Bandara Internasional Hang Nadim terus berbenah meningkatkan fasilitas dan pelayanannya. Tampak sejumlah kendaraan antre menaikkan penumpang yang baru keluar dari pintu kedatangan, Selasa (25/7). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menunda proses tender pembangunan Bandara Hang Nadim. Saat ini BP Batam tengah mempersiapkan masterplan baru untuk Hang Nadim dan direncakan selesai awal tahun depan.
“Prosesnya kita tunda sampai dapat konsep pengembangan Batam sebagai kota aeromarinetropolis. Bersabarlah, teman-teman di Deputi II tengah selesaikan konsep masterplan bandara,” ujar Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (16/11).
Sebagai Deputi III, Dwi mengaku Hang Nadim memang masuk dalam ranah kedeputian III, tapi hanya sebatas operasional saja.”Seperti mendatangkan mobil pemadam baru. Pengembangannya ada di kedeputian II. Master plan disusun sama mereka,” ungkapnya.
Dwi juga mengatakan BP Batam dibawah kepemimpinan baru mencoba mencari skema kerjasama dengan pihak kedua untuk mengembangkan bandara.”Termasuk kepada yang jago bagaimana mengurus bandara dan pelabuhan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan ditengah penyusunan masterplan bandara yang baru, pihak Garuda Maintenance Facility sudah semakin dekat untuk benar-benar menginvestasikan dananya di bandara.
“Memang belum sampai dalam tahap i23J, namun mereka sudah sepakat untuk joint venture (patungan,red) kembangkan pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Batam,” katanya.(leo)
Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat di pelabuhan Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengaku senang setelah pembagian tugas antara BP Batam dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam pengelolaan pelabuhan tercapai.
“Setelah membenahi tumpang tindih kewenangan dengan Kemenhub, maka Senin akan ditindaklanjuti,” katanya di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (16/11).
Dengan demikian BP Batam dapat melakukan tugasnya di pelabuhan tanpa ada gesekan dengan pihak lain.
Sejumlah tugas BP Batam berfokus kepada bisnis antara lain adalah menyediakan lahan di daratan dan di perairan pelabuhan. Kemudian menyediakan dan memelihara penahan gelombang, kolam pelabuhan, alur pelayaran masuk pelabuhan dan jaringan jalan, menjamin keamanan, ketertiban serta kelestarian di pelabuhan, menyusun rencana induk pelabuhan, menjamin kelancaran arus barang dan melakukan perjanjian kerjasama dengan pemegang izin usaha Badan Usaha Pelabuhan yang telah memenuhi persyaratan dan mengusulkan tarif .
Sedangkan Kemenhub berperan untuk urusan keselamatan pelayaran saja.”Tapi kami tak bisa sendiri mengembangkan Batuampar. Kami akan coba cari cara yang paling baik nanti,” ungkapnya.
Disamping itu, Dwi mengaku tengah berkomunikasi secara intensif dengan pengusaha pelayaran mengenai apa yang bisa BP Batam bantu untuk meningkatkan usaha mereka.
“Kami buka komunikasi lagi. Dan meminta masukan apa yang bisa gairahkan mereka,” pungkasnya.(leo)
Ketua panitia, Nurhuda (dua dari kiri) bersama pengusaha dan perwakilan Bank Indonesia, bersama-sama menabuh gendang tanda di bukanya Pesta Wirausaha Batam 2017, di gedung Bank Indonesia cabang Kepri, Kamis (16/11). F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
batamops.co.id – Pesta Wirausaha Batam 2017 merupakan kegiatan ke empat yang rutin digelar setiap tahunnya oleh komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA), bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Dinas Pariwisata Kota Batam. Kegiatan ini resmi dibuka, Kamis (16/11) dan akan berlangsung hingga Minggu (19/11).
Ketua pelaksana Pesta Wirausaha (PW) Batam 2017, Nurhuda Wiyanto mengatakan, pesta wirausaha adalah program bersama dari 61 TDA yang ada di Indonesia dan 4 TDA mancanegara (Singapura, Hongkong, Mesir, Australia), dimana pembukaan PW tahun ini diawali di Kota Batam.
“Batam sebagai kota pertama pelaksana PW tahun ini, dan akan disusul 64 kota/kabupaten, serta negara lainnya,” terang Nurhuda.
Sebagai wadah terbesar bergabungnya para wirausahawan Indonesia, TDA bermaksud untuk membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.
“Dan PW ini salah satu kiat kami dalam mendorong semangat calon pengusaha maupun pengusaha baru hingga pengusaha yang sudah berjalan lama, agar tetap optimis berwirausaha,” ungkapnya.
Hal ini sejalan dengan proses menjaga stabilitas perekonomian dalam pengembangan usaha kecil yang sehat, yang dilakukan Bank Indonesia melalui bidang pengembangan ekonomi.
“Tugas kami salah satunya untuk menggenjot peningkatan UKM agar relatif sama dengan negara tetangga yang lebih maju,” terang kepala tim pengembangan ekonomi BI cabang Kepri, Rino Is Triyanto.
Dijelaskannya, saat ini jumlah UKM di Indonesia hanya sebesar 3,1 persen dibanding jumlah penduduk yang ada.
“Di negara maju, persentase ini minimal 5 persen ke atas. Maka itu diperlukan program-program dalam mendorong semangat masyarakat agar tidak ragu berwirausaha,” papar Rino.
Pesta Wirausaha Batam 2017 yang berlangsung selama 4 hari tersebut, dibagi dalam 2 kegiatan yakni seminar di Gedung Bank Indonesia mulai 16-17 November, dilanjutkan dengan Expo di Alun-Alun Engku Putri 18-19 November.
“Sejauh ini, jumlah peserta seminar maupun peserta expo sudah mencapai target yang dicanangkan penyelenggara. Diharapkan, kegiatan PW ini sukses membentuk pengusaha-pengusaha baru yang mumpuni,” tutup Nurhuda. (nji)
batampos.co.id – Sekolah Harvard di Pasar Melayu, Batuaji, tidak mau ketinggalan mengikuti kegiatan jalan santai yang diadakan Orchard Park Batam bersama Batam Pos, Minggu (26/11).
Sekolah yang berdiri 2013 lalu ini, terbilang masih baru. Untuk itu, pihaknya antusias mengikuti acara bernama Orchard Park’s Fun Walk 2017 yang berkesempatan untuk berolahraga sekaligus memperkenalkan sekolahnya.
“Yang jelas untuk seru-seruan dalam kebersamaan, sekaligus memperkenalkan Sekolah Harvard agar lebih banyak dikenal masyarakat Batam. Apalagi acara ini banyak diikuti kalangan masyarakat dari mana saja,” ujar kepala sekolah TK dan SD Sekolah Harvard, Kartina, Kamis (16/11).
Dalam kegiatan tersebut, Sekolah Harvard akan mengirimkan 32 peserta yang terdiri dari 25 siswa dari kelas 3-4 SD, dan 7 guru. “Tidak tertutup kemungkinan akan bertambah lagi,” sebutnya.
Ia mengharapkan, kegiatan ini bisa memberikan dampak efektif bagi anak-anak dalam mengamalkan hidup sehat dengan berjalan kaki.
“Semoga acara ini rutin diadakan, dan digratiskan buat sekolah-sekolah karena membantu menunjang pendidikan anak di bidang olahraga dan kesehatan,” tutup Kartina. (nji)
Sejumlah anggota DPRD Batam memberikan selamat kepada Helmy Helminton menjadi Wakil Ketua DPRD Batam Ketua saat rapat paripurna dengan agenda usulan pengangkatan Pimpinan DPRD Batam Fraksi Demokrat sisa jabatan 2014-2019, Jumat (8/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun resmi memberhentikan wakil Ketua Komisi III DPRD Batam dan meresmikan pengangkatan Wakil Ketua III baru. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri No 1097 Tahun 2017 tentang peresmian pemberhentian pimpinan DPRD Batam dan peresmian pengakatan pengganti pimpinan sisa masa jabatan 2014-2019.
Ketua Partai Demokrat Kota Batam, Helmy Hemilton membenarkan hal tersebut. Menurutnya, DPRD Batam segera merespon SK gubernur ini dengan melaksanakan rapat Badan Musyawarah (Bamus) penjadwalan paripurna istimewa pergantian unsur pimpinan.
“Sesuai kesepakatan bamus hari ini, paripurna istimewa pada 30 November nanti,” kata Helmy, Kamis (16/11).
Dalam rapat paripurna nanti sekaligus dilaksanakan pengucapan sumpah wakil ketua III yang baru. Jabatan wakil ketua III sendiri diserahkan kepada Helmy menggantikan pimpinan sebelumnya Tengku Hamzah, yang juga politisi dari partai Demokrat.
“Kalau dari partai inginya lebih cepat lebih bagus. Karena sebenarnya ini sudah terlalu lama lantaran tersendat di gubernur. Kita maklumi juga kesibukan gubernur,” kata Helmy.
Terkait persiapan sendiri, ia mengaku tak persiapan khusus. “Wakil Ketua III fokuskannya komisi IV. Kita lebih tekankan masalah anggaran dan pengawasan di mitra kerja komisi IV,” jelasnya.
Wakil Ketua I DPRD Batam, Zainal Abidin membenarkan penjadwalkan paripurna istimewa tersebut.
“Ya baru tentatif,” kata Zainal singkat.
Sementara itu, anggota Banmus, Marlon Brando mengatakan sudah menetapkan rapat perubahan jadwal. Diantaranya termaksud juga memasukkan rencana pelantikan Wakil Ketua DPRD Batam. Namun untuk pelantikan, sifatnya masih tentatif.
“KSekarang Sekwan mau ke pengadilan untuk konsultasi. Kalau tidak ada masalah, pelantikan dilakukan. Jadi tergantung nanti,” kata Marlon. (rng)
Ira, guru SDN 008 Batuaji saat proses belajar mengajar. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pemberian insentif guru swasta bakal diatur lewat peraturan daerah (Perda). Lembaga legislatif pun menyiapkan perda inisiatif agar insentif guru swasta tepat sasaran dan bisa memberikan berkontribusi pada pemerintah daerah.
“Sebelumnya hanya peraturan walikota (perwako), makanya kami ingin mengonversi ke dalam bentuk perda,” kata Riky Indrakari, anggota Komisi IV DPRD Batam, Kamis (16/11).
Menurut Riky, perwako tentang insentif guru tidak mengatur kontribusi sekolah swasta kepada pemerintah daerah. Selain itu, guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah mahal serta memiliki gaji yang sangat tinggi turut menikmati insentif ini.
“Bahkan ada yang uang sekolahnya dibayar dengan dolar tapi masih diberi insentif. Sementara sekolah tersebut sama sekali tidak memberi kemudahan untuk siswa miskin dan bina lingkungan untuk bisa masuk di sekolah tersebut,” terang Riky.
Melalui perda inisiatif inilah nanti diatur tentang penyaluran insentif guru swasta. Sekolah yang sudah mampan tidak diberikan lagi insentif. Sementara penerima insentif harus memberikan kuota 10 persen bagi siswa miskin dan bina lingkungan.
“Naskah akademis perdanya sudah selesai,” ujar Riky.
Perda insentif guru swasta ini, lanjut dia sebenarnya menjadi salah satu prioritas di tahun 2017. Hanya saja karena keterbatasan waktu dan banyaknya perda wajib lain yang harus segera dibahas maka perda ini dilanjutkan kembali di tahun 2018.
“Sudah jauh hari kami usulkan, karena kalau masih perwako ketika tidak dilaksanakan berarti walikota ingkar janji,” teranya.
Insentif sekolah swasta dianggarkan Rp 42 miliar setiap tahun. Dana insentif diberikan Pemko ke seluruh guru swasta di Batam dengan masa kerja lebih dari satu tahun. Setiap bulan seluruh guru swasta mendapat dana insentif Rp 1 juta dari Pemko.
“Kalau lewat perda bisa ditegaskan penerima insentif guru swasta yang bergaji sekian. Kalau gajinya dirasa cukup besar tidak usah lagi. Sementara bagi sekolah swastanya wajib juga menyediakan kuota siswa miskin dan bina lingkungan,” jelas Riky. (rng)
batampos.co.id – Transformasi Hang Nadim jadi logistic airport menjadikan bandara yang memiliki panjang 4.025 meter sebagai hub atau bandara penghubung menuju bandara-bandara yang ada di Indonesia bagian barat.
Mimpi ini akan diwujudkan oleh jajaran pimpinan BP Batam yang baru.
Potensi Hang Nadim menjadi hub ini, didukung oleh berbagai faktor.
“Dan pimpinan BP Batam, sudah berbicara dengan berbagai perusahaan kargo luar negeri terkait hal ini,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis (16/11).
Ia mengatakan bahwa Hang Nadim masih memiliki lahan yang luas. Dari 1.760 haktare lahan yang dimiliki, terisi baru 30 persen. Selain itu letak Kota Batam yang strategis, sangat mendukung program ini.
“Berdekatan dengan negara tetangga,” ucap Suwarso.
Secara umum, Suwarso mengambarkan bahwa nantinya jalur masuknya kargo ke Indonesia itu nantinya akan melalui Hang Nadim lebih dahulu. Tak hanya jalur masuk, tapi juga keluarnya barang-barang di produksi di Indonesia.
“Dari luar negeri, sebelum didistribusikan, melalui Hang Nadim. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Nantinya, kata Suwarso jalur kargo di beberapa bandara di Indonesia bagian barat akan dipindahkan ke Hang Nadim. Bila hal ini terealisasi, Suwarso mengatakan Hang Nadim akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.
“Pastinya, karena pusatnya di sini nantinya,” lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa semua ini dapat terlaksana lancar. Bila semua pihak mendukung penuh. Suwarso meyakini dukungan itu akan didapatkan, karena dapat memacu perekonomian Batam.
“Kami akan bersinergi dengan berbagai instansi dan elemen masyarakat. Baik itu pemerintah ataupun swasta,” ungkapnya.
Logistic Aiport ini, tak hanya akan membangun sektor Industri dan perdagangan saja. Tapi juga sektor pariwisata. Bandara Hang Nadim tak hanya akan membuat pelaku industri atau usaha nyaman. Namun juga para pelancong, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.
Saat ini master plan Bandara Hang Nadim, dalam persiapan sebagai logistic airport sedang digodog. Suwarso menuturkan kemungkinan, pertengahan Desember akan selesai.
“Pimpinan baru sedang mempelajari, dan memberikan masukan,” ungkapnya.
Apakah membangun terminal lebih dahulu atau memperkuat kargo? Suwarso mengatakan pihaknya, masih belum memutuskan itu.
Suwarso
“Nanti setelah pertengahan Desember baru tahu,” ujarnya.
Logistic Ariport ini, mendapat dukungan langsung dari pihak swasta, salah satu pihak Aerolink. Project Manager Aerolink Martinus mengatakan bahwa pihaknya memiliki visi yang sama dengan apa yang dicita-citakan BP Batam.
“Kami akan membuat gudang-gudang yang ditujukan sebagai pendukung industri dan juga bandara. Ke depannya kami juga akan melakukan kerjasama strategis untuk pengembangan daerah kami sebagai logistic central,” ujarnya.
Kawasan Aerolink ini, kata Martinus memiliki berbagai fasilitas. Salah satunya menyediakan beberapa tempat-tempat parkir, untuk menempatkan truk-truk kontainer yang mengangkut barang. Konsep Aerolink adalah pengembangan konsep logistik terintegrasi. Martinus mengklaim bahwa, sistem di Aerolink paling lengkap dan terkini.
“Untuk serah terima dan beroperasi mulai pertengahan 2018,” ungkapnya. (ska)
batampos.co.id – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 885 miliar. Jika dibandingkan dengan APBD tahun ini sebesar Rp 823 miliar, maka terjadi peningkatan sekitar Rp 59 miliar.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas Imran, mengatakan, hal itu diperoleh dari pembahasan alot Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) total keseluruhan Pendapatan sebesar Rp 885 miliar.
“Estimasi pendapatan mengalami kenaikan. Salah satunya ada Silpa, PAD Naik dan Dana Perimbangan yang turun,” kata Imran saat memimpin rapat Paripurna Penyampaian KUA dan PPAS Kamis (16/11).
Imran Ketua DPRD KKA menargetkan pembahasan bisa digelar Senin (20/11) karena pengesahan anggaran 2018 mesti dilakukan sebelum tahun anggaran 2017 berakhir. “Insya Allah akan tepat waktu karena pembahasan akan dilaksanakan secara maraton,” ujarnya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga mengingatkan kepada kepala OPD agar tidak meninggalkan Anambas saat pembahasan belum selesai. “Kami harapkan kepala OPD hadir saat pembahasan,” ungkapnya.
Wakil Bupati KKA Wan Zuhendra mengatakan, dana yang disampaikan riil di lapangan berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Keuangan, namun PMK-nya masih belum keluar. “Dana Bagi Hasil (DBH) mengalami penurunan dari Rp 58 miliar menjadi Rp 28 miliar,” jelasnya. (sya)
Sejumlah lori pengakut bauksit diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (2/10). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Penyidik Reskrim Polres Tanjungpinang, akan kembali memanggil Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepri, Amjon, untuk dilakukan pemeriksaan ulang.
Pemanggilan ini merupakan tahap lanjutan untuk meminta keterangan tambahan pendukung, dikarenakan adanya ketidaksinkronan terhadap keterangan dari para saksi yang sudah diperiksa.
“Kita sudah periksa semua saksi, namun dari keterangan yang diberikan semua hasilnya masih belum sinkron. Untuk itu, kita lakukan jadwal pemanggilan lagi untuk mengambil keterangan tambahan dari dinas ESDM-nya, baik selaku ahli, dan yang mengeluarkan izin,” jelas Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno, Kamis (16/11).
Menurutnya, dalam kasus ini pihaknya akan mengutamakan prinsip kehati-hatian untuk menetapkan tersangka yang menjadi dalang dibalik kasus tersebut.
“Kita masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, karena harus ada penyesuaian dari keterangan pendukungnya. seperti ESDM, PTSP, dan saksi lainnya. Termasuk dari keterangan pemilik bauksit,” terangnya.
Ia menjelaskan dalam penyidikan kasus ini, pihaknya juga akan memperhatikan aspek regulasi melalui Permen nomor 34 tahun 2017, serta UU nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara, sehingga nantinya hasil penyidikan bisa lebih akurat.
Kalau kita hanya menggunakan UU nomor 4 tahun 2009, tentu itu hanya mengatur terkait IUPK atau IUP secara umum. Nah, kita juga harus mendalami Permen ESDM-nya, sehingga pengkajiannya bisa lebih luas,” ungkapnya.
Dwi menyebutkan, pihaknya juga sudah meminta keterangan terhadap PT SM, selaku perusahaan yang memesan langsung biji bauksit tersebut kepada PT AIPP.
“Mereka (PT SM, red) membenarkan bahwa ada memesan bauksit tersebut. Namun, tidak mengetahui terkait masalah perizinan. Mereka hanya tahu pesan bauksit saja, tapi masalah perizinan dari PT AIPP, dengan PT Lobindo tak tahu,” sebutnya.
Ia juga menegaskan pihaknya tentu akan berhati-hati dalam mengungkap kasus tersebut. Ini dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadinya polemik, dikarenakan dalam kasus ini melibatkan banyak pihak dan juga instansi lain.
“yang jelas saat kita mencek ke TKP, saat dilakukannya loading barang itu, tidak ditemukan surat IUP nya,” imbuhnya.
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menegaskan kasus pengangkutan tambang bauksit di Tanjungmoco, hingga kini masih terus berlanjut.
Ia menuturkan pihaknya kini masih terus memeriksa saksi yang diperlukan untuk kepentingan penyidikan, dalam menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
“Kasus ini lanjut dan masih ditangani penyidik,” ujarnya, Kamis (16/11).
Menurutnya, dalam penyidikan ini pihaknya sangat berhati-hati. Pasalnya, dalam proses pemeriksaan kasus tersebut, tentunya melibatkan banyak instansi lain.
“Terkait masalah bauksit, karena berkaitan dengan undang-undang tertentu kita tak boleh sembrono kayak penanganan kasus biasa, karena menyangkut instansi lain. Jadi jangan sampai penyidikan yang kita lakukan ini jadi salah langkah,” imbuhnya. (cr20)
Fahresi Angga Gunawan. F. Dok Pribadi untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Fahresi Angga Gunawan, satu-satunya wasit sepak takraw dari Provinsi Kepri yang bersertifikat S2 (sebutan wasit untuk tingkat provinsi). Tawaran jadi wasit berskala nasional (S1) pun sudah diterimanya. Namun sayang, hasratnya terganjal keterbatasan biaya.
Surat undangan itu datang sebulan lalu, tepatnya 20 Oktober. Dibagian kiri atas kertas itu tertulis, pelatihan wasit Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF).
Ditemui di sudut Kota Bintan Center, pria 33 tahun ini mulai menuturkan keinginan kuatnya mengikuti pelatihan wasit di Palembang, 25 November mendatang. Surat dari Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) itu pun tampak lecek. Mungkin karena sering dibuka tutup lipatannya.
“Kalau saya ada rezeki dan bisa ikut pelatihan itu, berarti saya satu-satunya wasit sepak takraw dari Kepri untuk tingkat nasional,” ujar putra kelahiran Tanjungpinang ini.
Alumni Universitas Islam Riau (UIR) yang juga mengajar pendidikan jasmani (Penjas) di SD 009 Bintan ini menuturkan, melalui jenjang sertifikasi S1 itu, ia dipersiapkan menjadi wasit sepak takraw di Asian Games Palembang 2018.
Untuk itu, ayah dua orang anak ini berharap, bantuan dari pemerintah daerah untuk transportasi dan akomodasi selama pendidikan.
“Pelatihannya tiga hari. Dari tanggal 25 sampai 27 November. Tapi sampai sekarang saya belum ada kepastian. Apakah jadi berangkat atau tidak, karena tak punya biaya,” ucapnya.
Meski bukan berasal dari seorang atlet, tapi Angga sudah menjadi wasit sejak 2009 dan telah mengantongi sertifikat S2. Selain di Kepri, ia sering diundang menjadi wasit di Padang dan Pekanbaru.
“Rencananya kalau saya mengikuti sertifikasi itu, saya akan dipersiapkan main di Asian Games Palembang tahun depan,” ungkapnya.
Angga menjelaskan, keberadaan wasit dalam sebuah pertandingan merupakan salah satu elemen penting. Jika tidak ada wasit, maka sebuah pertandingan tidak akan terlaksana. Dan untuk menjadi seorang wasit, bukan perkara mudah.
“Wasit harus memiliki keahlian khusus dan bertindak adil dalam menjalankan tugasnya. Karena kalau tidak, wasit akan menerima risiko seperti, dicerca suporter dengan teriakan bernada menghina. Bahkan lebih dari itu,” katanya.
Diakui Angga, menjadi wasit selain bertanggung jawab juga harus memiliki kebesaran hati. Krisis kepercayaan terhadap wasit harus diatasi, dengan terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Harapan saya cuma satu. Bisa menjadi wasit nasional dan mengharumkan nama Kepri,” harapnya. (cipi Ckandina)