Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12553

Tumpukan Limbah B3 di Tanjunguncang Sejak Tahun 2014

0
Warga melihat limbah perusahaan yang dibakar di Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (14/2). Dibakarnya limbah ini mengganggu warga sekitar asap dan bau yang menyengat ke perumahan warga. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tumpukan limbah karet dan komponen elektronik atau PCB yang menggunung di bekas perusahaan scrab samping perumahan Bagaman, Tanjunguncang sudah ada sejak empat tahun yang lalu. Warga sekitar sudah berulang kali melaporkan keberadaan limbah berbahaya itu kepada instansi pemerintah terkait namun sampai saat ini belum ditindak lanjuti. Tumpukan limbah masih menggunung di bekas PT IBL itu.

Bahkan informasi yang didapat di lapangan, sebagian limbah tersebut sudah ditimbun di lokasi hutan bakau yang saat ini sedang ada proyek reklamasi untuk perusahaan galangan kapal.

“Tahun 2014 itu kalau nggak salah. Limbah PCB yang ditimbun di lahan reklamasi itu. Orang Bapedalda waktu itu pernah turun tapi tidak ada tindak lanjut. Padahal saat itu perusahaan scrab itu masih beroperasi,” ujar Hadi, warga Tanjunguncang, Selasa (27/2).

Saat awal penimbunan, warga sudah melakukan aksi protes sebab dianggap meruksan lingkungan hutan bakau. Aksi protes itu sempat ditanggapi pihak Bapedalda (sekarang Dinas Lingkungan Hidup) namun hanya sebatas mengecek ke lokasi. Limbah PCB dan karet yang dibenamkan itu diakui warga masih ada sampai saat ini sekalipun lahan hutan bakau itu sudah rata oleh proyek reklamasi.

“Masih lah pak. Nggak mungkin terurai limbah seperti itu. Itu plat komponen elektronik dari perusahan elaktronik sama karet balon untuk galangan kapal,” terang Hadi.

Sementara untuk limbah dibiarkan menggunung di lokasi bekas perusahaan scrab itu saat ini mulai berdampak kepada lingkungan sekitar. Jika musim hujan warga terserang penyakit gatal-gatal, sementara musim panas warga harus menghirup udara tak sehat. Tumpukan limbah PCB dan karet itu mengeluarkan aroma yang tak sedap dan menyengat. Parahnya lagi belakang tumpukan limbah itu sering dibakar oleh orang tak dikenal. Asap bakaran limbah membuat mata perih dan mengganggu sistem pernapasan warga.

“Perih asap bakaran itu. Sering dibakar memang,” tutur Saptono, warga lainnya.

Tumpukan limbah itu diakui Saptono sudah berulang kali disampaikan ke instansi pemerintah terkait, bahkan belakangan karena sering dibakar warga kembali menyampaikan hal itu ke pihak kecamatan Batuaji namun hasilnya tetap sama. Hingga kemarin tumpukan limbah itu masih dibiarkan begitu saja di lokasi bekar perusahaan scrab tersebut.

Diceritakan Saptono, tumpukan limbah yang diakui pihak DLH sebelumnya mengandung bahan berbahaya beracun (B3) itu milik PT IBL sebagai perusahaan scrab yang sudah tutup pada akhir tahun 2014 lalu. Namun semenjak beroperasi sejak tahun 2009 silam, perusahaan tersebut sudah menimbun limbah yang sama di depan perusahaan mereka. Saat tutup perusahaan tersebut tidak melakukan clrearing atau pembersihan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Herman Rozie saat kembali dikonfirmasi, Selasa (27/2) mengatakan pihaknya sudah menindak lanjuti keluhan warga itu. Petugas DLH turun ke cek ke lokasi dan tindak lanjutnya pihak perusahaan akan segera dipanggil. “Akan kami panggil pihak penyewa gedung (perusaahaan) itu yang sekarang ini, untuk mencari informasi lebih lanjut,” ujarnya. (eja)

Keluarga Deli Cinta Ragukan Motif Pembunuhan

0
Polisi dan warga mengevakuasi mayat Deli Cinta korban pembunuhan di Perumahan Central raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Proses hukum kasus pembunuhan Deli Cinta Sihombing dengan tersangka Dedi Purbianto yang mengaku sebagai gigolo terus bergulir di meja penyidik Mapolsek Batuaji. Berkas perkara kasus pembunuhan yang terjadi di rumah Deli yakni di perumahan Centra Raya RT04/RW08, Kelurahan Tanjunguncang, Kamis (21/12) lalu itu sudah rampung. Penyidik Polsek Batuajipun segera melimpahkan berkas perkara itu ke Pengadilan Negeri Batam.

Meskipun demikian pihak keluarga Deli belum sepenuhnya puas dengan penyelidikan polisi tersebut. Keluarga masih meragukan motif pembunuhan Deli seperti yang diakui oleh pelaku Dedi bahwa, dia membunuh Deli karena sakit hati sebab upahnya sebagai gigolo tak dibayar penuh oleh ibu satu anak itu.

“Belum ada bukti yang kuat untuk membenarkan alibi pelaku membunuh adik kami ini,” ujar Budi Sihombing, kakak Deli saat mendatangi Mapolsek Batuaji bersama perkumpulan Marga Sihombing untuk menanyakan kelanjutan penanganan kasus pembunuhan Deli itu, Senin (26/2) sore.

Selain itu keluarga juga mempertanyakan kejanggalan lain di lokasi kejadian yang meragukan mereka terkait kebenaran motif pembunuhan tersebut. Temuan pecahan gelas kaca dan helai rambut wanita yang berserahkan di dalam rumah juga membuat keluarga meragukan jika pelaku benar-benar datang secara baik-baik ke rumah korban. Keluarga menduga bisa jadi pelaku datang sebagai tamu yang tak diundang sehingga terjadi keributan dengan korbn yang menyebabkan banyak perabotan rumah tangga di dalam rumah berserahkan.

“Kami hanya ingin tahu kepastian itu saja. Tidak ada maksud lain. Kami berterimakasih kepada polisi karena bergerak cepat mengungkap pelaku,” ujar Budi.

Keluarga kata Budi, jika memang benar motif pembunuhan seperti yang disampaikan Dedi, tentu harus dibarengi dengan bukti yang kuat sehingga tidak menimbulkan tanda tanya bagi keluarga.

“Karena perkumpulan kami bertanya-tanya apakah benar seperti itu. Saya tak bisa jawab, makanya kami ke sini untuk menanyakan langsung ke pihak kepolisian,” tutur Budi.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto yang menerima kedatangan kelurga Deli itu mengaku pihaknya sudah bekerja maksimal untuk mengusut tuntas pelaku ataupun motif pembunuhan tersebut. Untuk motif sendiri diakui Yanto pihaknya juga sudah berusaha maksimal untuk mencari tahu kebenaran pengakuan pelaku itu namun sejauh ini memang belum ada kesimpulan lain. Itu karena barang bukti dan penyelidikan selama ini masih mengarah ke motif yang sama.

“Sudah kami jelaskan ke pihak keluarga. Kami masih terus bekerja intinya. Jadi bersabar. Jika ada yang kurang berkenan nanti di pengadilan baru disampaikan. Berkas perkara sudah rampung. Kami akan segera limpahkan ke Kejaksaan,” ujar Yanto.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Deli Cinta Sihombing, 28 ditemukan tewas dengan posisi setenga telanjang di kamar tidur di rumahnya di perumahan Centra Raya, RT04/RW08, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). Tangan dan kaki ibu muda itu juga diikat tali gorden. Disampingnya juga terkurung Dw, putera pertamanya yang masih berusia tiga tahun. Dw selamat namun saat dijumpai warga kondisinya sudah lemas. Diduga dia sudah seharian dia terkurung bersama jenazah sang ibu di dalam kamar rumah tersebut.

Polsek Batuaji yang menanangi kasus kematian Deli itu akhirnya menetapkan dan membekuk Dedi Febrianto sebagai pelaku tunggal. Kepada polisi Dedi yang sehari-hari bekerja sebagai bar tender itu mengaku nekad membunuh Deli karena upahnya sebagai gigolo tak dibayar penuh oleh korban. (eja)

Sasar Sekolah Untuk Tanam Tanaman Produktif

0
Sejumlah murid SD sedang bermain di halaman Sekolah SD010 Batamkota.. Halaman sekolah bisa dimanfaatkan untuk lahan bercocok tanam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam melirik area tak terpakai di sekola-sekolah untuk dimanfaatkan menanam tanaman produktif. Hal ini diperlukan guna mendukung gerakan pangan, untuk diketahui sektor Volatile Food kerap menyumbang inflasi.

“Kami dorong (area kosong) di sekolah dimanfaatkan,” kata Kepala BI Kepri, Gusti Raisal Eka Putra‎.

Gusti menyampaikan pengembangan sistem ketahanan pangan perlu dilakukan di Batam, apalagi Batam buakn daerah penghasil. Termasuk pentingnya penyediaan pasar induk. “Kami harap pasar induk segera terealisasi, ini sesuai dengan instruksi preseiden,” tambahnya.

Terkait pemanfaatan area kosong di sekolah, Bank Indonesia sendiri telah melakukan sosialisasi. Sosialisasi ini penting terutama di daerah seperti Batam dan Tanjungpinang, perwakilan sekolah atau siswa diundang ke Kantor BI Perwakilan Kepri di Batamcenter, Batam.

“Kami siapkan pelatihan, seperti pembuatan pupuk serta manajemen pertanian,” terangnya.

Untuk diketahui, hal serupa juga pernah didorong untuk dilakukan di perumahan hingga pekarangan rumah melalui program Rumah Pangan Lestari dibawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam. Namun hal ini tidak tetrlalu berhasil, pasalnya tanaman warga banyak yang mati. “Kita kasih bibit, tak ada dana makanya obat-obat kami tak sediakan,” kata Kepala DKPP Batam Mardanis.

Menyambut rencana pemanfaatan area kosong di sekolah, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meminta Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua TPID Batam, Jefridin berkoordinasi dengan meminta Dinas Pendidikan (DIsdik) Batam. “Tinggal bersurat ke Disdik. Pada pekarangan yang kosong bisa digunakan, dukung program BI” imbaunya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Muslim Bidin walau belum mendapat surat dari TIm Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam terkait rencana tanam tanaman produktif di area sekolah, pada dasarnya Disdik Batam menyambut baik rencana tersebut.

“Ini program bagus, sangat kami dukung,” kata dia.

Ia menyampaikan, di lingkungan sekolah yang memiliki area kosong dapat memanfaatkan untuk kegiatan ini. Tak hanya tanaman sayuran, jenis apotek hidup untuk obat-obatan juga bisa ditanam.

Untuk itu, jika TPID sudah menyampaikan dan bersurat ke Disdik Batam, ia akan menganjurkan ke setiap kepala sekolah untuk melakukan kegiatan tersebut.

“Anak-anak nanti bisa sambil belajar. Kan ada pelajaran Biologi, bisa dikaitkan ke sana,” imbuhnya.

Butuh Gudang Penyimpanan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Mardanis menyampaikan Batam sejatinya butuh pengadaan cool storage (gudang) agar stok bahan pokok yang didatangkan dari daerah lain dapat bertahan lama. Hitung-hitungannya, pelaksanaan ini dinilai akan menyerap dana Rp 5 miliar, namun manfaatnya adalah bahan pokok dapat bertahan hingga enam bulan.

“Misalnya lebaran Juni, kita masukkan Maret. Kita keluarkan saat butuh, tahan lama. Jakarta kan begitu, makanya harganya stabil dan enggak langka,” papar dia.

Untuk itu seiring perombakan Pasar Induk Jodoh kelak, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mempersiapkan gudang penyimpanan (cool storage).

“Untuk cool storage ini kami sedang siapkan proposalnya dulu, sembari menunggu proses peralihan aset pasar induk,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Zarefriadi.

Ia mengatakan komoditi pangan yang akan didatangkan dari daerah lain dapat ditampung. Hal ini ia contohkan seperti di eropa yang notabenenya banyak negara bukan pengahsil komoditi namun tetap tak masalah soal ketersediaan dan harga pangan. Cara ini dinilai efektif, karean selama ini alasan tingginya komoditi selalu ditenggarai kelangkaan barang.

“Kami sudah punya konsepnya soal ini (menstabilkan harga) tapi terkadang soal keadaan di lapangan, semua orang tahu betapa pentingnya pasar induk itu, tapi sekarangkan belum ada milik Pemko Batam,” ucapnya. (adi)

Penjelasan tentang Jalan Rusak

0
Jalan rusak terlihat di jalan Bunga Raya Baloi, Senin (26/2). Jalan rusak bisa mengganggu para pengendara yang melintas dikawasan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam Yumasnur mengatakan seluruh jalan yang rusak saat ini merupakan jalan yang sudah lama dibangun.

“Itu semua jalan yang lama, jadi wajar saja kalau kondisinya rusak,” kata dia, Selasa (27/2)

Namun demikian, pihak sudah berkoordinasi dengan provinsi dan BP Batam untuk perbaikan jalan tersebut dalam waktu dekat ini. “Kemarin provinsi sudah kami informasikan, mungkin mereka masih nunggu ketersediaan anggaran,” ujarnya.

Disinggung mengenai kualitas jalan Batam saat ini, Yumasnur mengungkapkan pembangunan jalan sudah diperhitungkan mulai dari sisi miring jalan agar tidak tergenang air.

“Karena air itu faktor penyebab jalan cepat rusak, makanya itu menjadi salah satu yang diperhitungkan,” ujarnya.

Menurutnya selain air, keberadaan truk dengan dengab muatan yang berat juga berpengaruh terhadapa ketahanan jalan seperti yang di jalan Marina City.

“Ada banyak faktor. Kualitas jalan baru Batam saat ini,” sebutnya.

Mengenai beberapa jalan rusak seperti yang ada di depan Polsek Sagulung pihaknya mengaku tidak ada melakukan pengaspalan di daerah tersebut. “Itu bukan jalan yang kami bangun, tapi kami akan tetap koordinasi,” ungkapnya.

Yumasnur menambahkan setiap tahunnya Pemko Batam menyiapkan anggaran untuk perawatan jalan yang ada di Batam. “Meskipun jumlahnya tak banyak tapi kami tetap mengoptimalkan perawatan agar pengendara nyaman,” tutupnya.(yui)

Gambar Jalan Layang Simpang Kabil telah Jadi

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam hal ini langsung dilakukan Wali Kota Batam Muhammad Rudi berkoordinasi dengan Kementrian PUPR terkait pembangunan Fly Over (Jalan Layang) di Simpang Kabil.

“Kami harap supaya cepat. Kementrian sudah fokus, muda-mudahan akhir tahun ini dikerjakan, (penyertaan anggaran) di APBN Perubahan,” kata dia, kemarin.

Ia menyampaikan, upaya melobi pusat untuk memeprcepat pembangunanjalan layang Simpang Kabil bukan tanpa alasan. Menurutnya dengan terbangunnya jalan layang pertama di Simpang Jam kini terjadi penumpukan kendaraan di Simpang Kabil karena kendaraan dari arah Nagoya ke Bandara tanpa kendala.

“Yang di Simpang Jam dulu kan mulai pengerjaannya akhir tahun,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan Pemko Batam telah punya desain jalan layang kedua Batam tersebut. Karena, rencana fly over ini sejak dua tahun lalu namun tertunda karean keterbatasan anggaran. “Konsepnya sama dengan yang sekarang, cuma memang fly over ini lebih panjang, ada dua kali lipat,” sebut dia. Sementara itu, seperti diketahui jalan layang di Simpang Jam bernuansa Melayu dan menajdi salah satu jalan layang tercantik se Indonesia.

Ia menyampaikan, pembangunannya kelak akan seiring dengan perbaikan jalan di simpang tersebut. Kini, kata Yumasnur, Kemenrian PU sudah mulai menambal jalan yang rusak di simpang yang kerap ramai itu. Soal jalan rusak, pemko Batam juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dalam penanganannnya.

“Di Fly Over baru juga ada taman seperti yang sekarang (Jalan Layang Simpang Jam), tapi ini yang sangat paham adalah Dinas Perkimtan,” ucap dia.

Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi kerap meminta dukungan dari masyarakat agar Desember mendatang Jalan Layang di Simpang Kabil terealisasi. Menurutnya pembangunan ada penyertaan arsitektur melayu. IA sendiri telah menyampaikan ini ke Kementrian PUPR.

“Saya minta nuansa melayu 100 persen. Saya minta doanya Desember flyover ini dapat mulai dikerjakan,” pungkasnya. (adi)

Beri Perhatian Khusus Daerah Kepulauan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat menjadi pemateri dalam FGD Penguatan Konstitusionalitas Masyarakat Pinggir Indonesia di Ruang Rapat Besar Media Indonesia. F. Dokumentasi Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun kembali menegaskan bahwa daerah kepulauan harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Alasannya, selama ini kebijakan fiskal untuk daerah hanya dihitung berdasarkan luas daratan dan jumlah orang.

“Jika didasarkan pada luas daratan, Kepri memiliki luas daratan hanya sebesar empat persen dari total luas wilayah. Kalau jumlah penduduk mungkin sama dengan satu kecamatan di Pulau Jawa. Karenanya, harus ada dorongan untuk pembangunan yang adil di daerah kepulauan,” kata Nurdin saat menjadi pemateri pada Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Konstitusionalitas Masyarakat Pinggir Indonesia, di Ruang Rapat Besar Media Indonesia, Jakarta, Selasa (27/2) pagi.

Nurdin hadir sebagai pembicara bersama Wakil Ketua DPD RI Nono Sampuno, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo dan anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko. Beberapa anggota DPD dan DPR RI juga tampak hadir dalam FGD ini yang digelar oleh Digital Media Research Center.

Menurut Nurdin, tantangan ke depan Kepri adalah untuk memperkuat pembangunan ekonomi. Langkah yang harus dilakukan dengan memperbanyak infrastruktur, pendidikan dan beberapa faktor lainnya. Sehingga peningkatan pembangunan infrastruktur dan pendidikan itu akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Nurdin, dengan kondisi saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri bukannya tidak berbuat. Tapi jika kemampuan fiskal akan semakin bertambah jika ada percepatan dan hasil maksimal untuk itu. “Mudah-mudahan ada konstruksi politik yang memberikan keadilan untuk membangun daerah kepulauan,” beber Nurdin.

Roh negara ini, kata Nurdin, adalah negara bahari atau negara maritim. Nurdin bersyukur Nawacita Presiden Jokowi-JK sudah menuju ke arah pembangunan negaa bahari atau negara maritim. Baik dari aspek kemaritiman maupun daerah pinggiran. Apalagi Kepri memang daerah maritim dan pinggiran. “Aplikasinya yang harus kita dorong bersama,” kata Nurdin.

Nurdin sangat mendukung pembangunan dari pinggiran. Ia menuturkan jika Kepri yang memang terletak di pinggir, siap mendukung Indonesia menjadi poros maritim dunia. “Titik poinnya ada di Selat Malaka, Selat Philips, dan Laut Natuna Utara,” ungkapnya.

Dalam pada itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampuno mengatakan rata-rata pendapatan daerah kepulauan lebih kecil dari yang bukan kepulauan. Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) nya juga sama. Sementara yang ditranfer dari pemerintah pusat juga rendah.

“Diperlukan kebutuhan hukum baru sebagai payung hukum untuk proteksi daerah kepulauan,” kata Nono.

Karena itu DPD berinisiatif membuat RUU Daerah Kepulauan. Tahun ini RUU sudah masuk Prolegnas DPR RI. DPD berharap segera diundangkan. (yan)

DPRD Rombak Hasil Seleksi KPID

0

batampos.co.id – DPRD Kepri sudah memperbaiki rekomendasi hasil uji kelayakan dan kepatutan Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah (KPID) Kepri. Akan tetapi, usulan tersebut tidak memperhatikan peringakat hasil seleksi. Legislator Komisi III DPRD Kepri, Surya Makmur khawatir keputusan tersebut bisa menyebabkan gugatan ke meja hukum.

Dari informasi yang didapat, tujuh nama komisioner KPID Kepri terpilih yang disampaikan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun adalah Ahmadi, James F. Papilaya, Mukhamad Rofik, Sahat Saragi, Tito Suwarno, Suhermita, dan Hengky Mohari. Adapun dua nama yang dieleminasi adalah Muhith dan Mahayuddin.

Sementara itu, jika mengacu pada usulan pertama memuat sembilan nama. Diantaranya Muhith, Ahmadi, James, F. Papilaya, Mukhamad Rofik, Mahayuddin, Henky Mohari, Sahat Saragi, Suhermita, dan Tito Suwarno. Sehingga jelas, jika menggunakan sistem ranking dua nama terakhir yang masuk kategori tereleminasi.

Menyikapi hal itu, Legislator Komisi III DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution memberikan ultimatum kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun prihal proses seleksi Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah (KPID) Kepri. Menurut politisi Demokrat tersebut, jika tujuh nama yang diputuskan tidak sesuai hasil fit and proper test, maka rentan digugat. “Penetapan KPID Kepri rawan gugatan bila tidak mengacu kepada hasil uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Komisi III DPRD Kepri,” ujar Surya, Selasa (27/2)

Wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Batam tersebut menegaskan, Komisi III DPRD Kepri sudah menyelesaikannya dengan baik dengan menghasilkan komisioner secara berurutan. Atas dasar itu, ia meminta Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya. Yakni untuk segera menetapkan tujuh komisioner KPID Kepri.

“Yang jelas, Komisi III DPRD Kepri sudah menetapkan berdasarkan urutan rangking. Meskipun pada awalnya memutuskan sembilan nama, otomatis nama dengan nilai terendah yang akan tereleminasi,” paparnya.

Lebih lanjut katanya, publik butuh komisioner KPID Kepri, agar jangan sampai dirugikan karena sudah terlalu lama kosong. Diungkapkannya, proses uji kelayakan dan kepatutan sudah rampung pada akhir Oktober 2017 lalu. Untuk menghindari terjadinya persoalan hukum yang berdampak vakumnya KPID Kepri, Gubernur harus menentukan sikap.
“Sebelum Gubernur salah membuat kebijakan, ada baiknya kita mengingatkan. Karena ini juga untuk kebaikan dirinya, jangan sampai keputusan yang dibuat digugat di meja pengadilan,” tutup Surya Makmur.(jpg)

Dorong Program Desa Berjalan Baik

0
Sekda Provinsi Kepri Arif Fadilah saat membuka rapat koordinasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Kepri tahap i di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (27/2). F. Dokumentasi Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Para Kepala Desa (Kades) di seluruh Provinsi Kepri diminta untuk selalu semangat dalam bekerja dan membangun desa. Ini tak lain demi terciptanya pembangunan di desa serta terciptanya kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan.

Hal itu diungkap oleh Sekdaprov Kepri Arif Fadilah dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Kepri tahap I, di Hotel CK, Tanjungpinang, Selasa (27/2). “Kepala Desa harus semangat membangun dan semangat dalam bekerja. Selain itu pemerintah kabupaten dan kota juga harus terus mendorong sehingga program-program desa bisa berjalan dengan baik,” Arif Fadillah, Selasa (27/2).

Kegiatan yang melibatkan seluruh Kepala Desa, Camat, PMD kabupaten/kota, Kepolisian, dan BPKP se-Kepri ini akan berlangsung hingga kamis (1/3) mendatang. Selain bagi Kepala Desa, Sekdaprov Arif Fadillah juga mengingatkan para Camat. Ia meminta Camat untuk terus memantau setiap kegiatan desa-desa yang berada di wilayah tugasnya.
“Ibaratnya, selembar daun jatuh pun camat harus mengetahui, apalagi ada pembangunan diwilayhnya bertugas,” kata Arif.

Tak hanya itu, Arif juga mengajak agar seluruh jajaran pemerintah untuk memperpanjang semangat Presiden Jokowi yang mengusung program nawacitanya, yakni membangun dari pinggiran.

“Membangun itu dari pinggir, yakni dari desa. Oleh sebab itu kita harus sama-sama mendorong dan mendongkrak pembangunan desa. Apalagi perhatian presiden dan wapres kita, pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla saat ini sangat luar biasa, dan kita harus mendukungnya,” ujar Arif.

Terakhir, Arif mengajak sekuruh instansi terkait untuk bersama-sama menyukseskan program pemberdayaan desa dengan cara meningkatkan koordinasi dan sinergisitas dari semua lini. (yan)

Balai Veteriner Monitoring Flu Burung

0
Balai veteriner Bukittinggi, Sumatra Barat saat mengambil sampel darah unggas di Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan, Selasa (27/2).

batampos.co.id – Balai Veteriner Bukit Tinggi Padang Sumatera Barat melaksanakan monitoring virus Asian Influenza (AI) atau lebih dikenal dengan istilah flu burung. Untuk mengidentifikasi masuknya virus ini, Balai Veteriner melakukan pengambilan sample darah unggas untuk di cek di laboratorium.

Salah satu pegawai bidang peternakan Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas dr Ardi, mengatakan, untuk pengambilan sampel kali ini, ada 35 responden atau pedagang atau peternak. Satu responden ada 5 ekor yang di ambil samplenya.

Jika setelah dicek laboratorium hasilnya positif ada virus flu burung Katanya, maka penanganannya akan segera dilakukan. Mulai dari membekukan keluar masuknya ayam dari dan keluar Anambas. Hingga ke proses pemusnahan. “Kita masih menunggu hasilnya, jika memang terbukti positif ada flu burung, maka langsung akan dilakukan penanganan,” ungkap dr Ardi, kepada

Namun katanya, sampai tahun ini, belum pernah ada flu burung, sehingga pihaknya saat ini masih dalam upaya pencegahan masuknya virus mematikan tersebut. “Kita ini sifatnya pencegahan,” ungkapnya lagi.

Sementara itu ketua tim monitoring flu burung dari Balai Veteriner Bukit Tinggi Padang Sumatera Barat Drh Niko Febrianto. Menjelaskan, kegiatan ini merupakan konsep pembebasan flu burung di Provinsi Kepri khususnya di Anambas.

Menurutnya, bukan hanya ayam tapi hewan lain juga diperiksa seperti anjing dan kucing. Apakah ada Rabies atau tidak. Pmonitoring seperti ini dilaksanakan selama dua kali dalam setahun yakni pada musim panas dan musim hujan. Karena ada perbedaan cuaca.

Dirinya mengimbau karena saat ini belum ada flu burung di Anambas, maka diharapkan kepada seluruh peternak agar menjaga kesehatan peternak dengan memperhatikan sanitasi dan terus menjaga kebersihan lingkungan kandang ayam. “Untuk sementara Pencegahannya yakni penyempurnaan kandang. Dan sanitasi yang baik,” jelasnya. (sya)

Lahan Puskesmas Diklaim Warga

0

batampos.co.id – Akibat buruknya pengelolaan aset pemerintah daerah beberapa waktu lalu, kini lahan Puskesmas di Kecamatan Serasan bersengketa. Ahli waris mengklaim lahan yang dibangun puskesmas masih milik warga. Camat Serasan Edy Priyoto Zaman mengatakan, munculnya klaim ahli waris lantaran tidak adanya bukti tertulis penjualan atau hibah dari pihak keluarga.

Edy mengatakan, sebelum dibangun puskesmas, diatas lahan itu berdiri Kantor Bea dan Cukai, Serasan. Di belakang kantor tersebut terdapat perumahan pegawai Bea dan Cukai yang sekarang masih berdiri.

Diakui Edy, kantor Bea dan Cukai di Serasan sudah berdiri di tahun 70-an. Namun karena sudah tidak lagi difungsikan, sebagian lahannya dibangun puskesmas. Namun dari pihak Bea dan Cukai pun tidak menyerahkan hibah penggunaan secara tertulis.

“Saya sudah menemui beberapa pihak Bea dan Cukai yang pernah bertugas di Serasan. Mereka membenarkan menyerahkan penggunaan lahan untuk dibangun Puskesmas. Sebelumnya di belakang perumahan kemudian dipindahkan di depannya,” ujar Edy Zaman, Selasa (27/2).

Sementara itu, pihak Bea dan Cukai pun kata Edy Zaman, juga tidak memiliki bukti bawah lahan kantor bea dan cukai. Dan tidak tercatat dalam aset bea dan cukai. Namun saat kantor Bea dan Cukai masih beroperasi, tidak pernah terjadi klaim ahli waris.

“Baru setelah bangunan puskesmas berdiri, ada ahli waris mengklaim masih hak milik. Sekarang, Pemerintah Daerah menunggu ahli warismenggungat,” ujar Camat.
Menurut Camat, pemilik pertama atau orangtua ahli waris diyakini dulunya sudah melakukan ijab kabul menjual atau menghibahkan lahan untuk kantor Bea dan Cukai beserta perumahan. Bahkan dulunya terdapat lapangan olahraga untuk pegawai bea dan cukai Serasan.

“Dulu tahun 70 an, bea dan cukai di Serasan masih difungsikan tidak ada persoalan lahan. Bahkan selain kantor dan perumahan, ada lapangan badminton di belakangnya,” ujar Edy Zaman.(arn)