran penting mendukung pertumbuhan ekonomi di Natuna. Dan intervensi pemerintah adalah keharusan menjamin kesamaan hak bagi rakyat untuk melakukan berbagai aktifitas usaha baik bagi usaha skala besar, usaha menengah dan kecil.

“KPPU ini belum ada di Natuna. Mudah-mudahan dapat membantu menumbuhkan dunia usaha, tentu dapat mencegah praktik monopoli di lapangan,” sebut Siswandi saat mengadakan pertemuan bersama Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Batam, Akhmad Muhari di kantor Bupati Natuna, Kamis (22/3).

Wan Siswandi menambahkan, bahwa saat ini Kabupaten Natuna sedang memacu percepatan pembangunan dimana salah satu unsur yang memegang peran penting pada sektor pertumbuhan ekonomi adalah pengusaha.

Namun untuk mewujudkan persaingan yang sehat, pemerintah harus mengambil peran tegas bagi upaya pengendalian harga dan pencegahan terjadinya monopoli usaha di daerah.

“Kehadiran KPPU Batam ini, kami berharap seluruh pelaku usaha daerah dan lembaga terkait mendapatkan informasi secara utuh dan menyeluruh terkait peran dan fungsi KPPU. Supaya setiap unsur dapat bekerjasama menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Siswandi.

Kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Batam, Akhmad Muhari menjelaskan, tugas dan peran utama lembaga ini adalah untuk penegakan hukum, advokasi kebijakan, pengendalian dan pengawasan kemitraan usaha di daerah.

Tugas KPPU katanya, untuk menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi nasional, melalui jaminan kesempatan usaha yang sama kepada seluruh pelaku usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Mengingat pentingnya peran KPPU, kami uga berharap, terjalin kerjasama dan proaktif semua pihak, baik dari unsur pemerintahan maupun lembaga terkait dan unsur lainnya, mencegah terjadi monopoli usaha,” ujar Muhari.(arn)

Soal Tambang Pasir Darat, Pemprov Salahkan Pemko Batam

0
Penambang pasir ilegal memuat pasir kedalam lori di dekat Dam Tembesi, Sagulung, Selasa (20/3). Biarpun sudah dirazia oleh Ditpam masih saja penambang liar ini beroperasi mengambil pasir. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Meski aktivitas pertambangan pasir ilegal di kawasan Tembesi saat ini gencar dirazia, namun aktivitas itu tak membuat penambang pasir di kawasan Panglong Nongsa ciut nyali.

Pantauan Batam Pos di pertambangan pasir ilegal Panglong Nongsa, Kamis (22/3) pagi, baik mesin pengisap pasir maupun lori yang siap mengangkut pasir, serta beberapa orang yang menunggu pengisapan pasir masih beroperasi serentak. Ada yang bertugas mengecek mesin pengisap pasir, ada juga yang bertugas menaikkan pasir hasil penyedotan yang sudah agak kering menggunakan sekop ke atas bak lori.

Padahal aktivitas penambangan pasir dara ilegal tersebut sudah ditegaskan, Kepala Distamben Provinsi Kepri, Amjon, semua yang ada di Batam adalah ilegal atau tak berizin.

“Setahu kami, sampai saat ini kami belum pernah mengeluarkan satu izinpun di Batam untuk pertambangan, apapun itu, termasuk tambang pasir darat. Kenapa kami tak mengeluarkan izin itu, karena memang tidak ada dalam tata ruang satu titikpun di Pulau Batam ini untuk tata ruang tambang seperti pasir darat,” ujar Amjon.

Apabila masih ada kegiatan pertambangan pasir darat di Batam, Amjon menegaskan hal itu adalah ilegal atau sifatnya pencurian pasir.

“Kami ingin menyampaikan bahwa aktivitas penambangan pasir darat di Batam itu tak bisa disebut tambang ilegal, mereka itu mencuri pasir. Kalau kami bahasakan tambang ilegal, mindset masyarkat Batam, DLH Batam, Wali Kota Batam atau siapapun, seolah-olah itu jadi gawenya Distamben Kepri. Padahal itu bukan gawe atau tanggung jawab kami. Itu adalah tanggung Jawab Pemko Batam sendiri seperti apa penindakannya,” terangnya.

Pemko Batam, lanjut Amjon, pernah berkirim surat ke intansi yang dipimpinnya yang isinya ingin membuat tim terpadu untuk menertibkan aktivitas pencurian pasir atau tambang ilegal di Batam. Hal tersebut dinilai Amjon sebenarnya hal yang tak perlu.

“Sudah jelas kok, tata ruang di Batam menegaskan tak ada satu titik pun izin tambang termasuk pasir darat. Mereka itu unsurnya sudah pidana, mencuri pasir. DLH Batam harus tegas, Pemko Batam harus tegas, tangkap mereka. Begitu juga polisi berhak menangkap mereka. Karena apa, unsurnya murni itu pencurian yang masuk ranah pidana,” ujarnya.

Tugas dan tanggung jawab Distamben Kepri, lanjut Amjon, berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan adalah mengawasi, mengontrol, menginvestasi dan memberikan pengawasan kepada tambang-tambang berizin atau legal yang terdaftar.

“Pengawasan kami terhadap tambang legal. Tapi setelah berizin mereka masih melaksanakan kegiatan di luar amdal, di luar IUP, maka itu adalah jadi tanggung jawab kami untuk memperkarakan atau menindak. Kalaupun ada aktivitas tambang yang tak berizin di kami, itu bukan ranah kami, tapi ranah pemerintah daerah setempat penindakannya,” terang Amjon.

Amjon mengaku sampai saat ini pihaknya tak tahu di Batam ada aktivitas penambangan pasir darat.

“Jangankan itu, titiknya di mana saja kami tak tahu, orangnya kita tak tahu, pakai PT apa juga tak tahu. Kalau pemerintah daerah setempat mengetahui itu, ya tindak lah, turunkan PPNS atau gandeng polisi untuk menindaknya, bukan dilemparkan kesalahan ke kami. Mereka itu unsurnya sudah jelas mencuri pasir. Jangan diberi angin aktivitas pencurian pasir ini, jangan diberi ruang gerak mereka beraktivitas mengeruk pasir darat,” ujar Amjon mengakhiri. (gas)

Main Judi di Kedai Kopi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri dituntut lebih fokus lagi untuk memberantas praktek perjudian di Batam. Itu karena berbagai macam praktek perjudian masih marak beroperasi hingga saat ini.

Judi Sie Jie atau yang disebut toto gelap (togel) merupakan jenis perjudian yang susah diberantas. Itu karena siapa saja bisa menjadi agen penjualan judi tebak angka tersebut. Pelaku perjudian juga bisa dilakukan oleh siapa saja sebab dengan modal Rp 1.000 sudah bisa membeli judi tebak angka tersebut. Kemudahan-kemudahan itu membuat judi sie jie susah diberantas sebab peminat juga banyak.

Informasi yang didapat Batam Pos dari seorang mantan bandar judi Sie Jie di Batuaji, saking banyaknya peminat judi tebak angka itu, bandar sie jie juga membuka praktek perjudian lain untuk meraup keuntungan yang lebih.

“Biasanya di kedai kopi seperti itu. Selain beli togel, orang (pengunjung) bisa main song dan leng (jenis judi kartu) di kedainya. Rata-rata memang begitu (untuk bandar togel yang memiliki kedai kopi atau rumah makan lainnya),” ujar sumber, Kamis (22/3).

Dengan membuka praktek perjudian ganda itu, pemilik kedai akan mendapat keuntungan lebih. Selain komisi dari penjualan angka sie jie, jualan di kedai kopinya juga laris manis. “Itulah yang dikejar mereka. Kopi atau makanan di kedai itu jadi laris kalau orang main (judi) disitu,” tuturnya.

Situasi yang menguntungkan itu benar-benar dimanfaatkan oleh oknum pemilik kedai kopi yang membuka praktek perjudian itu. Siapa saja yang datang akan diterima dengan senang hati sekalipun masih anak-anak.

Ini menjadi kekuatiran serius bagi sebagian warga yang memiliki anak usia sekolah. Maraknya aktifitas perjudian itu dikuatirkan akan mempengaruhi anak-anak mereka. Anak-anak bisa saja terjerumus ke sana karena kemudahan-kemudahan praktek perjudian tersebut. “Judi sie jie yang paling dikuatirkan. Itu mudah didapat dan siapa saja boleh. Kalau anak-anak sudah ketagihan, nanti akan coba judi yang lebih besar lagi seperti judi kartu itu,” tutur Paulina, warga Tembesi.

Untuk itu warga berharap agar aparat kepolisian di Batam benar-benar serius menanggapi keluhan ini. Praktek perjudian dalam bentuk apapun segera ditertibkan agar tidak merusak generasi penerus bangsa nantinya. (eja)

Mal Pelayanan Publik kota Batam Terus Berbenah

0
Seorang warga sedang melakukan pengurusan perizinan di dinas Penanaman Modal Kota Batam di Mall Pelayanan Pubik. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id– Berbagai inovasi serta fasilitas pelayanan terus dikembangkan di Mal Pelayanan Publik Kota Batam. Dari penyediaan layar informasi, digital library (perpustakaan digital ) hingga pengembangan layanan di stand-stand instansi.

Pengembangan layanan seperti yang di lakukan di stand Kepolisian dam Samsat yang kini telah menambahkan tombol dan monitor antrian. Di stand polisi misalnya, tersedia berbagai layanan seperti perpanjangan SIM Online, pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Visa, SKCK, pewrpanjangan KTA Satpam hingga difungsikan sebagai Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu.

Sementara itu, layar informasi terletak persis di atas pintu masuk. Fasilitas ini berfungsi sebagai media imbauan maupun informasi dari berbagai instansi yang terintegrasi di MPP Batam.

“MPP ini memang didesain untuk masyarakat maupn pengusaha yang kan berinvestasi. Kami ingin pengguna layanan nyaman dan aman,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam Gustian Riau, kemarin.

Tak hanya itu kini MPP tengah mempersiapkan layanan Mandiri Digital oleh Bank Mandiri kelak konter tersebut sesuai dengan namanya dipersiapkan untuk transaksi berbasis digital atau non tunai.

Selain itu yang juga menarik adalah penyedian Digital Library (Perpustakaan Digital) yang dipersiapak persis samping perpusatakaan buku yang sudah ada. Tak jauh dari lokasi ini kini tersedia lokasi bermain anak-anak. “Digital Library ini pertama di Batam, pihak Telkom selain buka konternya juga menyediakan ini (digital library),” ucap dia.

Gustian menyebutkan, kini MPP Batam semakin ramai. Ribuan pengguna layana tersu berdatangan ke MPP Batam setiap harinya. “Mereka sekarang sudah tahu dan merasa nyaman. Parkir penuh sekarang,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, kepuasan akan layanan di MPP Batam pernah disampaikan seorang warga via video streaming. Tak hanya itu, video tersebut juga berisi ucapan terimakasih atas kerjakeras Pemko Batam mengembangkan infrastruktur di Batam.

“Kami merasa senang karena telah berbuat untuk masyarakat, mereka merasa senang,” kata dia. (adi)

Nelayan Butuh Tempat Pelelangan Ikan

0
Nelayan tradisional Moro ketika menambatkan perayu saat senja. F. Tri Haryono/batampos.co.id

batampos.co.id – Hingga Kini kabupaten Karimun belum mempunyai Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Padahal keberadaan TPI bagi nelayan sangat dibutuhkan, selain itu penjualan ikan juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

“Dulu ada pembangunan TPI di Parit Rampak, tapi bermasalah dan tidak ada kejelasan apakah dilanjutkan atau bagaimana,” tanya Ketua KTNA Karimun Amirullah, Kamis (22/3).

Pemkab Karimun sendiri, hingga sekarang tidak ada program maupun proyeksi bagaimana bisa membangun TPI di kabupaten Karimun. Sebab, kalau beberapa tahun lalu sudah dibangun TPI, sekarang sudah bisa dinikmati oleh para nelayan. Artinya, para nelayan bisa langsung menjual ke TPI dan bisa memberikan kontribusi kepada Daerah itu sendiri. Selain itu juga sebagai sumber data statistik yang akurat baik untuk keperluan perencanaan pembangunan maupun pengelolaan kelestarian sumber daya perikanan.

“Minimal dua pembangunan TPI seperti Moro dan Karimun. Intinya, dibangun dululah baru dibuat program kerja,” ujarnya.

Jumlah nelayan Karimun saat ini mencapai 8440 nelayan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Karimun. Dan paling utama adalah, masyarakat kita bisa menikmati ikan segar dengan harga yang terjangkau. Bukan seperti sekarang ini, dimana Dinas terkait terus memberikan bantuan kepada nelayan namun tidak ada timbal balik kepada Pemerintah Daerah.

“Anda bisa lihat sendiri, Dinas tersebut terus memberi bantuan kepada nelayan dalam bentuk fisik maupun pelatihan. Tapi, pembinaannya sangat-sangat minim terhadap nelayan,” tegas Amirullah.

Udin, salah seorang nelayan Meral memberikan tanggapan yang sangat, pentingnya keberadaan TPI bagi nelayan. Sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, untuk melepaskan ketergantungan nelayan kepada pemilik modal dan penghapusan sistem ijon. Dan diutamakan yaitu sebagai sarana pembinaan mutu hasil perikanan sekaligus pengaturan harga yang layak bagi konsumen.

“Kan bisa kita jadikan tolak ukurkan, kalau ada TPI dari berbagai segi mulai dari ikan maupun harga pasaran,” ucapnya.

Daerah yang berpenghasil ikan berada di wilayah pulau Karimun, Moro, Buru dan Durai.(tri)

Cek Kesehatan sebelum Menikah

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Tanjungpinang, Rustam mengimbau pasangan muda-mudi yang hendak melangsungkan pernikahan agar memperhatikan kualitas kesehatan.

“Itu amat penting. Karena ada banyak hal yang bisa terungkap dari hasil pemeriksaan bagi calon pengantin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Tanjungpinang, Rustam pada acara Orientasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin Bagi Tenaga Kesehatan dan Penyuluh Pernikahan di Hotel Aston, Kamis (22/3).

Diantaranya upaya pencegahan penyebaran penyakit seksual menular (PMS), hepatitis, hemofili, thalassemia, diabetes, dan buta warna. Selain itu, sambung Rustam, edukasi yang patut diberikan kepada calon pengantin berkenaan keseimbangan gizi bagi calon janin.

Edukasi kesehatan reproduksi ini juga bertujuan agar mencegah kematian ibu dan anak yang secara nasional angkanya masih tinggi. “Semua itu bisa dicegah semenjak dari rencana pernikahan,” ujar Rustam.

Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan dari Kantor Urusan Agama. Di sini, ada andil penting berupa bimbingan pramenikah bagi calon pengantin. Rustam berharap, sinergi antara instansi terkait ini bisa mewujudkan kelahiran generasi-generasi hebat lewat pernikahan yang direncanakan secara tepat. “Dan tentu bukan pernikahan yang terlalu muda,” pungkas Rustam. (aya)

Limbah Turunkan Pamor Bintan

0
Warga menunjukkan limbah minyak hitam yang mencemari Pantai Sakera, Tanjunguban, Kamis (22/3). F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Limbah minyak hitam atau sludge oil tak hanya mencemari kawasan wisata Lagoi, Bintan. Tiga hari terakhir pantai rakyat Sakera dan Pegudang juga diserang limbah hitam ini. “Tahun ini pencemarannya lebih parah dari tahun sbelumnya,” kata warga Kampung Bugis Tanjunguban, Tajjudin, 64 ditemui di Pantai Sakera, Kamis (22/3).

Menurutnya, tahun sebelumnya limbah berbentuk gumpalan sehingga mudah dipisahkan dari pasir dan dikumpulkan dalam karung. “Kalau sekarang susah dipisahkan, terlalu lengket,” bebernya.

Akibatnya, para nelayan tak bisa melaut. Alat tangkap ikan berupa jaring rusak bila terkena limbah minyak. “Jaringnya lengket bila terkena minyak. Dulu pernah kena, langsung saya buang (jaring, red) karena tak bisa dipakai lagi,” ungkapnya.

Akibat pencemaran tu, warga sekitar melarang wisatawan berenang. “Macam mana mau berenang kalau lengket begini, makanya saya larang pengunjung berenang,” kata dia.

Meskipun demikian, belum ada tindakan pemerintah ataupun instansi terkait untuk membersihkan tumpahan minyak hitam tersebut. Kelompok masyarakat peduli lingkungan, Iwan Winarto menyampaikan, peristiwa limbah minyak hitam sudah menjadi bencana rutin setiap tahun di Kabupaten Binta. “Sudah di mana-mana (tercemar). Mulai Sakera, Sungai Kecil, Pengudang dan Berakit juga tercemari limbah minyak hitam,” kata warga Pengudang ini.

Memasuki musim selatan, limbah mulai berkurang karena terbawa arus. Meskipun demikian bekasnya masih menempel di karang atau bebatuan.Karena itu, ia berharap ada tindakan atau penanganan serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Setidaknya ketika musim angin utara tiba. “Setidaknya penanganan limbah yang datang pas musim angin utara,” kata dia.

Yudha warga Berakit juga mengatakan, limbah minyak hitam sudah sampai ke wilayahnya. Seorang temannya yang sedang berenang mencari karang pun menjadi korbannya. “Tiba tiba kepalanya berat, ternyata kepalanya dipenuhi limbah,” bebernya.

Sementara itu, GM Banyan Tree Hotel and Resort, Alpha Eldiansyah mengatakan pencemaran limbah minyak hitam jelas menganggu kenyamanan wisatawan utamanya tamu tamu yang menginap di beberapa resort di kawasan Lagoi. “Di sini banyak resort yang kena,” katanya.

Diakuinya beberapa tamu hotel mengeluhkan pencemaran limbah minyak hitam walaupun tamu umumnya memaklumi bahwa kejadian ini bukan disebabkan karena pihak resort. “Ada tamu tamu kita dalam dan luar negeri yang mengeluhkan, walaupun mereka mengerti,” ujarnya.

Ia khawatir kejadian yang terus berulang setiap tahun ini bisa menurunkan wilayah Bintan yang terkenal akan wisata pantai nya. “Nama Bintan dan Lagoi sedang naik daun, saya khawatirnya ketika wisatawan pulang ke negaranya dan menceritakan apa yang mereka lihat di sini ke teman teman di negaranya,” jelasnya.

Kepala OPS PPLP Tanjunguban, Sugeng Riyono mengatakan, pihaknya terus menyisir perairan meski sementara ini belum ditemukan adanya limbah minyak hitam di laut. Limbah yang ditemukan justru di pesisir dan sudah sampai di darat.”Sekarang kami pun lagi menyisir,” kata dia ketika dihubungi, kemarin.

Dugaan sementara kata dia, limbah minyak hitam berasal dari perairan laut lepas atau kapal yang melakukan cleaning tank (pembersihan tangki). “Mungkin juga ada industri apa, kami tidak tahu,” katanya.

Jika menemukan limbah minyak hitam di laut, ia menjelaskan, pihaknya akan mengambil sampel lalu diserahkan ke pihak lingkungan hidup untuk diteliti. “Sampai sekarang kami belum menemukan limbah di laut, yang kami temukan justru sudah sampai di darat,” kata dia.(met)