Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12428

Ada Tari Striptis di Pemakaman

0

 

ilustrasi

Pertunjukan tari striptis pada prosesi pemakaman sedang menjadi tren di tengah masyarakat Tiongkok. Hal itu bertujuan untuk menarik lebih banyak pelayat, sekaligus memamerkan kekayaan keluarga yang ditinggalkan.

Mirror.co.uk, Rabu (21/2), melaporkan tari striptis telah mendapatkan popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir. Bukan di kota besar, fenomena ini justru banyak terjadi di kawasan pedesaan, dan biasanya dilakukan oleh para orang kaya setempat.

Pemerintah Tiongkok telah menerbitkan larangan terhadap praktik tari striptis pada proses pemakaman. Oleh otoritas terkait, fenomena ini dianggap sebagai hal yang ilegal, karena berisiko merusal moral sosial.

Kementerian Kebudayaan Tiongkok mengatakan pihaknya akan menindak tegas praktik tari striptis dan pertunjukan bernuansa vulgar lainnya yang digelar di pemakaman, pernikahan, dan pertemuan umum tradisional lainnya.

Larangan tersebut sebelumnya pernah muncul dalam bentuk imbauan keras pada 2006 dan 2015, namun tidak berhasil.

Pertunjukan vulgar di tengah masyarakat sempat menurun, tapi tidak berlangsung lama. Hal itu kembali muncul seiring meningkatnya taraf ekonomi masyarakat Tiongkok, sehingga membuatnya tampil sebagai ‘lahan judi’ untuk mempertaruhkan prestise antar-keluarga.

Bagi warga yang berani melaporkan pertunjukan vulgar tersebut kepada pihak kepolisian, akan mendapat imbalan finansial dari pemerintah.

Jika kedapatan menggelar pertunjukan vulgar dalam prosesi komunal, pemerintah Tiongkok akan menjatuhkan sanksi denda dan kerja sosial di mana ditetapkan pada klasifikasi hukum, bukan peradilan. (jpg)

BP Batam Evaluasi 116 Perizinan

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan dokumen perizinan di Mal Pelayanan Publik BP Batam yang sudah mulai beroperasi, Selasa (5/12/2017).
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam segera mengevaluasi perizinannya lewat pembentukan tim survey khusus.

“Tim survey ini bertugas untuk mengumpulkan data berdasarkan penilaian kinerja pegawai PTSP BP Batam dari masyarakat,” kata Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, Sabtu (24/2).

Bentuk survey sangat sederhana karena hanya merangkum sejumlah persoalan pokok seperti standar operasional prosedur (SOP) perizinan, apakah sudah dipenuhi dengan baik. Lalu waktu pengurusan perizinan, apakah sudah sesuai dengan standar dan juga mengenai produk yang dilayani, apakah sudah sesuai harapan masyarakat.

Tim survey ini berjumlah enam orang dan timnya khusus tidak diketahui oleh pegawai BP Batam lainnya. Tim tersebut akan bergabung dengan konsultan perizinan yang tengah mengaudit 116 perizinan di BP Batam.

Bambang mengutarakan tujuan dari acara ini adalah agar pelayanan perizinan BP Batam segera mendapat sertifikat ISO 9001 2015.

“Jika bentuk pelayananannya sudah bagus, maka akan diberikan. Jika belum akan dicari titik lemahnya untuk dicari solusinya,” pungkasnya.(leo)

Jalan Bengkong Segera SP 3

0
Walikota Batam Muhammad Rudi bersama Wakil Walikota Batam Amsar Achmad meninjau jalan kawasan Bengkong yang rencananya akan di pelebar, Sabtu (24/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim terpadu Kota Batam akan segera melayangkan surat peringatan (SP) 3 kepada pemilik bangunan yang berada dipinggir jalan dari Simpang Kuda Seipanas hingga Bengkongseken. Pemilik bangunan diminta membongkar sendiri bangunan sesuai dengan pengalokasian lahan (PL) yang mereka miliki.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pelebaran jalan di kawasan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Proses lelang jalan pun tengah berlangsung.

“Kapan SP 3nya, kalau bisa secepatnya. Jalan dibuka, dan pelebaran bisa segera dilaksanakan. Karena sudah lelang juga,” kata Rudi saat meninjau jalan yang ada di Bengkongseken, Sabtu (24/2) siang.

Menurut dia, pelebaran jalan tak akan menganggu lahan yang menjadi hak masyarakat. Pihaknya hanya mengambil tanah milik negara, sehingga masyarakat yang telah mengunakan lahan tersebut bisa mengembalikan lagi kepada negara.

“Kami hanya minta tanah milik negara, makanya PL lahan milik warga diukur, agar nantinya yang mana hak warga tidak terganggu,” tegas Rudi.

Dijelaskan Rudi, jalan tersebut akan dibagi menjadi dua jalur, dengan masing-masih jalur memiliki dua lajur. Rencana itu harus segera direalisasikan mengingat kawasan Bengkong yang memang butuh pelebaran dan perbaikan jalan. Apalagi arus tersebut sangar padat.

“Untuk luas jalan akan sama lebar, yang beda itu pedistrian tergantung row jalan,” imbuh Rudi.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yumasnur mengatakan row jalan yang ada antara Simpang Kuda Seipanas dan Bengkongseken berbeda. Dimana row jalan berkisar antara 30 dan 20 meter.

“Beda, dekat Bengkongseken row jalannya 30, tapi didepan SMP 6 row jalannya hanya 20. Dan saat ini masih dalam tahap pengukuran,’ ujar Yumasnur mengakhiri. (she)

Pemko Batam sangat Berharap Kran Impor Beras Dibuka

0
Seorang pekerja toko sembako Multi Sukses dipasar Mega Legenda mengangkat karung beras saak akan disusun , Rabu (7/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih berharap Kementrian memberi izin dibukanya kran impor beras khusus untuk Batam. Selain lebih dekat dengan negara pengimpor, Batam juga bukan termasuk sebagai daerah penghasil, seperti beras.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan harapan itu masih disampaikan melalui publikasi dan informasi kepada komisi 6 DPRD RI. Dimana, pada bulan Februari saja Batam kekurangan 5017ton beras.

“Surat memang belum, namun secara publikasi dan informasi sudah kami sampaikan, jika Batam kekurangan stok beras,” terang Amsakar, Sabtu (24/2).

Beberapa waktu lalu Kementrian juga telah membuka keran impor di pusat dengan mengimpor 500 ribu ton lebih beras. Selain berharap dapat bantuan pasokan beras, ia juga masih berharap Kementrian bisa mendukung untuk keran impor khusus Batam.

“Kami juga berharap dapat bahagian dari impor itu untuk mengatasi kekurangan beras di Batam. Namun dilain hal kami masih berharap dapat izin khusus impor untuk lokal Batam,” tegas Amsakar.

Dilain sisi, ia meminta agar distributor beras mencari jalan atau alternatif lain untuk mengatasi kekurangan stok beras di Batam. Sembari menunggu izin impor yang nantinya diharapkan bisa diberikan Kementrian.

“Untuk bulog sangat mungkin untuk importasi beras. Namun, sampai saat ini saya belum berkomunikasi dengan pimpinan Bulog yang baru. Insyallah Selasa depan akan ada pertemuan,” jelas Amsakar.

Menurut dia, keran impor khusus Batam dirasa menjadi jalan terbaik untuk mengatasi kekurangan beras yang mungkin akan terjadi lagi dikemudian hari. Apalagi Batam berada di jalur yang dekat dengan negara pengimpor.

“Jadi beras itu bisa langsung masuk Batam, tanpa harus ke pusat lagi. Tapi terserah kebijakan pusat. Itu hanya semata-mata pertimbangan dari kami disini,” pungkas Amsakar. (she)

Malaysia Coba Adopsi Festival Jong

0
Sejumlah peserta saat melepas sampan jong miliknya saat mengikuti lombang jong di Pantai Mak Dare Nongsa, Sabtu (24/2). Lomba jong tersebut diikuti oleh peserta selain dari Batam juga dikuti oleh daerah lainnnya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Malaysia mencoba mengadopsi festival Jong yang diadakan sekali dalam setahun di Kampung Melayu, Batubesar. Bukti kesungguhan pihak Malaysia untuk mengadobsi olahraga tradisional ini, dengan mengirim utusan setara jabatan Camat, untuk melihat langsung kemeriahan Festival Jong di Nongsa.

Selain itu, pihak Malaysia juga meminta panitia Festival Jong mengajari mereka cara bermain sampan Jong.

“Ada satu, sekelas camat dari Desaru Pangerang, Johor, Malaysia ikut lomba Jong ini. Mereka turunkan dua Jong kecil saja, selain itu mereka juga mau belajar (permainan jong,red),” kata Ketua Panitia Festival Jong, Alwi, Sabtu (24/2).

Alwi mengatakan perwakilan Malaysia itu menuturkan ke dirinya, akan membuat even tradisional Jong ini di April tahun ini di Johor. Oleh sebab itu, pihak Malaysia meminta segala informasi tentang Jong ke Panitia Festival Jong. Tak sampai disitu saja, panitia Festival Jong juga akan diundang ke Malaysia.
“Mereka mau tau seluk beluk penilaian, caranya, nanti kami akan diundang,” ungkap Alwi.

Terkait dengan even Jong yang digelar April ini, Alwi menuturkan pihak Malaysia tak membebankan satu rupiahpun biaya, untuk panitia Festival Jong yang akan berangkat ke sana. “Masalah biaya mereka yang tanggung. Mereka (pihak Malaysia,red) tidak memiliki pengetahuan teknis sistim nilai. Makanya pakai kita (panitia Festival Jong Kampung Melayu,red). Lalu juga meminta peserta yang hadir di sini, ke ikut even Jong di Malaysia,” tutur Alwi.

Tak hanya sampai disitu saja, Alwi menuturkan pihak Malaysia berusaha mematenkan kebudayaan jong ini. Alwi mengatakan bila pihak Malaysia mematenkan atas nama bangsa Melayu, ia tidak terlalu mempermasalahkan. “Tapi kalau negeranya (Malaysia,red) mau patenkan, saya akan marah,” ujarnya.

Terkait mematenkan budaya Jong ini, Alwi menuturkan sudah mendorong pemerintah sejak zaman Walikota Ahmad Dahlan. Tapi hingga kini, kebudayaan sampan Jong masih belum dipatenkan.

Sejak 16 tahun lalu, masyarakat Kampung Melayu dan sekitarnya tetap memelihara budaya Jong ini. Tak pernah satu tahunpun absen, Fetival Jong ini mereka gelar. “Walau dulunya kami adakan dengan dana seadanya, dari pengajuan proposal ke perusahaan-perusahaan dan dana pribadi. Dan baru tiga tahun ini, pemerintah daerah menganggarkan festival jong ini,” tuturnya.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap Festival Jong ini semakin besar. Sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan asing saat berada di Batam. “Kami tidak pernah lelah melestarikan budaya jong ini,” ucapnya.

Terkait hak paten Jong, anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho mengatakan harusnya pemerintah secepatnya mematenkan hal ini. “Jangan tunggu lama, atau tunggu negara lain patenkan kebudayaan kita,” ujarnya.

Ia menuturkan festival Jong ini, adalah permainan rakyat yang dapat menarik wisatawan asing. Dan ia yakin, festival jong ini dapat dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan asing.

Kabid Olahraga Diaspora Batam Asrin mengatakan pemerintah daerah sangat menyokong kegiatan Festival Jong. Kegiatan ini, kata Asrin disokong agar mampu meningkatkan potensi pariwisata di Batam. “Peserta dari tahun ke tahun terus naik,” tuturnya.

Terkait Malaysia ingin mengadopsi even ini, Asrin mengatakan walikota Batam sudah memberikan sinyal akan mendukung penuh Festival ini. Sehingga festival sampan Jong ini bisa terus di gelar dari tahun ke tahun.

Festival Sampan Jong di Nongsa, Sabtu (24/2) sudah memasuki babak penyisihan untuk semifinal. Dan direncankan, Minggu (25/2) babak final untuk seluruh kategori akan dilaksanakan. (ska)

Sridevi Kapoor Meninggal

0

batampos.co.id – Aktris senior Bollywood, Sridevi Kapoor meninggal dunia saat menghadiri sebuah pernikahan keluarga. Dirinya sudah muncul di layar perfileman sejak usia empat tahun, berperan dalam film-film berbagai bahasa seperti Tamil, Malaylam, Kannada, dan India.

Sridevi termasuk sebagai salah satu superstar India yang mampu membuktikan kesuksesannya di dunia box office dengan kerja kerasnya sendiri sebagai aktris yang sukses. Suami Sridevi, Boney Kapoor dan anak perempuannya Kushi bersamanya kala itu seperti dilansir BBC, Minggu, (25/2/2018).

Ia tutup usia di usia 54 tahun karena serangan jantung.

Aktris yang memulai debut pertamanya di dunia akting Bollywood pada tahun 1978 ini berhasil menjadi jajaran bintang sukses di India. Selama lima dekade, ia tercatat telah membintangi lebih dari 150 judul film.

Film-film Bollywood klasik seperti Mr. India, Chandni, ChaalBaaz, dan Sadma telah berhasil ia bintangi. Sebagai salah satu aktris serba bisa, ia memutuskan untuk beristirahat dari industri fim setelah film Judaai rilis pada 1997 lalu.

Sridevi kembali ke industri perfilman pada tahun 2012 dengan membintangi film English Vinglish.

Pada 2013 lalu, Pemerintah India memberikan penghargaan kehormatan sipil tertinggi keempat kepada Sridevi atas prestasi-prestasinya yang telah berkontribusi dalam dunia perfileman selama 50 tahun.

Banyak artis Bollywood yang mengungkapkan bela sungkawa atas meninggalnya aktris senior, Sridevi. Melalui akun media sosial Twitter akun @ArjunArtist @RajeevMasand @WajahatAli juga memberi ucapan bela sungkawa mereka.

(BBC/trz/JPC)

Ayu Manfaatkan Medsos untuk Cari Pelanggan, Cukup 3 Pelanggan dalam Sehari Rp 5 Juta Ia Kantungi

0

batampos.co.id – Ini kisah tentang bisnis lendir alias esek-esek.

Pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Cirebon, tentu diimbangi dengan gaya hidup masyarakatnya. Imbasnya tempat hiburan malam pun kini tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Begitu juga bisnis esek-esek.

Namun yang menarik, bisnis lendir itu tidak lagi konvensional karena para pelaku bisnisnya sudah memanfaatkan kemajuan teknologi guna menarik calon konsumennya.

Tanpa malu-malu, lewat media internet yang bisa dikendalikan lewat smartphone, mereka secara terang-terangan menawarkan untuk berkencan lengkap dengan tarif per jamnya.

Dari penelusuran Pojokjabar (JawaPos Group) tarif per jamnya dimulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Komunikasi pun berlanjut dengan melalui WhatsApp (WA). Tujuannya untuk menentukan lokasi berkencan, ada beberapa tempat pilihan seperti hotel maupun tempat kosan.

Menurut pengakuan Ayu (bukan nama sebenarnya) dirinya selalu memanfaatkan media sosial untuk mencari pelanggan karena lebih mudah dan menguntungkan karena tak harus memakai jasa germo.

Selain itu, wanita yang masih berusia 19 tahun ini merasa lebih aman aktif di media sosial ketimbang mangkal di tempat hiburan malam.

“Kalau mencari pelanggan pakai media sosial kalau udah sepakat deal baru kita bertukar nomer WA,” kata Ayu yang juga berstatus seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Cirebon.

Ayu juga mengaku, dalam sehari dirinya membatasi jadwal berkencan hanya tiga pelanggan saja. Alasanya takut bentrok dengan jadwal kuliah. Perempuan berkulit putih ini memasang tarif Rp 1 juta per jamnya. Jadi dalam sehari Ayu mampu mengumpulkan uang hingga Rp 5 juta sudah termasuk uang tips. Jika ‘pelayanannya’ dianggap memuaskan pelangan.

“Saya sehari cuma tiga pelangan, nggak lebih, kalau mereka puas biasanya bayarnya ngasih lebih, termasuk uang servis,” tutur Ayu tanpa malu-malu.

ilustrasi

Ayu beralasan menjalani bisnis esek-esek ini lantaran butuh untuk membiayai kuliah serta pendidikan kedua adiknya. Bisnis ini sudah di jalaninya sejak setahun silam saat kedua orang tuanya bercerai.

Untuk menjaga keamanan agar tidak diketahui oleh orang lain, Ayu biasanya memilih pelanggan yang sudah berumur dan tidak pernah mau bila diajak kencan dengan umur yang sebayanya.

“Yah nikmati aja, saya kan butuh buat kuliah, sekolah adik, makan sehari-hari, kalau nggak gini cari di mana. Rasa takut ketahuan pasti ada, makanya saya milih-milih pelanggan, kalau umurnya sebaya sama saya, langsung saya tolak, saya carinya yang berumur karena nggak bakalan cerita ke mana-mana,” paparnya.

Belakangan ini, Ayu mengaku agak sulit mencari pelanggan karena banyak pendatang baru dan bersaing harga. Tidak hanya dari kalangan mahasiswi. Tapi juga anak SMA. Untuk itu, dia selalu berusaha memuaskan pelanggannya agar tidak lari ke pendatang baru.

“Sekarang kan mahasiswi sudah banyak. Belum persaingan dengan pendatang baru yang masih pada ABG, tarif juga lebih murah. Tapi kalau pelanggan udah puas ama kita, nggak bakal lari,” pungkasnya. (dms/jpg/ce1/JPC)

Sabu 1,6 Ton dan 4 Tersangka Dikirim ke Jakarta

0
Pasukan Brimob Polda Kepri mengawal para tersangka yang membawa sabu 1,6 ton saat ekspos di Pelabuhan Logistik Sekupang, Jumat (23/2). Ekpos pengungkapan narkoba langsung oleh Mentri Keuangan Sri Mulyani bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian dan sejumlah Muspida. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Empat tersangka penyelundupan narkotika asal Cina, dengan barang bukti 1,6 ton sabu dibawa Bareskrim Mabes Polri ke Jakarta, Sabtu (24/2) pukul 08.55 dengan menggunakan pesawat Garuda. “Benar, dibawa semua ke sana,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Sabtu (24/2).

Ia mengatakan para tersangka dan barang bukti ini dibawa ke Bareskrim Mabes Polri, guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Karena disebut-sebut, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pemesan dari pemilik sabu ini.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto, mengatakan tidak hanya sabu dan empat orang ini saja yang dipindahkan. Kapal pembawa sabu juga telah dipindahkan pihak kepolisian dari Gudang Logistik, Sekupang, menuju ke Pelabuhan PT Citra Shipyard, Sagulung. “Karena kapal ini sudah tidak bisa bergerak lagi, kapal ini ditarik oleh Kapal Bea Cukai,” ucapnya.

Proses perpindahan Chen Mai Seng,68, Yao Yunfa,63, Chen Hui,42 dan Chen Yi,32 ini, kata Yani, dijaga ketat pihak kepolisian. Ada sebanyak 68 personel gabungan dari Polda Kepri dan Bareskrim Mabes Polri diturunkan.

Pengiriman keempat orang ini tidak dilakukan dalam satu tahap. Chen Mai Seng dan Yao Yunfa dipindahkan dari Mapolda Kepri ke Hang Nadim pukul 05.15. Sedangkan Chen Hui dan Chen Yi dipindahkan pada pukul 06.00. Lalu kapal pembawa sabu itu dipindahkan puku 12.15 WIB.(ska)

Program Padat Karya, Targetkan Serap 70 Ribu Pekerja

0

batampos.co.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meluncurkan program padat karya di lingkungan Dirjen Perhubungan Udara Sabtu (24/2). Program padat karya yang diintruksikan Presiden Joko Widodo untuk seluruh proyek yang didanai APBN tersebut diprediksi akan menyerap 70 ribu pekerja. Jumlah tersebuh hanya di lingkungan perhubungan saja.

Program padat karya di lingkungan Dirjen Perhubungan Udara diluncurkan di Bandara Budiarto, Curug Banten. Di tempat tersebut direncanakan akan memberikan pekerjaan untuk 100 orang yang semuanya merupakan masyarakat Curug. “Ada lima kelurahan,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso kemarin.

Seratus orang tersebut bekerja di luar area bandara. Mereka bertugas untuk membersihkan saluran gorong-gorong. Mereka mendapat upah sebesar UMR Banten, Rp 2,4 juta. “Rencana akan dipekerjakan delapan bulan,” ungkap Agus.

Dengan cara ini diharapkan ada saling mengisi antara masyarakat dan pegawai bandara. Yang tidak bisa dikerjakan pegawai bandara, bisa dikerjakan masyarakat. Di sisi lain, dengan cara ini diharapkan akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Pekerjaan yang diberikan tentu yang bisa dikerjakan semua orang,” tutur Agus. Selain itu pekerjaan di luar bandara tidak membahayakan masyarakat yang notabene awam terhadap keamanan transportasi udara.

Program padat karya rencananya akan diselenggarakan di seluruh Indonesia. Untuk Dirjen Hubungan Udara akan dilakukan di 153 bandara.”Di Papua contohnya, bisa menyerap 2600 pekerja,” ucapnya.

Durasi bekerja pun berbeda antara satu bandara dengan yang lainnya. Namun batasannya antara enam hingga delapan bulan.

Untuk anggaran padat karya di lingkungan Perhubungan Udara cukup besar. Yakni mencapai Rp 300 miliar.

“Perhubungan Udara hanya seperempat dari seluruh anggaran padat karya di Kemenhub,” tuturnya.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan jika jumlah pekerja dari program padat karya di lingkungan Kemenhub bisa mencapai lebih dari 70 ribu orang. Kedepan jumlahnya pun bisa akan bertambah. Seiring dengan rencana anggaran padat karya yang juga akan ditambah.

”Bisa ditambah hingga Rp 3 triliun,” ujarnya.

Dia juga berencana masyarakat yang ikut program padat karya tidak hanya berstatus supporting saja. Namun kedepan bisa tetap.

”Nanti ngecat pesawat atau kapal,” tutur Budi.

Program padat karya ini menurutnya merupakan program pemberian bantuan yang mendidik. Jika sebelumnya bantuan hanya disalurkan dengan bantuan langsung tunai (BLT), kali ini mereka diminta bekerja kemudian mendapatkan upah. (lyn/jpg)

Cek Kapal Win Long, Bareskrim Tambah Dua Anjing Pelacak

0

batampos.co.id – Sehari sudah Kapal Win Long asal Taiwan digeledah oleh pihak kepolisian. Namun hingga Sabtu (24/2), barang bukti sabu belum jua ditemukan. Walau begitu pihak kepolisian masih tetap melakukan pencarian.

“Lagi sedang bekerja,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Sabtu (24/2).
Ia mengatakan Tim Satgassus Mabes Polri juga masih melakukan pendalaman penyelidikan. Awak kapal tersebut juga telah diminta keterangan.

“Nanti akan dikabarkan,” ucapnya.

Hal yang senada diucapkan oleh Direktur Ditresnakroba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto. Saat dihubungi Batam Pos, ia mengaku belum menemukan sabu yang dimaksud.

“Masih belum, sedang kami bongkar,” ujarnya.

Ia menuturkan pihaknya masih melakukan pembongkaran terhadap umpan ikan di kapal tersebut. Umpan ikan yang berada di kapal tersebut berjumlah 5 ribu kotak.
Walaupun anjing pelacak sudah dikerahkan, ia mengatakan sabu-sabu tersebut belum ditemukan juga. Saat ini polisi mengerahkan satu anjing pelacak saja. “Saya kabarin kalau ditemukan,” katanya singkat.

Sementara itu, Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menuturkan, sejak diamankan Kamis sore (23/2), petugas masih berupaya mencari sabu yang diprediksi mencapai 3 ton tersebut. Hampir semua ruang di kapal diobrak-abrik untuk mencari barang haram ini. ”Saat ini pencarian sudah mengkerucut,” ujar pengungkap kasus penyelundupan 1,6 ton sabu sehari sebelumnya.

Setidaknya ada dua hal yang dilakukan dalam pencarian tahap akhir ini. Yakni, mencari di dalam frezzer atau ruang pendingin kapan, serta meneliti barang bawaan kapal. Menurutnya, ruang frezzer ini cukup luas dan potensial menjadi tempat menyembunyikan sabu.

”Bisa jadi ada ruang khusus dan semacamnya,” jelasnya.

Untuk barang bawaan kapal, lanjutnya, satu per satu barang diteliti. Barang yang jumlahnya ratusan itu dibuka semua, untuk mengetahui isinya. Bahkan, Polri dibantu Ditjen Bea Cukai menggunakan K9 atau anjing pelacak narkotika untuk menemukan barang tersebut.

”Semua dikerahkan maksimal,” tegas jenderal berbintang satu tersebut.

Petugas tidak hanya fokus dalam mencari barang haram di kapal. Namun, sebagai upaya pencegahan terkait kemungkinan barang telah berpindah kapal. Maka, semua jajaran Dir Narkoba se-Sumatera diperintahkan untuk mendeteksi keberadaan kapal yang mencurigakan. ”Semua Dirnarkoba yang memiliki wilayah Utara pantai Sumatera harus melakukan pencarian,” jelasnya.

Setidaknya ada tujuh Polda yang harus mencari, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jambi, dan Sumatera Barat. ”Semua wilayah di Utara Pantai Sumatera disisir,” paparnya.

Menurutnya, tidak hanya Polda, Direktorat Polisi Air (Dirpolair) di setiap wilayah dibantu Ditjen Bea Cukai juga bergerak. Semua jalur rawan penyelundupan narkotika harus diteliti. ”Bila ada kapal mencurigakan, awak dan muatan kapal harus diperiksa,” terangnya.

Upaya ini juga dilakukan terus menerus untuk mencegah adanya kapal pembawa sabu yang lolos masuh ke Indonesia. ”Bisa menjadi antisipasi adanya sindikat internasional memakai kapal nelayan,” jelasnya.

Eko Daniyanto mengatakan pihaknya akan menambah dua ekor anjing pelacak lagi untuk memaksimalkan pencarian sabu. Khususnya di palka kapal. Selain itu, Bareskrim berencana mendatangkan penyelam untuk memeriksa bagian bawah kapal dan ahli teknik pembuatan kapal untuk cek kondisi bangunan kapal.

Pantauan di lapangan, aparat gabungan dari BC dan Polri, pada Sabtu (24/2), mulai pukul 13.00 WIB kembali melakukan pembongkaran muatan dari kapal Ikan Win Long BH2998 asal Taiwan yang ditangkap kapal patroli BC 20005. Kapal itu diduga membawa muatan narkotika jenis sabu.

Sejak pukul 13.00 WIB sampai sampai dengan pukul 17.00 WIB truk secara bergantian keluar dan masuk mengangkut muatan dari salah satu pelabuhan Ketapang Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun. Hanya saja muatan yang dipindahkan dari kapal inkan Win Long BH 2998 ke dalam truk untuk dipindahkan ke gudang freezer milik Abun bentuknya tidak lagi dikemas di dalam karung.

Tetapi sudah dalam bentuk kotak-kotak yang berisi ikan beku yang biasa dijadikan untuk umpan ikan. Satu truk rata-rata muatannya mencapai 204 sampai dengan 224 kotak. Di kotak tertulis Shin Her Fa Frozen Co Ltd. Masing-masing kotak beratnya diperkirakan mencapai 5 sampai 10 kg. Jumlah umpan ikan ini banyaknya mencapai 5 ribu kotak.

Pembongkaran muatan dari dalam kapal ikan asal Taiwan ini dengan tujuan untuk mengeluarkan semua muatan dari dalam kapal. Setelah itu baru melakukan pencarian di bagian bawah kapal yang diduga menjadi tempat penyimpanan sabu. (san)