Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12616

Mari Bangun Harmoni dalam Keberagaman

0

batampos.co.id – Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) menggelar acara temu kerukunan umat beragama di Hotel Harris Batamcenter, Selasa (14/2). Berbagai perwakilan agama datang, baik dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu.
Kedatangan perwakilan agama ini, menandakan hubungan yang harmoni antar umat beragama. “Harmoni dalam keragaman,” kata Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, memberikan komentar terkait acara ini, Selasa (14/2).

Ia mengatakan toleransi ini sangat diperlukan saat ini. Sengan kondisi negara yang seperti ini, perlulah seluruh perwakilan keagamaan yang datang memberikan pemahaman ke umatnya. Agar saling menghormati dan menjaga nilai-nilai keragaman.

“Saat ini kita berada di tanah bunda melayu yang menjunjung tinggi, nilai-nilai toleransi,” tutur Yan.

Ia meminta seluruh pemuka agama yang datang, agar dapat meredam riak-riak intoleransi yang terjadi. Dan meminta kasus-kasus intoleransi di luar Kepri, untuk tidak merabak masuk ke negeri melayu ini. “jangan sampai intoleransi sampai ke sini,” ungkapnya.

Yan ingin seluruh pemuka agama bersama-sama dan sepakat, menjaga pilar-pilar negara. “UUD 1945 dan NKRI,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Nurdin Basirun menegaskan tak ada ruang intoleransi itu republik ini apalagi di Kepulauan Riau. Apalagi agama-agama di republik ini tidak ada mengajarkan penyebaran kejahatan. Sebagai Indonesia, mari bersama menjaga emlat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-undang Dasar 1945.

“Inilah keindahan Kepulauan Riau. Tanpa membangun konektivitas hati, tak mungkin membawa Kepri sukses. Mari jadikan Kepri sebagai rumah dan surga untuk anak cuci kita,” kata Nurdin saat memberi sambutan pada Temu Kerukunan Umat Agama di Hotel Haris, Batam, Selasa (13/2) malam.

Tak lama setelah mengawali sambutan, Nurdin meminta dengan hormat para tokoh agama, sejumlah petinggi di Kepri untuk bersama-sama dengan dirinya naik di atas panggung. Nurdin kemudian menambah sambutan singkatnya.

Prosesi itu, sepertinya Nurdin ingin menunjukkan begitu kompaknya seluruh masyarakat Kepri menjaga kerukunan. Karena itu dia menegaskan lagi bahwa tidak ada celah intoleransi di Kepri.

Tampak yang naik ke panggung Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Kabinda Kepri Brigjen Pol Suharyono, Pembina Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) HM Soerya Respationo, Ketua Pelita KH Didi Suryadi, Kaploresta Barelang Hengki, Ketua PMI Kepri Isdianto, Ketua MUI Batam, Ketua DPRD Batam, serta pada pembaca naskah Deklarasi Kerukunan di antaranya Sekertaris MUI Kota Batam mewakili Islam H.M. Santoso, SE, Mewakili Kristen Protestan Pendeta Hanny Andreas, Mewakili Katolik Romo Lukas Sitepu, Mewakili Hindu I Wayan Catra Yasa, Mewakili Budha Y.M.Bhikkhu Guttadhammo Thera dan Mewakili Konghucu susanto.

Dengan NKRI, kata Nurdin tak ada yang lebih indah selain di Indonesia demgan kerukunan ya. Ada belasan ribu pulau, ratusan suku bangsa. Semua direkatkan dengan keberagaman.

“Bhineka Tunggal Ika menguatkan kita semua. Keberkahan dengan NKRI dari Sabang sampai Marauke, Mianggas ke Pulau Rote. Semuanya ada di Kepri sebagai miniatur Indonesia. Kita kawal dan jaga bersama Kepri,” kata Nurdin.

Nurdin berterima kasih atas gagasan terselenggaranya acara dengan tema Harmoni dalam Keberagaman ini. Dia mengajak semua masyarakat Kepri bahu membahu bersama-sama menjaga empat pilar kebangsaan, kerukunan dan kedamaian Kepri.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah sebelum menyampaikan sambutan Kapolda Kepri Irjen Pol Didit Widjanardi mengajak semua pihak di Kepri untuk menjadikan daerah ini sebagai promotor ikon daerah yang penuh toleransi. Pemerintah pun harus menjadikan toleransi umat beragama di Kepri senagai sebuah program.

Menurut anak jati Kepri ini, sekarang ada saja pihak tertentu yang ingin memporakporandakan negeri ini. Mereka ingin menceraiberaikan negeri ini. Salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk menceraiberaikan masyarakat melalui media sosial.

“Mari bersama-sama memberikan masukan dan pencerahan kepada siapapun untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial dengan baik. Para tokoh agama bisa mengajak umat, jamaah untuk benar-benr memanfaatkan energi dengan beretika dan sopan santun yang baik,” kata Yan Fitri.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan bahwa semuanya harus meningkatkan dialog untuk menjaga keharmonisan. Perbedaan adalah alat pemersatu dan perekat bangsa. Hidup saling berdampingi dan memghormati antar sesama.

“Semoga kita selalu dalam kerukunan,” kata Kapolda.

Ketua Dewan Pembina Pelita HM Soerya Respationo pada kesempatan itu membaca sebuah pemaparan dengan judul Kitab Sejati Tanpa Aksara. Di antara isinya, Soerya menyampaikan, dalam lintasan sejarah nusantara, agama tidak pernah sekedar mengurus urusan pribadi tetapi juga terlibat dalam urusan publik dan secara historis hidup religius dengan kerelaan menerima keragaman telah lama diterima sebagai suatu hal yang wajar oleh masyarakat.

Beberapa tokoh agama sebelum membacakan deklarasi kerukunan menyampaikan bahwa NKRI adalah rumah besar. Karena itu semua harus menjaga bersama keutuhan dan kerukunannya. (ska)

Festival Pulau Penyengat, Masyarakat Padati Balai Adat

0
batampos.co.id – Festival Pulau Penyengat (FPP) resmi dimulai, Rabu (14/2). Agenda rutin tahunan ini menjadi magnit bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mendatangkan wisatawan lokal dan luar negeri. Pembukaan yang secara resmi dilakukan di Balai Adat menyita perhatian masyarakat. Di bangunan berornamen kental Melayu itu masyarakat berkumpul dan menyimak seremonial festival yang akan dilangsungkan hingga akhir pekan mendatang.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berharap, ke depannya festival ini akan kian menarik minat wisatawan. “Karena berefek ganda. Selain mendongkrak kunjungan wisatawan juga sejalan dengan melestarikan kebudayaan,” kata Nurdin.
Senada dengan itu, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza punya harapan yang sama. Baginya, keberlangsungan FPP sampai kali ketiga membuktikan betapa sebenarnya festival ini punya embrio akan menjadi sebuah festival yang lebih semarak ke depannya. Menurutnya, Penyengat sebagai basis pelaksanaan festival ini juga sebuah potensi yang menjadikannya khas ketimbang daerah lain.
“Karena itu perlu sokongan bersama, baik dari pemerintah provinsi juga kota dan diharapkan partisipasi lebih masif dari Kementerian Pariwisata,” ujar Ariza.
Pada hari pertama pelaksanaan FPP kemarin, dibuka dengan gelaran karnaval baju kreasi dari Balai Adat hingga area Masjid Raya. Ada belasan partisipan yang mengikuti rangkaian perdana ini.
Sementara Kamis (15/2) pagi ini hingga petang akan dimulai beragam lomba kesenian dan permainan rakyat. Mulai lomba barzanji, lomba lagu Melayu, lomba membaca Gurindam, lomba kompang, hingga lomba gasing. (aya)

Karimun Dapat Alokasi Rp 24,6 Miliar dari PU Provinsi

0

batampos.co.id – Tahun anggaran 2018, Dinas PU Provinsi Kepri mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan di Kabupaten Karimun sebesar Rp 24,6 miliar. Anggaran diperuntukkan salah satunya untuk mewujudkan rencana Gubernur Kepri untuk konektivitas.

”Hasil dari rapat kerja kita bersama Dinas PU Provinsi Kepri alokasi dana untuk pembangunan di Kabupaten Karimun itu sebesar Rp 24,6 miliar. Salah satunya untuk memulai rencana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau parit ke Pulau Lumut. Hanya saja untuk tahun ini yang akan dikerjakan terlebih dulu adalah pemasangan tiang pancang yang nilainya Rp 17 miliar,” ujar Kepala Dinas Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyatr (DPUPR) Kabupaten Karimun, Zulfan, Rabu (14/2).

Selanjutnya, kata Zulfan, ada alokasi dana untuk peningkatan Jalan Coastal Area sebesar Rp 4 miliar yang merupakan pekerjaan lanjutan dari peningkatan aspal tahun lalu. Dan, terakhir ada alokasi untuk perawatan jalan provinsi yang mengalami kerusakan di seluruh wilayah Kabupaten Karimun sebesar Rp 3,6 miliar. Khusus untuk perawatan jalan provinsi yang mengalami kerusakan, anggaran sebesar itu sangat kecil.

”Jalan provinsi itu jumlahnya puluhan kilometer yang tersebar di Pulau Karimun dan Pulau Kundur. Dari jumlah tersebut cukup banyak jalan yang rusak dan tersebar diberbagai lokasi. Sehingga, jika melihat anggaran hanya Rp 3,6 miliar memang sangat kecil jika dibandingkan dengan jalan yang rusak. Selain itu, kita berharap pada saat Dinas PU provinsi survei jalan rusak melibatkan kita. Tujuannya, agar kita bisa tunjukkan dimana saja jalan yang berlubang atau rusak,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, sebagian masyarakat komplain atau mengeluhkan terkait jalan rusak itu kepada pihak kabupaten. Hal ini disebabkan karena tidak semua masyarakat mengetahui jika di dalam kabupaten itu ada jalan kabupaten dan ada jalan yang menjadi tanggungjawab provinsi. Kalau jalan provinsi sudah tentu pemerintah kabupaten tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki atau sekedar tambal sulam. (san)

Pusat Perayaan Imlek di Batam, ya di Nagoya

0
Hervy (baju hitam) seorang pedagang toko Sempurna Jaya yang berada dikomplek Bumi Indah Nagoya memperlihatkan jeruk Imlek yang siapa ditawarkan kepada calon pembeli, Selasa (6/2). Jeruk ini biasanya selalu ada pada perayaan Imlek. f Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pusat perayaan malam tahun imlek 2569 diperkirakan berlangsung di Komplek Bumi Indah Nagoya Batam pada Kamis (15/2) malam. Akan ada pangung hiburan dan pesta kembang api yang berlangsung selama 15 menit.

Menyambut tahun baru imlek kawasan Komplek Bumi Indah sudah bersolek. Puluhan lampion berwarna merah dengan bis keemasan menghiasi langit-langit komplek. Tak kalah gagahnya, sebuah gapura berwarna merah besar telah berdiri tegak di perempatan trafficligt yang bersebelahan dengan Martabak.

Andi, tukang parkir di kawasan tersebut mengatakan jalan kawasan tersebut telah ditutup sejak pagi hari. Hal itu dikarenakan adanya pembangunan pangung untuk malam perayaan imlek pada Kamis (15/2).

“Jalannya dialihkan, karena adanya pembangunan pentas. Kalau gapura itu sudah dipasang sejak beberapa hari lalu,” terangnya.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Batam, Randy Tan mengatakan panitia persiapan malam tahun baru imlek telah dibentuk. Bahkan panitia sudah bekerja dengan menghias kawasan tersebut dengan pernak-pernik imlek seperti lampion dan gapura.

“Perayaan imlek ini kami buat sederhana namun meriah. Untuk acara kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya, yang pasti tujuannya untuk pengikat silaturahmi,” kata Randy kepada Batam Pos.

Menurut dia, acara dimeriahkan dengan pangung hiburan yang diisi dengan berbagai pertunjukan seperti barongsai, tarian budaya, penampilan artis lokal dan luar Batam. Dan pada malam pergantian hari juga ada pesta kembang api yang berlangsung selama 15 menit.

“Pesta kembang api pas jam 12 malam. Sementara untuk acara di pentas dimulai sekitar pukul 21.00 WIB,” imbuh Randy. (she)

Tekan Inflasi dengan Ketersediaan Pangan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengamati cabai hasil panen petani di Dompak, Rabu (14/2). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan ketersediaan bahan pangan selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga untuk menekan inflasi. Semua itu nantinya bermuara pada kesejahteraan petani.

“Stok pangan terpenuhi, petani-petani di Kepri pun bisa meningkat kesejahteraanya,” kata Nurdin saat meninjau perkembangan penanaman Cabe di perkebunan Tanjung Moco, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (14/2).

Nurdin mengatakan bahwa peninjauan yang dilakukan ini adalah untuk melihat sudah sejauh mana perkembangan perkebunan cabe yang ada. Selain itu juga untuk menyerap aspirasi para petani.

“Apa-apa saja kebutuhan dari para petani, keluhan serta saran akan kita tampung untuk segera kita tuntaskan,” kata Nurdin.

Nurdin melanjutkan bahwa dengan keberadaan teknologi harus disikapi dengan benar, saat ini kecanggihan tekonologi dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pekerjaan.

“Di zaman now saat ini penerapan teknologi harus diikut sertakan dalam pekerjaan yang kita kerjakan, petani sukses, pendapatan bertambah dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” lanjut Nurdin lagi.

Sebanyak 100 Kilogram Cabe langsung dipanen Nurdin setelah beberapa saat meninjau lokasi perkebunan, nantinya cabe tersebut langsung akan dikirimkan kepasar. Tidak hanya cabe, semangka sebanyak 900 Kilogram juga siap dipanen dan dikirimkan ke pasar.

Sementara itu, Sekdaprov Kepri TS. Arif Fadillah menyambut baik keberadaan kebun cabe di Tanjung Moco. Apalagi dari info petani bahwa bibit yang di tanam merupakan produksi dari kelompok petani sendiri.

“Selain untuk menekan laju inflasi, ide bibit cabe tersebut baik jika diproduksi pribadi di perkarangan rumah jadi selain para petani, keluarga juga bisa menghasilkan kebutuhan pokoknya sendiri,” kata Arif.

Ketua kelompok petani setempat Katimun mengharapkan agar Pemerintah dapat membantu sejumlah keperluan dari para petani.

“Saat ini kami masih bekerja dengan menggunakan cangkul karna belum tersedia traktor, serta akses dari luar menuju ke area perkebunan juga jauh,” ujar Katimun.

Pada kesempatan tersebut Gubenur langsung menginstruksikan kepada OPD yang ikut meninjau agar segera mendata keperluan yang dibutuhkan petani untuk memudahkan pekerjaan mereka seperti motor kaisar dan mini traktor. (gas)

Ketua RT/RW Dapat Angpao

0
Raja Ariza. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua RT/RW se-Tanjungpinang mendapat bingkisan atau angpao jelang tahun baru Imlek. Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menyerahkan bingkisan sembako kepada 46 Ketua RT/RW yang akan merayakan Tahun Baru Imlek.

Bagi Ariza, tahun baru harus disambut dengan sukacita. Agar lebih sempurna, ia meminta kepada tiap-tiap Ketua RT/RW agar membantu menjaga lingkungannya tetap kondusif selama masa kampanye hingga pelaksanaan Pilkada tengah tahun nanti.

“Menjaga Tanjungpinang tetap kondusif menjadi tugas besar saya selama menjabat ini. Untuk itu, saya perlu dukungan dari seluruh Ketua RT/RW,” ungkap Ariza.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Kesra Setdako Tanjungpinang, Ahadi, yang juga ketua panitia melaporkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang kepada Ketua RT dan Ketua RW, disamping itu juga, untuk memotivasi sikap dan semangat Ketua RT dan Ketua RW dalam menjalankan tugas sebagai Lembaga Kemasyarakatan yang merupakan mitra Pemerintah. “Jadi biar lebih semangat bekerjanya ke depan,” ujarnya.

Paket sembako Imlek tersebut berisikan, tepung 1 kilogram, kacang tanah 1 kilogram, gula pasir 1 Kg, mentega 1 Kg, minyak goreng 1 Kg, dan 2 kaleng susu kental manis. (aya)

Pelelangan Ikan Tunggu Perda Retribusi

0
Aktivitas di coldstorage SKPT selat Lampa Natuna yang dikelola Perindo, sementara pelelangan ikan tunggu perda retribusi daerah disahkan. F. Auliah Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Pelelangan ikan di Sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di Selat Lampa Natuna, masih menunggu peraturan daerah (Perda) retribusi pelelangan disahkan DPRD. Sejauh ini SKPT Selat Lampa masih sebatas melakukan pendaratan ikan yang dikelola PT Perindo.

Penaggung jawab pengoperasian SKPT Selat Lampa Parlinggoman Tampubolon
mengatakan, saat ini SKPT masih sebatas melakukan pendaratan ikan. Sementara pelalangan ikan, Pemerintah saat ini masih menunggu perda retribusi pelelangan ikan diselesaikan Pemerintah Daerah.

Dikatakannya, khusus pelelangan ikan. Termasuk kewenangan Pemerintah Daerah. Sehingga akan mendapat retribusi dari pelelangan ikan untuk pemerintah daerah. Menurutnya, pelelangan ikan di SKPT nantinya akan mendorong harga ikan lebih baik.

‘Kami mendorong pemerintah daerah supaya secepatnya menyiapkan Perda retribusi pelelangan ikan. Nantinya pembeli di pasar akan diarahkan di pelelangan ikan SKPT, supaya harganya bagus,” kata Tampubolon kemarin.

Dikatakan Tampubolon, SKPT Selat Lampa saat ini selain melaksanakan kegiatan pendaratan ikan. Kegiatan ekspor ikan beku sudah berjalan yang dikelola PT Perindo tujuan ke Singapura. Namun rutenya masih lewat Kalimantan dan Jakarta melalui jalur laut.

“SKPT ini tinggal menambah jumlah nelayan, agar memenuhi kebutuhan pasaran. Jika perda retribusi pelelangan belum rampung, tergantung kebijakan Kementerian nantinya. Bisa saja pelelangan ikan tetap dilaksanakan,” sebut Tampubolon.

Sementara Kepala Dinas perikanan Pemkab Natuna Zakimin Yusuf mengatakan, Perda retribusi pelelangan ikan masih dalam proses. Saat ini draf rancangan perda sudah diserahkan ke bagian hukum. Namun prosesnya masih memerlukan waktu.

“Draf ranperda belum diserahkan ke DPRD. Masih di bagian hukum. Draf ranperda juga perampungan,” ujar Zakimin.(arn)

Air yang Diambil PDAM Disebut Ilegal

0

batampos.co.id – DPRD Natuna menilai pemanfaatan air dari kawasan hutan lindung di gunung Ranai tanpa izin untuk dijual kepada pelanggan adalah kegiatan ilegal.

Wakil ketua DPRD Natuna Hadi Candra mengatakan, kegiatan PDAM Tirtanusa Natuna mengambil air di kawasan hutan lindung harus diluruskan.

Menurut Candra, sumber air kawasan hutan lindung atau hutan masyarakat harus mendapat izin. Kena sejauh ini, kawasan hutan digunung Ranai yang masuk kawasan hutan lindung sudah ada pihak yang mengelola dan menjadi hutan masyarakat di Natuna.

“Kawasan hutan lindung digunung Ranai sudah dikelola masyarakat dan sudah mendapat izin dari kementerian kehutanan, PDAM pun harus minta izin kepada kelompok Masyarakat,” ujar Candra, Rabu (14/2).

Dikatakan Candra, di daerah lain pun seperti di Kalimantan Barat. Hutan lindung diserahkan kepada masyarakat untuk menjaganya dan mengelola. Agar menghindari terjadinya pengrusakan atau perambahan hutan oleh perusahaan. Sehingga izin pemanfaatan kawasan hutan lindung diberikan kepada kelompok masyarakat.

“Di Kalbar itu, PDAM minta izinnya kepada kelompok masyarakat untuk ambil air bersih di kawasan hutan lindung, karena masyarakatlah menjaga hutan yang dipercayakan kementerian kehutanan dari perambahan hutan,” ujar Candra.

Sementara anggota Komisi II DPRD Natuna Marzuki menilai, pengambilan air dikawasan hutan indung tanpa izin adalah kegiatan ilegal. Kegiatan ilegal tentu terdapat konsekuensi hukum.

“Memang terlepas itu, PDAM memberikan pelayanan kebutuhan air bersih kepada masyarakat. Tapi kegiatan tanpa izin adalah ilegal,” ujar Marzuki.(arn)

Anambas segera Punya Perguruan Tinggi

0
Master plan gedung perkulihan STAI Paduka.

batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas segera dibangun Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Perbatasan Terpadu Kepulauan Anambas (Paduka). Ketua Yayasan Al Hikmah At Taqwa Tengku Zulkifli, sudah melakukan presentasi kepada Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris beserta sejumlah pejabat tinggi pemkab Anambas pada Selasa (13/2) malam.

“Kita siap membangun Perguruan Tinggi (PT) di Anambas, apabila merespon dengan baik maka Insya Allah Tahun ini STAI Paduka, dapat menerima Mahasiawa baru pada tahum 2018 ini,” Kata Zulkifli saat melaksanakam Ekspos pendirian STAI Paduka di Aula Kantor Bupati KKA Selasa (13/2) malam.

Diakuinya ke depan pihaknya siap untuk meningkatkan status menjadi universitas. Namun butuh perjuangan keras karena itu tidak mudah. Lahan yang dibutuhkan untuk mendirikan universitas itu harus 50 hektare. Supaya bisa memenuhi standar.

Namun karena ini baru tahap awal dan belum memiliki gedung sendiri, maka untuk tahap awal ini, yayasan akan meminjam gedung SMKN 4 Anambas yang ada di Arung Hijau Desa Tiangau sambil menunggu pembangunan gedung STAI. Lanjut Zulkifli, untuk tahun pertama pihaknya akan membuka dua Program Studi (Prodi) yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (Guru) dan Ilmu Ekonomi Syari’ah. “Untuk tahun pertama ini kita siap dan mampu membuka dua Prodi. Yang masing-masing Prodi jumlah Mahasiswa Minimal 30 orang,” ujarnya.

Untuk SDM pengajar tambah Zulkipli pihaknya telah menyiapkan 12 Dosen tetap yang telah siap. Selain itu di Anambas sendiri mempunyai potensi untuk menjadi dosen karena banyak yang telah lulus S2 dan satu orang mendapat gelar Doktor. “Potensi ini dapat membantu menjadi pengajar diperkuliahan nanti,” sampainya.

Untuk Gedung tempat perkuliahan nanti dapat meminjam SMKN 4 yang dapat dipergunakan jelang dibangunnya kampus. ” Kita ingin Mahasiswa Reguler nanti wajib menguasai Al-Quran, serta menguasai bahasa Asing. Selain itu Para Mahasiswa juga selain ditempa dengan mental dan Spritual juga dengan phisik, mereka disarankan untuk mendukung selama satu tahun,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan, pihaknya sangat senang dengan ekspos pembangunan STAI Paduka. “Saya sangat berharap segera ada perguruan tinggi di Anambas. Pada prinsipnya, Anambas sangat ingin memilki perguruan tinggi sendiri,” jelasnya.

Haris mengungkapkan, untuk mewujudkannya memang butuh kerja keras, pemerintah daerah siap mendukung ini. Yang penting adalah pengakuan bahwa Anambas memiiliki STAI. “Ini butuh kerja keras kita bersama untuk menyukseskannya,” imbuhnya. (sya)

PLN Bangun Jaringan di Tarempa Barat

0

batampos.co.id – Tidak lama lagi warga desa Tarempa Barat Daya akan menikmati listrik. Sejak beberapa waktu lalu PLN Tarempa sudah mulai melakukan pemasangan jaringan dan saat ini sudah masuk dalam tahapan finishing.

“Dalam waktu dekat ini kita akan laksanakan sosialisasi dulu kepada warga desa Tarempa Barat Daya, bagaimana menjadi pelanggan PLN. Setelah itu PLN siap operasi,” ungkap manajer operasional PLN Rayon Tarempa Dedi Prima Irawan, kepada wartawan Rabu (14/2) kemarin.

Diakuinya jika desa tersebut terlalu terpencil meski masuk kota Tarempa. Selain itu Penduduknya juga tidak banyak hanya ada sekitar 72 KK atau sekitar 72 pelanggan. Sehingga pemasangan jaringan tidak menggunakan jaringan kabel tegangan tinggi tapi menggunakan tegangan rendah.

Lanjutnya, pemasangan jaringan juga tidak lama karena cuma butuh sekitar 60 tiang. “Jaringan ke desa Tarempa Barat Daya kita kontrol dengan satu travo saja. Kita gunakan tegangan rendah yakni 380 vdt. Jaringan menggunakan kabel hitam saja, bukan kabel tegangan tinggi,” ungkapnya lagi.

Dedi, menambahkan, meski Tarempa Barat Daya membutuhkan 380 vdt, tapi tidak berpengaruh terhadap mesin pembangkit yang ada saat ini. Pasalnya kekuatan mesin pembangkit yang merupakan bantuan dari pusat cukup besar sangat cukup untuk kebutuhan listrik di Tarempa.

Diketahui, jika desa tersebut sudah sepuluh tahun lebih belum pernah menikmati listrik negara. Sejak masih gabung Natuna, hingga hampir sepuluh tahun berdirinya Anambas, baru akan menikmati listrik negara.

Selama ini warga desa Tarempa Barat Daya, menggunakan listrik pribadi yakni menggunakan mesin generator. Dengan mesin ini tentunya membutuhkan biaya yang sangat tinggi karena biaya minyak dan biaya perawatan dilakukan sendiri.

“Dalam satu bulan kita kadang sampai Rp1juta untuk biaya listrik saja. Bahkan bisa lebih kalau terjadi kerusakan mesin,” ungkap salah satu warga desa Tarempa Barat Daya Johan, kepada wartawan beberapa waktu lalu. (sya)

Play sound