Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12620

BP Batam Siapkan Sistem Port to Port

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya memangkas biaya logistik dari Batam ke Singapura. Sebab tingginya tarif kontainer ke Negeri Singa itu dinilai menghambat dunia usaha di Batam, khususnya di sektor industri.

Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam Nasrul Amri Latif mengatakan, saat ini pihaknya tengah menimbang sejumlah opsi dan konsep untuk menekan biaya logistik tersebut. Pihaknya juga mengkaji kembali beberapa konsep yang selama ini diterapkan di pelabuhan Batam. Seperti door to door dan door to port.

“Saat ini kami sedang mengevaluasi,” kata Nasrul, Senin (19/2).

Memang dalam dunia ekspedisi di Batam, konsep transaksi logistik dan model pengiriman barang atau biasa disebut freight terms memang mengacu kepada dua konsep yang paling sering digunakan, yakni door to door dan door to port.

Di dalam konsep door to door, pengangkut menerima ongkos angkutan sampai dengan proses bongkar muat di pelabuhan. Sehingga angkutan dari pelabuhan ke gudang pemilik barang harus melakukan negosiasi sendiri.

Nilai negatifnya adalah, pemilik barang harus menggolkan biaya logistik tersebut dengan perusahaan pengangkut lokal. Sedangkan nilai positifnya adalah biaya transportasi lokal tidak akan melibatkan perusahaan pelayaran.

Untuk saat ini, perusahaan pelayaran dan forwarder yang mendominasi jalur lalu lintas barang dari Batam ke Singapura dan sebaliknya berasal dari Singapura.

Sehingga dalam konsep berikutnya, yakni konsep door to door, maka forwarder Singapura banyak melakukan mark up untuk penagihan biaya logistik ke perusahaan pengangkut lokal.

Kemudian, dengan konsep door to door yang sekarang digunakan, maka pemilik barang akan terima bersih di gudangnya. Sedangkan urusan transportasi dari pelabuhan ke lokasi pemilik barang dilakukan perusahaan lokal, tetapi penagihan ke pelayaran di Singapura.

Dan pelayaran yang menagih pemilik barang, dimana sudah menjadi rahasia umum penagihan transpor lokal di Batam di-mark-up oleh forwarder Singapura.

BP Batam, kata Nasrul, tidak bisa ikut campur terkait persoalan ini karena transaksi logistik murni urusan bisnis. Namun ia meminta kepada setiap perusahaan industri untuk melaporkan segala transaksi logistik yang mereka lakukan ke BP Batam.

“Kami ini tugasnya mendukung dunia industri. Makanya kami akan menata pelabuhan, sehingga berkaitan dengan itu, ke depannya diharapkan agar industri bisa info ke kami soal transaksi logistik yang telah dilakukan,” jelasnya.

BP Batam juga kata Nasrul lebih condong pada penerapan konsep transaksi logistik berbasis model pengiriman port to port atau pengiriman dari pelabuhan ke pelabuhan. Dengan kata lain, tanggung jawabnya tidak sebesar pada model pengiriman door to door yang harus sampai ke gudang si pemilik barang. Pengiriman hanya sampai di pelabuhan saja, dimana barang tersebut akan ditumpuk di pelabuhan.

Setelah barang sampai di pelabuhan, maka sudah menjadi tanggung jawab importir. Sehingga ketika barang sudah sampai di pelabuhan, maka perusahaan eksportir hanya tinggal mengirimkan tagihan kepada pihak pembeli.

Pada model pengiriman ini, penjual diuntungkan. Dan Pembeli pun jadi berpotensi untuk menumpuk barangnya di balai lelang pelabuhan.

Disamping itu, persoalan lain terkait tingginya tarif logistik mengacu pada jumlah muatan yang dibawa oleh kapal asing masuk ke Batam.

Lalu mengenai jumlah muatan. Di Batam, jika jumlah kontainer kurang dari jumlah minimal kontainer yang telah ditentukan, tarifnya tetap dihitung berdasarkan jumlah minimal kontainer. Contohnya, jika batas minimal 20 ton, dan kapal hanya membawa 15 ton, maka tarif yang dikenakan sesuai dengan tarif 20 ton.

Sehingga perhitungan muatan didasarkan berdasarkan jumlah minimum sehingga harganya akan mahal.

Nasrul mengatakan, penyebabnya adalah kapasitas Pelabuhan Batuampar yang sangat kecil. Sehingga untuk menumpuk kontainer tidak akan bisa dilakukan. Hal tersebut memaksa kapal-kapal asing hanya membawa sedikit muatan.

“Proses pemetaan itu untuk menentukan alur transportasi ideal seperti apa. Begitu juga dengan tarif logistik yang ideal sehingga didapat solusinya,” ungkapnya.

Persoalan mahalnya tarif logistik ini sebelumnya diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Daniel Burhanuddin.

Daniel mengambil kesimpulan, tarif logistik Batam menuju Singapura secara door to door adalah sebesar 700 dolar Singapura per unit untuk kontainer berukuran 40 feet.

“Namun yang menikmati mahalnya tarif tersebut adalah forwarder Singapura,” ujarnya.

Untuk menurunkan tarif logistik, maka konsep door to door harus diganti door to port. Kemudian tarif angkutan dari pelabuhan ke lokasi pabrik harus ditagih ke forwarder Singapura.

“Penerapannya nanti harus dikawal dengan peraturan-peraturan BP Batam dan syahbandar,” katanya lagi.

Ia kemudian mengatakan penyebabnya juga datang dari faktor-faktor lain.“Pertama biaya pelabuhan, kedua jumlah muatan yang tersedia dan ketiga jarak, ” katanya.

Berdasarkan biaya pelabuhan maka setiap kapal yang memiliki isi atau tidak sama sekali jika memasuki pelabuhan akan dikenakan sejumlah biaya yang besarannya sama.

“Biaya-biaya tersebut antara lain biaya pilotage, uang labuh, dan uang sandar dalam arti akan menjadi beban pelayaran,” ungkapnya. (leo)

BP Batam akan Kembangkan Pelabuhan Makobar

0

batampos.co.id – Kasus tenggelamnya kapal angkut granit dan material, TB Hongkin dan kapal TK Bintan I pada 5 Februari lalu di Kabil membuat BP Batam merevitalisasi Pelabuhan Makobar yang berada di sebelah utara Pelabuhan Batuampar. Tujuannya adalah membangun pelabuhan tersebut sebagai pelabuhan logistik untuk menampung material yang diangkut kapal dan juga sebagai tempat bersandar yang representatif.

“Salah satu keunggulan Pelabuhan Makobar adalah terletak di teluk. Sehingga tidak gampang terguncang ombak. Sangat cocok dibangun logistik untuk material properti. Kejadian tenggelamnya kapal kemarin karena ombak yang tinggi,” kata Kepala Kantor Pelabuhan (Kanpel) BP Batam, Nasrul Amri Latif, Senin (19/2) di Kantor Pelabuhan BP Batam.

Keadaan Pelabuhan Batuampar yang tidak baik memang membuatnya tidak bisa menjadi tempat bersandar kapal-kapal besar seperti kapal Super Panamax. Sehingga banyak yang memutar jauh ke Pelabuhan Kabil untuk menurunkan muatannya karena dianggap lebih layak.

Jika menurunkan muatan di Pelabuhan Batuampar, maka harus menunggu dwelling time yang cukup lama, bisa berhari-hari. Untuk itu, Pelabuhan Makobar akan dijadikan pelabuhan dengan aktivitas yang berbeda dan khusus menangani aktivitas logistik. Pengembangannya diproyeksikan bisa menjadi tempat bersandar kapal-kapal besar Super Panamax dan Landing Craft Tank (LCT).

Kasus kapal TB Hongkin dan kapal TK Bintan I memang cukup menjadi perhatian karena kapal-kapal tersebut menabrak penyangga pipa avtur di trestle Dermaga Pelabuhan Curah Kabil. Untungnya tidak terjadi kebocoran karena tabrakan tersebut.

“Memang karena sempat tenggelam, maka ada minyak yang sempat tumpah ke laut. Namun bisa segera diatasi dengan memanfaatkan selimut minyak dengan berkoordinasi dengan Patra Niaga,” jelasnya.

Nasrul menggambarkan estimasi untuk mengembangkan Pelabuhan Macgobar membutuhkan data sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar dan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat barang dari kapal di Pelabuhan Batuampar, Kamis (8/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Dulu Pelabuhan Makobar merupakan pelabuhan dermaga curah yang menjadi tempat untuk menurunkan dan menampung muatan material bangunan dari kapal-kapal yang berlabuh di Batam. Namun karena kondisinya yang semakin tidak layak, maka sekarang lebih banyak digunakan untuk menurunkan muatan sembako.

Ketua INSA Batam Osman Hasyim Osman Hasyim mengungkapkan, saat ini pelabuhan di Batam sangat sepi dari aktivitas bongkar muat. Bahkan hanya untuk proses labuh tambat saja, Pelabuhan Batuampar kalah populer dari Singapura.
Banyak kapal yang memindahkan aktivitasnya ke Johor atau ke Karimun.

Ia kemudian memperlihatkan website yang menunjukkan aktivitas kapal di dunia yakni di www.marinetraffic.com dan www.vesselfinder.com. Di sepanjang pantai Singapura, banyak kapal yang melakukan aktivitas, seperti melakukan labuh tambat, bongkar muat, dan lainnya.

Sedangkan di Pelabuhan Batuampar Batam tidak terlihat aktivitas sama sekali. Pemegang regulasi dalam hal ini BP Batam diminta untuk berperan aktif. Lautan di Batam sangat luas dan mampu menampung lebih dari 1.000 kapal dengan syarat modernisasi pelabuhan dan regulasi yang memberikan kepastian dan insentif. Ia memberikan contoh ongkos labuh tambat untuk kapal adalah 0,11 dolar AS per Gross Register Ton (GRT) kapal.

Jika ada 200 kapal yang berlabuh memiliki total berat 100.000 GRT di Batam, maka pendapatan yang bisa diperoleh mencapai Rp 79,8 miliar per bulannya. “Namun itu yang tak bisa dicapai saat ini,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah kapal yang berlabuh di Batam tidak lebih dari 30 unit. Osman mengatakan pemerintah harus segera berbenah jika ingin mengembalikan kejayaan Batam di dunia maritim seperti di era kepemimpinan B.J. Habibie. Selanjutnya, ia kemudian berbicara mengenai masalah tarif pelabuhan. (leo)

BPS: Penyerapan APBD Harus Digesa

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar mengharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi dan Kabupaten/Kota menggesa penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, APBD yang sudah ada mampu menggerakan perputaran ekonomi daerah.

“APBD memberikan kontribusi yang positif bagi daerah. Dan ini bisa menggerak roda perekonomian daerah,” ujar Panusunan menjawab pertanyaan media baru-baru ini.
Dijelaskannya, pengaruh APBD sangat instan bagi ekonomi daerah. Karena kondisinya berbeda jika mengandalkan investasi besar. Ditegaskan Panusunan, pengaruh masuknya investasi membutuhkan waktu satu atau dua tahun. Disebutkannya, persoalan yang terjadi adalah penyerapan APBD tidak merata.

“Tahun 2018 ini kita berharap, penyerapan APBD tidak menumpuk di triwulan empat. Tentu ini menjadi pekerjaan Pemda untuk menyiasatinya,” tutup Panusunan.

Sementara itu, Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP) Provinsi Kepri, Misbardi mengatakan sampai saat ini, sudah ada 22 paket kegiatan senilai Rp 70 miliar yang sudah rampung dilelang. Menurut Misbardi, kegiatan tersebut tinggal menunggu kontrak.
“Sedangkan yang sedang tayang ada 23 paket kegiatan dengan nilai Rp 109 miliar,” ujar Misbardi, Senin (19/2) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Dijelaskannya, Dinas Pekerjaan Umum, Pertanahan dan Tata Ruang ada empat paket dengan nilai Rp 9,6 miliar. Berikutnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri sebanyak 6 paket dengan jumlah Rp 34,5 miliar. Mantan Kepala Biro Umum tersebut juga mengatakan, kegiatan lainnya berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebanyak dua paket dengan nilai Rp 2,5 miliar.

Masih kata Misbardi, Biro Umum ada dua paket kegiatan yang sudah selesai lelang. Adapun nilai proyeknya adalah Rp 3,9 miliar. OPD Selanjutnya yakni, Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri sebanyak empat paket kegiatan Rp7,3 miliar. Sedangkan OPD terakhir adalah Dinas Perumahan dan Pemukiman sebanyak 4 paket senilai Rp 10,5 miliar.Peelaksanaan “Pelaksanaan lelang yang kita lakukan tergantung pengajuan. Cepat atau lambat, dipengaruhi kelengkapan dokumen administrasi,” jelas Misbardi.(jpg)

DPU 4 PAKET
1. Peningkatan jalan kawasan pusat pemerintahan dompak – 4.7 M
2. Pengawasan teknis peningkatan jalan kota TPI wilayah I – 230 jt
3. Peningkatan jalan coastal area lanjutan – 4.5 M
4. Pengawaasan teknis peningkatan jalan kab karimun – 210 jt

DISHUB 6 PAKET
1. Pengawasan pembangunan pelabuhan penagi tahun II – 570 jt
2. Pengawasan pembangunan pelabuhan tg uban – 400 jt
3. Pengawasan pembangunan pelabuhan parit rempak – 280 jt
4. Pembangunan plabuhan tanjungguban – 13.3 M
5. Pembangunan pelabuhan penagi tahun II – 19.1 M
6. Pengawasan pengembangan dan peningkatan pelabuhan pelantar I dan pelantar II tahun Ii – 866 jt

RSUD 2 PAKET
1. Belanja Cleaning service – 2.4 M
2. Belanja makan minum pasien – 2.1 M

BIRO UMUM 2 PAKET
1. Belanja ATK – 1.3 M
2. Belanja kebersihan kantor – 2.6 M

DISDIK 4 PAKET
1. Perencanaan pembangunan yayasan mahanaem batam – 73 jt
2. Pengadaan alat peraga microplayer education SMA berkarakter – 2.4 M
3. Pengadaan alat peraga praktek keterampilan berbasis nirkabel untuk SMA – 2.4 M
4. Pengadaan alat monitoring kelas dan pusat sumber belajar siswa untuk SMA – 2.4 M

PERKIM 4 PAKET
1. pengawasan teknis pembangunan GOR singkep barat – 165 jt
2. Pengawasan teknis peningkatan masjid baiturahman kab karimun – 135 jt
3. Peningkatan masjid baiturahman kab karimun – 4.7 M
4. Pembangunan GOR Kec. Singkep barat – 5.6 M

*Total 22 paket dengan nilai 70.8 M

Panen 6,7 Ton Gabah, Petani Untung Rp 42 Juta

0
Bupati Bintan Apri Sujadi saat panen padi di Kampung Poyotomo, Desa Sri Bintan Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Senin (19/2) sore. F. slamet/batam pos

batampos.co.id – Setelah kelompok tani di Kecamatan Toapaya, giliran kelompok tani di Kampung Poyotomo, Desa Sri Bintan Kecamatan TelukbSebong, Bintan berhasil melakukan panen padi, Senin (19/2) sekitar pukul 15.00 sore.

Dalam panen yang memanfaatkan lahan lebih kurang 2 hektare itu, menghasilkan gabah sebanyak 6,72 ton. Dari panen itu, kelompok petani tersebut memperoleh keuntungan sekitar Rp 42 juta.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, dirinya melihat potensi pertanian padi di Bintan yang sangat luar biasa. Terlebih didukung potensi alam seperti waduk. Oleh karena itu ke depan dirinya bertekad untuk lebih mengembangkan pencetakkan sawah di Kabupaten Bintan.

Kepala BPTP Balitbang Kepri mengatakan, gabah yang dihasilkan sekitar 6,7 ton per hektare setelah ditanami bibit padi jenis Invara 5 serta 2. Karena dalam masa 115 hari untuk bibit padi Invara 5 sudah panen, sedangkan dengan ditanami bibit padi Invara 2 dalam masa 127 hari.

Ia menjelaskan, dengan hasil gabah 6,7 ton, maka beras yang dihasilkan sekitar 3 ton. Saat ini, nilai jual beras di tingkat petani sekitar Rp 12 hingga Rp 13 ribu per kilogram, maka untuk penjualan padi dalam satu hektare sekitar Rp 36 juta.

“Biaya operasional sekitar Rp 15 juta, itu sudah dari awal hingga panen. Jika dikurangi Rp 36 juta, maka keuntungan petani sekitar Rp 21 juta. Jika 2 hektare maka dikalikan 2 menjadi Rp 42 juta,” kata dia ditemui usai acara.

Dengan keberhasilan ini, ia akan mengembangkan 6 hektar untuk lahan pertanian padi, di mana 2 hektare untuk bibit dan 4 hektare untuk percontohan. “Target kita di kawasan ini menjadi 12 hektare,” tukasnya.

Danramil Bintan Utara Kapten TH Prabowo mengatakan, pihak Kodim 0315 Bintan akan siap membantu menyukseskan program pemerintah ini, tentunya dengan menerjunkan personel Babinsa dan Kodim 0315 Bintan untuk melakukan pencetakkan sawah di Kampung Poyotomo.

“Kami bersama petani siap menyukseskan program ini, terlebih target ke depan akan dikembangkan 12 hektar petak sawah di sini,” tukasnya. (met)

Jika Tak Layak, Bus Sekolah akan Dikandangkan

0
Beberapa waktu lalu salah satu bus sekolah terguling di Simpang Tiga Kawasan Pariwisata Bintan Resorts Lagoi. Untuk menghindari kejadian yang sama, pihak disdik akan melakukan investigasi kelayakan bus sekolah. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Kadisdik Kabupaten Bintan Tamsir mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi kelayakan bus sekolah yang diadakan oleh PT Aneka Jaya Kijang dengan menelan anggaran sekitar Rp 7,9 miliar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres, Dishub maupun Organda untuk bersama – sama melakukan investigasi bus sekolah pada tahun ini,” ungkap Kadisdik Disdik Bintan Tamsir seusai acara refleksi 2 tahun kepemimpinan Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Bupati Dalmasri Syam di kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Senin (19/2).

Bila nantinya berdasarkan hasil investigasi, beberapa bus dinyatakan tidak layak operasi, Tamsir meminta agar bus bus tersebut dikandangkan. Dan kepada pemenang tender pengadaan 43 unit bus supaya segera mengganti dengan bus yang layak operasi. “Jika mereka tidak sanggup mengganti dengan bus yang layak operasi, kami minta agar bus yang layak operasi saja yang digunakan untuk transportasi antar jemput guru dan anak anak sekolah di Bintan. Yang tak layak, sebaiknya dikandangkan,” kata dia.

Ia mencontohkan, misalkan nantinya dari 43 unit bus yang diinvestigasi dan hasilnya hanya 5 unit bus yang tidak layak operasi, maka kontrak pengadaan bus sekolah itu harus diubah. “Maka nilai kontraknya hanya pengadaan 38 unit saja, itu misalkan,” kata dia.

Sebelumnya, bus sekolah yang mengangkut 7 orang siswa terbalik di Simpang Tiga, Kawasan Pariwisata Bintan Resorts Lagoi. Kejadian itu mengakibatkan, 1 orang siswa mengalami luka cukup parah, sedang 6 lainnya mengalami luka ringan. (met)

Trabas Adventure Kepri, Kenalkan Wisata Sambil Uji Adrenalin

0

 

Meifrizon. F.Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Kabar gembira akan datang di bulan April mendatang. Para petualang atau pencinta trabas adventure akan kembali menyalurkan hobinya. Mereka akan unjuk kebolehan dengan tunggangan andalannya kembali melumpur.

Selain menjelajahi jalanan menantang, para bikers ini juga akan melewati objek-objek wisata andalan, baik yang ada di Tanjungpinang maupun Bintan.

Event besar yang digawangi Batam Pos dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri ini akan menampung ribuan peserta, baik dalam maupun luar negeri.

Manager Event Organizer (EO) Batam Pos, Herman Mangundap menjelaskan event perdana ini akan diikuti peserta baik dalam dan luar negeri.

Trabas adventure disini kata Herman, peserta akan melewati jalan raya dan perkampungan. Tujuannya untuk memperkenalkan keindahan alam Kepri dan keramahtamahan masyarakatnya kepada pecinta komunitas motor trail.

Tidak hanya itu lanjut Herman, para peserta juga akan berhenti di setiap destinasi wisata yang sudah ditentukan seperti, Jembatan Dompak, Patung Seribu, Bukit Panglong Kijang, Danau Biru Kawal, Danau Kampung Bloreng, Gunung Pasir Busung, dan Pantai Trikora Bintan.

“Rencana star dari Dompak dan finish di Trikora. Para peserta juga diwajibkan foto selfie di setiap tempat-tempat wisata yang sudah kita tentukan untuk di upload di media sosial,” jelas Herman.

Kepala Dispora Kepri, Maifrizon menyambut baik rencana event yang akan digelar Batam Pos. Dirinya berharap, event ini dapat memperkenalkan Kepri khususnya Tanjungpinang dan Bintan ke dunia internasional.

“Karena pesertanya banyak dari luar negeri. Jadi mudah-mudahan dapat mendongkrak destinasi wisata maupun budaya kita ke mancanegara,” ujarnya.

Tidak hanya itu lanjut Maifrizon, para bikers juga akan melewati perkampungan dan boleh berhenti sambil menikmati kuliner khas melayu.

“Ini (kuliner, red) juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, dari hasil jualannya,” ujarnya.

Maifrizon berharap, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan ikut mendukung event besar yang akan digelar Batam Pos April mendatang.

“Semoga ini menjadi event tahunan Batam Pos. Dan memberikan efek positif bagi Kepri, khususnya Tanjungpinang dan Bintan,” pungkasnya. (cca)

KIA Dapat Dicetak Satu Hari Kerja

0
Agus memperlihatkan KIA yang sudah dicetak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Anambas, Senin (19/2). F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Anambas Agus Riadi, mengatakan, pecetakan Kartu Identitas Anak (KIA) bisa dilakukan satu hari kerja, asalkan data yang diajukan setiap masyarakat atau pemohon lengkap.

Menurutnya, KIA yang telah dicetak sebanyak 3.500 anak di Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia juga telah menyampaikan kepada seluruh masyarakat melalui camat agar dapat segera menggurus KIA tersebut sebagai identitas yang sah berdasarkan undang-undang.

“Kita pastikan pelayanan cetak KIA bisa selesai cetak hanya butuh waktu satu hari jam kerja. Semua yang diajukan ada sekitar 3500 anak semua sudah selesai dicetak jadi saat ini anak-anak di Anambas sudah memiliki KIA,” ujarnya Senin (19/2).

Ketika ditanya terkait Surat Keterangan (SUKET) sebagai peganti elektronik KTP bisa digunakan untuk memilih suara, katanya bisa digunakan sesuai dengan permintaan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Suket tersebut harus memiliki Balkotnya.

Diakuinya, DisdukCapil Anambas membuat kebijakan terkait tentang kepemilikan Suket ada dua versi, yakni cetak yang ukuran kecil dan selembar kertas panjang. Ukuran Suket yang kecil tidak memiliki balkot, sedangkan ukuran besar ada balkotnya. “Suket yang ukuran besar yang ada balkotnya digunakan untuk pendaftaran di KPU dalam memilih suara,” terangnya.

Lanjutnya, pelayanan percetakan KIA, Akta Kelahiran bisa dikatakan sudah maksimal dan untuk E-KTP memang masih ada kendala sebagian disebabkan sistem aplikasi di Kementerian Kependudukan di Pemerintah Pusat, artinya bukan tidak bisa mencetak E-KTP namun perlu menunggu sistem dan jika diterima saat data dikirim pihaknya langsung melakukan percetakan E-KTP. “Soal cetak E-KTP tetap kita terus layani, jelang dicetak kita keluarkan Suket untuk digunakan sementara,” tuturnya. (sya)

Masyarakat Tunggu Palapa Ring Barat Beroperasi

0

batampos.co.id – Masyarakat Natuna kini tidak sabar lagi menantikan beroperasinya palapa ring Barat. Jaringan telekomunikasi menggunakan fiber optik yang dibentangkan dari Kalimantan Barat menuju Natuna diyakini mempu memperlancar berbagai komunikasi elektronik di Natuna.

Ditambah lagi kondisi di Natuna, layanan telekomunikasi saat ini sangat terbatas. Bahkan pihak Telkom belum mampu melayani permintaan masyarakat. Sambungan telepon rumah dan perkantoran pun pun dibatasi sejak beberapa tahun terakhir.

Affuandris, seorang pemilik warung internet di Ranai mengaku, keterbatasan pelayanan telekomunikasi di Natuna sangat dirasakan kalangan pengelola warnet.Namun kedepannya dengan dioperasikan palapa ring barat mampu memperbaiki pelayanan.

“Pekerjaan saat ini sudah didukung peralatan telekomunikasi. Tanpa akses itu, tentu sangat mempersulit pekerjaan. Misalnya saja para siswa, pekerjaan sekolah sudah mengakses internet. Dan itu sudah cukup tinggi kebutuhannya di Natuna,” sebut Affuandris, Sein (19/2).

Sementara kepala dinas Kominfo Pemkab Natuna Raja Darmika mengatakan, pemerintah terus mendorong pemerintah agar menambahkan layanan telekomunikasi di daerah yang masih blank spot. “Sepengetahuan saya hampir di semua desa belum ada akses internet. Hal ini karena jangkauan jaringan internet yang masih susah,” kata Darmika kemarin.

Untuk pendidikan katanya, saat ini baru ada 1 Desa dan 5 sekolah yang mendapatkan bantuan akses internet dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Tentu dengan kondisi sekarang, jaringan internet masih jauh dirasakan oleh masyarakat Natuna.

“Kami sudah mengusulkan kepada kementerian untuk pemasangan jaringan internet Desa, bagi Desa yang dilayani listrik 24 jam. Mudah-mudahan usulan itu disetujui di APBN,” ujar Darmika.

Sementara pengoperasian palapa ring barat katanya, masih dalam proses penetapan harga jualnya. Target pengoperasian bulan Maret mendatang. Kondisi laporan BP3TI, layanan fiber optik sudah siap operasi dan dijual.(arn)

Bupati Anambas Rombak Kabinet

0
Ratusan Aparatur Sipil Negara Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan apel pagi yang dipimpin Wakil Bupati Wan Zuhendra di halaman Sekretariat Pemkab Anambas, Senin (19/2). F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas dalam waktu dekat ini merombak sejumlah pejabat di eselon II, III dan IV. Mutasi jabatan ini bertepatan dua tahun masa kepemimpinan Abdul Haris dan Wan Zuhendra.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, mengatakan, mutasi merupakan salah satu langkah untuk percepatan pembangunan. Ia mengimbau kepada seluruh pegawai agar tidak merasa risau terkait perombakan ini.

“Kami ingin ada perbaikan diri dalam membangun daerah ini. Mutasi merupakan hal wajar di setiap instansi untuk penyegaran, memperbaiki dan meningkatkan kinerja,” ujarnya saat memimpin Apel Gabungan di Halaman Sekretariat Pemkab Anambas, Senin (19/2).

Wan juga belum terang-terangan terkait mutasi tersebut. Karena saat ini pihaknya masih melakukan penilaian kinerja pegawai. “Kami meminta pegawai jangan khawatir terkait mutasi ini. Namun fokuskan lah bekerja,” tegasnya.

Ia mengatakan mutasi ini bisa terjadi kapan saja dan tentunya untuk perbaikan kinerja. “Jangan jadi momok jika namanya tercantum dalam pelantikan, yakinlah itu merupakan kehormatan,” ungkapnya meyakinkan pegawai.

Menurutnya, jika menuruti rasa nyaman, maka bekerja di pemerintahan tidak ada yang nyaman. Karena harus memikul beban. “Pegawai sekarang tak seperti beberapa tahun yang lalu,” ungkapnya.

Wan mengakui, dua tahun kepemimpinan Abdul Haris dan Wan Zuhendra masih banyak kekurangan bagi masyarakat. Menurutnya, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerjasama untuk mensukseskan visi-misi yang sudah terpapar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kami mengakui, selama dua tahun ini belum maksimal pembangunan yang laksanakan. Kami ingin sisa masa jabatan kami, visi-misi yang sudah dituangkan pada RPJMD berjalan lancar. Kami berharap OPD meningkatkan kinerja,” ucapnya.(sya)

Ingin Bangun Rumah Panggung Terbalik

0
Pelantar cinta dan Rumah Pohon, salah satu wahana berfoto hasil kreativitas Pokdarwis Penyengat. F. Fara/Batam Pos.

batampos.co.id – Kreativitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Penyengat tidak habis dalam sekadar membangun wahana berfoto di ujung jalan dari Balai Adat. Dalam waktu dekat, mereka berencana akan membangun sebuah wahana berupa rumah panggung terbalik.

Ketua Pokdarwis Penyengat, Mustafa menjelaskan, konsep ini merupakan adaptasi dari rumah terbalik yang kini sedang populer di banyak destinasi wisata di Indonesia. “Bedanya, kami akan buat dalam bentuk rumah panggung,” terang Mustafa, Senin(19/2).

Ada tujuan lain selain semakin mengundang minat wisatawan ke Penyengat. Dengan menyajikan wahana sarat kearifan lokal yang dipadupadankan dengan sentuhan kekinian, kata Mustafa, akan menjadi sarana edukasi bagi pelancong yang datang tentang kebudayaan Melayu.

“Kalau cuma bangun rumah panggung, tentu sudah sangat biasa. Karena konsepnya di balik, tentu akan jadi sangat menarik. Jadi nanti di situ bisa diterangkan mengenai simbol dan makna kearifan lokal mengenai kebudayaan Melayu,” bebernya.

Mustafa optimistis, dalam waktu sebulan dua ke depan, rumah panggung terbalik ini akan selesai dibangun di Penyengat. Kalau sudah begitu, ia yakin pula minat kunjungan akan semakin meningkat. Karena saat ini saja, Balai Adat juga sudah menyedot perhatian wisatawan dalam dan luar negeri lewat fasilitas sewa baju adat yang dikelola Pokdarwis Penyengat.

“Tentu kami juga butuh dukungan masyarakat setempat agar iklim pariwisata ke Penyengat semakin menggeliat,” ujarnya.

Ikhtiar positif ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar. Menurutnya, sejarah adalah modal besar Penyengat dalam menggaet pelancong datang. “Dan mereka memanfaatkanya dengan sentuhan kekinian, jadi sangat menarik sekali konsepnya,” ungkap Buralimar.

Ke depan dan seterusnya, Buralimar berjanji akan tetap mempromosikan Penyengat sebagai tujuan wisata utama di Kepulauan Riau. Dalam waktu dekat ini, Buralimar akan mengoptimalisasikan jaringan promosi pariwisata yang ada dengan melibatkan penulis, fotografer, dan blogger dengan mendatangkannya ke Penyengat.

“Nanti kami akan atur jadwalnya. Diharapkan dengan begitu Penyengat bisa semakin dikenal orang di Indonesia,” pungkas Buralimar. (aya)