Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 12572

Lipesia pun Digelar di Batam

0

batampos.co.id – Kompetisi sepakbola antar perusahaan yang dulu dikenal dengan nama Galakarya atau Liga Karyawan akan hadir kembali dengan nama baru ‘Lipesia’ yang merupakan singkatan dari Liga Pekerja Indonesia.

Lipesia merupakan gawean bareng antara Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)serta berkoordinasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan digelar di 34 provinsi di Indonesia.

Melibatkan 544 perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Tentunya, Kepri termasuk salah satu provinsi yang bakal menghelat Lipesia 2018 ini. Lipesia Zona Kepri 2018 akan dilangsungkan mulai 20 Januari hingga 16 Februari 2018 di Stadion Temenggung Abdul Jamal Batam.

“Mainnya Sabtu dan Minggu, sehingga tidak mengganggu jadwal kerja para karyawan,” ujar Ketua panitia Haris Suhendar kepada Batam Pos, Sabtu (30/12).

Jumlah peserta di setiap provinsi sebanyak 16 tim. Ke-16 tim dibagi ke dalam beberapa grup. Bertanding menggunakan sistem setengah kompetisi. Para juara provinsi akan bertanding di 6 Zona Regional yang dibagi ke dalam 8 grup. Para juara grup berhak melaju ke babak 8 Besar Nasional.

“Sampai saat ini sudah ada 11 tim yang konfirm ikut ajang ini. Pendaftaran akan ditutup tanggal 6 Januari 2018,” kata Haris.

Dikatakan, berdasarkan aturan yang berlaku peserta Lipesia adalah karyawan perusahaan swasta, BUMN dan BUMD. Dengan rentang usia mulai 20 sampai 40 tahun.

“Partai final nasional dijadwalkan digelar 1 Mei 2018 yang bertepatan dengan Hari Buruh atau May Day,” sebutnya.

Haris berharap Lipesia ini dapat menjadikan sarana berkreasi yang menyehatkan seluruh pekerja di Indonesia serta mengeratkan persatuan para Industriawan dalam satu kegiatan sepakbola.

“Semoga kegiatan ini dapat membantu program pemerintah dalam Percepatan Pembangunan Sepakbola di Indonesia,” tutup Haris. (cr16)

Polresta-Pemko Batam Sepakat Sukseskan Program Kampung Anti Narkoba

0
Kapolresta Barelang Kombes Hengki (tengah) bersama Wakapolresta (kanan) dan Kasat Reskrim memberikan keterangan pengungkapan narkoba saat ekpos di Mapolresta Barelang, Rabu (27/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Mengantisiasi maraknya peredaran narkoba di lingkungan masyarakat Batam, Kapolresta Barelang, Kombes Hengki berencana menggandeng Pemko Batam untuk membuat program kampung anti narkoba.

Hal tersebut disampaikan Kombes Hengki saat membuka rapat koordinasi peningkatan peran RT/RW dalam rangka penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti pancasila, guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Jumat (29/12) siang.

“Kami tak ingin peredaran narkoba tahun depan ini marak di Batam. Untuk menekan peredaran narkoba di masyarakat, salah satu caranya yakni dari Polresta Barelang menggandeng Pemko Batam untuk mengimplementasikan kampung anti narkoba di Batam. Kalau untuk mengandalkan personel polisi, jumlahnya sangat terbatas,” ujar Kombes Hengki.

Peran serta masyarakat seperti misalnya memberitahukan adanya oknum yang bertransaksi narkoba di lingkungan masyarakat, lanjut Kombes Hengkis, sangat membantu sekali bersama-sama memberantas keberadaan peredaran narkoba di masyarakat.

“Dari Polresta Barelang untuk mengawali program kampung narkoba nantinya terealisasi dengan efektif, salah satunya akan lombakan masing-masing Polsek yang tersebar di 12 Kecamatan. Perlombaan yang saya maksud adalah, siapa yang mampu memberantas peredaran narkoba terbanyak di wilayah kerjanya Polsek, merekalah yang akan kami kasih reward, baik itu untuk anggota maupun Kapolseknya,” terang Kombes Hengki.

Seperti apa nantinya teknis program menggalakkan kampung anti narkoba, Kombes Hengki mengatakan, hal itu masih akan ia godok bersama jajajaran Kasat-Kasat.

Sementara, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar mendukung penuh apa yang akan dicanangkan oleh Kapolresta Barelang, Kombes Hengki yang akan membuat program kampong anti narkoba.

“Kami dari Pemko Batam sepenuhnya akan mensupport program tersebut demi masa depan masyarakat Batam. Apa yang Pemko Batam bisa dan mampu bantu untuk mendukung program tersebut, saya pasti akan mendukung sepenuhnya. Bila perlu dari Pemko Batam dilibatkan untuk mensukseskan program kampung anti narkoba di Batam,” terang Amsakar Achmad.

Amsakar juga tak mau kalah dengan Polresta Barelang demi terwujudnya program kampung anti narkoba. Ia berencana akan memanggil seluruh camat maupun lurah di Batam.

“Saya berencana akan lombakan camat-camat dan lurah-lurah se-Batam. kelurahan atau kecamatan mana saja yang mampu menekan dan memberikan informasi adana peredaran narkoba di wilayahnya, apalagi sampai ikut menangkap oknum pengedar narkobanya, dari Pemko Batam nantinya akan memberikan reward bagi kecamatan atau kelurahan terbaik yang sudah mampu menekan adanya peredaran narkoba,” terang Amsakar. (gas)

Kepala BP Batam Menjelaskan Mengapa Aktif dalam Kegiatan Pariwisata

0
Kepala BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo memberikan pemaparan kepada waratawan pada acara silaturahmi dengan insan media di Gedung BP Batam, kamis (28/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pada akhir tahun 2017 Badan Pengusahaan (BP) Batam secara mengejutkan menggarap 3 acara besar kegiatan pariwisata. Dua wisata olahraga dan sebuah karnaval.

Di hadapan wartawan, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menjelaskan diatas kertas tiada keuntungan yang bisa didapatkan oleh BP dari kegiatan pariwisata.

“Sebagai BLU (Badan Layanan Umum) pendapatan BP Batam hanya berasal dari Bandara, lahan serta pelabuhan,” ujar Lukita di Balairung BP Batam, Jumat (29/12/2017), malam.

Turis datang ke Batam, makan di restoran, menginap di hotel dan sebagainya berarti pemasukan bagi PAD.

“Ya kalau ada pemasukan itu dari pelabuhan, tapi itu kecil,” imbuhnya.

“Tapi kami ingin ekonomi Batam bangkit,” imbuhnya.

Lukita mengakui bahwa BP Batam juga punya tugas untuk mengembangkan pariwisata. Hal tersebut terlampir di UU FTZ yang menyatakan ada penugasan dari pemerintah pusat ke BP Batam untuk mendukung pariwisata.

“Perppu tentang FTZ yang kemudian jadi UU FTZ, ada pariwisata. Untuk membangkitkan ekonomi,” sambungnya.

Pariwisata, kata Lukita, akan menjadi sumber ekonomi baru di Batam. BP Batam memilih program yang cepat membangun ekonomi Batam, karena event pariwisata merupakan yang paling cepat.

“BP Batam akan bangun destinasi pariwisata selain event wisata. Hanya saja bangun destinasi butuh waktu dua tahun. Nah, sambil membangun, BP Batam akan membantu Pemko Batam meningkatkan kunjungan wisman,” tegas Lukita.

Lukita mengungkapkan, mereka menyiapkan pusat ekonomi baru yang juga mendukung parIwisata. Lokasinya di Nongsa, Tanjungpinggir dan juga Batamcentre.

“Ada beberapa resort yang akan dibangun (swasta). Di Tanjungpinggir sekitar 230 hektar, termaksud untuk wisata. Nanti ada disana Elang Laut, seperti garuda wisnu di Bali dan sudah ada investor tunggal yang akan membangunnya. Makanya kami selesaikan dulu lahannya,” Lukita menguraikan.

Mengembangkan parawisata sangat memerlukan destinasi wisata baru. Namun untuk membangun destinasi pariwisata membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Ada beberapa investor yang ingin berinvestasi besar. Tapi tidak bisa saya sebutkan dan ini tidak main-main. Bisa miliaran dolar dan harus jajaki. Makanya saya bilang, destinasi itu butuh waktu,” ulangnya.

Tahun 2018 serangkaian kegiatan wisata sudah diagendakan.

Sementara itu, pagi ini, BP mengadakan car free day, di bundaran BP Batam. Aneka kegiatan dilaksanakan di sana termasuk bazzar untuk menghidupkan ekonomi rakyat. (leo)

Pemko Batam Upayakan Hindari Defisit Tahun 2018

0
Ribuan Pegawai Nwegeri Sipil Pemko Batam meninggalkan lapangan Engku Putri Batamcenter usai melaksanakan apel. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tidak tercapainya target pendapatan di Tahun 2017, membuat terjadinya rasionalisasi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam di tahun depan.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RB) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan menghindari defisit yang serupa di tahun 2018 mendatang, pihaknya akan berusaha berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan pendapatan disektor yang tak tercapai seperti pajak hotel, PBB, hingga BPHTB.

Raja menyebutkan ke depan pihaknya akan membangun komunikasi lebih dini dengan semua stakeholder yang terlibat, untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut.

Untuk diketahui tahun ini tersendatnya izin peralihan hak di BP Batam tahun ini turut serta mempengaruhi pendapatan utama daerah seperti BPHTB, PBB hingga IMB. “Awal tahun kami sudah mulai membahas tentang ini,” sebut dia.

BP Batam sebagai leading sektor yang mengeluarkan izin peralihan hak ini diharapkan bisa bekerjasama dengan Pemko Batam. Menurutnya BP Batam tahun ini telah melakukan berbagai upaya terkait regulasi sehingga memudahkan perizinan, dan tentunya ini akan berdampak bagi semuanya.

“Jadi dengan perubahan tersebut kami harapkan di tahun depan ada keyakinan defisit bisa ditekan atau dihindari, dan pendapatan bisa meningkat,” terangnya.

Ia menambahkan, potensi peningkatan pendapatan itu pasti ada, apalagi berdasarkan laporan BP Batam terkait perkembangan investasi di Batam seperti pertumbuhan pembangungan apartemen di Batam dan juga informasi dari REI.

Pembenahan yang dilakukan ini merupakan upaya Pemko Batam dalam menghindari defisit dan percepatan pencapaian target pendapatan. “Jadi kalau ditemukan hambatan, tim koordinasi ini akan bertindak cepat jadi masalah terselesaika dengan cepat,” tutupnya.

Seperti diketahui tahun ini Pemko mengalami defisit yang cukup besar yang nilainya mencapai Rp 168 miliar. Berbagai upaya dilakukan Pemko Batam hingga menunda pengerjaan beberapa rencana pembenahan kota.(cr17)

Tahun 2018, Tahanan Wanita akan Dipindahkan ke LPP

0
Warga binaan Lapas Kelas IIA Batam, Tembesi, Sagulung bersama warga binaan perempuan lainnya saat mengikuti Maulid Nabi SAW , Kamis (7/12/2017). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 98 orang warga binaan wanita di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Barelang Kelas II A Batam rencananya akan dipindahkan secara perlahan ke Lembaga Pemasyarakat Perempuan (LPP) di Baloi.

Kalapas Batam, Surianto mengatakan pemindahan puluhan warga binaan tersebut untuk menekan kelebihan kapasitas warga binaan baik di Lapas ataupun Rutan.

“98 warga binaan wanita ini dipindahkan, supaya blok wanita itu dipakai oleh warga binaan pria nantinya,” ujar Surianto, Jumat (29/12).

Dia mengatakan pemindahan warga binaan wanita itu rencananya akan dilakukan pada bulan Januari 2018 mendatang.

“Tahun depan sudah bisa dipindahkan semua secara bertahap. Nantinya jika ada napi wanita baru, akan langsung diarahkan ke sana,” kata Bapak asal Sulawesi Selatan ini.

Wacana pemindahan warga binaan wanita tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM terkait pengadaan LPP di Batam yang sudah keluar sejak awal tahun 2017 lalu.

“Batam sudah ada Lembaga pemasyarakatan perempuan jadi otomatis warga binaan wanita harus ditempatkan di sana,” ucapnya.

Dia mengatakan saat ini jumlah warga binaan yang ada di Lapas mencapai 1.280 orang. Jumlah ini tentu sangat tak ideal, sebab daya tampung Lapas hanya bisa menampung 485 orang.

Meskipun belum memiliki gedung sendiri, namun hadirnya LPP yang saat ini menumpang di gedung Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) Baloi sangat membantu pihaknya untuk menekan jumlah warga binaan yang sudah melebihi kapasitas daya tampung Lapas. (cr19)

Selama 2017, Pencari Kerja Capai 25 Ribu

0
Pencari kerja mengantri saat melamar. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sepanjang tahun 2017 ini, sedikitnya 25 ribu lebih pencari kerja yang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan di Batam. Jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 24 ribu pencaker.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan tahun ini perekrutan cukup banyak dibuka perusahaan manufakturing yang ada di Batam.

“Yang lesu itu kan perkapalan, sedangkan untuk elektronik masih cukup baik kondisinya,” kata dia, Jumat (29/12).

Jika melihat perekrutan karyawan yang dilakukan dipertengahan tahun 2017 ini, bearti perusahaan sudah menghitung pekerjaan yang akan dilakukan tahun depan.

“Tentu yang direkrut berdasarkan kebutuhan, dan sepertinya mereka mendapatkan job yang cukup banyak untuk tahun depan,” terangnya.

Jika melihat grafik pencari kerja tahun ini, hampir 17 ribu berasal dari luar pulau Batam, sedangkan sisanya lokal. Ini membuktikan industri di Batam masih diminati, walaupun lowongan kerja tak sebanyak beberapa tahun lalu.

Dia menyebutkan untuk tahun lalu jumlah pencari kerja yang tercatat di Batam mencapai 24 ribu orang.

“Tidak jauh beda dari tahun lalu. Apalagi tahun depan, saya kira serbuan masih tetap sama bahkan bisa saja lebih,” ungkap mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.

Hal tersebut disebabkan karena Upah Minimum Kota (UMK) Batam yang cukup tinggi yakni menyentuh angka Rp 3.5 juta perbulannya.

“Ini akan jadi faktor pencaker banjir ke Batam,” sebutnya.

Disinggung mengenai jumlah perusahaan yang ada saat ini, Rudi menyebutkan masih ada sekitar enam ribuan yang aktif beroperasi.

“Yang tutup itu kan kebanyakan perusahaan middle ke bawah saja, sedangkan yang besar tak banyak,” ungkapnya.

Dia berharap, ke depan perkembangan perusahaan yang ada di Batam terutama offshore bisa menjadi lebih baik, dan bisa menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. “Mudaha-mudahan di tahun depan semakin baik,” tutupnya. (cr17)

Tunjangan Cair, Tiap Bulan Dewan Terima Rp 28,4 Juta

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – 50 Anggota DPRD kota Batam telah menerima tunjangan transportasi dan tunjangan perumahan. Setiap bulan, wakil rakyat tersebut menerima Rp 28,4 juta. Tunjangan ini terdiri dari trasnportasi sebesar Rp 13,5 dan Rp tunjangan perumahan Rp 14,9 juta.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Batam, Asril mengatakan, pemberian kedua tunjangan ini diatur dalam Perda Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Batam.

“Sudah sesuai ketentuan, dan telah kita serahkan,” kata Asril, Jumat (29/12).

Menurut dia, angka Rp 28,4 juta ini tak termasuk nilai bersih yang diterima anggota dewan. Sebab, baik itu tunjangan perumahan atau transportasi dipotong pajak sebesar 15 persen.

Selain itu, untuk tunjangan perumahan angkanya berbeda antara anggota dan pimpinan DPRD. Ketua DPRD dibayar Rp 18,9 juta, wakil Rp 16,9 juta dan anggota sebesar Rp 14,9 juta.

Terkait mobil dewan sendiri, Asril mengaku secara administrasi sudah dikembalikan ke sekda dan saat ini tengah dalam proses serah terima di bagian keuangan dan aset Pemko Batam. Hanya saja karena keterbatasan tempat parkir, mobil tersebut masih diparkir di DPRD Batam.

“Secara administrasi sudah. Fisik saja yang masih disini (DPRD),” tuturnya.

Terpisah Sekretaris Daerah Batam, Jefridin mengatakan mobil dinas Pemko Batam akan segera ditarik secara keseluruhan. Kemudian didistrubusikan kepada OPD-OPD yang membutuhkan untuk keperluan operasional.

Untuk biaya perawatan mobil sendiri, tidak dianggarkan tahun ini.

“Perawatan ditanggung sendiri,” kata Jefridin.

Namun demikian, ia mengaku akan menghitung secara ekonomis, jika lelang terbukti lebih efektif, maka ke depan bakal dilakukan pelelangan.

“Mobil dinas kita tarik lalu tanyakan ke OPD yang terkait. Apabila memang merugikan lebih baik di lelang secepatnya. Kemudian lelang akan direncanakan secara internal mengikuti aturan yang berlaku,” ujarnya. (rng)

Tahun 2018, Pemko Kembali Potong Belanja Pegawai

0
Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam meninggalkan lapangan usai mengikuti apel gabungan jajaran Pemko Batam di Dataran Engku Putri Batamcenter, . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menerapkan efisiensi belanja pegawai tahun 2018 mendatang. Terkait ini Pemko Batam menghitung akan menghemat sekitar Rp 100 miliar.

Seketaris Daerah (Sekda) Kota Batam mengatakan, langkah yang akan diambil yakni konsumsi rapat hingga perjalanan dinas akan dipangkas.

“Rapat cuma air putih, bahkan tidak ada. Perjalanan dinas dalam daerah dihapus, sementara dinas luar juga dipangkas 50 persen,” paparnya, kemarin.

Ia mengatakan, efisiensi tahun depan tak menganggu program yang bersentuhan dengan masyarakat dan dipastikan aka terus berjalan. Termasuk salah satu yang utama yakni pengembangan infrastruktur.

“Tak ada yang ditunda (pembangunan jalan) , semua dilanjutkan,” imbuhnya.

Terkait langkah ini, Jefridin optimistis tahun 2018 PAD Batam akan tercapai. Bahkan, ia yakin pihaknya bisa menutup kekurangan PAD dari target di tahun 2017 sekitar Rp 107 miliar. Untuk diketahui, hingga kini capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam tahun 2017 baru tercapai 81,72 persen atau Rp 887 miliar dari target Rp 1,086 triliun.

“Ini anngka sementara tahu pastinya awal tahu,” imbuhnya.

Menurutnya sektor PAD punya cukup andil akan defisit APBD BAtam tahun 2017, dalam hal ini Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) punya andil yang cukup besar. PAdahal target pendapatan sektor ini sduah diubah dari Rp 342 miliar menjadi Rp 250 miliar.

“Dari BPHTB saja sekitar Rp 60 miliar,” ungkapnya.

Selain capaian PAD yang minim, Jefridin mengaku sektor lain yang menyeret APBD BAtam adalah Dana Bagi Hasil (DBH) baik dari pusat maun provinsi yang belum dibayar tahun ini.

“Dari pusat sekitar Rp 20 miliar lebih. Dari provinsi sekitar Rp 30 miliar lebih,” pungkasnya. (cr13)

Masriana Fatimah, Manfaatin Hobi sebagai Penghasilan

0
Masriana Fatimah

batampos.co.id – Perempuan hobi masak, sangat banyak. Tapi menjadi hobi itu mendatangkan pendapatan bagi mereka, hanya sebagian kecil saja. Salah satunya Masriana Fatimah. Walau sudah memiliki pekerjaan di Dinas Perhubungan Kota Batam. Gadis berusia 24 tahun ini, masih tetap mencari penghasilan tambahan dari hobinya.

“Pagi kerja berdinas, malamnya berdagang,” katanya pada Batam Pos, Jumat (29/12).

Ia mengatakan hobi masak dan berdagang ini tidak datang dengan sendirinya. Sudah dimulainya sejak SMK. Berawal dari bikin kue, lalu dijual dikantin sekolah sudah dilakoninya. Jualan kue ini tidak membuat dirinya rendah diri, ia tetap menjalani kehidupan remajanya dengan layaknya gadis-gadis lainnya.

“Saya buat kue, kadang dibantuin mama juga,” tuturnya.

Untuk merintis usaha, kata gadis yang akrab dipanggil Riana berkali-kali terpuruk dan gagal. Namun tidak membuatnya menyerah. “Kadang mencapai sukses itu kita harus jatuh berkali-kali. Tidak semua orang merintis usaha dengan gampangnya. Kesuksesan itu didapat dengan belajar dari kegagalan serta pantang menyerah,” ujarnya.

Jualan kue, makanan, butik, tas sudah dijalaninya. Semua usaha ini mengalami kegagalan. Dan sekarang, Riana sedang merintis usaha sesuai dengan hobinya.

“Saya punya Cafe namanya Stop Line yang berada di daerah Sei Panas,” tuturnya.

Cafe ini memiliki satu masakan andalan, yang merupakan hasil dari kreativitasnya yakni Ayam Kelindes. Menu ini disajikan dengan level kepedasan yang bisa dipilih oleh para pengunjung.

“Dari 1 sampai 20,” ujarnya.

Kesuksesanya membuka usaha makanan ini, tidak terlepas dari peranan orangtuanya.

“Setiap ada masakan baru, saya coba ke mama. Mama itu orang pertama yang kritik masakan saya, kurang asin, gurih atau apa,” ungkapnya.

Gadis manis berkerudung ini, menuturkan akan terus mengembangkan usahanya.

“Saya tidak akan merasa puas dengan ini saja, terus dan terus maju,” ujarnya.

Bagi pemula dalam memasak, ia memiliki tips dalam menggoreng bawang. “Bawang goreng yang baik itu warnanya keemasan, dan diangkat saat baunya suah hilang. Ingat jangan sampai gosong,” tuturnya. (ska)

ASDP Buka Hingga Pukul 20.00

0
Sejumlah penumpang dan kendaraan turun dari kapal Roro yang baru tiba di Pelabuhan Roro Pungggur, Selasa (26/12). untuk mengantisipasi saat lonjakan penumpang menjelang tahun baru. PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Kepri, menambah jadwal pelayaran Kapal roll on roll off (Roro) hingga pukul 20.00. F Cecefp Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Kepri, menambah jadwal pelayaran Kapal roll on roll off (Roro) hingga pukul 20.00. Penambahan ini untuk mengantisipasi saat lonjakan penumpang menjelang tahun baru.

“Jadwalnya ini tidak tetap. Penumpang banyak, kami buka hingga pukul 20.00. Tapi kalau sedikit, kami tetap menggunakan jadwal biasanya, sampai pukul 18.00 saja,” kata Manager Usaha PT ASDP Cabang Kepri, Adolf DC Enoch, Jumat (29/12).

Sistem seperti ini, kata Adolf sempat diterapkan sebelum natal. Dari 23 hingga 25 Desember, Kapal Roro berlayar melebihi waktu normalnya.

“Tanggal 23 dan 24 kami sampai jam 8, 25 sampai jam 7 saja. Dan 26 Desember hingga sekarang kembali lagi normal, sampai jam 18.00 saja,” ucapnya.

Ia mengatakan 31 Desember akan terjadi lagi lonjakan penumpang. Arus penumpang ini, kata Adolf kebanyakan dari Bintan menuju ke Batam.

“Berapanya belum bisa, tapi ada lonjakan. Kalaupun tidak tertampung hingga jam normal, kami akan buka hingga pukul 20.00,” ujarnya.

Pihak ASDP juga akan meningkatkan intensitas pelayaran. Biasanya Kapal Roro berangkat setiap 1 jam. “Tapi kali ini setiap 40 menit berangkat,” ucapnya.

Walau nantinya terjadi lonjakan penumpang. Adolf mengatakan pihaknya hanya mengangkut sesuai kapasitas kapal saja. Dan ia berharap masyarakat tertib saat keluar atau memasuki Kapal Roro. Hal ini demi keselamatan semua pihak.

“Kami ingin pelayaran berlangsung aman dan lancar,” ujarnya.

Di Pelabuhan Roro Telagapunggur, arus penumpang dan kendaraan yang memasuki atau keluar dari kapal masih normal. (ska)