Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 12832

Perka 10 BP Batam Sesuai dengan Peraturan dari Kementerian ATR

0
Warga memanfaatkan tanah kosong di Sagulung untuk belajar menyetir mobil. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun ditentang banyak kalangan, Peraturan Kepala (Perka) 10 Tahun 2017 tentang sistem administrasi lahan tetap dianggap sebagai sebuah jaminan kepastian hukum berinvestasi di Batam.

“Perka 10 sudah sesuai dengan peraturan dari Kementerian ATR bahwa harus ada izin dari pemilik Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yakni BP Batam sebelum meminjam modal ke bank,” kata Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam, Asnaedi, Senin (30/10).

Ia hanya menyarankan jika harus diterapkan, maka BP Batam harus menetapkan prosedur pemasangan izin tanggungan sebelum mengagunkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ke bank.

“Masalahnya cuma itu. Kalau bisa izin tersebut harus selesai dalam satu hari saja,” jelasnya.

Asnaedi juga mengatakan akan memberi masukan kepada BP Batam tentang penetapan prosedurnya.

“Kami akan ketemu BP Batam dulu,” jelasnya.

Perka 10 terbit pada Juni 2017 namun baru diketahui masyarakat pada September 2017. Dan di dalam Perka ini juga belum mengatur mengenai petunjuk teknis (Juknis) mengenai izin pemasangan hak tanggungan dan deposit 10 persen.

Sedangkan Ketua Perbankan Nasional (Perbanas) Kepri, Daniel Samzon mengatakan pihaknya hanya menjalankan regulasi yang dibuat oleh pemerintah.

Senada dengan Asnaedi, ia menyarankan izin pemasangan hak tanggungan juga harus memiliki prosedur yang jelas.”Petunjuk teknisnya harus ditetapkan. Bagaimana cara mengurusnya, kemana mengurusnya, biayanya, siapa yang mengurusnya dan sebagainya. Itu yang harus ditetapkan,” ungkapnya.

Daniel menyarankan prosedur untuk mendapatkan izin pemasangan hak tanggungan jangan melebihi dari tiga hari dan biayanya juga harus dibuat terjangkau agar tidak memberatkan masyarakat.

“Persetujuan kredit itu hanya sebulan waktunya. Jadi pengurusannya jangan lama-lama. Biayanya juga jangan sampai memberatkan masalah,” ungkapnya.

Mengenai praktek garansi bank yang diberlakukan untuk kebijakan deposit 10 persen, Daniel mengatakan perbankan akan menyesuaikan praktek tersebut sesuai dengan regulasi masing-masing bank.

“Karena jenis bank garansi ada banyak. Ada yang hanya bisa garansi aset saja, atau harus cash. Ya tinggal disesuaikan saja nanti,” ungkapnya.

Daniel enggan berkomentar banyak mengenai Perka 10 karena ia yakin BP Batam punya dasar dalam menerbitkan peraturan tersebut.”Kebijakan itu muncul sebagai sebuah solusi atasi masalah. Tapi kalau prosedur sudah ditetapkan, nanti masyarakat pasti akan beradaptasi,” paparnya.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo pernah berjanji akan meninjau ulang Perka 10 ini. Namun menurut dia, hal itu masih harus dikomunikasikan di tingkat pimpinan atas.

“Dari keinginan itu ada. Tapi kami harus menyampaikan, lapor ke pimpinan dulu,” kata Lukita

Dikatakan, rencananya pekan depan dia akan ke Jakarta bertemu dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang. Salah satu misinya, membahas terkait lahan.

“Insha Allah minggu depan saya juga akan ke Jakarta dialog, bertemu dengan Pak Menteri ATR,” ujar dia.

Menurut dia, soal lahan itu juga perlu dibahas di tingkat Dewan Kawasan.

“Inikan menyangkut kebijakan yang sangat penting. Jadi harus disampaikan dulu ke Dewan Kawasan,” kata Lukita.(leo)

Apri Kenalkan Batik Khas Kabupaten Bintan

0
Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi disaksikan Bupati Bintan Apri Sujadi membagikan seragam sekolah kepada siswa Sekolah Dasar negeri (SDn) 002 Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Senin (30/10) pagi. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengenalkan motif batik khas Kabupaten Bintan ketika menyerahkan bantuan seragam sekolah gratis kepada para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Senin (30/10) pagi.

Batik bermotif padi mas ini dijadikan corak baju batik dalam seragam sekolah di Bintan. Selain itu, pemerintah komitmen bahwa program bantuan seragam sekolah gratis kepada siswa SD serta SMP negeri di Bintan akan terus digalakkan setiap tahun.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi mengatakan, dijadikannya corak batik padi mas dalam seragam sekolah anak-anak diharapkan mampu membangkitkan dan mengenalkan kembali motif batik khas Kabupaten Bintan kepada masyarakat. Setidaknya, saat ini sudah ada 20 motif batik padi mas dan yang dikenakan pada seragam anak-anak sekolah di Bintan merupakan batik bercorak padi mas
beriring.

Deby berharap, warisan turun temurun masyarakat Melayu Bintan ini dilestarikan oleh masyarakat sekarang mengingat batik padi mas awalnya dikenalkan dalam sejarah kerajaan Melayu Bentan. Bahkan, sejarahnya dijabarkan dalam bab-bab awal kitab sejarah Melayu atau Sulalatus Salatin. (cr21)

 

Polda Kepri Masih Dalami Aliran Dana OTT Dendi

0
Kasubnit III Jatanras Polda Kepri AKBP Aris (kanan) bersama anggota Polda Kepri mengawal dua tersangka Dendi Purnomo yang diamankan pada operasi tangkap tangan saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (24/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri masih terus mendalami aliran dana dari Operasi Tangkap Tangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dendi Purnomo. Pengusutan ini diduga, aksi suap dan uang pelicin untuk pengurusan dokumen ini tak hanya sekali.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, menuturkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara detail terkait aliran dana pungli. “Kami dalami dulu,” ucapnya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya telah memeriksa beberapa orang saksi. Untuk mendapatkan keterangan tentang kasus itu. Dan mensinkronkan keterangan saksi dengan dua orang tersangka OTT yakni Dendi Purnomo dan Direktur PT Telaga Biru Semesta Amiruddin. “Kami sudah memeriksa sebanyak 5 orang saksi,” kata Erlangga.

Sebelumnya diberitakan Polda Kepri mengamankan Dendi Purnomo di rumahnya bersama dengan kolega Amiruddin, Senin (23/10) lalu. Dari hasil operasi tangkap tangan itu, pihak kepolisian mendapati adanya uang sebesar Rp 35 juta. Uang disebut pihak kepolisian, untuk pelicin pengurusan dokumen tank cleaning limbah.

Maksud dari pemberian uang itu, juga untuk meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk tak melakukan fungsi pengawasan mereka. Karena diduga limbah itu akan dibuang ditempat tak seharusnya. (ska)

Pembangunan Dermaga Dakomas Tak Sesuai Harapan

0

batampos.co.id – Karena tidak sesuai harapan, Bupati Bintan, Apri Sujadi segera akan memanggil pihak kontraktor yang bertanggungjawab terhadap pembangunan rehabilitasi Dermaga Dakomas di Pulau Pucung Desa Malang Rapat, Bintan. Apalagi banyaknya beredar informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa pihak kontraktor masih belum juga melaksanakan pembangunan tiang pancang.

“Kita lihat perkembangan rehabilitasi Dermaga Dakomas berjalan tidak sesuai dengan harapan. Apalagi dengan melihat keadaan cuaca yang buruk saat ini. Dan tidak tertutup kemungkinan cuaca begini akan terus terjadi menjelang akhir tahun. Untuk itu, segera akan kita panggil pihak kontraktor dan dinas terkait,” jelas Apri usai melakukan sidak, guna melihat perkembangan pembangunan rehabilitasi Dermaga Dakomas di Pulau Pucung Desa Malang Rapat, Senin (30/10).

Diketahui pembangunan rehabilitasi Dermaga Dakomas di Pulau Pucung, RT 03/RW 02, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang , ini masuk dalam proyek pekerjaan rehabilitasi atau pemeliharaan dermaga, yang dianggarkan melalui APBD Tahun 2017, sebesar Rp 1.146.811.000, dengan nomor kontrak 602.2/Hubla-SP/04 yang dilakukan Konsultan Perencanaan CV Astro Putra Jaya, serta Konsultan pengawas CV Bintang Karya Utama.

“Seharusnya tiang-tiang pancang sudah terpasang. Tentunya kita ingin tahu kendalanya apa. Setelah itu segera akan kita lakukan tindak lanjut untuk mempercepat pembangunannya,” imbuhnya. (cr20)

Dewan Masih Pinjam Mobil ke Pemko

0

batampos.co.id – Hingga kemarin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang masih meminjam mobil milik Pemko Tanjungpinang untuk operasional kerja sehari-hari. Keputusan ini ditempuh sementara waktu lantaran ranperda yang mengatur kenaikan tunjangan sekaligus peniadaan fasilitas mobil dinas itu belum kunjung disahkan.

Sementara proses menghitung masih dilangsungkan, Simon mengaku anggota DPRD Tanjungpinang akhirnya menggunakan kendaraan pinjam pakai milik Pemko Tanjungpinang intuk sementara waktu.

“Jadi untuk transportasi pekerjaan masih kami gunakan mobil seperti biasanya,” papar anggota Banggar DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko, kemarin.

Tidak dipungkiri Simon bahwasanya pembahasan ranperda ini terbilang lambat. Tapi bukan berarti jalan di tempat. Ia menjelaskan, hal ini terjadi lantaran belum rampungnya tim penilai melakukan penghitungan.

Sementara pemberlakuan tunjangan dengan besaran baru akan dimulai pada anggaran perubahan 2017 ini. “Tim penilai memang belum selesai melakukan hitung-hitungan,” ujar Simon.

Dari penjelasannya, disampaikan bahwa tim penilai inilah yang melakukan penghitungan perubahan besaran tunjangan anggota DPRD Tanjungpinang. Sehingga ranperda perubahan tunjangan harus menunggu angka dari penetapan tersebut.

Terpisah, Wali Kota Lis Darmansyah juga menuturkan hal yang sama berkenaan proses pembahasan besaran tunjangan. Pembahasan yang masih berada di tangan tim penilai membuat Pemko Tanjungpinang tak memiliki pilihan selain menunggu.

“Tentunya kami harus menunggu tim penilai melakukan tugas baru pembahasan berjalan kembali,” pungkas Lis. (aya)

Jatah Raskin Tanjungtalok Dikurangi

0
Seorang warga mengangkut raskin yang baru diambil di kantor desa, Senin (30/10). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah Kecamatan Seri Kuala Lobam menyesalkan pengurangan kupon jatah beras miskin (raskin) saat pembagian, Senin (30/10). Dari 80 kupon raskin untuk 80 kepala keluarga (KK) menjadi 30 kupon.

Warga penerima raskin, Suginah, terlihat kesal, karena selama ini dirinya merupakan salah seorang penerima raskin. Wanita berstatus janda ini kaget begitu tahu kupon raskin dikurangi dari pemerintah. “Tadinya kami kompak, mau kami balikkan saja kupon itu. Tapi pak RT berpikir kasihan, banyak masyarakat yang masih membutuhkan raskin,” katanya.

Ketua RT 001 RW 002 Kampung Tanjungtalok, Bahir yang ditemui di rumahnya, kemarin siang membenarkan, awalnya belasan ibu-ibu mendatangi rumahnya karena sebagian besar mereka tidak menerima kupon jatah raskin. Ibu-ibu tersebut bahkan berniat mendatangi kantor desa, untuk mempertanyakan soal berkurangnya jatah raskin.

“Tadi sudah saya jelaskan ke mereka kalau kupon raskin yang diterima memang berkurang. Jadi, tidak semua menerima kupon. Akhrinya saya mengambil kebijakan, yang menerima 30 kupon adalah para janda, orangtua dan masyarakat yang banyak anaknya, dan ekonominya susah,” katanya.

Setelah dijelaskan demikian, ibu-ibu mendatangi rumahnya dan berniat mau melakukan aksi di kantor desa, mengurunkan niat. Mengenai hal ini, dirinya telah menanyakan ke kantor desa. Dari pihak desa menjelaskan, bahwa kupon jatah raskin sebenarnya bertambah. Maksudnya, jika biasanya terdapat 80 kepala keluarga yang menerima
jatah raskin dari total 120 kepala keluarga. ” Bulan kemarin yang menerima 80 kk. Yang diberikan kupon ini kata pihak desa adalah tambahan yang 30 kk, yang sebelumnya tidak dapat kupon,” jelasnya.

Ditanya harganya, ia mengatakan, satu kupon raskin seharga Rp 26 ribu dan mendapatkan beras seberat 15 kilogram. “Mungkin ke depan, maksud dari desa semua kk di sini mendapatkan raskin. Tapi, harapan saya jangan dikurangi, karena banyak masyarakat yang memerlukan beras ini, mesti terkadang per tiga bulan dibagikan, kadang dua bulan kadang sebulan lebih sudah dibagikan,” katanya.

Sementara itu, Pj Kades Teluk Sasah, Nurhalimah belum berhasil dihubungi terkait berkurangnya kupon jatah raskin di kampung Tanjungtalok. (cr21)

Joy Property Perkuat Kerjasama

0
Direktur Joy Property, Julianto (empat kanan) foto bersama seluruh staf karyawan Joy Property yang siap melayani dan memenuhi kebutuhan rumah di Tanjungpinang. F. Choky Nainggolan/Batam Pos.

batampos.co.id – Joy Property, salah satu agen property terbesar di Tanjungpinang terus berupaya memberikan kemudahan terhadap masyarakat yang ingin memiliki rumah. Memperkuat kerjasama terhadap seluruh pengembang property, baik yang di Batam maupun di Tanjungpinang.

Untuk mempermudah proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Joy Property juga menjalin layanan kerjasama dengan pihak perbankan. “Joy Property berkomitmen memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kami memberikan kemudahan dan bergam pilihan rumah sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Direktur Joy Property, Julianto, disela-sela acara peresmian kantor baru Joy Property di Jalan MT Haryono Nomor 33 Kilometer 3, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Sabtu (28/10).

Ia menuturkan, beragam pilihan rumah yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Diantaranya, rumah subsidi Air Raja, Citra Pelita dan Kijang Seraya dengan harga mulai Rp 125 juta.

Pihaknya juga menyediakan beragam pilihan rumah kelas menengah ke atas dengan harga mulai Rp800 juta. Seperti Cipta Bintan Mas Residence, Cipta Villa Mas Residence, Palm Mas TPI, Villa Taman Pinang, dan lainnya.

“Mulai dari rumah sederhana hingga kelas mewah, semuanya ada di sini (Joy Property, red). Masyarakat tinggal memilih maunya yang mana, sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan,” terangnya.

Selain, beragam pilihan rumah di Tanjungpianang, Joy Property juga menyediakan pilihan rumah dan apartemen mewah di Batam. Diantaranya, Buana Central Park Batam, Oxley Convention City, Aston Batam, Paragon Hill dan lainnya.

“Joy property akan terus membantu untuk memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah. Ini semua berkat dukungan kerjasama dari ratusan relasi yang tersebar mulai dari daerah lokal, nasional hingga mancanegara, seperti Singapore, dan Malaysia,” imbuhnya. (cr20)

 

 

FPKB Pertanyakan Kinerja P2TP2A

0
Nyimas Novi Ujiani. F. Tri Haryono.

batampos.co.id – Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Karimun menjadi perhatian khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun. Salah satunya oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Karimun Nyimas Novi Ujiani.

Kinerja Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karimun pun menjadi sorotan. Sebab banyak keluhan dari korban kepada pihaknya saat melaporkan kejadian ke P2TP2A yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Saya sangat-sangat prihatinlah, terkesan kasus kekerasan terhadap perempuan terabaikan. Dan secara kelembagaan juga, mereka tidak pernah melaporkan kepada kami sejauh mana kinerjanya. Baik itu jumlah kasus, penyelesaian kasus per semester atau per triwulan,” ungkap Nyimas Novi Ujiani, kemarin (30/10).

Keberadaan P2TP2A menurut dia seharusnya bisa membantu menjembatani menyelesaikan kasus kekerasan terhadap perempuan. Sehingga, bisa dilakukan evaluasi apa penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat saat ini. P2TP2A yang sudah berdiri beberapa tahun lalu dinilai belum memenuhi standar, karena seharusnya lembaga tersebut memiliki kantor yang dilengkapi dengan seorang psikolog, pengacara, petugas administrasi dan petugas siaga di tempat.

“Anda bisa lihat sendiri di mana kantornya. Diharap kepada kepala daerah agar melakukan evaluasi terhadap P2TP2A sejauh mana kinerjanya,” pintanya.

Sementara kepolisian yang juga memiliki gugus-tugas terkait kasus kekerasan terhadap perempuan, juga belum bisa sepenuhnya diharapkan. “Alasannya, masyarakat kita apalagi kaum perempuan itu takut kalau berurusan ke polisi. Di sinilah peran penting P2TP2A mendampingi para korban saat memberikan laporan. Dan harus ada Perda tentang perlindungan perempuan dan anak nantinya,” ucap Nyimas lagi. (tri)

Pelajar SMPN 2 Binaan Tebing Pawai Nusantara

0

batampos.co.id – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Binaan Tebing melakukan pawai dengan mengenakan pakaian adat nusantara ke tiga tempat yaitu Dinas Pendidikan Karimun, Kantor Bupati Karimun dan Polres Karimun, Senin (30/10).

Pawai tersebut mengangkat tema “Dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, kita satukan keberagaman, ciptakan generasi yang kreatif dan berwawasan yang berlandasakan iman dan taqwa”.

“Setiap Hari Sumpah Pemuda tetap kami gelar pawai dengan pakaian adat nusantara bagi para pelajar. Untuk memupuk rasa cinta terhadap budaya nusantara yang berbeda-beda, namun satu dalam kesatuan NKRI yang utuh,” jelas Kepala SMPN 2 Binaan Tebing Raja Hernayati, kemarin (30/10).

Yang menjadi menarik adalah, pernak-pernik yang menempel di pakaian adat yang dikenakan dibuat dengan kreativitas anak-anak memanfaatkan daur ulang barang bekas. Seperti tulisan papan yang terbuat dari karton bekas, bunga dan sebagainya. Pada setiap kunjungan, para pelajar tersebut membawa kerajinan tangan hasil kreativitas pelajar untuk diberikan sebagai kenang-kenangan.

“Jadi ke tiga instansi yang dikunjungi diberikan sebuah karya kreativitas anak-anak dari bahan daur ulang. Agar bisa menjadi kebanggaan anak-anak bahwa karyanya dipajang di instansi-instansi seperti di Polres Karimun ini,” ungkapnya, saat rombongan pawai singgah di Polres Karimun.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh SMPN 2 Binaan Tebing sangat positif dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. Agar para pelajar di tingkat SMP/sederajat tahu bahwa bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa, kaya akan adat istiadat yang tetap satu sebagai anak Indonesia. Sesuai dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober, ada tiga butir penting Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu.

“Sebagai implementasinya kepada generasi muda terutama para pelajar, salah satunya melalui pakaian adat yang dipergunakan saat berkunjung ke instansi-instansi,” ucapnya.
Pantauan di lapangan, rombongan pelajar SMPN 2 Binaan mengawali kunjungan ke kantor Dinas Pendidikan Karimun, kemudian dilanjutkan ke Kantor Bupati yang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah M Firmansyah. Terakhir kunjungan ke Polres Karimun yang disambut langsung oleh Wakapolres Karimun, Kompol I Gede Ngurah Joni Mahardika. (tri)

109 Pelamar Panwascam Berkompetisi

0
Tiuridah Silitonga. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 109 pelamar calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dinyatakan lulus untuk mengikuti tes tertulis pada Sabtu (4/11) mendatang. Mereka akan diseleksi lagi untuk penempatan tugas di tiga wilayah, di antaranya di Pulau Karimun meliputi Kecamatan Karimun, Meral, Tebing, Meral Barat, dan Buru. Kemudian wilayah Pulau Kundur meliputi Kecamatan Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara, Belat, Ungar, dan Durai. Terakhir wilayah Pulau Moro untuk Kecamatan Moro.

“Kalau dilihat dari peserta yang mendaftar paling banyak berada di Kecamatan Karimun ada 24 orang dan Kecamatan Meral 17 orang. Untuk menjadi Panwascam hanya 3 orang yang akan terpilih,” jelas Ketua Panwaslu Kabupaten Karimun, Tiuridah Silitonga, kemarin (30/10).

Ini berarti animo masyarakat untuk menjadi calon anggota Panwascam cukup banyak. Sesuai dengan prosedur dalam penyeleksian calon anggota Panwascam, Panwaslu Kabupaten Karimun melaksanakannya secara transparan dan sesuai dengan peraturan Bawaslu Pusat.

Siapapun yang nantinya lolos menjadi anggota Panwascam tidak ada intervensi dari siapa-siapa. Tetapi pihaknya tetap menerima masukan dan tanggapan dari kalangan masyarakat terhadap calon Panwascam yang ikut.

“Kami jamin kerahasiaan masyarakat yang memberikan tanggapan atau laporan terhadap calon Panwascam. Agar anggota Panwascam nanti ketika sudah dilantik benar-benar bekerja sesuai dengan prosedur tidak ada cacat hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Sebab kata Tiur lagi, pesta demokrasi Pemilu ke depan tantangannya cukup berat. Sehingga anggota Panwascam harus benar-benar siap mental dalam melaksanakan tugas di masing-masing kecamatan saat mengawasi tahapan Pemilu.

“Intinya, bagaimana kita bersama-sama mengawasi jalannya Pemilu untuk melaksanakan pesta demokrasi yang transparan. Agar masyarakat bisa menggunakan hak politiknya di tahun 2019 nanti,” tutupnya. (tri)