batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus putar otak mengelola barang rampasan kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Itu menyusul semakin banyak barang sitaan, terutama kendaraan mewah, yang disita lembaga antirasuah itu belakangan ini. Perawatan itu memerlukan treatment khusus dan biaya yang tidak sedikit.
Hasil sitaan dari kasus dugaan gratifikasi dan TPPU yang menjerat Bupati Hulu Sungai Tengah (nonaktif) Abdul Latif, misalnya, mayoritas merupakan kendaraan mewah. Yakni, BMW 640i Coupe, Toyota Vellfire ZG 2.5 A/T, Lexus tipe 570 4×4 AT, Hummer H3 jenis jip, Jeep Rubicon model COD dan Jeep Rubicon Brute 3.6 AT.
Bukan hanya itu, ada pula Cadilac Escalade 6.25 L, Hummer H3 jenis jeep, 3 unit Toyota Hiace, Toyota Fortuner, Honda Strada, 8 unit Daihatsu Gran Max, serta 2 unit Toyota Calya warna putih. Ditambah, BMW Motorrad, Ducati, Husberg, KTM 500 EXT dan empat unit Harley Davidson. Sebagian kendaraan itu dalam perjalanan dari Banjarmasin ke Tanjung Priok Jakarta via jalur laut.
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan, besarnya biaya perawatan kendaraan memang menjadi persoalan dalam mengelola barang sitaan. Pun, nilai harga jual kendaraan bisa anjlok bila tidak dipelihara secara baik dan rutin. Opsi yang bisa dilakukan menyikapi persoalan itu adalah dengan melakukan lelang sebelum putusan berkekuatan hukum tetap.
Namun, sesuai aturan, opsi itu harus mendapat izin dari tersangka. Bila diizinkan, uang hasil lelang tersebut bakal dimasukan dalam rekening khusus yang bisa diambil kembali oleh tersangka jika pasal TPPU dan gratifikasi yang disangkakan tidak terbukti. ”Bila diputuskan pengadilan untuk tidak disita maka tinggal dikembalikan,” terangnya, Sabtu (17/3).
Seperti diberitakan, Bupati Hulu Sungai Tengah (nonaktif) Abdul Latif bakal mendekam di tahanan KPK lebih lama. Sebab, dia kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga superbodi tersebut. Abdul disangka pasal penerimaan gratifikasi senilai Rp 23 miliar dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Gratifikasi tersebut berasal dari fee sejumlah proyek di dinas-dinas daerah setempat. Setiap proyek, Abdul diduga selalu mendapat fee antara 7,5 persen-10 persen. (tyo/jpg)
batamops.co.id – Direktur Digital BRI Indra Utoyo mengatakan, BRI telah mendeteksi sekitar 300 mesin automated teller machine (ATM) yang berpotensi terkena skimmer. BRI pun segera meningkatkan keamanan pada mesin-mesin ATM tersebut dengan memprioritaskan pemasangan alat anti skimmer yang lebih canggih. Namun alat anti skimmer yang lebih canggih itu pada dasarnya juga akan dipasang di semua mesin ATM BRI.
BRI juga telah men-default setting-an semua kartu ATM Simpedes BRI menjadi tidak bisa ditransaksikan dari luar negeri. Ada sekitar 35 juta kartu yang layanan transaksi luar negerinya dinonaktifkan. Jika ada nasabah yang butuh transaksi luar negeri, bisa mendatangi bank agar diubah setting-annya. Sementara untuk produk kartu lain seperti Britama, BRI Prioritas dan lain-lain masih bisa bertransaksi luar negeri.
“Kami juga akan migrasi dari kartu berteknologi magnetic stripe ke chip. Kalau yang transaksi luar negeri itu kami lakukan karena ada deteksi transaksi dari Hungaria, Spanyol, Yunani, Italia dan negara-negara lainnya di Eropa,” ujar Indra saat diskusi bersama media, Sabtu(17/3).
Kartu debit yang memakai chip memang hanya diberikan kepada nasabah baru. Sementara untuk nasabah lama, semuanya masih memakai magnetic stripe. Hanya kartu kredit yang semuanya sudah memakai chip. Migrasi dari magnetic stripe ke chip ditargetkan akan mencakup 30 persen dari kartu debit BRI tahun ini, dan diharapkan bisa 100 persen tahun depan.
Indra mengimbau agar nasabah berhati-hati dalam bertransaksi. Beberapa cara pencegahan itu antara lain nasabah harus sering gonta-ganti personal identification number (PIN). Hal ini penting agar ketika kemungkinan terburuk kartu terkena skimming, pelaku kejahatan tidak bisa mentransaksikan kartu duplikat yang dimilikinya.
Selain itu, nasabah juga perlu menutupi jarinya ketika memencet keypad angka di mesin ATM dan electronic data capture (EDC). Meskipun sudah ada tudung penutup jari yang dipasang di mesin-mesin itu, nasabah tetap perlu menutup jari karena terkadang skimmer dapat berupa kamera kecil yang dipasang di dalam tudung keypad tersebut.
Indra juga mengungkapkan, BRI bersama pihak berwajib telah menemukan sindikat pelaku kejahatan yang memanfaatkan e-commerce. Beberapa waktu lalu, beredar pesan Whatsapp mengenai notifikasi one time password (OTP) dari BRI untuk bertransaksi di Ayopop.com. Padahal, penerima SMS tersebut bukan pengguna Ayopop dan tidak melakukan transaksi lewat Ayopop.
Mantan Direktur PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) itu menuturkan, pelakunya belum ditangkap karena jumlahnya sangat banyak dan mereka saling bekerja sama. BRI dan pihak kepolisian masih berupaya untuk membongkar kasus ini lebih dalam dan melakukan penangkapan.
Seorang warga saat akan melakukan transaksi di ATM BRI di Batamcenter, Rabu (14/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Menurut Indra, ada beberapa e-commerce yang dimanfaatkan oleh pelaku, antara lain Ayopop dan Paprika. BRI sendiri sudah berkoordinasi dengan e-commercer terkait untuk mengatasi masalah ini dan mencegah timbulnya masalah baru.
Indra berpesan agar masyarakat berhati-hati dalam bertransaksi secara online. Bila nasabah tidak bertransaksi secara online tapi menerima SMS kode pengaman, atau kode otentikasi atau kode pengaman berupa password seolah-olah dari BRI, abaikan dan hapus pesan tersebut karena itu adalah penipuan. Selain itu, jangan pernah memberikan 3 angka di belakag kartu pada siapa pun meski ada orang mengaku dari BRI. “BRI tidak pernah menelepon dan meminta kode dan informasi apa pun dari nasabah,” tutupnya.
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, jumlah kasus penipuan yang menyangkut penggunaan kartu di bank yang dipimpinnya, tidak banyak. Dia mengungkapkan, kasus penipuan dengan metode skimming melalui mesin ATM bagi para pengguna kartu ATM Mandiri, sudah menurun drastis sejak tiga tahun lalu. Dia menekankan, selama ini pihaknnya telah melakukan sejumlah langkah pengamanan. Diantaranya, semua pintu masuk kartu ATM di mesin ATM Mandiri, tidak bisa dipasang alat skimming. Selain itu, kamera CCTV di setiap mesin ATM selalu standby dan sekaligus ada patrol pengamanan yang rutin memantau.
“Dengan pengamanan yang sifatnya tradisional (patroli dan CCTV) ini juga sebenarnya sudah drastic turunnya (kasus fraud atau skimming. Tapi memang ada juga orang memasang alat untuk merekam pin, ini kan namanya fraud, jadi kita juga ubah pola (pengamanan) kita. Jadi disbanding 2-3 tahun lalu, insiden (pembobolanATM) sudah jauh turun. Justru kita lebih kenceng lagi dengan masalah di online, ini yang sekarang kita lagi kawal bener,”jelasnya.
Kasus pembobolan ATM BRI dengan metode skimming mengancam reputasi perbankan. Risiko reputasi atau reputational risk tersebut harus segera diatasi pihak perbankan terkait, yakni BRI, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan juga pulih. Project Consultant Asian Development Bank (ADB) Eric Sugandi menuturkan dampak jangka pendek terkait kasus skimming tersebut adalah reputational risk. Hal tersebut juga harus menjadi perhatian bank-bank lainnya sehingga peristiwa serupa tidak terulang.
“Dampak kasus ini adalah reputational risk pada banknya, karena menyangkut kepercayaan nasabah. Karena itu, semua bergantung pada seberapa cepat bank tersebut memitigasi kejadian ini. OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga harus mendorong bank-bank untuk lebih meningkatkan keamanan penggunaan kartunya dan juga mendorong mereka lebih siap dengan risiko-risiko semacam ini (skimming),”jelasnya, Sabtu (17/3).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman Zainal menuturkan, terkait kasus tersebut, pihaknya telah meminta perbankan untuk semakin meningkatkan aspek keamanan dari kartu debit maupun kredit yang digunakan. Salah satu yang dianjurkan BI adalah penggunaan kartu berbasis chip, sebab hal tersebut telah diatur dalam ketentuan BI tentang National Standar Indonesian Chip Card Specification (NSICCS). Sebagai informasi, penerapan pemenuhan chip tersebut dilakukan bertahap, pada 2018 targetnya hanya 30 persen, tahun depan meningkat menjadi 50 persen, tahun 2020 menjadi 80 persen dan baru pada 2020 diharusnya menerapkan chip hingga 100 persen.
Agusman menekankan, disamping himbauan untuk segera menerapkan penggunaan chip tersebut, BI juga telah menindaklanjuti laporan terkait kasus tersebut, dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak penerbit kartu kredit. Namun, dia belum bersedia menyebutkan dengan detal berapa jumlah pihak yang dipanggil. Dia hanya menegaskan bahwa proses pemanggilan tersebut telah dijalankan dan masih berlangsung hingga saat ini.
”BI memantau dan menindaklanjuti adanya laporan atau terjadinya fraud atau skimming dengan memanggil pihak-pihak penerbit maupun acquirer untuk meningkatkan pengamanan dan edukasi dalam rangka perlindungan konsumen. Ini sudah kita lakukan dan akan terus kita lakukan. Dari pertemuan itu, kita minta mereka melakuka langkah-langkah perbaikan dan itu juga harus dilakukan terus menerus,” tegasnya saat dihubungi, kemarin. (ken/rin)
batampos.co.id – Para jamaah calon haji (JCH) tidak boleh meremehkan urusan kesehatan. Tahun ini pemerintah memperketat urusan kelayakan istitoah (kemampuan) kesehatan jamaah. Bahkan rekomendasi istitoah menjadi syarat utama pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).
Ketentuan pengetatan ibadah haji dari aspek kesehatan itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Penyelenggaraa Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nomor 4001/2018. Di dalam surat itu ditegaskan bahwa bagi jamaah yang mendapatkan surat keterangan tidak istitoah atau tidak mampu berhaji dari aspek kesehatan, maka yang bersangkutan tidak tidak dapat melakukan pelunasan BPIH.
Teknisnya data kesehatan JCH saat kontrol, diinput dokter ke pusat data Siskohat Kesehatan (Siskohatkes) dan terhubung ke Siskohat Kemenag. Kemudian akan dikaji apakah seorang jamaah dinyatakan istitoah atau tidak. Jika dinyatakan tidak memenuhi istitoah, maka tidak bisa melakukan pelunasan di bank.
“(Aturan ini, red) bukan ketat, bukan disiplin. Memang itu seharusnya,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Kemenkes Eka Yusuf Singkat, Sabtu (17/3).
Dia menjelaskan tahun-tahun sebelumnya masih saja ada jamaah yang tidak memenuhi syarat istitoah dari sisi kesehatan tetapi tetap diperbolehkan melunasi BPIH. Bahkan ada juga jamaah yang sudah berada di asrama haji, kemudian dinyatakan tidak mampu berhaji dari sisi kesehatan.
Dia menjelaskan tahun ini persentase JCH risiko tinggi mencapai 67 persen. Hampir sama dengan tahun lalu. Diantara jenis penyakitnya adalah penyakit jantung, paru-paru, kejiwaan, diabetes, serta hipertensi. Calon jamaah juga dihimbau untuk mengantisipasi cuaca Arab Saudi saat musim haji nanti yang bisa mencapai 50 derajat bahkan lebih.
Cek kesehatan bagi calon jamaah haji sejatinya sudah dilakukan sejak Januari lalu. Tim Puskeshaj Kemenkes sudah memiliki data JCH yang diperkirakan berhaji tahun ini. Hasil rekapitulasi per 13 Maret menunjukkan tingkat pemeriksaan JCH di Provinsi Riau tertinggi dengan angka 82,23 persen. Disusul DIY (75,87 persen), Jawa Barat (66,47 persen), dan DKI Jakarta (38 persen).
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Noor Achmad juga menyampaikan perhatian penting terkait aspek kesehatan. Dia mengatakan nama-nama JCH yang berhak melunasi BPIH 2018 sudah dikeluarkan Kemenag. “Tetap menjaga kesehatan dan terus melakukan kontrol kesehatan,” jelasnya. Himbauan itu diutamakan juga kepada CJH kategori resiko tinggi.
Noor menjelaskan selain urusan kesehatan, JCH juga diminta untuk memperhatian persiapan ibadah. Mereka diuntuk memperdalam dan memperbanyak latihan manasih kaji. Paling tidak mengikuti seluruh rangkaian manasik haji Kemenag yang ditetapkan sebanyak sepuluh kali. Jika dirasa porsi manasik haji sepuluh kali itu kurang, jamaah bisa menuntut tambahan materi kepada jajaran Kemenag di daerah.
Pada sesi manasik haji resmi Kemenag, tim pembimbing juga menyampaikan aturan-aturan teknis saat berhaji. Dia mencontohkan pembimbing harus menyampaikan aturan-aturan saat lempar jumrah. Aturan ini harus disampaikan supaya jamaah bisa tertib saat kegiatan melempar jumlah. Melempar jumrah sesuai jadwal yang ditetapkan, bisa menghindarkan jamaah dari resiko berdesak-desakan dengan jamaah haji dari negara lain. (wan)
batampos.co.id – Pemerintah telah merestui impor garam industri. Kebijakan tersebut mendapat tanggapan positif dari para pelaku usaha industri.
“Sebetulnya garam industri di impor itu kadarnya Na Cl-nya atau kandungan natrium clorida diatas 97 persen. Yang mana sampai saat ini di Indonesia belum mampu memproduksi garam seperti itu,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing, Sabtu (17/3).
Untuk kasus Batam, garam industri hanya diproduksi di Denmark, Amerika Serikat dan Jerman yang masuk melalui pelabuhan transhipment di Singapura.”Aturan yang ada kan saat ini harus ada rekomendsi perindustrian, kemudian Kementerian Kelautan dan Perikanan baru persetujuan impor dapat diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan. Prosesnya memakan waktu yang sangat lama,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan peraturan pemerintah (PP) soal peralihan kewenangan pemberian rekomendasi impor garam industri sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.
Peralihan kewenangan tersebut dimaksudkan pemberian rekomendasi yang sebelumnya dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, kini menjadi kewenangan Menteri Perindustrian.
Dengan dikeluarkannya PP garam industri yang menjadi kewenangan Kemenperin ini memangkas birokrasi yang berbelit-belit dan memakan waktu yang lama. Sebab tidak masuk akal, disaat pemerintah ingin mempermudah semua proses perizinan dan investor yang telah bertahun-tahun mengimpor garam industri harus hengkang hanya karena persoalan tidak terbitnya PP garam industri.
“Dengan terbitnya PP garam industri, kami mengharapkan proses perizinan yang lebih mudah dan cepat. Apalagi kendalinya ada di kementerian perindustrian yang benar-benar tahu akan kebutuhan dari masing-masing industri,” pungkasnya. (leo).
batampos.co.id – Fans memang sangat berarti bagi artis. Cedloteh mereka di medsos pun bikin artis Korea gelisah, sangat gelisah.
Fans meragukan keaslian payudara tiga artis ini.
Tak tinggal diam, dilansir dari Koreaboo, Sabtu (17/3), sejumlah idola perempuan ini melakukan berbagai cara untuk membuktikan pada haters bahwa payudara mereka 100 persen alami atau asli.
1. Lee Hyori
Lee Hyori dikenal sejak lama karena memiliki tubuh yang sangat bagus, itulah sebabnya beberapa warganet menuduhnya melakukan operasi payudara.
Merasa tidak nyaman dengan tuduhan palsu itu, dia mendatangi dokter program Hyori Off the Record untuk membuktikan bahwa tuduhan warganet salah. Hasilnya, X-ray tidak menunjukkan tanda-tanda sang idola melakukan implan.
2. Jang Yoon Ju
Model Jang Yoon Ju juga dituduh melakukan operasi pada payudara karena sosoknya yang kurus namun berisi di bagian dada.
Tak tinggal diam, dia berkonsultasi pada seorang spesialis bahwa payudaranya asli. Konsultasi tersebut bahkan ditayangkan pada program SBS Special.
Dokter mengatakan, tidak melihat adanya tanda-tanda transplantasi lemak dan dia yakin bahwa payudara Jang Yoon Jun alami.
“Hasil menunjukkan payudara yang dia miliki sangat padat, terdiri dari lebih dari 80 persen kulit, lemak dan jaringan payudara,” kata dokter tersebut menjelaskan hasil X-ray.
3. Yoo Seung Ok
Yoo Seung Ok adalah model lain yang dituding melakukan operasi pembesaran payudara. Tuduhan tersebut dialamatkan padanya karena diduga ada bekas luka operasi pada ketiaknya.
Namun, hasil tes mengatakan sebaliknya. Data pemeriksaan medis menyatakan bahwa sesuai dengan tes ultrasound, tidak ada implan payudara.
batampos.co.id – Palang Merah Remaja Batam dibawah binaan PMI Batam, Indonesia, berhasil duduk di posisi 2 Youth First Aid Championships 2018 di Singapura, Sabtu (17/3/2018).
Mereka berangkat dari batam pada hari yang sama pada pagfi hari. Setelah antri di imigrasi Singapura selama 2,5 jam tom tiba di lokasi perlombaan tepat waktu dan langsung berlaga.
Hasilnya? Not bad lah…. Posisi kedua.
Yang ikut ialah anggota Palang Merah Remaja Batam, yang sudah melalui seleksi pada bulan Desember 2017, lalu.
Shinta Masrolia dari Bank BJB memberikan piala dan hadiah uang tunai kepada Alivia Roulina dari SMK Negeri 2 Batam sebagai juara pertama try out untuk tingkat SMK dengan nilai rata-rata 55.00. F. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos.co.id – Batam Pos sukses menyelenggarakan try out untuk tingkat SD, SMP, SMA dan SMK, Sabtu (17/3). Try out diikuti sekitar 800 siswa di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal.
Acara yang terselenggara atas kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar Ganesha Operation, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, dan Dinas Pendidikan Kota Batam ini dimulai pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB.
Manajer Event Organizer (EO) Batam, Herman Mangundap mengaku sangat bangga dengan para siswa yang sangat antusias mengikuti try out. “Saya sangat bangga dengan siswa-siswi peserta try out yang sangat antusias dan semangat saat try out berlangsung,” tuturnya.
Menurutnya, tujuan dilaksanakannya try out ini tentu untuk melatih para siswa menghadapi Ujian Nasional (UN) pada April mendatang. “Mudah-mudahan nantinya, para peserta try out menjadi lebih siap lagi dalam menghadapi ujian nasional,” katanya.
Sedangkan, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Brigjend Pol Bambang Purwanto sangat mengapresiasi kegiatan try out ini. Dia menuturkan, try out ini sangat baik karena dapat menguatkan mental anak-anak yang akan mengikuti ujian nasional.
Selain itu katanya, manfaat try out bisa menjadi barometer untuk mengukur sampai sejauh mana kemampuan anak-anak yang akan mengikuti UN. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras Batam Pos semoga kualitas sekolah di Batam semakin baik,”
Dia mengatakan, BP Batam akan terus mendukung untuk kemajuan anak-anak sekolah di Batam. “Kami siap mendukung, apalagi ini untuk kemajuan anak-anak Batam pasti kami dukung sepenuhnya,” kata Bambang.
Adapun yang menjadi juara pada try out untuk tingkat SD, juara tiga diraih oleh Arsy Cahyani dari SDN 04 Sagulung dengan nilai rata-rata 94.83, juara kedua diraih rabiah Al Adawiyah dari SDIT Darussalam dengan nilai 96.33 dan juara pertama diraih Sarah Salsabil dari SDIT Darussalam dengan nilai 96.83.
Untuk tingkat SMP juara tiga diraih oleh Ericca Livia dari SMP Mondial dengan nilai 88.38, juara kedua diraih Eveline Iskandar dari SMP Yos Sudarso dengan nilai rata-rata 89.75 dan juara pertama dari SMP Maitreyawira yang diraih oleh Janice Chen dengan nilai 90.25.
Sedangkan untuk tingkat SMK juara tiga dari sekolah SMK Negeri 2 Batam atas nama Nabila Luna Aziza dengan nilai 47.83, juara kedua Siti Fathonah dengan nilai 51.33 dan juara pertama diraih oleh Alivia Roulina dari SMK Negeri 2 Batam dengan nilai rata-rata 55.00.
Untuk tingkat SMA juara tiga berhasil disabet oleh Esther Ang dari SMA Mondial dengan nilai 79.25, juara kedua Natasia Pandora dari SMA Mondial dengan nilai 80.13 dan juara satu berhasil diraih Natalia Christina dari SMA Mondial dengan nilai rata-rata 80.50.
Para juara tersebut berhak atas piala dan uang tunai sebesar Rp 3 juta untuk juara pertama, Rp 2 juta untuk juara kedua dan Rp 1 juta untuk juara ketiga.
Adapun yang menjadi sponsor acara ini yaitu BP Batam, Bank BJB, Bright PLN Batam, Telkomsel, Honda, STIE Galileo Batam, Batam FM, New Sun Bread, Edukits, Naraya dan Nutritious Milk Susu Zee.
Pada saat jam istirahat try out tersebut peserta dan panitia juga sempat dihibur oleh Moses Bradley Mulia Djati, siswa kelas 5 SD Kristen Tabqha Batam. Anak pasangan Daniel Mulia Djati dan Susyana Kartanegara menyanyikan lagu berjudul Melompat Lebih Tinggi dari Sheila On 7 dan Beraksi dari Kotak. (iwa)
Petugas TPU Seitemiang, Tanjungriau, Sekupang merawat makam dengan membersihkan rumput yang tumbuh. Tempat pemakaman saat ini semakin kosong akibat BP batam belum menghibahkan lahan kepada Pemko Batam. | Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pertanahan Batam telah mengajukan lahan pemakaman sekitar 10 hektar di bilangan Seibeduk. Namun sayang, dua tahun berlalu ajuan tersebut hingga kini belum terealisasi.
Kepala Dinas Pertanahan Batam Aspawi menyebutkan lokasi lahan yang diminta sudah dialokasikan ke pihak lain. Ia mengaku tak bisa menjelaskan lokasi persis lahan yang gagal terealisasi tersebut. “Yang jelas sisi kanan jalan arah Piayu Laut,” sebut Aspawi, Jumat (16/3) siang.
Walau ajuan pada lokasi tersebut gagal, Aspawi bersikukuh bahwa permintaannya tidak gagal terealiasi. Ia beralasan, Pemko Batam akan tetap meminta lahan dengan luasan yang sama namun di titik lain di kecamatan tersebut.
“Mungkin ada tanah sekitar itu nanti, kami tetap minta karena yang kami pikirkan untuk kebutuhan 10 hingga 20 tahun ke depan. Tapi belum pasti juga,” ucapnya, ragu.
Ajuannya lama tidak terealiasi, Aspawi mengaku tetap menaruh harapan ke BP Batam agar dapat mengalokasikan lahan untuk makam di Batam. Walau sisi lain, ia mengaku paham dengan minimnya ketersediaaan lahan di Batam.
“BP Kawasan welcome kok. Lahan makam ini kan sosial ya sifatnya, tapi itu tadi lahan terbatas, kita mau gimana lagi,” imbuhnya.
Ditanya kemungkinan ajuan penambahan lahan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang, Sekupang, ia mengklaim Pemko Batam berencana mengajukan ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Kehutanan. Permintaan ke pusat karena lokasi sekitar Seitemiang merupakan hutan lindung. Namun ia tak menampik hjingga kini pihaknya belum menyiapakan berkas.
“Ada rencana sih mau minta lahan yang di sana (sekitar Seitemiang), tapi di pusat ya karenakan itu hutan lindung,” paparnya.
Sementara itu, sebelumnya Walii Kota Batam Muhammad Rudi mengaku lahan pemakaman wajib disediakan dan bila perlu diadakan tiap kecamatan dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan.
“Kami wajib meminta, berapanya tergantung lahan yang tersedia. Ini perlu karean tak semua kecamatn punya pemakaman kan,” ujarnya.
Ia mencontohkan beberapa kecamatan yang sudah punya kini Seibeduk, Batuaji, Sagulung dan Nongsa. Sementara di beberapa wilayah ada yang ada namunterbatas dan ada yang tidak ada sama sekali, seperti di wilayah Nagoya.
“Kalau tak setiap kecamatan, nanti dua atau tiga kecamatan gabung,” ucap dia. (adi)
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan bantuan pendanaan untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ingin berusaha. Pinjaman yang didapat bervariasi menimbang nilai kekayaan yang diagunkan warga. Bunga ditetapkan 6 persen pertahun.
“Jangka waktu pengembalian maksimal 3 tahun, kami sesuaikan dengan kemampuan peminjam,” kata Kepala BLUD Dana Bergulir Batam, Zul Fachri.
Sejak digulirkan tahun 2001 hingga 2017 ada 2.105 pelaku UKM yang memanfaatkan program tersebut dengan total penyaluran mencapai Rp 77,432 miliar. Pengaju dana bergulir dari latar belakang usaha dagang maupun jasa, seperti usaha jual ATK, Laundry, hingga sembako.
“Tingkat kemacetan sekarang sudah membaik, dibawah 3 persen,” ucapnya.
Pada tahun 2018 ini, untuk sementara pengajuan dana bergulir mencapai 24 pengajuan. Sebanyak 21 pengajuan diantaranya sudah lolos verfikasi administrasi dan verifikasi lapangan (pengecekan langsung).
“Yang 21 pengajuan tinggal kita salurkan nilainya totalnya Rp 1,540 miliar, perorang beda-beda sih ada yang Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Tiga lainnya baru verifikasi administrasi,” paparnya.
Ia mengatakan, pihaknya membuka diri jika ada masyarakat yang ingin mengajukan dana bergulir di Pemko Batam. Syaratnya yakni mengajukan
proposal dan mengisi formulir
melampirkan fotokopi elektronik KTP suami/istri
fotokopi kartu keluarga,
surat keterangan domisili usaha yang dikeluarkan kelurahan,
fotokopi Surat Izin Usaha Mikro dari kecamatan,
pasfoto suami istri 3 x4 dua lembar,
fotokopi surat nikah bagi yang sudah menikah,
surat persetujuan suami/istri,
melampirkan catatan total penerimaan dan pengeluaran tiga bulan terkakhir,
melampirkan foto usaha,
fotokopi dokumen jaminan, serta
foto jaminan.
“Kalau ada yang mau ajukan datang saja,” kata dia.
Ia mengatakan verifikasi dministrasi akan dilakukan langsung saat pengajuan di konter pengajuan dana bergulir di depan Kantor Badan pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di lantai 3 Kantor Wali Kota Batam.
“Ada yang kurang, kami akan minta dilengkapi. Setelha verifikasi administrasi lolos, petugas akan verifikasi lapangan,” kata dia.
Ia mengklaim, rata-rata pengajuan masyarakat lolos. Namun karean ketidak sesuaian harapan warga akan jumlah bantuan pendanaan kerap ditolak warga. “Misal mereka minta Rp 100 juta, tapi dapat Rp 50 juta. Kalau kami tetap mau berikan, tapi ada juga yang nolak,” katanya. (adi)
Pemakaman umum Seitemiang, Sekupang, Jumat (16/3). TPU Seitemiang ini terapkan sistim sisip untuk makam baru karena tidak ada lahan kosong lagi. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Taman Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang mulai kehabisan lahan. Yayasan Khairul Umma, selaku pegelolah TPU Muslim Seitemiang mulai kewalahan mencari lahan untuk kuburan baru. Itu karena lahan TPU seluas enam haktare semuanya sudah terpakai. Puluhan ribu makam mulai tahun 1950 an telah memenuhi lokasi TPU tersebut.
Sepanjang tahun 2018 ini, untuk makam baru pengelolah TPU tersebut terpaksa menerapkan sistem sisip. Makam baru disisipkan di blok-blok yang sudah ada. Pengelolah tak bisa menambah blok baru lantaran tak ada lahan yang kosong lagi. “Selama ini sudah sistem sisip. Mana yang masih ada kosong kami sisipkan disitu. Untuk blok baru tak ada lagi,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Uma Zailani, Jumat (16/3).
Penerapan makam sistem sisip itu diakui Zailani tak akan berlangsung lama sebab lahan kosong di blok-blok pemakan yang sudah ada juga sudah sangat minim. Bahkan sebagian lahan yang semula dialokasikan untuk lorong jalan di blok pemakaman juga mulai digunakan untuk makam baru. “Lorong-lorong antar blok juga sudah kami pakai sebagian. Makam jadi rapat-rapatlah sekarang. Ya gimana lagi memang situasinya seperti ini,” tutur Zailani.
Terkait rencana menimpah makam tua yang tak diurus oleh ahli waris dan makam Mr/Mrs X diakui Zailani juga belum bisa dilaksanakan karena pertimbangan sosial lainnya. “Itulah yang masih dipertimbangkan. Karena masih bisa disisip penimpah belum bisa dilakukan,” tuturnya.
Sebelumnya Zailani mengaku pihaknya sudah berencana menimpah makam tua dan makam tanpa nama tersebut. Itu karena sudah puluhan tahun tak terurus lagi sebab tak ada ahli waris. Rencana itu untuk menjaga ketersediaan lahan TPU tersebut. Namun belakangan pihak pengelolah kembali menundah rencana penimpahan itu sembari menunggu kebijakan lain dari Pemerintah Kota Batam. “Mana tahu ada alokasi lahan lain. Kasian juga kalau ditimpa. Makanya ini kami tunda dulu. Nanti kalau memang sudah benar-benar terdesak ya apa boleh buat,” tuturnya.
Untuk blok Mr/Mrs X saat ini da sekitar 112 makam sementar blok A makam tua yang sudah ada sejak tahun 1950 ada sekitar 20 an makam. Meskipun nantinya kedua blok tersebut ditimpah, kata Zailani itu tak menjadi solusi yang mutlak sebab lahan yang tersedia dari kedua blok itu juga terbatas. “Paling satu dua bulan sudah penuh lagi. Rata-rata sehari empat sampai lima orang meninggal yang dimakamkan di sini,”tutur Zailani.
Untuk solusi jangka panjanganya, pihak pengelolah berharap agar pemerintah daerah segera menyediakan lahan pengganti lain agar makam-makam baru nanti dialihkan ke lokasi pemakaman yang baru itu. “Solusinya cuman itu saja. Kami berharap pemerintah segera mendapatkan lahan baru buat TPU ini. Di sini memang sudah penuh pak,” harap Zailani. (eja)