Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12677

Mustafa Widjaja Berpeluang Menang Dalam Pemilihan Wakil Gubernur Kepri

0

batampos.co.id  – Pemilihan Wakil Gubernur Kepri memasuki babak baru. Tiga dari lima partai politik pengusung Sani-Nurdin (Sanur) menyodorkan nama Mustafa Widjaja untuk bersaing dengan Isdianto.

Tiga partai pengusung Sanur yang telah mengajukan nama Mustafa itu masing-masing Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara Partai Gerindra dan Nasdem belum menyatakan sikap politiknya.

“Dengan berbagai pertimbangan, kami punya kesamaan pendapat. Yakni memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Pak Mustafa,” ujar Ketua DPW PKB Kepri, Abdul Basith Haz, Rabu (22/11).

Menurut Basith, keputusan tersebut didasari keinginan untuk segera menuntaskan polemik Cawagub Kepri. Meskipun belum usulan secara resmi, tetapi Surat Keputusan (SK) sudah disampaikan kepada Panlih Wagub Kepri di Kantor DPRD Kepri, Rabu (22/11).

“Apa yang kami rekam dari statemen Pak Gubernur adalah, ia akan mendukung jika partai pengusung sudah membuat keputusan,” tegas Basith.

Masih kata Basith, dengan adanya keputusan politik ini, tanggungjawab pihaknya sebagai partai pengusung sudah jelas. Artinya tinggal menunggu sikap politik Partai NasDem dan Gerindra. Apabila semua sudah satu suara, proses pemilihan Wagub Kepri sudah mendekati akhirnya.

Sementara Sekretaris DPD Gerindra Kepri, Onward Siahaan, mengatakan pihaknya akan segera melakukan konsolidasi politik di internal partai. Sebab sebelumnya, Gerindra sudah bulat mendukung Isdianto dan Fauzi Bahar.

“Pada intinya kami berupaya untuk menuntaskan persoalan ini. Tetapi, keputusan tertinggi ada di DPP, bukan di daerah,” ujar anggota Komisi II DPRD Kepri ini, kemarin.

Terpisah, Mustafa Widjaja mengatakan akan segera berkomunikasi dengan Partai Gerindra dan NasDem. Ia berharap, semua partai pengusung Sanur mendukungnya. “Mudah-mudahan bisa diterima,” ujar Mustafa, kemarin.

Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini mengklaim, keikutsertaannya dalam bursa Wagub Kepri bukan semata-mata ingin mengejar jabatan. Melainkan untuk ikut berperan menjalankan roda pemerintahan demi terlaksananya pembangunan di Provinsi Kepri.

Karenanya, ia mengaku tak pernah menganggap kandidat lainnya, Isdianto, sebagai rival. Ia mengatakan, siapapun yang nantinya terpilih sebagai Wakil Gubernur Kepri, berarti itulah yang terbaik.

“Artinya harus bisa sama-sama menerima,” paparnya.

Sementara Gubernur Kepri Nurdin Basirun berharap, proses pemilihan Wakil Gubernur Kepri bisa segera rampung. “Semakin cepat semakin baik,” katanya.

Selaku Ketua DPW Nasdem Kepri, Nurdin juga mengaku akan segera menggelar pertemuan partai untuk memutuskan dukungan politiknya. “Pada intinya kami ingin persoalan ini segera selesai. Kalau memang aturan membolehkan satu calon, kita ikuti. Begitu juga sebaliknya. Yang penting, apa yang kita buat tidak melanggar aturan main yang ada,” ujar Gubernur Nurdin.

Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Tanjungpinang, Endri Sanopaka, menilai Mustafa memiliki peluang besar menjadi Wakil Gubernur Kepri karena mendapat dukungan dari tiga partai pengusung. Apalagi Panlih DPRD Kepri juga memberikan kesempatan kepada Mustafa.

“Artinya, tinggal Mustafa membangun komunikasi dengan dua partai lagi. Yakni Gerindra dan Nasdem. Melihat bahasa Gerindra, peluang mendukung Mustafa terbuka,” ujar Endri, tadi malam.

Pro-Kontra Isdianto

Di saat partai pengusung Sanur mengajukan satu calon wakil gubernur, DPRD Kepri sudah mengesahkan nama Isdianto sebagai calon wakil gubernur Kepri dalam sidang paripurna di DPRD Kepri, Rabu (22/11). Namun paripurna penetapan calon wakil gubernur ini menuai pro dan kontra.

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kepri, Alex Guspenaldi, tidak setuju dengan paripurna tersebut. Sebab sesuai undang-undang, calon wakil gubernur minimal dua orang.

Sebab, menurut dia, usulan nama Mustafa Widjaja oleh tiga parpol masih sebatas dukungan saja. Belum disampaikan secara resmi. “Harus melalui Gubernur Kepri,” kata Alex, kemarin.

Hal senada disamapaikan anggota DPRD Kepri dari PPP, Syarafuddin Aluan. Menurut dia, jika dipaksakan pemilihan wakil gubernur hanya dengan satu kandidiat, maka hal ini akan melanggar aturan.

“Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga tidak menerima,” katanya.

Lain halnya dengan Taba Iskandar dari Fraksi Golkar. Ia mendukung ditetapkannya Isdianto sebagai Cawagub tetap. Dijelaskannya, paripurna ini hanya sebatas menetapkan Cawagub definitif. Jika kemudian ada calon lain, maka akan diproses sesuai aturan.

“Harus lanjut, karena hanya baru satu calon yang dinyatakan lengkap. Tahapan selanjutnya, kita tunggu jawaban Gubernur seperti apa,” ujarnya.

Pemerhati hukum, Andi Muhammad Asrun mengkhawatirkan keputusan DPRD yang menetapkan satu calon menjadi celah timbulnya gugatan hukum. Karena UU mengamanahkan, Gubernur menyampaikan usulan dua nama untuk dipilih oleh DPRD Kepri.

“Pertanyaannya adalah, apakah boleh Gubernur mengajukan satu nama Cawagub-nya. Di dalam aturan juga tidak diatur teknis demikian,” papar Andi Asrun.

Menyikapi pro dan kontra yang terjadi, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menegaskan, sidang paripurna kemarin merupakan tindak lanjut dari hasil verifikasi yang sudah dilakukan. Karena Isdianto yang dinyatakan lengkap, maka diputuskan lewat paripurna.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, untuk proses ke tahapan selanjutnya, DPRD tetap menunggu usulan dari partai pengusung Sanur. Dia berharap, usulan nama Mustafa Widjaja dapat segera diproses melalui Gubernur Kepri.

Usai sidang paripurna, Ketua Pansus Pemilihan Wagub Kepri, Surya Makmur Nasution menambahkan sebenarnya tidak ada batasan waktu bagi partai pengusung dalam menentukan nama calon wagub. Namun ia meminta agar prosesnya disegerakan.

Pensiun dari PNS

Sementara Isdianto langsung mengundurkan diri dari statusnya sebagai PNS setelah ditetapkan sebagai calon wakil gubernur Kepri lewat sidang paripurna di DPRD Kepri, kemarin.

“Terhitung hari ini, saya tidak lagi menyandang status PNS. Surat pengunduran diri sudah saya sampaikan ke Pemprov Kepri,” ujar Isdianto, kemarin.

Disinggung soal munculnya nama Mustafa Widjdja yang bakal menjadi saingannya, Isdianto mengaku tidak mempermasalahkan. Menurut dia, hal itu merupakan bagian dari sistem demokrasi. Hanya saja, mantan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Pemprov Kepri tersebut berharap Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Kepri melakukan proses verifikasi yang sama.

“Sepanjang mengikuti proses yang ditentukan, tentu tidak ada persoalan. Karena setiap warga negara punya hak politik, baik memilih maupun dipilih,” paparnya. (jpg)

Rp 211 T Dana Daerah Mengendap

0
ilustrasi

batampos.co.id – Penyerapan anggaran daerah belum bisa maksimal. Adanya tumpang tindih program antara pusat dan daerah serta maraknya kasus korupsi justru membuat negara menanggung kerugian hingga triliunan rupiah.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Boediarso Teguh Widodo, mengatakan untuk tata kelola keuangan daerah, pihaknya menemukan 7.950 kasus atas sistem pengendalian internal (SPI) dengan 12.168 permasalahan.

”Itu membuat dampak kerugian negara mencapai Rp 2,155 triliun,” ujarnya.

Belum lagi kerugian yang disebabkan maraknya perilaku korup perangkat daerah. Setidaknya ada 18 gubernur dan 343 bupati/wali kota yang terjerat korupsi.

”Korupsi terbesar berasal dari pelaksanaan pengadaan konstruksi bangunan,” katanya.

Padahal, Kementerian Keuangan mencatat, sejak 2001 hingga 2017 belanja APBD mengalami kenaikan 12 kali. Yakni, dari Rp 93,27 triliun menjadi Rp 1.097,26 triliun. Begitu pula dengan transfer dana desa yang naik 10 kali lipat sejak 2001 hingga 2017, dari Rp 81,05 triliun menjadi Rp 776,16 triliun.

”Sayangnya, dana tersebut belum terserap secara maksimal sehingga jumlah dana daerah yang mengendap di bank setiap tahun juga meningkat,” terangnya.

Hingga Agustus 2017, Kemenkeu mencatat jumlah dana daerah yang mengendap di bank mencapai Rp 211,26 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 210,8 triliun.

”Capaian kinerja di beberapa sektor pun akhirnya belum maksimal lantaran anggaran daerah belum terserap maksimal,” jelasnya. (vir/c10/fal/jpg)

Pasa Siti Nurbaya, Gubahan GenPI Sumbar

0

Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumatera Barat (Sumbar) punya gawe yang disebut Pasa Siti Nurbaya.

Yang penasaran, silakan datang ke lapangan bola Gunung Padang, Muaro Padang, Sumbar. Acaranya sudah mulai on 26 November 2017 nanti.

Suasananya? Dijamin tak kalah seru dari @PasarKaretan @RadjaPendapa_ yang dibuat di Ds Segrumung, Meteseh, Boja Kendal. Di Pasa Siti Nurbaya ini akan ada Festival Jajanan Minang, Permainan Anak Nagari, Kesenian Minang, lomba vlog Instagram dan Pasa Siti Nurbaya. Di pelunxuruan pasar ini panitia juga akan memberikan aneka hadiah menarik.

Pasar Siti Nurbaya menawarkan konsep pasar kuliner tradisional dengan konsep dan makanan yang dijual adalah tempo dulu. Pengunjung akan dibawa bernostalgia ke zaman dahulu, zaman Siti Nurbaya memadu kasih dengan Syamsul Bahri.

Aris Purnama, Koordinator Genpi Sumbar menjelaskan, pasar sejatinya adalah tempat bertemu penjual dan pembeli. Tapi itu dulu. Sekarang sebuah pasar bisa menjadi destinasi wisata baru. Seperti yang digagas oleh Genpi Sumbar dengan membuat Pasar Siti Nurbaya.

“Pasar Siti Nurbaya tidak hanya sebuah konsep, tapi benar benar sebuah pasar. Bedanya, pasar ini didesain semenarik mungkin dengan mengkombinasikan dengan objek foto sehingga menjadi Social Media Friendly dan Instagramable,” ujar Aris, Rabu (22/11).

Aris mengungkapkan, Pasar Siti Nurbaya diambil dari legenda Gunung Padang. Sebuah novel yang pernah ditulis oleh Marah Rusli dengan judul Siti Nurbaya. Novel ini juga pernah diangkat menjadi film.

Gunung Padang dan Batang Arau adalah kawasan yang menjadi ikon Kota Padang. Dahulunya pelabuhan ini adalah pelabuhan tersibuk di pesisir barat Pulau Sumatera. Tempat berlabuh kapal kapal dari Eropa dan India untuk berdagang. Batang Arau juga dikenal sebagai cikal bakal Kota Padang sebagai pusat perdagangan.

“Hingga saat ini di sepanjang Batang Arau masih berdiri kokoh bangunan tua, bukti bahwa dulu Kawasan ini adalah sentra pedagangan,” kata dia.

Membangkitkan semangat tersebut, Genpi Sumbar memilih lokasi di kaki Gunung Padang sebagai pasar yang akan dikembangkan. Apalagi saat ini kawasan ini menjadi destinasi wisata sekaligus masyarakat Kota Padang berolah raga hiking.

Pengunjung akan menikmati masakan tradisional Minangkabau, seperti Lamang Tapai, Goreng pisan dengan ketan, kolak pisang, kolak ubi, lontong gulai paku dan cubadak, lontong pical, sate, soto dan masih banyak kuliner lainnya. Sesangkan untuk minuman disediakan kopi Solok Rajo, Sorbat, Bandrek, daun kawa, dan minuman tradisional lainnya.

“Semua menu tersebut akan dibuat dan dijual oleh ibu-ibu di Kelurahan Batang Arau, kita memberdayakan potensi masyarakat,” ungkap Aris.

Untuk yang hobi berfoto dan selfie, juga disediakan tempat foto yang menarik. Ada perahu hias, sepeda ontel, bendi, pelaminan Minangkabau tempo dulu dan spot menarik lainnya. Genpi Sumbar juga menyediakan hadiah menarik bagi pengunjung yang mengupload foto dan vlognya ke instagram.

Tidak hanya sampai disitu, pengunjung juga akan dihibur oleh kesenian tradisional Minangkabau, yang pemainnya adalah pemuda pemudi Kelurahan Batang Arau.

“Akan ada penampilan tari piring, tari payung, randai, silek, dan satu lagi akan ada tari balance madam, sebuah tari langka yang merupakan tari bangsawan Spanyol,” sebut Aris.

Selain itu juga digelar pemilihan Syamsul Bahri dan Siti Nurbaya tingkat pelajar. Peserta akan mengenakan baju kurung dan baju taluak balango.

Aris menambahkan, dalam sebulan nanti, Pasar Siti Nurbaya akan digelar tiga kali. Bila nanti terbukti mendapat antusias yang bagus, rencananya akan diadakan tiap minggu.

“Sementara kita coba bikin tiga kali dalam sebulan. Nantinya akan dibikin tiap minggu. Besok Pak Walikota, Kadispar Kota Padang, Camat dan Lurah kecamatan Padang Selatan akan mengadakan pertemuan guna menyukseskan acara ini,” kata Aris.

Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono, melalui Koordinator GenPI Nasional, Mansyur Ebo, menambahkan, ada banyak kreasi pasar yang sedang dipersiapkan. Diantaranya Pasar Pancingan Lombok, Pasar Baba Born Tjit Palembang, dan Pasar Karetan Kendal. Semua berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi.

“Kami selalu menggabungkan nature alam, culture atau budaya, dan dikombinasi dengan manmade. Tiga kombinasikan dalam pariwisata itu akan saling menguatkan,” ujar Don Kardono.

Dan semuanya diarahkan dalam bentuk kopi darat atau offline komunitas netizen dan masyarakat umum yang tematik. Maklum, anak muda zaman “now” tidak mau yang biasa-biasa saja. Semua harus punya cerita, asyik di foto, dan kreatif.

“Mereka maunya berlama-lama nongkrong, seperti di cafe, asal jaringan telekomunikasinya bagus,” ucap Mansyur Ebo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi semangat anak-anak muda dalam berkreasi. Menciptakan pasar-pasar dengan berbagai karakter, sesuai daerahnya.

“Seperti yang di Radja Pendapa Camp yang menggabungkan antara adventure, nature, culture dan ada banyak sentuhan buatan atau manmade. Itu sangat kreatif,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Pamerkan Bali and Beyond demi Wisman Hong Kong

0
ilustrasi

Kemenpar membidik wisman Hong Kong.

Caranya?!

Dengan menggelar pameran “Bali and Beyond”. Pameran akan berlangsung pada 26 hingga 27 November mendatang di Amoy Plaza, Hong Kong.

Dalam pameran bersifat business to consumer (B2C) ini, kemenpar menggandeng berbagai travel agent di Hong Kong yang akan menjual berbagai paket wisata ke Indonesia.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Wilayah Asia Pacific Vonsensius Jemadu mengatakan, setidaknya ada 10 destinasi wisata yang akan diperkenalkan Kemenpar.

Yakni 10 destination branding seperti; Colorful Medan, Wonderful Riau Islamd, Enjoy jakarta, Stunning Bandung, Java Cultural Wonders, Majestic Banyuwangi, Friendly Lombok, Explore Makassar, Coral Wonders untuk Bunaken, Wakatobi dan Raja Ampat serta tentunya Bali the Island of Gods.

“Pemilihan Bali sebagai tema utama karena faktanya Bali memang masih menjadi destinasi utama wisatawan Hong Kong,” ujar Vinsensius Jemadu.

Bali memang selalu istimewa. Siapapun langsung jatuh cinta ketika menginjakkan kaki di Bali. Dari mulai pantai, gunung, budaya, keindahan bawah laut semuanya ada. Bagi yang mencari kemeriahan malam hari, juga ada di Bali.

Tempatnya memang sangat komplit. Pilihannya banyak. Untuk urusan kuliner sekalipun lengkap dan tak akan pernah ada habisnya.

Raja Salman bin Abdulaziz Alsaud dari Arab Saudi juga sempat ikut tergoda oleh eksotiknya Pulau Dewata. Cerminannya bisa dilihat dari lawatannya ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Dia bersama rombongan memilih beristirahat di sana sambil menikmati keindahan alam serta budaya masyarakat setempat sebelum kembali melanjutkan perjalanannya.

Presiden ke-44 Amerika Serikat Barrack Obama juga sama. Bersama keluarganya, dia banyak menghabiskan waktu liburan di Bali. Dari mulai menapaki hijaunya areal persawahan hingga arung jeram, semua dilakoninya dengan happy.

Dari sisi jumlah wisman yang berkunjung, Bali juga terlihat sangat istimewa. Hampir 40 persen wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia melalui Bali. Hanya 30 persen melalui Jakarta, 20 persen melalui Kepulauan Riau dan 10 persen sisanya tersebar merata di daerah lain di nusantara.

Kendati demikian, masih banyak destinasi lainnya di luar Bali yang juga menawarkan keindahan dan atraksi yang beragam. Karena itulah ajang kali ini juga memperkenalkan destinasi wisata Indonesia beyond Bali kepada para wisatawan Hong Kong.

Saat ini pemerintah sendiri juga menyiapkan 10 destinasi wisata lain yang disebut Bali Baru. Yakni Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Morotai (Maluku Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Barat).

Vinsensius Jemadu menambahkan, tidak hanya fokus pada penjualan, Kemenpar dalam kegiatanya itu juga menghadirkan bentuk promosi dengan memperkenalkan komoditi budaya Indonesia. Mulai dari kopi, spa, mainan tradisional, hingga Virtual Reality (VR) Corner.

“Sehingga akan menambah daya tarik pengunjung dan membuat mereka semakin betah dan mengenal Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa VJ ini.

VJ mengatakan, wisman Hong Kong merupakan salah satu pasar potensial bagi Indonesia. Rata-rata pengeluaran wisman Hong Kong di Indonesia cukup tinggi. Yakni mencapai 1.340 dolar AS atau setara dengan Rp 18 juta per wisatawan per kunjungan.

Hanya saja jumlah wisman Hong Kong yang berkunjung ke Indonesia mengalami penurunan.

VJ mengatakan, hingga September 2017, jumlah kunjungan wisatawan Hong Kong berjumlah 64.634. Jumlah ini menurun 1,1 persen dari tahun 2016 lalu. Padahal target di tahun ini untuk wisman Hong Kong berjumlah 107.000 kunjungan.

“Untuk itu melalui kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan promosi pariwisata Indonesia dan meningkatkan kunjungan wisatawan asal negara ini,” ucap VJ.

Hal senada diutarakan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Hong Kong merupakan pasar yang potensial untuk Indonesia.

Sama seperti Singapura, sebagai salah satu pusat bisnis di Asia, banyak wisatawan mancanegara yang berkumpul di Hong Kong. Terlebih wisatawan mancanegara yang berkumpul di Hong Kong adalah yang level ekonominya tinggi.

“Maka dari itu, Hong Kong sangat strategis bagi Wonderful Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya.

Terlebih pemerintah Indonesia telah memberlakukan kebijakan bebas visa kepada wisatawan asal Hong Kong.

“Datang sendiri dan nikmati keindahan Indonesia. Wisata bahari dan seni budaya di Indonesia sangat indah dan menarik untik dinikmati,” ujar Menpar .(*)

Nikmati Pasar Baba Boentjit di Palembang

0

batampos.co.id – Buat yang ada di kota Palembang, segera arahkan tujuan ke Pasar Baba Boentjit yang diinisiasi GenPI Sumsel pada Minggu (26/11) mendatang.

Inilah atraksi keren yang menggabungkan antara daya tarik wisata budaya dan kuliner khas Palembang. Tempatnya juga menarik. Di pinggir Sungai Musi. Wisatawan dapat menikmati suguhan acara sepanjang siang hingga sore hari.

Tempatnya instagrammable banget. Banyak spot-spot menarik. Belum lagi pemandangan sunset di tepian Sungai Musi. Semakin melengkapi suasana akhir pekan yang bakal menjadi momen yang tak terlupakan.

Koordinator Acara Pasar Papa Boentjit, Sumarni Bayu Anita mengatakan, sesuai namanya, Pasar Baba Boentjit mengambil tempat di salah satu destinasi wisata heritage “Rumah Baba Ong Boen Tjit”. Ini adalah rumah salah seorang pengusaha terkenal keturunan peranakan di Palembang Tempo dulu.

Rumah Ong Boen Tjit berbentuk rumah khas Palembang namun dengan interior dan ornamen Tiongkok yang penuh filosofi. Rumah ini disinyalir sudah berusia 300 tahun lebih.

“Lokasinya saja sudah menarik. Banyak yang bisa dieksplorasi oleh pengunjung nantinya. Melihat seperti apa ornamen-ornamen dan sejarah dari rumah Baba Boentjit ini,” ujar Sumarni.

Lebih dari itu, di sekitar rumah tersebut juga terdapat pengrajin lidi nipah serta pengrajin kemplang tunu yang masih melakukan aktifitasnya hingga kini.

“Semua itu nantinya akan kita hadirkan menjadi suguhan yang benar-benar menarik,” ujar Sumarni.

Apakah hanya sampai disitu? Tentu tidak. Pasar Baba Boentjit juga akan dimeriahkan dengan banyak atraksi dan lomba. Mulai dari rangkaian tari kreasi khas peranakan Palembang, demo masak oleh chef Kukuh serta drama “Legenda Antu Banyu”.

“Juga ada workshop kerajinan Nipah dan aneka jajanan khas Palembang ala pasar. Seperti Srikaya, Pindang udang, Pindang Telur Gabus dan tentunya pempek khas Palembang,” ujarnya.

Pengunjung nantinya juga bisa mengikuti berbagai lomba seperti lomba photo hunt dan lomba menulis blog.

“Kegiatan ini memang bertujuan untuk mempopulerkan rumah peninggalan Baba Ong Boen Tjit sebagai destinasi wisata baru Kota Palembang dan memperkenalkan beberapa kegiatan tradisional pada generasi zaman kini,” ujarnya.

Rumah yang kini dihuni keturunan kedelapan dari Baba Ong Boen Tjit ini berada di Lorong Saudagar Yucing No. 55 RT 050 RW 002 Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1.

Untuk bisa mencapai lokasi ini ada beberapa pilihan moda transportasi yang bisa digunakan. Baik darat maupun sungai.

Untuk jalur sungai bisa menggunakan perahu ketek (perahu kecil) dari dermaga Benteng Kuto Besak, Pasar Sekanak atau daerah Suro (Ulu Sungai Musi). Waktu tempuhnya sekitar 5 sampai 10 menit tergantung titik awal keberangkatan perahu.

“Sudah banyak masyarakat yang penasaran, terutama karena ada kegiatan menyeberang naik perahu. Itu menarik buat mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pasar Baba Boentjit akan menambah atraksi baru yang ada di sepanjang Sungai Musi.

“Dulu ada Festival kopi (Kampung) Al-Munawwar di tepi Musi yang rame banget. Sekarang ada Festival Kuliner pasar Baba Boentjit di tepian Musi. Kangen ingin ngopi di tepian Musi? Datanglah kemari, bukan cuma kopi, ada beragam jajanan juga, asik banget pokoknya,” ujar Sumarni berpromosi.

Stafsus Menpar Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono didampingi Koordinator GenPI Nasional Mansyur Ebo mengatakan, kehadiran Pasar Baba Boentjit merupakan tindak lanjut dari kesuksesan aktivasi dan atraksi #PasarKaretan #RadjaPendapaCamp yang konsisten dan diinisiasi GenPI Jawa Tengah.

“Konsep pasar ini memang akan dikembangkan ke daerah lain. Dan salah satunya adalah Pasar Baba Boentjit oleh GenPI Sumsel, lalu Pasar Pancingan di Lombok, dan Pasar Siti Nurbaya Padang. Semuanya on pada Minggu pagi, 26 November 2017,” ujar Don Kardono.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi anak-anak GenPI, pegiat media sosial dan masyarakat yang dipromosikan melalui media sosial.

Menteri Pariwisata selalu mengapresiasi langkah dan ide-ide kreatif yang dimunculkan komunitas GenPI. Bahkan ia menyatakan, konsep ini juga akan banyak dihadirkan oleh komunitas GenPI lainnya di berbagai daerah.

“Menciptakan atraksi baru yang kekinian dengan memanfaatkan potensi lokal serta menggandeng unsur Pentahelix. Ini merupakan acara yang tidak hanya mengangkat cultural value tapi juga akan menciptakan economic value sehingga akan membuatnya sustainable,” kata Menpar Arief Yahya.Ia pun terus mendorong komunitas lain untuk dapat menciptakan atraksi-atraksi baru yang akan menunjang sektor pariwisata. (*)

Pencairan JHT Terintegrasi dengan E-KTP

0

batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, memastikan bahwa pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan hak dari para pekerja sudah terintegrasi dengan E-KTP. Sehingga untuk melakukan pencairan dana tersebut, hanya bisa dilakukan oleh pekerja yang betul-betul sudah terdaftar jelas identitasnya.

“Siapa pun yang ingin mencairkan dana JHT tidak bisa sembarangan. Harus datang sendiri, dengan identitasnya yang betul-betul lengkap. Jadi tak ada peluang sedikitpun bagi yang lain untuk bisa memalsukan klaim JHT yang bukan miliknya,” jelas Whendri, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Rabu (22/11).

Menurutnya, pemalsuan klaim JHT yang dilakukan oleh beberapa orang di Gambir, Jakarta, kemarin itu hanya ingin mencoba-coba saja, namun saat diperiksa identitasnya yang bersangkutan ketahuan telah mencoba untuk memalsukan identitas yang ada.

“Alhamdulillah, hingga saat ini di Tanjungpinang, yang mencakup empat kabupaten dan lima kota ini diantaranya, Bintan, Lingga, Natuna, Anambas, dan Tanjunginang, tidak pernah sama sekali ditemukan kasus pemalsuan klaim JHT, seperti yang terjadi di Jakarta, belum lama ini,” tegasnya.

Ia menuturkan berdasarkan PP nomor 46 tahun 2015, yang kini direvisi menjadi PP nomor 60 tahun 2015, sangat jelas bahwa persyaratan yang harus dilalui untuk bisa melakukan pencairan JHT diantaranya, memiliki E-KTP, Kartu Keluarga (KK), serta surat pengalaman kerja yang harus disertakan untuk klarifikasi.

“Semuanya harus jelas. Tidak hanya melihat dari sisi kelengkapan yang dimiliki, namun dalam proses klarifikasi kita juga akan menanyakan semua yang terkait dengan identitasnya. Termasuk, dengan perusahaan di tempatnya bekerja,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar jangan coba-coba berani memalsukan klaim JHT untuk mendapatkan hak yang bukan miliknya. Sebab nantinya pasti akan ketahuan, karena sistem yang dimiliki untuk klarifikasi pencairan JHT sudah terintegrasi, dengan ketat. (cr20)

Ngunduh Mantu Kahiyang-Bobby akan Menampilkan Kebudayaan Sumut

0
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution menjalani ijab qobul di gedung Graha Saba Buana, Rabu (8/11). (Ari Purnomo/Jawapos.com)

Acara ngunduh mantu putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Kompleks Setia Budi Indah, Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada 24-26 November memiliki arti penting bagi dunia pariwisata.

Tanpa bermaksud menepikan nilai-nilai sakral di dalamnya, ngunduh mantu itu bakal menjadi ajang promosi yang tepat untuk pariwisata Sumut.

Salah satu yang paling nyata adalah wisata budaya. Dalam acara nanti, keluarga Jokowi akan diarak menggunakan sado dari gedung Medan International Convention Center (MICC) menuju lokasi resepsi.

“Sangat pariwisata!” kata Menpar Arief Yahya.

“Sama dengan prosesi pernikahan di Solo lalu, semua yang berunsur cultural Jawa dan sangat pariwisata dipromosikan dengan serius. Pak Presiden Jokowi sangat sadar promosi pariwisata,” kata Menpar Arief.

Sementara itu, Kahiyang dan Bobby akan menaiki becak motor yang sudah dihias.
Simulasi kirab budaya pun sudah digelar aparat gabungan TNI dan Polri, Selasa (21/11).
Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Somantri melihat langsung simulasi itu.

Kirab dimulai di gedung MICC menuju lokasi resepsi melalui ring road yang berjarak sekitar dua kilometer.
Paulus bahkan tidak segan-segan mencoba sado dan mengikuti arak-arakan dalam geladi bersih itu.

Sementara itu, Kasat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Zulfikar yang berperan sebagai Jokowi juga menaiki sado.

Paulus mengatakan, ngunduh mantu Kahiyang-Bobby akan menampilkan kebudayaan Sumut.

“Kami bersepakat rangkaian perkawinan yang ada unsur budaya. Sangat membahagiakan ada penampilan adat budaya. Artinya, budaya milik bangsa di Sumut harus ditampilkan,” ucap Paulus.

Kirab budaya juga melibatkan 15 delman yang khusus didatangkan dari Berastagi, Kabupaten Karo. Salah satu kusir bernama Santo Sembiring mengaku sangat bangga bisa dilibatkan dalam acara besar itu.

“Dengan dilibatkan dalam pesta ini, paling tidak kami berkesempatan mempromosikan wisata Berastagi. Sekalian kami bisa promosikan sado Berastagi, Bang,” tutur Santo.

Sementara itu, Jokowi dan Iriana juga diagendakan menaiki shuttle car bermotif ulos.

“Shuttle car sudah dimodifikasi. Seluruh bodi dipasang stiker motif ulos Mandailing. Normalnya muat sepuluh orang. Namun, ada permintaan dipasang meja di tengah. Muatnya jadi enam orang,” ucap Manajer Operasional Ring Road City Walks Abu Bakar Sidik.

Dia menambahkan, shuttle car itu memiliki nilai budaya dan nasionalisme. Sebab, di bagian depan kendaraan dipasang simbol Garuda berwarna emas. (*)

GenPI: Generasi Zaman Now

0

Minggu (26/11/2017) Generasi Pesona Indonesia (GenPI) bikin gebrakan lagi. Kalau sebelumnya Kids Zaman Now yang peduli dengan pariwisata ini sukses melakukan kopdar yang sarat kegiatan positif yaitu Pasar Karetan di Kendal, maka kini event yang sama dengan konsep yang berbeda akan dibesut di tiga lokasi pasar sekaligus.

Tiga lokasi tersebut adalah: Pasar Pancingan di Lombok diselenggarakan oleh GenPI NTB; di Pasar Baba Boen Tjit di tepian Sungai Musi, Palembang oleh GenPI Sumsel; dan terakhir di Pasar Siti Nurbaya di Padang oleh GenPI Sumbar.

Konsep kegiatan offline ini bisa dibilang baru, karena selama ini format kegiatan GenPI lebih banyak fokus pada kegiatan online di media sosial dengan memposting destinasi wisata, calender of event, atau kebijakan kepariwisataan, dan setiap hari menjadi Trending Topic di Twitter.

Event berkonsep pasar ini hampir semua aktivitasnya bersifat offline dan bertujuan mengajak netizen, termasuk para followers, subscribers, friends dari para awak GenPI untuk ikutan bergabung di satu tempat secara rutin setiap Minggu Pagi.

Memang saya selalu berpesan kepada teman-teman GenPI agar selalu inovatif dan selalu fresh dalam menyelenggarakan kegiatan aktivasi komunitas. Kenapa begitu? Karena karakteristik anak-anak milenial memang suka yang inovatif. Agar komunitas GenPI ini tetap relevan, sustainable, dan mampu menarik sebanyak mungkin followers dan friends maka setiap acaranya harus selalu mengandung unsur kebaruan.

Saya sering menyebutnya 2C, yaitu Creative Value dan Commercial Value. Pertama, creatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial, dari soal desain, angel, pemilihan kata, interaktif di medsos, sampai mengemas event. Kuncinya, harus selalu fresh dan kekinian.

Kedua, event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar. Saya jelaskan ke anak-anak GenPI, dalam bisnis itu ada operational return dan non operational return. Di event seperti pasar-pasar itu, komposisinya 70-85% untuk masyarakat, 15-30% untuk menghidupi komunitas GenPI. Angka itu memang tidak terlalu besar bagi GenPI, yang besar justru di data customer di non operational returnnya.

Sekilas GenPI
Ide kelahiran GenPI sesungguhnya spontan saja. Semula GenPI dibentuk sebagai bagian tim pemenangan kompetisi World Halal Tourism Award (WHTA) tahun 2015 dan 2016. GenPI yang pertama adalah GenPI Lombok Sumbawa yang saya resmikan pada tanggal 3 Oktober 2016 di hotel Lombok Raya, kota Mataram. Tak lama setelah dibentuk, GenPI langsung membuktikan kontribusinya dengan ikut menyukseskan vote kompetisi WHTA. Dan tak dinyana, hasilnya sungguh luar biasa. Indonesia berhasil memenangkan 12 penghargaan bergengsi tersebut dari 16 kategori yang dikompetisikan.

GenPI pula yang ikut berjasa memviralkan vote video Wonderful Indonesia di ajang UNWTO Award. Setiap hari kita bikin trending topic di medsos dan hasilnya tak kalah luar biasa, dua kategori bergengsi kita menangkan sekaligus. Terakhir, GenPI kembali berperan dalam memenangkan polling online di laman Dive Magazine. Hasilnya, majalah pariwisata dunia asal Inggris itu lagi-lagi menobatkan Indonesia sebagai destinasi nomor satu di dunia selama dua tahun berturut-turut.

Setelah GenPI, kita juga mulai membantuk Generasi Wonderful Indonesia atau disingkat GenWI yang mirip dengan GenPI. Kalau GenPI memproduksi foto-foto, video, grafis, text story yang bagus dari destinasi wisata dan calender of events, GenWI membantu memviralkan di mancanegara. Pasar utama GenWI adalah wisatawan mancanegara di originasi tempat mereka tinggal. Jadi, GenPI lebih fokus ke destinasi, sedangkan GenWI lebih fokus ke originasi.

GenPI/GenWI merangkul volunteer dari berbagai kalangan komunitas yang bergerak mempromosikan pariwisata berbasis digital. Pembentukan GenPI/GenWI merupakan salah satu bentuk komitmen Kemenpar untuk menghidupkan media sosial di kalangan anak-anak muda Indonesia. Apalagi untuk memenangkan pasar pariwisata dunia, Indonesia harus menguasai dunia digital. Seperti yang sering saya katakan, the more digital, the more personal. Semakin digital, saya meyakini bisa menyentuh satu-persatu konsumen secara personal.

GenPI/GenWI merupakan generasi milenial yang mempunyai kemampuan lebih dalam dunia internet. Mereka adalah generasi milenial berbasis komunitas yang memililiki aktivitas rutin dan aktif dalam mempromosikan Pariwisata Indonesia baik melalui blog atau medsos kepada masyarakat luas. Mereka getol dan tidak henti-hentinya menggunakan jari mereka untuk pariwisata Indonesia. Passion mereka memang di pariwisata. Setiap hari mempromosikan tema-tema pariwisata di Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, WeChat, Weibo, Line, Path, dan platform medsos lainnya.

Karena common interest yang sama, mereka bisa kita andalkan untuk mempromosikan destinasi dan event-event pariwisata di tanah air. Mereka sudah menjadi evangelist dan advocator bagi dunia pariwisata Indonesia. Berbagai aktivasi digital bisa dilakukan, seperti lomba baik foto sosmed, vlog dan blog yang terbukti efektif memviralkan promosi pariwisata yang selalu kita gencarkan.

Agar peran mereka lebih efektif, saya mendorong anggota GenPI untuk menjadi entrepreneur terutama di destinasi tempat mereka tinggal. Kita sudah menyediakan platform ITX sebagai online marketplace yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh ekosistem industri pariwisata. Melalui ITX ini, GenPI bisa berkolaborasi untuk menjual paket wisata via online dan ini gratis. Mereka bisa ambil bagian menjadi tour operator, penyedia oleh-oleh, pengelola homestay, menjual paket-paket wisata, dan sebagainya. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Digital Influencer
Dalam konteks strategi media yang sering saya sebut Paid, Owned, Social Media dan Endorser (POSE), GenPI/GenWI merupakan Endorser. Sementara kalau kita melihatnya dari konteks strategi Pentaheliks: Academician, Business, Community, Government, Media (ABGCM), GenPI/GenWI masuk dalam kelompok Community dan sekaligus Media (sosial).

Terkait dengan strategi POSE, saya ingin memberikan catatan sedikit mengenai posisi dari GenPI/GenWI ini. Dalam strategi komunikasi dikenal apa yang disebut Celebrity Endorser dan Digital Influencer. Saya lebih cenderung mengelompokkan GenPI/GenWI ke dalam Digital Influencer. Sedangkan penggunaan Celebrity Endorsers kita jalankan dengan menyewa artis (salah satunya Pevita Pearce) atau melalui kerjasama co-branding dengan 21 artis entrepreneur yang kita tandatangani MOU-nya beberapa waktu lalu.

Apa bedanya Celebrity Endorser dan Digital Influencer? Kalau Celebrity Endorser umumnya adalah pesohor (umumnya artis, penyanyi, komedian, dan lain-lain) yang dikenal luas di masyarakat. Sementara Digital Influencer tak harus sosok yang dikenal luas, namun mereka tetap memiliki followers, fans, friends (3F) yang mungkin kecil tapi sangat solid dan powerful pengaruhnya.

Dari sisi credibility dan trustworthy, Digital Influencer lebih ampuh dari dari Celebrity Endorser. Kenapa? Karena ada Celebrity Endorser yang kita sewa (paid endorser) untuk mempromosikan brand Wonderful Indonesia. Sementara Digital Influencer seperti GenPI umumnya mempromosikan pariwisata di daerah masing-masing bukan karena dibayar tapi kesukarelaan. Jadi sifatnya mereka adalah relawan. Karena tidak dibayar maka dengan sendirinya Digital Influencer memiliki authenticity, credibility, dan trustworthiness yang lebih baik dibanding Celebrity Endorser. Pada prinsipnya siapa yang lebih banyak menghasilkan User Generated Content (UGC), merekalah yang memiliki credibility dan trustworthy yang lebih tinggi.

Perbedaan ketiga adalah dari sisi engagement. Digital Influencer lebih engaging dari Celebrity Endorser. Kenapa? Karena umumnya komunikasi Celebrity Endorser dengan audience-nya bersifat satu arah. Sementara komunikasi antara Digital Influencer dengan 3F-nya bersifat dua arah dan sangat interaktif melalui “comment”, “like”, dan “share”. Tak hanya itu Digital Influencer umumnya adalah content creator, sehingga connection dan engagement mereka dengan para 3F-nya sangat kuat dan solid.

Lalu impactful mana Celebrity Endorser dibanding Digital Influencer. Untuk melihatnya saya menggunakan konsep 3R yaitu: Reach, Relevance, Resonance. Reach artinya seberapa besar audience yang bisa dijangkau. Relevance artinya seberapa relevan pesan yang disampaikan ke audience. Dan Resonance artinya seberapa ampuh sebuah pesan menghasilkan viral (ripple effect) kepada audience-nya.

Kalau dari sisi Reach tentu saja Digital Influencer kalah dibandingkan Celebrity Endorser. Namun dari sisi Relevance dan Resonance, dalam banyak kasus Digital Influencer lebih unggul dibanding Celebrity Endorser. Tapi kita tentu tidak perlu membandingkan peran kedua strategi ini secara hitam-putih. Keduanya memiliki advantages dan disadvantages masing-masing dan kita harus secara cerdas menggunakannya mengacu kepada advantages dan disadvantages tersebut agar kita menghasilkan strategi komunikasi yang terbaik dan paling efektif .

****

Beberapa minggu terkahir ini saya mendapat pencerahan dari dua tulisan yang viral di jagat online. Pertama adalah konsep “Leisure Economy” yang ditulis oleh Yuswohady. Yang kedua konsep “Esteem Economy” yang ditulis oleh Prof. Rhenald Kasali. Yang membuat saya bungah dengan dua tulisan tersebut adalah bahwa keduanya membawa impact yang sangat positif kepada apa yang kita perjuangkan selama ini yaitu dunia pariwisata Indonesia.

Tulisan yang pertama meyakinkan kita bahwa leisure kini memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. “Liburan telah menjadi kebutuhan pokok seperti layaknya sandang, pangan, papan, dan wifi,” ujar Yuswohady. Di samping itu pola konsumsi konsumen Indonesia kini mulai bergesar: dari memiliki “goods” menjadi mendapatkan “experience” termasuk di dalamnya experience dari berliburan.

Sementara dari tulisan Prof. Rhenald saya mendapatkan insight menarik, bahwa self-esteem atau pengakuan dari peers (3F) kini menjadi faktor yang sangat pentung dalam membentuk perilaku konsumen. Tulisan Prof. Rhenald inilah yang paling bisa menjelaskan pidato saya yang menjelaskan apa yang dilakukan GenPI di Lombok, bahwa destinasi yang dibuat GenPI memenuhi “selera baru” generasi milenial yaitu destinasi yang instagramable, dan kemudian menjadi trending topic.

Dengan kata lain, GenPI telah berhasil memenuhi kebutuhan pengakuan (self-esteem) dari wisatawan. Artinya passion dan kesukarelaan GenPI untuk mempromosikan pariwisata bukan didorong oleh pertimbangan finansial tapi terutama oleh faktor untuk mendapatkan pengakuan atau self-esteem.

Sukses selalu buat rekan-rekan GenPI semua! Salam GenPI, Salam GenWI! Gasss!!!

Salam Pesona Indonesia!!!

 

Oleh Arief Yahya
Menteri Pariwisata RI

Mantan Wabup Itu Meninggalkan Banyak Kesan

0
Jenazah Imalko tiba di kediamannya di di jalan DKW Mogh Benteng Ranai. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Kabar duka mantan wakil Bupati Natuna, Imalko periode 2011-2016 yang meninggal di Tanjungpinang, Selasa (21/11), disambut isak tangis setelah jenazah tiba di rumah duka di Ranai, Natuna sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu (22/11). Jenazah diterbangkan langsung dari Batam.

Kabar duka tersebut mengejutkan, karena almarhum sebelumnya tidak pernah merasakan keluhan sakit. Bupati Natuna Abul Hamid Rizal dan wakil Bupati Natuna Ngesti Suprapti terlihat ikut melayat untuk memberikan penghormatan terkahir.

Sebagai kalangan masyarakat Natuna, Imalko dikenal sosok pemuda yang ramah. Peduli akan lingkungan dan terutama persoalan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Imalko juga dikenal penggiat olahraga, bahkan mendirikan persatauan pesebak bola sebelum memulai karir politik.

Imalko juga sebagai perintis berdirinya Partai Demokrat di Natuna. Dan pernah dipernah dipercayakan menduduki jabatan Wakil Ketua II DPRD Natuna periode tahun 2009-2014 dan akhirnya terpilih sebagai wakil Bupati Natuna berpasangan Ilyas Sabli dalam pemilu kepala daerah tahun 2011 hingga 2016.

Imalko semasa hidup juga pemuda yang mencintai permainan tradisional gasing dan hobi berburu babi hutan mengisi waktu lenggang dari rutinitas sebagai wakil Bupati. Imalko juga meninggalkan empat orang anak. Kini masyarakat Natuna kehilangan sosok pemuda yang sukses dan memberikan peran dalam membangun daerah.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Pemerintah Kabupaten Natuna mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya berpulangnya mantan wakil Bupati Natuna perionde 2011-2016. Menurutnya, Imalko adalah pemuda yang memiliki potensi dalam mengisi pembangunan daerah. Suskes dalam berpolitik dalam usia yang masih muda.

“Almarhum adalah sosok pemuda yang berpotensi sebagai generasi pemimpin daerah, tapi segala urusan sudah ditentukan. Natuna sangat kehilangan sosok pemuda yang sukses berpolitik, teman dan keluarga,” ungkap Hamid Rizal.

Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra yang turut memberikan penghormatan di rumah duka, mengatakan, semasa hidup Imalko pernah bersama-sama mengisi peran penting dalam kepemimpinan DPRD periode 2009-2014. Meski berbeda partai politik, hubungan pribadi sangat dekat. Diakui Candra, kabar duka berpulangnya Imalko dari Tanjungpinang
sempat tidak disangka. Dan tidak yakin akan kebenaran berita duka mantan wakil Bupati tersebut. Karena sebelumnya tidak pernah mengeluhkan sakit.

Candra menceritakan, semasa masih menjabat wakil ketua II DPRD. Imalko tidak pernah bersikap aneh dan patuh pada aturan DPRD. Tidak pernah neko-neko setiap rapat dan keputusan sidang. Kami sangat kehilangan pemuda yang baik dan berjiwa sosial,” ungkap Candra.(arn)

Cara Mudah Hitung Pemakaian Air ATB Batam

0

Pelanggan ATB, Anda bisa menghitung sendiri tagihan air yang telah digunakan dengan cukup mudah.

Pelanggan hanya perlu mengkalkulasikan jumlah air yang digunakan dengan harga yang sudah ditentukan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam No 7 Tahun 2011.

“Penghitungan pemakaian air bersih yang digunakan sangat mudah, dimana tagihan air per 10 meter kubik memiliki harga yang berbeda-beda, tinggal di sesuaikan dengan jumlah yang di pakai dengan tarif yang berlaku,” ujar Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Rabu (22/11)

Enriqo melanjutkan, setelah menjumlahkan setiap kubik air yang digunakan, pelanggan tinggal menambahkan biaya faktur/administrasi sebesar Rp3.000 dan biaya pemeliharaan meter air. Biaya pemeliharaan meter air berbeda untuk setiap ukuran diameter meter air, maupun untuk setiap golongan pelanggan ATB.

Begitu juga dengan tarif air bersih yang ditentukan ke pelanggan, memiliki aturan tarif berbeda untuk setiap kubikasi sesuai dengan klasifikasinya.

Seperti contoh penghitungan tarif air golongan 2D Rumah Tangga A. Golongan pelanggan tersebut ditetapkan sebesar Rp 2.000 untuk pemakaian air 0-10 m3, Rp2.530 untuk pemakaian 11-20 m3, Rp5.650 untuk pemakaian 21-30 m3 dan 31-40 m3 sebesar Rp 8.425, besar dari 40 m3 sebesar Rp 9.750.

Apabila pelanggan menggunakan air sebanyak 20 m3 selama satu bulan, pelanggan tersebut akan membayar tagihan sebesar Rp58.300. Dengan perhitungan perincian sebagai berikut, pelanggan akan dikenakan biaya pemakaian air Rp2.000×10 m3 pertama yakni Rp20.000 dan 10 m3 kubik kedua senilai Rp2.530×10 m3 sebesar Rp25.300.

“Selain biaya pemakaian air, ditambahkan juga dengan biaya faktur/administrasi Rp 3.000, dan biaya pemeliharaan meter air Rp 10.000 untuk golongan rumah tangga 2D dengan ukuran meter air 0,5 inchi,” jelas Enriqo.

Sejumlah pelanggan memanfaatkan pelayanan di kantor pelayanan ATB Sukajadi beberapa waktu lalu. Pelanggan bisa menghitung pemakaian air dengan mudah sebelum membayar tagihan.

Penghitungan yang dicontohkan tersebut merupakan penghitungan pembayaran tagihan ATB secara normal, bukan pembayaran tagihan air yang mengalami tunggakan. Apabila ada tunggakan, pada tagihan tersebut akan ditambahkan lagi denda sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.

Sementara, untuk klasifikasi golongan yang saat ini berlaku di ATB mulai dari golongan 2D rumah tangga A, golongan niaga, Industri, Pelabuhan Laut dan Udara pasti akan membayar lebih tinggi dibanding golongan rumah tangga A.

Sebaliknya, golongan sosial umum dan sosial khusus akan membayar tagihan yang lebih rendah. Hal tersebut dikarenakan golongan rumah tangga dan sosial masih diberi subsidi oleh ATB.

“Jadi apabila pelanggan menggunakan air dengan jumlah yang sama, namun tagihannya akan berbeda bila pelanggan memiliki golongan atau klasifikasi yang berbeda,” pesan Enriqo. (*)