Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12617

Hai Lam Peroleh Remisi Imlek

0

batampos.co.id – Perayaan Imlek yang jatuh pada hari ini (Jumat, 16/2) membawa keberuntungan bagi Hai Lam alias Marzuki, seorang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Batam di Tembesi. Pria yang tersandung kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu mendapat remisi khsusu (RK) I atau pemotongan masa pidana sebanyak satu bulan.

Hai Lam divonis hukuman penjara dua tahun enam bulan penjara. Dia sudah menjalani hukuman selama saru tahun. Dengan adanya remisi itu sisa masa pidana Hai Lam tinggal satu tahun lima bulan.

Kalapas Batam Surianto mengatakan, RK khusus hari raya Imlek ini memang hanya Marzuki saja yang diberikan. Itu karena warga binaan Lapas Batam yang merayakan Imlek hanya Marzuki seorang.

“Dia agama Budha. Cuman dia saja yang merayakan,” ujar Surianto kemarin.

Remisi tersebut kata Surianto akan diberikan pada hari ini yang merupakan hari hal perayaan Imlek.

“Pemberian remisi ini sudah sesuai aturan yang ada. Walaupun hanya dia seorang tapi persyaratan seperti yang diatur dalam UU Pemasyarakatan tetap diperhitungkan. Dia lolos persayaratan itu makanya diberi remisi,” ujar Surianto.

Seperti yang diketahui bahwa remisi di setiap hari raya agama adalah hak bagi warga binaan Lapas yang merayakan. Mereka yang diusulkan dapat remisi adalah warga binaan yang minimal sudah menjalani masa pidana diatas enam bulan atau sepertiga masa pidana serta berperilaku baik. Pemberian remisi ini diatur dalam UU 12/1995 tentang Pemasyarakatan dan Perturan Pemerintah 32/1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga Binaan Pemasyarakatan. (eja)

Dua Oknum Ditpam Minta Uang 2 Juta, Calon Penumpang hanya Sanggup Membayar 1,5 Juta

0
Penumpang memasukkan barang bawaannya didalam X-Ray di Pelabuhan Domestik Sekupang, Rabu (14/2). Pegawai Ditpam BP Batam yang bertugas di PDS kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polresta Barelang. Foto:  Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang menetapkan dua oknum Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, Herlan Sadri dan Yani sebagai tersangka. Keduanya ditangkap oleh Tim saber pungli Sat Reskrim Polresta Barelang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di depan pintu x ray lantai dua pelabuhan Domestik Sekupang, Rabu (14/2) lalu.

“Penetapan tersangka keduanya setelah kita lakukan gelar perkara dan beberapa alat bukti yang kita kumpulkan,” kata Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, Kamis (15/2) sore.

Dijelaskan Hengki, dari hasil pemeriksaan oleh Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Barelang, diketahui bahwa pada saat penangkapan itu, kedua oknum pegawai Ditpam BP Batam ini meminta uang sebesar Rp. 2 juta agar barang bawaan penumpang berupa beberpa unit lapotop itu bisa diloloskan melewati mesih x ray.

“Tapi penumpang ini hanya ada uang Rp. 1 juta. Kedua oknum ini kemudian meminta tambah lagi Rp 500 ribu dan diancam akan dibawa dan diserahkan ke kantor Bea Cukai. AKhirnya, penumpang ini menyanggupi itu,” tuturnya.

Usai membayar uang sebesar Rp. 1,5 juta, kedua oknum itu langsung diamankan oleh Tim Saber Pungli Polresta Barelang. Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai pembayaran itu dan mengamankan beberapa unit laptop yang rencananya akan dibawa oleh penumpang itu ke luar Batam.

“Untuk masyarakat yang membayar uang kepada kedua oknum yang merupakan aparatur sipil negara di Direktorat Pengamanan itu sudah kita lakukan pemeriksaan. Saat ini, kita sedang menyiapkan untuk pemanggilan saksi lainnya,” bebernya.

Saat dikonfirmasi siapa saja yang akan dipanggil pihaknya, Hengki belum bisa membeberkannya. Sebab, hingga Kamis (15/2) sore kemarin penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polresta Barelang masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya untuk memintai keterangan siapa saja yang menerima uang hasil suap ini.

“Itu nanti. Kita masih fokus untuk meminta keterangan kedua oknum yang tertangkap tangan tersebut. Kepada seluruh aparatur sipil negara lainnya, kita juga berharap untuk hindari pelanggaran hukum. Jangan sampai nanti duduk di kursi pesakitan,” ujarnya. (gie)

Suplai Air Bersih ATB Batam ke Wilayah Tanjunguncang Menurun

0
Sukamti, 55, warga Tanjunguncang, Batuaji menuang air kedalam ember menggunakan air galon karena pasokan air ATB di Tanjunguncang terganggu, Kamis (15/2/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Senior Supervisor Corporate Communication ATB, Ginda Alamsyah mengakui jika suplai air bersih di beberapa perumahan di Kelurahan Tanjunguncang menurun. Sementara permintaan air bersih sendiri mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Musim kemarau saat ini membuat stok air bersih kita terbatas. Permintaan air kesana juga cukup tinggi,” kata Ginda, Kamis (15/2/2018).

Namun demikian, ia mengakui sudah mengantisipasi dengan menaikan suplay air ke pelanggan yang belum mendapatkan air atau mengalami gangguan air. Begitu juga dengan mengirim mobil pembawa air bersih, yang disuplay ATB kepada masyarakat di Kelurahan Tanjunguncang.

“Tetap akan kita usahakan, beberapa hari ini sudah kami kirim,” sebut Ginda.

Ia menambahkan, berdasarkan data ATB, memang terjadi penurunan suplay air. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya perumahan baru yang ada di sekitar lokasi. Ditambah lagi, musim kemarau yang membuat suplay air ke wilayah tersebut mengalami sedikit pengurangan.

“Disana kalau malam airnya ngalir. Tapi kalau siang atau pagi mati. Kebutuhan airnya juga tinggi,” imbuh Ginda.

Alhasil air yang disuplay ATB tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat. “Beberapa minggu ini kami kirim (air) habis, jadi biasanya permintaan gak segitu sekarang sudah meningkat. Namun begitu kita segera selesaikan dengan meningkatkan suplay,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Amintas Tambunan menilai, krisis air bersih ini menjadi permasalahan pokok yang harus diselesaikan ATB. Apalagi air mati sudah sejak satu minggu yang lalu sehingga menyebabkan warga kewalahan dalam mendapatkan air bersih.

“Kalau sudah seminggu, ATB wajib mengirim air bersih kepada masyarakat. Bisa saja melansir dengan mobil,” kata Amintas.

Selain itu ia menilai kinerja ATB sebagai penyedia air bersih di Batam harus profesional dalam menjaga kepercayaan pelanggannya.

“Inikan nyangkut pelayanan, kalau sudah seminggu wajar masyarakat ngeluh,” sbutnya.

Smenetara itu sekretaris Komisi III DPRD Batam, Bustamin mengaku permasalahan krisis air bersih memang sudah pernah disampaikan warga kepada DPRD. Saat itu DPRD memanggil ATB untuk meminta penjelasan terkait krisis air bersih di Kelurahan Tanjunguncang itu.

“Batuaji dan Sagulung air kerap mati, kadang kalau hidup hanya sementara. Laporan ini yang sering kita terima,” katanya.

Menurut dia, air dan listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Oleh sebab itulah ATB diminta profesional di dalam menjalankan tugasnya. “Jika memang dirasa tidak mampu lagi, kita harapkan ke depan pengelolaan air bersih bisa diambil pemko,” jelasnya. (rng).

Dua Klub Panah Batam Mengikuti Fast Open di Jakarta

0

batampos.co.id – Dua klub panah Kota Batam mengikuti turnamen Fast Open di Jakarta, akhir Maret tahun ini. Satu klub menurunkan sebanyak 10 atlet, dengan mengikuti sebagian besar kategori.

“Bifza dan BAC (Batam Archery Center),” kata Ketua Pengcap Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) Kota Batam, Dedek Herman, Kamis (15/2).

Ia mengatakan kategori kompetisi yang akan diikuti dua klub ini yakni Standar Bow SD untuk 10 meter dan 15 meter. Standar Bow SMP 20 meter, standar bow SMA 40 meter.

“Selain itu juga ikut di kategori yang sering dipertandingkan di even-even Internantional yakni compound 50 meter dan Recurve 70 meter,” ucapnya.

Untuk Recurve, kata Dedek hanya atlet Bifza saja. Karena untuk saat ini di Kepri, atlet yang bisa mengikuti Recurve 70 meter ini baru satu orang. “Dia nomor satunya. Recurve ini biasanya dipertandingkan di kelas Olimpik (olimpiade),” tuturnya.

Saat ini, kata Dedek atlet kedua klub sudah mulai sering berlatih untuk persiapan turnamen ini. Ia mengatakan latihan panahan klub-klub ini biasanya diadakan di Lapangan Politekni Negeri Batam.

“Jadwalnya sore, setiap hari kecuali Kamis,” ucapnya.

Dedek mengatakan untuk Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov), cabang panah tidak dipertandingkan. Karena hingga kini, masih terdapat dua Pengcap Perpani saja. “Minimal itu empat,” tuturnya.

Selain persiapan turnamen Fast Open. Perpani juga menggenjot setiap klubnya berlatih, untuk persiapan seleksi pemanah Kepri untuk Pra Pon 2020.

“Kualifikasinya tahun depan, tapi seluruh atlet sudah muali berlatih giat,” tuturnya. (ska)

WakaPolda Kepri Ingin Tersangka Narkoba Dihukum Sebarat-beratnya

0
Wakapolda Kepri Brigjen yan Fitri bersama BNNP dan Muspida melakukan pemusnahan barang bukti narkoba berbagai jenis di Mapolda Kepri, Kamis (15/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri memusnahkan sebanyak 74 kilogram sabu, 48 kilogram katinon, 25 kilogram ganja dan 27.252 butir ekstasi, Kamis (15/2) di Pendopo Mapolda Kepri. Narkoba ini dimusnahkan menggunakan alat terbaru milik BNNP Kepri, yakni insenerator.

Setiap narkoba yang dimasukan ke dalam alat ini, dibakar hingga berbentuk debu.

Saya ingin penyidik, Jaksa memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada para tersangka ini,” kata Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, sembari menunjuk 18 orang tersangka yang berdiri disisi kanan, Kamis (15/2).

Hukuman berat ini, kata Yan dapat memberikan efek jera bagi para bandar narkoba nantinya.”Narkoba sudah terlalu merusak bangsa, termasuk Extra Ordinary Crime,” ucapnya.

Yan mengatakan pemusnahan narkoba yang dilakukan, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia tidak menginginkan barang bukti ini diselewengkan atau disalahgunakan. “Ini barang-barang proses perkaranya sudah ada ketetapan. Dan sudah disisihkan juga sebagain kecil untuk pembuktian di pengadilan dan labfor,” tuturnya.

Barang bukti yang dimusnahkan ini, berasal dari tangkapan pihak kepolisian, Bea Cukai dan Avsec di Bandara Internantional Hang Nadim, Pulau Setokok, Kantor PT Pos Batamcenter dan Ruli Tiban Lama, Sekupang. Modus pengiriman narkoba yang dilakukan para kurir ini berbagai macam, mulai menggunakan jalur resmi hingga tak resmi.

“Belasan tersangka kami jerat dengan menggunakan pasal 114 ayat dua, pasal 113 ayat dua, pasal 112 ayat dua juncto pasal 132 ayat satu, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman mati,” ucapnya.

Terkait insenarator pemusnah narkoba itu, Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Ricard Manurung mengatakan mesin ini seperti tungku, yang memusnahkan dengan menggunakan api.

“Kiriman dari BNN pusat, dan baru pertama kali digunakan. Alat ini bisa memusnahkan semua jenis narkoba,” ucapnya.

Kelebihan insenarator ini, kata Ricard lebih aman dan ramah lingkungan. Selain itu, barang bukti yang dimusnahkan tidak bisa digunakan kembali.

“Jadi debu saja, sebagian lagi terbang menjadi asap,” ungkapnya. (ska)

Batam Ditinggalkan 10 Ribu Warganya

0
Mudik Imlek.
foto: yulianti / batampos

batampos.co.id – Sebanyak 10 ribu pemudik meninggalkan Batam Kamis (15/2). Jumlah ini terhitung sejak H-3 jelang perayaan Imlek 2018. Kepala Syahbandar PDS Sekupang, Triono Palapa mengatakan ribuan pemudik tersebut meninggalkan Batam menuju Selat Panjang, Karimun, Meranti, Tanjung Batu, Moro, Guntung, Bengkalis, Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya.

“Puncak arus mudiknya hari Rabu (14/2) lalu. Dengan total 4.800 pemudik yang meninggalkan Batam,” ujar Trino saat ditemui di ruangannya.

Untuk hari ini, pemudik yang berangkat menggunakan kapal diperkirakan ada 3.000 orang. Sehingga jika dihitung dari beberapa hari terakhir, jumlah penumpang yang meninggalkan Batam sekitar 10.000 lebih. Jumlah ini, kata Trino cukup menurun jika dibandingkan dengan pemudi Imlek tahun 2017.

“Memang nggak seramai tahun lalu,” katanya.

Demikian juga untuk volume penumpang di setiap kapal. “Volume penumpang hanya 77 persen saja, nggak semua penuh,” sebutnya.

Meski demikian, Ia mengaku jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penumpang meninggalkan Batam pada hari-hari biasa yang berkisar antara 1000 hingga 1.500 orang. Sementara untuk jumlah kapal, Trino menyebutkan sedikit nya ada 34 armada yang telah diberangkatkan sejak Rabu (14/2) lalu.

Pembina DPC Pelayaran Rakyat Kota Batam, Asmadi mengatakan jumlah pemudik yang meninggalkan Batam Hari ini sekitar 4 ribu orang. Ribuan pemudik ini diangkut dengan 26 armada yang tersedia di PDS.

“Paginya ada sekitar 17 armada yang diberangkatkan menuju Bengkalis, Moro, dan lainnya, sementara siang hingga sore hari ada 9 kapal, jadi total 26 kapal,”, kata Asmadi.

Dia menambahkan, jumlah armada tersebut pun diperkirakan akan bertambah jika adanya lonjakan penumpang pada hari H perayaan Imlek. “Hari H Imlek pun pemudik tetap ada,” tutupnya. (une)

Selama Libur Imlek, Kebutuhan Sembako Aman

0
Kepala Gudang Bulog Batam Sufatno sedang memeriksa stok beras yang ada di pergudangan Bulog Batam di Batuampar, (12/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam memastikan pasokan kebutuhan pokok selama libur perayaan Imlek terpenuhi. Hal ini disampaikan Kepala Disperindag, Zarefriadi usai meninjau harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional yang ada di Batam.

“Tadi tim sudah turun mengecek ketersediaan kebutuhan, termasuk juga harganya,” ujarnya.

Mengenai stok selama libur Imlek tidak ada masalah, semua tersedia. Karena menurutnya selama perayaan Imlek banyak warga Batam yang mudik, jadi otomatis ini juga mempengaruhi konsumsi.

“Untuk sayur semua aman, distributor menyampaikan semua cukup,” imbuhnya.

Dari hasil tinjauan tadi, menurutnya harga kebutuhan fluktustif. Dia mencontohkan survei harga cabai merah dua hari lalu Rp 49 ribu perkilgram, sedangkan hari ini (kemarin,red) naik menjadi Rp 53 ribu perkilonya. Begitu juga sayur bayam dari harga Rp 12 ribu turun menjadi Rp 8 ribu perkilogramnya.

Ia menambahkan untuk beras sendiri, warga tidak usah khawatir. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog Batam, terkait operasi pasar. Berdasarkan informasi dari Bulog ada beberapa tempat yang dijadikan lokasi operasi pasar diantaranya, Pasar Aviari, Batuaji dan Jodoh.

Bergejolaknya harga pasar belakangan ini, lanjut Zaref bahkan Bulog Batam menambah waktu operasi pasar hingga Maret mendatang.

“Kemarin hingga Januari rencananya, karena beras mengalami kenaikkan jadi mereka memperpanjang waktu operasi pasar ini,” tutupnya. (yui)

Bunga Kredit Tetap Bisa Turun

0

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) yakin ruang penurunan suku bunga kredit masih terbuka. Meskipun, suku bunga BI-7days reverse repo rate (BI-7DRRR) tidak berubah. Saat ini BI-7DRRR tetap 4,25 persen dengan suku bunga deposit facility 3,5 persen dan lending facility 5 persen. Kebijakan tersebut berlaku mulai 19 Februari 2018.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sejak 2016 suku bunga BI-7DRRR sudah turun 200 basis points (bps). Namun, suku bunga kredit baru turun 150 bps. Transmisi penurunan suku bunga acuan ke suku bunga kredit menghasilkan rata-rata bunga kredit konsumsi 12,54 persen. Sedangkan bunga kredit investasi 10,51 persen dan kredit modal kerja 10,75 persen.

”Stance (sikap) BI terkait kebijakan moneter, dalam hal ini suku bunga, adalah cukup memadai atau konsisten sesuai inflasi yang tahun ini sasarannya 3,5 plus minus 1 persen (2,5–4,5 persen, red). Selanjutnya, akankah suku bunga kredit kita masih bisa turun? Ya, masih bisa,’’ ujarnya setelah rapat dewan gubernur BI, Kamis (15/2).

Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menambahkan, pelaku pasar mengantisipasi keputusan Bank Sentral AS (The Federal Reserve) untuk menaikkan suku bunganya tiga kali pada tahun ini. Era suku bunga rendah di negara maju seperti AS diperkirakan berubah naik mengikuti perkembangan perekonomian. Hal itu juga berdampak kepada suku bunga acuan di Indonesia.

’’Stance BI, kami yakini bahwa BI-7DRRR 4,25 persen itu sejalan dengan makroekonomi dan sistem stabilitas keuangan Indonesia yang stabil. Stance kami netral,’’ katanya.

Sementara itu, untuk kebijakan makroprudensial, BI cenderung pro pelonggaran untuk mendorong pembiayaan. Misalnya, mengeluarkan kebijakan mengenai pelonggaran giro wajib minimum rata-rata (GWM averaging) dan penghitungan rasio pembiayaan terhadap pendanaan atau financing to funding ratio (FFR). (rin/c4/fal/jpg)

Turis Singapura dan Malaysia Bertandang ke Batam

0
Penumpang kapal fery yang bearsal dari Singapur maupun Malaysia memadati pint kedatangan saat akan melakukan cap paspor saat tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter, kamis (15/2). Memasuki liburan Tahun Baru Imlek penumpang yang melalui pelabuhan Internasional Batamcenter mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan turis asal Singapura dan Malaysia mulai membanjiri Batam sejak Kamis (15/2). Mereka bakal menghabiskan libur Imlek 2018 di Batam.

Kedatangan turis negeri jiran itu terpantau di sejumlah pelabuhan feri internasional di Batam, kemarin. Di antaranya di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter.

“Hari ini (kemarin) termasuk puncak kedatangan. Jumlah kedatangan meningkat lebih dari 100 persen dari hari biasa,” kata Kasi Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Sobri, Kamis (15/2).

Sobri menjelaskan, pada hari-hari biasa jumlah kedatangan penumpang di pelabuhan tersebut rata-rata 5.000 orang. Namun sepanjang hari kemarin, kedatangan melonjak hingga 10 ribu lebih.

Sobri memperkirakan, puncak arus kedatangan penumpang ini akan berlanjut hingga hari ini, Jumat (16/2). “Malaysia dan Singapura sudah mulai libur. Ada yang datang memang untuk Imlek, ada juga yang hanya untuk berlibur,” paparnya.

Ia menjelaskan, melonjaknya jumlah penumpang ini membuat sejumlah operator kapal menambah jadwal keberangkatan kapal. Jika biasanya hanya empat kali pelayaran, maka mulai kemarin ditambah enam lagi jadwal keberangkatan.

“Jadi total ada 10 trip,” katanya.

Melonjaknya arus kedatangan ini menybabkan antrean panjang di konter Imigrasi Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter. Bahkan antrean mengular hingga ke luar terminal kedatangan.

Pemandangan berbeda terlihat di terminal keberangkatan. Mulai pagi hingga menjelang siang, terminal keberangkatan pelabuhan terlihat sepi. Namun Sobri mengatakan, biasanya jumlah penumpang yang berangkat akan meningkat jelang sore hari.

“Warga Batam umumnya memilih merayakan Imlek dulu, baru ke luar negeri,” jelasnya.

Sementara General Manager Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter Nika Astaga menambahkan, puncak arus penumpang di pelabuhan tersebut akan terjadi pada Minggu (18/2) nanti.

“Itu, penumpang yang datang-pergi sama-sama meningkat 100 persen lebih,” ungkap Nika. (nji)

Fitur Evaluasi Deputi Pangkas Waktu Perizinan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Upaya untuk mempercepat perizinan lahan kini diupayakan hadir lewat sarana aplikatif yakni fitur Evaluasi Deputi yang terdapat dalam Line Management System (LMS). Dengan aplikasi ini, maka Deputi III BP Batam yang membidangi urusan lahan bisa dengan mudah mengevaluasi dokumen pengajuan perizinan lahan yang masuk kedalam sistem.

“Cukup lewat HP, sekarang tak perlu tandatangan lagi,” jelas Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo belum lama ini.

Fitur Evaluasi Deputi mampu memuat berkas-berkas pengajuan yang masuk kedalam sistem LMS. Waktu melakukan simulasi, Eko menunjukkan ada pengajuan perpanjangan hak atas tanah yang masuk kepadanya.

“Saya bisa langsung evaluasi berkas, sebelum buat keputusan untuk menerima atau menolak pengajuan tersebut,” paparnya.

Jika luasan lahan menunjukkan angka 0 hektare maka akan dianggap mencurigakan, sehingga tak bisa diterima.”Jadinya saya menolak berkas tersebut,” katanya.

Jika sudah dievaluasi oleh Deputi, maka dalam fitur tersebut akan muncul tombol Setuju atau Ditolak. Dengan konsep yang tertuang dalam sistem ini, waktu untuk persetujuan berkas bisa dipangkas hingga paling lama satu hari.

“Setelah persetujuan dari Deputi dikantongi, izin lahan yang diajukan sudah bisa keluar. Ini upaya kami untuk percepat perizinan,” jelasnya.

Lalu mengenai verifikasi berkas juga menjadi semakin mudah. Selama ini pemohon izin mengupload berkas lewat sistem Batam Single Windows (BSW) dan mendapat nomor antrian. Butuh waktu sekitar dua minggu sebelum pemohon diminta membawa berkas fisik untuk proses verifikasi di BP Batam.

Jika berkas tak lulus verifikasi, pemohon harus pulang melengkapi izinnya, kemudian kembali mengambil nomor antrian melalui BSW. Sistem ini dianggap tidak efisien, karena membuat pengurusan izin jadi jauh lebih lama.

Sistem ini sekarang disederhanakan BP Batam. Setelah mengupload berkas lewat BSW, Kantor Pengelolaan Lahan langsung melakukan verifikasi. Setelah verifikasi rampung, barulah pemohon izin diminta membawa berkas fisiknya.

“Sekarang kalau masuk, langsung masuk ke dapur. Sehingga lebih cepat dan efisien,” paparnya.

Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan menyarankan agar pelayanan berbasis online terus ditingkatkan. Karena pada dasarnya tuntutan zaman meminta pelayanan semakin cepat, apalagi pada saat penundaan layanan tahun lalu sehingga banyak pengembang mengeluh.

“Yang terpenting BP Batam harus terus merealisasikan kinerja pelayanan berbasis online. Kami akan terus menunggu hasilnya,” pungkasnya. (leo)

Play sound