Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12618

Pemko Batam tetap Desain Ulang Pasar Induk Jodoh

0
Kondisi Pasar Induk terlihat memprihatinkan
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum resmi memiliki Pasar induk Jodoh, namun pemko Batam berencana untuk mendesain ulang bangunan pasar yang mangkrak itu.

Gedung berlantai 3 ini rencananya akan dibangun ulang menjadi lima lantai.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, ,Zarefriadi mengatakan tahap awal desain bangunan tengah dirancang. Namun sesuai dengan rencana bangunan pasar induk itu akan dibongkar habis, kemudian dibangun ulang menjadi lima lantai.

“Kemungkinan lima lantai, dan di sana akan dibagi menjadi 2000 los,” terang Zaref.

Menurut dia, bangunan itu nantinya juga akan dilengkapi lift. Hal itu diperlukan karena banyaknya lantai yang tak mungkin dinaiki pakai tangga atau ekskalator.

“Sesuai perkembangan zaman, gunakan lift. Kalau tak pakai lift pasti orang malas ke atas. Lalu untuj angkut barang pedagang,” jelas Zaref.

Kenapa nekat mendesain bangunan, sementara status kepemilikan belum jelas, menurut Zaref agar lebih mudah nantinya. Sebab proses status lahan sedang menunggu persetujuan Presiden.

“Insyallah disetujui, makanya kami nekat mendesain. Proses masih di Presiden dan itu yang sedang kami tunggu,” imbuh Zaref.

Bahkan ia tak menapik jika kondisi pasar Jodoh masih semrawut. Dimana salah satu jalan untuk mengatasi kesemrawutan adalah pembangunan Pasar Induk Jodoh.

“Untuk memindahkan PKL5 itu harus ada tempat. Nah tempatnya itu pasar Induk, sementara pembangunan pasar induk belum bisa dilaksanakan karena status masih proses,” pungkas Zaref. (she)

Berharap Cetak Pembalap Berkualitas

0
 Bupati Karimun Aunur Rafiq tengah, Ketua IMI Kepri Usep RS bersama pengurus dan ketua panitia Jack usai peresmian Sirkuit Holic Grasstrak di Tanjungberlian Kundur Utara, Sabtu (17/2) lalu. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq meresmikan Sirkuit Holic Grasstrak sekaligus membuka Championship Grasstrak dan Motocross Mini di Kundur Utara, Sabtu (17/2).

Pada peresmian sirkuit ini juga dihadiri Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri Usep RS, anggota DPRD Provinsi Kepri Ery Suandy, dan Raja Bakhtiar, serta camat, dan kapolsek.

Championship Grasstrak dan Motocross Mini diikuti puluhan crosser asal Kkabupaten Karimun. Kehadiran Sirkuit Holic Grasstrak diharapkan mampu melahirkan talenta muda di bidang olahraga otomotif.

“Saya harapkan dengan adanya fasilitas Sirkuit Holic Grasstrak Tanjungberlian ini hendaknya menjadi sarana pemersatu, dan silaturahmi antar crosser. Dengan terjalinya komunkasi ke depanya akan melahirkan pembalap professional dari Pulau Kundur, maupun Kabupaten Karimun,” Harap Aunur Rafiq saat memberikan sambutan.

Sementara Ketua IMI Pengprov Kepri Usep RS mengapresiasi kerja keras, dan semangat rekan- rekan di wilayah Karimun, terlebih di Tanjungberlian Kecamatan Kundur Utara. Dengan diresmikanya Sirkuit Holic Grasstrak harapannya agar lahir crosser maupun pembalap dari daerah yang berkualitas, dan professional.

“Kami dari Pengurus IMI Kepri sangat mendukung, dan terimakasih kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq yang telah meresmikan sirkuit ini,” ungkap Usep.

Sedangkan Ketua Panitia Penyelenggara Samsuridar Suganda alias Jack mengaku bangga atas kehadiran Bupati Karimun, Ketua IMI Kepri bersama pengurus dinas, instansi serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan event Championship Grasstrak, dan Motocross Mini. Selain itu terimakasih atas dukungan Jayana car rental dan Jayana Berlian di bawah Zaini, dan istri sebagai spontor utama.

“Kita harapkan dengan dibukanya Sirkuit Holic Grasstrak di Tanjungberlian ini sebagai tempat untuk menyalurkan bakat minat dan hoby bagi adik-adik dalam bidang otomotif. Selanjutnya dapat mengurangi aksi balapan liar serta kebut-kubutan di jalan raya, karena tempatnya sudah ada,” sebutnya. (ims)

Imlek Merajut Kebersamaan dan Kerukunan

0
Suasana warga yang berkunjung di rumah Apeng, pengusaha Tionghoa di Karimun yang menggelar open house saat Imlek, Sabtu (17/2). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Momen hari raya selalu dimanfaatkan untuk membuka ruang sekaligus bersilaturahmi bersama masyarakat umum melalui open house. Tidak terkecuali Apeng, pengusaha asal Karimun yang menggelar open house di momen Imlek 2569 tahun 2018.

Memasuki hari kedua Imlek, tepatnya Sabtu (17/2) lalu, suasana kemeriahan hari raya umat Tionghoa masih terasa. Nuansa warna merah masih menghiasi rumah maupun toko. Pun begitu ruko milik Apeng di Jalan A Yani.

Warna merah turut menghiasi tempat prasmanan. Mulai dari kursi, meja yang dibalut dengan plastik merah. Itu menunjukkan sebagai tanda tahun baru Imlek dirayakan, dengan diadakan open house bagi masyarakat di sekitar Pulau Karimun, maupun para kolega dan pegawai.

Sekitar pukul 11.00 WIB, tamu mulai berdatangan dari masyarakat biasa, karyawan, hingga para kolega. Satu persatu tamu disambut tuan rumah dengan sambutan sepuluh jari. Sambil mempersilakan mengambil makanan yang disediakan secara prasmanan.

“Open House yang kita lakukan pada hari kedua ini untuk menjalin talisilahturahmi dengan masyarakat, kolega, karyawan. Jadi Tahun Baru Imlek, dimanfaatkan untuk merajut kebersamaan antar umat yang sekaligus untuk mempererat kebersamaan dalam hidup berdampingan antar umat beragama,” kata Apeng.

Dengan menyuguhkan makanan tradisional, seperti sate, tumpeng vegetarian, makanan khas tradisional yang dipesan dari warga setempat. Sehingga, makanan tersebut bisa dinikmati bagi umat muslim. Dan tidak ketinggalan setiap meja sudah di suguhkan beberapa buah khas Imlek yaitu jeruk dan beberapa kotak air minuman rasa buah.

Semakin siang, banyak tamu yang berdatangan silih berganti untuk mengucapkan selamat Imlek kepada tuan rumah. Dengan wajah ceria Apeng mengunjungi meja para tamu sambil menawarkan untuk minum atau menambah makanan yang telah disediakan. Selain itu, bagi anak-anak tidak luput mendapatkan angpao yang berwarna merah dari tuan rumah.

“Harapan kita sih, semoga tahun baru Imlek kali ini, dapat diberkahi kesuksesan, kemakmuran dan keselamatan. Terutama dunia usaha di Karimun, supaya bisa bangkit kembali seperti dua tahun lalu,” harapannya.

Open House yang sudah lima tahun dilakukan, setiap tahun baru Imlek ini bertujuan untuk berbincang-bincang ringan dengan masyarakat maupun karyawan dan kolega usaha secara lepas. Sebab, apabila diwaktu biasa ada keterbatasan aktivitas masing-masing ada kegiatan. (tri)

Puncak Arus Balik Pelabuhan

0
Ribuan orang memadati pintu keberangkatan Terminal Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Minggu (18/2). Para penumpang yang kebanyakan warga Singapuran dan Malaysia ini akan pulang usai menikmati liburan di Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan orang memadati kawasan Terminal Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Minggu (18/2). Sekitar 14 ribu orang tercatat meninggalkan Batam, sedangkan penumpang datang diperkirakan kurang dari 10 ribu orang.

Pantauan Batam Pos, antrean menuju ruang tunggu keberangkatan terlihat mengular sejak Minggu pagi di Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter. Rata-rata mereka yang berangkat merupakan warga negara Singapura dan Malaysia.

Bahkan, banyak dari warga yang ingin berangkat pagi harus harus mendapat jadwal keberangkatan sore karena padatnya penumpang. Padahal, penumpang tersebut sudah datang sejak pagi di Pelabuhan.

“Kapal yang berangkat pagi sudah pada penuh. Tadi saya datang jam 7 pagi, maksudnya biar bisa berangkat jam 9, tapi kapal pada penuh. Saya dapat jadwal sore,” ujar Aliyah warga Malaysia yang berlibur tiga hari di Batam.

Hal yang sama juga diungkapkan, Johan warga Singapura yang harus menunda keberangkatan beberapa jam karena tak dapat boarding. Ia yang ingin berangkat jam 10 pagi harus ditunda keberangkatan hingga pukul 16.00 wib.

“Padat semua, ini saja harus menunggu sampai sore, padahal sudah datang dari jam 8 pagi,” ujar pria berusia sekitar 40 tahunan ini.

Sementara General Manager Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Nika Astaga mengatakan kemarin (Minggu, 18/2) adalah puncak arus balik penumpang. Untuk mengantisipasi lonjakan, sejumlah operator kapal sudah mengajukan penambahan armada pada hari puncak. Bahkan Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter mendapat tambahan tiga kapal dari Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang.

“Rata-rata operator kapal mengajukan 5 sampai 8 armada tambahan pada arus balik puncak. Bahkan dua operator dapat bantuan tambahan kapal dari Sekupang,” kata Nika, kemarin.

Menurut dia, jumlah penumpang yang berangkat meninggalkan Batam diperkirakan lebih dari 14 ribu orang, sedangkan yang datang diperkirakan kurang dari 10 ribu orang. Meski begitu, operator juga menambah armada dari negeri seberang (Singapura) ke Batam.

“Kalau dihitung-hitung sejak Imlek, jumlah penumpang yang berangkat dan datang sama-sama banyak,” imbuh Nika.

Masih kata Nika, untuk antisipasi keamanaan, pihaknya menyiagakan 36 personil keamanan. Situasi keamanan juga dibantu oleh Dirpam dan kepolisian.
“Hari ini semua petugas keamanaan wajib lembur karena jumlah penumpang yang sangat padat,” pungkas Nika. (she)

Pengajian PW Muhammadiyah Kepri; Agama Sumber Membangun Etika dan Moral

0
Wakil Sekjen MUI Pusat Ustand Dr H. Amirsyah Tambunan memberikan ceramah pada acara pengajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kepri
di Aula Gedung SD Muhammadiyah Plus KDA Batamcenter, Minggu (18/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kepri menggelar pengajian bertemakan Muhammadiyah dan Paham Keagamaan di Aula Gedung SD Muhammadiyah Plus KDA Batamcenter, Minggu (18/2) pagi. Pengajian yang dihadiri 150 kader Muhammadiyah ini mendatangkan Wakil Sekjen MUI Pusat Ustand Dr Amirsyah Tambunan sebagai pembicara.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini memaparkan dua hal yang berkaitan dengan muhammadiyah. Pertama Muhammadiyah sebagai konteks idiologi yang punya satu cita-cita untuk lebih memberi pemahaman kepada warga Muhammadiyah dan anak bangsa. Dimana ketika memahami agama harus sejalan dengan prinsip dasar Alqur’an dan As susnah

“Serta memperluas ijitihad para ulama, misalnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” terang Armirsyah.

Kedua dari konteks berbangsa dan bernegara bahwa agama harus menjadi sumber kekuatan untuk membangun dan bernegara. Terutama dalam dunia politik, agama haruslah menjadi landasan etika dan moral. Sebab politik yang bermoral dan adiluhung akan menlahirkan kejujuran serta keadilan (Jurdil), bukan praktek yang bertentangan dengan Jurdil.

“Apalagi ini merupakan tahun politik, sehingga agama harus menjadi sumber dalam membangun etika dan politik,” ujar Armisyah.

Namun, lanjutnya. Jangan mempolitisir agama, apalagi untuk ajaran agama yang menyimpang. Sebab demokrasi yang berkembang harusnya mampu melahirkan pemimpin berbangsa dan beragama yang baik. Seorang pemimpin juga harus memilih pemahaman agama yang simbiosis dan mutualisme.

“Sekarang marak yang membawa agama, tapi menyimpang. Dan kami menolak siapa saja yang mempolitisir agama. Karena agama merupakan sumber etik moral,” jelas Armisyah.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan jika Muhammadiyah menolak persekusi terhadap tokoh agama, serta radikalisme yang bertentangan dengan agama. Apalagi untuk seorang pemimpin tak boleh memberi pemahaman kontradiktif, karena tugas pemimpin mewujudkan berkeadilan.

“Konteks beragama meyakini agama islamlah yang mampu menyelamatkan hidup manusia dunia dan akhirat,” imbuh Armisyah.

Sementara Sekretatis PW Muhammadiyah PW Kepri, Arifuddin Jalil mengatakan kegiatan merupakan pengajian bulanan, akan tetapi kemarin pihaknya mendatangkan pembicara dari pusat.

“Kegiatan ini juga silaturahmi antar kader, yang mungkin akan menjadi agenda bulanan,” ujar Arifuddin. (she)

Bupati akan Optimalkan Peran UMKM

0
Shanti, salah seorang pelaku usaha mikro yang berjualan luti gendang, jajanan khas Tarempa di salah satu kedai kopi di Jalan Raya Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. F. Slamet nofasusanto/ Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengklaim pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM ) di Kabupaten Bintan terus meningkat dari tahun ke tahun. Bila tahun 2016 hanya 2.663 pelaku usaha, tahun 2017 sudah mencapai 2.871 pelaku usaha. “Artinya mengalami pertumbuhan sebanyak 238 pelaku usaha pada tahun
2017,” ujar Apri, Minggu (18/2).

Meskipun demikian, Apri mengakui jumlah pelaku usaha di Kabupaten Bintan belum ideal. “Idealnya 3.000 an pelaku usaha atau dua persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bintan sekitar 145 ribu jiwa,” bebernya.

Meskipun demikian, Pemkab Bintan akan terus mengoptimalkan peran pelaku UMKM di Kabupaten Bintan agar bisa memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Selain itu dia juga mengimbau pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk sehingga memiliki daya saing di pasaran dan bisa menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri. “Pemkab akan terus mencari formula, salah satunya melalui konsep mitra atau menjalin kerjasama serta mengusulkan bunga kredit rendah untuk pelaku UMKM,” kata dia.

Sementara itu, Kadisperindag, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bintan Dian Nusa mengatakan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bintan saat ini sekitar 2.500-an. Tahun ini, Disperindag Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bintan akan melakukan pendataan dengan konsentrasi usaha mikro.”Dari 2.500an itu, 500 adalah usaha mikro. Saat ini, Kabupaten mengurusi usaha mikro, sedangkan usaha kecil dan menengah di Provinsi dan usaha skala besar di pusat. Ini sesuai Undang-Undang Nomor 230 tahun 2008 tentang UMKM,” jelas Dian. (met)

Dua Bulan Tak Digaji, Buruh Bangunan Ngadu ke Bupati

0
Pekerjaan pembangunan stadion olahraga yang berada di Kampung Lancang, Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam sudah rampung. Meski demikian, upah sejumlah pekerja belum diberikan. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Upah puluhan tukang bangunan stadion olahraga di Kampung Lancang Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan macet. Sudah dua bulan kontraktor menahan upah pekerja dengan total mencapai sekitar Rp 140 juta. “Saya ikut proyek ini sudah empat bulan, namun dua bulan ini belum dibayar,” kata salah seorang tukang, Karna, Minggu (18/2).

Karna menyampaikan, awalnya pembayaran upah proyek pembangunan lapangan bola yang menelan anggaran Rp 10,4 miliar lancar. ” Tiap 15 hari pekerja menerima upah. Namun dua bulan terakhir ini kami gak menerima lagi,” beber warga Sukabumi, Jawa Barat ini.

Akibatnya, puluhan tukang mogok kerja dan memasang spanduk di depan lokasi proyek. “Tolong bayar utang kami, keringat kami bukan gratis. Perhatikan nasib kami. Pak Bupati kami sudah setengah mati menanti, tolong diselesaikan gaji kami.”

Pagi spanduk dipasang, malam sudah diturunkan. “Pak Bupati langsung turun bersama camat malam itu menurunkan spanduk. Mereka berjanji Senin atau Selasa ini akan diselesaikan,” kata lelaki berstatus duda itu.

Ia berharap, bupati dapat menepati janjinya tersebut. “Kalau tidak, spanduk akan kami bentangkan lagi,” ancamnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengancam akan menindak tegas kontraktor pelaksana pembangunan stadion olahraga karena dinilai teledor dan tidak menyelesaikan kewajiban kepada pekerja. “Kontraktor pelaksana akan kami tindak tegas karena sudah lalai dalam melaksanakan kewajibannya terhadap pekerja,” kata dia.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bintan, Herry Wahyu menegaskan, kewajiban pemerintah untuk membiayai pekerjaan proyek sudah dilakukan. Namun, Dinas Perkim tetap akan memanggil kontraktor pelaksana untuk menanyakan persoalan ini. “Akan kami panggil,”tegas Mantan Camat Seri Kuala Lobam ini.

Pantauan di lapangan, proyek pembangunan stadion olahraga tahapI telah rampung meski tidak ada atap di tribun penonton. Rumput di lapangan sepak bola juga sudah ditanam berikut dua buah gawang.

Sementara itu, plang proyek sudah dicabut dan dipaku di pintu pos jaga. Dalam plang itu, nilai proyek mencapai Rp 10.404.411.401,54 dengan pelaksana PT Putera Rayhan Gemilang dan konsultan pengawas PT. Tunjuk Satu Konsultasi dengan waktu pelaksanaan 160 hari dan bersumber dari APBD Kabupaten Bintan tahun 2017. (met)

Jaga Kebersihan Sekitar Pelantar

0

batampos.co.id – Bukan lagi ke pusat-pusat perbelanjaan megah atau modern yang jadi tujuan wisatawan mancanegara berbelanja setiba di Tanjungpinang, melainkan pasar tradisional di kawasan Kota Lama. Utamanya tempat-tempat belanja di seputar pelantar. Pelantar Dua, misalnya. Tiap akhir pekan, toko-toko yang buka di kawasan ini seperti tidak pernah sepi pembeli.

Sebagian di antaranya adalah pelancong asal Singapura atau Malaysia. Sesekali ada bule dari Eropa atau Amerika. Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza menyadari itu. Kini, ia melihat bahwasanya kawasan pelantar adalah daya tarik. Mungkin, taksirnya, karena di negara asal para pelancong itu tidak ada hal sedemikian. “Maka, ayo kita sama-sama jaga kebersihan dan kenyamanan di kawasan pelantar,” imbau Ariza, kemarin.

Apabila kawasan seputar pelantar ini bisa ditata lebih rapi dan penuh warna, Ariza yakin, kelak akan makin banyak pula wisatawan yang mendatanginya. Dalam pandangannya, hal itu amat baik mengingat akan terjadi perputaran ekonomi di sana. Sehingga sektor pariwisata yang memang diharapkan dapat melecut pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang benar-benar terasa dampaknya.

“Takkan mereka (wisman, red) cuma jalan-jalan atau foto-foto saja. Pastilah mereka juga akan belanja, kalau tak untuk kenang-kenangan ya paling tidak akan berbelanja oleh-oleh,” ujar Ariza.

Sebab itu, bagi Ariza tidak bisa tidak, kebersihan dan kenyamanan di seputar pelantar harus dijaga bersama. Tidak ada lagi yang boleh buang sampah di laut. Jangan lagi ada yang membiarkan sampah menumpuk-tumpuk di tepi jalan. Kebersihan, kata Ariza, bukan tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga seluruh elemen warga kota.“Nanti pemerintah yang akan berpikir bagaimana penataannya, bagaimana dipersoleknya, bagaimana menunjang fasilitasnya,” tegasnya.

Pada akhir pekan kemarin bersempana libur panjang Tahun Baru Imlek, suasana pasar di Pelantar Dua terlihat riuh. Kendati matahari sudah meninggi, pembeli belum juga terlihat semakin sepi. Lapak-lapak yang menjajakan varian ikan kering atau manisan juga tak kalah ramai. “Saya kalau ke Pinang, pasti belikan bilis ini buat oleh-oleh kawan di Singapura,” kata Shakira, turis asal Singapura yang menghabiskan akhir pekan kemarin bersama keluarganya di Tanjungpinang.

Menurutnya, memang ada pengalaman dan sensasi tersendiri bisa berbelanja di pasar tradisional di Tanjungpinang. Sebuah pengalaman yang tidak pernah lagi dialaminya di negara asalnya.

Shakira mengatakan, kalau bisa lebih bersih dan rapi lagi, akan semakin menarik mengunjungi kawasan Pelantar Dua. “Kalau kotor macam ini, payah juga nak foto-foto buat di Instagram,” keluhnya. (aya)

Rp 1 Miliar untuk Percantik Masjid Dompak

0
Disperkim Kepri akan mempercantik Masjid Raya Nur Ilahi Dompak dengan taman-taman di sekitar masjid. F.Yusnadi/BatamPos

batampos.co.id – Ketua Masjid Raya Nur Ilahi, Tanjungpinang, TS. Arif Fadillah mengatakan untuk mendukung pengembangan islamic centre Provinsi Kepri, Pemprov Kepri melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kepri akan mempercantik taman-taman disekitar Masjid tersebut lewat APBD Kepri 2018.

“Sudah dianggaran di dalam APBD Kepri tahun ini lebih kurang Rp 1 miliar. Jika taman-taman di sekitar masjid sudah ditata, akan menjadikan Masjid Dompak sebagai salah satu ikon religi di Tanjungpinang,” ujar TS. Arif Fadillah belum lama ini.

Pria yang juga merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri tersebut menjelaskan, keinginan Gubernur adalah untuk menjadikan Masjid Dompak tersebut sebagai islamic centrenya Provinsi Kepri. Menurut Arif, untuk menata kawasan Masjid Dompak memang membutuhkan biaya yang cukup banyak. Maka dari itu, dilakukan pembangunan secara bertahap.

“Alhamdulillah perbaikan lift menuju menara Masjid Dompak sudah rampung di 2017 lalu. Untuk mendukung aktivitas tersebut, tentu masih ada perbaikan lainnya di tahun ini,” jelas Arif.

Lebih lanjut, Mantan Sekda Karimun itu mengatakan, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun juga sudah mencanangkan pembangunan tugu bernuasa religi di bundaran yang menuju Masjid Raya Dompak. Ditambahkannya, Masjid Dompak adalah rumah ibadah yang dibangun Pemprov Kepri, sehingga menjadi tanggungjawab Pemprov Kepri juga untuk memelihara dan menjaga.

“Kita yakin, Masjid Dompak akan menjadi magnet bagi pariwisata Tanjungpinang. Artinya bukan hanya sebagai tempat ibadah, namun bisa memberikan kontribusi bagi ekonomi daerah dibidang pariwisata,” tutup Arif.

Seperti diketahui, Pemprov Kepri tahun 2017 lalu sudah melakukan pembenahan terhadap Masjid Raya Nur Ilahi Dompak, Tanjungpinang dengan anggaran sebesar Rp2 miliar lebih. Pembenahan itu melingkupi pekerjaan perbaikan lift, gedung masjid yang telah rusak, serta melakukan pembenahan lainnya.(jpg)

Gubernur Gesa Pembebasan Lahan

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menargetkan pembangunan pasar tradisional dan modern di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang terlaksana pada tahun 2019 mendatang. Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Kepri akan menggesa proses pembebasan lahan pada tahun 2018 ini.

“Kita sudah menetapkan lokasi di kawasan tepi sungai, di Kawasan Batu Delapan Tanjungpinang. Konsepnya adalah mengusung tradisional dan modern,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media belum lama ini.

Menurut Gubernur, kawasan tersebut sangat strategis untuk dibangun sebuah pasar. Karena aksesnya tidak hanya dari darat, tetapi juga dapat dituju melalui laut. Ia yakin, hal itu akan memberikan kemudahan bagi transportasi barang. Baik itu ke dalam pasar maupun keluar pasar ke daerah-daerah lain disekitar Tanjungpinang.

“Banyak hal yang menjadi pertimbangan, selain persoalan akses. Tentu harus didukung dengan kawasan parkir yang luas. Pembangunan akan kita lakukan dengan anggaran daerah,” jelasnya.

Diakuinya, untuk menata pasar-pasar yang ada di tujuh kabupaten/kota di Kepri memang membutuhkan biaya yang mahal. Maka dari itu, katanya, Pemprov Kepri melalui Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri sudah mendata pasar-pasar yang akan direhab dan perencanaan pembangunan baru.

“Selain menggunakan anggaran daerah, kita juga berupaya untuk membangun pasar melalui APBN. Untuk pelaksanaan pembangunan tidak cukup jika hanya APBD,” jelasnya lagi.

Mantan Bupati Karimun tersebut menambahkan, terlaksananya atau tidak rencana pembangunan pasar tersebut tergantung dari kerjasama Pemerintah Kabupaten/Kota. Dikatakannya juga, lewat APBD 2018 ini, Pemprov Kepri juga direncanakan akan melakukan pembangunan pasar di Kabupaten Karimun.

“Keinginan kita tentu semua pasar di Kepri ini adalah berkonsepkan tradisonal dan modern. Semua butuh proses tentunya, maka dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang ada,” tutup Gubernur.(jpg)