Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12732

Ditawarkan Rp 6,3 Miliar, Antam Beri Sinyal Setuju

0

batampos.co.id – Pemkab Bintan akan melakukan negosiasi ulang dengan PT Aneka Tambang (Antam) sehubungan ganti rugi lahan milik Antam yang tersebar di Kijang Kecamatan Bintan Timur. Pemerintah menawarkan gantirugi sebesar Rp6,3 miliar untuk lahan seluas 4,9 hektare.

Antam memberikan sinyal menerima tawaran tersebut. Sekdakab Bintan Ad Prihantara
mengatakan, tahun ini sebenarnya Pemkab Bintan telah menganggarkan Rp 5 miliar untuk ganti rugi lahan Antam, akan tetapi PT Antam malah minta Rp 20 miliar untuk ganti rugi lahan itu.

“Waktu itu belum ada kesepakatan mengenai harga, karena berdasarkan tim apresialnya, Antam meminta Rp 20 miliar sedangkan kita berdasarkan tim apresial diperoleh angka Rp 5 miliar,” sebut Adi. Belakangan ini disebut Antam memberikan sinyal menyepakati tawaran terbaru dari Pemkab Bintan.

“Akhirnya, di apresial ulang dan diperoleh Rp 6,3 miliar, jadi akan ditambah Rp 1,3 miliar dari yang dianggarkan kemarin sebesar Rp 5 miliar. Tahun depan, jadinya akan dianggarkan pada apbd murni sebesar Rp 6,3 miliar,” katanya.

Terpisah, Kepala Bagian Agraria Setdakab Bintan Enrio Karyadi membenarkan, berdasarkan penilaian apresial dari Pemkab Bintan yang dilakukan konsultan jasa penilai publik Toto Suharto dan Rekan-rekan, yang berkantor di Jakarta dan memiliki cabang di Pekanbaru, didapat angka Rp 6,3 miliar.

“Bukan Pemkab atau pemilik lahan yang melakukan, tapi di luar itu. Mengapa dulu
angka dari tim apresiasl Antam tinggi, karena mereka melakukan penghitungan berdasarkan kepentingan Antam, yakni bisnis, sedangkan apresial kita berdasarkan aturan dan undang undang untuk publik, makanya berbeda walaupun objeknya sama,” jelasnya.

Dia menargetkan, persoalan ganti rugi akan selesai dalam bulan ini, karena itu pihaknya akan kembali melakukan musyawarah dengan PT Antam. “Saat ini kita mau melaksanakan negosiasi ulang, pembicaraan mengarah ke sana, Itu, arahnya (Rp 6,3 miliar), kayaknya mereka mau tapi ini masih di proses internal mereka,” katanya.

Sebagaimana diketahui, lahan milik Antam yang saat ini telah dibangun oleh Pemkab, antara lain Gedung LAM, gedung community center, dan lahan rumah sakit umum daerah Bintan dengan luas sekitar 2,2 hektare. (cr21)

Fokus Tata Dompak Sampai 2020

0
Masjid Raya Nur Ilahi Dompak menjadi salah satu ikon Pulau Dompak. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menargetkan Pulau Dompak, Tanjungpinang sudah tampil elegan pada 2020 mendatang. Menyiasati keingin tersebut, Gubernur Nurdin akan membentuk badan khusus yang diberi tanggungjawab untuk mengelola Pulau Dompak. Lewat APBD 2018 nanti, ada beberapa pembangunan strategis yang akan dilakukan.

“Kita targertkan bentuk Dompak sebenarnya sudah terlihat pada 2020 nanti,” ujar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun disela-sela meninjau pelaksanaan penataan Jembatan I Dompak, Tanjungpinang, Kamis (2/11).
Menurut Gubernur, khusus untuk penataan Dompak, Dinas Pekerjaan Umum membutuhkan anggaran lebih kurang Rp100 miliar. Ditegaskannya, karena kekuatan keuangan daerah terbatas, tentu prosesnya akan dilakukan secara bertahap. Mantan Bupati Karimun tersebut yakin, Dompak akan memberikan warna tersendiri bagi nama besar Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.
“Terlepas daripada itu, kita juga mendukung rencana pembangunan yang kita susun. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjadikan Tanjungpinang ini menjadi lebih baik dan lebih maju,” jelas Gubernur.
Ditambahkan Gubernur, Dompak dirancang bukan hanya untuk pusat   Pemerintahan Provinsi Kepri saja. Tetapi akan juga dipersiapkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Di tahun depan, Pemprov Kepri juga akan memulai penataan kawasan wisata mangrove. Kemudian di kawasan Masjid Raya Dompak akan dipercantik lagi.
“Kita berharap pembangunan yang kita lakukan nanti, bisa membantu peredaran ekonomi masyarakat. Karena di kawasan masjid akan ada tempat-tempat usaha bagi masyarakat,” tutup Gubernur.
Sementata itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertahanan, Abu Bakar yang ikut mendampingi Gubernur menambahkan, perkiraan sementara untuk penataan jalan dan trotoar di kawasan Dompak membutuhkan anggaran lebih kurang Rp100 miliar. Jumlah tersebut diluar untuk penerangan jalan.
“Kita akan melakukan pembangunan secara bertahap. Khusus untuk penerangan jalan, akan menjadi tanggungjawab Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri,” ujar Abu Bakar menambahkan.(jpg)

Target Kunjungan Wisman Sulit Tercapai

0
Wisatawan mancanegara berswafoto di kawasan wisata Lagoi Bintan, Minggu (20/8) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Target kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau sebesar 2,7 juta jiwa boleh dikata nyaris mustahil diwujudkan. Ini setelah melihat waktu yang tersisa dan kegiatan kepariwisataan yang tinggal bertumpu pada akhir tahun 2017.

Sebagaimana dicatat dalam data resmi kunjungan wisman ke Kepri oleh Badan Pusat Statistik Kepri, bahwasanya selama Januari-September 2017, kunjungan wisman baru terbukukan sebanyak 1.486.095 jiwa. Angka ini masih jauh dari target yang dipatok.

“Kalau 200 ribu saja targetnya di setiap bulan, kini masih belum memenuhi target. Bila dihitung dari bulan Januari sampai dengan September masih defisit,” ungkap Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar.

Mengacu tren kunjungan setiap bulan sepanjang tahun ini yang masih di bawah 200 ribu wisman, mencapai target sekitar 1,1 juta jiwa dalam tiga bulan terakhir, boleh dikata adalah misi mustahil. Sepencatatan BPS Kepri, belum pernah ada kunjungan lebih dari 200 ribu jiwa wisman ke Kepri dalam satu bulan.

“Kecuali pada Desember saja. Sisanya selama empat tahun terakhir belum pernah menyentuh angka 200 ribu wisatawan dalam satu bulan,” ujar Panusunan.

Dari total kunjungan wisman sepanjang tahun, masih didominasi pelancong dari negara jiran. Pada periode Januari-September 2017, ada 737.494 jiwa wisman asal Singapura, kemudian terbesar kedua dari Malaysia sebanyak 180.418 jiwa.

“Peringkat ketiga wisman asal Tiongkok dengan jumlah 111.121 jiwa,” ungkap Panusunan.

Sedangkan pintu masuk utama wisman masih berada di Kota Batam dengan 1.081.543 wisman yang masuk pada periode Januari-September 2017. Dari pintu masuk Bintan hanya membukukan 261.364 jiwa. “Kalau dari Tanjungpinang 81.935 jiwa, dan dari Karimun sebanyak 61.253 jiwa,” kata Panusunan. (aya)

Indonesia Destinasi Bawah Laut dan Dive Center Terbaik Dunia

0

Kabar dahsyat datang dari Inggris.

Laman Dive Magazine yang bermarkas di London baru saja merilis hasil voting online tentang destinasi bawah laut dan dive center terbaik dunia.

“Membanggakan! Tahun lalu, pilihan pembaca Dive Magazine juga menempatkan Indonesia sebagai nomor satu dunia! Tahun ini juga kita rebut kembali,” aku Menpar Arief yang tetap kalem dan cool itu.

Dia sekali lagi menyebut: “Kemenangan itu direncanakan! Kemenangan itu tidak datang ujug-ujug!” kata pria asli Banyuwangi yang doktor strategic management ini. Arief Yahya memang tidak pernah mempertontonkan cara kerja secara fisik ke khalayak. Tidak “show” secara vulgar, sekalipun tahun 2016 sudah diakui dunia dengan 46 penghargaan dari 22 negara.

Juara dunia di underwater ini, memperkuat reputasi Arief Yahya di global level. “Produk yang hebat, jika dipromosikan dengan baik, melalui saluran dan cara yang tepat, akan mendapatkan hasil sempurna! Atraksi nature and culture kita rata-rata hebat dan world class. Terbukti kan? Jika disentuh dengan baik, kita langganan juara dunia,” papar Arief Yahya.

Dari voting yang digelar pada 1-31 Oktober itu, Indonesia kembali menjadi jawaranya. Indonesia selama dua tahun berturut-turut menjadi jawara versi Dive Magazine berdasar pilihan ribuan netizens dari berbagai penjuru jagat.

Polling online itu sebenarnya sudah dimulai pada Mei lalu hingga menghasilkan 13.845 suara dengan ratusan opsi destinasi. Selanjutnya, jumlah nominasinya dipersempit berdasar ranking voters sehingga mengecil menjadi 25 opsi untuk setiap kategori.

Polling dilanjutkan selama sebulan pada Oktober lalu dengan jumlah opsi yang lebih kecil. Ada tiga jenis kategori yang disodorkan ke voters untuk dipilih secara online. Yakni destinasi terbaik (best detination), dive center atau resor selam terbaik, serta liveaboards (kapal pesiar atau yacht untuk tinggal bagi wisatawan) terbaik.

Dari polling itu, Indonesia merajai 10 besar destinasi terbaik mengalahkan rival kelas berat seperti Fiilipina, Azires, Meksiko, Maldives, Mesir, Bahama, Thailand, Fiji dan Papua Nugini. Indonesia mengantongi 1.067 suara atau 11,45 persen dari total 9.399 suara.

Sedangkan Filipina yang berada di peringkat kedua hanya meraih 749 suara atau 7,97 persen. Pesona negeri kepulauan di sisi barat Samudra Pasifik itu belum bisa menandingi keindahan Indonesia yang memiliki beragam habitat dan spesies serta titik-titik menyelam kelas wahid.

Sedangkan di peringkat ketiga adalah Azores, sebuah kepulauan di Samudra Atlantik. Namun, wilayah otonomi Portugal itu hanya meraih 576 suara (6,13 persen).

“Indonesia memenangi destinasi top dunia selama dua tahun berturut-turut,” tulis Dive Magazine.

Itu baru untuk kategori destinasi terbaik. Sebab, ada kategori lain yang juga menjadi milik Indonesia, yakni dive center atau resor selam terbaik.

Juara dunia dari Indonesia itu adalah Siladen Resort and Spa di Manado. Resor di kawasan Taman Nasional Bunaken itu meraih 820 suara atau 26,31 persen dari total 3.117 suara.

Pesaing terdekatnya adalah Helengeli Island Resort di Maldives. Namun, raihan resor di Samudra Hindia itu hanya 469 suara.

Dive Magazin menulis, Siladen sebagai resor mewah di jantung Taman Nasional Bunaken memang sudah dikenal lama karena kualitas penyelamannya. Yang tak kalah menakjubkan, Indonesia benar-benar mendominasi untuk kategori dive center terbaik.

Berdasar survei online itu, tujuh dari 10 dive center terbaik versi Dive Magazine ada di Indonesia. Selain Siladen di peringkat pertama, ada pula Wakatobi di urutan ketiga.

Selanjutnya, peringkat dive center terbaik secara berurutan adalah Lembeh Resorts (Sumatera Barat), Atmosphere Dauin (Filipina), Misool (Papua Barat), Papua Paradise (Papua Barat), Atlantis International Diving (Bali), Blue Corner (Bali), serta Aiyanar (Filipina).

Hanya saja, Indonesia meleset untuk kategori liveaboards. Pemenangnya adalah Cocos Sea Hunter asal Costa Rica dengan 233 suara dari total 1.338 suara.

Untuk kategori liveboards, dari Indonesia hanya ada MY Pelagian. Namun, MY Pelagian berhasil menduduki peringkat kedua dan hanya selisih satu suara dari Cocos Sea Hunter.

Apa sih value menjadi juara pilihan netizens ini? “Rumus saya tetap! 3C, kemenangan itu secara internal, buat bangsa Indonesia akan menaikkan Confidence Level. Makin pede bahwa kita bangsa juara, bukan bangsa pecundang!” jelasnya.

“C” kedua, secara eksternal Credible atau menaikkan kepercayaan publik dunia. Kehebatan kita diakui dunia. “Kita tidak jago kandang, kita bisa kalahkan semua yang terbaik dunia! Karena kita memang punya mental juara!” tegasnya.

“C” yang satu lagi adalah Calibration! Kemenangan itu sudah dikalibrasi dengan standar kriteria dunia. Sama dengan bangsa lain, dengan ukuran dan pisau analisa yang sama.

Tiga “C” itulah yang menjadikan brand pariwisata Indonesia terus menanjak! Ketika menyadari anggaran promosi terbatas, salah satu kreativitas untuk dipromosikan secara alamiah adalah memenangkan pertarungan di setiap kompetisi dunia.

Penggamar Sun Tzu, art of war atau seni berperang ini sangat tekun, disiplin dan konsisten dalam mengejar reputasi dunia. Menaikkan Indonesia dengan spirit “Incorporated.” Dia berprinsip, kenali dirimu, kenali musuhmu, kenali medan tempurmu, maka kau akan memenangkan pertempuran!

“Musuh kita bukan kita! Musuh kita adalah pesaing kita! Kalau kita kompak, Indonesia Incorporated, tidak ada yang bisa mengalahkan Indonesia!” aku Arief Yahya! Congratulatin. (*)

 

Wapres Hadiri Tamadun Melayu Antara Bangsa

0
M Ishak. F. Wijaya Satria.
batampos.co.id – Kegiatan akbar Kabupaten Lingga, Tamadun Melayu pada November tahun ini rencananya akan mengundang Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, namun kepastian hadir Wapres tersebut masih menunggu koordinasi dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun.
Sebelumnya, Bupati Lingga Alias Wello telah mengunjungi kantor Wapres Jusuf Kalla di Jakarta dan menyampaikan kegiatan akbar insan melayu yang akan diadakan di Bunda Tanah Melayu. Selain dalam negeri, sejumlah warga serumpun Melayu dari sejumlah negara juga turut menghadiri kegiatan tersebut.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga Muhammad Ishak mengatakan, untuk kedatangan Wapres Jusuf Kalla memang semestinya Pemkab Lingga berkoordinasi dengan Provinsi Kepri. Selain itu, terkait tanggal kedatangan Wapres juga belum dapat dipastikan.
“Sampai sejauh ini kita belum tau pasti tanggal berapa kepastian Wapres itu akan membuka. Kalau itu jadi, tentu yang mengundang itu Gubernur, itu kita harus koordonasi lagi,” kata Ishak ketika dimintai keterangan.
Sedangkan untuk persiapan Tamadun Melayu Antara Bangsa ini, panitia sedang menggelar rapat guna mengevaluasi bidang masing-masing untuk mengetahui progres pencapaian. Sehingga nantinya di saat penyelenggaraan kegiatan tidak mendapat kendala yang berarti.
Kegiatan akbar ini melibatkan sejumlah SKPD terkait. Dinas Kebudayaan ditunjuk sebagai ketua umum, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga mengakomodir kesiapan dalam bidang akomodasi, untuk transfortasi kata Ishak itu akan disiapkan oleh Dinas Perhubungan dan untuk konsumsi akan dikoordinir oleh bagian umum.
“Kalau perlangkapan, itu di dinas PU, dan bazar serta LO bagian Perizinan dan Penanaman Modal, dan pameran UKM dan pariwiwsata itu Dinas Industri UKM dan tenaga kerja. Jadi kita sampai sejauh mana kerja yang dilakukan, kalau ada maslaah akan kita rembuk bersama,” kata dia.
Yang masih menjadi kendala saat ini pada bidang transportasi terkait jumlah peserta atau undangan yang akan hadir pada kegiatan tersebut. Jumlah peserta atau undangan yang hadir dapat memastikan jumlah armada yang digunakan. (wsa)

Banda Neira Menunggu Anda pada 11 November 2017

0

Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan alam, sejarah serta budaya sekaligus, ada baiknya segera ke Banda Neira. Ada puncak acara Festival Rakyat Banda 2017 siap menyapa wisatawan, 11 November 2017.

Festival yang berlangsung dari 11 Oktober hingga 11 November tersebut memang dirancang untuk memanjakan wisatawan. Rangkaian acaranya diset spektakuler. Aneka hiburannya lengkap. Mulai Karnaval, panggung tari, musik dan teater, bazaar kerajinan tangan dan kuliner, kelas penulisan, sampai dialog sejarah, semua ada.

“Silakan datang dan nikmati Banda Neira. Semua sudah disiapkan. Pacara Festival Rakyat Banda 2017 ini sangat spektakuler, karena wisatawan akan disuguhi keindahan alam, sejarah serta budaya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Tengah, Salim Sulaiman, Rabu (1/10).

Event bertajuk Pesta Rakya Banda 2017 ini mengusung peringatan 350 tahun Perjanjian Breda. Saat itu, Belanda melepaskan wilayah kekuasaannya yang saat ini dikenal sebagai Manhattan Island untuk ditukar dengan Pulau Run di Kepulauan Banda. Misinya Cuma satu. Mempertahankan monopolinya atas perdagangan rempah dunia. “Ada story tellingnya. Jadi sekarang kami gabunggkan dengan kejayaan Kepulauan Banda yang hampir terlupakan,” tambahnya.

Baharinya? Juga sangat oke. Bagi traveller dunia, Banda Neira dikenal sebahgai surga. Spot snorkling dan divingnya banyak. Bahkan 30 titik penyelaman kelas dunia di sana. Terumbu karangnya juga tak kalah kerennya. Panoramanya tak kalah indah dari Raja Ampat di Papua Barat. Itu membuat populasi ikannya banyak. Dari tuna sampai hiu kepala martil ada di sana.

“Kalau soal wisata bahari Banda Neira sudah tidak diragukan lagi keindahannya. Pasti luar biasa,” kata Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata.

Wisata daratannya juga tak kalah bagus dengan bahari. Pulau sumber rempah-rempah ini yang kaya akan sejarahnya ini juga banyak memiliki objek wisata di daratannya seperti Tugu Kemerdekaan, Benteng Belgica, dan Lorong Benteng Nassau.

“Salah satu kekayaan Banda Neira adalah rempah-rempah. Sejarah peradaban bangsa Indonesia pada masa lalu telah mencatat bahwa rempah telah menjadi bagian penting dalam pembentukan peradaban dunia. Ini salah satu yang ingin kami angkat untuk Pariwisata Indonesia,” tambah Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengangkat dua jempol untuk Banda Neira. Dia pun tak ragu mengajak traveller untuk pergi ke Banda Neira, 11 November 2017.

“Silakan eksplore Banda Neira. Even baharinya pasti keren. Semua menghibur, dengan alam laut, budaya serta sejarahnya yang menarik,” kata Menpar Arief Yahya mengendors event tersebut.

Bagi Menpar, Maluku punya banyak keistimewaan. Apabila ditambah event-event bagus, impact-nya pasti akan luar biasa.

“Banda Neira yang berada di Maluku ini sudah dikenal oleh pecinta wisata bahari seluruh dunia. Karenanya seluruh event harus didesain kreatif dengan nuansa pariwisata yang kuat. Kami ingin seluruh event-event tadi mampu men-drive wisatawan untuk berkunjung ke Maluku, termasuk Pesta Rakyat Banda ini. Yang suka alam, budaya dan sejarah, wajib ke sini,” ajaknya.

Menpar Arief Yahya, terus tiada henti mendorong daerah untuk mempromosikan produk destinasinya. Agar makin mendunia dan dikenal karena kehebatannya.

“Gunakan rumus POSE, lakukan strategi media yang pas! Paid media, Own Media, Social Media dan Endorser!” kata Arief Yahya.

Dalam mendesain publikasi, Menpar Arief juga menyebut rumus POP! Pre event, On event, dan Post event.

“50 persen masukkan ke pre event, agar orang datang ke acara! 30% on event karena di saat event berlangsung semua media termasuk media sosial sudah ikut mempublikasikan. Sisanya, 20% post event untuk menjaga agar event tetap abadi dengan sosial dan economic impact-nya,” kata Arief Yahya. (*)

Apri Nominator Peraih Anugerah Pandu Negeri

0
Bupati Bintan Apri Sujadi didampingi Sekda Bintan Adi Prihantara memimpin rapat bersama dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Bintan, Kamis (2/11) kemarin di kantor Bupati Bintan di Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu. F. Kominfo Setda Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi masuk dalam nominator peraih Anuerah Pandu Negeri tahun 2017, yang digelar Indonesia Institute For Publik Govermance (IIPG) di Jakarta. Hal ini karena pejabat Bintan ini dinilai sebagai pemimpin yang inovatif dan berhasil melakukan terobosan dalam peningkatan pertumbuhan sosial ekonomi melalui
reformasi tata kelola.

Kabag Kominfo Setda Kabupaten Bintan Hasfi Handra saat ditemui di kantor Bupati Bintan di Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Kamis (2/11) menuturkan, pemberian penghargaan diberikan kepada pemerintah provinsi kabupaten dan kota terbaik serta pemimpin yang inovatif karena berhasil melakukan terobosan di bidang reformasi tata kelola. “Rencananya Jumat, 10 November mendatang di Institute For Public Governance Jakarta,” ujarnya.

Dikatakannya, penilaian anugerah ini berdasarkan penilaian terhadap kinerja 34 provinsi, 416 kabupaten dan 99 kota di Indonesia. Di mana penilaian meliputi tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan, kinerja pengembangan manusia, kinerja ekonomi, serta inovasi strategi dan pimpinan yang inofatif.

Dari penilaian itu, terpilih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Bupati Bintan Apri Sujadi, yang merupakan satu diantara 50 nominator pemerintah daerah terbaik untuk penghargaan anugerah pandu negeri tahun 2017.

Hasil penilaian independen yang dilakukan didukung oleh 7 penilai, 6 pengarah, dan 5 juri yakni Prof Dr Djisman Simanjuntak sebagai anggota Dewan Kawasan Ekonomi Nasional (KEN) Indonesia, Prif Dr Harkristuti Harkrisnowo, SH, LL.M, MA sebagai anggota panitia kerja rancangan undang-undang terorisme pemerintah dan DPR, lalu Prof Dr Sidharta
Utama, Ph.D,CA,CFA merupakan profesor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Chandra M Hamzah, SH sebagai pengacara sekaligus ahli hukum dan mantan komisioner Komisi Pemberantas Korupsi serta Yostinus Tomi Aryanto sebagai Business Director of Tempo.co dari PT Info Media Digital 2017 juga economics editor and Head
of Business Development Division, Tempo Media Group. (cr21)

Majestic of Ijen …

0

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sebuah karnaval yang bisa Anda nikmati di banyuwangi pada 11 November 2017.

“BEC ini cuma tambahan saja. Ini untuk menunjukkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Banyuwangi. Saya jamin, pesona alam Banyuwangi bakalan membuat wisatawan betah dan ingin kembali lagi,” kata Kadispar Banyuwangi MY Bramuda, Rabu (1/11).

Bram, sapaan akrab Bramuda memang tak mengada-ada. Alam Banyuwangi memang terkenal keren. Destinasinya punya Kawah Ijen, Pantai G-Land, Air Terjun Lider, Pantai Pulau Merah dan Teluk Hijau. Belum lagi Desa Wisata Osing, Taman Sritanjung, Pantai Rajegwesi, Pantai Watu Dodol dan Agrowisata Kali Klatak.

“Cari saja informasinya di Google. Dijamin keren,” tambahnya.

Unsur 3A-nya pun sangat oke. Atraksi, amenitas dan aksesibilitas di Banyuwangi semakin kuat. Atraksinya sudah menembus 72 even per tahun. Dan 50 di antaranya adalah global event.

Aksesnya? Jangan ditanya lagi. Sudah ada enam flight langsung dari Jakarta ke Banyuwangi dengan Garuda dan Nam Air. Amenitasnya juga paten. Dari mulai homestay,
losmen, guest house sampai hotel bintang 5 bertebaran di Banyuwangi.

“Kabupaten Banyuwangi punya komitmen kuat untuk membangun pariwisata. Dan BEC 2017 digelar untuk menguatkan unsur atraksinya,” kata Bram.

Efek dominonya pun bisa panjang. Selain mengangkat pariwisata, BEC bisa membantu mengembangkan potensi kreativitas anak muda dalam membangun daerah.

“Ini merupakan wadah anak anak muda Banyuwangi yang penuh dengan ide dan kreativitas. Di BEC anak muda tidak hanya menampilkan desain pakaian yang kreatif, namun juga sebagai penyampai pesan budaya dan sejarah. Dari Banyuwangi untuk dunia,” timpal Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Menpar Arief Yahya juga tak mau ketinggalan. Bagi Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu, BEC 2017 merupakan salah satu kekayaan parade karnaval di Indonesia. Karenanya, BEC diyakini bisa menjadi jembatan antara kesenian tradisional dengan modern. Kreasinya juga bisa lebih diterima di panggung internasional.

“Kreasi kostum karnaval Indonesia memang bagus-bagus. Dari Jember Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnaval, Malang Carnival, Batik Solo Carnaval, nama-namanya sudah mendunia,” ujar Menpar Arief.

Step perjalanannya pun terlihat sudah berada di jalur yang pas. Hingga Rabu (1/11), panitia mencatat kepesertaanya tidak hanya lokal saja. Sekitar 40 wisatawan mancanegara juga akan turut serta mengikuti parade busana ini. Turis asing yang ikut memeriahkan acara berasal dari Rusia, Belarusia, Amerika Serikat, Perancis, dan Italia. Dan mereka ini nantinya akan berpakaian layaknya penari Gandrung dan ikut berjalan menyapa masyarakat Banyuwangi.

“Ini sangat keren. Banyuwangi justru membawa tema lokal untuk diperkenalkan ke level global. Jadi silakan ke Banyuwangi,” ajak Menpar. (*)

Dua Desa di Bintan Bersaing di Tingkal Nasional

0
Warga bergotong royong saat akan memasang gapura di pintu masuk Desa
Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Dua desa di Kabupaten Bintan masuk dalam nominasi Desa Sadar Jaminan Sosial Terbaik di Indonesia. Dua desa tersebut adalah Desa Teluk Bakau di Kecamatan Gunung Kijang dan Teluk Sasah di Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Dua desa itu bersaing melawan lebih dari seratus desa lainnya dan kami lagi mempersiapkan segala sesuatunya agar hasilnya maksimal,” ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Jefri Iswanto yang hadir dalam penandatanganani kerja sama dengan kepala desa Teluk Bakau di dermaga nelayan Kampung Mengkurus, Kamis (2/11).

Wabup Bintan Dalmasri Syam mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya atas kesadaran masyarakat yang sangat mementingkan jaminan sosial demi kesejahteraan. Ditambahkannya juga bahwa progran ini memiliki banyak efek positif dan harus mendapat dukungan.

“Jaminan sosial ini penting. Minimal mengurangi kekhawatiran kita saat bekerja kalau-kalau ada risiko besar. Bapak-bapak yang ke laut, khawatir kalau terjadi apa-apa dan tidak bisa lagi bekerja, cemas dengan masa depan anak istri. Dengan adanya jaminan sosial, InsyaAllah minimal mengurangi rasa takut kita akan hal itu,” terangnya.

Pada kesempatan itu juga, Dalmasri menyerahkan secara simbolis kartu peserta dan penyerahan santunan kepada ahli waris almarhumah Setiyani yang mengalami kecelakaan kerja di PT Pepperl Fuch Bintan hampir sebulan yang lalu. Ahli waris mendapatkan total santunan sekitar Rp 49 juta.

Selanjutnya, dilakukan pemotongan pita sebagai simbol peresmian, Wakil Bupati Bintan didampingi Kadishub Bintan, Kepala BPPPD Bintan bersama Ketua BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang menelusuri dermaga melihat rumah-rumah warga sekaligus memantau kesiapan sebelum kedatangan tim penilai nantinya. Pengumuman pemenang kategori Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terbaik rencananya akan diketahui
Desember mendatang usai penilaian dilakukan di semua daerah. (cr21)

Menpar Arief Yahya Serukan Revolusi Digital

0

Pengamat perekonomian Faisal Basri, Senior Vice President World Travel and Tourism Council (WTTC) Helen Marano dan Head of Destination Marketing APAC, TripAdvisor Sarah Mathew semuanya dibuat terpana oleh paparan Menpar Arief. Gawean Forum Pariwisata (Forwapar) di Grand ballroom DoubleTree by Hilton Jakarta, Rabu (1/11), itu pun langsung senyap.

Menggunakan batik lengan panjang coklat, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, di era saat ini tengah terjadi 3 revolusi. Telekomunikasi, Transportasi, dan Tourism. Semuanya mengalami revolusi termasuk pariwisata. Revolusinya beralih ke digital, saat ini bukan yang besar mengalahkan yang kecil tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat.

“Kenapa harus Go Digital? Karena sekarang sedang berlangsung revolusi. Semua orang mengalami, tidak hanya orang tua saja,” kata Arief Yahya.

Lebih lanjut Menpar Arief mengatakan, percepatan environmental sustainability, ranking Indonesia masih buruk. Menpar berharap untuk mendapatkan masukan benchmarking dari negara lain melalui WTTC dalam mengatasi masalah-masalah environmental sustainability.

“Sustainable tourism jadi hal semakin diperhatikan oleh banyak orang di dunia dan harus dilakukan fokus di sana. Caranya yang tepat dilakukan di Indonesia adalah deregulasi,” ujarnya.

Hasilnya? Pertumbuhan pariwisata di Indonesia di 2017 langsung meningkat hingga 25,68 persen. Lantas kenapa bisa tumbuh? “Karena kita pakai digital. Kita pakai yang terhebat yang ada di dunia. Bisa dipastikan tahun ini pariwisata akan menjadi nomor satu,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Helen Marano dari WTTC mengatakan, salah satu hal penting yang harus ada untuk mengembangkan pariwista adalah dukungan berbagai pihak. Termasuk pemerintah.

Pemerintah harus memberi ruang untuk semua pihak bekerja. Serta terkoneksi karena sangat banyak segmen di wisata jadi harus menciptakn ruang atau plaform untuk semua segmen. Termasuk pemerintah dan semua penggiat wisata dapat saling terkoneksi dan bekerja sama.

“Sustainable tourism jadi hal semakin diperhatikan. Tidak hanya untuk mencapai GDP tetapi juga untuk menjaga dan meningkatkan dampak wisata. Tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Perkembangan pariwisata Indonesia salah satu modal baik bagi pemerintah untuk lebih serius mengembangkan pariwisatanya” ujar Helen.

Ajang ITO yang diinisiasi Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai kalangan. Semua yang kompeten dan terkait langsung dengan sektor pariwisata ikut digandeng. Dan semuanya, ikut diajak menganalisis prospek, peluang, dan mengumpulkan masukan menuju optimisme tercapainya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019. (*)