Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12676

50 Tahun Indosat Ooredoo Melayani Indonesia

0

20 November 2017, Indosat Ooredoo tepat berusia 50 tahun.

Sebuah perjalanan panjang dalam memberikan layanan telekomunikasi kepada masyarakat Indonesia sejak tahun 1967 hingga kini menjadi pemain terkemuka di industri telekomunikasi Indonesia.

Tepat di usia 50 tahun ini, Indosat Ooredoo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat digital Indonesia.

Dan komitmen tersebut direfleksikan dalam berbagai kegiatan dalam rangka HUT 50 tahun Indosat Ooredoo, diantaranya Indosat Ooredoo Tempo Economic Digital Briefing, Riset Dampak Mobile Internet terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat, Indosat Ooredoo Run for Digital Digital Literacy, Peluncuran Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest ke-11, Digital Race dan Innovation @Work Competition.

“50 tahun sudah kami melayani masyarakat Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 1967, misi kami tidak pernah berubah, kami ingin membangun negeri melalui koneksi dan terus menghadirkan inovasi. Transformasi digital secara global telah mendorong Indonesia memasuki era digital lebih cepat, yang mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan masyarakat baik, ekonomi, dan juga gaya hidup. Kami di Indosat Ooredoo terus bekerja keras untuk memimpin transformasi digital di Indonesia guna mendukung program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang digital,” demikian disampaikan President Director and CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi.

Di Batam, ulang tahun inipun dirasakan perwakilan Indosat Ooredoo secara sederhana.

Indosat Ooredoo berupaya untuk dapat memenuhi tren kebutuhan masyarakat digital ini dengan berbagai layanan dan produk yang mendukung gaya hidup digital. Layanan paket data unlimited dan fleksibel, kuoto pulsa yang tidak hangus, kebebasan mengatur sendiri paket pemakaian, adalah berbagai upaya Indosat Ooredoo untuk memberikan kenyaman dan kemudahan masyarakat agar mereka dapat mengambil manfaat secara maksimal dari dunia digital. Indosat Ooredoo sukses menghadirkan IM3 Ooredoo yang menghadirkan banyak paket seperti Freedom Combo, Freedom Plus, Data Rollover, Stream On dan paket Bonus Internet hingga 20 GB.

Indosat Ooredoo Tempo Digital Economic Briefing

Kehadiran berbagai layanan tersebut tidak hanya untuk mendukung kebutuhan masyarakat, namun juga untuk mendukung pembangunan ekonomi digital. Salah satu rangkaian HUT yaitu Indosat Ooredoo Tempo Digital Economic Briefing mengangkat tema ‘Mendorong Pertumbuhan Eksponensial Ekonomi Digital 2018’. Salah satu poin penting dari acara tersebut adalah arti penting peningkatan kualitas jaringan dan infrastruktur digital serta pemerataan digital adalah kunci untuk mewujudkan visi digital nation yang dicanangkan pemerintah.

Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC)

Upaya Indosat Ooredoo untuk mempercepat pembangunan digital diantaranya melalui inisiatif menumbuhkan semangat berinovasi dan berkreasi di bidang teknologi digital di kalangan anak muda melalui program kompetisi IWIC atau Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest yang ke-11. Kompetisi ini telah menghasilkan ribuan aplikasi digital karya anak muda dan beberapa diantaranya telah dapat dinikmati oleh masyarakat. Khusus di IWIC ke-11 ini para developer akan dikenalkan dengan API Indosat Ooredoo. API atau application programming interface merupakan perangkat fungsi dan protokol untuk membangun aplikasi perangkat lunak, yang akan memberikan akses lebih cepat terhadap sebuah aplikasi untuk dapat berinteraksi dengan pelanggan.

Riset Dampak Mobile Internet thd Pengembangan Ekonomi & Sosial Indonesia

Setiap penambahan 10 persen pelanggan seluler di tanah air, meningkatkan secara positif GDP (gross domestic product atau produk domestik bruto) Indonesia sebesar 0,4 persen. Demikian hasil riset yang dilakukan Indosat Ooredoo bersama dengan Penelitian dan Pelatihan Ekonomika & Bisnis (P2EB), Fakultas Ekonomika & Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Mengambil tema “Dampak Mobile Internet terhadap Pengembangan Ekonomi dan Sosial di Indonesia”, riset ini juga memhasilkan banyak temuan dalam rangka meningkatkan manfaat positif dari mobile internet kepada masyarakat sekaligus menjadi rekomendasi kepada pemerintah.

Indosat Ooredoo Run for Digital Literacy

Sebagai bagian dari rangkaian untuk meningkatkan pengalaman digital bagi masyarakat, pelanggan dan juga internal karyawan, masih dalam rangkaian HUT ke-50, Indosat Ooredoo menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain Indosat Ooredoo Run for Digital Literacy, kegiatan 50K Virtual Run yang memungkinkan peserta berlari kapan pun dan dimana pun selama 30 hari untuk mencapai jarak 50 kilometer. Peserta akan memasukkan data-data setelah berlari termasuk screenshot aplikasi lari yang digunakan ke website indosatooredoo.race.id. Selain 50K Virtual Run, terdapat juga kategori 5K Run yang akan diselenggarakan pada 10 Desember mendatang di seputaran Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Kategori ini ditargetkan akan diikuti oleh 1700 pelari dari kelas Open dan Master. Peserta juga bisa mengikuti kedua kategori dan bila berhasil menyelesaikan keduanya, maka peserta akan mendapatkan 2 finisher medal yang didesain khusus sehingga dapat digabungkan satu sama lain.

Innovation @Work dan Digital Race

Khusus untuk memberikan pengalaman digital kepada internal karyawan diselenggarakan kompetisi Innovation @Work dan Digital Race. Kompetisi Innovation@work 2.0 adalah kompetisi inovasi dimana setiap peserta dilengkapi dengan framework design thinking dan lean start up dalam rangka menyelesaikn problem dari pelanggan maupun internal. Sedangkan Digital Race adalah gamification yang bertujuan untuk meningkatkan fokus kepada pelanggan, dimana seluruh peserta diajak memahami produk, menggunakan dan mempromosikan produk layanan Indosat baik consumer maupun business. Hadiah dari kompetisi ini adalah kunjungan ke berbagai perusahaan digital global terkemuka di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, China dan Hongkong, untuk memberi pengalaman dan wawasan digital yang sedang pesat berkembang saat ini.

Seluruh rangkaian kegiatan bertema dan bernafaskan digital tersebut sebagai wujud bahwa Indosat Ooredoo akan terus berkomitmen mengambil peran penting dalam dinamika industri telekomunikasi demi membangun masyarakat Indonesia yang digital. (*)

Warga TPA Punggur Silakan Pindah ke Rusun Pemko Batam Bantu Transportasi

0
Rumah liar (ruli). Foto: alfian/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tak menyiapkan ganti rugi untuk warga rumah liar (ruli) di TPA Punggur. Namun, warga akan disiapkan transportasi jika ingin pindah ke rumah susun.

“Butuh kendaraan hubungi kami, kendaraan kami siapkan. Kalau soal ganti rugi, mekanisme ganti rugi kan tak ada,” ucap Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkintam), Herman Rozie, kemarin.

Rumah susun yang dikelola oleh Pemko Batam tak hanya laik huni, namun juga disiapkan dengan harga terjangkau dan memang disiapkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ini jadi solusi, pasalnya Pemko Batam sejatinya tak punya wewenang terkait lahan di Batam.

“Kalau mau pindah ke rusun murah, ada yang Rp 195 ribu sampai Rp 240 ribu,” terangnya.

Ia menyampaikan, sejak awal Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga pernah menyampaikan jika di area TPA tidak boleh ada pemukiman. Karena area tersebut tak laik dan warganya rentan terjangkit penyakit, bahkan rawan bencana. Seperti yang diketahui beberapa waktu lalu longsor dan menyebabkan Rokayah,40, meninggal dunia.

“Awalnya kan kami surati akhir November (pindah), tapi mereka minta waktu pertengahan Desember. Ini janji mereka, setelah waktu itu harus kosong,” imbuhnya.

Selain kondisi yang tak bagus bagi warga, awal 2018 mendatang TPA tersebut bakal dikembangkan termasuk pengadaan lima bak lindi atau kolam pengolahan limbah srta pengembangan. Proyek ini merupakan bantuan Kemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dengan nilai proyek Rp 25 miliar.

“Tahun depan mulai dikerjakan, kalau Desember tidak clean and clear tak bisa mulai dikerjakan,” ucap Pelaksana Tugas Dinas Lingkungan Hidup.

Warga di lokasi tersebut harus pindah juga disampaikan Camat Nongsa Heryanto Joesoef, ia mengatakan lingkungan TPA tak cocok dijadikan tempat tinggal. “Tidak sehat, sampah banyakkan,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini beberapa kali pemerintah melalui kelurahan sudah berkomunikasi dengan warga, hasilnya sebagian warga menyetuji. Lalu bagaimana denga warga yang tidak setuju.

“Masih ada rapat lanjutan. Tapi yang detail informasinya pak Herman Rozie lah ya,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Amsakar Acmad mengungkapkan keinginannya agar warga yang sedikitnya 471 KK di lokasi hidup laik.

“Kami akan cari apa solusi terbaik bagi mereka yang ada di sini,” ungkap Amsakar.

Kenyataannya, lokasi ini harus bebas dari pemukiman, karena alasan kesehatan dan lainnya. TPA ini berhubungan dengan sampah, dan jika mereka bermukim di sini tentu akan berdampak untuk kesehatan mereka.

“Secepatnya akan kami tuntaskan permasalahan ini, jangan sampai ada Rohiyah kedua, atau ketiga,”” tutupnya. (cr13)

Batam Banyak Tamu, Hotel Ketiban Pulung

0
Hotel dan Apartemen baru bermunculan di Batam, Namun hal tak seiring dengan tingkat hunian. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Batam Batam mengatakan tingkat hunian masih dibawah lima puluh persen, kamis (26/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Batam kerap jadi primadona gelaran skala besar. Awal tahun 2018 mendatang, Batam kedatangan tamu paling sedikit 3 ribu orang. Sedikitnya 1.500 kamar hotel bakal terisi.

Mereka adalah peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) yang datang dari seluruh penjuru Indonesia. Rakornas digelar dari tanggal 31 Januari hingga 3 Februari 2018.

Ketua PGRI Batam, Rustam Efendi, mengatakan hal ini tentu menguntungkan bagi ekonomi Batam, terkhusus sektor pariwisata. Ia meyakini bisnis perhotelan Batam juga ketiban rezeki.

“Satu orang belanja Rp 2 juta saja, udah berapa. Ini di luar hotel, dan pasti ada yang bawa uang lebih,” kata Rustam.

Saking membludaknya kebutuhan penginapan saat itu, hotel dibilangan Nagoya dan Jodoh tak tercukupi, sementara kegiatan tersebut punya perkiraan awal bakal membutuhkan 1.500 kamar. Alhasil, penyelenggara akan mencari hotel di bilangan lain.

“Di Nagoya-Jodoh sekitar 1.160, ini bintang 4 ya,” ucapnya.

Menurutnya, peserta maupun hotel yang bakal dipesan diperkirakan bertambah. Ia mencontohkan gelaran Rakornas sebelumnya di Yogyakarta yang diperkirakan 3 ribu tembus 4 ribu peserta.

“Saya yakin di Batam bisa lebih lagi, 3 ribu ini peserta yang wajib bisa saja ada peserta tambahan,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, pihaknya selalu berusaha menarik even nasional untuk di bawa ke Batam. Dengan demikian akan sejalan dengan rencana Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang ingin mengembangkan sektor pariwisata Batam.

“Kita berharap mereka ada tambahan waktu nginap, makin lama kan makin bagus,” ucapnya.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, J Tarigan, mengaku gelaran besar yang digelar di Batam berdampak positif pada dunia perhotelan Batam. November_Desember ini, bakal ada acara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Batam, yang medatangkan masing-masing perwakilan dua peserta dari setiap provinsi.

“Ini berdampak positif ke kami. Acara KAdin memang kami belum dapatkan estimasinya, namun kami sedang menyiapkan segala sesuatunya,” katanya.

Untuk itu ia harapkan Batam tetap jadi primadona gelaran akbar, selain dunia usaha sendiri pihaknya juga berharap dari pemerintah.

“Harapn ini sudah pasti,” ucapnya.

Terkait acara PGRI, ia menilai Januari hingga Februari merupakan waktu low session.

“Pasti cukup banyak hotel yang tersedia,” pungkasnya. (cr13)

Cegah Anak di Lokalisasi Terjerumus Seks Bebas dan Narkoba

0
Anak-anak lokalisasi batu 24 berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya ketika penyuluhan bahaya narkoba, kenakalan remaja dan seks bebas yang dilaksanakan di klinik klink Sri Indah di kampung Bukit Indah, Lokalisasi 24 kelurahan Toapaya Asri, Minggu (19/11). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Mencegah anak anak yang tinggal di lokalisasi terjerumus seks bebas dan penyalahgunaan narkotika, Karang Taruna Tunas Karya Kelurahan Toapaya
Asri menggandeng Pemerintah Kelurahan Toapaya Asri mengadakan penyuluhan bahaya narkotika, kenakalan remaja dan seks bebas. Penyuluhan dilaksanakan di Klink Sri Indah di Kampung Bukit Indah lokalisasi Batu 24 Kelurahan Toapaya Asri, Minggu (19/11).

Dalam penyuluhan menghadirkan nara sumber antara lain Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Bintan, Kartini dan Komisioner KPAID Kepri Marlia Sari Dewi. Lurah Toapaya Asri, Arief Sumarsono menuturkan, penyuluhan ini bertujuan agar anak-anak lokalisasi bisa membentengi diri dari bahaya
narkoba, kenakalan remaja dan seks bebas.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang juga harus diperhatikan haknya,
pendidikannya, lingkungannya baik sekolah maupun lingkungan keluarga agar mereka tidak terjerumus terhadap bahaya narkoba maupun seks bebas,” ungkap Ketua Karang Taruna Kabupaten Bintan.

Komisioner KPAID Kepri, Marlia Sari Dewi menuturkan, perlindungan anak meliputi hak anak serta perlindungan khusus. Prinsip perlindungan anak dijelaskannya meliputi non diskriminasi, hak hidup, untuk beragama, memperoleh pendidikan, mendapatkan waktu bermain dan berpolitik juga kelangsungan hidup serta penghargaan terhadap pendapat
anak. “Ini dilindungi undang undang perlindungan hak anak dan orangtua
maupun anak harus paham,” ujarnya. (cr21)

Biaya Perjalanan Dinas Kadis Dipangkas

0
Hamid Rizal. F. Dokumentasi Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal memastikan, penerimaan anggaran dalam APBD Natuna tahun 2018 mendatang mengalami penurunan dibanding tahun 2017 ini. Bahkan pengurangan dana transfer ke daerah mencapai Rp 250 miliar.

Penurunan dana transfer ke daerah kata Hamid, tidak hanya terjadi di Natuna. Melainkan sudah kebijakan pemerintah pusat dan diberlakukan secara nasional. Namun dengan penurunan dana transfer ini Pemerintahan Natuna tetap berjalan normal. Dengan berbagai strategi perencanaan yang mengedepankan prioritas.

“APBD Natuna tahun 2018 ada penurunan, angkanya sekitar Rp 250 miliar. Itu karena ada pengurangan dana transfer ke daerah. Tapi ini kebijakan pusat untuk kepentingan lebih besar, kita dukung saja,” kata Hamid Rizal usai upacara 17 hari bulan di kantor Bupati Natuna, Jumat (17/11).

Dijelaskan Hamid, penyusunan RAPBD tahun 2018 tidak mengurangi anggaran rutin pemerintah daerah. Namun akan mengurangi alokasi anggaran lain yang tidak begitu penting seperti perjalanan dinas ke luar daerah, bahkan memangkas pembangunan dikegiatan fisik yang belum mendesak.

“Bantuan jelas berkurang, perjalanan dinas dikurangi dan kegiatan fisik yang sudah prioritas saja dilaksanakan,” sebut Hamid.

Dikatakan Hamid, meski terjadi penurunan dari dana tranfer ke daerah dalam APBD tahun 2018 mendatang. APBD Natuna tidak terjadi penurunan yang sangat tinggi, kisaran masih sekitar angka Rp 1 triliun. Karena dana bagi hasil migas terjadi peningkatan, dan penambahan dana alokasi khusus (DAK). Dan hanya penurunan dari dana alokasi umum (DAU).

“Tapi pembangunan di Natuna tidak menyusut, sudah menjadi prioritas pemerintah pusat. Proyek-proyek pusat tetap berjalan,” kata Hamid Rizal.(arn)

Tiga Rumah Warga Tertimpa Pohon

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tiga rumah warga di Dusun Dua dan Tiga Kerinci, Desa Jang Kecamatan Moro, Jumat (17/11) lalu tertimpa pohon akibat cuaca hujan deras yang disertai angin kencang. Namun, tidak memakan korban jiwa dan mereka saat ini tinggal di rumah famili.

Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Saya mau lapor ke Bupati, karena kemarin tidak sempat dan sinyal di kampung sangat susah,” jelas kepala Desa Jang Nurbi, kemarin (19/11) ketika di konfirmasi Batam Pos.

Lanjutnya, untuk warga yang di Dusun Dua Kericik cukup para kondisi rumahnya yang nyaris rata dengan tanah. Dimana, saat itu sekitar pukul 04.00 WIB terjadi hujan lebat disertai angin yang cukup kuat. Dimana kedua rumah yang berdekatan dengan pohon besar, habis tertimpa pohon yang bentuk rumah tersebut ada semi permanen dan batu.

”Nah, kalau rumah Ahad di Dusun Tiga Kericik, Desa Jang cuman atapnya yang terangkat oleh angin puting beliung,” ungkapnya.

Sehingga, korban bencana alam di Desa Jang ada tiga rumah yang terkena. Bersama warga, membantu mengangkat puing-puing reruntuhan pohon dari rumah korban.(tri)

Bupati Minta Menhub Turunkan Standar Harga Tiket

0

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, belum pesatnya berbagai pembangunan di Natuna termasuk bidang pariwisata di Natuna disebabkan harga tiket penerbangan pesawat di Natuna masih tinggi.

Pemerintah Daerah kata Hamid, sudah menyurati Kementerian Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara serta Presiden dan wakil presiden untuk meninjau kembali standar harga tiket penerbangan pesawat ke di Natuna.

“Saya sudah mengirim surat kepada Menteri Perhubungan dan Dirjen Perbuhungan Udara, untuk merevisi standar harga tertinggi tiket penerbangan di Natuna. Supaya tidak lagi harga tertinginya Rp 1,8 juta, tetapi tertingginya Rp 1 juta,” kata Hamid dalam coffee morning bersama sejumlah wartawan di Restoran Doni Ronaldo Ranai, Sabtu (18/11) kemarin.

Dikatakan Hamid Rizal, pemintaan ini untuk mengkaji dan mengevaluasi kembali standar harga tertinggi tiket penerbangan di Natuna untuk mendukung program percepatan pembangunan di Natuna yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dan Natuna sebagai poros maritim dunia.

“Pariwisata di Natuna bakal lambat berkembang, jika Pemerintah tidak menurunkan standar tertinggi harga tiket pesawat di Natuna. Karena selama ini maskapai menerapkan aturan itu, tiket masih diatas Rp 1 juta, padahal rutenya dekat ke Batam,” ujar Hamid.

Menyinggung status terminal bandara yang dibangun Pemda Natuna di kawasan militer, Hamid mengatakan masih dikelola pihak Lanud Raden Sadjad. Dan untuk menjadikan bandara internasional sulit terwujud. Sehingga Pemerintah Daerah mengusulkan membangun bandara internasional.

Saat ini lokasi masih terus dikaji. Rencana tahun depan itu bisa dilakukan pembebasan lahan, tapi harus dipending karena terjadi penurunan dana tranfer ke daerah. Bandara internasional ini sangat penting di Natuna, untuk dijadikan bandara transit antar negara. Dan Natuna berada di perbatasan beberapa negara.

“Wacana dibangun bandara internasional ini sudah disampaikan kepada pemerintah. Dan Pemerintah Daerah meminta dukungan dari Kementerian Perhubungan, agar bisa direalisasikan,” sebut Hamid Rizal. (arn)

Daniel Whitehouse Menangi Etape II TdS 2017

0

Daniel Whitehouse meraih podium pertama Tour de Singkarak 2017 yang finis di Lapangan Segitiga Sawahlunto, Minggu (19/11).

Pebalap dengan nomor start 115 ini membutuhkan waktu 04:03:03 untuk menempuh jarak 156 km dari Pantai Carocok, Painan, Pesisir Selatan. Lamanya perjalanan tersebut karena banyak tantangan yang dihadapi selama perjalanan yang sempat diguyur hujan ini.

Bahkan sebelum masuk finis sempat terjadi gesekan antara dua pebalap Iran yaitu Kholil Khorshid dan Ghader Mizbani yang akhirnya hanya finis diurutan kedua dan ketiga. Kondisi tersebut ternyata sangat menguntungkan Daniel Whitehouse yang sejak awal bersaing ketat di rombongan depan.

“Hasil yang luar biasa di balapan kali ini. Saya akui etape ini tidak mudah karena lintasan cukup menantang. Ini adalah modal saya untuk menghadapi balapan-balapan berikutnya,” kata Daniel Whitehouse usai perlombaan, Minggu (19/11).

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang turut hadir di finish etape II TDS ini berharap para pebalap mendapat kesan menarik selama berada di Kota Sawahlunto. “Para pebalap tidak hanya istirahat, juga menikmati obyek wisata heritage di Kota Sawahlunto ini. Bisa mendapat kesan menarik selama disini,” harap Gubernur Irwan Prayitno.

Hasil di etape dua ini mampu mengubah posisi klasemen sementara balapan yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata itu karena juara etape pertama yaitu Robert Muller harus terlempar dari posisi sepuluh besar tercepat. Yellow jersey tanda pimpinan perlombaan harus berpindah ke pebalap lain.

Meski hanya finis diurutan ketiga, Ghader Mizbani dari Tabriz Shahrdary Team mampu mengambil alih yellow jersey dari Robert Muller setelah dua hari pelaksanaan kejuaraan yang masuk kalender UCI level 2.2 ini mampu membukukan total catatan waktu 06:36:03.

Untuk Daniel Whitehouse yang menjuarai etape kedua menyodok di posisi dua klasemen umum. Selain itu juara Tour de Flores 2016 ini sukses mengamankan green jersey setelah mampu mengumpulkan 20 poin. Dibelakangnya ada Aiman Cahyadi dari Sapura Cycling Team dengan 19 poin.

Sedangkan untuk posisi raja tanjakan (polkadot jersey) sementara dipegang oleh rekan satu tim Ghader Mizbani dari Tabriz Shahrdary Team Khalil Khorshid dengan mengumpulkan 15 poin disusul Ghader diposisi dua dengan 12 poin.

Selain tiga jersey tersebut ada lagi penghargaan khusus untuk pebalap Indonesia yaitu red white jersey. Hingga etape kedua kejuaraan bergengsi ini masih dipegang oleh pebalap muda, Jamal Hibatulloh dari KFC Cycling Indonesia dengan waktu 06:43:36. Disusul Aiman Cahyadi dengan waktu 06:45:26.

“Hari ini cukup berat. Tapi akhirnya bisa finis. Balapan disini memang luar biasa. Banyak tanjakan,” kata Aiman Cahyadi saat dikonfirmasi usai perlombaan.

TdS selain sebagai ajang perlombaan juga dijadikan media promosi pariwisata di Sumatera Barat. Dalam setiap etape banyak lokasi wisata yang dilalui. Khusus etape dua dimulai dari Pantai Carocok yang sudah dikenal keindahannya. Selain ini balapan melalui Pelabuhan Teluk Bayur yang sudah termasyur sejak lama.

Setelah pantai, semua pebalap dan pendukung disuguhkan dengan keindahan Kota Tua Sawahlunto yang sejak jaman Belanda dikenal dengan daerah penghasil batu bara terbaik di Indonesia. Bahkan, sisa-sisa jaman manusia rantai masih terlihat jelas berikut dengan lubang-lubang gua bekas penambangan jaman kolonial Belanda.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Kota Tua Sawahlunto mempunyai daya tarik pariwisata yang kuat. Sebagai kota tambang tertua di Indonesia banyak meninggalkan bangunan Heritage yang bernilai sejarah tinggi.

“Nilai sejarahnya cukup tinggi sebagai daya tarik wisatawan. 60 persen wisman ke Indonesia karena culture atau ingin merasakan atmosfer budaya atau sejarah setempay. Sisanya, 35 persen faktor alam atau nature, dan 5 persen man made, atau wisata yang di-create orang, seperti sport event, MICE, show music dan lainnya,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Menpar berharap melalui event TDS ini Kota Tua Sawahlunto bisa lebih dikenal dunia dan bisa menarik lebih banyak wisatawan datang merasakan atmosfer sejarah kota Sawahlunto yang dikenal sebagai “little dutch” atau Belanda kecil ini.

Setelah menyelesaikan etape bersejarah ini, semua peserta akan melanjutkan balapan etape ketiga dari Muaro Sijunjung menuju Dharmasraya. Lintasan yang akan dilalui berbeda dengan etape sebelumnya karena banyak didominasi lintasan datar. (*)

Wonderful Indonesia Festival di Bangkok, Wow…

0

Sejumlah Duta Besar negara sahabat dibuat terpukau dengan sajian culture yang tak biasa. Begitu juga dengan masyarakat serta ekspatriat yang ada di Bangkok.

Yup, Wonderful Indonesia Festival hadir di One World Mall, Bangkok, Jumat (17/11) malam

Di awal acara, tempat lalu lalangnya masyarakat Bangkok itu langsung dibuat terdiam dengan pemutaran video pariwisata Wonderful Indonesia: The Journey of a Wonderful World. Inilah video yang sukses mendapat dua gelar juara dunia di pada kompetisi video pariwisata dunia yang digelar UNWTO atau lembaga PBB yang bergerak di bidang pariwisata.

“Kita ajak semuanya membayangkan destinasi keren di Indonesia. Setelah itu, kita ajak semuanya liburan ke Indonesia,” terang Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani Mustafa, Jumat (17/11).

Hasilnya? Selama 3 menit audience yang terdiri dari Duta Besar sejumlah negara sahabat, ekpatriat dan warga Bangkok kompak terdiam. Begitu juga Kapten Darsito Hendroseputro, CEO Thai Lion dan pereakilan Thai Travel Agents Association. Semua dibuat takjub saat menyaksikan tayangan beragam keindahan destinasi pariwisata Nusantara seperti Yogyakarta, Bali, Lombok, Jakarta, Toraja, Raja Ampat, serta Wakatobi.

Konsep natural, cultural, modern, sensory atau makanan, dan adventure yang diangkat di video itu sukses membuat seluruh audience merinding. “Karya luar biasa itu ditonton oleh sejumlah Duta Besar negara sahabat. Dan endingnya seluruh audience memberikan applaus meriah terhadap tayangan video Wonderful Indonesia tadi,” tambahnya.

Setelah tayangan video kelas dunia, pbulik Bangkok kembali dibuat terpana dengan suguhan costum carnaval bak Rio de Janeiro. Tim Malang Amore Carnival yang diboyong Kemenpar langsung jadi pusat perhatian. Kostum karnaval bercorak Garuda dan Cenderawasih lengkap dengan mahkota di kepala mendapatkan banyak pujian dari pengunjung. Beberapa bahkan sampai rela antre untuk berselfie ria.
“Kostumnya bagus sekali. Sangat unik,” ujar Adul Chaiprasithikul, warga Bangkok.

“Sangat fantastis. Melihat kostum karnaval khas Indonesia tidak membuat saya bosan,” sambung Pongsudhirak, warga Bangkok lainnya.

Soal kostum karnaval, Malang Amore memang salah satu juaranya. Beragam penghargaan dunia sudah sering diraih Malang Amore Carnival. Dari mulai award the best costume di Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam hingga Berlin, semuamya sudah berhasil disambar Malang Amore.

“Kami ingin membuktikan pada publik Bangkok bahwa kostum original kita bisa bersaing di level global. Dan kebetulan Pak Menpar Arief Yahya itu sudah sering membawa Malang Amore itu ke berbagai travel mart, festival dan show di berbagai penjuru dunia,” ujar CEO Founder Malang Amore Carnival Yoseph Agus Kristian.

Duta Besar RI untuk Bangkok, Thailand Ahmad Rusdi dan Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh sampai ikutan angkat jempol. Keduanya mengaku salut dengan kreativitas yang ditampilkan di Wonderful Indonesia Festival Bangkok.

“Saya sangat senang acaranya heboh. Banyak diplomat negara sahabat yang memuji kreativitas ini. Semuanya bagus. Saya harap setelah ini kunjungan wisman dari Thailand meningkat tajam,” ucap Duta Besar RI untuk Bangkok, Thailand Ahmad Rusdi.

Potensi itu menurutnya masih sangat terbuka lebar. Di 2016 saja, kunjungan wisman ke Negeri Gajah Putih menembus 32,4 juta. “Itu data Survei Mastercard Index of Global Destination Cities. Kalau kita dapat 10 persennya saja sudah sangat bagus. Dan saya lihat trennya sedang menuju ke sana,” ungkapnya.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh juga tak mau ketinggalan memberikan pujian. Baginya, Festival Wonderful Indonesia di Bangkok ini menampilkan konten yg sarat makna disajikan dengan narasi yang populer dan mudah dicerna. Dengan kualitas global, festival ini cukup menarik perhatian para pengunjung Central World Mall ini. Penyajiannya sangat kreatif. Seni budaya termasuk wayang, cerita rakyat, batik, tenun yg semuanya bermuara pada cerita destinasi. Apalagi dilengkapi dengan sistim digital layar sentuh di pusat informasi. Konsepnya sangat kuat,” ungkapnya.

Dengan kemasan seperti tadi, Vita pun yakin publik Thailand bisa dibius untuk berwisata ke Indonesia. Destinasi andalan seperti Jakarta – Banten –Bandung, Jogjakarta – Solo – Semarang, Bali –Lombok serta Medan, jadi makin banyak diburu wisman dan ekspatriat yang ada di Thailand.

Riuhnya pembukaan Wonderful Indonesia Festival Bangkok juga direspon Menpar Arief Yahya. “Bagus. Tinggal menunggu impact-nya terhadap target kunjungan wisman asal Thailand ke Indonesia,” kata Menpar.

Menpar Arief pun berterima kasih pada Dubes RI di Bangkok dan sejumlah Dinas Pariwisata daerah yang telah bersama-sama mempersiapkan acara tahunan ini. “Terimakasih atas kerja keras semuanya menyiapkan lokasi ideal yang fun, simple dan bersahabat seperti Wonderful Indonesia Festival Bangkok. Salam Wonderful Indonesia,” ucapnya. (*)

977 Bungkus Rokok Tanpa Cukai Akan Dimusnahkan

0
batampos.co.id – Bea Cukai Tipe Pratama Tarempa telah menarik sedikitnya 977 bungkus rokok tanpa cukai dari mulai Januari hingga Agustus Agustus tahun 2017. Rokok sitaan tersebut rencananya akan segera dimusnahkan. Jika tidak ada halangan, maka akan dimusnahkan pada bulan September 2017 ini.
“Kami sudah mengajukan permohonan pemusnahan kepada Kantor Wilayah (Karimun) dan sudah disetujui bersamaan dengan pemusnahan rokok tanpa cukai hasil operasi tahun 2016 lalu. Menjadi pertimbangan saat ini adalah tempat yang memadai untuk pemusnahan belum kami temukan,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Pratama, Susetia, Kamis (14/9).
Diakuinya, meski ada operasi yang dilakukan Bea Cukai, peredaran rokok tanpa cukai di Anambas masih marak. Oleh karena itu pihaknya juga selalu melakukan edukasi dan imbauan kepada para pedagang, agar tidak menjual rokok tanpa cukai.
Kata Susetia, peminat rokok tanpa cukai ini cukup banyak, karena harganya cukup murah dibandingkan rokok yang ada pita cukai. Namun dirinya yakin untuk rasa rokok itu sendiri bisa dipastikan kurang lebih sama karena menggunakan bahan dasar sama. “Kalau rasa mungkin beda tipis,” ungkapnya lagi.
Dalam operasinya, jika pihaknya menemui pedagang yang menjual rokok tanpa cukai, maka pihaknya langsung menarik barang tersebut sekaligus memberi peringatan kepada pedagang tersebut agar tidak menjual rokok tanpa pita cukai. “Untuk sekarang ini belum ada sanski,” jelasnya.
Dia menerangkan, saat ini pihaknya sedang bidik pemasok rokok tanpa cukai di Anambas. Namun demikian pihaknya memiliki kelemahan yakni tidak punya kewenangan untuk memeriksa setiap kapal yang masuk di Pelabuhan Tarempa. “Kecuali ada laporan dari masyarakat, kita bisa langsung periksa. Jadi tidak sembarangan melakukan operasi,” jelasnya. (sya)