Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 12734

Pelanggan PLN “Dipaksa” Naik Daya

0

MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

Penyederhanaan hanya berlaku bagi pelanggan dengan golongan

  • 900 VA tanpa subsidi,
  • 1.300 VA,
  • 2.200 VA, dan
  • 3.300 VA.

Nantinya, semua golongan tersebut akan ‘dipaksa’ dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA.

Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir menegaskan, pihaknya tidak akan memberi kenaikan tarif dari rencana penyederhanaan tersebut.

Selain itu, perseroan juga akan menanggung biaya penggantian Mini Circuit Breaker (MCB) atau yang biasa kita sebut meteran untuk daya listrik sebesar 1300 – 5500 VA.

“Tidak ada kenaikan tarif dan kita upayanya nantikan ada rencana positif bagi kepentigan masyarakat yang ingin tambah daya mereka ingin tidak membayar. Kami lagi berhitung, permisi dulu sama pak Jonan (Menteri ESDM). Nanti ketentuannya ada. Mudah mudahan bisa dilaksanakan,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/11/2017).

“Jadi misalnya daya 1300 – 5500 VA tidak ada biaya kenaikan. Ganti mcb apa nanti biaya dari PLN niatnya gitu,” tambahnya.

Disinggung soal kemampuan anggaran, PLN mengklaim mampu menanggung biaya penggantian meteran setiap rumah yang memiliki kapasitas 1300 – 5500 VA. Dengan demikian, diharapkan masyarakat bersedia meningkatkan kapasitas daya listriknya.

“Cukuplah, ga banyak,” tandasnya.

Penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi. Golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. (cr4/JPC)

Desember, Ada 4 Titik Pengurusan Paspor di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto memastikan bahwa awal Desember akan diresmikan Unit Layanan Paspor (ULP) Harbourbay, awal Desember tahun ini.

“Bersamaan dengan peresmian MPP (mall pelayanan paspor, red). Presiden resmikan MPP, Menkumham resmikan ULP,” katanya pada Batam Pos, Senin (13/11).

Ia mengatakan saat ini renovasi bangunan untuk ULP ini sudah hampir rampung. Hanya tinggal melakukan sentuhan akhir, dibeberapa bagian. Dibentuknya ULP Harbourbay ini, karena Lucky melihat begitu tingginya permintaan pembuatan atau perpanjangan paspor di Batam.

Dalam sehari bisa, masyarakat yang mengurus paspor mencapai angka ratusan orang. Ia mengatakan antrian via Whatsaap, melayani sebanyak 250 orang dalam seharinya. Selalu penuh setiap harinya. Tak pernah ada jeda.

“Heran juga, selalu banyak dan ramai. Animo masyarakat cukup tinggi,” tuturnya.

ULP Harbourbay ini, kata Lucky awalnya akan melayani hanya puluhan orang. Karena personel imigrasi di sana terbatas.

“Tapi nantinya akan bertambah. Seiring bertambahnya jumlah personel,” ungkapnya.

Ia berharap nantinya ULP Harbourbay dapat mengurangi jumlah antrian masyarakat di Kantor Imigrasi Batamcenter.

Awal Desember, ada empat tempat yang melayani proses ke imigrasian yakni

  1. ULP Harbourbay,
  2. unit layanan di Mall Pelayanan Publik,
  3. unit pelayanan khusus TKI di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
  4. Kantor Imigrasi Batamcenter. (ska)

Farazila Ciptakan Hobi Tenis Meja Jadi Prestasi

0
Farazila Amtar saat bertandi dalam ajang Kejuaraan daerah (Kejurda) 2016 di Batam. Ia berhasil meraih juara tiga dalam ajang tersebut. F. Dokumen pribadi untuk Batam Pos.

batampos.co.id Keseriusan yang berawal dari sekedar hobi menjadi motivasi bagi, Farazila Amtar untuk bisa meraih ukiran prestasi di bidang olahraga tenis meja. Atlet muda berbakat satu ini merupakan salah satu atlet petenis meja putri yang siap berlaga mewakili Kota Tanjungpiang, untuk meraih gelar juara dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda), yang berlangsung di Batam, Senin (27/11) mendatang.

Memiliki usia yang masih terbilang belia, gadis yang akrab disapa Fa,18, ini sudah menyumbangkan segudang prestasi yang patut untuk dibanggakan di bidang olahraga tenis meja.

Diantaranya, berhasil meraih juara 1 dalam ajang O2SN Kota Tanjungpinang tahun 2015, juara 1 Walikota Cup tingkat SMA dan SMK tahun 2017, juara 2 O2SN Provinsi Kepri tahun 2015, juara 3 Kejurda Batam 2017, juara 3 tunggal putri Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), juara 2 ganda putri Popda, dan lainnya.

“Prestasi yang berhasil diraih itu semuanya mewakili Kota Tanjungpinang,” ungkapnya kepada Batam Pos, Jumat (10/11).

Menurutnya ukiran prestasi itu tentunya tidak mudah didapat begitu saja. Semuanya itu bisa berhasil karena dibarengi dengan keyakinan yang kuat serta latihan keras yang betul-betul harus difokuskan.

Wanita berparas cantik ini menceritakan, awal ia menyukai olahraga tenis meja itu sudah dimulai sejak ia duduk di kelas lima SD, melalui hobi yang ditularkan ayahnya yang juga sangat menyukai olahraga tersebut.

Waktu terus berlalu, orang tua semakin mendukung hingga memasukkannya ke salah satu tempat pelatihan tenis meja di Club Nuansa, pada tahun 2011. Disitu, dirinya terus berlatih hingga berani untuk mencoba mengikuti ajang olahraga yang diselenggarakan pemerintah daerah melalui sekolah.

“Keinginan pertama tampil itu karena memberanikan diri. Saya berfikir, untuk apa setiap hari saya terus berlatih, kalau akhirnya tidak berani untuk mencoba tampil. Untuk itu, saya coba tampil dengan mengeluarkan kemampuan yang saya miliki. Alhamdulilah dapat juara 1,” ungkapnya.

Ia mengaku prestasi yang ia dapat saat ini tentunya tak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya yang selalu setia mendukung penuh keinginannya menjadi seorang atlet tenis meja.

Tak hanya itu, dukungan dari pak Mentereng Sakti, serta Muhamad Yunus, selaku pengurus Persatuan Tenis Meja (PTM) Rajawali club yang menjadi tempatnya berlatih saat ini juga menjadi motivasi semangat baginya untuk terus berjuang, agar bisa meraih prestasi lainnya.

“Ayah sering bilang dalam bertanding jangan pernah memikirkan menang atau kalah, yang terpenting harus memberikan permainan yang terbaik. Dan itu yang sampai saat ini saya ingat, dan menjadi pesan yang berharga” ungkapnya.

Mahasiswi semester 1 fakultas Akutansi STIE Pembangunan Tanjungpinang, ini, mengakui saat ini masih banyak kekurangan yang menjadi kendala dari para atlet tenis meja di Tanjungpinang.

Seperti terbatasnya penyediaan tempat latihan, serta minimnya ketersediaan pelatih untuk melatih para atlet hingga betul-betul siap untuk melaksanakan pertandingan dalam segala ajang.

Untuk itu, ia menaruh harapan besar terhadap pemerintah daerah untuk bisa terus mendukung kemajuan atlet yang ada di Tanjungpinang, terkhususnya atlet tenis meja putri yang saat ini hanya berjumlah sedikit.

“Kita berharap, niat untuk bisa mengharumkan Kota Tanjungpinang, dengan prestasi yang dimiliki para atlet bisa didukung dengan maksimal. Seperti penyediaan tempat bertanding, serta ketersediaan pelatih yang betul-betul profesional bisa difasilitasi pemerintah,” imbuhnya. (cr20)

Pemko Buka Pendaftaran untuk Moko

0
Kota Lama jalan Merdeka Tanjungpinang akan ditata sebagai kawasan wisata terpadu. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Mulai hari ini, Senin (13/11) Pemerintah Kota Tanjungpinang membuka peluang bagi pedagang mau masyarakat umum yang ingin memiliki kesempatan untuk berjualan menggunakan Mobil Toko (Moko).

Konsep Moko ini merupakan salah satu konsep yang akan diimplementasikan pada program Tanjungpinang Night Market atau pasar malam di wilayah Kota Lama.

Pemilik toko di wilayah kota lama dan warga di Kelurahan Tanjungpinang Kota, dapat melakukan pendaftaran di Kelurahan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Sementara untuk masyarakat umum, dapat mendaftar ke Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang di Senggarang.

Proses pembelian mobil toko dari batuan CSR ini, pembayaran bisa dilakukan dengan cara kredit. Untuk tiga bulan pertama angsuran akan digratiskan, selanjutnya warga bisa mencicil setiap bulannya,” ujar Lis.

Melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya terfokus di wilayah Bintan Center saja. Tetapi juga berkembang di wilayah Kota Lama.

“Sehingga tingkat perekonomian merata dapat tercipta di Kota Tanjungpinang,” sambung Lis.

Menurut Lis, keberadaan Tanjungpinang night market akan menambah peluang kerja bagi masyarakat di Kita Tanjungpinang. Selain itu, terobosan ini juga membuka ruang bagi UMKM dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), dengan menggunakan mobil toko, dengan begitu, Kota akan terata rapi dan akan menghidupkan kembali perekonomian di wilayah Kota Lama. (aya)

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

0
Kota Lama jalan Merdeka Tanjungpinang akan ditata sebagai kawasan wisata terpadu. Dikawasan ini juga akan dibuat pasa malam Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan mengubah Kawasan Kota Lama menjadi pasar malam. Dipastikan pasar malam ini tidak sampai menghambat aktivitas ekonomi sehari-hari. Sebab jam operasionalnya sudah ditentukan.

“Nanti dibuka dari jam lima sore sampai jam 12 malam. Jadi tidak sampai mengganggu aktivitas siang harinya,” ungkap Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Minggu (12/11)

Untuk penempatan mobil toko (moko), sambung Lis, akan difokuskan sepanjang ruas jalan Merdeka hingga jalan Teuku Umar. Setidaknya, akan ada lebih dari 70 moko yang ditempatkan di sana. Usaha yang boleh dibuka juga bervariasi. Namun, Lis mengingatkan, tidak boleh ada yang menjual makanan basah dan belum diolah.

“Hanya diperbolehkan menjual makanan yang sudah dikemas, bukan memasak di tempat, contohnya masak nasi goreng, mie goreng, dan sebagainya. Rencananya, pedagang yang menjual makanan basah, akan kita tempatkan di lokasi parkir eks bioskop gembira,” terang Lis.

Untuk moko ini, lanjut Wali Kota, warga diberi kesempatan untuk ikut dalam program ini. Namun yang menjadi prioritas pemilik toko di wilayah Kota Lama dan warga di Kelurahan Tanjungpinang Kota. Ia berharap, 2020 mendatang, seluruh pedagang kaki lima sudah berjualan fortabel dengan menggunakan moko. Ke depan secara bertahap, pemko juga akan membenahi pasar baru dan menghidupkan kembali Bestari Mall.

“Mudah-mudahan upaya untuk menata kota dan meningkatkan perekonomian di Kota Tanjungpinang dapat terwujud. Tentu, ini harus ada dukungan dan keterlibatan masyarakat di Kota ini,” ucapnya.

Terobosan program Tanjungpinang Night Market diyakini akan memberi dampak secara langsung terhadap pembangunan ekonomi masyarakat dan kepariwisataan daerah.

Sekretaris Daerah Riono menambahkan, wisatawan asing yang datang ke Tanjungpinang bisa diajak menikmati suasana malam di kawasan kota lama.
Apalagi Pemko Tanjungpinang sudah menerapkan, bagi tamu yang akan melakukan kunjungan kerja, diwajibkan untuk menginap satu malam di Tanjungpinang. “Ini sebagai upaya, agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat, seperti, hunian hotel meningkat, pengunjung restoran meningkat, transportasi meningkat, bahkan akan berdampak positif bagi perkembangan UMKM di Kota ini,” ucapnya. (aya)

 

 

BP Batam Prioritaskan Lahan untuk Sekolah

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memprioritaskan alokasi lahan untuk kebutuhan sekolah, khusunya sekolah kesehatan.

“Sekolah adalah instrumen penting, jadi nanti alokasi lahan untuk sekolah akan diprioritaskan,” ujar Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Sabtu (11/11).

Banyak masyarakat yang menghendaki agar BP Batam memberikan lahan untuk sekolah. Contohnya di Batuaji. Menurut warga Batuaji, Tumbur, belum ada sama sekali sekolah menengah atas (SMA) disana.”Sehingga susah dari dulu,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Lukita mengatakan untuk membangun sekolah, pihaknya harus duduk bersama dengan Pemko Batam. Pasalnya alokasi lahan sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Dan jika kebutuhan lahan untuk sekolah menyerempet lahan yang telah dialokasikan, maka BP Batam akan berdiskusi dengan pemilik lahan. “Komitmen saya kalau di BP pasti akan kasih itu,” tegasnya.

Selain itu, sekolah khusus kesehatan dipandang penting karena merupakan salah satu sektor potensial untuk dikembangkan di Batam. Dan ia menyadari bahwa Batam perlu berbenah untuk mewujudkannya.

“Rumah Sakit BP Batam masih merah rapornya. Jadi harus benahi manajemen operasionalnya terlebih dahulu. Tapi yang pasti akan menjadi kebutuhan nantinya,” ungkapnya.

Meskipun memiliki niat mewujudkannya, tapi BP Batam juga terbentur jumlah lahan yang tinggal sedikit. Banyak lahan tumpang tindih dan terlantar yang menyebabkan banyak pembangunan penting terganggu.

Makanya BP Batam akan membuka layanan pengaduan yang bisa menampung keluhan soal lahan dari masyarakat.”Kami secara institusi bertanggungjawab, BP akan cari solusi. Surat pengaduan soal lahan banyak sekali namun belum ada balasan,” pungkasnya.(leo)

Pemko Batam, Lelang Jabatan Direktur RSUD

0
Pasien melintasi lorong di Poli RSUD Embung Fatimah, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam kembali menggelar lelang jabatan direktur untuk ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Yudi Admaji mengatakan open biding ini dilakukan guna memenuhi jabatan direktur pasca ditinggal direktur RSUD Embung Fatimah yang lama yakni dr. Gunawan Agustus lalu yang mengundurkan diri.

“Melihat kebutuhan yang cukup mendesak, karena ini berhubungan dengan pelayanan kesehatan masyarakat, jadi Pak wali ingin rumah sakit segera miliki direktur,” kata Yudi, Sabtu (11/11).

Ia menjelaskan saat ini rumah sakit masih dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi sebagai pelaksana tugas (Plt). Menurutnya kedua instansi ini memiliki beban kerja yang cukup berat makanya keputusan untuk open biding segera dilaksanakan.

Pendaftaran untuk open biding ini dibuka 10-25 November mendatang. Lelang jabatan ini terbuka untuk ASN yang berada dilingkungan Pemko Batam maupun dari luar. Untuk persyaratan peserta menulis surat lamran yang ditulis tangan, menyerahkan fotokopi surat keputusan pengangkatan dalam jabatan eselon II dan atau III yang dimiliki, surat kenaikan pangkat terakhir dan beberapa syarat lainnya.

“Sifatnya terbuka untuk umum, jadi yang merasa memenuhi persyaratan silahkan mendaftar,” ujarnya.

Untuk tahapan seleksi nanti, peserta bisa mulai menyerahkan berkas hingga tanggal 25 November mendatang, serta mengikuti serangkaian tes seperti assesment, makalah, presentasi dan wawancara, pengumuman hingga persiapan pelantikan 14-15 Desember mendatang.

“Jadi awal tahun RSUD sudah memiliki direktur baru,” sebutnya.

Pelaksana tugas (Plt) RSUD Embung Fatimah, Didi Kusmarjadi mengatakan pembukaan lelang jabatan ini bertujuan untuk mempercepat perbaikan pelayan di RSUD.

Selama menjabat Plt, banyak hal yang ditemukan dan memerlukan perbaikan agar RSUD lebih baik ke depannya. Terlepas dari permasalahan yang masih dihadapi RSUD, dia berharap direktur yang baru nanti bisa membawa dampak yang positif bagi kemajuan rumah sakit.

“Sesuai dengan arahan dan keinginan pimpinan RSUD harus berubah, baik manajemen maupun pelayan,” kata Didi.

Sebelumnya, RSUD sempat mengalami beberapa permasalahan diantaranya temuan BPK Provinsi Kepri mengenai aliran dana yang tidak dapat dipertanggungjawablkan yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu juga terdapat aksi mogok dokter sehingga berdampak terhadap pelayanan di RSUD Embung Fatimah. (cr17)

Gedung SMKN 8 Sudah Rampung, Awal Tahun Sudah Bisa Ditempati

0
ilustrasi

batampos.co.id – Gedung sekolah baru milik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Farmasi Batam di Dapur 12 Sagulung sudah hampir rampung. Pembangunan yang dikerjakan oleh CV Pormula Jaya dengan nomor kontrak 09.06/SPPP/DISDIK/VI/2017 itu telah memasuki tahap akhir. Sesuai kesepakatan kontrak kerja yang ada gedung sekolah itu rampung pertanggal 15 Desember mendatang.

Pantauan di lapangan, pembangunan yang masih fokus satu gedung itu sudah merampungkan pembangunan gedung berlantai dua. Pengerjaan tinggal hanya plester tembok gedung yang sudah berdiri.

Koordinator pekerja dari CV Pormula Jaya Bima menuturkan, untuk pembangunan gedung sekolah baru itu tanggung jawab mereka sampai pada pembangunan fisik gedung saja. Sementara untuk perlengkapan gedung pemesangan keramik, jendela, pintu dan pengecatan akan dikerjakan oleh kontraktor lain.

“Tanggung jawab kami sudah hampir selesai. Awal Desember sudah siap ini. Selanjutnya akan dilanjutkan kontraktor lain untuk pasang keramik, jendela, pintu sampai cat,” ujar Bima.

Pembangunan gedung sekolah baru itu, sesuai kesepakatan dengan pihak Dinas Pendidikan Kepri, kata Bima pihaknya hanya bangun satu gedung berlantai dua saja. Gedung tersebut terdapat enam ruangan kelas dan empat kamar mandi.

Rampungnya gedung sekolah baru tersebut disambut baik oleh pihak SMKN 8 sendiri. Plt Kepala SMKN 8 Rafio mengatakan, selama ini pihaknya cukup kesulitan sebab harus numpang belajar di gedung SMKN 5 Batam. Selama numpang belajar disana, sekitar 80 siswa angkatan pertama itu harus masuk siang terus sebab pagi gedung yang sama dipakai oleh siswa SMKN 5.

“Ya Alhamudulilah. Kami juga sudah lihat sendiri dan komitmen pemerintah (Disdik Kepr) untuk secepatnya merampungkan gedung itu tercapai dengan baik. Kami apresiasi itu. Kasian kalau anak-anak (siswa) harus lama menumpang seperti ini,” ujar Rafio.

Kadisdik Kepri Arifin Nasir sebelumnya menegaskan, pembangunan unit sekolah baru itu memang ditargetkan rampung akhir tahun ini. Dan awal tahun 2018 mendatang gedung sekolah baru itu akan segera dipergunakan. “Semua unit sekolah baru yang dibangun tahun ini awal tahun sudah harus digunakan. Itu sudah komitmen kami agar tak ada lagi yang numpang (belajar),” kata Arifin.

Untuk gedung SMKN 8 sendiri, kata Arifin pembangunan dilakukan secara bertahap, dimana untuk tahap awal baru satu gedung berlantai dua. Ini sesuai dengan jumlah siswa yang diterima pada tahun ajaran pertama ini.

“SMKN 8 ini baru memasuki tahun ajaran pertama jadi pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Arifin.

SMKN 8 sendiri merupakan sekolah yang baru berdiri ditahun 2017 ini. Sekolah tersebut fokus pada jurusan Farmasi. Kehadiran sekolah Farmasi itu disambut baik masyarakat Sagulung. Ini dibuktikan dengan PPDB tahun pertama langsung diserbu sekitar 200 siswa. Padahal daya tampung yang diterima hanya 80 siswa saja. Saat ini sekolah tersebut masih numpang di gedung SMKN 5 Batam. (eja)

Tingkat Pengangguran Kepri Capai 69.160 Orang

0
ilustrasi pencari kerja mengantri saat melamar. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angkatan kerja provinsi Kepri pada Agustus 2017 sebanyak 966.091 orang. Sementara penduduk yang sudah bekerja sebanyak 896.931 orang. Artinya masih ada 69.160 orang lagi yang belum memiliki pekerjaan.

“Tingkat penganguran terbuka di Kepri pada Agustus 2017 mencapai 7,16 persen,” kata Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, kemarin.

Bila dibandingkan tingkat penganguran terbuka Agustus 2016 lalu yang sebesar 7,96 persen. Jumlah ini sedikit mengalami penurunan.

Selama setahun terakhir (Agustus 2016?Agustus 2017), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan di beberapa sektor, terutama di sektor listrik, gas, air minum sebanyak 35.345 orang (64,62 persen) dan sektor keuangan sebanyak 14.925 orang (61,42 persen).

Panusunan mengatakan, berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2017, sebanyak 762.407 orang (85 persen) bekerja di atas 35 jam per minggu. Sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam per minggu mencapai 40.862 orang (4,56 persen).

Pada Agustus 2017, penduduk bekerja dengan pendidikan SMA Umum mendominasi yaitu sebanyak 259.131 orang (28,89 persen). Sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah sebanyak 205.942 orang (22,96 persen) dan penduduk bekerja dengan pendidikan SMA Kejuruan sebanyak 153.146 orang (17,07 persen). “Untuk perguruan tinggi sebanyak 147.268 orang atau sebesar 17 persen,” kata dia.

Secara keseluruhan, lanjut Panusunan, keadaan ketenagakerjaan di Kepri menunjukkan adanya peningkatan jumlah angkatan kerja dan jumlah pengangguran jika dibandingkan Agustus 2016. Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2017 bertambah sebanyak 34.656 orang dibanding keadaan Agustus 2016. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2017 bertambah sebanyak 37.118 orang dibanding Agustus 2016.

Sementara jumlah pengangguran mengalami penurunan sebanyak 2.462 orang jika dibanding keadaan Agustus 2016,” terangnya.

Dalam setahun terakhir, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami kenaikan, TPAK Agustus 2016 sebesar 65,93 sedangkan TPAK pada Agustus 2017 sebesar 66,41. (rng)

DPRD Kembali Sorot Kinerja BUMD Batam

0

batampos.co.id – DPRD Batam kembali menyorot kinerja dan pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Batam. Sebab, sejak berdiri belasan tahun lalu hingga sekarang, pendapatan BUMD untuk Batam tak pernah naik. Bahkan masih banyak masyarakat yang tidak tahu apa itu kerja dari BUMD di Batam.

Anggota DPRD Batam, Udin P Sihalo mengatakan kinerja BUMD Batam harus dirasakan masyarakat luas sesuai dengan tujuan awal dibentuknya BUMD tersebut. Namun hingga sekarang, kerja BUMD tak banyak diketahui atau berdampak pada masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang belum tahu apa itu BUMD. Sampai sekarang kerja mereka tak pernah nampak,” terang Udin.

Bahkan dalam pengadaan sembako murah oleh Pemko Batam untuk warga pun tak melibatkan BUMD dalam penyediaan. Padahal, BUMD bisa lebih memberi keuntungan dengan penyediaan sembako tersebut. Mereka bisa masuk langsung ke distributor dan mendapatkan harga lebih murah.

“Dengan modal surat dari Walikota, BUMD bisa bekerja sama dengan perusahaan untuk pengadaan sembako. Ini Pemko malah mengandalkan tender, bukannya BUMD,” tegas Udin.

Menurut dia, sejak BUMD berdiri tak pernah memberi keuntungang baik untuk Batam. Naiknya TDL juga tak memberi efek pada pendapatan BUMD untuk Kota Batam.

“Tak pernah naik, pendapatannya segitu-gitu saja. Dan membuktikan kalau peranan mereka itu tidak ada,” jelas Udin.

Ia juga mempertanyakan apa yang sudah disumbangkan BUMD untuk Batam. Padahal mereka sendiri berpotensi mendirikan usaha sendiri, seperti mendirikan hotel atau membentuk BPR sendiri.

“Kami juga sudah usulkan, mendirikan BPR, tapi tidak ada. Mereka tidak kreatif,” cetus Udin lagi. (she)