Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1258

Harga Daging Sapi Beku di Batam Masih Tinggi, Distributor: Dari Kami Rp90 Ribu

0
Pedagang daging merapikan daging sapi beku di lapaknya, Kamis (17/7). Saat ini harga daging beku mengalami kenaikan. F Cecep Mulyana/Batan Pos

batampos – Harga daging sapi beku di Batam masih belum turun. Di sejumlah pasar tradisional, harganya menembus Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Distributor mengklaim harga dari mereka sebenarnya hanya Rp90 ribu per kilogram.

Ketua Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, membenarkan adanya kenaikan harga daging sapi beku selama beberapa bulan terakhir.

“Ya memang ada kenaikan harga daging sapi. Kenaikan harga sudah dari negara pemasok,” ujar Aryanto, Jumat sore.

Menurut dia, di pasaran harusnya harga daging sapi beku Rp 100-105 ribu per kg. Dimana pedagang sudah bisa mendapatkan keuntungan Rp 10-15 ribu per kgnya.

“Kalau sampai Rp120 ribu, itu terlalu tinggi. Harga dari distributor hanya Rp90 ribu. Mungkin ada tambahan ongkos kirim atau pedagang ambil barangnya sudah tinggi, tapi kalau segitu, patut dipertanyakan,” sebutnya.

Disinggung apakah ada permasalahaan penyaluran atau pasokan dari negara asal, Aryanto menegaskan tak ada masalah. Sehingga ia memastikan kenaikan murni karena naiknya harga dari daerah asal.

“Memang ada kenaikan, tapi tidak signifikan. Mudah-mudahan tidak ada kenaikan lagi,” kata Aryanto.

Terkait ketersediaan stok, Aryanto memastikan pasokan masih cukup aman. Bahkan untuk beberapa bulan ke depan.

“Untuk dua bulan ke depan stok masih tersedia. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” katanya.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan harga yang terlalu tinggi. “Takutnya ada oknum-oknum nakal yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga. Kalau harga daging beku sudah sama dengan daging segar, itu jelas tidak wajar,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan tingginya harga daging sapi juga dipengaruhi faktor distribusi. Penyaluran daging sempat terganggu karena proses masuk lebih ketat.

“Masuknya daging ke Batam harus melalui pemeriksaan dokumen dan pengawasan kesehatan hewan. Itu membuat distribusi sedikit terlambat,” jelasnya.

Selain faktor administrasi, kondisi geografis juga ikut berpengaruh. “Karena kita wilayah kepulauan, cuaca sering menjadi kendala dalam pengiriman barang. Itu yang membuat pasokan ke pasar agak terlambat,” ujar Ruslaeni.

Meski begitu, ia memastikan pihaknya terus mengawasi peredaran bahan pokok, khususnya daging sapi, agar tidak ada permainan harga di tingkat distributor maupun pedagang. “Kami akan tindak tegas jika ada yang terbukti melakukan kecurangan dengan menaikkan harga di luar kewajaran,” tegasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Harga Daging Sapi Beku di Batam Masih Tinggi, Distributor: Dari Kami Rp90 Ribu pertama kali tampil pada Metropolis.

Penetapan Tersangka Lewat Investigasi, Kapolresta: Santunan Tidak Hilangkan Ancaman Pidana

0
Sebuah mobil mewah jenis Nissan GT-R BP 77 KV terlibat kecelakaan di Jalan Ahmad Yani.

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menegaskan bahwa penetapan tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas harus melalui proses investigasi ilmiah (scientific investigation). Proses ini berbeda dengan penetapan tersangka pada tindak pidana umum lainnya.

“Ada tahapan penyelidikan dari keterangan saksi, bukti rekaman CCTV, olah TKP, dan sejumlah petunjuk lain,” jelas Zaenal, Jumat (22/8).

Ia menekankan, kecelakaan lalu lintas pada dasarnya merupakan musibah yang tidak disertai niat. Karena itu, penyidik wajib menggali fakta mendalam sebelum menetapkan status hukum seseorang.

“Dalam kasus kecelakaan, niat itu penting dibuktikan. Misalnya, jika sopir kabur, penyidik harus memastikan dulu alasannya. Apakah takut diamuk massa, atau ada alasan lain,” ujarnya.

Meski demikian, Zaenal menambahkan, selain proses penyelidikan, polisi juga memperhatikan pemenuhan hak korban, termasuk santunan atau sagu hati dari pelaku kepada keluarga korban. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak menghapus ancaman pidana yang berlaku.

“Santunan itu sah-sah saja, tapi tidak menghilangkan ancaman pidananya,” tegasnya.

Zaenal menjelaskan, ancaman pidana dalam kecelakaan lalu lintas diatur secara jelas dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Karena tidak ada unsur kesengajaan, penetapan tersangka membutuhkan investigasi ilmiah yang cermat.

“Tindak pidana itu muncul karena ada niat. Kalau tidak ada, maka scientific investigation diperlukan. Prosesnya memang lebih rumit,” tutupnya.

Sebelumnya, sebuah mobil mewah jenis Nissan GT-R BP 77 KV terlibat kecelakaan di Jalan Ahmad Yani, dekat Ruko Anggrek Sari, Batam Kota, Selasa (19/8) sekitar pukul 05.00 WIB.

Mobil yang dikemudikan BY (19) menabrak sepeda motor dari belakang hingga menewaskan SH (40), seorang karyawan PT JMS Batam. Usai kejadian, sopir mobil tidak menolong korban dan langsung meninggalkan lokasi. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Penetapan Tersangka Lewat Investigasi, Kapolresta: Santunan Tidak Hilangkan Ancaman Pidana pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiga Titik Pemasangan Box Culvert di Bintan Rampung, Jalan Bisa Dilalui

0
Box culvert
Salah satu ruas jalan yang telah selesai dipasang box culvert di Bintan. F. Dinas PUPRP Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Pemasangan box culvert di tiga lokasi di Kabupaten Bintan telah rrampungdikerjakan. Ruas jalan yang tadinya ditutup saat proyek berjalan, kini bisa dilalui masyarakat.

Tiga titik yang sudah selesai dikerjakan berada di Kilometer (Km) 34 Jalan Lama Tanjungpinang–Tanjunguban, Km 38 Jalan Lama Tanjungpinang–Tanjunguban, dan di Jalan Nusantara Kijang atau Simpang Korindo.

Kasi Resevrasi Jalan Dinas PUPRP Kepri, Suji, mengatakan total ada empat titik pekerjaan box culvert di Bintan. Dari jumlah itu, tiga titik selesai, sementara satu titik lainnya masih menunggu material.

“Satu lokasi di Jalan Tirta Madu Km 20 Gesek, Kecamatan Toapaya, masih menunggu material box culvert. Rencananya awal September dimulai pekerjaan,” kata Suji, Jumat (22/8).

Selain pekerjaan box culvert, Pemprov Kepri juga mengerjakan pengaspalan di sejumlah ruas jalan di Bintan. Di antaranya Jalan Toapaya–Tembeling (Simpang 4 Lintas Barat, Tembeling), Jalan Simpang Lintas Barat–Simpang Lagoi, Jalan Lome–Malang Rapat, serta pengaspalan per segmen pada ruas jalan rusak berat di Jalan Nusantara Kijang atau Simpang Korindo.

“Total anggaran sekitar Rp 5,4 miliar,” pungkas Suji. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Tiga Titik Pemasangan Box Culvert di Bintan Rampung, Jalan Bisa Dilalui pertama kali tampil pada Kepri.

Kadinkes Batam: Fogging Sesuai Prosedur, Warga Diminta Aktif Cegah DBD

0
Ilustrasi. Antisipasi DBD, dengan melakukan pengasapan (fogging). Dokumen Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa pelaksanaan pengasapan (fogging) untuk membasmi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) dilakukan sesuai ketentuan dan hasil pemeriksaan epidemiologi (PE) di lapangan.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi meningkatnya permintaan warga agar fogging segera dilakukan di wilayah mereka yang mulai terdampak penyebaran penyakit.

Menurut Didi, fogging tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus memenuhi syarat yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Misalnya, ditemukan rumah positif jentik minimal 5 persen dari total rumah yang diperiksa, serta adanya penderita demam tanpa sebab yang jelas, sedikitnya satu orang.

“Fogging bukan solusi tunggal, tetapi bagian dari rangkaian penanganan DBD yang terukur. Kami pastikan hanya dilakukan jika hasil pemeriksaan epidemiologi menunjukkan indikasi kuat,” tegas Didi, Jumat (22/8).

Sebelumnya, sejumlah warga di kawasan Marina, Tanjung Riau, dan beberapa titik lain di Kecamatan Batuaji mengeluhkan maraknya kasus DBD. Bahkan beberapa warga sudah harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah dinyatakan positif. Kondisi ini mendorong masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah, baik melalui fogging maupun upaya pencegahan lain.

Didi menjelaskan, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa. Untuk memutus rantai penularan, langkah utama justru pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang harus dilakukan bersama-sama oleh warga.

“Kalau jentik masih ada, nyamuk baru akan terus muncul. Karena itu, masyarakat harus aktif menguras, menutup, dan mengubur wadah atau barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelasnya.

Ia juga mengimbau agar warga segera melapor ke puskesmas atau posyandu terdekat bila ada anggota keluarga yang mengalami demam mendadak, terutama anak-anak. Laporan cepat membantu petugas melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah pencegahan agar kasus tidak meluas.

Pemerintah Kota Batam, lanjutnya, terus memantau perkembangan kasus DBD di seluruh kecamatan. Data lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan, termasuk kapan dan di mana fogging perlu dilakukan.

“Kami berharap masyarakat memahami bahwa fogging tidak dilakukan hanya karena permintaan, melainkan berdasarkan bukti ilmiah agar tepat sasaran dan efektif,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kadinkes Batam: Fogging Sesuai Prosedur, Warga Diminta Aktif Cegah DBD pertama kali tampil pada Metropolis.

Tangga Batu Tanjungpinang Resmi Jadi Cagar Budaya, Simpan Nostalgia Warga

0
Tangga Batu Tanjungpinang
Tangga Batu yang berlokasi di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Tangga klasik dari abad ke-19 yang berlokasi di kawasan Kota Lama Tanjungpinang, resmi ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Tanjungpinang.

Penetapan ini dilakukan untuk melestarikan warisan sejarah dan arsitektur yang sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Tangga legendaris itu dikenal dengan nama Tangga Batu. Masyarakat juga menyebutnya dengan berbagai nama lain seperti Tangga Apollo, Tangga 30, atau Tangga Bertingkat. Sejak masa kolonial Belanda, tangga ini berfungsi sebagai akses publik dan elemen artistik kota.

Batu yang digunakan pada bangunan tangga berasal dari pabrik batu alam di Senggarang pada masa lalu. Material tersebut sama dengan yang dipakai untuk membangun Masjid Sultan Riau Penyengat.

Kini, Tangga Batu bukan sekadar susunan anak tangga, melainkan simbol perjalanan dan kenangan warga Tanjungpinang lintas generasi.

Lokasinya yang menghubungkan Jalan Diponegoro, Jalan Sunaryo, Jalan Teuku Umar, hingga Jalan Kemboja, menjadikannya akses penting bagi masyarakat pada masa lampau.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tanjungpinang, Zulhidayat, menyebutkan ada lima objek yang ditetapkan sebagai cagar budaya pada awal 2025, salah satunya Tangga Batu.

“Objek cagar budaya akan mendapatkan perawatan dan upaya pelestarian yang lebih baik sehingga nilai sejarahnya tetap terjaga bagi generasi mendatang,” jelasnya.

Ia menambahkan, penetapan cagar budaya juga diharapkan memperkuat identitas budaya Tanjungpinang sekaligus menjadi daya tarik wisata baru.

“Dengan penetapan ini, Tanjungpinang semakin kaya akan sejarah dan budaya. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” katanya.

Bagi warga setempat, Tangga Batu menyimpan banyak kenangan. Generasi 80-an dan 90-an menjadikannya tempat bermain, bersantai, hingga titik kumpul bersama teman.

Pedagang kaki lima bahkan dulu menjajakan camilan, termasuk es campur yang populer dengan nama es apollo, sehingga tangga itu kemudian dikenal juga sebagai Tangga Apollo.

Meski popularitasnya sempat meredup akibat pembangunan jalan raya, penetapan sebagai cagar budaya membuat Tangga Batu kembali diperhatikan pemerintah.

Harapannya, ikon Kota Lama Tanjungpinang ini tetap hidup di hati masyarakat dan bisa diwariskan ke generasi mendatang. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Tangga Batu Tanjungpinang Resmi Jadi Cagar Budaya, Simpan Nostalgia Warga pertama kali tampil pada Kepri.

Ketahui Efek Strict Parenting pada Anak, dari Stres hingga Sifat Negatif

0
Stritch parenting
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Setiap orang tua memiliki pola asuh berbeda-beda. Salah satu yang kerap dibicarakan adalah strict parenting atau pola asuh ketat.

Pola asuh ini ditandai dengan aturan tegas, harapan tinggi, namun minim respons emosional dari orang tua. Meski membuat anak tampak disiplin, gaya asuh ini tidak selamanya baik.

“Strict parenting mungkin mendatangkan ketaatan sementara, namun meningkatkan risiko stres beracun (toxic stress), depresi, penyalahgunaan zat, hingga gangguan jantung jangka panjang,” tulis UNICEF East Asia & Pacific, Jumat (22/8).

Berikut 7 efek strict parenting pada tumbuh kembang anak, dikutip dari Parents:

1. Risiko kesehatan mental – Anak hampir dua kali lipat berisiko mengalami kecemasan, depresi, hingga perilaku memberontak.

2. Hambatan kecerdasan sosial dan emosional – Anak lebih agresif, sulit mengatur emosi, dan cenderung impulsif.

3. Kurang percaya diri dan motivasi – Anak kesulitan mengambil keputusan dan kurang dorongan dari diri sendiri.

4. Kesulitan interaksi sosial – Anak mudah salah menafsirkan isyarat sosial, mudah tersinggung, hingga rentan terisolasi.

5. Konflik keluarga meningkat – Suasana rumah jadi tidak kondusif akibat aturan yang terlalu ketat.

6. Menurunkan kesejahteraan hidup – Anak cenderung menghindari masalah dan kesulitan mengelola emosi.

7. Membentuk sifat negatif di masa dewasa – Anak berpotensi mengembangkan sifat narsis, psikopat, hingga sadis.

Pola asuh ketat memang bisa membuat anak tampak patuh dan teratur. Namun, efek jangka panjangnya bisa membahayakan kesehatan mental hingga memengaruhi karakter di masa depan.

Ahli menekankan perlunya pola asuh yang lebih seimbang, dengan kombinasi aturan jelas dan kasih sayang, agar anak berkembang sehat secara fisik maupun emosional. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Ketahui Efek Strict Parenting pada Anak, dari Stres hingga Sifat Negatif pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pemko Batam Pastikan Keamanan Data Pendaftar Pesta Rakyat 2025

0
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Foto. Pemko Batam

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan keamanan data masyarakat yang mendaftar kegiatan Pesta Rakyat Rangkaian HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025 terjamin sepenuhnya.

Dalam proses pendaftaran, warga memang diminta mengisi formulir dengan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Namun, Pemko Batam menegaskan bahwa data pribadi tersebut dikelola secara aman.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan pihaknya telah melakukan migrasi sistem pendaftaran dari Google Form ke aplikasi internal Pemko Batam. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan perlindungan data masyarakat.

“Dengan pertimbangan kemudahan dan keamanan, sistem pendaftaran kini langsung terhubung ke aplikasi internal di data center Pemko Batam. Jadi tidak lagi menggunakan Google Form,” jelas Rudi, Jumat (22/8).

Ia menegaskan, data yang masuk dijamin aman. “Migrasi ini pasti aman. Data masyarakat tidak akan disalahgunakan. Kami pastikan keamanannya,” tegasnya.

Rudi juga menambahkan, informasi yang diminta dalam formulir sangat terbatas. Pemko Batam hanya membutuhkan nama dan NIK tanpa meminta nomor telepon atau data pribadi lainnya.

Sementara itu, antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini terbilang sangat tinggi. Hingga kini, jumlah pendaftar telah mencapai 19.600 orang, dengan target 30 ribu peserta.

Pesta Rakyat 2025 akan digelar pada Sabtu, 30 Agustus 2025, di Alun-Alun Dataran Engku Putri, Batam Centre. Sejumlah hiburan dan penampilan seni budaya telah dipersiapkan, termasuk bintang tamu Charlie ST12 dan Tri Suaka.

Sebagai daya tarik tambahan, Pemko Batam juga menyiapkan doorprize dengan hadiah utama 12 tiket umrah, 12 unit sepeda motor, serta puluhan hadiah menarik lainnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pemko Batam Pastikan Keamanan Data Pendaftar Pesta Rakyat 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

UIB Kukuhkan Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Prof. Dr. Ir. Andri Irfan Rifai

0
Pengukuhkan Prof. Dr. Ir. Andri Irfan Rifai. sebagai guru besar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UIB, Jumat (22/8).

batampos  – Universitas Internasional Batam (UIB) mengukuhkan guru besar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jumat (22/8). Guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Andri Irfan Rifai.

Rektor UIB, Dr. Iskandar Itan mengatakan gelar guru besar ini merupakan amanah dan tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, membimbing generasi muda, serta memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

“Keilmuan yang dikembangkan Profesor Andri Irfan Rifai ini memiliki peran strategis menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, tata ruang kota, infrasturktur ramah lingkungan, serta mitigasi reskio bencana,” ujarnya

Menurut dia, Profesor Andri merupakan sosok yang menggabungkan keahlian, integritas, dan jejaring internasional. Kiprah guru besar ini telah membawa manfaaf ditingkat nasional dan internasional.

“Ditengah perubahan iklim, urbanisasi yang besar, dan inovasi teknologi, kehadiran guru besar di bidang ini menjadi sangat relevan dan dibutuhkan,” katanya.

Ia berharap dengan pengukuhan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika di UIB. Serta ia meyakini dengan pengalaman guru besar tersebut peran Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan akan diperkuat.

Sementara Profesor Andri menyampaikan orasi ilmiah berjudul Konvergensi Artifical Intelligence, Internet of Think & Data Mining atau Inovasi Teknologi Trasportasi Berkelanjutan dan Inklusif.

“Ini menjadi permasalahan di ranah transportasi. Karena perkembangan transportasi akan meninggalkan residu, salah satunya polusi, ketidak efektifan waktu, dan ketidak efesiensi ekonomi,” ujarnya.

Ia mengaku menyusun konvergensi teknologi, yakni penggabungan Internet of Think & Data Mining. Hal ini bertujuan agar sistem perancangan sistem transportasi yang lebih efisien.

“Salah satu contohnya lampu lalu lintas diperempatan, ini masih disusun manual. Dengan teknologi ini akan disesuaikan dengan kebutuhan,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel UIB Kukuhkan Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Prof. Dr. Ir. Andri Irfan Rifai pertama kali tampil pada Metropolis.

RSUD Bintan Buka Lowongan Tenaga Medis, Fokus Picu dan Nicu

0
RSUD Bintan
Bangunan utama RSUD Bintan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan kekurangan tenaga medis, mulai dari dokter, perawat hingga ahli gizi.

Direktur RSUD Bintan, dr Tony Masruri mengatakan, kebutuhan tenaga medis ini mendesak untuk mendukung operasional ruang Picu dan Nicu yang sudah selesai dibangun dan dilengkapi alat kesehatan, namun belum optimal karena kekurangan SDM.

“Ruangan Picu dan Nicu telah selesai dibangun beberapa tahun lalu dan dilengkapi alat kesehatan, hanya tenaga medisnya masih kurang,” ujar Tony, Jumat (22/8).

RSUD Bintan membuka rekrutmen tenaga medis sejak 19 hingga 22 Agustus, dengan batas penyerahan berkas paling lambat 25 Agustus 2025.

Formasi yang dibuka meliputi dokter umum sebanyak tiga orang, perawat ahli pertama dua orang dengan pendidikan S1 Keperawatan atau Profesi Ners, perawat terampil 15 orang dengan pendidikan D3 Keperawatan, serta satu orang nutrisionis dengan pendidikan S1 Gizi.

Pelamar diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dengan KTP Bintan, serta berusia minimal 24 tahun.

Tony menegaskan, tenaga medis yang diterima nantinya akan berstatus pegawai BLUD dan mendukung layanan Picu dan Nicu agar segera beroperasi optimal. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel RSUD Bintan Buka Lowongan Tenaga Medis, Fokus Picu dan Nicu pertama kali tampil pada Kepri.

Pasien Rujukan Anambas Sengsara, Ferry ke Batam-Tanjungpinang Tanpa Ruang Khusus

0
Pasien rujukan
Sejumlah relawan kemanusiaan sedang menata pasien yang sakit hendak dirujuk ke Batam menggunakan kapal ferry. Mereka mengeluhkan tidak adanya ruangan khusus pasien. F. Hamid untuk Batam Pos.

batampos – Proses evakuasi pasien rujukan dari Kabupaten Kepulauan Anambas menuju Batam maupun Tanjungpinang kerap terhambat karena tidak ada ruang khusus di kapal ferry.

Dua kapal yang selama ini menjadi transportasi utama, MV VOC Batavia dan MV Seven Star Island, sama sekali belum menyediakan ruang bagi pasien.

Pantauan di lapangan, pasien di MV VOC Batavia biasanya hanya ditempatkan di sudut belakang dekat pintu ruang mesin. Kondisi tersebut panas dan bising, sehingga membuat pasien semakin tidak nyaman.

Sementara MV Seven Star Island memang berukuran lebih besar dan luas. Namun, perjalanan menuju Batam atau Tanjungpinang bisa memakan waktu hingga sembilan jam, tetap tanpa ruang khusus pasien.

“Kondisi ini membuat pasien tidak nyaman. Orang sakit diletakkan sembarangan, tentu makin drop. Tapi mau bagaimana lagi, terpaksa,” kata relawan kemanusiaan di Tarempa, Hamid, Jumat (22/8).

Hamid mengaku sudah pernah mengusulkan kepada operator kapal agar menyediakan ruang pasien, namun tak pernah ditindaklanjuti. “Jangankan meringankan biaya transportasi pasien, menyediakan tempat pun tidak bisa,” ujarnya.

Selain itu, biaya perjalanan juga cukup berat. Tarif ferry ke Batam mencapai Rp440 ribu, sementara ke Tanjungpinang Rp550 ribu per orang. “Belum lagi ongkos untuk tim medis dan keluarga yang mendampingi,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Anambas, Nurullah, mengonfirmasi hal tersebut. Ia mengatakan pihak operator pernah berjanji melakukan evaluasi, tetapi hingga kini tidak ada perubahan.

“Kami sudah berkunjung ke kantor operator di Tanjungpinang. Mereka terima usulan dengan baik, tapi ruang khusus pasien tak kunjung ada,” jelasnya.

Nurullah berharap operator segera memberikan fasilitas layak bagi pasien di kapal ferry. “Ini demi memanusiakan pasien. Mereka sudah sakit, jangan lagi dibuat sengsara di perjalanan,” tegasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pasien Rujukan Anambas Sengsara, Ferry ke Batam-Tanjungpinang Tanpa Ruang Khusus pertama kali tampil pada Kepri.