batampos.co.id – Kebakaran hebat yang melanda bukit Mangsang Kebun, Kelurahan Mangsang Seibeduk yang terjadi selama dua hari akhirnya bisa dipadamkan, Kamis (22/30 sekitar pukul 18.00 WIB.
Butuh waktu 32 jam petugas pemadam kebakaran dan warga setempat untuk menjinakkan api yang melalap sekitar lima hektar di lokasi tersebut sejak Rabu (21/3) lalu.
Ketua RW 03, Sadi mengatakan kebakaran berhasil dipadamkan oleh tim pemadam dibantu warga dengan cara menyemprotkan air menggunakan selang sepanjang 700 meter. Air yang digunakan pun dari kolam milik warga setempat.
“Warga bantu narik selang agar bisa naik ke atas bukit,” ujar Sadi kepada Batam Pos, Jumat (23/3).
Dia mengatakan yang melanda di hutan lindung itu cukup sulit dipadamkan. Mengingat lokasi dan medan kebakaran yang cukup sulit. Warga setempat pun sempat memadamkan api dengan dedaunan. Namun karena kondisi cuaca yang cukup panas yang disertai angin kencang, kebakaran pun kian meluas dan hampir menyentuh pemukiman warga.
“Kami semua kalangan kabut. Takut api menjalar ke rumah warga,” katanya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi sejak Rabu (21/3) sekitar pukul 10.00 wib. Warga setempat tidak mengetahui dari mana asal api. Namun mereka menduga hutan sengaja dibakar oleh oknum masyarakat yang ingin menggunakannya sebagai lahan pertanian. “Kami semua tak tahu. Api tiba-tiba saja muncul,” kata Maryono, warga setempat.
Dia pun menyesalkan kejadian itu. Menurutnya, hutan lindung di sekitar itu memang rawan terjadi kebakaran. Banyak oknum masyarakat yang sengaja membakar hutan itu untuk lahan pertanian.
“Setiap bulan pasti ada, tapi paling besar hari ini,” ucapnya.
Akibat kejadian itu, aktivitas warga rumah liar bukit Mangsang Kebun cukup terganggu. Banyak warga yang tidak berani meninggalkan rumah, lantaran api yang semakin membesar.
“Saya sudah imbau tadi. Jangan dulu tinggalkan rumah mereka,” jelasnya. (une)
batampos.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan (Rakornaspar) I tahun 2018, bertema ‘Digital Destination & Nomadic Tourism’, bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kamis malam (22/3/2018).
Rakornas berlangsung selama dua hari (22-23/3) dan diharapkan dapat menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Diantaranya komitmen Pemerintah Daerah dalam mengembangkan destinasi digital dengan target 100 pasar digital di 34 provinsi; dukungan regulasi terhadap pengembangan 10 nomadic tourism (glamp camp, home pod, dan caravan) serta dukungan regulasi aksesibilitas untuk sea plane.
Menpar Arief Yahya saat memberikan pemaparan menyatakan bahwa pengembangan nomadic tourism sangat relevan dengan situasi terkini dimana para wisatawan yang jumlahnya kebanyakan anak muda sangat menyukai aktivitas berpetualang dan mengeksplorasi sebuah tempat baru. Artinya, unsur atraksi sudah tersedia di daerah tersebut. Dengan adanya nomadic tourism berarti menyelesaikan masalah mengenai amenitas dan aksesibilitas.
“Bali merupakan wilayah yang tepat untuk bisa menjadi percontohan bagi pengembangan nomadic tourism. Karakter wilayahnya yang banyak didatangi anak muda yang suka bertualang serta kemudahan akses yang dimiliki menjadi hal penting yang mendukung pengembangan nomadic tourism,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk nomadic tourism pada Rakornas akan fokus membahas pada nomadic aksesibilitas dan nomadic amenitas berikut atraksinya yang dapat mendorong para pelaku industri pariwisata mau mengembangkan bisnis ini, terutama untuk amenitas dan aksesibiltasnya.
“Kalau kita melakukan pencarian di website, nomadic tourism yang banyak di kunjungi di Bali adalah Candi. Secara global, pelaku nomadic tourism bisa mencapai 45 juta wisatawan. Ini merupakan peluang besar bagi pengembangan nomadic tourism, Bali merupakan wilayah yang memiliki salah satu syarat itu.
Dilanjutkannya, pengembangan nomadic tourism tidak mahal dan bisa berpindah sesuai destinasi sasaran. Kalau kita lihat, banyak sekali daerah yang akomodasi dan aksesnya sulit. Dengan nomadic tourism, permasalahan diharapkan akan selesai.
“Kami cukup percaya diri bahwa pengembangan nomadic tourism akan berhasil”, tandasnya.
Menpar Arief Yahya melanjutkan, pada masa ini, sekitar 70% orang menghabiskan banyak waktu untuk bersosial media maupun mencari informasi secara digital. Segala aktivitas pun di-upload di media sosial. Hal inilah yang menjadi kunci pengembangan destinasi instragamable yang dilakukan Kemenpar.
Rakornas Kemenpar I 2018 diikuti 532 peserta terdiri atas pejabat di lingkungan Kemenpar, tim ViWI 2018, Bupati/Walikota, dinas pariwisata, asosiasi, co-branding, kementerian dan lembaga, serta GenPi dan Juragan Pasar. (*)
Kepala Puslitbang LKKMO Muhammad Zain (batik) dan Ketua STAI Natuna Kartubi saat penandatanganan MoU tentang penulisan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Natuna, di Kampus STAI, Kamis (22/3) malam. F. Aulia Rahman/batampos.
batampos.co.id – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menjalin kerja sama dengan Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Mereka akan menulis Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Natuna.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di kampus STAI, Kamis (22/3) malam oleh Kepala Puslitbang LKKMO Muhammad Zain dan Ketua STAI Natuna Kartubi.
Sejalan dengan itu dilakukan kuliah umum yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Natuna, Suherman, Ketua MUI Kabupaten Natuna, Mustafa Sis, Perwakilan dari Kemenag Kabupaten Natuna, dan segenap Dosen dan Mahasiswa STAI Natuna.
Kepala Puslitbang LKKMO Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Dr. Muhammad Zain, M.Ag, dalam sambutannya sekaligus menyampaikan kuliah umum, mengungkapkan kegembiraannya telah sampai di Natuna, pulau yang amat jauh ini. Dan berbatasan laut dengan beberapa Negara, seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, Tiongkok dan lain sebagainya.
Menurut Dr. Muhammad Zain, Khazanah keagamaan adalah sebagai suatu kajian untuk mempertahankan dan menguatkan budaya dan sejarah Islam yang moderat yang berkembang di Natuna. Sejarah masuknya Islam di Nusantara itu dengan jalan damai, meskipun ada berita tentang peperangan namun itu sangat sedikit.
Berbeda dengan Islam yang masuk ke Spanyol (Andalusia) misalnya, Islam masuk dengan peperangan dan politik, sehingga ketika akhirnya Islam tidak lagi berkuasa di Spanyol, peninggalan-peninggalan kejayaan Islam di Spanyol seperti masjid Cordoba kini hanya dijadikan Museum.
“Oleh karenanya Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai, menjadikan Islam di Indonesia Islam yang moderat. Nilai moderasi agama tengah menjadi perhatian kementerian agama, hal ini juga dapat digali dari warisan sejarah sosial dan khazanah keagamaan di Natuna,” ungkap Muhammad Zain.
Bahkan menurutnya, keberadaan STAI Natuna ini adalah sebagai benteng bagi NKRI, karena sebuah perguruan Tinggi adalah sebagai modal untuk kemajuan bangsa dan Agama. Pendidikan dapat merubah nasib seseorang yang biasa menjadi luar biasa. Oleh karena itu, bagi kampus harus dapat mengembangkan fasilitas Informasi dan Teknologi (IT) agar mahasiswa dapat mengakses jendela dunia, melalui internet, apalagi bagi generasi millenial yang ciri khasnya adalah multitasking (serba bisa/mampu,red).
“Terutama dalam hal teknologi informasi, anak muda sekarang lebih mementingkan handphone-nya dari banyak hal. Kalau mahasiswa pada zaman nya dulu, pergi ke kampus mencari dosen, mahasiswa sekarang ke kampus mencari signal,” ujar Muhammad Zain.
Dikatakannya, Kampus STAI Natuna dimasa sekarang harus mengembangkan fasilitas ilmu teknologinya, untuk menarik minat dan mengembangkan kemampuan mahasiswanya.
Terkait dengan kegiatan penulisan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Natuna, menurut Muhammad Zain, penulisan sejarah Islam di Natuna untuk membuktikan bahwa akar masuknya Islam dengan cara-cara moderat.
“Contohnya sebagaimana masuknya Islam di Bali dan juga ketika era kerajaan Majapahit semua dilakukan dengan jalan damai,” sambung Zain.
Menurutnya mengetahui sejarah masa lalu adalah dalam rangka melangkah jauh ke masa depan, seperti anak panah, semakin anak panah ditarik mundur ke belakang maka anak panah itu akan semakin melesat jauh ke depan. Maka mempelajari sejarah masa silam akan berguna untuk melangkah jauh ke masa depan.
Dikatakan Zain, selain menggali sejarah dari manuskrip-manuskrip dan artefak-artefak kuno, perlu juga dikembangkan penulisan forklore yaitu cerita-cerita rakyat, yang dapat dihimpun kemudian diseleksi dari sekian banyak forklore dipilih cerita rakyat yang penuh dengan nuansa agama dan yang dapat membangun karakter bangsa, untuk kemudian dapat dijadikan cerita atau dongeng-dongen kepada anak-anak.
Sementara dalam sambutan Ketua STAI Natuna, Kartubi, menyampaikan rasa kegembiraannya atas kerjasama yang telah diagendakan sejak lama, dan alhamdulillah sekarang bisa terealisasikan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Puslitbang LKKMO, dalam kegiatan penulisan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Natuna ini, terutama kepada Dr. Muhammad Zain, M.Ag. yang akhirnya bisa sampai di Pulau yang katanya kecil ini, Pulau Natuna,” ucap Kartubi.(arn)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat kuliah umum di Gedung AAC, Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (5/1). foto: ISHAK MUTIARA/RAKYAT ACEH
batampos.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta elite politik tidak terjangkit paranoia maupun kekhawatiran berlebihan dalam menanggapi pemberitaan utang. Dia menilai perhatian politisi dan beberapa ekonom mengenai kondisi utang sungguh luar biasa.
“Dikatakan luar biasa karenakan isu ini dibuat dan diperdebatkan seolah-olah Indonesia sudah dalam kondisi krisis utang sehingga masyarakat melalui media sosial juga ikut terpengaruh dan sibuk membicarakannya,” terangnya dalam keterangan yang diterima JawaPos.com di Jakarta, Jum’at (23/3).
Sri Mulyani mengatakan terkait utang, para stakeholder perlu mendudukkan masalah agar masyarakat dan elite politik tidak terjangkit paranoia maupun kekhawatiran berlebihan yang menyebabkan kondisi masyarakat menjadi tidak produktif.
Ilustrasi mata uang rupiah dan USD
Ilustrasi mata uang rupiah dan USD (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)
“Perhatian elite politik, ekonom dan masyarakat terhadap utang tentu sangat berguna bagi Menteri Keuangan selaku Pengelola Keuangan Negara untuk terus menjaga kewaspadaan agar apa yang dikhawatirkan yaitu terjadinya krisis utang tidak menjadi kenyataan,” jelasnya.
Namun, bila sorotan masalah utang adalah untuk membuat masyarakat resah, ketakutan dan menjadi panik, serta untuk kepentingan politik tertentu, maka upaya politik destruktif seperti ini sungguh tidak sesuai dengan semangat demokrasi yang baik dan membangun.
“Mari kita mendudukkan masalah utang dalam konteks seluruh kebijakan ekonomi dan keuangan negara karena utang adalah salah satu instrumen kebijakan dalam pengelolaan keuangan negara dan perekonomian,” ujarnya.
Sri Mulyani menegaskan utang bukan merupakan tujuan dan bukan pula satu-satunya instrumen kebijakan dalam mengelola perekonomian. Dikatakan bahwa dalam konteks keuangan negara dan neraca keuangan Pemerintah banyak komponen lain selain utang yang harus juga diperhatikan.
“Dengan demikian kita melihat masalah dengan lengkap dan proporsional. Misalnya sisi aset yang merupakan akumulasi hasil dari hasil belanja Pemerintah pada masa-masa sebelumnya,” ungkapnya.
Diungkapkan bahwa nilai aset tahun 2016 (audit BPK) mencapai Rp 5.456,88 triliun. Nilai ini belum termasuk nilai revaluasi yang tengah dilakukan.
“Nilai ini masih belum termasuk nilai hasil revaluasi yang saat ini masih dalam proses pelaksanaan untuk menunjukkan nilai aktual dari berbagai aset negara mulai dari tanah, gedung, jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan lainnya,” terangnya.
Hasil revaluasi aset tahun 2017 sekitar 40 persen terhadap aset negara menunjukkan bahwa nilai aktual aset negara telah meningkat sangat signifikan sebesar 239 persen dari Rp 781 triliun menjadi Rp 2.648 triliun, atau kenaikan sebesar Rp 1.867 triliun.
“Tentu nilai ini masih akan diaudit oleh BPK untuk tahun laporan 2017. Kenaikan kekayaan negara tersebut harus dilihat sebagai pelengkap dalam melihat masalah utang karena kekayaan negara merupakan pemupukan aset setiap tahun termasuk yang berasal dari utang,” tuturnya.
batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Terpilih Isdianto disambut hangat oleh para pendukungnya begitu menginjakan kakinya di Batam, sekembali dari dari Jakarta, Jumat (23/3) di Bandara Internantional Hang Nadim Batam. Isdianto yang didampingi oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, tak hentinya mengumbar senyum.
Mulai dari eskalator di ruang tunggu kedatangan, hingga di depan terminal kedatangan. Raut bahagia, terpancar dari wajahnya yang terlihat letih itu.
“Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian panjang, sekian lama, akhirnya di ridhoi Allah (jadi Wakil Gubernur Kepri,red),” kata Isdianto sembari tersenyum, Jumat (23/3).
Terpilihnya Isdianto menjadi Wakil Gubernur Kepri terpilih, katanya tidak terlepas dari doa seluruh rakyat Kepri. Ia mengatakan selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri nanti, dirinya akan memberikan yang terbaik. Demi pembangunan Kepri yang lebih baik.
Saat ditanya tentang target khusus. Isdianto mengatakan dirinya tidak memiliki rencana atau target khusus. Karena posisinya sebagai Wakil Gubernur Kepri, akan mendukung kinerja, visi misi dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.
“Saya ini wakil gubernur, jadi menyokong gubernur,” ucapnya.
Bila tidak aral yang melintang, Isdianto akan dilantik oleh Presiden Jokowi, 27 Maret. “Insya Allah, 27 Marey Kepri sudah memiliki wakil gubernur,” tuturnuya.
Isdianto tidak langsung kembali ke Tanjungpinang. Ia mengatakan dirinya akan pergi ke rumah Soeryo Respationo.
“Habis ini langsung ke rumah Pak Soerya (Respationo, red),” ujarnya sembari berlalu.
Perjalanan Isdianto menjadi Wakil Gubernur Kepri cukup panjang. Namanya mencuat setelah rapat partai pengusung yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem dan Partai Gerindra, 27 Desember 2016. Dari rapat itu menetapkan dua nama Isdianto dan Agus Wibowo, sebagai calon wakil gubernur Kepri.
Wagub terpilih Isdianto bersalaman dengan warga yang menyambutnya di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (23/30. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Saat itu, Isdianto masih menjabat sebagai Kadispenda Provinsi Kepri. Nama Isdianto dan Agus Wibowo resmi dikirimkan ke DPRD Kepri, 24 Februari. Demi maju sebagai calon Wakil Gubernur Kepri, ia menanggalkan jabatannya sebagai Kadispenda Provinsi Kepri.
Setelah dua nama ini masuk ke DPRD Kepri, namun pemilihan tak kunjung jua terjadi. Pergelutan politik untuk penetapan Wakil Gubenur Kepri terus bergulir hingga akhir tahun. Walaupun di Oktober 2017 Agus Wibowo mengundurkan diri dari bursa calon Wakil Gubernur Kepri.
Walau menyisakan satu nama saja, yakni Isdianto. Tak memuluskan langkah Isdianto menjadi Wakil Gubernur Kepri. Pihak DPRD Kepri mengacu kepada, bahwa pemilihan Wakil Gubernur Kepri, haruslah menyeratkan dua calon. Karena bila hanya ada satu calon, akan melanggar aturan yang ada.
Titik terang terkait persoalan Wakil Gubernur Kepri, akhirnya mulai terlihat. Setelah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Soni Sumarsono menyebutkan berkas calon Wakil Gubernur Kepri, Isdianto sudah berada di meja presiden, 6 Maret lalu. Ia mengatakan pelantikan Isdianto menjadi Wagub Kepri hanya menunggu tandatangan dari Jokowi saja.
Proses pemilihan Wakil Gubernur Kepri, kata Soni sudah sesuai dengan apa yang diamanatkan Undang-Undang. Ia menilai Gubernur Kepri sudah melakukan langkah yang benar, dengan mengirimkan dua calonnya dari awal ke DPRD Kepri. Dan nama dua calon ini sudah masuk ke DRPD Kepri. Namun dalam perjalanannya, satu orang calon memilih mengundurkan diri. “Tapi toh, tetap Gubernur dari awal mengirim dua. Jadi sudah memenuhi syarat-syarat,” ungkapnya.
Selang tak berapa lama, Soni menyatakan tidak ada lagi permasalahan dalam proses pencalonan Wakil Gubernur. Isdianto di panggil Menteri Dalam Negeri memanggilnya untuk mempersiapkan pelantikannya, 27 Maret oleh Presiden Jokowi. (ska)
batampos.co.id – Suasana di pusat perbelanjaan Giant di Batuaji berbeda sepanjang hari kemarin, (Jumat, 23/3). Ribuan pengunjung yang didominasi kaum ibu-ibu berjubel baik di dalam ataupun di luar supermarket itu. Warga berbondong-bondong ke sana sebab supermarket itu menjual barang dengan separuh harga. Manajemen Giant membuka diskon hingga 50 persen untuk semua jenis barang yang ada di toko tersebut.
Penawaran harga yang cukup bersahabat itu disambut antusias warga di Batuaji dan Sagulung. Sejak pukul 08.00 WIB pusat perbelanjaan itu dibuka, ratusan warga langsung serbu. Berbagai perlengkapan rumah tangga hingga perlengkapan dapur diborong warga. Hingga pukul 10.00 WIB separuh barang yang ada dalam supermarket itu sudah ludes diborong pengunjung.
“Kami cukup kewalahan. Pukul 10.00 WIB harus susun lagi barang dari gudang. Banyak kali yang diborong orang-orang ini. Satu orang paling dikit belanja Rp 300 ribu,” ujar petugas di meja kasir nomor satu, kepada Batam Pos, kemarin.
Situasi yang ramai itu berlangsung sepanjang hari kemarin. Bahkan sampai pukul 16.00 WIB, pusat perbelanjaan itu terus ramai didatangi pengunjung. Saking banyaknya pengunjung petugas keamanan supermarket terpaksa menerapkan sistem antre untuk masuk ke dalam supermarket itu. Pengunjung yang masuk dibatasi sebab di dalam supermarket sudah berjubel ratusan orang.
“Bergantian ya Bu, nanti kalau ada yang keluar baru masuk kalian ya,” ujar Asman petuga keamanan di depan pintu masuk.
Sistem antre ini terpaksa diterapkan pihak keamanan supermarket untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Sebab kata petugas keamanan di sana siang kemarin sempat terjadi keributan di dalam supermarket itu.
“Ibu-ibu yang ribut tadi. Karena berebutan antrean di meja kasir. Tapi bisa kami amankan,” ujar Asman.
Warga memadati Giant Ekspres di Batuaji, Jumat (23/3). Giant Ekspres ini diskon 50 persen membuat warga berebut belanja. F Dalil Harahap/Batam Pos
Pantauan Batam Pos di lokasi supermarket itu, ratusan orang masih berjubel di dalam supermarket hingga pukul 16.00 WIB. Sebagian etalase barang sudah kosong sebab sudah ludes diborong pengunjung. Antrean panjang menuju meja kasir terlihat melingkar di seluruh ruangan supermarket itu. Empat meja kasir yang tersedia sepertinya tak mampu melayani lonjakan pengunjung itu. Pengunjung yang menunggu antrean rata-rata membawa satu hingga dua keranjang barang belanjaannya.
Andriani seorang pengunjung mengaku, rela berdesak-desakan dan antre hingga empat jam di meja kasir karena memang barang-barang yang diborongnya dari pusat perbelanjaan itu cukup murah.
“Separuh harga mas. Shampo botol (200 ml) ini misalkan biasanya Rp 30 ribu, ini hanya Rp 15 ribu. Banyak yang saya belanja. Lumayan buat stok untuk sebulan kedepan,” tutur wanita berkerudung itu.
Informasi lain yang didapat Batam Pos di lapangan, diskon besar-besaran yang dilakukan oleh manajemen Giant ini merupakan upaya pengosongan barang dari lokasi gedung. Itu karena Giant Batuaji akan tutup dan pindah ke Bengkong.
Warga memadati Giant Ekspres di Batuaji, Jumat (23/3). Giant Ekspres ini diskon 50 persen membuat warga berebut belanja. F Dalil Harahap/Batam Pos
“Cuci gudang ini, mau pindah ke (Giant) Bengkong,” tutur Amri, seorang petugas. (eja)
batampos.co.id – Gudang PT Duta Logistik Asia di Sagulung kebobolan, Selasa (20/3). Sebanyak 52 plat besi baja untuk mesin pembakaran arang bernilai Rp 200 juta lenyap dari lokasi perusahaan tersebut. Pelaku pencurian adalah Natanael Marbun karyawan perusahaan yang beraksi bersama Gozali dan Bt, dua rekannya.
Natael dan Gozali sudah diamankan Polsek Sagulung, Kamis (22/3) malam, sementara Bt masih buron.
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto menjelaskan, penangkapan dua pelaku itu merupakan tindak lanjut dari laporan pihak PT Duta Logistik Asia terkait aksi pembobolan itu. “Ada petunjuk jadi tak begitu lama kami selidiki. Kedua pelaku (yang sudah diamankan) kami tangkap di rumah mereka di Seilekop. Mereka tetanggaan,” ujar Hendrianto.
Dari keterangan kedua pelaku, sebelum beraksi mereka sudah merencanakan aksi pencurian itu. Otak pelaku pencurian adalah Natanael karena dia yang tahu persis keberadaan plat-plat besi dengan berat masing-masing 15 Kg itu.
Dengan menggunakan sepeda motor becak, ketiga pelaku memasuki kawasan perusahaan di malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Kepada petugas keamanan perusahaan, Natanael beralasan untuk mengerjakan pekerjaanya yang belum selesai dengan membawa dua rekannya. Ketiganya lantas mengangkut besi plat itu ke dalam becak mereka. Saat petuga sekuriti lengah ketiganya membawa keluar besi-besi tersebut.
“Selain besi plat untuk mesin arang ini, mereka juga bawa besi scrab lainnya,” ujar Hendrianto.
Besi-besi hasil curian itu dijual tiga pelaku ke salah satu pengepul besi tua di wilayah Sagulung seharga Rp 5,9 juta.”Sudah dijual dan mereka sudah bagi-bagi uang hasil jualan besi curian ini,” tutur Hendrianto.
Namun demikian aksi ketiga pelaku ini tak jelih, sebab kedatangan mereka ke lokasi perusahaan yang diketahui oleh petugas keamanan perusahaan. Ini memudahkan polisi untuk menangkap mereka.
Kepada wartawan, Natanael dan Gozali mengakui perbuatan mereka itu. Mereka nekad mencuri karena desakan ekonomi. “Serba kekurangan kami, makanya melakukan hal ini,” ujar Nayanel.
Besi plat yang dicuri para pelaku diakui Hendrianto bernilai sekitar Rp 200 juta. Besi-besi itu memang mahal sebab terbuat dari baja untuk mesin pembuat arang. “Besi-besi ini didatangkan dari China, makanya mahal,” tutur Hendrianto.
Kedua pelaku yang sudah diamankan dijerat pasal 363 KUHP dan pasal 480 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (eja)
Petugas BPOM Kepri meneliti sampel produk sarden di salah satu distributor yang berada di komplek Refindo Batuampar, Rabu (21/3). Pengambilan sampel itu terkait dugaan caci nematoda yang berada di produk jenis ikan kemasan kaleng. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kepri memastikan untuk sementara waktu, tiga jenis sarden Farmer Jack, IO dan HOKI tidak akan beredar di pasaran Kepri. Terkait ijin edar tiga merek sarden ini, Kepala Balai POM Kepri Yosef Dwi Irawan mengatakan masih menunggu arahan dari Badan POM pusat.
“Kami dapat perintah penarikan, dan sudah kami laksanakan. Namun terkait ijin edar dibekukan, kami menunggu arahan pusat. Tapi saya pastikan setelah penarikan selesai, tak ada lagi tiga merek ini beredar di pasaran,” katanya, Jumat (23/3).
Apakah ke depan, setelah penarikan dan pemusnahan, sarden merek yang sama bisa masuk lagi ke Indonesia, atau Batam khususnya. Yosef mengatakan masih belum mengetahuinya, karena kebijakan itu nantinya Badan POM pusat yang menentukan. “Semua itu wewenang pusat, kami hanya menjalankan,” tuturnya.
Hingga kini, Yosef mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan yang berkelanjutan. Sesuai hasil dari pemeriksaan Balai POM di lapangan, hanya menemukan tiga merek sarden saja yang mengandung cacing. Sedang merek sarden lainnya tidak ada ditemukan dan aman di konsumsi.
“Saat membeli, tetap memperhatikan label BPOMnya, kalau tidak ada. Jangan dibeli, kalau ditemukan kejanggalan, segera laporkan ke kami,” ucapnya.
Yosef mengatakan masyarakat tidak perlu resah atau cemas, karena penarikan tiga merek sarden yang bermasalah itu terus berlangsung. Balai POM Kepri tetap berkomitmen untuk memastikan keamanan dan mutu produk pangan yang beredar. (ska)
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadilla (kanan) saat mengunjungi OPD di lingkup Sekretariat Pemprov Kepri, Selasa (24/1).
batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS. Arif Fadillah diperiksa penyidik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) di Kantor Inspektorat Pemprov Kepri, Jumat (23/3). Pemeriksaan ini diduga terkait pemberian gratifikasi dari sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Kepri saat Arif menikahkan anaknya, beberapa waktu lalu.
“Ya memang ada, KPK melakukan klarifikasi kepada Pak Sekda,” ujar Kepala Inspektorat Pemprov Kepri Kepri, Mirza Bakhtiar, membenarkan pemeriksaan tersebut, Jumat (23/3).
Namun Mirza mengaku tak mengetahui secara detil materi pemeriksaan dan terkait apa Sekda Arif diperiksa KPK. Ia mengaku hanya sebagai fasilitator saja. Mirza hanya menyiapkan tempat untuk proses klarifikasi itu.
Selain Sekda, Mirza mengatakan proses klarifikasi yang sama juga dilakukan terhadap sejumlah kepala dinas (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.
“KPK juga melakukan supervisi terhadap sejumlah OPD dan berakhir siang tadi (kemarin, red),” kata Mirza.
Mirza juga memastikan, bahwa petugas yang datang dan memeriksa Sekda dan sejumlah kepala dinas kemarin adalah benar-benar dari KPK. Kepastian ini diperoleh setelah ia menghubungi bagian pencegahan di KPK. Selain itu, para penyidik KPK kemarin juga menunjukkan surat tugas resmi dari KPK.
“Kami sudah melakukan proses cek dan ricek ke KPK,” tegas Mirza.
Pantauan Batam Pos, Sekda Arif bersama Asisten III Pemprov Kepri, Muhammad Hasbi keluar meninggalkan gedung Inspektorat sekitar pukul 11.45 WIB,kemarin. Pejabat eselon I dan II tersebut kemudian meninggalkan gedung menggunakan mobil dinas milik Asisten III.
Sementara itu, Sekda Arif belum bisa dikonfirmasi terkait kabar pemeriksaan tersebut. Adapun kabar yang santer beredar di internal Pemprov Kepri, pemeriksaan kemarin terkait dugaan gratifikasi yang diterima Sekda Kepri sewaktu melaksanakan pesta pernikahan putranya, Faisal Arif Fadillah, di Asrama Haji Tanjungpinang, 28 Februari lalu.
“Kabar yang beredar soal adanya sumbangan sejumlah OPD di pernikahan anaknya Pak Sekda,” ujar seorang pejabat eselon IV di lingkungan Inspektorat Provinsi Kepri, kemarin.
Masih informasi di lapangan, sebelum dilangsungkannya pesta pernikahan, sejumlah kepala OPD terlibat rapat bersama Asisten III Pemprov Kepri, Muhammad Hasbi. Rapat tersebut membahas soal sumbangan makanan setengah berat untuk pernikahan Faisal Arif Fadillah.
Makanan setengah berat itu seperti soto, tekwan, empek-empek, bakso, prata, roti kirai, mi Tarempa, siomay, dan lainnya. Rapat juga menyepakati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepri, Misni, sebagai koordinator yang mengurusi sumbangan OPD ini.
Ada 16 OPD yang setuju memberikan sumbangan makanan setengah berat tersebut. Yakni Dinas P3AP2KB, BKD, Biro Organisasi, Disperindag, Bappeda, Perkim, Kesbangpol Limnas, Dinas Pariwisata, Biro Kesra, Dinas Perhubungan, Badan Kominfo, LBH, DKP, PMD, ULP, dan Disnaker.
Sesuai kesepakatan dalam rapat itu pula, masing-masing OPD menyumbang menu makanan setengah berat yang berbeda-beda. BKD, misalnya. Menyumbang 500 porsi tekwan, Bappeda menyumbang 1.500 porsi sate, Dinas Perhubungan menyumbang 800 porsi bakso, dan sebagainya.
Dari segi jumlah porsi, masing-masing OPD rata-rata menyumbang 500 porsi makanan. Sementara anggarannya rata-rata Rp 6 juta per OPD.
Di antara OPD dengan sumbangan terbesar adalah BKD, Biro Organisasi, dan Kesbangpol Limnas. Ketiga OPD itu masing-masing menyumbang Rp 7.500.000 dengan menu makanan yang berbeda.
Sedangkan anggaran paling rendah disumbangkan Disnaker. Yakni Rp 3.000.000 untuk 300 porsi bubur pedas.
Daftar sumbangan ini sebenarnya sempat beredar setelah pernikahan putra Sekda Arif dilangsungkan. Namun saat itu Sekda Arif membantahnya. Ia menegaskan semua biaya dan hidangan yang disuguhkan dalam pernikahan putranya itu dibiayai sendiri.
Sementara saat disinggung mengenai sejumlah kado untuk pernikahan putranya, Arif juga mengaku tidak menerimanya. Bahkan di dalam undangan pernikahan putranya itu sudah dicantumkan, bahwa Arif dan putranya tidak menerima hadiah atau kado dalam bentuk apapun.
“Kita hormati dan ikuti aturan yang sudah ada, sesuai dengan anjuran KPK,” papar Arif, waktu itu.
Terpisah, Deputi Bidang Pencegahan KPK Aldiyansyah Nasution, ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya proses klarifikasi tersebut. Pria yang akrab dengan sapaan Choky tersebut justru meminta wartawan koran ini menghubungi Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah.
“Sebaiknya langsung ke Jubir KPK,” ujar Choky singkat. (jpg)