Kamis, 28 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12575

Insentif Perawat akan Dinaikkan

0

batampos.co.id – Meningkatnya kunjungan pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan membuat beban perawat dan petugas medis makin berat. Karena itu, Bupati Bintan Apri Sujadi meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bintan menaikkan insentif atau menambah tenaga medis.

“Dua opsi itu sebagai referensi. Tujuannya supaya masyarakat bisa dilayani dengan baik,” ujar Apri saat acara Senam Cerdik dan Sehat yang diselenggarakan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Bintan di Lapangan Relief Antam, Kijang, Jumat (16/3).

Apri menyampaikan, sejak diberlakukannya program berobat gratis pasien yang berobat ke rumah sakit pelat merah di Bintan itu meningkat signifikan. “Biasanya 200 hingga 300 pasien per bulan, saat ini bisa mencapi 2.000 pasien per bulan,” ujar Apri.

Peningkatan jumlah pasien itu, jelas membuat beban perawat dan petugas medis bertambah. Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kabupaten Bintan, Pandapotan Hutabarat mengatakan, seluruh perawat di Kabupaten Bintan siap mendukung program pemerintah daerah di bidang kesehatan. Ia juga sangat mengapresiasi atas kebijakan Bupati yang berkeinginan untuk memperhatikan insentif bagi tenaga perawat.

“Tentunya kita sangat senang, pemerintah daerah memperhatikan dan mengapresiasi kerja keras kami para perawat,” ujarnya.

Dia juga mengatakan saat ini jumlah perawat yang sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat terampil di Kabupaten Bintan berjumlah 295 orang. Dan untuk ke depannya ditargetkan sebanyak 500 perawat sudah memiliki STR. “Karena perawat garis depan dalam melayani pasien yang sakit,” tukasnya. (met)

Polisi Tangkap Kapal Vietnam

0
foto: eggy / batampos

batampos.co.id – Satuan Polair Mabes Polri mengamankan empat kapal asal Vietnam yang melaksanakan ilegal fishing di perairan sekitar Kepulauan Natuna, Rabu (14/3) lalu. Selain mengamankan kapal, Polair Mabes Polri juga mengamankan sedikitnya 22 ABK kapal.

Usai diamankan Rabu (14/3) lalu, keempat kapal itu kemudian ditarik ke Dermaga Pelabuhan Batuampar dan baru sampai pada hari ini. Selain itu, dari dalam kapal juga terdapat beberapa bendera, yang diantaranya bendera Malaysia, Indonesia dan bendera Vietnam.

Komandan Kapal Polisi (KP) Baladewa 8002 Kompol Dani membenarkan adanya penangkapan ini. Namun, saat dikonfirmasi terkait penangkapan ini, Dani belum bisa membeberkannya. Sebab, tangkapan ini rencananya akan diekspose oleh Kapolda Kapri Irjen Didid Widjanardi.

“Benar kalau kita melakukan tangkapan kapal asing. Kalau untuk lebih jelasnya besok akan kita sampaikan,” ujarnya singkat. (gie)

Penggugat Minta Barang yang Disita Dikembalikan

0

batampos.co.id – Sidang praperadilan gugatan salah satu satu pengusaha atas nama Yohanes ke dua instansi yakni Polair Polda Kepri dan Bea Cukai Batam atas penyitaan barangnya beberapa waktu lalu, kembali digelar, Jumat (16/3) pagi.

Sidang dengan agenda pembacaan permohonan pihak penggugat yang diwakili kuasa hukumnya, Agus Amri dan Anang, membacakan lengkap permohonan yang mereka gugat serta dasar permohonannya di hadapan majelis hakim.

Pada sidang praperadilan, kuasa hukum penggugat menuntut bahwa penggeledahan serta penyitaan barang milik kliennya yang dilakukan oleh Polair Polda Kepri yang diserahkan lagi ke BC Batam, tidak sah sesuai aturan hukum.

“Barang milik klien kami yang disita berupa barang kebutuhan masyarakat dengan jumlah sebanyak 720 koli, dikembalikan utuh seperti dalam kondisi semula saat awal disita. Kami juga menuntut pembayaran ganti rugi baik materiil maupun imateriil,” ujar Agus Amri.

Karena, lanjutnya, dasar penyitaan itu tak ada. Barang milik penggugat bukan barang terlarang ataupun narkoba, juga bukan selundupan, tapi barang yang berdokumen resmi.

“Apa dasar mereka menyita dan menggeledah barang milik kline kami? Unsur tindak pidana pun tak ada, itu materi tuntutan utama klien kami. Kami menuntut ganti rugi sebesar Rp 1 miliar kepada tergugat,” terang Agus Amri.

Agus Amri sangat menyayangkan adanya oknum di Polair Polda Kepri yang main menyita barang tanpa bisa menyebutkan dan menunjukkan dan membuktikan apa kesalahan prosedur jenis barang ataupun masuk barang milik kliennya.

Sementara dari pihak tergugat I Polair Polda Kepri yang diwakili oleh Toto Wibowo mengatakan, permohonan praperadilan itu adalah hak para pihak yang merasa tak puas dalam proses penegakan hukum.

“Kami dari Polda Kepri siap menghadapi gugatan yang dilakukan pemohon. Karena itu mekanisme hukumnya. Artinya hari ini kami baru mendengarkan pembacaan tuntutan dari pemohon,” ujar Toto Wibowo.

Pihaknya akan memberikan jawaban atas gugatan penggugat ke persidangan selanjutnya yang akan kembali digelar pada hari Senin (19/3).

“Permohonan praperadilan ini sah tidaknya penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan Polair Polda Kepri, kami aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan hukum, selalu berdasarkan mekanisme aturan hukum yang berlaku. Apalagi termohon II adalah BC Batam. Artinya tindakan yang dilakukan Polair Polda Kepri, dugaan adanya tindak pidana, kemudian itu domain dari BC Batam, maka barang itu kami serahkan ke BC Batam. Itu kan sudah sesuai aturan,” terang Toto.

Intinya, lanjut Toto, semua yang dituduhkan ke penggugat, akan dijawabnya di proses sidang praperadilan selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, kedua instansi ini, Polair Polda Kepri dan BC Batam digugat setelah melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang dagangan milik Yohanes tanpa dasar dan surat yang jelas.

Melalui kuasa hukumnya, Yohanes mengatakan gugatan gugatan secara resmi dan sudah teregister dengan nomor 01/Pid. Pra/2018/ PN Batam. Gugatan atas penyitaan 720 koli barang milik Yohannes

ini dirasa perlu karena pihak tergugat telah melakukan tindakan yang tidak memiliki dasar hukum.

Menurut penggugat, penggeledahan dan penyitaan ini tidak sesuai prosedur karena tidak ada dilengkapi surat penyitaan.

Dijelaskan, pada 19 Februari lalu kliennya membeli barang kebutuhan masyarakat dengan jumlah 720 koli. Sesuai rencana tersebut akan didistribusikan ke daerah lain dengan menggunakan kapal carteran.

Namun demikian, karena belum adanya kapal dan pihak pemilik sedang melakukan pengurusan izin, maka barang tersebut disimpan di atas lahan milik kliennya di Desa Sembulang Camping, Galang.

Setelah sempat mengamankan barang dagangan senilai Rp 400 juta tersebut, pihak Ditpolair melimpahkan barang-barang tersebut ke pihak Bea Cukai. (gas)

Trauma, Keluarga Minta Dijauhkan dari A Kun

0

batampos.co.id – Keluarga korban Bong Ji Kioeng, 70, berusaha memaafkan perbuatan Heriwan alias A Kun, 27, usai membunuh bapak kandung sendiri pada Senin (12/3) lalu di Jalan Rahayu Kampung Barek Motor, Rt 03 RW 08 nomor 60 Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan.

“Kami akan memaafkan A Kun jika benar perbuatannya dilakukan tanpa sadar,
tapi jika ada niat (membunuh), A Kun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Lina,35, putri sulung korban ditemui di Rumah Duka dan Panti Jompo Yayasan Dharma Bhakti Kijang, Bintan Timur, Jumat (16/3) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ibu satu anak ini berharap kepolisian dan pihak medis memeriksa secara keseluruhan kejiwaan adik kandungnya. “Apakah A Kun benar benar mengalami gangguan kejiwaan atau tidak? Sebaiknya diteliti,” ujarnya.

Bila nantinya adiknya dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, ia meminta pemerintah merehabilitasi adiknya sampai dengan sembuh.

“Diterapi atau diberikan pengobatan sampai sembuh,” kata dia.

Bahkan jika adiknya kelak sembuh, ia berharap pemerintah mau mencarikan pekerjaan adiknya. Setidaknya dari pekerjaan itu bisa untuk menghidupi dirinya sendiri.

Namun jika tidak terbukti menggalami gangguan kejiwaan, ia mengatakan, A Kun harus menerima konsekuensi dari segala perbuatannya.

Terkait benar atau tidak benarnya A Kun mengalami gangguan kejiwaan, Lina meminta supaya A Kun dijauhkan dari keluarga.

“Okelah dia dinyatakan sembuh, tapi kami tidak bisa menerima karena kami sudah trauma apalagi adik saya Herman sudah sangat trauma. Lagipula masyarakat tidak akan menerima A Kun lagi. Jadi sebaiknya dijauhkan saja dari keluarga,” kata dia.

Dengan dijauhkan A Kun dari keluarga, ia berharap tidak ada korban lain. “Cukup bapak kami jadi korban. Saya tak mau ada korban lain. Apalagi kalau sampai korban merupakan orang lain, siapa nanti yang mau bertanggungjawab?” kata dia.

Selain hal itu, ia juga tidak tahu sejak kapan kejiwaan adiknya terganggu. Saat masih kerja di salah satu perusahaan telekomunikasi, hubungan kedua adiknya masih baik.

“Habis dia kerja di resort, si Herman sering dipukuli. Saya tidak tahu apa sebab dia stres. Padahal bapak dan kami sayang sama A Kun,” kata dia.

Gara gara sering dipukul, ia mengatakan, adiknya Herman sampai konsultasi ke dokter psikiater. “Jadi selama ini A Kun belum pernah diobati, hanya Herman saja yang konsultasi masalah A Kun ke dokter. Dokter saat itu menyimpulkan jika A Kun menderita gejala psikopat,” kata dia.

Disinggung mengenai harta yang ingin dikuasai A Kun, ia mengatakan belum tahu sebenarnya. Namun diakui dia, A Kun telah mengumpulkan berkas berkas dokumen penting milik ibu mereka. “Apakah dia stress karena punya utang di luar, kami tidak tahu. Karena dia sangat tertutup,” ucapnya. (met)

Limbah Minyak Kembali Kotori Pantai Lagoi

0
Wisatawan saat ikut membersihkan limbah di kawasan Lagoi, kamis (15/3) lalu. F. Renald untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Limbah minyak hitam atau sludge oil kembali menyerang dua pesisir pantai resort di Kawasan Pariwisata Terpadu Bintan Resorts, Lagoi, Kamis (15/3) sore. Limbah tersebut ditemukan di pesisir pantai Nirwana Gardens Resort sekitar pukul 13.30 WIB dan Banyan Tree Lagoi ditemukan sekitar pukul 17.50 WIB.

Hingga Jumat (16/3) kemarin tumpahan minyak hitam masih tersisa di kawasan pantai. Tumpahan minyak hitam tersebut menganggu aktivitas wisatawan. Environmental and Health Division PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) Ray Tobing mengatakan, terkait peristiwa itu pihaknya sedah melakukan penanganan dan melaporkan temuan minyak hitam tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan dan Tim Penanggulangan Tumpahan Minyak.

Menurutnya, persoalan temuan limbah minyak hitam yang kerap melanda kawasan Lagoi itu menjadi sorotan pemerintah pusat. Sementara itu, Renald salah seorang pekerja di Lagoi mengatakan, tumpahan minyak itu telah mengusik kenyamanan wisatawan. “Pengelola resort pun ikut merasakan dampaknya,” kata dia.

Tak hanya mengusik kenyamanan wisatawan, beberapa habitat hewan di Lagoi juga terkena limbah itu. “Biawak pun kena minyak hitam,” kata dia. Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan Asri mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memfasilitasi adanya temuan limbah di Bintan dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kementerian telah membantu penyediaan drum untuk menampung limbah. Setelah penuh, selanjutnya pihak kementerian akan membawa drum berisi limbah ke tempat pengelolaan limbah di Batam. “Kami hanya memfasilitasi, sedangkan penanganannya berada di DLH provinsi karena kewenangan laut di provinsi,” tukas dia. (met)

 

Terkendala Dana, Operasional Pesantren Penyengat Ditunda

0

batampos.co.id – Pelaksanaan kegiatan Pusat Pendidikan Islam (PPI) yang direncanakan Pemko Tanjungpinang terpaksa ditunda. Hal ini lantaran ketersediaan dana operasional untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Dadang AG menegaskan, rencana dan segala persiapan sebenarnya sudah matang. “Tapi karena terkendala dana, ya jadi harus ditunda,” ungkap Dadang, kemarin.

Menurut Dadang, sebenarnya Desember lalu sudah direncanakan secara matang proses pembukaan PPI di Pulau Penyengat. Ditandai dengan dibukanya penerimaan bagi para peserta didik. “Rencananya berapa pun yang mendaftar nanti, proses pembelajaran tetap langsung dimulai. Tapi sekarang ya dihentikan dulu sampai ada dana operasionalnya,” sambung pria berkacamata ini.

Sementara terkait persiapan anggaran, ia menuturkan anggaran akan kembali diajukan pada APBD Perubahan kali ini. Meski belum dapat memaparkan nilai dari dana yang akan diglontorkan, Dadang menjelaskan penganggaran pada tahap pertama akan diarahkan untuk proses persiapan pembukaan PPI Penyengat, Tanjungpinang hingga penggajian guru-guru yang mengajar di sana.

Seperti yang diketahui sebelumnya, PPI yang diwacanakan buka di Pulau Penyengat merupakan impian mantan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, untuk mengembalikan Penyengat sebagai pusat pembelajaran Islam di Tanjungpinang. Dimana sebelumnya Pemko menargetkan akan mulai dibuka pada Juli lalu. Namun belum matangnya persiapan dan anggaran, membuat Pemko mau tak mau mengundurkan niatnya itu hingga Desember nanti.

PPI di Penyengat ini, akan mengambil seluruh tenaga pengajar agama islam yang telah ada di Pulau Penyengat dan juga direncanakan menambah pengajar lainnya dari instansi pendidikan islam terkemuka lainnya. (aya)

Jembatan Penyeberangan Tak Laku

0
Pilih menyeberang jalan. | yulianti / batampos

batampos.co.id – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sejatinya berguna untuk menghindari konflik antara pejalan kaki dan kendaraan. Namun, saat ini masih ada beberapa JPO yang tingkat pemanfaatannya rendah. Hal itu terjadi di JPO Putri Hijau, Batuaji, yang tidak jauh dari sekolah SMKN 1 Batam.

Pelajar maupun warga sekitar masih enggan menggunakan JPO itu untuk menyeberang, mereka lebih memilih menerobos jalan karena alasan praktis dan tak harus naik-turun tangga.

“Lebih cepat menyeberang langsung,” kata Dewi Ambarwati, warga Putri Tujuh, Batuaji, Minggu (18/3).

Apalagi pembatas jalan antara kedua ruas tidak terlalu panjang sehingga warga dan pelajar masih bisa leluasa menyeberang.

Diakuinya, sejak selesai dibangun pada Desember lalu, memang jarang pejalan kaki dan anak sekolah yang memanfaatkan fasilitas pemerintah tersebut. Padahal, sebelumnya pemerintah kota membangun JPO tersebut untuk memudahkan warga sekitar mendapatkan fasilitas tempat menyeberang.

“Kalau nyeberang harus hati-hati. Soalnya kendaraan padat,” katanya.

Fenomena ini tentu dapat meningkatkan resiko kecelakaan karena minimnya kesadaran pejalan kaki untuk menyeberang menggunakan JPO.

“Ruas jalan ini agak menikung, jadi rawan kecelakaan,” kata Rohimah pengguna JPO.

Ia pun berharap pemerintah perlu mengupayakan strategis untuk meningkatkan pemanfaatan JPO tersebut, salah satunya mungkin dengan memasang pagar pembatas di trotoar. (une)

Penyerapan DAK Belum Maksimal

0

batampos.co.id – Kepala Ditjend Perbendaharaan Negara Wilayah Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengatakan realiasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2017 di Provinsi Kepri tidak terserap maksimal. Karena masih ada Rp 90 miliar yang kembali ke kas negara dari alokasi sebesar Rp 664 miliar.

“Untuk mencapai target penyerapan 100 persen tentu membutuhkan kerja yang ekstra. Tetapi pencapaian di 2017 menunjukan grafik yang menanjak,” ujar Heru Pudyo Nugroho pertengahan pekan lalu usai rakor DAK dan Dana Desa di Hotel CK, Tanjungpinang.

Disebutkannya, Kabupaten Karimun dan Lingga merupakan daerah yang paling rendah serapan DAK-nya tahun 2017. Karimun hanya mencapai pada angka 72 persen. Sedangkan Lingga di angka 89 persen. Tanjungpinang 90 persen, Batam 91 persen, Anambas 92 persen, Bintan 93 persen, Pemprov Kepri 97 persen dan Natuna 98 persen.

“Serapan DAK fisik di Kepri tahun 2017 adalah 86,1 persen Ada beberapa penyebab kenapa serapan DAK 2017 masih banyak sisa, pertama karena persoalan lahan,” papar Heru.

Masih kata Heru, di Karimun, DAK tidak dipakai untuk membangun embung lantaran sumber airnya tidak mencukupi. Kemudian, ada juga karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum menguasai Informasi Teknologi (IT). Dikatakannya, saat ini, untuk pencairan DAK semuanya berbasis online. Bukan lagi sistem berkas yang menumpuk-numpuk. Namun, ada juga karena jaringan di daerah yang tidak bagus, sehingga tidak bisa mengisi data secara online.

“Serapan DAK 2017 lebih bagus dibandingkan tahun 2016 yang tersisa Rp 110 miliar. Karena itu, tahun 2018 ini, realisasinya harus lebih baik,” tegas Heru.

Ditambahkannya, Pemerintah Daerah (Pemda) harus makin siap karena DAK yang disalurkan pusat tahun ini ke Kepri meningkat dari tahun sebelumnya yakni menjadi Rp 775,14 miliar. Jangan sampai karena anggarannya makin besar, realisasinya pun makin kecil.

“Kita harus bisa mengoptimalkan, sumber anggaran yang ada untuk percepatan pembangunan infrastruktur di daerah,” tutupnya. (jpg)

Batam Kembali Dapat 30 Ribu Blanko eKTP

0
Petugas merapihkan KTP warga yang sudah jadi.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Batam kembali mendapatkan 30 ribu blanko e-KTP dari pusat. Kepala Disdukcapil, Said Khaidar mengatakan rencananya, kartu fisik tersebut akan dibagi didua kecamatan yakni, Bengkong dan Lubuk Baja.

“Pencetakan akan disesuaikan dengan print ready record (PRR) atau data yang sudah merekam, Nanti, satu alat pencetakan akan diletakan di Lubuk Baja untuk mengcover pembuatan KTP, ” ujar Said Khaidar, Minggu (18/3).

Dia mengatakan dengan adanya tambahan blanko ini, Said optimis jika permasalahan penumpukan e-KTP di Batam akan segera selesai hingga Mei mendatang. Ia berharap semua pecetakan e-KTP di 12 kecamatan selesai tepat waktu.

“Hingga kini kita sudah rampungkan pencetakan di delapan kecamatan, sekarang giliran dua kecamatan yang menjadi prioritas kami, yakni Bengkong, dan Lubuk Baja. Sedangkan Sekupang dan Batu Ampar masih menunggu. ” kata Said.

Said menghimbau, masyarakat Batam yang sudah merekam e-KTP di delapan kecamatan, seperti Belakang Padang, Bulang, Galang, Nongsa, Sagulung, Batuaji, Sei Beduk dan Batam Kota, untuk segera mendatangi kantor camat tersebut. “Agar tak terjadi penumpukan, diharapkan warga unuk mengambil e-KTP mereka,” ucap Said.

Seperti di Kecamatan Batam Kota yang pencetakannya sudah selesai dan akan segera didistribusikan.

“Untuk kecamatan Batam Kota sudah siap cetak. Ada sekitar 16 ribu yang akan didistribusikan. Mereka yang sudah merekam diperiode tahun 2016 hingga Februari 2018,” ujar Camat Batam Kota, Muhammad Fairus.

Mantan Kabid Kebersihan DLH Batam itu menuturkan, pembagian akan mulai dilakukan pada Senin (19/3), dan dipusatkan di aula kantor Kecamatan Batam Kota. Fairus juga berpesan agar masyarakat membawa resi perekaman atau surat keterangan (Suket) e-KTP.

Sementara Camat Bengkong, M Tahir mengatakan di wilayahnya terdapat 14 ribu berkas e-KTP yang menunggu untuk dicetak. Data ini yakni mulai tahun 2016 hingga Februari 2018.

“Setelah Lubuk Baja baru Bengkong. Saya sangat bersyukur kalau blanko datang lagi,” jelasnya. (une)

Dorong Anambas Jadi Lumbung Padi

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berdialog dengan nelayan saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (17/3). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun ingin mendorong Kabupaten Kepulauan Anambas bisa menjadi salah satu lumbung padi di Kepri. Selain membantu ketersediaan sembako, ketahanan pangan di daerah perbatasan menjadi kuat. Apalagi kondisi cuaca dan musim berpengaruh pada pasokan sembako ke Anambas.

“Ada program pembangunan pencetakan sejuta hektare sawah seluruh Indonesia. Kita akan kejar itu agar swasembada beras di sini semakin cepat terwujud,” kata Nurdin saat berkunjung kawasan pertanian di Desa Bukit Padi, Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (17/3).

Dalam kunjungan dua hari ke Anambas, Nurdin berkeliling di Pulau Jemaja, Palmatak dan Tarempa. Di sela-sela membuka MTQ Kabupaten Anambas, sepanjang Jumat dan Sabtu, banyak titik yang dikunjungi Nurdin sambil menjemput aspirasi dan berdiskusi dengan masyarakat, baik petani, nelayan, pedagang dan sektor informal lainnya.

Nurdin selalu melihat masalah kemasyarakatan langsung ke pelaku di lapangan. Beberapa di antaranya dieksekusi langsung di lapangan penyelesaiannya dan beberapa di antaranya dibahas bersama dalam rapat setiap Senin di Kantor Gubernur Dompak untuk diambil jalan terbaik.

Seperti di Bukit Padi, Nurdin tampak menikmati hamparan padi yang tumbuh subur dan siap panen pada April ini. Nurdin paham dengan permasalahan yang dihadapi petani seperti pupuk bersubsidi dan bibit.

Kadang, kata Nurdin, kebijakan pusat tidak memperhatikan perkembangan di daerah kepulauan. Meski begitu, hak tersebut bukan ubtuk dikeluhkan, tapi bersama-sama menxari solusi terbaik agar para petani bisa mendapat keuntungan terbaik dari produksi pertaniannya.

Di Bukit Padi, Nurdin bertanya tentang hama yang selalu menyerang menjelang panen.

“Biasanya burung pipit suka padi seperti ini. Bagaimana di sini?” tanya Nurdin.

Alhamdulillah di sini burung pipit sedikit Pak. Tidak seperti di Jawa yang banyak,” jawab seorang petani. Petani itu juga menjelaskan setelah menanam padi, menjelang panen biasanya mereka menanam beberapa jenis sayur-sayuran, cabe dan semangka.

Nurdin langsung memerintahkan Dinas Pertanian untuk secepatnya membuka Kios Tani. Paling tidak keberadaannya mampu meringanka beban petani di Anambas. Karena, perjalanan pupuk, contoh Nurdin sangat panjang dan berpengaruh pada harga. Kadang dari Palembang, atau Jakarta ke Tanjungpinang baru ke Anambas.

“Waktu yang lama dan perjalanan yang panjang akan berpengaruh pada harga,” kata Nurdin.

Nurdin ingin dinas terkait untuk bergerak cepat membantu meringankan pekerjaan masyarakat. Berbagai hal yang bisa dibantu melalui dinasnya harus direspon dengan cepat.

“Pemprov juga akan membantu petani padi alat-alat dan bibit,” kata Nurdin.

Soal sembako, Nurdin sempat melakukan inspeksi ke tiga toko di Tarempa. Rencana, perjalanan dari Pulau Jemaja, rombongan Gubernur langsung ke Palmatak. Namun, sebelum ke Palmatak, karena dirinya mengemudikan speed boad Pemkab Anambas, Nurdin langsung mengarahkan perjalanan ke Tarempa.

Sebelum ke toko-toko di Tarempa, Nurdin sempat memborong ikan untuk dibagikan ke masyarakat. Setelah itu baru Nurdin ke toko-toko dan bertanya ketersediaan sembako dan harga jual di masyarakat.

“Jangan tinggi-tinggi. Biar masyarakat bisa belanja banyak,” kata Nurdin.

Para pemilik toko rata-rata menjawab bahwa harga jual mereka tergantung pasokan. Jika pasokan lancar biasanya harga cenderung stabil bahkan kadang turun.

“Telor sekarang harganya mulai turun,” kata seorang pedagang. Mereka berharap, pasokan sembako dan kebutuhan lainnya saat Ramadhan dan Idul Fitri nanti tidak mengalami kekurangan. (bni)