Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 12387

Tulis Sejarah Perkembangan Islam di Natuna

0
Kepala Puslitbang LKKMO Muhammad Zain (batik) dan Ketua STAI Natuna Kartubi saat penandatanganan MoU tentang penulisan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Natuna, di Kampus STAI, Kamis (22/3) malam. F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menjalin kerja sama dengan Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Mereka akan menulis Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Natuna.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di kampus STAI, Kamis (22/3) malam oleh Kepala Puslitbang LKKMO Muhammad Zain dan Ketua STAI Natuna Kartubi.

Sejalan dengan itu dilakukan kuliah umum yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Natuna, Suherman, Ketua MUI Kabupaten Natuna, Mustafa Sis, Perwakilan dari Kemenag Kabupaten Natuna, dan segenap Dosen dan Mahasiswa STAI Natuna.

Kepala Puslitbang LKKMO Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Dr. Muhammad Zain, M.Ag, dalam sambutannya sekaligus menyampaikan kuliah umum, mengungkapkan kegembiraannya telah sampai di Natuna, pulau yang amat jauh ini. Dan berbatasan laut dengan beberapa Negara, seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, Tiongkok dan lain sebagainya.

Menurut Dr. Muhammad Zain, Khazanah keagamaan adalah sebagai suatu kajian untuk mempertahankan dan menguatkan budaya dan sejarah Islam yang moderat yang berkembang di Natuna. Sejarah masuknya Islam di Nusantara itu dengan jalan damai, meskipun ada berita tentang peperangan namun itu sangat sedikit.

Berbeda dengan Islam yang masuk ke Spanyol (Andalusia) misalnya, Islam masuk dengan peperangan dan politik, sehingga ketika akhirnya Islam tidak lagi berkuasa di Spanyol, peninggalan-peninggalan kejayaan Islam di Spanyol seperti masjid Cordoba kini hanya dijadikan Museum.

“Oleh karenanya Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai, menjadikan Islam di Indonesia Islam yang moderat. Nilai moderasi agama tengah menjadi perhatian kementerian agama, hal ini juga dapat digali dari warisan sejarah sosial dan khazanah keagamaan di Natuna,” ungkap Muhammad Zain.

Bahkan menurutnya, keberadaan STAI Natuna ini adalah sebagai benteng bagi NKRI, karena sebuah perguruan Tinggi adalah sebagai modal untuk kemajuan bangsa dan Agama. Pendidikan dapat merubah nasib seseorang yang biasa menjadi luar biasa. Oleh karena itu, bagi kampus harus dapat mengembangkan fasilitas Informasi dan Teknologi (IT) agar mahasiswa dapat mengakses jendela dunia, melalui internet, apalagi bagi generasi millenial yang ciri khasnya adalah multitasking (serba bisa/mampu,red).

“Terutama dalam hal teknologi informasi, anak muda sekarang lebih mementingkan handphone-nya dari banyak hal. Kalau mahasiswa pada zaman nya dulu, pergi ke kampus mencari dosen, mahasiswa sekarang ke kampus mencari signal,” ujar Muhammad Zain.

Dikatakannya, Kampus STAI Natuna dimasa sekarang harus mengembangkan fasilitas ilmu teknologinya, untuk menarik minat dan mengembangkan kemampuan mahasiswanya.

Terkait dengan kegiatan penulisan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Natuna, menurut Muhammad Zain, penulisan sejarah Islam di Natuna untuk membuktikan bahwa akar masuknya Islam dengan cara-cara moderat.

“Contohnya sebagaimana masuknya Islam di Bali dan juga ketika era kerajaan Majapahit semua dilakukan dengan jalan damai,” sambung Zain.

Menurutnya mengetahui sejarah masa lalu adalah dalam rangka melangkah jauh ke masa depan, seperti anak panah, semakin anak panah ditarik mundur ke belakang maka anak panah itu akan semakin melesat jauh ke depan. Maka mempelajari sejarah masa silam akan berguna untuk melangkah jauh ke masa depan.

Dikatakan Zain, selain menggali sejarah dari manuskrip-manuskrip dan artefak-artefak kuno, perlu juga dikembangkan penulisan forklore yaitu cerita-cerita rakyat, yang dapat dihimpun kemudian diseleksi dari sekian banyak forklore dipilih cerita rakyat yang penuh dengan nuansa agama dan yang dapat membangun karakter bangsa, untuk kemudian dapat dijadikan cerita atau dongeng-dongen kepada anak-anak.

Sementara dalam sambutan Ketua STAI Natuna, Kartubi, menyampaikan rasa kegembiraannya atas kerjasama yang telah diagendakan sejak lama, dan alhamdulillah sekarang bisa terealisasikan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Puslitbang LKKMO, dalam kegiatan penulisan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Natuna ini, terutama kepada Dr. Muhammad Zain, M.Ag. yang akhirnya bisa sampai di Pulau yang katanya kecil ini, Pulau Natuna,” ucap Kartubi.(arn)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati: Jangan Bikin Masyarakat Resah

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat kuliah umum di Gedung AAC, Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (5/1).
foto: ISHAK MUTIARA/RAKYAT ACEH

batampos.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta elite politik tidak terjangkit paranoia maupun kekhawatiran berlebihan dalam menanggapi pemberitaan utang. Dia menilai perhatian politisi dan beberapa ekonom mengenai kondisi utang sungguh luar biasa.

“Dikatakan luar biasa karenakan isu ini dibuat dan diperdebatkan seolah-olah Indonesia sudah dalam kondisi krisis utang sehingga masyarakat melalui media sosial juga ikut terpengaruh dan sibuk membicarakannya,” terangnya dalam keterangan yang diterima JawaPos.com di Jakarta, Jum’at (23/3).

Sri Mulyani mengatakan terkait utang, para stakeholder perlu mendudukkan masalah agar masyarakat dan elite politik tidak terjangkit paranoia maupun kekhawatiran berlebihan yang menyebabkan kondisi masyarakat menjadi tidak produktif.
Ilustrasi mata uang rupiah dan USD

Ilustrasi mata uang rupiah dan USD (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)

“Perhatian elite politik, ekonom dan masyarakat terhadap utang tentu sangat berguna bagi Menteri Keuangan selaku Pengelola Keuangan Negara untuk terus menjaga kewaspadaan agar apa yang dikhawatirkan yaitu terjadinya krisis utang tidak menjadi kenyataan,” jelasnya.

Namun, bila sorotan masalah utang adalah untuk membuat masyarakat resah, ketakutan dan menjadi panik, serta untuk kepentingan politik tertentu, maka upaya politik destruktif seperti ini sungguh tidak sesuai dengan semangat demokrasi yang baik dan membangun.

“Mari kita mendudukkan masalah utang dalam konteks seluruh kebijakan ekonomi dan keuangan negara karena utang adalah salah satu instrumen kebijakan dalam pengelolaan keuangan negara dan perekonomian,” ujarnya.

Sri Mulyani menegaskan utang bukan merupakan tujuan dan bukan pula satu-satunya instrumen kebijakan dalam mengelola perekonomian. Dikatakan bahwa dalam konteks keuangan negara dan neraca keuangan Pemerintah banyak komponen lain selain utang yang harus juga diperhatikan.

“Dengan demikian kita melihat masalah dengan lengkap dan proporsional. Misalnya sisi aset yang merupakan akumulasi hasil dari hasil belanja Pemerintah pada masa-masa sebelumnya,” ungkapnya.

Diungkapkan bahwa nilai aset tahun 2016 (audit BPK) mencapai Rp 5.456,88 triliun. Nilai ini belum termasuk nilai revaluasi yang tengah dilakukan.

“Nilai ini masih belum termasuk nilai hasil revaluasi yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan untuk menunjukkan nilai aktual dari berbagai aset negara mulai dari tanah, gedung, jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan lainnya,” terangnya.

Hasil revaluasi aset tahun 2017 sekitar 40 persen terhadap aset negara menunjukkan bahwa nilai aktual aset negara telah meningkat sangat signifikan sebesar 239 persen dari Rp 781 triliun menjadi Rp 2.648 triliun, atau kenaikan sebesar Rp 1.867 triliun.

“Tentu nilai ini masih akan diaudit oleh BPK untuk tahun laporan 2017. Kenaikan kekayaan negara tersebut harus dilihat sebagai pelengkap dalam melihat masalah utang karena kekayaan negara merupakan pemupukan aset setiap tahun termasuk yang berasal dari utang,” tuturnya.

(ce1/uji/JPC)

Pak Isdianto Senang, : Alhamdulillah Akhirnya Setelah Perjalanan Panjang

0

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Terpilih Isdianto disambut hangat oleh para pendukungnya begitu menginjakan kakinya di Batam, sekembali dari dari Jakarta, Jumat (23/3) di Bandara Internantional Hang Nadim Batam. Isdianto yang didampingi oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, tak hentinya mengumbar senyum.

Mulai dari eskalator di ruang tunggu kedatangan, hingga di depan terminal kedatangan. Raut bahagia, terpancar dari wajahnya yang terlihat letih itu.

“Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian panjang, sekian lama, akhirnya di ridhoi Allah (jadi Wakil Gubernur Kepri,red),” kata Isdianto sembari tersenyum, Jumat (23/3).

Terpilihnya Isdianto menjadi Wakil Gubernur Kepri terpilih, katanya tidak terlepas dari doa seluruh rakyat Kepri. Ia mengatakan selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri nanti, dirinya akan memberikan yang terbaik. Demi pembangunan Kepri yang lebih baik.

Saat ditanya tentang target khusus. Isdianto mengatakan dirinya tidak memiliki rencana atau target khusus. Karena posisinya sebagai Wakil Gubernur Kepri, akan mendukung kinerja, visi misi dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Saya ini wakil gubernur, jadi menyokong gubernur,” ucapnya.

Bila tidak aral yang melintang, Isdianto akan dilantik oleh Presiden Jokowi, 27 Maret. “Insya Allah, 27 Marey Kepri sudah memiliki wakil gubernur,” tuturnuya.

Isdianto tidak langsung kembali ke Tanjungpinang. Ia mengatakan dirinya akan pergi ke rumah Soeryo Respationo.

“Habis ini langsung ke rumah Pak Soerya (Respationo, red),” ujarnya sembari berlalu.

Perjalanan Isdianto menjadi Wakil Gubernur Kepri cukup panjang. Namanya mencuat setelah rapat partai pengusung yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem dan Partai Gerindra, 27 Desember 2016. Dari rapat itu menetapkan dua nama Isdianto dan Agus Wibowo, sebagai calon wakil gubernur Kepri.

Wagub terpilih Isdianto bersalaman dengan warga yang menyambutnya di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (23/30. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Saat itu, Isdianto masih menjabat sebagai Kadispenda Provinsi Kepri. Nama Isdianto dan Agus Wibowo resmi dikirimkan ke DPRD Kepri, 24 Februari. Demi maju sebagai calon Wakil Gubernur Kepri, ia menanggalkan jabatannya sebagai Kadispenda Provinsi Kepri.

Setelah dua nama ini masuk ke DPRD Kepri, namun pemilihan tak kunjung jua terjadi. Pergelutan politik untuk penetapan Wakil Gubenur Kepri terus bergulir hingga akhir tahun. Walaupun di Oktober 2017 Agus Wibowo mengundurkan diri dari bursa calon Wakil Gubernur Kepri.

Walau menyisakan satu nama saja, yakni Isdianto. Tak memuluskan langkah Isdianto menjadi Wakil Gubernur Kepri. Pihak DPRD Kepri mengacu kepada, bahwa pemilihan Wakil Gubernur Kepri, haruslah menyeratkan dua calon. Karena bila hanya ada satu calon, akan melanggar aturan yang ada.

Titik terang terkait persoalan Wakil Gubernur Kepri, akhirnya mulai terlihat. Setelah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Soni Sumarsono menyebutkan berkas calon Wakil Gubernur Kepri, Isdianto sudah berada di meja presiden, 6 Maret lalu. Ia mengatakan pelantikan Isdianto menjadi Wagub Kepri hanya menunggu tandatangan dari Jokowi saja.

Proses pemilihan Wakil Gubernur Kepri, kata Soni sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan Undang-Undang. Ia menilai Gubernur Kepri sudah melakukan langkah yang benar, dengan mengirimkan dua calonnya dari awal ke DPRD Kepri. Dan nama dua calon ini sudah masuk ke DRPD Kepri. Namun dalam perjalanannya, satu orang calon memilih mengundurkan diri. “Tapi toh, tetap Gubernur dari awal mengirim dua. Jadi sudah memenuhi syarat-syarat,” ungkapnya.

Selang tak berapa lama, Soni menyatakan tidak ada lagi permasalahan dalam proses pencalonan Wakil Gubernur. Isdianto di panggil Menteri Dalam Negeri memanggilnya untuk mempersiapkan pelantikannya, 27 Maret oleh Presiden Jokowi. (ska)

Barang Diskon 50 Persen, Giant Batuaji segera Tutup

0

batampos.co.id – Suasana di pusat perbelanjaan Giant di Batuaji berbeda sepanjang hari kemarin, (Jumat, 23/3). Ribuan pengunjung yang didominasi kaum ibu-ibu berjubel baik di dalam ataupun di luar supermarket itu. Warga berbondong-bondong ke sana sebab supermarket itu menjual barang dengan separuh harga. Manajemen Giant membuka diskon hingga 50 persen untuk semua jenis barang yang ada di toko tersebut.

Penawaran harga yang cukup bersahabat itu disambut antusias warga di Batuaji dan Sagulung. Sejak pukul 08.00 WIB pusat perbelanjaan itu dibuka, ratusan warga langsung serbu. Berbagai perlengkapan rumah tangga hingga perlengkapan dapur diborong warga. Hingga pukul 10.00 WIB separuh barang yang ada dalam supermarket itu sudah ludes diborong pengunjung.

“Kami cukup kewalahan. Pukul 10.00 WIB harus susun lagi barang dari gudang. Banyak kali yang diborong orang-orang ini. Satu orang paling dikit belanja Rp 300 ribu,” ujar petugas di meja kasir nomor satu, kepada Batam Pos, kemarin.

Situasi yang ramai itu berlangsung sepanjang hari kemarin. Bahkan sampai pukul 16.00 WIB, pusat perbelanjaan itu terus ramai didatangi pengunjung. Saking banyaknya pengunjung petugas keamanan supermarket terpaksa menerapkan sistem antre untuk masuk ke dalam supermarket itu. Pengunjung yang masuk dibatasi sebab di dalam supermarket sudah berjubel ratusan orang.

“Bergantian ya Bu, nanti kalau ada yang keluar baru masuk kalian ya,” ujar Asman petuga keamanan di depan pintu masuk.

Sistem antre ini terpaksa diterapkan pihak keamanan supermarket untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Sebab kata petugas keamanan di sana siang kemarin sempat terjadi keributan di dalam supermarket itu.

“Ibu-ibu yang ribut tadi. Karena berebutan antrean di meja kasir. Tapi bisa kami amankan,” ujar Asman.

Warga memadati Giant Ekspres di Batuaji, Jumat (23/3). Giant Ekspres ini diskon 50 persen membuat warga berebut belanja. F Dalil Harahap/Batam Pos

Pantauan Batam Pos di lokasi supermarket itu, ratusan orang masih berjubel di dalam supermarket hingga pukul 16.00 WIB. Sebagian etalase barang sudah kosong sebab sudah ludes diborong pengunjung. Antrean panjang menuju meja kasir terlihat melingkar di seluruh ruangan supermarket itu. Empat meja kasir yang tersedia sepertinya tak mampu melayani lonjakan pengunjung itu. Pengunjung yang menunggu antrean rata-rata membawa satu hingga dua keranjang barang belanjaannya.

Andriani seorang pengunjung mengaku, rela berdesak-desakan dan antre hingga empat jam di meja kasir karena memang barang-barang yang diborongnya dari pusat perbelanjaan itu cukup murah.

“Separuh harga mas. Shampo botol (200 ml) ini misalkan biasanya Rp 30 ribu, ini hanya Rp 15 ribu. Banyak yang saya belanja. Lumayan buat stok untuk sebulan kedepan,” tutur wanita berkerudung itu.

Informasi lain yang didapat Batam Pos di lapangan, diskon besar-besaran yang dilakukan oleh manajemen Giant ini merupakan upaya pengosongan barang dari lokasi gedung. Itu karena Giant Batuaji akan tutup dan pindah ke Bengkong.

Warga memadati Giant Ekspres di Batuaji, Jumat (23/3). Giant Ekspres ini diskon 50 persen membuat warga berebut belanja. F Dalil Harahap/Batam Pos

“Cuci gudang ini, mau pindah ke (Giant) Bengkong,” tutur Amri, seorang petugas. (eja)

PT Duta Logistik Dibobol Maling, Plat Besi Senilai Rp 200 Juta Lenyap

0

batampos.co.id – Gudang PT Duta Logistik Asia di Sagulung kebobolan, Selasa (20/3). Sebanyak 52 plat besi baja untuk mesin pembakaran arang bernilai Rp 200 juta lenyap dari lokasi perusahaan tersebut. Pelaku pencurian adalah Natanael Marbun karyawan perusahaan yang beraksi bersama Gozali dan Bt, dua rekannya.

Natael dan Gozali sudah diamankan Polsek Sagulung, Kamis (22/3) malam, sementara Bt masih buron.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto menjelaskan, penangkapan dua pelaku itu merupakan tindak lanjut dari laporan pihak PT Duta Logistik Asia terkait aksi pembobolan itu. “Ada petunjuk jadi tak begitu lama kami selidiki. Kedua pelaku (yang sudah diamankan) kami tangkap di rumah mereka di Seilekop. Mereka tetanggaan,” ujar Hendrianto.

Dari keterangan kedua pelaku, sebelum beraksi mereka sudah merencanakan aksi pencurian itu. Otak pelaku pencurian adalah Natanael karena dia yang tahu persis keberadaan plat-plat besi dengan berat masing-masing 15 Kg itu.

Dengan menggunakan sepeda motor becak, ketiga pelaku memasuki kawasan perusahaan di malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Kepada petugas keamanan perusahaan, Natanael beralasan untuk mengerjakan pekerjaanya yang belum selesai dengan membawa dua rekannya. Ketiganya lantas mengangkut besi plat itu ke dalam becak mereka. Saat petuga sekuriti lengah ketiganya membawa keluar besi-besi tersebut.

“Selain besi plat untuk mesin arang ini, mereka juga bawa besi scrab lainnya,” ujar Hendrianto.

Besi-besi hasil curian itu dijual tiga pelaku ke salah satu pengepul besi tua di wilayah Sagulung seharga Rp 5,9 juta.”Sudah dijual dan mereka sudah bagi-bagi uang hasil jualan besi curian ini,” tutur Hendrianto.

Namun demikian aksi ketiga pelaku ini tak jelih, sebab kedatangan mereka ke lokasi perusahaan yang diketahui oleh petugas keamanan perusahaan. Ini memudahkan polisi untuk menangkap mereka.

Kepada wartawan, Natanael dan Gozali mengakui perbuatan mereka itu. Mereka nekad mencuri karena desakan ekonomi. “Serba kekurangan kami, makanya melakukan hal ini,” ujar Nayanel.

Besi plat yang dicuri para pelaku diakui Hendrianto bernilai sekitar Rp 200 juta. Besi-besi itu memang mahal sebab terbuat dari baja untuk mesin pembuat arang. “Besi-besi ini didatangkan dari China, makanya mahal,” tutur Hendrianto.

Kedua pelaku yang sudah diamankan dijerat pasal 363 KUHP dan pasal 480 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (eja)

BPOM Memastikan Hanya Tiga Merek Sarden Mengandung Cacing

0
Petugas BPOM Kepri meneliti sampel produk sarden di salah satu distributor yang berada di komplek Refindo Batuampar, Rabu (21/3). Pengambilan sampel itu terkait dugaan caci nematoda yang berada di produk jenis ikan kemasan kaleng. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kepri memastikan untuk sementara waktu, tiga jenis sarden Farmer Jack, IO dan HOKI tidak akan beredar di pasaran Kepri. Terkait ijin edar tiga merek sarden ini, Kepala Balai POM Kepri Yosef Dwi Irawan mengatakan masih menunggu arahan dari Badan POM pusat.

“Kami dapat perintah penarikan, dan sudah kami laksanakan. Namun terkait ijin edar dibekukan, kami menunggu arahan pusat. Tapi saya pastikan setelah penarikan selesai, tak ada lagi tiga merek ini beredar di pasaran,” katanya, Jumat (23/3).

Apakah ke depan, setelah penarikan dan pemusnahan, sarden merek yang sama bisa masuk lagi ke Indonesia, atau Batam khususnya. Yosef mengatakan masih belum mengetahuinya, karena kebijakan itu nantinya Badan POM pusat yang menentukan. “Semua itu wewenang pusat, kami hanya menjalankan,” tuturnya.

Hingga kini, Yosef mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan yang berkelanjutan. Sesuai hasil dari pemeriksaan Balai POM di lapangan, hanya menemukan tiga merek sarden saja yang mengandung cacing. Sedang merek sarden lainnya tidak ada ditemukan dan aman di konsumsi.

“Saat membeli, tetap memperhatikan label BPOMnya, kalau tidak ada. Jangan dibeli, kalau ditemukan kejanggalan, segera laporkan ke kami,” ucapnya.

Yosef mengatakan masyarakat tidak perlu resah atau cemas, karena penarikan tiga merek sarden yang bermasalah itu terus berlangsung. Balai POM Kepri tetap berkomitmen untuk memastikan keamanan dan mutu produk pangan yang beredar. (ska)

Tersebab Penganan, Pak Sekda Diperiksa KPK

0
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadilla (kanan) saat mengunjungi OPD di lingkup Sekretariat Pemprov Kepri, Selasa (24/1).

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS. Arif Fadillah diperiksa penyidik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) di Kantor Inspektorat Pemprov Kepri, Jumat (23/3). Pemeriksaan ini diduga terkait pemberian gratifikasi dari sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Kepri saat Arif menikahkan anaknya, beberapa waktu lalu.

“Ya memang ada, KPK melakukan klarifikasi kepada Pak Sekda,” ujar Kepala Inspektorat Pemprov Kepri Kepri, Mirza Bakhtiar, membenarkan pemeriksaan tersebut, Jumat (23/3).

Namun Mirza mengaku tak mengetahui secara detil materi pemeriksaan dan terkait apa Sekda Arif diperiksa KPK. Ia mengaku hanya sebagai fasilitator saja. Mirza hanya menyiapkan tempat untuk proses klarifikasi itu.

Selain Sekda, Mirza mengatakan proses klarifikasi yang sama juga dilakukan terhadap sejumlah kepala dinas (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.

“KPK juga melakukan supervisi terhadap sejumlah OPD dan berakhir siang tadi (kemarin, red),” kata Mirza.

Mirza juga memastikan, bahwa petugas yang datang dan memeriksa Sekda dan sejumlah kepala dinas kemarin adalah benar-benar dari KPK. Kepastian ini diperoleh setelah ia menghubungi bagian pencegahan di KPK. Selain itu, para penyidik KPK kemarin juga menunjukkan surat tugas resmi dari KPK.

“Kami sudah melakukan proses cek dan ricek ke KPK,” tegas Mirza.

Pantauan Batam Pos, Sekda Arif bersama Asisten III Pemprov Kepri, Muhammad Hasbi keluar meninggalkan gedung Inspektorat sekitar pukul 11.45 WIB,kemarin. Pejabat eselon I dan II tersebut kemudian meninggalkan gedung menggunakan mobil dinas milik Asisten III.

Sementara itu, Sekda Arif belum bisa dikonfirmasi terkait kabar pemeriksaan tersebut. Adapun kabar yang santer beredar di internal Pemprov Kepri, pemeriksaan kemarin terkait dugaan gratifikasi yang diterima Sekda Kepri sewaktu melaksanakan pesta pernikahan putranya, Faisal Arif Fadillah, di Asrama Haji Tanjungpinang, 28 Februari lalu.

“Kabar yang beredar soal adanya sumbangan sejumlah OPD di pernikahan anaknya Pak Sekda,” ujar seorang pejabat eselon IV di lingkungan Inspektorat Provinsi Kepri, kemarin.

Masih informasi di lapangan, sebelum dilangsungkannya pesta pernikahan, sejumlah kepala OPD terlibat rapat bersama Asisten III Pemprov Kepri, Muhammad Hasbi. Rapat tersebut membahas soal sumbangan makanan setengah berat untuk pernikahan Faisal Arif Fadillah.

Makanan setengah berat itu seperti soto, tekwan, empek-empek, bakso, prata, roti kirai, mi Tarempa, siomay, dan lainnya. Rapat juga menyepakati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepri, Misni, sebagai koordinator yang mengurusi sumbangan OPD ini.

Ada 16 OPD yang setuju memberikan sumbangan makanan setengah berat tersebut. Yakni Dinas P3AP2KB, BKD, Biro Organisasi, Disperindag, Bappeda, Perkim, Kesbangpol Limnas, Dinas Pariwisata, Biro Kesra, Dinas Perhubungan, Badan Kominfo, LBH, DKP, PMD, ULP, dan Disnaker.

Sesuai kesepakatan dalam rapat itu pula, masing-masing OPD menyumbang menu makanan setengah berat yang berbeda-beda. BKD, misalnya. Menyumbang 500 porsi tekwan, Bappeda menyumbang 1.500 porsi sate, Dinas Perhubungan menyumbang 800 porsi bakso, dan sebagainya.

Dari segi jumlah porsi, masing-masing OPD rata-rata menyumbang 500 porsi makanan. Sementara anggarannya rata-rata Rp 6 juta per OPD.

Di antara OPD dengan sumbangan terbesar adalah BKD, Biro Organisasi, dan Kesbangpol Limnas. Ketiga OPD itu masing-masing menyumbang Rp 7.500.000 dengan menu makanan yang berbeda.

Sedangkan anggaran paling rendah disumbangkan Disnaker. Yakni Rp 3.000.000 untuk 300 porsi bubur pedas.

Daftar sumbangan ini sebenarnya sempat beredar setelah pernikahan putra Sekda Arif dilangsungkan. Namun saat itu Sekda Arif membantahnya. Ia menegaskan semua biaya dan hidangan yang disuguhkan dalam pernikahan putranya itu dibiayai sendiri.

Sementara saat disinggung mengenai sejumlah kado untuk pernikahan putranya, Arif juga mengaku tidak menerimanya. Bahkan di dalam undangan pernikahan putranya itu sudah dicantumkan, bahwa Arif dan putranya tidak menerima hadiah atau kado dalam bentuk apapun.

“Kita hormati dan ikuti aturan yang sudah ada, sesuai dengan anjuran KPK,” papar Arif, waktu itu.

Terpisah, Deputi Bidang Pencegahan KPK Aldiyansyah Nasution, ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya proses klarifikasi tersebut. Pria yang akrab dengan sapaan Choky tersebut justru meminta wartawan koran ini menghubungi Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah.

“Sebaiknya langsung ke Jubir KPK,” ujar Choky singkat. (jpg)

33 PMA Bangun Hotel dan Vila Mewah

0

batampos.co.id – Sebanyak 34 penanam modal asing (PMA) yang bergerak di sektor pariwisata akan berinvestasi sebesar 132.772.058 US Dollar atau berkisar Rp 1.805.700.000.000 di Lagoi, Bintan. Sebagian besar PMA akan membangun hotel bintang lima dan vila kategori super Luxury.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan TK) Kabupaten Bintan Hasfarizal Handra melalui Kepala Bidang Perizinan Alfeni Harmi mengatakan, d ari 34 perusahan, 33 diantaranya akan membangun hotel dan vila dengan konsep Wellness Resorts dengan fasilitas lengkap. “Satu perusahaan lagi bergerak di usaha aktivitas konsultasi manajemen,” kata Alfeni, kemarin.

Setiap perusahaan berinvestasi sekitar 4 juta US dollar atau setara Rp 54.400.000.000. Sehingga total nilai investasi 34 PMA di awal Maret 2018 tersebut mencapai 132.772.058 US dollar atau berkisar Rp 1.805.700.000.000.

Bupati Bintan Apri Sujadi menuturkan, kondisi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan sangat dipengaruhi dari sektor pariwisata. Karenanya Pemkab menyambut baik setiap investasi di berbagai bidang yang masuk ke Kabupaten Bintan.

Ia berharap, kehadiran perusahaan-perusahaan yang akan membangun hotel dan villa berstandar bintang lima itu akan turut mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Bintan.

PMA yang akan menanamkan modal di Lagoi antara lain PT. Kemaro Estate, PT. Tayandu Estate, PT. Enggano Estate, PT. Temiyang Estate Villa, PT. Boana Estate Villa, PT. Nias Estate, PT. Watubela Estate, PT. Mesawak Estate, PT. Tarempa Estate Villa, PT. Hinako Estate, PT. Tinopo Estate. (met)

Pesan Pak SBY kepada Presiden Jokowi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Isu membengkaknya utang pemerintah tak luput dari perhatian Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden ke-6 RI itupun meminta pemerintah saat ini lebih berhati-hati.

SBY mengatakan, setiap pemerintahan mempunyai kebijakan ekonomi masing-masing untuk dikembangkan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) boleh saja menggenjot infratruktur, tapi tidak boleh mengabaikan  pembangunan manusia.

“Itu sah-sah saja, walaupun kebijakan Pak Jokowi berbeda dengan kebijakan saya dulu. Tak bisa disalahkan,” terang dia melalui keterangan resminya. Pernyataan itu disampaikan SBY saat berkunjung ke Sumedang, Jawa Barat, Jumat (23/3).

Menurut SBY, tidak ada yang salah dalam program pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi, khususnya proyek jalan dan perhubungan. Program tersebut pasti ada manfaatnya. Namun, tuturnya, jika perekonomian melambat, pembangunan pasti akan berdampak kepada rakyat kecil.

Pelambatan ekonomi akan berdampak pada pertumbuhan sektor riil. Akibatnya, lanjut dia, lapangan pekerjaan akan berkurang atau perusahaan terpaksa harus menurunkan biaya gaji buruh. Daya beli masyarakat juga akan melemah. “Otomatis sektor riil yang sudah lemah itu akan semakin tidak menggeliat,” terangnya.

Pada era pemerintahannya, SBY menjalankan empat pilar strategi ekonomi. Yaitu, pro-growth, pro-job, pro-poor, dan pro-enviroment. Kebijakan itu membuat pertumbuhan ekonomi meningkat pesat dan daya beli masyarakat menjadi stabil. “Tentu di sana sini banyak persoalan, namun makro ekonomi dan sektor riil bisa kita jaga,” urainya.

Saat Jokowi menjadi presiden, kebijakan ekonomi mulai berubah. Pemerintah lebih menggenjot pembangunan insfrastruktur dengan menambah utang luar negeri.

Menurut politikus kelahiran Pacitan itu, utang luar negeri boleh-boleh saja dilakukan, asal rasionya terhadap gross domestic product (GDP) masih dalam kepatutan. Jika utang mencapai 30 persen, pemerintah harus berhati-hati. “Kalau di atas 30 persen harus semakin berhati-hati,” tegasnya.

SBY mengatakan, Jokowi harus tahu, jika terlalu banyak mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur, maka ada alokasi yang berkurang, yaitu anggaran untuk pembangunan manusia. Dampaknya akan langsung dirasakan rakyat kecil, karena sektor riil melambat, pendapatan berkurang, daya beli melemah, padahal harga-harga sudah terlanjur naik.

Karena itu, lanjut SBY, saat ekonomi sedang melambat, sebaiknya tidak semua anggaran digunakan untuk infrastruktur. Perlu ada upaya  pemerintah untuk membuat perekonomian menggeliat. Salah satunya dengan memberikan insentif kepada masyarakat guna meningkatkan daya beli.

“Saya hanya mohon kepada pemerintah, infrastruktur bagus tapi jangan lupakan pembangunan manusia, lapangan pekerjaan, dan daya beli masyarakat,” ucapnya.

SBY menegaskan, pemerintah perlu mendengar suara rakyat dan bergerak cepat. Masih ada waktu satu setengah tahun menjelang akhir pemerintahan Jokowi. Masih cukup bagi pemerintah untuk memperbaiki keadaan. (lum/jpg)

Gubernur Sosialisasikan Wagub Baru

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mulai mensosialisasikan nama Isdianto sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Kepri. Pesan pemberitahuan tersebut disampaikannya dalam kegiatan jamaah subuh di Masjid Raya Nur Ilahi, Tanjungpinang, Jumat (23/3).

“Apabila tidak ada halangan, Pak Isdianto akan dilantik sebagai Wagub Kepri pada 27 Maret nanti,” ujar Gubernur Nurdin, kemarin.

Mantan Wagub Kepri tersebut mengharapkan, terisinya kursi Wagub Kepri bisa mempercepat pelaksanaan kerja Pemprov Kepri. Maka dari itu, ia sangat bersyukur dengan adanya kabar baik ini. Terlepas dari itu, ia tetap mengharapkan kerjasama dan dukungan semua pihak.

“Membangun Kepri ini, membutuhkan kerja keras kita bersama,” tegas Gubernur.

Pria yang merupakan Ketua Partai NasDem Kepri tersebut juga menjelaskan, dengan adanya sosok seorang wagub dapat menjadi suntikkan semangat untuk Pemprov Kepri dalam mensejahterakan masyarakat. Menurut Gubernur, jika ingin pembangunan Kepri berjalan dengan cepat ada beberapa persoalan yang harus dijauhi.

“Jauhi fitnah, dengki, dan ghibah. Insya Allah pembangunan cepat terlaksana,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Asisten I Pemerintahan dan Hukum, Provinsi Kepri, Raja Ariza menambahkan, Provinsi Kepri tidak mengadakan perayaan khusus untuk menyambut Wagub Kepri nanti. Menurutnya, hanya sebatas ramah-tamah bersama masyarakat.

“Karena pelantikkannya di Istana disini kita mungkin hanya bikin acara ramah tamah saja,” ujarnya menambahkan.

Terpisah, setelah kosong sekian lama, ruangan Wakil Gubernur Kepri yang berada di lantai empat gedung utama Kantor Gubernur tersebut sudah kemas rapi-rapi. Bahkan juga sudah ada pegawai yang bertugas di ruangan itu. Seperti diketahui, Wagub Kepri, Isdianto akan dilantik oleh Presiden Jokowi pada 27 Maret 2018 di Istana Negara, Jakarta.(jpg)