Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12733

Disnaker Belum Terima Usulan UMK

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri, Tagor Napitupulu yang juga merupakan Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Kepri tersebut mengatakan, pihaknya belum ada menerima usulan Upah Minimum Kota (UMK) dari Kabupaten/ Kota di Provinsi Kepri. Menurut Tagor, usulan tersebut selamat-lambatnya ditunggu sampai 10 November mendatang.

“Belum ada usulan yang kami terima. Kabarnya sudah ada beberapa daerah yang selesai pembahasannya, tetapi belum sampai ke kami,” ujar Tagor Napitupulu menjawab pertanyaan Batam Pos, Selasa (7/11) di Tanjungpinang.

Mantan Kasatpol PP Batam tersebut berharap, pembahasan UMK tahun ini berjalan dengan aman dan tertib. Ia meminta semua pihak sama-sama menjaga Kepri tetap kondusif. Menurutnya, secara teknis pembahasan UMK sudah ada aturan mainnya.

“Semoga tidak terjadi gejolak yang mengganggu konduisifitas daerah. Ditengah kelesuan ekonomi sekarang ini, semua pihak harus sama-sama menjaga,” harap Tagor.

Menurut Tagor, dasar hukum dalam melakukan pembahasan tentu merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Bahkan Gubernur sudah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur (SK) Nomor 1045 Tahun 2017 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 sebesar Rp 2.563.875.

“Terhitung mulai 11 November nanti, pembahasan UMK Kabupaten/Kota tahun 2018 harus rampung dalam waktu 40 hari,” tegas Tagor.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun belum lama ini mengharapkan Dewan Pengupahan bersama perwakilan perusahaan dan perwakilan buruh bisa melakukan pembahasan dengan kepala dingin. Menurut Gubernur, keputusan yang dibuat harus mempertimbangkan kedua belah pihak.

“Keputusan yang dibuat harus merupakan keputusan terbaik. Yakni bisa diterima pihak perusahaan dan begitu juga pihak buruh. Yang penting Kepri aman dan terkendali,” ujar Gubernur Nurdin.(jpg)

Ungkap Kasus Penambang Bauksit, Polisi Kirim SPDP ke Kejari

0

batampos.co.id – Polres Tanjungpinang, akhirnya mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas perkara aktivitas penambangan bauksit milik pengusaha AW di Tanjungmoco Dompak, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Senin (6/11).

“Kita sudah kirim SPDP-nya hari ini (kemarin, red) ke Kejari,” ungkap Kasat Reskrim Polres

Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno, di ruang kerjanya, Senin (6/11). Pengiriman SPDP ini, lanjutnya merupakan bentuk keseriusan Polres Tanjungpinang, untuk mengungkap siapa dalang dibalik penambangan bauksit tersebut. “Walaupun belum ada ditetapkan siapa tersangkanya, namun sesuai peraturannya kita bisa kirim SPDP ini. Tujuannya untuk mempercepat proses pengungkapan pelaku,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Dwi ini, mengaku saat ini pihaknya sudah memeriksa 16 saksi. Baik itu dari karyawan operator tambang bauksit, RT/RW setempat, pemilik usaha AW, serta dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Kepri.

“16 saksi sudah kita periksa. Barang bukti juga sudah diamankan, seperti eskavator, serta enam unit dump truk kita amankan di Polres saat ini. Sedangkan satu unit tongkang masih diamankan di TKP,” imbuhnya.

Tempat terpisah, Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang Supardi memastikan pihaknya telah menerima surat SPDP Nomor SPDP/83/XI/2017/ Reskrim. Ia menuturkan dalam waktu dekat jaksa penalaah berkas perkara ini akan ditetapkan.

“SPDP untuk perkara penambang bauksit ini sudah kita terima tadi siang. Dalam waktu dekat, jaksa penelaah berkas perkara ini akan segera ditetapkan,” jelas Supardi.

Supardi menjelaskan dalam surat SPDP tersebut, perkara ini dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara. Namun dalam perkara ini belum ada tersangka.

Dalam peraturan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan pemohon terkait pasal-pasal prapenuntutan dalam undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, sesuai pasal 109 ayat 1 KUHP yang dinyatakan inkonstitusional bersyarat sepanjang surat perintah dimulainnya penyidikan kepada para pihak paling lambat 7 hari setelah terbitnya SPDP.

“Didalam SPDP belum ada nama tersangka, dan masih dalam lidik,” imbuhnya. (cr20)

Kadistamben dan Kepala KSOP Segera Diperiksa

0
Sejumlah lori pengangkut bauksit diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (2/10). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang, segera memeriksa Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepri, Amjon, beserta Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Rajuman Sibarani dalam waktu dekat ini.

Pemeriksaan tersebut, merupakan rangkaian untuk mengembangkan penyidikan terhadap aktivitas pengangkutan tambang bauksit ilegal yang diamankan Polres Tanjungpinang, di Tanjungmoco, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Selasa (31/10) lalu.

“Secepatnya Kadistamben (ESDM, red) dan Kepala KSOP kita periksa,” jelas Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (7/11).

Ia mengatakan pemeriksaan terhadap Kadistamben ini, tentunya terkait dengan pemberian izin usaha pertambangan terhadap pemilik usaha tambang tersebut. Sedangkan pemeriksaan terhadap Kepala KSOP lanjutnya untuk mengecek terkait izin olah gerak kapal dan tongkang pengangkut bauksit itu. “Nanti kita akan cek lebih jelas perizinannya seperti apa,” terangnya.

Ardiyanto juga menegaskan penyidikan terhadap aktivitas penambangan bauksit ilegal ini, tentunya menjadi atensi bagi Polres Tanjungpinang, untuk segera diungkap. “Kasus ini menjadi fokus kita untuk segera diselesaikan. Tunggu saja hasilnya, kalau sudah ada akan kita sampaikan,” imbuhnya. (cr20)

Bandara Letung Sudah Beroperasi

0
Fasilitas penunjang bandara sudah selesai. Bahkan saat ini pesawat perintis Susi Air sudah beroperasi di Bandara Letung. F.Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah menyampaikan surat permohonan Kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk dapat meresmikan Bandara Letung. Dalam surat bernomor 488/Kdh.KKA/08.17 tersebut selain permohonaan peresmian bandara, juga akan disejalankan dengan peresmian Roro di Palmatak dan Festival Padang Melang (FPM).

“Dalam surat yang disampaikan kepada Presiden kami meminta beliau bisa datang ke Anambas untuk meresmikan Bandara Letung sekaligus Roro di Palmatak dan Membuka FPM hajat besar pemerintah daerah Anambas,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Zulkarnaen, Minggu Selasa (7/11).

Zulkarnaen mengungkapkan, untuk saat ini persiapan Pemda sudah maksimal, seperti pembangunan fisik bandara yang sudah memperpanjang runaway dari 1,2 KM menjadi 1,43 KM. Selain itu fasilitas penunjang lain juga sudah selesai. Bahkan saat ini pesawat perintis Susi Air sudah beroperasi di Bandara Letung. “Alhamdulillah Bandara Letung sudah siap untuk diresmikan, mudah-mudahan Presiden bersedia turun dan datang ke Anambas pada bulan Mei tahun 2018 mendatang,” ujarnya.

Zulkarnaen, mengungkapkan, Bandara Letung sendiri dibangun melalui anggaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan APBD Kabupaten Kepulauan Anambas. Hadirnya bandara yang berlokasi di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur itu diharapkan mampu membuka akses transportasi. Terpisah, Kasatpel Bandara Letung Ariadi Widyawan juga membenarkan telah beroperasinya bandara tersebut, tapi diharapkan peresmiannya langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Ariadi, menjelaskan, pemerintah daerah juga diminta untuk segera menghibahkan Bandara Letung kepada Pemerintah Pusat karena hibah tersebut merupakan salah satu syarat agar bandara tersebut diresmikan. “Saya sudah bertemu Bupati untuk segera menghibahkan bandara ke Pusat, dan respon beliau sangat baik,” tukasnya. (sya)

Disambar Petir, Boat Nelayan Tenggelam

0

batampos.co.id – Musibah di laut Karimun kembali terjadi. Namun, tidak sampai menimbulkan korban jiwa atau luka-luka. Peristiwa yang dimaksud kemarin (7/11) dialami oleh dua orang nelayan tangsi yang sedang berada di Perairan Takong Hiu, Kecamatan Tebing yang terkena sambaran petir.

”Kita dapat laporan dari masyarakat nelayan bahwa dua orang nelayan, Zamhur dan Rahman yang sedang menjaring ikan di Perairan Takong Hiu terkena sambaran petir. Namun, petir yang menyambar tersebut tidak mengeai tubuh dari kedua nelayan. Melainkan, mengenai boat yang digunakan untuk membawa jaring tangsi. Sehingga, menyebabkan boat tersebut tenggelam,” ujar Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus kepada Batam Pos.

Meski sarana transportasi tenggelam akibat disambar petir, kata Sitorus, kedua nelayan berhasil selamat. Dan, memang sempat terapung-apung sampai datangnya bantuan dari kapal nelayan yang ada di sekitar lokasi tersbeut. Kebetulan, Perairan Takong Hiu merupakan salah satu areal tangkap ikan oleh nelayan yang ada di Kabupaten Karimun.

”Dengan kejadian ini, saya menghimbau kepada para nelayan dan juga tekong speedboat tambang untuk selalu berhati-hati. Apalagi, sudah dalam satu bulan terakhir ini kondisi cuaca, angin kencang dan disertai hujan dan petir sering terjadi. Untuk itu, selalu waspada ketika akan pergi ke laut dan juga ketika berada di laut. Jika memang secara tiba-tiba terjadi perubahan cuaca yang ekstrim, maka segera cari tempat berlindung. hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diingikan,” jelasnya. (san)

Honorer Diminta Datang dan Pulang Tepat Waktu

0

batampos.co.id – Sebanyak 918 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 44 Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan diikutsertakan program jaminan sosial tenaga kerja. Sebagai timbal baliknya, mereka diminta melaksanakan pekerjaan dengan baik dan serius, datang dan pulang tepat waktu, patuh terhadap peraturan berlaku dan loyal kepada atasan.

“Empat point itu merupakan timbal balik dari telah diikutsertakan seluruh tenaga honorer sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang diprogramkan Pemkab Bintan,” ungkap Wabup Bintan Dalmasri Syam ketika membuka sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS ketenagakerjaan bagi para tenaga honorer di aula kantor bupati bintan, di bandar seri bentan, Selasa (7/11).

Dalmasri berharap setelah menjadi peserta BPJS, pegawai mendapatkan ketenangan dalam bekerja. Terlebih, para honorer sudah mendapat tiga jaminan yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua ditanggung melalui anggaran pendapatan belanja daerah kabupaten Bintan. “Ini merupakan komitrmen Pemkab Bintan, apalagi
kabupaten kota lain di provinsi ini, mungkin baru Bintan yang menerapkan program ini,” kata Dalmasri.

Kepala BPJS ketenagakerjaan Tanjungpinang, Jefri Suwandi menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi program BPJS sesuai undang undang nomor 24 Tahun 2011, di mana PT. ASKES dan Jamsostek telah diubah menjadi BPJS sebagai penyelenggara program jaminan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Juga di dalamnya mengkover program yang dilakukan Pemkab Bintan bagi para tenaga honorer,” tuturnya.

Ia menjelaskan, program sosial ketenagakerjaan meliputi tiga aspek jaminan dan ini kesemuanya menjadi tanggungan pemberi pekerjaan dalam hal ini Pemkab Bintan terhadap seluruh tenaga honorer. “Kita sangat mengapresiasikan Pemkab Bintan karena konsen terhadap perlindungan ketenagakerjaan bagi tenaga honorer di Bintan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, baru Pemkab Bintan yang memberikan jaminan perlindungan kerja terhadap tenaga non PNS atau tenaga honorer. Maka itu, sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Bintan akan diikutsertakan sebagai utusan Provinsi kepri sebagai nominasi penghargaan yang akan diadakan pemerintah pusat kepada instansi pemerintah karena
mengikutsertakan program jaminan sosial ketenaga kerjaan kepada seluruh tenaga honorer. (cr21)

DAK Turun Rp 63 Miliar

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan dan DPRD Kabupaten Bintan melakukan rapat paripurna penyampaian laporan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2018 di Aula rapat kantor DPRD Bintan di Bandar Seri Bentan, Selasa (7/11) kemarin.

Dari paripurna itu, diproyeksi APBD tahun 2018 sebesar Rp 1,04 triliun lebih. untuk belanja langsung atau pembangunan infrastruktur mengalami pengurangan sebesar Rp 63 miliar, di mana proyeksi awal sebesar Rp 605 miliar lebih menjadi Rp 548 miliar lebih sedangkan belanja tidak langsung untuk belanja pegawai, belanja subsidi, belanja hibah,
belanja bantuan sosial serta lainnya sebesar Rp 491 miliar lebih.

Sekretaris Banggar DPRD Bintan, Edi Yusri menyampaikan, meski mengalami penurunan di belanja langsung akan tetapi pendapatan asli daerah Bintan mengalami peningkatan sebesar Rp 2 miliar lebih dari tahun 2017 menjadi Rp 228 miliar. Pendapatan pajak daerah, lanjutnya diproyeksi sebesar Rp 187 miliar lebih atau meningkat sebesar Rp 27 miliar lebih dari pada tahun 2017 sebesar Rp 160 miliar lebih. Untuk retribusi daerah diproyeksi
meningkat Rp 1 miliar dari tahun lalu atau menjadi sebesar Rp 10 miliar lebih.

Sedangkan dana perimbangan diproyeksi sebesar Rp 653 miliar lebih atau turun sekitar Rp 64 miliar lebih dari target sebesar Rp 720 miliar lebih. Bila dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 674 miliar lebih, maka terjadi penurunan sebesar Rp 20 miliar lebih. Pengurangan ini
menurutnya, karena dana alokasi khusus sebesar Rp 191 miliar lebih menjadi Rp 123 miliar lebih atau menurun sebesar Rp 67 miliar lebih, sedangkan dana alokasi umum diproyeksi naik sekitar Rp 30 miliar lebih dari awalnya Rp 453 miliar lebih menjadi Rp 484 miliar lebih.

Bupati Bintan Apri Sujadi usai rapat paripurna mengatakan, APBD tahun 2018 diproyeksi Rp 1,04 triliun lebih atau menurun jika dibandingkan APBD tahun 2017 sebesar Rp 1,05 triliun lebih. Hal ini menurutnya, karena terjadi penurunan dana transferan pusat. Akan tetapi, Apri mengatakan, pembangunan infrastruktur sebagai penunjang sektor
pariwisata akan difokuskan pada tahun mendatang. Selain itu, pihaknya juga fokus pada pembangunan stadion di Desa Busung dan pembangunan jembatan di Desa Pengujan. “Pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas kita,” katanya. (cr21)

1.402 Gram Narkotika Dimusnahkan

0
Sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memusnahkan barang bukti narkotika dan kosmetik di Kantor Kejari Tanjungpinang, Selasa (7/11). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, menggelar pemusnahan barang bukti narkotika, berupa sabu dan ganja seberat 1.402 gram, di halaman Kejari Tanjungpinang, Selasa (7/11).

Seluruh barang bukti yang dimusnahkan tersebut, merupakan bagian dari 77 perkara tindak pidana narkotika yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) sepanjang tahun 2016 sampai 2017.

“Seberat 1.402 gram, kotor sabu dan ganja sudah kita musnahkan hari ini (kemarin, red). Hasil tersebut, merupakan jumlah total dari 25 perkara tahun 2016, dan 52 perkara tahun 2017,” jelas Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang, Supardi, usai menggelar pemusnahan barang bukti tersebut.

Tak hanya itu, lanjutnya Kejari Tanjungpinang, juga melakukan pemusnahan terhadap 123 item kosmetik ilegal dalam satu perkara atas pelanggaran terhadap Undang-undang kesehatan.

“Satu perkara kosmetik ilegal juga turut kita musnahkan hari ini. Jadi seluruhnya ada total 78 kasus,” terangnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Ahmad Herry Pribadi mengatakan pemusnahan barang bukti ini merupakan rangkaian dari tugas Kejari Tanjungpinang, sebagai eksekutor terhadap beberapa perkara narkotika yang sudah Inkracht

Menurutnya, peredaran narkoba yang terjadi, tentunya sangat memprihatinkan, khususnya di Wilayah Bintan, dan Tanjungpinang.

Ia berharap kedepannya perkara narkotika ini, tentunya bisa menjadi perhatian bersama terhadap seluruh instansi penegak hukum, sehingga dapat dilakukan kerjasama yang baik untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kembali tindak pidana narkotika, baik di Bintan, maupun di Tanjungpinang.

“Harapan kita, semua yang ada di sini mulai dari BNN, Polri, Kejaksaan, serta intansi terkait lainnya, dapat bekerjasama untuk menekan peredaran narkoba yang kian marak terjadi di Bintan dan Tanjungpinang,” imbuhnya. (cr20)

Puluhan Ribu Orang di Kepri Menganggur

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, jumlah pengangguran di Kepri per Agustus 2017 sebanyak 69.160 orang. Angka tersebut bertambah 1.364 dibandingkan data per Februari 2017.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut menurun. Dimana pada Agustus 2016, jumlah pengangguran di Kepri tercatat sebanyak 71.622 orang. Lain lagi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015. Saat itu, jumlah pengangguran di Kepri hanya 55.318 orang.

Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, mengatakan jumlah pengangguran itu dihitung dari usia 15 tahun ke atas. “Sementara penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja jumlahnya mencapai 966.901 jiwa,” terang Panusunan, Selasa (7/11).

Panusunan mengatakan, jumlah pengangguran di Kepri didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni 11,51 persen. Disusul lulusan SMA sebesar 7,12 persen, lulusan SPM sederajat 6,65 persen, lulusan perguruan tinggi 6,49 persen, dan lulusan SD sebesar 4,53 persen.

Jika dibandingkan keadaan Agustus 2016, secara umum tingkat pengangguran pada semua tingkat pendidikan mengalami kenaikan. Kecuali pada tingkat pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Atas Umum.

Sementara jumlah pekerja di Kepri per Agustus 2017 mencapai 896.931 orang dari angkatan kerja sebanyak 966.091 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah sektor, seperti perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi, sektor industri dan sektor jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan yang secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Kepri.

Jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan pada beberapa sektor, terutama di sektor listrik, gas, dan air minum yaitu sebesar 3.006 orang (102,07 persen), sektor konstruksi sebanyak 35.345 orang (64,62 persen), sektor keuangan sebanyak 14.925 orang (61,42 persen). Sedangkan sektor yang mengalami penurunan adalah sektor pertambangan sebanyak 6.492 orang (42,53 persen), sektor pertanian sebanyak 24.161 orang (23,47 persen) dan sektor jasa kemasyarakatan sebanyak 42.013 orang (18,06 persen).

“Kalau orang yang memiliki usaha sendiri pada Agustus 2017 tercatat ada 167.787 jiwa,” kata Panusunan. Jumlah tersebut turun jika dibandingkan Februari 2017 (189.475 orang) dan naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 162.935 orang. (aya)

Kumpulkan Buku Bekas, Cerdaskan Anak Bangsa

0
Nuril penggagas gerakan taman baca berinteraksi dengan anak-anak dalam kegiatan kelas inspirasi di Pantai Lobam, KIB, Lobam, baru-baru ini. F. Nuril untuk Batam Pos.

batampos.co.idBagi Muhammad Nurul buku adalah jendela dunia. Pemuda yang akrab
disapa Nuril ini mengalakkan gerakan taman baca dengan melakukan donasi. Bukan melakukan donasi uang, melainkan donasi buku-buku bekas yang masih layak dibaca, lalu dikumpulkan sebelum dibagikan ke anak-anak yang membutuhkan.

Bersama rekan sekerjanya Khairulnisa, Nuril semangat mengumpulkan buku-buku bekas. Buku bekas yang dikumpulkan bukan semata pemberian teman-temannya di Indonesia, tapi beberapa diantaranya adalah sumbangan dari warga negara Singapura. Bagaimana bisa? karena gerakan taman baca dengan melakukan donasi buku bekas juga disebar atau
diposting melalui facebook.

“Mulanya kami ngobrol ringan saja mengenai kondisi taman baca yang minim. Dari itu, kami ingin berbuat sesuatu yang baik untuk mencerdaskan anak bangsa,” katanya dengan berapi-api ketika menerangkan cikal bakal gerakan taman baca kepada Batam Pos di Lobam, Minggu (5/11) malam.

Apapun namanya jika dimulai dari awal sangat berat. Nuril juga mengakui, kendalanya adalah buku. Waktu itu, buku yang dikumpulkannya masih sangat sedikit. Tapi, usaha tetap dilakukan dengan terus melakukan donasi melalui facebook dan cara ampuh adalah menyampaikan dari mulut ke mulut ke teman-temannya.

Walhasil, beberapa bulan lalu, bukunya bertambah. Bahkan dari dua orang, jumlah relawan yang bergerak di gerakan taman baca dengan melakukan donasi buku bekas semakin bertambah. Awalnya mereka memberanikan diri melakukan kegiatan perdana gerakan taman baca dengan buku seadanya di taman cinta di kawasan industri Bintan Lobam
dekat pelabuhan internasional Sri Udaya, Lobam.

Melalui komunitas kelas inspirasi para relawan gerakan taman baca memboyong buku yang
dimiliki ke taman tersebut setiap akhir pekan. “Awalnya masyarakat takut-takut dan bertanya tentang kegiatan ini, tapi lambat laun respon masyarakat baik bahkan jumlah anak-anak dan orangtua yang ikut dalam kegiatan gerakan taman baca semakin banyak,”
ujarnya.

Di taman ini, relawan menceritakan kisah dongeng diantaranya dongeng yang terkenal si kancing dan kisah lainnya. Ke depan, ia mengatakan, gerakan taman baca melalui kelas inspirasi juga akan dilakukan di beberapa kampung yang sulit terjangkau seperti
Kelong, Tambelan, Selat Bintan dan Sungai Lepan. “Harapannya masing-masing desa ada taman baca yang unik dan menarik misalkan ada taman, ada kolam dan bunga-bunga, sehingga membuat anak-anak atau masyarakat yang berkunjung tertarik membaca buku,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga berharap, pemerintah tidak semata fokus mengembangkan sektor pariwisata, tapi pendidikan juga bisa dieksplore sebagai wisata pendidikan. Misalnya, setelah dibuat taman baca yang unik dan menarik, anak-anak kampung diminta untuk menuliskan kisah budaya di kampungnya dan nantinya akan dibukukan. Jadi wisatawan
nusantara maupun mancanegara yang datang berlibur ke Bintan bisa diarahkan mengunjungi taman-taman baca. Wisatawan juga bisa diarahkan membaca tulisan karya anak-anak kampung tentang budaya dan kesenian di masing-masing daerah di Bintan. (cr21)