Iman pengrajin terompet di Komplek Cahaya Garden Bukit Beruntung saat membuat terompet yang akan dijualnya untuk perayaan malam pergantian tahun, Selasa (26/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Jelang perayaan tahun baru 2018, sejumlah pedagang trompet mulai bermunculan di beberapa wilayah Kota Batam. Namun, beberapa pengrajin trompet masih merasakan sepinya pembeli tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Wahid pengrajin trompet dikawasan Bukitberuntun, Seipanas membuat trompet hanya jelang perayaan tahun baru. Dalam sehari, ia bersama dua rekannya bisa membuat ratusan trompet.
“Kami hanya pengrajin musiman, jadi bikinnya pas mau tahun baru saja. Setia hari bisa bikin seratus lebih,” kata Wahid, Selasa (26/12).
Sebagian bahan-bahan untuk membuat trompet dibawa dari Jawa, namun sebagian lagi dibeli di Batam. Hal itu dikarenakan perbedaan harga yang lumayan tinggi.
“Sudah harga, susah juga nemunya. Jadi sebagian bahan belinya di Jawa,” imbuh Wahid.
Menurut dia, trompet yang dijual disana bisa dibeli dengan eceran hingga grosiran. Harganya pun bervariasi tergantung model berkisar Rp 5 -20 ribu perterompet.
“Harga beda-beda, tergantung model dan ukuran juga,” jelasnya.
Meski sudah membuat banyak, Wahid masih mengeluhkan pembeli yang sepi. Padahal ditahun sebelumnya hampir sebagian pedagang di kawasan Nagoya, Batamcenter yang memesan kepadanya.
“Sekarang masih sepi, ada yang beli eceran, ada juga pedagang. Namun belum begitu ramailah,” ujar Wahid.
Namun, Wahid masih optimis pembeli akan meningkat beberapa hari jelang tahun baru. Bahkan beberapa hotel di Batam sudah ada yang memesan trompet untuk tahun baru.
“Masih yakin kalau tahun baru ramai membeli,” pungkas Wahid. (she)
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Dam, Mukakuning membuat jalan jadi macet. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Masyarakat pengguna jalan kembali mengeluhkan aktifitas angkutan kota (Angkot) ngetem tengah jalan di Simpang Pabil. Warga berharap pos polisi yang berjaga di lokasi tersebut segera menertibkan sopir dan angkot ngetem itu.
“Padahal angkot ngetem di depan pos polisi. Harusnya mereka menertibkan,” keluh Andri, salah seorang pengguna jalan.
Kelihan warga ini, kata dia, cukup beralasan, sebab saat jam sibuk pagi dan sore hari jalan di wilayah tersebut selalu terjebak macet. Itu lantaran ulah para sopir angkot yang ngetem diatas bahu jalan, sehingga arus lalu lintas terhambat.
Kecelakaan lalu lintas juga kerap terjadi sebab saat pengendara lain mencoba melewati angkot yang ngetem itu akan bersenggolan bahkan tabrakan dengan kendaraan lain yang melaju di sebelah kanan jalan.
“Yang kami sesalkan kenapa seakan dibiarkan. Padahal ada polisi yang jaga disana,” sesal Anggi, salah seorang karyawati di kawasan industri di Batamindo.
Pemandangan serupa juga terlihat di jembatan penyeberangan SP Plaza, Batuaji. Jembatan yang sejatinya menjadi tempat penyebrangan pengguna jalan malah dijadikan terminal bagi angkot. Tak khayal kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari.
Supir angkot disana ini juga terkesan arogan. Bahkan tak jarang warga pengguna jalan sering kali terlibat cek cok dengan para sopir angkot. Itu karena para sopir angkot merasa menguasai jalan dan tak terima jika ditegur oleh pengendara lain.
“Kita tegur dan kasih tahu baik-baik. Malah mereka yang marah dan gak terima. Kalau diladenin bisa cek cok,” kata Wahyu, warga lainnya.
Dengan adanya keluhan-keluhan itu, warga berharap agar pihak kepolisian dan instansi pemerintah terkait segera ambil tindakan tegas untuk menertibkan angkot yang berulah itu. “Kalau tak segera, akan bahayakan pengguna jalan,” imbuh dia. (rng)
Suasana di galangan kapal yang menjadi sektor investasi perusahaan asing yang berada di kawasan industri galangan kapal Tanjung Uncang, Batuaji. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera melihat bahwa pemulihan sektor industri galangan kapal dapat dimulai dengan melakukan restrukturisasi industri.
“Misalnya dengan menggabungkan perusahaan-perusahaan shipyard berskala kecil agar lebihi efisien dan memiliki kapabilitas lebih baik untuk memenuhi permintaan,” kata Gusti belum lama ini.
Saran ini juga sudah termasuk dalam melakukan proses maintenance (perbaikan,red) kapal serta mendorong penggunaan teknologi tinggi dalam proses produksinya.
“Sehingga memiliki kemampuan dalam memproduksi jenis ragam kapal termasuk termasuk kapal komersial,” katanya lagi.
Kapal-kapal komersial tersebut seperti kapal pesiar dan kapal penumpang dalam jumlah dan ukuran besar.”Dengan demikian mengurangi ketergantungan terhadap permintaan kapal dari industri migas,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo juga telah berjanji akan membantu shipyard untuk pulih dari krisis yang tengah dialami akibat lesunya ekonomi global.
BP Batam kata Lukita telah memasukkan program pemulihan shipyard dalam periode 100 hari kerja. Pihaknya akan mengajak pengusaha galangan kapal untuk berdialog. Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan dan kebijakan yang bisa membantu shipyard untuk kembali bergairah.
“Apa perlu insentif dari BP Batam dan pihak lain. Itu yang perlu kami tahu. Saya siap bantu shipyard,” ujarnya.
Ia juga mengatakan jika sektor galangan kapal butuh insentif, maka mereka siap memberikannya.”Jika insentif yang dibutuhkan sejauh ini berada di bawah kewenangan BP Batam, maka akan dibantu,” janjinya.(leo)
Alat berat milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam mengeruk tanah yang menimbulkan pendangkalan parit depan Mall SP Plaza, Sagulung, Rabu (13/12). Bila tidak dikeruk bisa menimbulkan banjir, apalagi dilokasi ini sering terjadi banjir. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Di 2018 mendatang, Pemko Batam telah menganggarkan Rp 11,2 miliar untuk penambahan tiga alat berat. Penambahan alat berat itu diperuntukan untuk mengatasi permasalahan banjir di kota Batam. Selain itu, tahun depan juga akan ada pelebaran jalan dari Simpang Panbil Seibeduk menuju Simpang Kabil, Kepri Mall.
Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura, mengaku selain pembangunan infrastruktur, fokus lainnya yang harus diselesaikan tahun depan ialah masalah banjir. Oleh sebab itulah Komisi yang membidangangi pembangunan, sarana prasarana dan lingkungan hidup ini akan terus bersinergi untuk pengawasan mitra kerjanya.
“Apa saja yang jadi aspirasi masyarakat, pelan-pelan kita selesaikan,” terang Nyanyang, Selasa (26/12).
Adapun ketiga alat berat itu ialah dua unit long arm excavator dan satu unit excavator amfibi.
Sementara mengenai masalah jalan, hal ini diketahui setelah pemerintah pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menyetujui penganggaran pelebaran jalan nasional tersebut.
“Sudah disetujui, rencananya di tahun 2018,” katanya.
Menurut dia, berbeda dengan pelebaran jalan lain yang ada di Batam, yang dianggarkan dari APBD Batam. Pelebaran jalan yang menghubungkan Batuaji-Batamkota ini dari APBN.
“Kalau APBD tak ada anggaran. Makanaya kita minta ke pusat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Pemko Batam, Yumasnur mengatakan, pengadaan alat ini bertujuan menambah kekuatan untuk penanganan banjir.
Diakui Yumasnur, dari enam alat berat yang baru didatangkan dinilai belum bisa mencakup semua kawasan banjir. Untuk itu, pihaknya kembali mengusulkan untuk pengadaan tiga alat berat lagi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.
“Alat berat ini diperuntukan untuk proses normalisasi drainase, parit, dan pekerjaan lainnya,” katanya.
Ia memperkirakan Maret atau April ketiga alat tersebut sudah datang.
Sebelumnya, Pemko sudah menggelontorkan Rp 12 miliar lebih untuk enam alat berat. Yumasnur menambahkan, penanganan banjir memerlukan waktu yang tidak sebentar. Meskipun titik banjir lama beberapa diantaranya sudah diatasi. Namun muncul lagi titik baru akibat pembukaan lahan sehingga sedimentasi jadi cepat menumpuk.
“Selain itu perilaku sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan juga menimbulkan banjir,” tuturnya. (rng)
Ilustrasi pelamar kerja. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Kawasan industri Batamindo telah merekrut 1072 tenaga kerja yang dibutuhkan untuk enam perusahaan yang berada disana pada akhir tahun ini.
“Desember tahun ini ada 1072 tenaga kerja yang direkrut. Perusahaan yang merekrut paling banyak adalah PT Schneider yang merekrut 350 buruh baru,” kata General Manager Affair Batamindo, Tjaw Hoeing atau biasa disapa Ayung, Selasa (26/12).
Diantara enam perusahaan termasuk PT Schneider terbagi atas dua kategori yakni perusahaan yang merekrut buruh untuk perusahaannya sendiri dan perusahaan yang merekrut untuk perusahaan lainnya.
Tercatat ada dua perusahaan yang merekrut karyawan untuk perusahaan lain, antara lain PT Tunas Karya yang merekrut 398 buruh dan PT Indoyasa yang merekrut 80 buruh.
“Sedangkan empat perusahaan lainnya adalah PT Schneider, PT Patite yang merekrut 22 buruh, PT Shimano yang merekrut 10 buruh dan PT Indomarco Pristama yang merekrut 212 buruh,” jelasnya.
Secara keseluruhan sepanjang 2017, Batamindo telah merekrut 11.347 tenaga kerja. Dimana perekrutan tertinggi terjadi pada bulan Agustus dengan 1588 rekrutan dan bulan terendah terjadi pada Januari dengan 141 tenaga kerja.
Sedangkan pengamat kebijakan ekonomi Batam, Suyono Saputro berpendapat sektor manufaktur punya peluang untuk pulih. Dengan syarat pemerintah harus memberikan insentif.
“Bisa kita lihat industri elektronik belum terpengaruh secara signifikan pelemahan ekonomi global. Karena masih bisa terima rekrutan. Panbil dan Batamindo tak ada masalah soal perekrutan,” ungkapnya.
Insentif yang dibutuhkan dunia industri kata Suyono haruslah insentif yang mampu membuat industri elektronik mampu berproduksi lebih banyak.
“Sekarang bagaimana industri elektronik bisa memperbesar produksinya. Caranya adalah dengan memberikan kemudahan untuk menjual langsung produknya di wilayah domestik,” katanya.
Ia yakin jika kebijakan Free Trade Agreement (FTA) segera diberlakukan, maka industri akan berkembang dan membuka perekrutan lebih banyak lagi.
“Ada banyak industri yang siap jual produk mereka kedalam negeri asal bea masuk dihapuskan,” tutupnya. (leo)
batampos.co.id – Acara malam pergantian tahun yang ditaja Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Engkuputri, Minggu (31/12) nanti dibebaskan dari biaya parkir di sekitar Dataran Engkuputri Batam.
“Tak ada biaya parkir, free,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Yusfa Hendri, kemarin.
Bahkan dalam saat acara tersebut pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir akan memasang spanduk guna menegaskan hal tersebut. Hal ini dilakukan agar tak ada pihak tertentu yang mengambil untung dengan menggelar parkir liar seperti yang terjadi pada Malam Anugerah Batam Madani beberapa waktu lalu.
“Acara untuk rakyat tak boleh dinodai oleh oknum yang ambil kesempatan,” ucapnya.
Hanya saja, pihaknya tak menyiapkan petugas parkir. Oleh karena itu masing-masing warga diminta untuk memastikan kendaraannya aman. Dengan cara memasang kunci ganda atau memarkirkan kendaraannya pada tempat yang aman.
“Masyarakat perhatikan kendaraannya masing-masing. Pada dasarnya setiap acara yang digelar Pemko Batam itu gratis (biaya parkir),” paparnya.
Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta Dishub Batam tak segan-segan menindak tegas para jukir liar tersebut jika kembali berulah. “Tindak tegas,” imbau Rudi.
Ia tak menampik jika pungutan parkir di lapangan menyalahi aturan, salah satunya menyalahi waktu parkir yang diperbolehkan dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.
“Saya pernah lihat sendiri di (wilayah) Seijodoh, ternyata pukul 21.00 WIB masih ada tukang parkir, harusnya lebih dari pukul 20.00 WIB tak ada lagi,” pungkasnya. (cr13)
Warga berjalan di taman RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Rabu (6/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi telah mempercayakan posisi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah kepada drg Ani Dewiyana, Rabu (20/12). Namun hingga kini Ani tak kunjung dilantik.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemko Batam Yudi Admaji menyebutkan, pelantikan Ani menunggu balasan surat Pemko Batam dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Indonesia.
“Lagi nunggu surat itu, belum ada informasi lagi,” kata Yudi, kemarin.
Menurutnya, setelah surat tersebut turun pelantikan dimungkinkan akan dilakukan secepatnya oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi. “Suratnya dicek memang belum ada,” imbuhnya.
Sementara itu drg Ani Dewiyana belum ingin berkomentar terkait dirinya yang dipilih menjadi Direktur RSUD Embung Fatimah. Wanita yang sebelumnya merupakan Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri ini memilih tak mengomentari perihal tersebut dengan alasan belum dilantik.
“Maaf saya belum dilantik,” kata Ani.
Sejatinya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi merencanakan pelantikan pekan kemarin, namun karena surat dari BKN turun hingga kini pelantikan tak kunjung dilakukan. Salah satu tugas awal yang akan dilakukan direktur baru adalah menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Kepri.
“Direktur yang baru dilantik pada pekan ini (kemarin) juga supaya bisa mengatasi temuan BPK,” kata Rudi.
Untuk diketahui, ada 19 temuan BPK terkait pendapatan dan belanja RSUD Embung Fatimah Kota Batam tahun 2016-2017. Lima di antaranya disebut-sebut fiktif.
Usai pelantikan, Rudi menyampaikan ada rotasi besar-besaran dengan melibatkan direktur terpilih. “Direkturnya masuk (kerja), kami panggil rapat. Presentasekan si A begini, B begini. Kalau direkturnya pilih ya masuk,” ucapnya.
Menurut Rudi, menjadi direktur RSUD Embung Fatimah tidaklah berat. Asal dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Tak ada yang berat ringan semua,” pungkasnya. (cr13)
batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam meluncurkan aplikasi layanan persampahan. Hal ini disampaikan Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herman Rozie.
“Tinggal login dan masukkan nomor nomor pokok wajib retribusi daerah (NPWRD), nanti akan ditampilkan berapa tagihan yang harus dibayarkan,” kata Herman, Selasa (26/12).
Herman mengatakan sistem ini akan dimulai 2018 mendatang. NPWRD akan ditempelkan di tiap rumah, ruko, dan objek usaha lainnya seperti hotel, dan sebagainya.
Pada tahap awal aplikasi ini akan diujicobakan diempat perumahan yang ada di Kecamatan Sekupang yakni,
Perumahan Masyeba Gading Mas,
Dewi Fortuna,
Pondok Awal Indah, dan
Taman Sari.
“Nanti sebelum diterapkan, akan ada sosialisasi terkait penerapan aplikasi persampahan ini,” tambahnya.
Di empat perumahan ini akan ditempelkan NPWRD yang dikeluarkan langsung oleh DLH. Setelah mendaftar warga bisa langsung membayar melalui virtual account DLH di BRI atau bisa juga menyetor ke Bank Riau Kepri.
“Jadi empat rumah ini petugas tak lagi menerima uang tunai. Sesuai dengan arahan pimpinan terkait penerapan transaksi nontunai yang telah dimulai pertengahan tahun 2017 ini,” ungkapnya.
Penerapan aplikasi ini akan dilakukan bertahap mengingat saat ini jumlah pengguna layananan sampah cukup banyak.
Aplikasi ini sudah bisa diunduh melalui playstore. Saat ini rata-rata masyarakat sudah menggunakan telepon pintar, jadi bisa langsung mengunduh aplikasi ini dengan mengetik DLH Kota Batam.
Ia menambahkan, selain itu, penerapan aplikasi ini juga langkah awal dalam validasi data pengguna jasa DLH Kota Batam. Melalui aplikasi ini ke depan akan didapatkan berapa jumlah pengguna jasa layanan DLH. Dari validasi ini tentu bisa dihitung berapa pendapatan dari retribusi sampah ke depannya.
Menurutnya, data yang sudah valid tentu akan mengurangi terjadinya kebocoran. Seperti diketahui saat ini DLH tengah berupaya maksimal pendapatan melaui retribusi sampah. Usaha yang dilakukan DLH sudah mulai terlihat di tahun ini, dimana retribusi sampah berhasil mencapai target Rp 28 miliar. Nilai ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya 19-21 miliar per tahunnya.
Selain itu melalui aplikasi ini, masyarakat juga bisa melakukan pengaduan tentang layanan persampahan. Apa saja yang menjadi tanggungjawab DLH, dapat dilaporkan di aplikasi ini. Namun syaratnya wajib melampirkan foto.
“Ada sampah yang tak terangkut atau berserakan tinggal foto lalu upload, nanti akan kami tindak lanjuti secepatnya,” ungkap mantan Camat Lubukbaja ini.(cr17)
Spot berfoto, Kolong Langit yang berada di Kelurahan Kampung Bugis. F. Dok Pokdarwis Kampung Bugis untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Siapa yang tahan untuk tak menggunakan alat perekam gambarnya, seketika menginjakkan kaki di salah satu dataran yang berada di Kampung Bugis ini. Siapa saja, senantiasa berpose, untuk mendapatkan foto terbaiknya di sana.
Kampung Bugis mendadak ramai menjadi perbincangan remaja di Tanjungpinang. Lokasi yang berada jauh dari hiruk-pikuk Ibu Kota Provinsi, kini berhasil menarik perhatian banyak orang. Dengan munculnya titik lokasi yang dapat dijadikan sebagai lokasi foto terbaru.
Tak sulit menghafal namanya, Kolong Langit pun tak sulit dicari. “Tapi kalau pendatang seperti saya lumayan bingung juga cari Kampung Bugis,” tepis salah seorang pendatang yang dijumpai Batam Pos, Dirman, belum lama ini.
Memang, untuk mengunjungi Kolong Langit, pendatang harus mengetahui lokasi Kampung Bugis lebih dulu.
Untuk mengunjungi Kampung Bugis, pendatang memiliki dua opsi. Satu akses melalui jalur laut. Dengan memanfaatkan moda transportasi pompong, yang selalunya didapatkan Pelantar 2 Tanjungpinang. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, pengunjung langsung sampai di tengah pemukiman warga Kampung Bugis. Dan selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan memanfaatkan ojek setempat, untuk diantarkan ke Kantor Kecamatan Tanjungpinang Kota. Berhubung Kolong Langit berada tepat di seberang kantor tersebut.
Opsi kedua, dengan menggunakan jalur darat. Menemukan Kampung Bugis, tak lagi sulit jika pendatang telah mengetahui Senggarang. Karena Kampung Bugis berada tepat sebelum jalan menurun menuju Senggarang. Ditandai dengan gapura besar yang berada di sebelah kiri jalan, bertuliskan Kampung Bugis.
Selanjutnya?
Lintasi saja gapura tersebut pada jalan lurus beraspal. Dan lagi-lagi, setelah dijumpai Kantor Kecamatan Tanjungpinang Kota yang berada tak jauh dari gapura tersebut, pengunjung dapat langsung mendeteksi lokasi Kolong Langit yang berada di dataran lebih tinggi dibandingkan aspal jalannya.
“Memang begitu jumpa Kampung Bugis, spot Kolong Langit langsung kelihatan. Akhirnya kesampaian juga rasa penasaran saya,” ucap Dirman lagi, yang jauh-jauh berkunjung dari Tanjung Uban.
Lantas lokasi apakah Kolong Langit ini?
Kolong Langit, merupakan lokasi yang diciptakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Bugis. Tujuannya tak lain, untuk mengundang siapa saja untuk berkunjung ke Kampung Bugis.
“Banyak yang tak kenal Kampung Bugis. Tapi tentu lebih kenal Senggarang karena adanya lokasi kelenteng yang kerap jadi tujuan pendatang,” tutur salah seorang anggota Pokdarwis, Ibob.
Sehingga tercetuslah ide, untuk membuat Kolong Langit ini, agar pengunjung tak lagi sungkan untuk mampir.
Pokdarwis yang merupakan bagian yang membantu pemerintah daerah dalam pembangunan pariwisata ini, juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan pariwisata di daerahnya.
Bersama Karang Taruna Kampung Bugis, Kolong Langit lantas dirancang memiliki objek-objek buatan yang dapat dimanfatkan untuk berfoto. Seperti gambaran siluet teras rumah, selayaknya gambaran kanak-kanak.
Tak hanya itu, Kolong Langit juga tersedia objek bingkai berbentuk segitiga yang disusun dari ranting-ranting. Kemudian, salah satu objek terfavoritnya, yakni siluet daun pintu yang terbuka, diposisikan lebih tinggi dari objek-objek lainnya.
Seluruh objek ini, didukung dengan pemandangan alam terbuka yang masih asri di kawasan tersebut. Dan tentunya langit terbuka, yang membuat paduan objek dan latar foto menjadi rumah, di Kolong Langit.
Hasilnya, tak lebih dari satu bulan lokasi ini terbuka untuk umum, sudah banyak pengunjung. Khususnya muda-mudi yang ramai-ramai datang untuk berfoto di sana.
“Tentunya harapan kami tersampaikan dengan diadakannya lokasi ini. Dan foto-foto mereka yang di-upload di media sosial, menjadi salah satu upaya promosinya,” terang Ibob yang tak jarang menawarkan diri kepada pengunjung untuk mengambilkan gambar.
Tak selesai sampai di situ, Ibob mengaku Karang Taruna dan Pokdarwis Kampung Bugis, juga telah merancang dua objek foto yang akan ditambahkan dalam lokasi tersebut.
Salah satunya, tutur Ibob, akan dibangunnya ayunan yang bertali panjang. Sehingga pada saat diabadikan, terlihat seperti berayun ke alam bebas.
“Kemungkinan tak lama lagi. Karena kami lihat antusias masyarakat juga tinggi untuk datang ke sini,” ujarnya. (aya)
batampos.co.id – Panitia Natal Oikoumene Umat Kristiani Kota Batam bakal menyelenggarakan natal bersama di Engku Putri, malam ini mulai pukul 17.00 WIB. Perayaan natal bersama ini juga akan dimeriahkan oleh penyanyi dari ajang pencarian bakat Indonesia Idol, Sean Idol.
Menyambangi Batam Pos, Panitia Natal yang terdiri dari Ketua Umum, Pdt. Dr. Peringatan Zebua, MA.IE bersama Wakil Ketua, Pdt.Edi Sinurat dan Ketua PHT wilayah Batamcenter dan sekitarnya, Pdt Marihot Hutabarat menjelaskan acara ini bakal dihadiri oleh Gubernur Kepri, Walikota Batam dan para pejabat Kepri dan Kota Batam, serta pemimpin Kristen dan Katolik.
“Acara ibadah diisi dengan pujian dan penyembahan, paduan suara dari HKBP Distrik XX, Katholik, GMAHK (Advent), Duet Vios, Orkhestra GPT dan acara lainnya,” kata Peringatan Zebua, Selasa (26/12).
Tema natal tahun ini diambil dari Kolose 3:15, Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu. Panitia juga telah mengundang Pdt Dr Bambang Wijaya, tokoh Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) yang saat ini menjadi salah satu Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). “Bapak Pendeta Bambang pendiri GKPB dan sering berkhotbah di televisi dalam dan luar negeri,” ujarnya.
Peringatan Zebua mengatakan dalam pelaksanaa natal tahun ini dirasakan kerjasama antar gereja-gereja di Batam melalui doa, semangat dan persembahan yang dikumpulkan di setiap gereja lokal.
“Kami juga telah mempersiapkan Natal Oikumene Kristiani Kota Batam tahun 2017 dengan melakukan 10 kali audiensi Gubernur Kepri, Walikota Batam, Ketua DPRD Batam, Ketua DPRD Kepri, Kapolresta dan pemimpin gereja yang ada di Batam, Ketua Majelis Daerah, tokoh-tokoh Kristen, pengusaha dan para pendeta,” jelasnya.
Dia mengundang seluruh umat kristiani se-Kota Batam untuk datang pada acara Natal Oikumene Umat Kristiani Kota Batam 2017 pada Rabu (27/12) malam ini. “Acara akan dimulai pukul 17.00 WIB dan terdiri dari pembukaan, ibadah dan acara umum dimulai pukul 21.00 WIB. Jadi kami mengharapkan kesediaan saudara-saudara untuk datang ke acara ini,” tutupnya. (cr18)