
batampos.co.id – Ruang publik tebuka yang berhadapan dengan laut adalah tanda istimewa sebuah kota. Sehingga tak ayal jika Laman Boenda di Tanjungpinang jadi ikon tempat bersantai bagi masyarakat, dari pagi sampai ke malam hari.
Sebagaimana yang telah diperkirakan. Ketika Wali Kota Lis Darmansyah meresmikan Laman Boenda di Tepi Laut pascarenovasi lebih dari dua tahun lamanya, area ini langsung memikat hati masyarakat. Fasilitas-fasilitas publik yang terpasang di sana menjadi daya pikat. Lebih dari itu, Gedung Gonggong juga berdiri megah di sana. Gabungan antara lanskap laut, fasilitas yang baik, dan gedung megah sudah lebih dari cukup bagi Laman Bunda mengundang masyarakat berdatangan ke sana.
Jikalau pagi, mereka yang ke sana adalah masyarakat yang hendak berolahraga. Jalanan yang lengang dan pemandangan laut luas menjadi hiburan tersendiri ketika meregangkan otot dan memeras keringat. Lari-lari kecil jadi lebih menyenangkan. Maka jangan heran ketika pagi dan utamanya di akhir pekan, suasana di seputaran Laman Bunda akan sangat ramai dan riang sekali.
Fasilitas olahraga ringan juga terpasang di sana. Di sudut ini, orang-orang sering memanfaatkannya ketika napas sudah pendek melakoni putaran lari. “Jadi ya sambil santai, bisa sambil olahraga di sini,” kata Nurlita.
Siang atau sore, Laman Boenda juga tidak kalah semaraknya. Di sini, bukan lagi masyarakat yang hendak olahraga, melainkan keluarga atau mudi-muda. Mereka yang ke sini pada saat-saat itu ingin bersantai. Sekadar melepas penat setelah kerja sehari atau ingin bermain dengan anak-anak.
Sebagian areanya yang ditata dengan konsep taman semakin memberikan rasa nyaman. Bunganya yang berwarna-warni kerap menjadikan latar belakang berfoto. Nyamannya wilayah taman dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan, tak heran jika Laman Bunda menjadi lokasi yang tak bisa dilewatkan. Tak hanya bagi warga lokal namun utamanya wisatawan.
Apatah tidak, apalagi kenikmatan itu dipadupadankan dengan wisata kuliner di kawasan Melayu Square yang hanya selemparan batu dari sana. Sore atau malam, tak pernah habis pukaunya.
“Kalau malam Senin sampai Kamis lah ya. Gak terlalu ramai memang jadi lumayan juga untuk santai-santai,” kali ini ucap Zul Ramdan yang mengaku tak jarang menghabiskan waktu di Laman Boenda.
Ditambah lagi dengan sentuhan lampu yang belakangan ini, terpasang di setiap bangku taman. “Tadinya memang gelap bangetkan. Sekarang lumayan juga. Jadi lebih terang lampu warna warni pun jadi lebih bagus lagi tamannya,” ucap Zul lagi.
Maka tak heran jika Laman Bunda terus dikunjungi oleh warga. Pada hari-hari biasa apalagi akhir pekan. (aya)




batampos.co.id – Pelan tapi pasti, perpustakaan BP Batam mulai memiliki tempat di minda warga Kota Batam. Mereka secara pribadi maupun kelompok kecil bahkan rombongan besar datang ke perpustakaan yang berlokasi di Batam Center ini.
Perpustakaan BP Batam ini pertama kali dibuka di Hari Bakti ke-37 BP Batam atau tepatnya 26 Oktober 2008. Kala itu, Kepala BP Batam Mustofa Widjaja yang membuka langsung bersama Kepala Perpustakaan Nasional, Daddy P. Rachmananta.
batampos.co.id – Di Jepang, seekor kucing jalanan jadi tersangka utama (dan tunggal pula) atas percobaan pembunuhan terhadap seorang lansia.
batampos.co.id – ”Film-film semacam ini selalu dibuat dalam waktu lama, bergantung apa yang terjadi pada kumis Gal,” canda Henry Cavill, pemeran Superman, seperti dikutip USA Today.
Sepanjang sejarah berdirinya Kemenpar RI, mungkin baru kali ini, suasana press conference dengan Menpar dalam suasana sangat santai. Bahkan boleh dibilang penuh canda, gelak tawa, sarat komedi dan mgakak total. Humor-humor artis itu mengalir dan bikin audience pun ngakak dengan ekspresi dan gaya artis yang penuh acting.