Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 12736

Bayi 10 Bulan Sebesar Anak 8 Tahun

0

Nama Luis Manuel Gonzales viral. Berbagai media di Meksiko mengabadikannya.

Gara-garanya, bobot tubuhnya mencapai 28 kilogram. Masalahnya, Luis Manuel masih berusia 10 bulan.

Tubuhnya jauh lebih besar daripada kakaknya, Mario, yang berumur tiga tahun. Belum diketahui pasti penyebab pembengkakan tubuh Luis Manuel. Diduga, dia terkena prader-willi syndrome, gangguan genetik yang mengakibatkan tubuh tumbuh abnormal.

”Awalnya, saya pikir karena ASI saya bagus,” ujar Isabel Pantoja, sang ibu.

Perempuan 24 tahun itu mengungkapkan bahwa saat lahir, berat anak keduanya tersebut hanya 3,5 kilogram, hampir sama seperti saat Mario dilahirkan. Namun, berat badan Luis Manuel tumbuh begitu cepat, seperti tak terkendali. Ketika masih berusia 2 bulan, dia berbobot 10 kilogram. Kini Luis Manuel menggunakan popok sekali pakai ukuran dewasa dan baju untuk anak 8 tahun.

Bobot tubuh sebesar itu membuat Luis Manuel kesulitan bergerak. Dia tak bisa merangkak, apalagi berdiri tegak sambil berpegangan layaknya bayi seusianya. Ibu dan ayah Luis Manuel mengaku sering kali kelelahan jika harus menggendong buah hatinya tersebut. Kalau ingin menggunakan stroller, mereka harus memilih yang benar-benar kuat.

”Dia pernah saya taruh di stroller, lalu bagian tengahnya patah,” kata Gonzales, sang ayah.

Berdasar serangkaian tes, bayi yang tinggal di Tecoman, Negara Bagian Colima, Meksiko, itu diduga terkena prader-willi syndrome. Jika benar, Luis Manuel membutuhkan suntikan hormon seharga USD 555 (Rp 7,5 juta) untuk satu kali injeksi. Padahal, Gonzales hanya bekerja di pabrik minuman dengan gaji USD 200 per bulan atau setara Rp 2,7 juta. Karena itu, mereka membuat akun Facebook yang meminta bantuan untuk pengobatan.

Namun, Silvia Orozco, dokter bedah yang memiliki spesialisasi di bidang nutrisi, punya pendapat lain. Dia menduga, Luis Manuel tidak terkena prader-willi syndrome. Ada kemungkinan saat hamil, Pantoja kekurangan nutrisi tertentu sehingga kelenjar yang mengatur metabolisme di tubuh Luis tidak bekerja maksimal. Karena itu, dia mengirim sampel jaringan tubuh Luis Manuel ke AS untuk detail yang lebih akurat.

Pantoja mengakui bahwa kehamilannya terbilang rewel. Saat mengandung Luis Manuel, kakinya sempat bengkak pada trimester ketiga. Dia juga merasa Luis Manuel lebih berat dan banyak bergerak saat berada di rahim, bahkan cenderung hiperaktif. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan saat dia mengandung Mario. (thestraittimes/mexicodailynews/sha/c16/any)

Sophia Latjuba Berusia 47 Tahun Sophia Latjuba masih Memikat

0
foto: instagram

Meski usianya sudah 47 tahun, Sophia Latjuba masih terlihat cantik. Tak heran jika Ariel Noah kepincut dengan ibunda Eva Celia.

Bisa menjaga bentuk tubuhnya, Sophia mengaku melakukan gaya hidup sehat.

“Saya percaya kalau gaya hidup sehat itu adalah investasi. Kita makan nutrisi tinggi, itu membuat saya enggak khawatir lagi,” kata Sophia Latjuba di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11).

Salah satu bentuk pola hidup sehat yang dilakukannya dengan melakukan diet vegan. Seperti diketahui, diet vegan merupakan jenis diet vegetarian yang tak mendonsumsi daging, telur, serta produk hewani.

Sophia mengaku mendapat banyak manfaat dari diet vegan yang dijalaninya sejak beberapa bulan terakhir.

“Beberapa bulan ini saya diet vegan. Bukan untuk kurus, melainkan mengatur makan-makan kita. Enggak makan binatang yang bernapas begitu, dan enggak minum susu karena itu pun dari binatang,” ucap janda Indra Lesmana ini.

“Selama jadi vegan, saya merasa lebih enak dan energinya dua kali lipat,” tutur Sophia Latjuba. (mg7/jpg)

Meksiko Lirik Pesawat N219

0
Dinas Pengairan BWI‏ Presiden Joko Widodo (tengah) menerbangkan pesawat kertas dalam Pemberian Nama Pesawat N219 di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11/2017). Presiden memberikan nama Nurtanio kepada purwarupa pesawat N219 yang merupakan karya anak bangsa hasil kerjasama PTDI dan LAPAN.–Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Mexico sepakat kerjasama  sektor   penerbangan. Kemarin (11/11) proses penandatanganan Bilateral Airworthines Agreement antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan Directorate General of Civil Aeronautics Republic Mexico dilakukan. Perjanjian kerjasama yang disampaikan pada acara Forum Konsultasi Bilateral ke-6 Indonesia-Mexico tersebut juga membicarakan salah penjualan Pesawat N219 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia.

”Mexico adalah mitra penerbangan bilateral  yang penting bagi Indonesia.  Untuk itu, sangat perlu  melakukan kerjasama pengakuan sistem kelaikudaraan antar kedua negara ini,” ujar Agus Santoso, Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Menurut Agus, ada potensi bagus bagi Indonesia untuk menjadikan Mexico dan negara-negara sekitarnya sebagai pasar penerbangan. Salah satunya adalah untuk penjualan pesawat N219 kepada Promotora Aerospacial El Paso (PAEP) Mexico. PAEP yang merupakan perusahaan Mexico bekerjasama dengan pemerintah negara bagian Chihuahua untuk mengembangkan regional airline.

“Negara sekitar Meksiko, seperti Guatemala dan El Salvador juga menjadi potensi. Kerjasama ini dapat mempermudah proses penjualan pesawat tersebut,” ujarnya. Dalam perjanjian tersebut, salah satu elemen utama yang akan disertakan adalah sertifikasi produk-produk penerbangan di Indonesia. Sehingga bisa dipakai dan diakui langsung di Mexico.

Menurut Agus, pesawat N219 merupakan produk penerbangan unggulan Indonesia yang sedang dipasarkan ke manca negara. Untuk itu jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan berbagai upaya untuk mendorong suksesnya pengembangan bisnis pesawat tersebut.

Dia juga menambahkan, N219 dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan yang bisa melayani rute pendek dengan 19 penumpang. ”Pesawat jenis ini sangat pas untuk menghubungkan banyak daerah terpencil di gunung maupun pada kondisi ekstrem lainnya,” katanya.

Saat ini antara PTDI yang diwakili anak perusahaan IPTN North America dengan PAEP sedang dalam penandatanganan persetujuan kerjasama lanjutan. Dengan demikian diharapkan dapat mendorong penjualan 30 pesawat N219 ke Mexico dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. pada 8 Mei lalu, IPTN North America juga telah mencapai kesepakatan sekaligus menandatangani MoU dengan Light Blue. S.A. Guatemala.

Selain itu kerjasama bilateral tersebut juga berisikan untuk saling mempromosikan layanan udara internasional. Hal lain yang dibicaraan mengenai membangun layanan terjadwal antara masing-masing wilayah. (lyn)

BP Batam Tambah 17 Izin Lagi

0
Sejumlah warga Batam sedang mengurus dokumen di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam Gedung Sumatera Promotion Center. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Perencanaan Mal Pelayanan Publik (MPP) terus digesa agar segera bisa diresmikan pada Desember mendatang. Untuk tahap awal, perizinan yang berada diluar wewenang Pemko Batam sudah dimatangkan. Contohnya BP Batam dengan 75 izin.

“Rencana awal, BP Batam 75 izin, Kanwil Kumham 4 izin, Imigrasi Batam 9 izin, BKPM 14 izin, Kemenaker 2 izin, Dirjen Pajak 1 izin, Dirjen Bea Cukai 1 izin, BPN 3 izin dan perbankan seperti BNI,” ujar Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, Sabtu (11/11).

BP Batam sendiri juga tengah mengembangkan 17 layanan perizinan dan non perizinan yang rencananya akan ditambahkan belakangan. Layanan perizinan dan non perizinan tersebut antara lain

  • pelayanan perubahan peruntukan,
  • pelayanan fatwa planologi,
  • pelayanan pematangan lahan,
  • pelayanan perizinan penempatan titik reklame,
  • pelayanan izin pemakaian ROW jalan untuk utilitas,
  • pelayanan izin penghijauan,
  • pelayanan pemakaian ROW jalan untuk jasa lainnya,
  • pelayanan uji laboratorium mekanika tanah,
  • pelayanan pemangkasan pohon penghijauan,
  • pelayanan jasa mini garden, pelayanan pengajuan alokasi lahan,
  • pelayanan Skep dan SPJ, pelayanan pembukaan kantor cabang,
  • pelayanan penertiban angka importir (API) dan pelayanan izin penutupan kantor cabang.

“Dan semuanya direncanakan akan diimplementasikan perizinan dan non perizinan berusaha agar terintegrasi secara elektronik (single submission),” timpal Bambang.

Dan sejumlah perizinan yang nantinya akan terintegrasi dengan instansi lainnya nanti adalah Surat Izin keluar Masuk Barang (SIKMB) bersama dengan Pemko Batam dan BKPM dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Land Management System (LMS) yang merupakan program internal BP Batam terkait perizinan lahan.

“Dan i23J yang akan terintegrasi dengan BKPM, Kementerian Hukum dan Ham, Kemendag, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan lainnya,” pungkas Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mal Pelayanan Publik Batam ini nantinya akan diresmikan Presiden Joko Widodo. Mal tersebut digadang-gadang menjadi yang terlengkap di Indonesia. Mal Pelayanan Publik Batam akan melayani 340 perizinan dan pelayanan publik lainnya.

“Dibandingkan daerah lain yakni DKI, Bayuwangi dan Surabaya, yang kami kunjungi, Mal Pelayanan Publik Batam paling lengkap dalam proses perizinannya,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batam, Gustian Riau.

Tidak hanya itu saja, Mal Pelayanan Publik Batam juga menyediakan lokasi atau ruangan khusus VIP untuk para investor yang menggunakan layanan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK).

“Jadi para investor tinggal duduk saja. Di ruangan VIP tersebut sudah ada keseluruhan perizinan melalui fasilitas KLIK. Sangat mudah dan nyaman tentunya,” beber Gustian.

Gustian memaparkan, 340 perizinan ini dari Pemko Batam, BP Batam, Imigrasi, Samsat, BPN, Polri, Bea Cukai, dan Kadin Batam.

Bahkan selain instansi pemerintah juga akan ada pelayanan non pemerintah seperti PLN Batam, PT Adhya Tirta Batam (ATB), Notaris, Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT), dan Real Estate Indonesia (REI) serta banyak lain sebagainya.

“Dan kemungkinan ini akan berkembang terus,” paparnya.

Ia menambahkan, semua perizinan di Mal Pelayanan Publik Batam ini nantinya berbasis online. “Program kami kedepan proses antrian pengurusan izin menggunakan SMS saja, tidak lagi antri di tempat,” pungkas Gustian. (leo)

Sultan Mahmud Tak Pernah Berkompromi dengan Belanda

0

batampos.co.id – Ketua Tim Pengkaji Peneliti Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepri, Abdul Malik mempersoalkan sinopsis Sultan Mahmud Riayat Syah III yang dibacakan Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri saat perayaan penyambuatan Sultan Mahmud sebagai Pahlawan Nasional di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (11/11). Menurut Malik, sang Sultan tidak pernah sedikitpun berkompromi dengan Belanda.

“Perayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau terhadap Anugerah Gelar Pahlawan Nasional Gerilya Laut Republik Indonesia kepada Sultan Mahmud Riayat Syah sungguh luar biasa hebatnya,” ujar Malik, kemarin.

Menurut Malik, gelaran itu menunjukkan apresiasi, kebanggaan, sekaligus penghormatan kepada Allahyarham Sultan Mahmud Riayat Syah dan jasa-jasa serta perjuangan luar biasa SMRS dalam menghalau penjajah Belanda dari bumi nusantara ini. Malangnya kata Malik, acara megah dan sakral itu tercoreng oleh pembacaan Sinopsis Perjuangan Sultan Mahmud Riayat Syah.

“Entah siapakah yang menulis sinopsis itu dan tak diketahui juga motif dan motivasinya menuliskan begitu sehingga dibacakan oleh si pembaca sinopsis apa adanya,” papar Malik,

Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menegaskan, yang paling fatal dan ceroboh, di dalam pembacaan sinopsis itu disebutkan Sultan Mahmud Riayat Syah pernah berupaya melakukan rekonsiliasi diplomatik dengan VOC-Belanda, tetapi ditolak oleh Belanda.

“Bertahun-tahun kami Tim Penulis Naskah Usulan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Pahlawan Nasional Gerilya Laut Republik Indonesia melakukan penelitian. Tak ada satu fakta dan data pun yang kami temukan bahwa Sultan Mahmud Riayat Syah pernah berdiplomasi dengan Belanda. Malah sebaliknya, VOC-Belanda-lah yang berupaya untuk menjalin diplomasi dengan Sultan Mahmud, tetapi ditolak oleh Baginda Sultan,” tegas Malik.

Dekan Fakultan Ilmu Pendidikan dan Keguruan tersebut juga menjelaskan, upaya Belanda itu dijawab oleh Sultan Mahmud Riayat Syah dengan perang. Ungkapan bahwa Sultan Mahmud pernah berupaya melakukan rekonsiliasi diplomatik dengan VOC-Belanda secara tersirat “mengecilkan arti perjuangan dan ketauladanan” Sang Pahlawan Nasional Gerilya Laut itu. Apalagi, kesemuanya itu tak berbasis fakta dan data. Tak jelas apa motif yang melatari penyisipan ungkapan menyimpang itu di dalam sinopsis perjuangan Sultan Mahmud Riayat Syah yang dibacakan di depan banyak sekali hadirin yang membanjiri Gedung Daerah, Sabtu, 11 November 2017,”

“Melalui klarifikasi ini, kami Tim Penulis Naskah Usulan mengimbau masyarakat untuk tak terpengaruh oleh ungkapan yang tak berdasar dan jauh dari nilai akademik itu. Kalau Sultan Mahmud pernah menjalin diplomasi dengan musuh, tentulah Baginda tak diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Karena perkara itu sangat sensitif bagi seorang figur Pahlawan Nasional,” terang Malik.

Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. f-istimewa

Ditambahkannya, nyatanya Sultan Mahmud Riayat Syah disahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, melalui Presiden Joko Widodo, karena sejak 1784-1811. Karena Sang Sultan sangat gigih melawan Belanda. Dan, sejak berhijrah ke Lingga 1787 sampai 1811 Baginda menerapkan strategi perang gerilya laut sehingga Belanda harus mengakui Kemerdekaan Kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang dan Kedaulatan Baginda Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Penguasa Terbesar Kesultanan tersebut.

“Kalaupah sinopsis ini yang disampaikan saat usulan kemarin. Kami yakin, sudah tidak masuk kategori pahlawan nasional lagi,” tutup Malik.

Seperti diketahui, Tim Penulis Naskah Usulan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Pahlawan Nasional Gerilya Laut mereka yang terlibat adalah, Dr. Drs. H. Abdul Malik, M.Pd; Prof. Dr. Susanto Zuhdi; Dr. Mukhlis PaEni; Dr. Didik Pradjoko; Drs. H. Abdul Kadir Ibrahim; M.T, Drs. Suarman; Kamarul Zaman, S.Pd; Raja Malik Hafrizal, dan Lazuardy.

Pemprov Gelar Syukuran Adat, Sambut Pahlawan Nasional.

Sultan Mahmud Riayat Syah resmi menjadi Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017 Anugerah diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi kepada ahli waris keturuan kedelapannya yaitu Tengku Husein Saleh di Istana Negara, Kamis (9/11) lalu.

Atas Anugerah ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar berbagai acara penyambutan sebagai rasa syukur dan menghargai jasa-jasa Almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah yang telah berkorban harta dan bahkan nyawa untuk Indonesia.

Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun mengatakan bahwa Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai Pahlawan Bahari yang dimiliki Kepri saat ini diharapkan menjadi motivasi dan semangat yang dititipkan untuk masyarakat di Kepri guna terus bejuang dengan semangat membangun daerah.

“Para pejuang yang telah berujang dimasa lalu dan kita nikamti kemerdekaannya maka saat inilah kita melanjutkan perjuangan mereka dengan berjuang dalam pembangunan, ekonomi, pendidikan, budaya serta agama,”ujar Nurdin.

Nurdin melanjutkan bahwa disela-sela Penyambutan tadi Tanjungpinang diguyur hujan seakan pertanda yang menggambarkan bahwa Beliau berjuang menjaga keutuhan NKRI khususnya di wilayah Kepri tidak pernah menyerah dan tanpa lelah meskipun dalam keadaan panas, hujan maupun badai dan angin kencang.

“Kejadian yang kita rasakan tadi baiknya kita ambil hikmah dan pelajaran berarti apalagi kita tahu bahwa hujan merupakan pertanda berkah yang datang dari Allah SWT semoga Kepri selalu di berkahi olehNya,” papar Nurdin.

Tak lupa Nurdin berpesan bahwa perjalanan membangun daerah masih panjang, diibaratkan sebuah perahu bernama Kepri tentu kita semua adalah para pengisi perahu tersebut dengan menjalankan tugas dibidang dan tanggungjawab masing-masing.

“Untuk itu kebersamaan diantara kita sangat dibutuhkan dalam berlayar menuju kejayaan Kepulauan Riau,” tutup Nurdin.

Sementara itu Tengku Husein Saleh selaku ahli waris dari Sultan Mahmud Riayat Syah mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat yang terus berjuang dan berperan aktif sehingga anugerah ini diberikan.

Syukuran sendiri diawali dengan pembacaan riwayat hidup Sultan Mahmud Riayat Syah oleh Budayawan Melayu Rida K. Liamsi, Dilanjutkan dengan pemberian tepuk tepung tawar oleh Gubernur Nurdin kepada Ahli Waris Tengku Husein Saleh ditutup dengan Penyerahaan tanda penghargaan pahlawan nasional dan Plakat keputusan Presiden RI dari ahli waris Tengku Husein Saleh kepada Gubernur Nurdin.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekdaprov Kepri H.TS. Arif Fadillah berserta Istri Hj. Risma Rini, Asisten I dan III Raja Ariza dan Muhammad Hasbi, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Kepala-Kepala OPD, Ketua LAM Abdul Razak, Tokoh masyarakat berserta tamu undangan lainnya.(jpg)

Penjelasan MenLHK Siti Nurbaya dan Menpar Arief Yahya tentang Ijen

0
foto: @PengairanBwi

Simpang siur seputar informasi pembangunan fisik di puncak Ijen, Banyuwangi sampai juga ke Menteri Pariwisata Arief Yahya. Apalagi siulan-siulan netizen di media sosial sudah sedemikian kencang, lebih banyak yang kontra daripada yang setuju.

“Beberapa pertanyaan media yang sampai di handphone saya, langsung saya forward ke Bu Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang punya kawasan itu. Dan beliau langsung merespons cepat, terima kasih Ibu MenLHK, ini sangat membantu netizen yang ingin tahu,” jelas Arief Yahya, Menpar RI.

Menpar yang asli Banyuwangi itu, kebetulan menghadiri pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu 11 November 2017 lalu. Ada beberapa pejelasan Menteri Arief kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Banyuwangi. Pertama, apa yang dibangun yaitu pagar, musholla dan toilet, sangat dibutuhkan oleh wisatawan.

Kedua, kata Arief Yahya, lokasi bangunan mushola dan toilet tidak pada lokasi yang biasa untuk melihat pemandangan dan bukan di jalur pendakian. “Mungkin ini yang perlu disosialisasikan, agar tidak menimbulkan aneka praduga,” sebut Arief Yahya dengan nada datar.

Lalu apa penjelasan MenLHK Siti Nurbaya yang dikirim ke Menpar Arief? Ini dia pointersnya:

Konstruksi dibangun dengan berbagai pertimbangan.
1.Karena lebar bibir kawah ijen hanya 2m, dengan kanan kiri kawah dan jurang sebingga perlu diantisipasi dengan pagar pengaman. Pagar dibangun dengan struktur menyerupai kayu sehingga menyatu dengan alam.
2. Pagar juga sudah ada sebelumnya dan sangat tidak aman. Pagar akan membatasi pengunjung dari kawah, karena pengunjung terlarang untuk turun ke kawah dan selama ini tidak ada pembatas meski ada papan larangan.
3. Toilet dan mushola menjawab guna memenuhi permintaan wisatawan, masyarakat dan pejabat yg ke ijen selalu mengeluhkan ketiadaan mushola shg tidak bisa sholat subuh tepat waktu.

Soal toilet dan mushala, Menpar Arief Yahya juga membenarkan, bahwa itu dibutuhkan. “Di seluruh destinasi wisata dunia, dimana pun juga butuh toilet yang bersih, bagus, nyaman. Jadi ini bagus, kalau ingin menjadi global player, harus menggunakan global standard,” kata Arief Yahya lagi.

Ini lanjutan penjelasan Menteri LHK Siti Nurbaya:

1. Yg dibangun hanya pagar pengaman, toilet, mushola. Tidak ada bangunan lain selain itu. Dan bukan kereta gantung, warung, toko, resto, hotel ataupun taman bermain. Titik mushala dan toilet pun bukan di jalur pendakian, dan tidak akan menghalangi pandangan pengunjung dr blue fire, karena terletak 226m dari titik bluefire. Tinggi pagar hanya 85 cm sehingga tidak menghalangi photographi.
2. Investornya negara, karena Ijen adalah salah satu prioritas nasional pariwisata. Anggaran pembangunan Ijen dibangun dg Dipa KLHK melalui Dipa BBKSDA Jatim Tahun Anggaran 2017.

Lalu apa komentar Menpar Arief? “Saya rasa penjelasan Bu MenLHK bagus, semoga ini bisa membantu netizen, yang ingin tahu seputar Ijen,” kata Arief Yahya. (*)

19 November Wapres Jusuf Kalla Berkunjung ke Lingga Kepri

0
Wapres Jusuf Kalla. Foto: JPG

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) dipastikan hadir dalam Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa (PMTMA) di Daik Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), 19 November 2017.

Dalam pembukaan secara yang diikuti sejumlah negara sahabat ini, Wapres JK akan diberi gelar adat Melayu “Seri Perdana Wira Negara” oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau (Kepri).

“Alhamdulillah, Pak Wapres berkenan hadir membuka secara resmi acara Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa di Daik Lingga. Jadwalnya sudah confirmed, Minggu, 19 November,” ungkap Bupati Lingga, Alias Wello usai melakukan pertemuan dengan Wapres, JK di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (10/11).

Alias Wello mengatakan, pemberian gelar Seri Perdana Wira Negara tersebut sebagai bentuk penghormatan LAM untuk memuliakan pangkat yang disandang Jusuf Kalla sebagai Wapres. Selain itu, Wapres juga akan menyaksikan penandatanganan naskah kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lingga dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

“Gelar ini belum pernah diberikan kepada siapa pun. Harapannya, supaya dapat membawa tuah kepada Pak JK yang pada gilirannya akan membawa tuah kepada masyarakat Kepri khususnya dan rakyat Indonesia umumnya,” jelas Alias Wello.

Acara PMTMA yang diadakan sempena peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lingga ke-14 itu, juga disejalankan dengan penyelenggaraan event wisata Festival Gunung Daik. Hingga saat ini, sedikitnya 150 orang wisatawan asing dari berbagai negara sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti event wisata yang didukung oleh Kementerian Pariwisata RI tersebut.

Bupati Alias Wello memgalu juga sudah menyurati kabupaten/kota se-Kepri untuk dapat andil mendukung kegiatan di Bunda Tanah Melayu tersebut. Sejauh ini baru ada beberapa kabupaten/kota yang mengungkapkan kesediannya ikut menambah semaraknya perhelatan Tamadun Melayu itu.

“Kita berharap jangan sampai sebuah kegiatan itu berhenti disitu, seperti melempar batu ke laut. Tenggelam tak timbul-timbul lagi. Kita harap Tamadun ini dapat dibuat bersama-sama. Kabupaten kota lainnya harus ikut mendukung,” harapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga Muhammad Ishak menambahkan, guna memeriahkan perhelatan PMTMA yang berlangsung 17-26 November mendatang ini, akan melibatkan seniman lokal. Para seniman Lingga baik yang ada di luar maupun di dalam daerah juga akan dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Kita akan libatkan semua, baik pembaca puisi dan lainnya,” ujar Ishak yang juga sebagai Ketua Panitia PMTMA.

Ishak menjelaskan, beberapa acara dilaksanakan di beberapa tempat, seperti acara pembukaan, penyambutan tamu dilaksanakan di pangung utama, acara perbincangan melayu dan pembacaan puisi di Gedung Derah, sedangkan acara malam kesenian dilaksanakan di pangung utama setiap malamnya.

“Untuk lomba festival seni tari dan musik yang dibuat oleh LAM Kepri yang dilaksanakan di kampung kita,” ujar pria yang juga menjabat Ketua LAM Lingga ini.

Ishak melanjutkan, semua kegiatan tidak semua acara tertuju di panggung utama Halaman Kantor Bupati Lingga ada beberapa tempat lainnya. Selain itu, ada beberapa kegiatan lainnya seperti permainan rakyat, pameran dan stand bazar. “Kalau untuk pameran, akan kita lakukan di Museum Linggam Cahaya,” katanya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, perhelatan Tamadun Melayu ini selain untuk melestarikan budaya yang ada, juga dapat berdampak terhadap ekonomi masyarakat Kepri khususnya Kabupaten Lingga.

”Poinnya adalah melalui penyelenggaraan event ini kita berharap kekayaan budaya Masyarakat Lingga dapat terpelihara dan berkembang baik, sehingga menjadi atraksi dan daya tarik untuk mendatangkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) khususnya ke Lingga dan Kepri ,” kata Esthy.

Wanita berhijab itu menambahkan, penyelenggaraan PMTMA ini mempunyai peran penting sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan nilai-seni budaya dan kreatifitas masyarakat yang ada di sekitar Danau Sentani melalui kegiatan pariwisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sangat mengapresiasi gelaran PMTMA. Menurut dia, Lingga menjadi salah satu keindahan budaya yang dimiliki tanah Kepri. Selain itu, Kepri juga masuk ke dalam program Crossborder karena penyeberangan ke Batam, Bintan, Tanjung Balai Karimun, sangat dekat dan cepat melalui Kepri. Akses penyeberangan juga semakin banyak.

“Karena itu akan banyak event internasional di Kepri, untuk menghidupkan industri pariwisata di sana,” tutur Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut Telkom itu menjelaskan bahwa saat ini hanya tinggal yang mesti diperhatikan adalah kekuatan konsep acara, keunikan, akomodasi dan penerimaan masyarakat daerah tersebut kepada para wisatawan.

“Selamat dan semoga sukses atas penyelenggaraan PMTMA, sukses buat warga Lingga dan Kepri,” pungkasnya.(*)

GenWI Thailand Siap Perkuat Promosi Pariwisata Indonesia di Media Sosial

0
ilustrasi

Komunitas Generasi Wonderful Indonesia (Genwi) Thailand akan diresmikan.

Inilah komunitas yang aktif di media sosial, dan siap mempromosikan pariwisata Indonesia dari Negeri Gajah Putih, Thailand.

Nantinya mereka akan membantu memviralkan berbagai hal terkait pariwisata di Indonesia. Mulai dari foto-foto, video, grafis, text story dari destinasi wisata dan juga calender of events yang diproduksi oleh GenPI (Generasi Pesona Indonesia).

Rencananya Generasi Wonderful Indonesia di Thailand akan resmi diluncurkan pada 20 November 2017 di CentralWorld, Bangkok. Akan turut hadir Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara serta Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Don Kardono.

Ukus Kuswara mengatakan, saat ini di tengah perkembangan teknologi informasi, dunia digital dan sosial media memegang peranan penting. Saat ini media sosial sudah menjadi salah satu alat penyebar informasi yang utama karena efektifitasnya.

“Saat ini orang search and share melalui digital. Sehingga kehadiran GenWI di Thailand ini akan semakin mempopulerkan pariwisata Indonesia. Terlebih digerakkan oleh mereka komunitas di media sosial,” ujar Ukus.Zaman dulu, kata Ukus, ada istilah mulutmu harimaumu. Kini, sudah bergeser, jemarimu pesonamu.

“Jadikan momentum ini sebagai cara untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, yang sudah menjadi leading sector dan core economy bangsa,” tuturnya.

Sementara Don Kardono menambahkan, kehadiran Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) di Thailand nanti diharapkan dapat menjadi ujung tombak penyebaran informasi secara viral (branding).

“Dan juga secara nyata dapat berkontribusi mendatangkan wisman, terutama dari Thailand ke Indonesia,” ujar Don.

Seperti diketahui, tahun ini kunjungan wisman dari Thailand ke Indonesia ditargetkan mencapai 118 ribu wisatawan.

Lebih lanjut Don mengatakan, pada peluncuran GenWI Thailand nanti sebelumnya juga akan membahas mengenai program-program promosi Wonderful Indonesia dan pembentukan koordinator wilayah untuk GenWI Thailand.

“Serta akan membentuk wadah untuk membicarakan program-program promosi Wonderful Indonesia tersebut ke depannya,” ujar Don.

Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu mengapresiasi atas kontribusi dan dukungan penuh dari komunitas GenPI dan genWI. Apa yang mereka lakukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kontribusi mereka selama ini sudah terbukti.

Berbagai hal terkait pariwisata Indonesia tersebar luas. Bahkan komunitas GenPI dengan kreatifitasnya membentuk atraksi wisata dengan melibatkan masyarakat.

“Seperti Pasar Karetan yang terbukti heboh dan diminati masyarakat,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk itu ia berharap dengan hadirnya GenWI Thailand nanti dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pariwisata Indonesia.(*)

 

Bengkulu Perkuat SDM Pariwisata

0

Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu kembali menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Kepariwisataan. Kegiatan yang berlangsung pada 8 hingga 10 November kemarin tersebut sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menyongsong “Visit 2020 Wonderful Bengkulu”.

Hadir sebagai pemateri, dari Kementerian Pariwisata Plt. Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto serta perwakilan dari Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Faizal.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Yudi Satria mengatakan, kegiatan Bimtek diikuti 250 peserta yang terdiri dari aparatur Pemerintah Provinsi, ASN Kabupaten/Kota, Kelompok Sadar Wisata serta stakeholder pariwisata di Bengkulu.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan kepada peserta di bidang kepariwisataan,” ujar Yudi Satria.

Ia mengatakan, Pemprov telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang akan dikembangkan. Bahwa pariwisata Bengkulu akan menjadi sektor unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta masyarakat.

Hal itu, jelas Yudi, tidak lepas dari tingginya potensi pariwisata di Bengkulu. Salah satu provinsi yang ada di Pulau Sumatera ini memiliki kekayaan alam yang indah serta budaya yang tinggi.

“Karena itu pula Pemprov telah menetapkan program ‘Visit 2020 Wonderful Bengkulu yang akan menjadi goal besarnya pariwisata Bengkulu. Salah satu poin utamanya adalah bagaimana menghasilkan SDM pariwisata yang andal yang akan diwujudkan melalui Bimtek ini,” ujar Yudi.

Selain itu, dalam menunjang proses ‘Visit 2020 Wonderful Bengkulu’, Pemprov juga telah menyiapkan 52 event yang akan digelar dalam satu tahun ke depan yang akan mengangkat potensi lokal ke kelas dunia.

“Salah satu yang dirancang secara besar adalah Sail Bengkulu yang akan menjual keindahan alam laut Bengkulu yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia,” kata dia.

Ajang lainnya tentunya Festival Tabot Muharam yang selalu menyedot minat ribuan wisatawan setiap tahunnya serta Festival Bumi Rafflesia.

“Semua kegiatan ini harus disinkronkan, penguatan SDM dan bagaimana promosi pemasarannya agar semua even ini layak jual untuk wisatawan,” ujarnya.

Sementara Hariyanto dalam kesempatan itu menyampaikan materi tentang pengembangan SDM sektor pariwisata dan pengemasan serta pemasaran sebuah event.

Dalam paparanya ia menjelaskan, bahwa Bimtek ini penting untuk meningkatkan kompetensi SDM kepariwisataan sehingga mampu berperan dalam peningkatan pembangunan kepariwisataan.

Selain itu ia menegaskan bahwa dalam pengembangan pariwisata, promosi juga hal yang harus diperhatikan.

Misalnya penekanan pada mekanisme promosi pariwisata melalui digital, penyelenggaraan event yang harus terkurasi dengan baik sehingga memiliki daya tarik yang kuat.

“Bagaimana juga meningkatkan efektivitas partisipasi Dinas Pariwisata pada penyelenggaraan event dan bagaimana cara memasarkan dan mempromosikan agar even ini bisa dikenal dan menjadi daya tarik wisatawan,” terang Hariyanto.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, Bimtek kali ini juga dimaksudkan untuk memberikan perspektif dan arah yang sama tentang program promosi Pariwisata di Bengkulu.

“Selain itu juga untuk memahami potensi destinasi-destinasi wisata di Bengkulu,” ujar Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kegiatan Bimtek sebagai salah satu upaya dan komitmen dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mewujudkan pariwisata sebagai salah satu leading sector. Ia pun berkomitmen akan mendung Penprov dalam mewujudkan “Visit 2020 Wonderful Bengkulu”.

“Obyek wisata andalan Bengkulu, Benteng Marlborough, Rumah Bung Karno, Pantai Panjang yang memiliki pasir putih yang indah dan bersih. Semuanya world class, ditambah dengan puluhan atraksi didalamnya, tinggal kita akan support dan promosikan Bengkulu Visit sehingga lebih mendunia,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Menpar Ingatkan Travel Agent Terkait Digital Tourism

0

Sekitar 300 delegasi peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) di Ballroom Ciputra World, Surabaya serius menyimak pemaparan Menteri Pariwisata Arief Yahya (Menpar) Arief Yahya terkait Digital Tourism.

Di tengah timbulnya disruption di banyak industri, Menpar Arief Yahya menyebut 3T yakni Telecommunication, Transportation, serta yang sedang dan akan terjadi, di Tourism.

Kata-kata “tourism” inilah yang membuat audience menahan napas. Karena industri pariwisata, cepat atau lambat akan menghadapi perubahan yang revolusioner, mau tidak mau, suka tidak suka, industri pariwisata harus mengikuti perubahan konsumen.

“Revolusi teknologi digital ini tidak bisa dihindari, pasti terjadi! Pasti. Secara alamiah akan mengubah dunia, menciptakan model bisnis baru, jadi pelaku industri yang tidak mau berubah dengan platform digital, pasti akan ditinggalkan customer,” jelas Menpar Arief Yahya saat Gala Dinner menjelang Rakernas II ASITA, Jumat (10/11) malam.

Menpar Arief Yahya mencontohkan di transportasi terjadi ketika bertemu dengan digital, seperti Grab, Gojek dan Uber. Dengan munculnya digital transportation, harga pasar langsung berubah total, harga drop drastis. Begitupun di telekomunikasi, semakin murah, semakin gratis, akan semakin untung. Karena itu WhatsApp (WA), Google, Baidu, Line mengirimkan pesan gratis, tidak berbayar.

Sementara, revolusi ketiga adalah tourism. Ini yang paling diwanti-wanti Menpar Arief Yahya agar industri pariwisata Indonesia waspada. Menurutnya, bila travel agent tidak bisa mengikjti perubahan zaman, dikhawatirkan akan bernasib sama seperti warung telekomunikasi (wartel), terbunuh dengan sendirinya. Travel agent konvensional akan sulit bersaing dengan online travel Agent, seperti Traveloka, Booking.com, TripAdvisor, Ctrip, dan lainnya.

“Mereka para online travel agent ini melakukan sharing economi, mengoptimalkan kapasitas, menjual yang kosong dengan harga murah dan mencari return dari cross selling. Ini semua bisa berjalan dengan cara digital. Bila travel agent masih berharap pada transaksi dengan pertemuan, ini pasti akan bernasib sama seperti wartel yang mati dengan munculnya selullar,” jelas Menpar Arief Yahya.

Menpar mengakui, revolusi ini pasti ada resistensi dari incumbent (travel agent konvensional). Namun Menteri Arief meyakinkan hal ini akan terjadi karena pengalamannya selama puluhan tahun menggeliti dunia telekomunikasi, termasuk saat menjadi Direktur Utama PT Telkom.

“Saya tidak asal ngomong, contohnya saat di Telkom, bila saat itu kami tidak masuk ke lini selullar, Telkom akan habis. Karena sudah menjadi kepastian masyarakat atau customer Telkom akan mematikan telpon rumahnya dan beralih ke ponsel. Begitu juga dengan tourism, turis sudah mencapai 70 persen melakukan search and share via online,” tutur pria asal Banyuwangi ini.

Di acara yang digelar tiga hari 10-12 November 2017 ini, Menpar Arief Yahya juga menyampaikan perubahan kinerja dalam organisasi Kementerian Pariwisata RI yang bergerak semakin cepat dan berorientasi ke arah program Digital Tourism.

Dalam presentasinya, Menpar Arief menjelaskan bahwa salah satu rahasia mengapa growth wisman Indonesia termasuk 20 besar dunia, atau naik hingga 25 persen? Di saat regional ASEAN dan dunia hanya naik rata-rata 6 persen. Dia mengaku semua disebabkan digital tourism yang diterapkannya.

“Karena kami semakin digital. Dari soal penggunaan Social Media, Big Data, E-Commerce (Look, Book, Pay), dan krusialnya digitalisasi untuk mendekatkan diri kepada konsumen,” kata Menpar Arief Yahya.

Ketua DPP ASITA Indonesia, Asnawi Bahar mengakui apa yang disampaikan Menpar Arief Yahya benar adanya. Sebab itu, kata dia, ASITA pun sudah mempersiapkan diri untuk terus beradaptasi mengikiti perubahan yang menuju digital tourism untuk tetap bisa memberikan kontribusi kedatangan wisman yang ditargetkan pemerintah.

“ASITA menyadari betul apa yang disampaikan Pak Menteri memang sedang terjadi. Karena itu ASITA juga menyiapkan aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan para anggotanya untuk bisa turut bersaing di era digital tourism sekarang ini,” ujar Asnawi.

Asnawi menegaskan, salah satu yang menjadi pokok pembahasan dalam Rakernas II ASITA ini, adalah mematangkan aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan anggotanya yang 90 persen adalah UMKM.

“Ini untuk menjawab tantangan yang datang kepada ASITA, sehingga kami terus mendorong digitalisasi kepada anggotanya. Karena kami menyadari tidak bisa menolak keadaan ini sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, kami akan berada di tengah-tengah keadaan ini. Ini harus kita jalani agar bisa tetap bersaing,” kata Asnawi.

Karena alasan itulah, lanjut Asnawi, Rakernas kali ini sengaja digelar di Jawa Timur. Dia menjelaskan, salah satu pemimpin daerah di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, telah berhasil menerapkan digital tourism yang didengungkan Kementerian Pariwisata.

“Tidak dipungkuri bahwa Banyuwangi adalah daerah yang berhasil memajukan sektor pariwisatanya paling pesat di Indonesia. Semua karena pemimpinnya berhasil menjadi CEO yang bisa menerapkan dan menjawab tantangan perubahan zaman. Semua juga karena sinergi yang bagus dengan Menteri Pariwisata. Karena itu kami sepakat menjadikan Banyuwangi sebagai motivasi dalam memajukan pariwisata di daerah lainnya,” ungkap Asnawi.

Dalam Rakernas II ASITA ini, juga disepakati mempromosikan destinasi wisata yang ada di Jawa Timur baik yang sudah tersohor ataupun belum dikenal. Konsep Rakernas II inimengambil tema Fun Business, Explore the beauty of Mount Bromo, dan Effective & Efficient B2B Forum.

“Rakernas II dihadiri perwakilan DPD Asita di seluruh Indonesia ada 33 DPD. Juga ada Bromo Tengger Semeru Travel Mart Jatim juga yang mempertemukan buyer dan seller dalam sebuah forum B2B dan B2C,” kata Asnawi.

Asnawi menjelaskan, dalam pertemuan bisnis tertutup antara buyer dan seller berlangsung dalam satu hari. Para seller berasal dari agen wisata, hotel, penyelenggara MICE, tempat wisata dan atraksi wisata sebanyak dari 30 kota/kabupaten di Jawa Timur.

“Sementara buyer adalah agen-agen travel dari Indonesia dan berbagai negara di dunia yang ingin menjual paket tur wisata Jawa Timur (inbound). Ada juga pandangan berbeda pada tble top antara sektor wisata dan sektor industri. Pada sektor industri, buyer adalah importir produk-produk Indonesia,” pungkas Asnawi.(*)