Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12619

4 Ribu Orang Kembali ke Batam

0
Arus balik penumpang kapal Fery antar pulau mulai memadati pintu kedatangan Pelabuhan Domestik Sekupang, Minggu (18/2). Penumpang yang kebanyakan warga Tionghoa ini, usai merayakan Imlek di Kampung halamannya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 4.000 penumpang arus balik memadati Pelabuhan Domestik Sekupang, Minggu (18/2). Pantauan Batam Pos, ribuan orang terlihat keluar dari pintu masuk pelabuhan. Ribuan warga tersebut baru bertolak dari Tanjung Balai, Selat Panjang, Dumai dan juga pulau terdekat lainnya. Sebagian besar mereka adalah keluarga yang membawa serta anak-anak mereka.

“Hari ini pulang, soalnya besok harus bekerja dan anak-anak juga sudah masuk sekolah,” kata Julian, penumpang yang bertolak dari Tanjung Balai.

Kepala Syahbandar PDS, Trino Palapa mengatakan arus balik mudik perayaan Imlek sudah terlihat sejak pagi kemarin. Namun demikian, ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi besok, (hari ini, red) dengan jumlah penumpang lebih dari lima ribu orang.

“Warga Batam yang kembali masih baru setengah,” ujar Trino saat dikonfirmasi Batam Pos.

Dia mengatakan ada sekitar 30 armada yang mengangkut kepulangan ribuan penumpang tersebut. Beberapa operator kapal ferry juga akan menyiapkan penambahan kapal operasional jika terjadi lonjakan penumpan saat arus balik besok (hari ini).

Sementara untuk cuaca sendiri, Trino menjelaskan sejauh ini belum ada kendala. Seluruh keberangkatan dan kedatangan berjalan sesuai waktu yang telah dijadwalkan.

Sebelumnya 10 ribu penumpang yang meninggalkan Batam untuk merayakan Imlek di kampung asal mereka. (une)

Pusat Perbelanjaan Kembali Beroperasi

0
Suasana pasar Fanindo

batampos.co.id – Aktivitas pada sejumlah pusat perbelanjaan di Batuaji dan Sagulung berangsur normal setelah tutup selama dua hari Jumat hingga Sabtu (16-17/2/2018) dalam rangka hari raya Imlek. Toko-toko yang ada di pusat perbelanjaan ataupun ruko sudah banyak yang buka.

Pasar Fanindo Batuaji misalkan terpantau kembali normal sejak Minggu siang kemarin. Toko-toko di sana dua hari sebelumnya memang tutup total karena pemilik toko yang umumnya adalah warga turunan merayakan hari raya Imlek. Saat toko-toko tersebut tutup pusat perbelanjaan warga Tanjunguncang itu cukup sepih sebab yang beroperasi hanya pasar basar saja. Warga yang ingin berbelanja cukup kewalahan saat itu sebab nyaris tak ada toko yang buka.

“Tapi hari ini sudah kembali normal. Sejak siang tadi sudah banyak toko yang buka,” ujar Saidin, petugas keamanan di Pasar Panindo.

Situasi serupa yang juta terlihat di komplek pasar Aviari, Mitra Mall dan Top 100 Tembesi. Toko atau outlet yang ada di pusat perbelanjaan itu sudah buka normal sekalipun masih ada satu atau dua toko yang masih tutup. Pengunjung ke pusat perbelanjaan juga kembali ramai. Warga yang semula kewalahan mendapatkan kebutuhan pokok, sudah kembali bernapas legah sebab tak perlu jauh-jauh mencari lokasi toko sembako yang buka.

“Hari Jumat lalu, sampai ke Tiban saya cari beras. Di sini tutup semua,” ujar Lorensius, pemilik warung makan di Tanjunguncang saat dijumpai di pasar Fanindo, kemarin.

Warga Masih Padati Lokasi Wisata
Warga Batam saat menikmati liburan di pantai Tanjung Pinggir Sekupang, Minggu (18/2). Menurut pengelola pantai liburan tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Meskipun akfititas di pusat perbelanjaan kembali normal, namun suasana liburan hari raya Imlek masih terasa di sejumlah tempat wisata hingga, Minggu (18/2) kemarin. Lokasi wisata yang ada di Marina dan di sepanjang jalan Trans Barelang masih dipadati pengunjung. Sebagian warga masih memanfaatkan momen hari raya keagamaan itu untuk berekreasi bersama keluarga atau kerabat.

Lokasi wisata terpadu Marina, terpantau cukup ramai sepanjang hari kemarin. Warga dari berbagai penjuru kota Batam berbondong-bondong ke sana untuk menikmati berbagai lokasi wisata yang ada. Mulai dari pesisir panti Marina, kolam renang hingga kebun agrowisata.

Begitu juga lokasi wisata di sepanjang jalana Trans Barelang masih terpantau ramai. Warga yang datang secara kerkelompok masih memanfaatkan momen liburan itu untuk berkumpul bersama di lokasi wisata. Perkumpulan sistem tolong menolong di perumahan Graha Mas Marina misalkan harus mencarter tiga bus untuk membawa anggota keluarga mereka ke pantai Mirota.

“Kebetulana libur sampai tiga hari kami jadi hari terakhir libur ini kami sepakat ke pantai,” ujar Fadli, seorang warga. (eja)

Polisi Tingkatkan Patroli di Batuaji

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dalam mengantisipasi kejahatan jalanan, jajaran Polresta Barelang telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari jajaran Sat Sabhara Polresta Barelang, Sat Reskrim Polresta Barelang dan Unit Reskrim Polsek. Setiap malamnya, tim gabungan itu akan berkeliling di sekitaran Kota Batam, khususnya kawasan yang sering terjadi kejahatan jalanan. Tidak terkecuali daerah Batuaji dan Sekupang yang masih kerap terjadi kejahatan jalanan.

“Sampai saat ini masih patroli kita laksanakan setiap malam maupun siang hari. Patroli tidak hanya dengan menggunakan mobil, namun patroli juga kita lakukan dengan keliling dengan sepeda motor. Patroli kami fokuskan pada wilayah yang tingkat kejahatan jalanannya tinggi seperti di wilayah Batuaji maupun Sagulung,” kata Hengki.

Dikatakan Hengki, anggota yang melaksanakan patroli malam dan siang itu merupakan gabungan dari anggota Satuan Sabhara Polresta Barelang beserta anggota dari polsek-polsek. Patroli itu nantinya akan mengitari setiap sudut kota Batam khususnya di daerah-daerah yang rawan dengan kejahatan jalanan. Tidak hanya polisi berseragam, pihaknya juga menurunkan anggota yang berpakaian preman

“Kami dari kepolisian berjanji untuk menjaga Batam ini sampai titik darah penghabisan. Sebagaimana telah diamanatkan undang-undang, kami mempunyai tugas pokok untuk memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap masyarakat. Terutama yang beraktifitas pada malam hari,” tegasnya.

Hengki menambahkan, terciptanya suasana di Kota Batam yang kondusif, merupakan salah satu programnya dalam menjalankan sebuah organisasi. Saat dipercaya menduduki sebagai Kapolresta Barelang, Hengki sejak awal telah menekankan empat komitmen yang harus dijalankan oleh seluruh jajarannya. Empat komitmen itu yakni, komitmen disiplin, keterbukaan, loyalitas dan ikhlas.

“Melaksanakan patroli dan hadir di tengah-tengah masyarakat merupakan komintmen loyalitas. Komitmen itu dilaksanakan dengan kata tidak pernah lelah. Jadi kami akan terus berupaya untuk selalu menjaga situasi yang kondusif di Batam. Jika perlu, kami akan berikan tindakan tegas bagi pelaku kejahatan,” tuturnya.

Kepada masyarakat atau warga yang mengetahui aksi kejahatan jalanan atau aksi pengrusakan oleh sekelompok orang atau geng motor, Kombes Hengki berharap agar warga tak takut untuk melaporkan hal itu ke polisi terdekat atau langsung menelpon ke call centre kepolisian di nomor 110. Menurutnya, call center itu selalu aktif selama 24 jam penuh untuk menerima laporan dari masyarakat. Selain itu, panggilan itu juga bebas pulsa.

“Jangan takut untuk melaporkan kejadian atau kejahatan ke polisi. Jangan takut untuk jadi saksi. Kalau memang pelapor atau warga tak berbuat kesalahan, tak mungkinkan polisi akan menahan. Masyarakatlah yang efektif untuk dijadikan mitra polisi. Sebab, kami dari kepolisian tidak mampu mengetahui semua tindak kejahatan di Batam ini. Jumlah personel kami terbatas,” imbuhnya. (egi)

DPRD Batam Prioritaskan Ranpenda Kampung Tua

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kampung Tua. Hal ini sebagai bentuk upaya pemerintah daerah di dalam melindungi eksistensi adat istiadat melayu, arsitektur bangunan tua serta lingkungan tempat tinggal penduduk asli Kota Batam.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam yang sekaligus pengusul Ranperda inisiatif Kampung Tua, Harmidi Umar Husein mengatakan, ranperda ini sudah masuk pada Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2018, untuk segera dibahas dan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Selama ini kita tidak mempunyai kekuatan hukum yang jelas, terkait keberadaan kampung tua. Oleh sebab itulah kami mengusulkan ranperda ini sebagai dasar dan payung hukum yang kuat, guna melindungi keberadaan kampung tua,” kata Harmidi, Minggu (18/2).

Harmidi menilai, jika ini tidak segera diselesaikan dalam artian tidak

mempunyai kekuatan hukum yang jelas, maka sekitar 37 titik kampung tua dengan Luas 1,569,63 Ha akan menjadi bom waktu. Karena mereka sudah turun menurun menghuni perkampungan ini, bahkan sebelum ada BP Batam.

Hal ini sudah berlarut larut sejak tahun 2004 hingga sekarang, kampung tua belum ada payung hukum yang jelas baik di mainland dan hitlerland.

Komisi I DPRD Kota Batam yang membidangi hukum dan pemerintahan menggesa supaya segera dibentuk Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Kampung Tua Perda tersebut nantinya menjadi solusi

untuk menghindari gesekan-gesekan antara masyarakat penghuni kampung tua dengan pihak perusahaan.

“Memang selama ini kita memiliki Surat Keputusan, dan Surat Pertemuan Walikota Batam dan Bp Kawasan difasilitasi oleh Gubernur Kepulauan Riau perihal rekomendasi pembebasan UWTO lahan Kampung Tua. Tapi itu belum cukup menjadi dasar hukum yang kuat,” sebut Harmidi.

Tugu Kampung Tua Tanjung Buntung yang merupak akses jalan masuk ke pamung tua Tanjung Buntung Bengkong.
Foto.CECEP MULYANA/BATAM POS

Adapun beberapa rekomendasi yang dikeluarkan pemko sebagai acuan dari ranperda ini seperti SK Walikota Batam Nomor : KPTS. 105/HK/HI/2004, tanggal 23 Maret 2004, tentang Penetapan Perkampungan Tua. SK Walikota Batam Nomor : KPTS. 89/HK/lIl/2006, tanggal 29 Maret 2006, tentang Penetapan Wilayah Perkampungan Tua. SK Bersama Walikota Batam dan Ketua Bp Batam Nomor : KPTs. ll/SKB/HKNIII/ZOII -Nomor : 03/SKB/2011, tanggal 19 Agustus 2011, tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Kampung Tua. SK Walikota Batam Nomor lOl/BP3D-BTM/P2/IIIIZOIS, tanggal 30 Maret 2015, tentang Inventarisasi dan Verifikasi tanah masyarakat di Perkampungan Tua di Kota Batam Kepada Camat dan Lurah Se-Kota Batam serta Penemuan Walikota Batam dan Ketua BP Kawasan yang difasilitasi Gubernur Kepri, pada tanggal 21 Januari 2015 bertempat di Graha Kepri.

“Ada juga Surat Rumpun Khasanah Warisan Batam (RKWB) Nomor : 047/RKWB/VIII/2016, tanggal 29 Agustus 2016, tentang nama nama 37 titik Wilayah Perkampungan Tua yang ada di Mainland Kota Batam. Inilah yang menjadi acuan kita untuk membentuk ranperda Kampung tua,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Sumali mendorong supaya ada kepastian hukum bagi masyarakat yang berada di kampung tua guna mendapatkan haknya.

“Apalagi mereka berada di Batam sudah ada sejak belum adanya BP Batam.

Hal ini adalah menjadi tanggung jawab kita semua supaya Kampung Tua di Kota Batam ini memiliki sandaran hukum yang jelas,” sebut Sumali.

Ketua Rumpun Khasanah Warisan Batam (RKWB), Machmur Ismail mengucapkan terimakasih atas perhatian DPRD Batam, yang sudah menginisiasi Ranperda Kampung Tua. Hal tersebut seiring dengan keinginan mereka agar Lampung Tua di Batam segera mendapatkan legalitas.

“Harapan kami Kampung Tua segera mendapatkan legalitas,” ungkapnya.

Saat ini, kata Machmur Ismail, mereka yang tinggal di kampung tua berharap segera memiliki sertifikat tanah yang mereka tempati, bukan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) tetapi sertifikat hak milik. Sehingga mereka tidak lagi terbebani harus membayar UWTO.

“Kita berharap ada sertifikat hak milik, sehingga ada legalitas,” ujar Machmur. (rng)

Pemko Batam tetap Desain Ulang Pasar Induk Jodoh

0
Kondisi Pasar Induk terlihat memprihatinkan
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum resmi memiliki Pasar induk Jodoh, namun pemko Batam berencana untuk mendesain ulang bangunan pasar yang mangkrak itu.

Gedung berlantai 3 ini rencananya akan dibangun ulang menjadi lima lantai.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, ,Zarefriadi mengatakan tahap awal desain bangunan tengah dirancang. Namun sesuai dengan rencana bangunan pasar induk itu akan dibongkar habis, kemudian dibangun ulang menjadi lima lantai.

“Kemungkinan lima lantai, dan di sana akan dibagi menjadi 2000 los,” terang Zaref.

Menurut dia, bangunan itu nantinya juga akan dilengkapi lift. Hal itu diperlukan karena banyaknya lantai yang tak mungkin dinaiki pakai tangga atau ekskalator.

“Sesuai perkembangan zaman, gunakan lift. Kalau tak pakai lift pasti orang malas ke atas. Lalu untuj angkut barang pedagang,” jelas Zaref.

Kenapa nekat mendesain bangunan, sementara status kepemilikan belum jelas, menurut Zaref agar lebih mudah nantinya. Sebab proses status lahan sedang menunggu persetujuan Presiden.

“Insyallah disetujui, makanya kami nekat mendesain. Proses masih di Presiden dan itu yang sedang kami tunggu,” imbuh Zaref.

Bahkan ia tak menapik jika kondisi pasar Jodoh masih semrawut. Dimana salah satu jalan untuk mengatasi kesemrawutan adalah pembangunan Pasar Induk Jodoh.

“Untuk memindahkan PKL5 itu harus ada tempat. Nah tempatnya itu pasar Induk, sementara pembangunan pasar induk belum bisa dilaksanakan karena status masih proses,” pungkas Zaref. (she)

Berharap Cetak Pembalap Berkualitas

0
 Bupati Karimun Aunur Rafiq tengah, Ketua IMI Kepri Usep RS bersama pengurus dan ketua panitia Jack usai peresmian Sirkuit Holic Grasstrak di Tanjungberlian Kundur Utara, Sabtu (17/2) lalu. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq meresmikan Sirkuit Holic Grasstrak sekaligus membuka Championship Grasstrak dan Motocross Mini di Kundur Utara, Sabtu (17/2).

Pada peresmian sirkuit ini juga dihadiri Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri Usep RS, anggota DPRD Provinsi Kepri Ery Suandy, dan Raja Bakhtiar, serta camat, dan kapolsek.

Championship Grasstrak dan Motocross Mini diikuti puluhan crosser asal Kkabupaten Karimun. Kehadiran Sirkuit Holic Grasstrak diharapkan mampu melahirkan talenta muda di bidang olahraga otomotif.

“Saya harapkan dengan adanya fasilitas Sirkuit Holic Grasstrak Tanjungberlian ini hendaknya menjadi sarana pemersatu, dan silaturahmi antar crosser. Dengan terjalinya komunkasi ke depanya akan melahirkan pembalap professional dari Pulau Kundur, maupun Kabupaten Karimun,” Harap Aunur Rafiq saat memberikan sambutan.

Sementara Ketua IMI Pengprov Kepri Usep RS mengapresiasi kerja keras, dan semangat rekan- rekan di wilayah Karimun, terlebih di Tanjungberlian Kecamatan Kundur Utara. Dengan diresmikanya Sirkuit Holic Grasstrak harapannya agar lahir crosser maupun pembalap dari daerah yang berkualitas, dan professional.

“Kami dari Pengurus IMI Kepri sangat mendukung, dan terimakasih kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq yang telah meresmikan sirkuit ini,” ungkap Usep.

Sedangkan Ketua Panitia Penyelenggara Samsuridar Suganda alias Jack mengaku bangga atas kehadiran Bupati Karimun, Ketua IMI Kepri bersama pengurus dinas, instansi serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan event Championship Grasstrak, dan Motocross Mini. Selain itu terimakasih atas dukungan Jayana car rental dan Jayana Berlian di bawah Zaini, dan istri sebagai spontor utama.

“Kita harapkan dengan dibukanya Sirkuit Holic Grasstrak di Tanjungberlian ini sebagai tempat untuk menyalurkan bakat minat dan hoby bagi adik-adik dalam bidang otomotif. Selanjutnya dapat mengurangi aksi balapan liar serta kebut-kubutan di jalan raya, karena tempatnya sudah ada,” sebutnya. (ims)

Imlek Merajut Kebersamaan dan Kerukunan

0
Suasana warga yang berkunjung di rumah Apeng, pengusaha Tionghoa di Karimun yang menggelar open house saat Imlek, Sabtu (17/2). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Momen hari raya selalu dimanfaatkan untuk membuka ruang sekaligus bersilaturahmi bersama masyarakat umum melalui open house. Tidak terkecuali Apeng, pengusaha asal Karimun yang menggelar open house di momen Imlek 2569 tahun 2018.

Memasuki hari kedua Imlek, tepatnya Sabtu (17/2) lalu, suasana kemeriahan hari raya umat Tionghoa masih terasa. Nuansa warna merah masih menghiasi rumah maupun toko. Pun begitu ruko milik Apeng di Jalan A Yani.

Warna merah turut menghiasi tempat prasmanan. Mulai dari kursi, meja yang dibalut dengan plastik merah. Itu menunjukkan sebagai tanda tahun baru Imlek dirayakan, dengan diadakan open house bagi masyarakat di sekitar Pulau Karimun, maupun para kolega dan pegawai.

Sekitar pukul 11.00 WIB, tamu mulai berdatangan dari masyarakat biasa, karyawan, hingga para kolega. Satu persatu tamu disambut tuan rumah dengan sambutan sepuluh jari. Sambil mempersilakan mengambil makanan yang disediakan secara prasmanan.

“Open House yang kita lakukan pada hari kedua ini untuk menjalin talisilahturahmi dengan masyarakat, kolega, karyawan. Jadi Tahun Baru Imlek, dimanfaatkan untuk merajut kebersamaan antar umat yang sekaligus untuk mempererat kebersamaan dalam hidup berdampingan antar umat beragama,” kata Apeng.

Dengan menyuguhkan makanan tradisional, seperti sate, tumpeng vegetarian, makanan khas tradisional yang dipesan dari warga setempat. Sehingga, makanan tersebut bisa dinikmati bagi umat muslim. Dan tidak ketinggalan setiap meja sudah di suguhkan beberapa buah khas Imlek yaitu jeruk dan beberapa kotak air minuman rasa buah.

Semakin siang, banyak tamu yang berdatangan silih berganti untuk mengucapkan selamat Imlek kepada tuan rumah. Dengan wajah ceria Apeng mengunjungi meja para tamu sambil menawarkan untuk minum atau menambah makanan yang telah disediakan. Selain itu, bagi anak-anak tidak luput mendapatkan angpao yang berwarna merah dari tuan rumah.

“Harapan kita sih, semoga tahun baru Imlek kali ini, dapat diberkahi kesuksesan, kemakmuran dan keselamatan. Terutama dunia usaha di Karimun, supaya bisa bangkit kembali seperti dua tahun lalu,” harapannya.

Open House yang sudah lima tahun dilakukan, setiap tahun baru Imlek ini bertujuan untuk berbincang-bincang ringan dengan masyarakat maupun karyawan dan kolega usaha secara lepas. Sebab, apabila diwaktu biasa ada keterbatasan aktivitas masing-masing ada kegiatan. (tri)

Puncak Arus Balik Pelabuhan

0
Ribuan orang memadati pintu keberangkatan Terminal Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Minggu (18/2). Para penumpang yang kebanyakan warga Singapuran dan Malaysia ini akan pulang usai menikmati liburan di Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan orang memadati kawasan Terminal Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Minggu (18/2). Sekitar 14 ribu orang tercatat meninggalkan Batam, sedangkan penumpang datang diperkirakan kurang dari 10 ribu orang.

Pantauan Batam Pos, antrean menuju ruang tunggu keberangkatan terlihat mengular sejak Minggu pagi di Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter. Rata-rata mereka yang berangkat merupakan warga negara Singapura dan Malaysia.

Bahkan, banyak dari warga yang ingin berangkat pagi harus harus mendapat jadwal keberangkatan sore karena padatnya penumpang. Padahal, penumpang tersebut sudah datang sejak pagi di Pelabuhan.

“Kapal yang berangkat pagi sudah pada penuh. Tadi saya datang jam 7 pagi, maksudnya biar bisa berangkat jam 9, tapi kapal pada penuh. Saya dapat jadwal sore,” ujar Aliyah warga Malaysia yang berlibur tiga hari di Batam.

Hal yang sama juga diungkapkan, Johan warga Singapura yang harus menunda keberangkatan beberapa jam karena tak dapat boarding. Ia yang ingin berangkat jam 10 pagi harus ditunda keberangkatan hingga pukul 16.00 wib.

“Padat semua, ini saja harus menunggu sampai sore, padahal sudah datang dari jam 8 pagi,” ujar pria berusia sekitar 40 tahunan ini.

Sementara General Manager Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, Nika Astaga mengatakan kemarin (Minggu, 18/2) adalah puncak arus balik penumpang. Untuk mengantisipasi lonjakan, sejumlah operator kapal sudah mengajukan penambahan armada pada hari puncak. Bahkan Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter mendapat tambahan tiga kapal dari Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang.

“Rata-rata operator kapal mengajukan 5 sampai 8 armada tambahan pada arus balik puncak. Bahkan dua operator dapat bantuan tambahan kapal dari Sekupang,” kata Nika, kemarin.

Menurut dia, jumlah penumpang yang berangkat meninggalkan Batam diperkirakan lebih dari 14 ribu orang, sedangkan yang datang diperkirakan kurang dari 10 ribu orang. Meski begitu, operator juga menambah armada dari negeri seberang (Singapura) ke Batam.

“Kalau dihitung-hitung sejak Imlek, jumlah penumpang yang berangkat dan datang sama-sama banyak,” imbuh Nika.

Masih kata Nika, untuk antisipasi keamanaan, pihaknya menyiagakan 36 personil keamanan. Situasi keamanan juga dibantu oleh Dirpam dan kepolisian.
“Hari ini semua petugas keamanaan wajib lembur karena jumlah penumpang yang sangat padat,” pungkas Nika. (she)

Pengajian PW Muhammadiyah Kepri; Agama Sumber Membangun Etika dan Moral

0
Wakil Sekjen MUI Pusat Ustand Dr H. Amirsyah Tambunan memberikan ceramah pada acara pengajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kepri
di Aula Gedung SD Muhammadiyah Plus KDA Batamcenter, Minggu (18/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kepri menggelar pengajian bertemakan Muhammadiyah dan Paham Keagamaan di Aula Gedung SD Muhammadiyah Plus KDA Batamcenter, Minggu (18/2) pagi. Pengajian yang dihadiri 150 kader Muhammadiyah ini mendatangkan Wakil Sekjen MUI Pusat Ustand Dr Amirsyah Tambunan sebagai pembicara.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini memaparkan dua hal yang berkaitan dengan muhammadiyah. Pertama Muhammadiyah sebagai konteks idiologi yang punya satu cita-cita untuk lebih memberi pemahaman kepada warga Muhammadiyah dan anak bangsa. Dimana ketika memahami agama harus sejalan dengan prinsip dasar Alqur’an dan As susnah

“Serta memperluas ijitihad para ulama, misalnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” terang Armirsyah.

Kedua dari konteks berbangsa dan bernegara bahwa agama harus menjadi sumber kekuatan untuk membangun dan bernegara. Terutama dalam dunia politik, agama haruslah menjadi landasan etika dan moral. Sebab politik yang bermoral dan adiluhung akan menlahirkan kejujuran serta keadilan (Jurdil), bukan praktek yang bertentangan dengan Jurdil.

“Apalagi ini merupakan tahun politik, sehingga agama harus menjadi sumber dalam membangun etika dan politik,” ujar Armisyah.

Namun, lanjutnya. Jangan mempolitisir agama, apalagi untuk ajaran agama yang menyimpang. Sebab demokrasi yang berkembang harusnya mampu melahirkan pemimpin berbangsa dan beragama yang baik. Seorang pemimpin juga harus memilih pemahaman agama yang simbiosis dan mutualisme.

“Sekarang marak yang membawa agama, tapi menyimpang. Dan kami menolak siapa saja yang mempolitisir agama. Karena agama merupakan sumber etik moral,” jelas Armisyah.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan jika Muhammadiyah menolak persekusi terhadap tokoh agama, serta radikalisme yang bertentangan dengan agama. Apalagi untuk seorang pemimpin tak boleh memberi pemahaman kontradiktif, karena tugas pemimpin mewujudkan berkeadilan.

“Konteks beragama meyakini agama islamlah yang mampu menyelamatkan hidup manusia dunia dan akhirat,” imbuh Armisyah.

Sementara Sekretatis PW Muhammadiyah PW Kepri, Arifuddin Jalil mengatakan kegiatan merupakan pengajian bulanan, akan tetapi kemarin pihaknya mendatangkan pembicara dari pusat.

“Kegiatan ini juga silaturahmi antar kader, yang mungkin akan menjadi agenda bulanan,” ujar Arifuddin. (she)

Bupati akan Optimalkan Peran UMKM

0
Shanti, salah seorang pelaku usaha mikro yang berjualan luti gendang, jajanan khas Tarempa di salah satu kedai kopi di Jalan Raya Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. F. Slamet nofasusanto/ Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengklaim pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM ) di Kabupaten Bintan terus meningkat dari tahun ke tahun. Bila tahun 2016 hanya 2.663 pelaku usaha, tahun 2017 sudah mencapai 2.871 pelaku usaha. “Artinya mengalami pertumbuhan sebanyak 238 pelaku usaha pada tahun
2017,” ujar Apri, Minggu (18/2).

Meskipun demikian, Apri mengakui jumlah pelaku usaha di Kabupaten Bintan belum ideal. “Idealnya 3.000 an pelaku usaha atau dua persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bintan sekitar 145 ribu jiwa,” bebernya.

Meskipun demikian, Pemkab Bintan akan terus mengoptimalkan peran pelaku UMKM di Kabupaten Bintan agar bisa memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Selain itu dia juga mengimbau pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk sehingga memiliki daya saing di pasaran dan bisa menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri. “Pemkab akan terus mencari formula, salah satunya melalui konsep mitra atau menjalin kerjasama serta mengusulkan bunga kredit rendah untuk pelaku UMKM,” kata dia.

Sementara itu, Kadisperindag, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bintan Dian Nusa mengatakan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bintan saat ini sekitar 2.500-an. Tahun ini, Disperindag Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bintan akan melakukan pendataan dengan konsentrasi usaha mikro.”Dari 2.500an itu, 500 adalah usaha mikro. Saat ini, Kabupaten mengurusi usaha mikro, sedangkan usaha kecil dan menengah di Provinsi dan usaha skala besar di pusat. Ini sesuai Undang-Undang Nomor 230 tahun 2008 tentang UMKM,” jelas Dian. (met)