Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12795

Cucu Pimpin Apindo Natuna

0
Ketua DPK Apindo Natuna Jhony Puas bersama ketua Apindo Kepri Yahya usai pelantikan. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Indonesia (APINDO) Natuna resmi dipimpin Joni Puas alias Cucu. Kepengurusan dilantik Ketua APINDO Kepri Cahya di restoran Basisir Ranai, Selasa (19/12) malam kemarin.

Dilantiknya Kepengurusan Apindo Natuna periode 2017 -2022 tersebut, menjadi babak baru dalam peran pertumbuhan ekonomi di Natuna, sejak menjadi Kabupaten 18 tahun silam.

Ketua DPP Apindo Kepri Cahya mengatakan, pembentukan pengurus Apindo di Natuna sudah dinanti sejak tahun 2009 silam. Namun baru tahun ini berjodoh. Apindo dapat menjadi bagian menciptakan iklim ekonomi yang kondusif dengan dukungan pemerintah daerah.

“Apindo di Natuna adalah sosok baru, tentu banyak kegunaan dan manfaatnya. Tugasnya bermitra bersama pemerintah daerah, menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pengusaha dan investor, agar merasa aman dan nyaman. Apindo tentu berkewajiban mengawal kebijakan Pemerintah yang tidak pro ekonomi dan pro bisnis,” ujar Cahya.

Apindo adalah gabungan pengusaha dari segala sektor. Dan menjadi ujung tombak negara, penghasil devisa negara, namun tentu pemerintah harus berikan ruang seluas seluasnya untuk pengusaha.

“Ada yang harus tepati, carilah keutungan, setelah itu bayar pajak,” tambah Cahya.

Dikatakan Cahya, dilantiknya pengurus DPK Apindo Natuna. Akan memberikan peluang pada pertumbuhan investasi. Akan banyak link, pengusaha-pengusaha akan mudah mencari peluang investasi untuk dibawa ke Natuna.

Menurut Cahya, Natuna memiliki ketertarikan tersendiri untuk mendatangkan investasi. Salah satunya pariwisata. Namun Pemerintah daerah perlu menyelesaikan satu urusan yang belum selesai. Yakni menurunkan harga tiket, yang masih tinggi di Natuna.

“Sekarang harga tiket pesawat Rp 1,3 juta atau Rp 1,5 juta. Tidak ada investasi swasta yang masuk. Seharusnya tiket pesawat ke Natuna bisa Rp 600 ribu, dengan jarak tempuh satu jam dari Batam. Kalau transportasi ini sudah diatasi, investasi cepat masuk,” ujar Cahya.

Pariwisata di Natuna menurutnya, dapat menarik wisatawan domistik pada awalnya. Dan akan secara tidak langsung dilirik wisatawan manca negara untuk berlibur.

“Alam dan wisata di Natuna cukup menakjubkan. Tapi itu, ongkos transportasi nya, harus murah,” ujar Cahya.

Dikatakan Cahya, dibentuknya kepengurusan Apindo Natuna, pengusaha harus mompak. Pengusaha bisa menyampaikan aspirasi dan hambatan kepada pemerintah daerah. Jika tidak terselesaikan, dapat disampaikan ditingkat provinsi dan pusat, agar satu persatu persoalan diurai.

Sementara Joni Puas atau akrab disapa Cucu mengucapkan terima kasih kepada dukungan semua pihak terbentuknya Apindo di Natuna. Yang selama sudah lama dinantikan sejak 18 tahun kabupaten Natuna terbentuk.

“Tapi tidak ada kata terlambat, asal ada kemauan. Dengan besar hati, kami mohon berikan arahan pak Bupati dalam tingkatkan ekonomi masyarakat Natuna ke depannya,” kata Cucu.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyatakan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Allah dalam mengisi peran meningkatkan ekonomi di Natuna.(arn)

Damri Tambah Trayek

0

batampos.co.id – Memenuhi kebutuhan transportasi di Kabupaten Lingga, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga Yusrizal menyatakan, 2018 Damri kembali membuka dua jalur baru di Kabupaten Bunda Tanah Melayu. Selain itu, juga memperpanjang kontrak dengan rute Sungai Pinang-Daik Lingga.

Alhamdulillah tahun depan, ada perpanjangan kontrak dengan Damri sekaligus membuka rute baru,” ujar Yusrizal ketika ditemui di Dabo Singkep, Rabu (20/12) pagi.

Yusrizal menambahkan, trayek baru Damri yakni melayani masyarakat dengan jalur Dabo Singkep-Tinjul dan rute satu lagi yakni Daik – Pancur. Rute Dabo-Tinjul dengan jarak tempuh 40 kilometer, sedangkan trayek Daik – Pancur memakan jarak hingga 49,8 kilometer.

Jika dihitung dari jarak angkut, Yusrizal memperkirakan biaya atau ongkos bagi masyarakat yang menggunakan transportasi ini berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu. Yusrizal belum dapat memastikan karena ada hitungan pasti terkait harga yang telah ditetapkan oleh pihak Damri.

“Namun seperti biasanya, Damri tidak memastikan harga umum kepada seluruh anak sekolah,” ujar Yusrizal.

Perpanjangan kontrak trayek Damri serta penambahan rute baru untuk melayani masyarakat Kabupaten Lingga tersebut sesuai dengan surat keputusan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi dengan nomor : SK.6529 / AJ.204 / DRJD / 2017.
Selain penambahan serta perpanjangan kontrak Damri Yusrizal menambahkan, pihak Damri juga akan bersedia melayani masyarakat dengan rute Resang-Dabo. Namun pihak Damri menginginkan Pemda Kabupaten Lingga membantu agar operasional Damri dapat menggunakan BBM Subsidi.

“Mereka sebenarnya berminat untuk mengisi sejumlah rute yang ada, namun mereka meminta bantuan dari Pemkab untuk mendapatkan BBM subsidi,” kata Yusrizal. (wsa)

Polres Karimun Siap Terima Titipan Kendaraan Pemudik

0
AKBP Agus Fajaruddin. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Bagi yang mudik pulang kampung untuk merayakan Natal dan Tahun Baru ke luar Karimun, tidak perlu pusing mencari penitipan kendaraan. Pasalnya, Mapolres Karimun bersedia menjadi tempat titipan kendaraan pemudik secara gratis.

“Ini kita lakukan untuk memberikan rasa kenyamanan bagi masyarakat yang sedang mudik. Seperti lebaran lalu ada dipersiapkan untuk penitipan kendaraan, baik di Polres maupun di Polsek-Polsek,” jelas Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin, Rabu (20/12).

Sesuai komitmen Kepolisian, termasuk di jajaran Polres Karimun untuk memberikan rasa nyaman dan aman di saat mudik bagi masyarakat Karimun. Selain anggota Polisi terus melakukan patroli dipemukiman penduduk, juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menitipkan kendaraannya di Polres maupun Polsek.

“Paling penting masyarakat mudik nyaman dan pulang ke Karimun, juga nyaman tidak ada terjadi sesuatupun nantinya. Termasuk kendaraan saat ditinggal mudik,” ujarnya.

Dikatakan, dalam pengamanan selama Natal dan Tahun Baru, pihaknya akan menurunkan ratusan personil gabungan dan mendirikan pos-pos pengamanan Natal dan Tahun Baru di beberapa titik keramaian. Untuk menciptakan situasi yang kondusif diwilayah hukum Polres Karimun. Baik itu saat melaksanakan perayaan natal di gereja-gereja maupun ketika pergantian tahun.

“Saya imbau kepada masyarakat. Apabila mudik nanti, jangan lupa matikan peralatan elektronik. Dan tolong dikasihtahu kepada tetangga atau RT setempat bahwa akan mudik,” kata Agus yang mendapatkan dua penghargaan dari Mabes Polri belum lama ini.

Selain itu pihaknya, juga terus melaksanakan patroli di semua titik keramaian termasuk di pelabuhan dengan melakukan Operasi Pekat Seligi 2017 dengan target operasi minuman keras, perjudian, protitusi dan tempat-tempat hiburan malam untuk memberikan rasa aman di perayaan Natal dan Tahun Baru bagi umat Kristiani.

“Yang penting dalam menjaga kekondusipan wilayah, peranan semua elemen masyarakat harus proaktif termasuk insan pers,” ungkapnya. (tri)

Angkutan Roro Utamakan Kendaraan Pribadi

0

batampos.co.id – Angkutan kapal roro dari Tanjungbalai Karimun ke Tanjung Buton, Riau menjelang libur perayaan Natal dan libur akhir tahun Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun melakukan pengawasan di Pelabuhan Roro, Parit Benut, Kecamatan Meral.

”Pengawasan dilakukan mendekati perayaan natal dan libur panjang akhir tahun kita mendahulukan kendaraan pribadi yang akan naik ke kapal roro dibandingkan dengan truk. Karena, untuk menghindari tumpukan kendaraan pribadi di pelabuhan,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Karimun, Fajar Horison kepada Batam Pos, Rabu (20/12).

Artinya, kata Fajar, jika memang sudah tidak ada lagi kendaraan jenis mobil pribadi yang naik ke kapal roro, maka jika kapal masih muat baru akan dimasukkan truk angkutan barang. Hal ini untuk menghindari jangan sampai ada penumpang yang akan mudik menggunakan mobil pribadi untuk merayakan Natal tidak bisa berangkat dan kecewa. Untuk jadwal angkutan roro dari Tanjungbalai ke Tanjung Buton masih tetap.

”Jadwal keberangkatan Roro belum ada perubahan. Yakni, sepekan dua kali. Setiap Rabu dan Jumat. Untuk keberangkatan malam ini (kemarin, red) jumlah kendaraan pribadi dalam laporan yang kita terima jumlahnya masih belasan mobil pribadi. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah sebelum berangkat. Selain itu, kita prediksi puncak arus mudik perayaan Natal menggunakan kapal roro pada Jumat (22/12),” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSPO Tanjungbalai Karimun, Syahrinaldi secara terpisah menyebutkan, puncak arus mudik diprediksi H-3 dan sebagian besar penumpang yang akan berangkat merayakan Natal tujuannya ke Riau daratan.

”Untuk armada atau kapal penumpang sudah sejak tiga pekan lalu kita lakukan pemewriksaan. Semua armada siap untuk digunakan mengangkut penumpang yang akan berangkat merayakan Natal dan juga libur akhir tahun,” jelasnya. (san)

Arus Mudik Natal Diprediksi Naik

0
Para calon penumpang yang akan berangkat ke berbagai tujuan jelang Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun, memprediksi arus mudik Natal dan Tahun Baru mengalami kenaikan hingga tiga persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Penjagaan dan Penyelamatan (Kasigamat) KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun Syahrinaldi.

“Sebelumnya, kita sudah melakukan apel gabungan dengan stakeholder terkait dalam persiapan arus mudik Natal dan Tahun Baru. Dan sambutan Dirjen Hubla RI diprediksi dua persen kenaikan, tapi kita prediksi tiga persen yang sekarang sudah mulai terasa terjadi kenaikkan penumpang,” jelas Syahrinaldi, Rabu (20/12).

Untuk melayani penumpang, kata Syahrinaldi, pihaknya pun melakukan pengecekan terhadap kapal-kapal feri, dan alat keselamatan penumpang. Tujuannya, agar keberangkatan dapat berjalan lancar, dan amal ke berbagai tujuan di liburan panjang akhir tahun ini.

Untuk arus puncaknya akan terjadi Sabtu seiring masuknya libur panjang. Di mana, rata-rata kenaikan penumpang tujuan Provinsi Riau seperti Selat Panjang, Bengkalis, Dumai dan Pekanbaru. Sehingga, untuk transportasi laut untuk arus mudik Natal dan Tahun baru sudah dipersiapkan termasuk kapal feri cadangan yang siap mengantar para pemudik.

“Kalau dilihat di lapangan, sudah mulai peningkatan penumpang tujuan Riau. Seperti satu kapal tujuan ke Riau sudah penuh dari Batam, namun untuk penumpang dari Tanjungbalai masih bisa terangkut,” paparnya.

Sementara itu GM PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun Syahri Ramadhanan ketika dikonfirmasi tentang persiapan fasilitas untuk para pemudik dipelabuhan mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan tambahan kursi dan tenda di dalam pelabuhan Tanjungbalai Karimun. Yang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kantor Kesehatan Kepelabuhan, Kepolisian dan sebagainya.

“Di sini kita hanya sebagai fasilitator tempat saja. Seperti hari-hari besar lainnya, untuk memberikan kemudahan bagi calon penumpang yang akan berangkat. Dan saya himbau agar jangan membuang sampah sembarangan, mari kita jaga kawasan pelabuhan agar bersih,” harapnya.

Terpisah Ketua DPC INSA Karimun Bustami Datuk Raja Marah pihaknya, sudah mempersiapkan kapal feri cadangan seperti hari-hari besar lainnya. Dan akan dioperasikan kapan saja, ketika calon penumpang tidak terangkut oleh kapal feri reguler biasa.

“kita siapkan armada yang sudah standby 2 kapal. Dan untuk tiket harganya, seperti biasa tidak ada kenaikan,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, para penumpang di pagi dan siang hari masih cukup relatif ramai. Yang rata-rata para penumpang kapal, berangkat secara berkelompok dan bekerluarga seiring dengan libur Nasional dan libur sekolah. (tri)

3 Faktor yang Sering Mengganggu Peluang untuk Hamil

0
ilustrasi (AFP)

1. Infertilitas Sperma

Infertilitas merupakan kondisi di mana pasangan belum mendapatkan kehamilan sekurang-kurangnya 12 bulan setelah menikah tanpa melakukan usaha untuk mencegah kehamilan. Dapat disebabkan oleh faktor perempuan, laki-laki maupun keduanya. Terdapat pula infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya yang dikenal dengan infertilitas idiopatik.

Di Indonesia merupakan kondisi yang banyak terjadi, dan berdampak besar bagi pasangan suami–istri yang mengalaminya baik secara psikologis, fisik, bahkan ekonomi. Namun, tidak semua pasangan suami–istri mencari pertolongan, sehingga di luar sana banyak sekali isu mengenai hal yang dapat menyebabkan infertilitas, ataupun hal yang dapat mengobati infertilitas.

“Pasangan dapat menjadi hamil apabila sel sperma yang dihasilkan suami normal dan dapat masuk ke indung telur istri dan bertemu dengan sel telur istri yang normal,” kata Prof. Dr. dr. Ichramsjah, SpOG-KFER dari RSIA Budhi Jaya dalam keterangan tertulis saat seminar kesehatan ‘Wujudkan Impian Menimang Buah Hati’, Rabu (20/12).

Ichramsjah menjelaskan, ada tiga macam infertilitas, di antaranya, infertilitas primer yaitu kondisi di mana pasangan belum dapat hamil sedikitnya setelah satu tahun berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun.

Kedua, adalah infertilitas sekunder pasangan belum dapat hamil sedikitnya setelah dua tahun berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun. Terakhir, infertilitas yang tidak terjelaskan, yaitu kondisi pasangan infertilitas primer/sekunder sedikitnya setelah 3 tahun berhubungan tanpa alat kontrasepsi apapun, yang telah diobati oleh ahli, telah inseminasi bayi tabung, namun tetap tidak hamil.

“Penatalaksanannya meliputi faktor infeksi torch, hormonal, masalah anatomi, masalah sel telur, sperma, genetik dan masalah immune,” kata pria yang sudah berpengalaman 40 tahun dalam bidang infertilitas itu.

Oleh karena itu diperlukan sejumlah tindakan seperti pemeriksaan dalam, hydrotubasi, hsg “transvaginal hydrolaparaskopi”, laparaskopi operatif, dan inseminasi bayi tabung.

2. Gangguan Haid

Tak hanya soal infertilitas, ternyata gangguan haid juga mempengaruhi peluang hamil. “Haid dikatakan normal apabila Jumlah darah haid normal adalah 25-60ml (pembalut penuh setiap 3 jam), interval 21-35 hari, durasi 1-7 hari,” ujar dr. Denny Dhanardono, MPH&TM, SpOG-KFER dari RSIA Budhi Jaya.

Waspada bila mengalami gangguan haid seperti perdarahan akut berat (Jumlah darah mengharuskan mengganti pembalut tiap jam, kondisi lemas, cenderung mengantuk, pucat, pusing, pandangan berkunang-kunang), pendarahan tidak beraturan (perdarahan tambahan di tengah dua siklus haid, durasi haid lebih dari 7 hari), dan jumlah darah haid berlebihan.

“Pemeriksaan terkait hormonal yang harus dilakukan pada pasien infertilitas yaitu data lengkap mengenai haid pasien (durasi, siklus haid, jumlah darah haid, keluhan nyeri haid), pemeriksaan indeks masa tubuh dan pemeriksaan persentase lemak tubuh, USG transvaginal, dan pemeriksaan laboratorium,” kata Denny.

3. Dampak Obesitas

Pasien dengan obesitas memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk mengalami infertilitas, dan mengurangi keberhasilan metode TRB (Teknologi Reproduksi Berbantu). Hal ini juga bisa mempengaruhi peluang hamil. (ika/JPC)

BI Beri Kelonggaran Generasi Milenial Miliki Properti

0

batampos.co.id – Pembiayaan untuk pembelian properti bisa menyusut jika generasi milenial dan kelas menengah tidak kunjung membeli rumah. Sebab, keinginan untuk membeli hunian pada generasi milenial tidak terlalu besar. Padahal, jumlah generasi milenial yang berusia 20–37 tahun akan mendominasi Indonesia pada 2020.

Tahun ini generasi milenial berjumlah 71 juta jiwa dan akan melonjak menjadi 142 juta jiwa pada 2020.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, mengatakan generasi milenial yang mayoritas juga merupakan kelas menengah lebih banyak belanja untuk leisure (bersenang-senang).

”Kebutuhan konsumsi mereka lebih didominasi oleh pemenuhan keinginan untuk traveling,” ujarnya, Rabu (20/12).

BI pun saat ini tengah menggodok rumusan loan to value (LTV) atau batas maksimal kredit yang lebih segmented dan spasial. Pelonggaran LTV akan lebih mengerucut pada lokasi tempat kredit pemilikan rumah (KPR) dan jenis serta ukuran rumah secara spesifik.

Kebijakan makroprudensial itu diharapkan bisa mendorong pertumbuhan kredit pada 2018.

”Kalau LTV dilonggarkan, kelas menengah akan lebih mudah mempunyai rumah. Karena memang daya beli harus kita dorong dan dari sisi bank juga akan mendorong penyaluran kredit,” ujarnya.

Kemudahan membeli rumah saat ini diberikan lebih banyak kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan KPR bersubsidi, masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4 juta dapat membeli rumah dengan uang muka dan bunga yang terjangkau. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan Rp 4 juta sampai Rp 8 juta agak sulit membeli rumah. Sebab, mereka tak masuk kategori MBR sehingga tak layak mendapat KPR subsidi.

Di sisi lain, uang muka rumah non-MBR juga sangat tinggi dan seringkali di luar jangkauan gaji yang mereka peroleh.

”Makanya, nanti LTV yang meringankan diharapkan bisa mendorong masyarakat dalam kategori yang lebih luas untuk lebih mudah mendapatkan rumah,” sambung Dody.

Namun, masalah kemampuan mengajukan pinjaman dan kemampuan mencicil bukan semata menjadi hambatan. Country General Manager rumah123, Ignatius Untung, mengungkapkan pada dasarnya generasi milenial kelas menengah memang tak punya keinginan untuk membeli rumah. Mereka lebih memilih membeli gadget dan melakukan traveling karena sadar sulit membeli rumah, apalagi mendapatkan insentif berupa KPR subsidi.

”Masalah LTV bukan satu-satunya solusi. Tidak ada keinginan membeli rumah itu karena kurang edukasi dan karena sudah berpikir bahwa pada dasarnya mereka tidak mampu beli rumah,” ujarnya. Untuk itu, perlu ada insentif yang lebih spesifik dari pemerintah agar KPR tidak hanya didominasi MBR, tapi juga untuk kelas menengah, terutama generasi milenial. (rin/c10/sof)

Bupati Janji Bantu Truk Sampah

0
Salah satu truk sampah dari dua truk yang ada di Kundur yang masih bisa dioperasikan. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Aunur Rafiq berjanji segera mengirim truk pengangkut sampah untuk Kecamatan Kundur. Mengingat kondisi dua unit truk sampah yang ada, sering rusak disebabkan termakan usai.

Dengan tambahan truk sampah nantinya, persoalan sampah yang menumpuk bisa di atasi. Terlebih sampah rumah tangga yang selalu memenuhi bak sampah sementara.

“Ya Insya Allah, tahun depan kita kirim kendaraan untuk pengangkut sampah di Kecamatan Kundur karena truk sampah yang ada kondisinya sering rusak. Selesai penilaian piala adipura Kabupaten Karimun ke tiga ini, nantinya kendaraan akan kita bantukan ke Kundur,” ujar Rafiq saat di Kundur, Selasa (19/12) lalu.

Sebenarnya, kata Rafiq, Kecamatan Kundur memang sudah difokuskan untuk penambahan truk sampah di tahun 2018. Selain itu juga masalah lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kundur pun menjadi prioritas untuk dibenahi.

Belum adanya TPA sampah secara permanen, mengakibatkan sampah rumah tangga wilayah Kecamatan Kundur dibuang dengan menumpang lahan milik warga Sawang. Selain lahan menumpang yang cukup memprihatinkan dua unit truk sampah kondisinya cukup usang sehingga sering rusak. Hal ini menyebabkan sampah rumah tangga sering menumpuh di bak sampah disebabkan minimnya kendaraan truk sampah tersebut. (ims)

 

Polisi Buru Nakhoda Kapal Muatan Balpres

0

batampos.co.id – Sat Reskrim Polres Karimun terus melakukan penyelidikan terkait penangkapan 600 balpres atau pakaian bekas dari Singapura yang diangkut menggunakan kapal tanpa nama di Pulau Nipah, Kecamatan Karimun.

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin mengungkapkan, dari penangkapan kapal kayu yang di dalamnya ada memuat ratusan balpres belum ada tersangkanya. Namun, tidak berarti penyelidikan yang dilakukan polisi berhenti sampai di situ saja. Melainkan, Sat Reskrim telah mengantongi identitas nakhoda kapal yang diperkirakan sudah melarikan diri ketika mengetahui kapalnya ditangkap.

“Nakhoda kapalnya saat ini masih diburu oleh polisi,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin kepada Batam Pos, Rabu (20/12) didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Tanjungbalai Karimun, Bernhard.

Saat tim dari Operasi Pekat Seligi 2017 melakukan penindakan terhadap kapal di dalam kapal hanya ada dua orang. Dan, keduanya hanya bertugas menjaga kapal. Untuk itu, keduanya hanya menjadi saksi dalam kasus ini. Sedangkan, yang bertanggungjawab terhadap kapal dan muatannya adalah nakhoda. Untuk itu, sampai sekarang masih dilakukan penyelidikan tentang keberadaan nakhoda kapal.

”Selain itu, dalam operasi Pekat Seligi 2016 Polres Karimun juga menyita 875 botol miras berbagai merek dengan kadar alkohol di atas 40 persen. Ratusan botol miras disita dari gudang CV OP. Penyitaan minuman ini dilakukan karena izin edar yang dimilikim sudah habis masa berlaku. Kemudian, pita cukai yang ada di dari minuman tersebut sudah habis masa berlakunya. Yakni, pada 2011. Selain itu, kita juga berhasil mengamankan pemain judi dan penjual judi sie jie yang jumlahnya 7 orang,” paparnya.

Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, Bernhard secara terpisah menyebutkan, pihak megapresiasi langkah dan penindakan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di Karimun,. ”Yang jelas, kita bersama polisi di Karimun akan selalu meningkatakan hubungan komunikasi dan koordinasi dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik menyatakan, perlu diketahui bahwa pada saat operasi pekat, khususnya ketika melakukan pemeriksaan gudang miras, polisi melibatkan petugas dari BC. ”Dan, untuk balpres dalam proses selanjutnya, nanti bisa dilimpahkan ke BC untuk penyidikan atau bisa kita proses berdasarkan dengan aturan perdagangan,” jelasnya. (san)

36 Ton Pangan Olahan Hasil Perikanan dan Pertanian Dimusnahkan

0

batampos.co.id – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian memusnahkan bahan pangan hasil olahan perikanan dan pertanian yang masuk secara illegal dari negara luar di jalan Trans Barelang, Jembatan II, Batam, Rabu (20/12) pagi.

Bahan pangan yang dimusnahkan itu diantaranya 22,198 kilogram hasil perikanan dan 14.060 kilogram hasil olahan pertanian.  Pemusnahan dilakukan dengan cara dilindas dengan alat berat.

Kepala pusat BKIPM Riza Priyatna mengatakan, bahan pangan yang dimusnahkan itu merupakan hasil tangkapan dari tim gabungan yang terdiri dari BKIPM, Badan Karantina Pertania dan Bea dan Cukai Tembilahan di Tembilan pada 6 Agustus lalu.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan ternyata bahan pangan dari olahan hasil perikanan dan pertanian yang diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Sinar Abadi 5 itu tidak dilengkapi dengan izin impor makanan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam negeri ataupun sertifikat kesehatan bahan pangan dari negara asalnya.

“Ini (barang yang dimusnakan) datang dari berbagai negara diantaranya; Vietnam, China, Norwegia dan Alaska. Pelaku mendatangkan begitu saja tanpa melalui prosedur yang ada. Izin pemasukan hasil perikanan dan pertanian tak sama sekali,” ujar Riza.

Setelah melalui serangkaian uji labfor bahan pangan tersebut diakui Riza tidak layak dikonsumsi dikonsumsi. Itu karena olahan hasil ikan dan pertanian tersebut mengandung zat tripolifosfat mencapai 6 hingga 7 ribu miligram.

“Aturan (kesehatan) tripolifosfat dalam bahan makanan hanya dua ribu miligram. Kalau sampai 6 sampai 7 ribu liligram sangat berbahaya bagi kesehatan. Tripolifosfat ini semacam zat pemutih deterjen. Ini tidak boleh dikonsumsi bahaya bagi kesehatan kita, makanya dimusnahkan,” tuturnya.

Bahan pangan yang dimusnahkan itu diselundupkan oleh seorang pria berinisial Ds. Ds ini warga Jakarta Selatan yang berprofesi sebagai pengusaha dan juga pemilik KM Sinar Abadi 5. Dia masih diamankan sebagai tersangka untuk diproses lebih lanjut.

Alat berat melindas barang bukti ikan ilegal oleh Badan Karantika Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan hasil Perikanan (BKIPM) di lapangan jembatan III Barelang, Rabu (20/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Setelah kami periksa ternyata DS ini pemain lama. Dia sudah delapan kali melakukan kegiatan illegal serupa. Tujuh kali lolos, kali kedepan ini ketangkap. Kapalnya juga masih kami amankan untuk ditindak lanjut. Kapalnya kami titip di PSDKP Batam,” ujar Riza.

Ds dalam kasus tersebut diancam pasal 31 junto pasal 5, 6 dan 9 Undang-undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina Hewan, Ikan dan tambahan junto pasal 55 ayat I ke I KUHP. “Untuk proses pemusnaan barang bukti ini juga sudah sesuai aturan dan UU yang berlaku dan sudah direstui oleh Pengadilan Negeri Batam,” tutur Riza.

Meskipun barang bukti sudah dimusnahkan dan DS sudah diamankan, namun demikian penyelidikan tim PPNS dari BKIPM atas kasus tersebut belum rampung. Itu karena tim penyidik masih terus mendalami tersangka lain yang juga terlibat dengan kasus penyelundupan tersebut.

“Sementara memang DS sebagai tersangka tunggal. ABK kapalnya hanya sebagai saksi. Tapi kami masih dalami tersangka lain sebab untuk kegiatan illegal ini tak mungkin hanya DS sendiri. Pasti orang lain yang terlibat,” tutur Riza.

Disinggung apakah bahan pangan yang diselundupkan oleh DS itu sudah beredar di dalam negeri atau belum, Riza tak bisa pastikan sebab DS sendiri belum bersuara. “Itu yang masih kami dalami. Memang sudah tujuh kali lolos dia, tapi kemana barang itu belum tahu kami,” ujarnya.

Pengungkapan dan pemusnaan bahan pangan illegal itu disambut baik oleh Pemerintah Kota Batam. Asisten Ekonomi dan Pembangunan kota Batam Gintoyono Batong menuturkan, Batam wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tentu sangat rawan dengan aksi peyelundupan. Untuk itu perlu peran aktif semua pihak untuk melawan kegiatan illegal itu untuk menjaga kedualatan wilayah dan negara.

“Apalagi Kepri ini 94 persen adalah lautan, memang kegiatan seperti ini sangat rawan. Kami atas nama Pemko Batam apresiasi atas tangkapan ini. Ini harus terus dipertahankan agar kedaulatan negara kita tidak dianggap sebelah mata oleh pelaku penyelundupan seperti ini,” ujar Gintoyono.

Kepada pemerintah pusat, Gintoyono berharap agar kedepannya jika ada tangkapan bahan pangan ataupun barang yang bisa dipergunakan oleh masyarakat, sebaikan diperdayakan untuk kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. “Misalkan makanan yang layak dikonsumsi kalau bisa yang dihibahkan pemda untuk disalurkan secara gratis ke masyarakat kurang mampu. Beda kalau barang yang dilarang seperti narkoba dan lainnya ya memang harus dimusnahkan,” ujar Gintoyono.

Harapan Gintoyono ini diamini masyarakat yang hadir saat pemusnaan tersebut. Mereka berharap agar tangkapan bahan pangan serupa dan masih bisa dikonsumsi sebaiknya dibagikan ke masyarakat kurang mampu. “Kita sendiri kekurangan gizi, ini (bahan pangan) yang banyak kandungan gizi malah dimusnahkan. Kalau bisa dikasih ke kami saja pak,” tutur Selina, seorang warga.

Pemusnaan bahan pangan tersebut disaksikan oleh lintas instansi terkait seperti Direktorat Bea dan Cukai dari Kementrian Keuangan RI, jajaran pemerintah Daerah dari Pemprov Kepri, Pemko Batam, Badan Pengusahaan Batam, Pengadilan Negeri, PSDKP, Polri dan TNI. (eja)

Play sound