Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12764

Sabu Malaysia Mengalir ke Batam

0

batampos.co.id – Petugas satuan pengamanan (Avsec) Bandara International Hang Nadim Batam kembali menangkap satu orang kurir sabu, Rabu (27/12). Suprianto,34 ditangkap saat akan mencoba menyelundupkan sabu seberat 531 gram, yang disembunyikan dalam sepatunya. Percobaan penyelundupan sabu di Hang Nadim ini, terhitung sudah belasan kali dari November hingga Desember.

“Suprianto, kami tangkap saat memasuki terminal keberangkatan,” kata General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (27/12).

Petugas satuan pengamanan Hang Nadim, sedari awal sudah curiga melihat gerak gerik Suprianto saat berada di luar terminal keberangkatan. Saat turun dari kendaraan yang membawanya, Suprianto tidak langsung masuk ke dalam terminal keberangkatan. Ia terlihat sedikit panik, dan beberapa kali berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.

“Telepon pertama, kedua, ketiga hingga beberapa kali. Dia (Suprianto,red) tidak kunjung masuk ke dalam bandara,” ucap Suwarso.

Karena sudah menaruh rasa curiga terhadap Suprianto. Petugas sudah melakukan pengamatan.

“Kami ingin tahu, apa ada temannya, atau tidak,” ungkap Suwarso.

Setelah melakukan pembicaraan panjang dengan seseorang melalui ponselnya. Akhirnya Suprianto berjalan pelan menuju ke pintu masuk terminal keberangkatan. Terlihat pria beralamat di Bengkong Sadai, agak sedikit tertatih-tatih.

“Makin curiga petugas kami. Dan mencoba mengajaknya berbicara,” tutur Suwarso.

Obrolan petugas ini, bukan bertanya tentang apa yang dibawa oleh Suprianto. Tapi hanya menanyakan hendak kemana. Ditanya seperti itu, langsung membuat Suprianto gugup. Dengan sedikit gagap, ia mengatakan akan berangkat menuju Jakarta.

“Kami tetap biarkan dia memasuki pintu Walkthourght. Begitu memasuki pintu itu, alat pendeteksi kami berbunyi,” ungkap Suwarso.

Petugas langsung melakukan pengeledahan. Karena sudah terbiasa menghadapi orang-orang seperti Suprianto. Petugas melakukan pengecekan di sepatu. Karena melihat ada yang janggal di sepatu tersebut. Tidak ingin pemeriksaan ini jadi tontonan.

“Kami bawa masuk ke dalam ruangan Bea Cukai. Lakukan pengeledahan. Ternyata ada sabu seberat 531 gram yang disembunyikannya di dalam sepatunya,” ujar Suwarso.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Suprianto mengakui hanya disuruh mengantarkan barang haram itu. Terkait siapa yang menyuruhnya, Suprianto memberikan jawaban yang bertele-tele.

“Kadang ia jawab tahu, lalu bilang lagi tidak. Karena ngawur gitu, kami serahkan pelaku ke pihak kepolisian,” ungkap Suwarso.

Kepala Bidang Pemberantasan (brantas) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Bubung Pramiadi menuturkan kebanyakan sabu yang diselundupkan melalui Hang Nadim itu berasal dari Malaysia.

98 persen dari Malaysia semua sabu,” ucap Bubung.

Barang bukti

Ia mengatakan Batam hanyalah pintu masuk barang haram itu. Dari Malaysia Sabu masuk ke Batam, lalu baru didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia. Bubung mengatakan hampir sebagian besar kurir sabu ditangkap di Bandara Hang Nadim, mengakui baru sekali menyelundupkan narkoba.

“Tapi beberapa waktu lalu, hasil tangkapan Bea Cukai di Hang Nadim. Kurir yang akan membawa sabu ke Surabaya, mengakui sudah enam kali melakukan pekerjaan itu,” ucapnya.

Selama enam kali, petugas Bandara Hang Nadim tidak pernah menaruh kecurigaan terhadapnya. “Lolos. Saat percobaan ketujuh dia tertangkap,” ujarnya.

Kepada penyidik BNNP Kepri, kurir ini mengakui mengirimkan sabu ke Surabaya, Sulawesi, Medan dan Jakarta. “Sabu dibawanya asal Malaysia,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi penyelundupan ini. Bubung mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi yang intensif dengan Petugas Satuan Pengamanan Bandara dan Bea Cukai.

“Bila ada yang ditangkap, cepat koordinasi. Dan bisa kami kembangkan,” pungkasnya. (ska)

Puluhan Sopir Jono Mogok Beroperasi

0
Sejumlah anggota Samapta Polresta Barelang saat mengawal supir angkot metrotrans Jodoh-Nongsa yang sempat mogok karena memprotes trans Batam yang akan memasuki jalur jalan Tengku Sulung Batamcenter, Rabu (27/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan sopir angkutan Jodoh-Nongsa (Jono) mogok beroperasi dan berkumpul di depan Bundaran SMA Negeri 3, Botania, Rabu (27/12). Aksi mogok sebagai bentuk protes penolakan rute baru trans Batam yang rencananya juga melintas di kawasan Botania.

“Kami keberatan dengan informasi rute baru Trans Batam, yang pastinya akan menganggu periuk nasi kami,” kata Ketua Koordinator Jono Batam disela aksi mogok.

Dikatakannya, selama rute Trans Batam, Jodoh-Nongsa hanya melewati jalur luar atau jalan besar. Namun tiba-tiba pihaknya mendapat informasi adanya perubahaan rute Jodoh-Nongsa yang akan memasuki wilayah Botania dalam. Padahal sopir Jono berharap dapat penumpang dari Botania ke Simpang KDA Batam Center.

“Setelah jalur itu kami berebut penumpang dengan angkutan lain. Jadi bagaimana kami mau dapat makan kalau trans Batam juga masuk ke wilayah Botania,” imbuh Eli.

Menurutnya, Dinas Perhubungan jangan terlalu memaksakan diri untuk mengoperasikan Trans Batam dijalur tersebut, sehingga menganggu ladang makan sopir Jono. Apalagi belum ada audensi dari sopir Jono terkait rencana tersebut. Karena itu ia berharap, Pemko Batam bisa bijak mengambil keputusan terkait nasib mereka.

“Kami mohonlah, kami siap bekerjasama karena sudah hampir 20 tahun melayani masyarakat dan tidak pernah ada masalah. Kami disini juga mencoba cari makan, bukan untuk diri sendiri tapi juga anak istri. Saat ini, jumlah sopir Jono ada sekitar 200an,” sebut Eli.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri membenarkan adanya rencana penambahan rute ke bagian dalam Botania. Hal itu sesuai dengan permintaan dari masyarakat , pihak sekolah dan tokoh masyarakat yang menginginkan Trans Batam masuk ke dalam jalan Botania.

“Banyak permintaan masyarakat dan pihak sekolah yang menginginkan Trans Batam lewat Botania. Masyarakat ingin mendapat pelayanan yang lebih efesien, nyaman dengan Trans Batam,” ujar Yusfa kepada Batampos, kemarin sore.

Atas permintaan itu pihaknya pun melakukan beberapa pertimbangan diantaranya, jalan yang ada di Botania masih satu jalur sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan macet jika trans Batam melewati daerah tersebut. Apalagi mengingat ukuran bus trans Batam yang besar.

“Ada beberapa pertimbangan kami belum melewati jalur tersebut, karena jalan tersebut kecil dan hanya satu jalur, jadi kami takut menyebabkan macet,” imbuh Yusfa.

Meski begitu, Yusfa mengaku rute tambahan Jodoh-Nongsa masih ada, hanya saja tidak melewati Botania. Rute Trans Batam akan melewati jalur dalam masuk dari arah Simpang Dotamana arah Cikitsu kemudian belok ke kiri ke arah Uniba.

“Jadi kami hanya melewati jalur yang sudah memiliki dua lajur. Kalau dari Dotamana ke Cikitsu memang masih satu jalur, tapi kan pendek, selebihnya ada dua lajur,” jelas Yusfa.

Disisi lain, ia menghimbau agar sopir angkut dan badan usaha angkut bisa berbenah dan memberi pelayanan kepada masyarakat lebih baik. Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan nyaman saat naik angkot.

“Kami mohon kerjasamanya juga dalam memberi kenyamanan dan keselamatan kepada masyarakat. Kalau bisa lakukan peremajaan,” pungkas Yusfa. (she)

Setahun BNNP Kepri Menangkap 92 Orang Terlibat Narkotika

0
ilustrasi Narkoba

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri menangkap 92 orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dalam sepanjang tahun 2017. Dari 92 orang ini terdapat 12 orang asing dan satu remaja.

Barang bukti yang diamankan yakni 37.746,38 gram sabu, 14.412,16 gram ganja dan 398 butir ektasi.

“WN Asing itu satu dari Amerika, 11 dari Malaysia. Dan selebihnya orang Indonesia. Satu orang remaja itu, hanya sebagai kurir, ” kata mantan Kepala BNNP Kepri, Nixon Manurung, Rabu (27/12).

Nixon mengatakan tidak semua yang ditangkap pihaknya adalah kurir. Sebanyak 92 orang itu memiliki berbagai peranan yang berbeda-beda, ada sebagai bandar besar, kecil, pemilik modal, distributor, hingga kurir. “Ada yang kami amankan dari Pemodal, pemilik sabu hingga kurir kami tangkap. Namun ada juga yang hanya sampai bandar besarnya, tapi pemilik atau pemodalnya tidak dapat,” ujarnya.

Dari 92 orang ini, kata Nixon terdiri dari 21 jaringan. Secara rinci disebutkan oleh Nixon, jaringan termasuk dalam kategori besar ada 8. “Menengah ada 7 jaringan dan kecil 6 jaringan,” ungkap Nixon.

Sindikat narkoba ini, kata Nixon narkobanya kebanyakan dipasok dari Malaysia.

Selain menangkap para penyalahguna narkotika itu. Pihak BNNP Kepri juga melakukan penelusuran aset jaringan narkoba tersebut. “TPPUnya kami berlakukan. Untuk pemberantasan kasus kami itu ditargetkan 20 kasus saja. Tapi kami berhasil menyelesaikan 55 kasus,” ujar Nixon.

Tidak hanya meningkatkan pemberantasan saja, Nixon menuturkan pihaknya juga mengiatkan pencegahan. “Kami melakukan sosialisasi diberbagai tempat. Mulai dari instansi swasta hingga pemerintahan. Dari orang dewasa hingga anak-anak,” tuturnya.

BNNP Kepri juga berusaha menyembuhkan para pecandu narkoba. Sepanjang tahun ini sebanyak 912 orang yang direhabilitasi. “Target kami itu 935 orang,” ujarnya.

Nixon beralasan tidak sesuai targetnya rehabilitasi pencandu ini, karena rendahnya tingkat partisipasi dan kesadaran masyarakat di Kepri. “Harusnya kalau merasa pecandu, mari datang ke BNNP. Kami sembuhkan, begitu juga kalau ada keluarganya yang jadi pecandu, antar saja ke sini,” ungkapnya.

Walau rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Kepri. Nixon mengatakan hal itu tidak membuat jajarannya putus asa.

“Kami terus upayakan sosialisasi. Kalau mereka tidak mendatangi kami, kami yang mendatangi mereka,” tuturnya.

Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan menyampaikan akan melanjutkan kinerja yang sudah dibangun oleh Nixon.

“Kami akan tingkatkan lagi,’ ujarnya.

Ia menyadari letak geografis Kepri yang rentan akan penyelundupan narkoba.

“Oleh sebab itu kami intenskan koordinasi dengan berbagai pihak,” ucapnya.

Selain itu, Ricard mengatakan akan mencoba menambah jumlah personel dan peralatan. Saat ini personel BNNP Kepri hanya beberapa orang saja.

“Senjata juga, kami hanya punya dua pucuk saja. Ini akan dibenahi, BNN pusat dalam waktu dekat akan mendistribusikan senjata. Untuk mendukung kinerja BNNP Kepri,” pungkas Ricard. (ska)

Angkot Diminta Berbenah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Angkutan umum yang nyaman jadi harapan warga Batam, maka tak heran jika masyarakat kerap mengeluhkan banyaknya angkot yang tidak laik.

Seperti yang disampaikan warga Batamcenter, Nelly. Ia mengaku naik angkot tak laik terpaksa ia lakoni karena tak ada lagi pilihan lain. Ia menilai angkutan umum nyaman yang laik di Batam masih minim.

“Sudah kurang nyaman, lagipula ngetemnya juga lama. Harusnya pemilik angkot itu perbaiki kendaraannya,” keluhnya, kemarin.

Keluhan akan angkot tak laik ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Yusfa Hendri. Tak jarang keluhan tersebut sering ia dengarkan langsung dari masyarakat.

“Hampir setiap kami dapatkan keluhan ini tentang angkot yang tak laik ini. Mereka (warga) kurang nyaman,” ucap Yusfa.

Menurut mantan Kepala Dinas Pariwisata Batam ini, seharusnya pemilik usaha atau badan usaha angkot memperhatikan standar kenyamanan penumpang. “Kalu tidak nanti akan ditinggalkan dan masyarakat memilih angkutan yang nyaman,” imbuhnya.

Untuk itu, ia menghimbau pelaku usaha angkot dapat berbenah dan mengikuti harapan masyarakat. Dengan demikian dipastikan angkot akan tetap jadi salah satu pilihan angkutan bagi masyarakat.

“Makanya mereka (pemilik angkot) harus lakukan peremajaan dan juga rutin uji kir,” imbuh Yusfa. (cr13)

Gunung Sinabung Bergolak, Luncurkan Awan Panas 4 Km

0
Gunung Sinabung

batampos.co.id – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi sekitar pukul 15.36 WIB, Rabu (27/12). Gunung api setinggi 2.460 meter itu memuntahkan material vulkanis yang menyebabkan luncuran awan panas 3,5 kilometer (Km) ke arah tenggara-timur, dan 4,6 Km ke arah selatan.

Pos pemantauan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan letusan diiringi gempa vulkanis dengan amplitudo 120 milimeter dengan durasi 500 detik. Kondisi angin bertiup ke arah timur-tenggara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, puncak kawah terus mengeluarkan asap disertai abu vulkanik kelabu hitam dengan tekanan sedang hingga kuat. Hujan abu vulkanik jatuh di beberapa di desa di sekitar Gunung Sinabung. Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih tinggi.

“Status Awas (level 4) selalu diberlakukan sejak 2 Juni 2015 hingga saat ini,” Kata Kepala Pusdatin dan Humas Badan BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (27/12).

Sutopo menjelaskan, hujan abu menyebar di beberapa tempat seperti di Desa Sukanalu, Kota Tonggal, Kuta Tengah, Gamber, Berastepu, Jeraya, Pintu Besi, dan beberapa desa lain di sektor timur lereng.

Meski Demikian, ribuan penduduk terdampak langsung dari hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Sinabung. Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa. Selain itu, masyarakat relatif tidak panik dalam menghadapi letusan ini karena hampir setiap hari Gunung Sinabung meletus.

PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 Km dari puncak, dan dalam jarak 7 Km untuk sektor selatan–tenggara, di dalam jarak 6 Km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 Km untuk sektor utara–timur.

Sutopo juga mengingatkan agar masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar. Pasalnya, material lahar yang dibawa semenjak letusan besar tahun 2013 telah membentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus.

Maka dari itu, penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran Sungai Laborus harus tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol bila tidak kuat menahan volume air. “Kawasan hilir rawan banjir lahar atau banjir bandang,” kata Sutopo.

Sementara BPBD Kabupaten Tanah Karo juga telah melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar dan banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

Sutopo menyebut, hingga saat ini dampak letusan Sinabung terus meluas. Beberapa desa diperkirakan sudah tidak bisa ditempati lagi. Relokasi terhadap 3.331 Kepala Keluarga (KK) di zona-zona merah harus segera dilakukan.

Selain itu, sampai saat ini parameter vulkanik dan seismisitas gunung masih tetap tinggi sehingga potensi letusan susulan masih akan tetap berlangsung. ”Tidak dapat diprediksikan sampai kapan Gunung Sinabung akan berhenti meletus,” kata Sutopo. (tau/jpg) 

Tidak Ada Cuti Bersama saat Tahun Baru

0

batampos.co.id – Saat pergantian tahun baru 2016 ke 2017 lalu, pemerintah memberikan hadiah libur cuti bersama pada 2 Januari 2017. Namun untuk tahun depan, tidak ada cuti bersama menyambut tahun baru 2018. Libur pegawai negeri khususnya, hanya di 1 Januari 2018 saja.

Keterangan itu ditegaskan kembali oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur di Jakarta, Rabu (27/12). Kepada seluruh PNS di instansi pusat maupun daerah, Asman menegaskan 2 Januari 2018 bukan libur cuti bersama.

’’PNS wajib masuk kerja (di 2 Januari 2018, red),’’ tuturnya.
Bagi PNS yang nekat bolos atau tidak masuk kerja tanpa alasan, sudah ada sanksi yang menanti. Sanksi itu terkait dengan disiplin PNS yang tercantum dalam PP 11/2017 tentang Manajemen PNS dan UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Asman menegaskan di dalam regulasi tersebut ketentuan pemberian sanksi kepada PNS terkait bolos kerja sudah jelas. Politikus PAN itu mengatakan perlu menegaskan kembali bahwa 2 Januari 2018 bukan libur cuti bersama. Sebab saat ini banyak pertanyaan yang masuk ke meja pengaduan Kementerian PAN-RB terkait itu.

Dia lantas merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang ditetapkan pada 22 September 2017 lalu. Di dalam SKB itu dirinci libur nasional dan libur cuti bersama tahun depan. Secara keseluruhan tahun depan ada 21 hari libur ’’tanggal merah’’. Perinciannya adalah 16 hari libur nasional dan lima hari untuk cuti bersama.

Lima hari cuti bersama itu adalah empat hari (13, 14, 18, dan 19 Juni) dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 H dan 24 Desember dalam rangka Natal 2017. Jumlah cuti bersama 2018 lebih sedikit satu hari dibandingkan cuti bersama 2017.

’’Tidak dicantumkan dalam SKB itu bahwa tanggal 2 Januari 2018 merupakan cuti bersama,’’ tuturnya. (wan/jpg)

Batam Pos Great Sale 2017 Ditutup Tiga Hari Lagi

0

batampos.co.id – Program Batam Pos Great Sale 2017 mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha. Namun program ini akan berakhir dalam waktu tiga hari lagi, atau tepatnya pada Minggu (31/12) mendatang.

Manajer Iklan Batam Pos, Agus Triono mengatakan, sejak di-launching tanggal 20 Desember, sudah banyak pelaku usaha yang mempromosikan produknya lewat Batam Pos. Mulai dari perusahaan properti, otomotif, hingga perguruan tinggi.

“Animo untuk memasang iklan di Batam Pos jelang tutup tahun begitu tinggi. Selain sudah beriklan, beberapa pelaku usaha juga sudah mengonfirmasi akan beriklan di Batam Pos. Karena memang harga yang kami tawarkan miring,” katanya.

Banyaknya relasi yang memasang iklan lewat program Batam Pos Great Sale bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil survei Nielsen Media Research, Batam Pos merupakan media nomor 1 se-Sumatera dan nomor 5 se-Indonesia untuk kategori perolehan iklan tertinggi.

“Batam Pos juga menjadi koran terpopuler dan paling banyak dibaca di Batam. Mengalahkan media sejenis yang sama-sama beredar Kepri. Per harinya, pembaca Batam Pos mencapai 223 ribu orang. Makanya, Batam Pos masih menjadi market leader newspaper,” ujarnya.

Dia mengingatkan, program Batam Pos Great Sale akan berakhir pada 31 Desember. Selama periode itu, Batam Pos menyiapkan diskon besar-besaran untuk iklan koran.

“Ini (Batam Pos Great Sale, red) merupakan program langka. Untuk informasi lebih lanjut, dapat langsung datang ke kantor Batam Pos di Graha Pena lantai 2, Batam Center. Atau bisa juga menghubungi account executive (AE) Batam Pos kami serta menghubungi nomor 0778 460-000,” imbaunya.

Sebagai informasi, Batam Pos Great Sale digagas sebagai bentuk ucapan terima kasih media ini kepada mitra iklan.

“Kami ingin menjadikan Batam Pos Great Sale sebagai momen ucapan terima kasih kami kepada mitra iklan kami, yang selama ini mempercayakan Batam Pos untuk mempromosikan produknya. Berbeda dengan daerah lain, penetrasi media cetak di Batam sangat tinggi. Sehingga, beriklan melalui koran lebih efektif,” katanya. (gun)

Pengrajin Trompet Tahun Baru Lesu

0
Iman pengrajin terompet di Komplek Cahaya Garden Bukit Beruntung saat membuat terompet yang akan dijualnya untuk perayaan malam pergantian tahun, Selasa (26/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jelang perayaan tahun baru 2018, sejumlah pedagang trompet mulai bermunculan di beberapa wilayah Kota Batam. Namun, beberapa pengrajin trompet masih merasakan sepinya pembeli tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Wahid pengrajin trompet dikawasan Bukitberuntun, Seipanas membuat trompet hanya jelang perayaan tahun baru. Dalam sehari, ia bersama dua rekannya bisa membuat ratusan trompet.

“Kami hanya pengrajin musiman, jadi bikinnya pas mau tahun baru saja. Setia hari bisa bikin seratus lebih,” kata Wahid, Selasa (26/12).

Sebagian bahan-bahan untuk membuat trompet dibawa dari Jawa, namun sebagian lagi dibeli di Batam. Hal itu dikarenakan perbedaan harga yang lumayan tinggi.

“Sudah harga, susah juga nemunya. Jadi sebagian bahan belinya di Jawa,” imbuh Wahid.

Menurut dia, trompet yang dijual disana bisa dibeli dengan eceran hingga grosiran. Harganya pun bervariasi tergantung model berkisar Rp 5 -20 ribu perterompet.

“Harga beda-beda, tergantung model dan ukuran juga,” jelasnya.

Meski sudah membuat banyak, Wahid masih mengeluhkan pembeli yang sepi. Padahal ditahun sebelumnya hampir sebagian pedagang di kawasan Nagoya, Batamcenter yang memesan kepadanya.

“Sekarang masih sepi, ada yang beli eceran, ada juga pedagang. Namun belum begitu ramailah,” ujar Wahid.

Namun, Wahid masih optimis pembeli akan meningkat beberapa hari jelang tahun baru. Bahkan beberapa hotel di Batam sudah ada yang memesan trompet untuk tahun baru.

“Masih yakin kalau tahun baru ramai membeli,” pungkas Wahid. (she)

Warga Minta Polisi Tertibkan Angkot Ngetem Simpang Panbil

0
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Dam, Mukakuning membuat jalan jadi macet.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat pengguna jalan kembali mengeluhkan aktifitas angkutan kota (Angkot) ngetem tengah jalan di Simpang Pabil. Warga berharap pos polisi yang berjaga di lokasi tersebut segera menertibkan sopir dan angkot ngetem itu.

“Padahal angkot ngetem di depan pos polisi. Harusnya mereka menertibkan,” keluh Andri, salah seorang pengguna jalan.

Kelihan warga ini, kata dia, cukup beralasan, sebab saat jam sibuk pagi dan sore hari jalan di wilayah tersebut selalu terjebak macet. Itu lantaran ulah para sopir angkot yang ngetem diatas bahu jalan, sehingga arus lalu lintas terhambat.

Kecelakaan lalu lintas juga kerap terjadi sebab saat pengendara lain mencoba melewati angkot yang ngetem itu akan bersenggolan bahkan tabrakan dengan kendaraan lain yang melaju di sebelah kanan jalan.

“Yang kami sesalkan kenapa seakan dibiarkan. Padahal ada polisi yang jaga disana,” sesal Anggi, salah seorang karyawati di kawasan industri di Batamindo.

Pemandangan serupa juga terlihat di jembatan penyeberangan SP Plaza, Batuaji. Jembatan yang sejatinya menjadi tempat penyebrangan pengguna jalan malah dijadikan terminal bagi angkot. Tak khayal kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari.

Supir angkot disana ini juga terkesan arogan. Bahkan tak jarang warga pengguna jalan sering kali terlibat cek cok dengan para sopir angkot. Itu karena para sopir angkot merasa menguasai jalan dan tak terima jika ditegur oleh pengendara lain.

“Kita tegur dan kasih tahu baik-baik. Malah mereka yang marah dan gak terima. Kalau diladenin bisa cek cok,” kata Wahyu, warga lainnya.

Dengan adanya keluhan-keluhan itu, warga berharap agar pihak kepolisian dan instansi pemerintah terkait segera ambil tindakan tegas untuk menertibkan angkot yang berulah itu. “Kalau tak segera, akan bahayakan pengguna jalan,” imbuh dia. (rng)

Gabungkan Shipyard-Shipyard Kecil supaya lebih Efisien

0
Suasana di galangan kapal yang menjadi sektor investasi perusahaan asing yang berada di kawasan industri galangan kapal Tanjung Uncang, Batuaji. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera melihat bahwa pemulihan sektor industri galangan kapal dapat dimulai dengan melakukan restrukturisasi industri.

“Misalnya dengan menggabungkan perusahaan-perusahaan shipyard berskala kecil agar lebihi efisien dan memiliki kapabilitas lebih baik untuk memenuhi permintaan,” kata Gusti belum lama ini.

Saran ini juga sudah termasuk dalam melakukan proses maintenance (perbaikan,red) kapal serta mendorong penggunaan teknologi tinggi dalam proses produksinya.

“Sehingga memiliki kemampuan dalam memproduksi jenis ragam kapal termasuk termasuk kapal komersial,” katanya lagi.

Kapal-kapal komersial tersebut seperti kapal pesiar dan kapal penumpang dalam jumlah dan ukuran besar.”Dengan demikian mengurangi ketergantungan terhadap permintaan kapal dari industri migas,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo juga telah berjanji akan membantu shipyard untuk pulih dari krisis yang tengah dialami akibat lesunya ekonomi global.

BP Batam kata Lukita telah memasukkan program pemulihan shipyard dalam periode 100 hari kerja. Pihaknya akan mengajak pengusaha galangan kapal untuk berdialog. Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan dan kebijakan yang bisa membantu shipyard untuk kembali bergairah.

“Apa perlu insentif dari BP Batam dan pihak lain. Itu yang perlu kami tahu. Saya siap bantu shipyard,” ujarnya.

Ia juga mengatakan jika sektor galangan kapal butuh insentif, maka mereka siap memberikannya.”Jika insentif yang dibutuhkan sejauh ini berada di bawah kewenangan BP Batam, maka akan dibantu,” janjinya.(leo)