Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 12843

207 Layang-layang Hiasi Langit Bintan

0
Layang-layang naga saat berusaha dinaikkan ke langit dalam
Festival Kite Bintan 2017 di Gurun Pasir Desa Busung Kecamatan Seri
Kuala Lobam, Sabtu (21/10). F.Slamet/batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 207 layang-layang dari lima negara dan dua belas kabupaten kota di Indonesia menghiasi langit sekitar Gurun Pasir di Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan. Event yang bertajuk Festival Kite Bintan 2017 berlangsung selama dua hari, 21 hingga 22 Oktober.

Lima negara yang berpartisipasi dalam kegiatan festival layang-layang yakni Swedia, India, Malaysia, Singapura dan Thailand, sedangkan dua belas kabupaten kota diantaranya dari Jakarta, Surabaya, Jogyakarta, Banjarmasin, Pekanbaru, Batam, dan Tanjungpinang serta
Bintan.

Salah seorang pelayang dari Surabaya, Adieb menuturkan, dirinya membawa banyak jenis layang-layang, mulai dua buah layang-layang naga, layang-layang rokkaku dan layang-layang kaki seribu ekor panjang serta lainnya. Rencananya layang-layang tren naga akan dipertunjukkan pada saat pembukaan festival tetapi karena angin yang kurang, layang-layang seharga Rp 10 juta dengan panjang sekitar seratus meter itu tidak jadi
mewarnai langit. “Anginnya tidak stabil. Tak bisa naik sepertinya. Lagi pula kalau mau diterbangkan harus sepuluh orang yang memegang ekornya,” katanya.

Ia mengaku kecintaannya pada layang-layang dimulai sejak 18 tahun lalu. Bukan dirinya, istri dan anaknya juga mencintai hobi ini. Bahkan, dirinya rela membawa layang-layang dari daerahnya ke Bintan dengan total berat 26,7 kilogram yang tercatat masuk dalam bagasi
pesawat terbang. Itu melebihi berat dua tas yang dibawanya yang hanya berisikan pakaian.

Senada, pelayang asal Malaysia, Lim Kok Tiong mengaku dirinya ke Bintan membawa layang-layang bernama Smurf dengan berat 10 kilogram. Di rumahnya, di Malaysia, masih ada 5 lagi layang-layang Smurf yang tak dibawanya. “Ada sepaket, 6 macam gini. Smurf kan ada bapak, ibu dan empat orang anak. Jika dibawa semua beratnya bisa seratus
kilo,” ungkapnya sembari mengaku dirinya hanya membawa baju dan celana
secukupnya saja.

Ditanya harga satu layang-layang Smurf, ia mengaku membelinya seharga 4.200 ringgit Malaysia. Setelah dari Bintan, ia mengaku menyiapkan untuk mengikuti festival layang – layang di Taiwan. “Dari hobi layang-layang saya sudah ke banyak tempat, mulai Thailand,
Macau, Hongkong dan lainnya. Di Indonesia juga saya sudah mengunjungi banyak tempat. Festival layang-layang ini sebenarnya hampir digelar pada seminggu sekali, setahun saya hampir mengikuti empat belas event,” katanya.

Lain waktu ia berjanji akan kembali lagi ke Bintan untuk menikmati objek wisatanya. “next Time saya mau ke Tanjungpinang dan Lagoi,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Kite Bintan 2017, Ari menuturkan, peserta lomba Festival Kite Bintan 2017 berasal dari 42 pelayang lokal, 16 pelayang dari daerah di luar negeri dan 44 pelayang daerah di Indonesia. Tujuan digelar festival ini untuk melestarikan
budaya dan mempromosikan daerah sehingga banyak wisatawan mancanegara yang
datang ke Bintan.

Ada pun, dijelaskanya lima kategori yang dilombakan yakni kategori dua dimensi atau modern, tren naga, rokkaku, tradisional atau wow dan ekor panjang. Masing-masing tim akan dinilai, layang-layangnya, kemudian saat akan naik ke udara dan saat layang-layang berada di udara.

Wabup Bintan Dalmasri Syam, dalam pembukaan festival kite Bintan 2017 mengatakan, dirinya mengapresiasi Asosiasi Pelayang Bintan yang sukses menggelar festival kite Bintan 2017. Dirinya berjanji akan menjadikan festival ini sebagai agenda pariwisata tahunan di Bintan. Ia berharap, tahun depan peserta yang menghadiri festival ini semakin banyak.
(cr21)

Kejari Minta Bantuan Satpol PP

0
Sejumlah nelayan asing yang di proses hukum tampak nongkrong di depan kantor Kejaksaan Negeri Ranai, Natuna, beberapa waktu lalu. Untuk mengawasai nelayan asing ini, pihak Kejari meminta bantuan Satpol PP. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Karena sudah dua kali kabur, Kejakasaan Negeri (Kejari) Natuna meminta pemerintah daerah membantu mengawasi nelayan asing yang mereka amankan.

“Kami sudah minta bantuan tambahan ke Pemkab Natuna untuk menempati personil jaga di Kejaksaan. Antisipasi jangan ada lagi nelayan asing yang kabur,” jar Waher Tarihoran, Kasi Pidum Kejari Natuna, Minggu (22/10).

Dikatakan Waher, jumlah terdakwa nelayan asing yang berada di lingkungan Kejari Natuna terhitung hingga belasan orang. Mereka tinggal dan makan di lingkungan kejaksaan. Namun mereka tidak boleh ditahan seperti terdakwa kasus lainnya dengan alasan aturan yang tidak membolehkan penahanan.

“Karena kami kekurangan petugas jaga, kami minta personil Satpol PP untuk membantu mengawasi terdakwa Illeghal Fishing,” kata Waher.

Langkah ini sebutnya, untuk memaksimalkan pengawasan terhadap terdakwa ilegal fishing karena selama ini sudah ada beberap orang di antara mereka yang kabur dari Kejaksaan melalui jalur laut. Dan meningkatkan intensitas jaga agar tidak terjadi kecolongan lagi.

Penempatan personil Satol PP katanya, disiagakan selama 24 jam di Kejaksaan. Dan tugasnya membackup petugas jaga Kejaksaan. Dan saat ini sudah tiga personil Satpol PP setiap hari ditempatkan di Kejaksaan secara bergantian.

“Penempatan Satpol PP ini kami rasa sangat efektif dan sangat membantu awasi nelayan asing yang akan menjalani persidangan. Mudah-mudahan tidak ada lagi nelayan asing yang kabur nanti,” ujar Waher.(arn)

Genjot PAD, Buru Kendaraan Plat Luar

0

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua meminta Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri menggesa penyerapan pajak kenderaan bermotor di Kepri. Salah satu caranya adalah memburu kendaraan plat luar yang dibeli masyarakat.

“Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menjadi pendapatan yang potensial. Pendapatannya berada diurutan terdepan dalam daftar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri,” ujar Rudy Chua menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (22/10) di Tanjungpinang.

Menurut politisi Partai Hanura tersebut, target PKB Kepri tahun 2017 ini adalah Rp 354 miliar. Ditegaskan Rudy, untuk mencapai angka tersebut, BP2RD Kepri yang bertanggungjawab tentu harus bekerja lebih keras.

Ia melihat beberapa daerah di Kepri, banyak kenderaan yang masih menggunakan plat luar. “Kita yakin, banyak masyarakat Kepri yang membeli kendaraan dari Jakarta. Akan tetapi, mereka enggan untuk melakukan balik nama atas kendaraan tersebut,” papar Rudy.

Rudy menilai, sikap enggannya masyarakat untuk melakukan balik nama, khusus kendaraan luar lebih disebabkan oleh harga jual. Dijelaskannya, ketika plat kenderaan masih luar, Jakarta misalnya harga jual masih tinggi.

“Harus ada ketegasan dari Pemerintah Daerah. Jika ini dibiarkan, PKB dan Pajak Balik Nama Kenderaan akan hilang,” paparnya lagi.

Wakil rakyat yang sudah dua priode duduk di DPRD Kepri tersebut juga menjelaskan, adanya revisi Perda Pajak dan Retrebusi Daerah memang diharapkan bisa meningkatkan sektor pendapatan daerah. Seperti penerapan pajak progresif kenderaan bermotor.

“Kenyataan di Kepri sistem yang digunakan berbeda. Usulan Pemprov adalah menggunakan by name by adress. Tetapi persetujuan DPRD Kepri hanya mengacu pada by name saja,” jelas Rudy.

Ditambahkan Rudy, sektor pajak yang menjadi harapan adalah dari bidang pertambangan. Akan tetapi, adanya pertambangan liar yang tidak ditertibkan seperti di Bintan belakangan ini juga berpotensi memberikan kerugian bagi daerah.

“Harus ada ketegasan dari Pemerintah Daerah untuk bertindak. Jika memang ilegal dan tidak sesuai aturan, harus dihentikan. Pajak sektor pertambangan termasuk primadona yang bisa meningkatkan PAD Kepri,” jelasnya lagi.

Selain itu Rudy juga berharap, dengan adanya pergantian unsur pimpinan BP Batam memberikan harapan baru bagi tuntasnya persoalan Pajak Air Permukaan (PAP). Menurut Rudy, Kepala BP Batam, Lukita adalah sosok yang paham aturan.

“Mudah-mudahan bisa segera tuntas persoalan PAP di Batam. Sehingga bisa menambah PAD dari sektor PAP. Karena untuk berharap dari labuh jangkar, masih belum ada kepastiannya,” tutup Wakil Rakyat utusan Tanjungpinang tersebut.(jpg)

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendapatan, BP2RD Kepri, Herman mengatakan target PKB tahun 2017 ini adalah Rp 354.831.803.445. Target berikutnya adalah Bea Balik Nama Kendraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 265.884.268.949. Kemudian pendapatan dari Pajak Bahan Bakar Kendraan Bermotor (PBB KB) senilai Rp 264.190.642.043.

“Sektor pajak terakhir adalah pajak Air Permukaan (AP). Adapun target pada sektor ini adalah sebesar Rp 12.288.919.500,” papar Herman.(jpg)

Ciptakan Generasi Penghafal Al-Quran

0
batampos.co.id -Untuk menciptakan generasi penghafal Alquran, SMA Baitul Quran berlokasi di Dabo Singkep resmi dibuka setelah izinnya keluar sejak Juli lalu.
“Seluruh sisiwa tinggal di asrama, sepulang sekolah mereka fokus menghafal Al-Quran. Kami juga menekankan kepada siswa untuk berahlaq baik sesuai ajaran agama,” ujar Kepala Sekolah SMA Baitul Quran Ust Nizar ketika memberikan keterangan kepada Batam Pos, Minggu (22/10).
Nizar mengharapkan seluruh siswa yang bersekolah di SMA Baitul Quran setelah lulus dapat mencari ilmu ke jenjang yang lebih tinggi dengan bermodalkan hafalan Al-Quran. Banyak universitas yang menyediakan bea siswa bagi pelajar yang dapat menghafal Al-Quran minimal 15 juz. Ada UIN Jakarta, UIN Surabaya dan UIN Malam memiliki program bea siswa bagi penghafal Alquran.
Saat ini, sekolah Baitul Quran baru memiliki satu lokal sekolah dengan 29 siswa yang belajar di sana. Ke depan, Nizar mengatakan akan membangun enam lokal bertingakat pada tahap awal, sehingga dapat menampung siswa lainnya yang hendak belajar di sekolah tersebut.
“Tahun depan kami membuka pendaftaran bagi siswa yang ingin belajar di sekolah Baitul Quran. Sehingga semakin banyak generasi penghafal Al-Quran,” ujar Nizar.
Dia juga meminta dukungan dari seluruh kalangan masyarakat agar dapat membantu keberlangsungan sekolah tersebut. Dengan tujuan dapat mengembangkan generasi muda Bunda Tanah Melayu menjadi generasi yang berahlaq mulia dengan tuntunan agama.
Nizar menambahkan, seluruh siswa yang lulus dari SMA Baitul Quran ini akan mendapat dua ijazah. Satu ijazah umum layaknya sekolah lainnya, satu lagi mendapat ijazah penghafal Al-Quran yang juga dikeluarkan SMA Baitul Quran. Harapan Nizar minimal siswa yang lulus dapat menghafal 15 juz Al-Quran.
SMA Baitul Quran ini juga baru diresmikan Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang berkunjung ke Kabupaten Lingga pada Sabtu (21/10). Dalam kesempatan itu Nurdin berharap dengan adanya sekolah SMA Baitul Quran dapat menjaring penerus bangsa yang potensial dan menambah penghafal Al-Quran dari kalangan remaja. (wsa) 

Hubungi 110 bila Dalam Keadaan Darurat

0

batampos.co.id – Aparat kepolisian telah menyediakan nomor telepon pusat pelayanan publik 110 bagi masyarakat yang mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana. Baik itu tindak pidana dijalanan maupun di lingkungan perumahan.

“Silahkan langsung telepon ke 110. Layanan itu tidak dibebankan pulsa,” ujar Wakapolresta Barelang AKBP Mudji Supriadi, Minggu (22/10/2017) siang.

Dikatakan Muji, masyarakat yang nantinya menghubungi ke nomor tersebut, langsung terkoneksi ke Mabes Polri. Nantinya, dari mabes Polri akan disambungkan sesuaikan dengan posisi penelpon.

“Misalnya, kalau dia menelpon dari Batam, nantinya akan langsung terhubung ke Command Center Polresta Barelang,” katanya.

Kepada masyarakat yang menjadi korban kejahatan, nantinya tidak perlu untuk berbicara dengan operator. Masyarakat hanya cukup untuk mengaktifkan ponselnya dan operator yang akan mendengarkan pembicaraan itu.

“Nanti operator sudah bisa menilai, bahwa penelpon sedang dalam bahaya. Nanti anggota kami yang paling dekat akan langsung ke lokasi penelpon,” tuturnya.

Namun, Muji mengakui bahwa sejauh ini masih banyak masyarakat yang iseng. Menurut Muji, mereka masih mencoba-coba apakah layanan tersebut memang benar ada atau tidak.

“Itu hal yang biasa. Kita berikan teguran sama mereka, Karena banyak yang harus dikerjakan oleh pihak kepolisian,” imbuhnya.

Selain membuka menyediakan nomor telepon pusat pelayanan publik, polisi juga melaksanakan patroli rutin dalam mengantisipasi kejahatan jalanan serta balap liar. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap polsek-polsek dan salah satunya Polsek Sekupang.

“Patroli kita Sabtu (21/10) kemarin dengan melewati kawasan Marina City, Mata Kucing dan Temiang. Kawasan itu memang menjadi prioritas kita dalam mengantisipasi kejahatan jalanan,” ujar Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji.

Selain melakukan patroli, anggota Polsek Sekupang juga melakukan pemeriksaan kendaraan sepeda motor dan kelengakapan surat surat kendaraan, serta memberikan himbauan Kamtibmas.

“Dari hasil kegiatan semalam, semuanya aman dan terkendali. Tidak ada kita temukan kejadian yang menonjol,” imbuhnya. (cr1)

Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak

0
Ketua TP PKK Bintan, Ketua TP PKK Bintan, Deby Apri Sujadi berbaur bersama para ibu dan balitanya dalam kunjungannya ke Puskesmas Sei Lekop, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (20/10). F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi berharap agar masyarakat, terutama kaum ibu bisa dapat memaksimalkan dan rutin membawa buah hatinya ke Posyandu maupun Puskesmas terdekat.

Hal ini dilakukan guna mengetahui dan memantau terkait tumbuh kembangnya anak. “Saya mengharapkan agar kaum ibu di Kabupaten Bintan, selalu rutin membawa buah hatinya ke Posyandu atau Puskesmas terdekat. Ini bertujuan agar kesehatan dan perkembangan sang anak benar-benar bisa terpantau dengan baik,” ungkap Deby Sabtu (20/10).

Menurutnya nama Posyandu maupun Puskesmas sebenarnya sudah cukup lama dikenal masyarakat, terutama kaum ibu.

“Posyandu dan Puskesmas merupakan garda terdepan sebagai tempat untuk memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita. Jadi ini semua harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dr Gama Isnaini mengatakan saat ini fasilitas yang tersedia di Posyandu maupun Puskesmas yang ada di Kabupaten Bintan, sudah sangat berkembang. Bahkan baru-baru ini, Pemkab Bintan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, juga telah meresmikan dan melengkapi fasilitas ruang bersalin di Puskesmas Sei Lekop.

“Sesuai keinginan Bupati Bintan, bahwa sektor pelayanan kesehatan masyarakat harus terus dikedepankan,” terangnya.

Gama menambahkan, saat ini Puskesmas Sei Lekop telah dilengkapi beberapa fasilitas ruang bersalin yang meliputi dua tempat tidur pasien, alat perlengkapan melahirkan, ruang tunggu, ruang jaga, serta Inkubator bayi.

“Tak lupa, peran dari lingkungan sekitar sangatlah penting untuk memotivasi ibu, agar rutin membawa anak dan balitanya ke Puskesmas atau Posyandu terdekat,” imbuhnya (cr20)

Pompong Nelayan Dibakar Massa

0
Pompong nelayan asal Tambelan, Bintan dibakar massa di pasar ikan Kampung Pelimpak, Kelurahan Serasan, Kabupaten Natuna, Sabtu (21/10). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebuah pompong nelayan di Kecamatan Serasan Natuna dibakar massa, dan meledak Sabtu (21/10) kemarin.

Pembakaran pompong nelayan asal Tambelan Bintan ini lantaran warga nelayan setempat mengamuk, nelayan menggunakan kompresor untuk menangkap ikan.

Namun ketika pompong disulut api, pompong malah meledak. Warga menduga, nelayan juga menggunakan bom untuk menangkap ikan. Untung saat bom ikan meledak, warga disekitar menyelamatkan diri.

“Awalnya kami kira itu cuma ada kompressor, ternyata di dalamnya juga ada bom ikan. Makanya meledak, kami juga hampir celaka tadi,” ujar salah seorang nelayan yang ikut melakukan aksi pembakaran tersebut.

Kapolsek Serasan, Iptu Sugiman mengatakan pihaknya hingga malam ini masih melakukan mediasi antara pihak desa, nelayan sekitar dan pemilik pompong.

Menurutnya, warga lokal geram karena masih saja dijumpai nelayan-nelayan yang datang ke Serasan menangkap ikan menggunakan kompressor hingga bom ikan.

“Sampai aaat ini kami sedang mediasi masalah ini,” ujar Sugiman.

Dikatakannya, pemilik pompong yang dibayar massa adalah Ervan, warga Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Ervan hanya diam menyaksikan aksi warga yang geram. Korban pun hanya bisa melaporkan kejadian tersebut kepada Camat.(arn)

Ruang Kerja Gubernur Diserbu Santri

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat memberikan nasehat kepada santri dan santriwati di ruang Gubenur Kepri, Dompak, Minggu (22/10). F. Humas Pemprov untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak para santri memperingati Hari Santri 2017 di ruang kerja, di Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, Ahad (22/10) pagi. Peringatan Hari Santri yang rencananya diselenggarakan di lapangan upacara, dialihkan Gubernur ke ruang kerjanya, karena cuaca hujan.

Tak hanya ruang kerja, karena santri begitu banyak, ruang makan, ruang istirahat juga dipenuhi para santri. Tak ada ruang kosong yang tak diisi santri pada kesempatan tersebut.

Nurdin tampak bahagia ruang kerjanya dipenuhi santri dan para ustaz. Apalagi antusias para santri memasuki ruang kerja Gubernur begitu tinggi.

“Di ruang inilah tempat saya bekerja. Mohon doa dan dukungannya agar lancar bekerja menjalankan amanah dari masyarakat,” kata Nurdin yang pada kesempatan tersebut didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah

Nurdin mengajak masyarakat Kepri, terutama para santri untuk terus mengobarkan semangat kebangsaan, cinta tanah dan dan semangat rela bekorbang untuk bangsa dan nevara. Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri oleh pemerintah menunjukkan besarnya peran santri bagi bangsa. Sejarah juga mencatat peran pesantren dan santri, besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

Sebelumnya, Sabtu (21/10) malam, di Masjid Nur Ilahi Dompak, Nurdin dan Arif juga berkumpul bersama para santri. Pada kesempatan itu, Nurdin berharap lembaga pendidikan Islam, bai TPQ, TPA, Madrasan dan Pesantren terus melahirkan generasi berkualitas, beriman, berilmu pengetahuan, berakhlak. Karena merekalah penerus dan calon pemimpin yang baik untuk Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya berharap dari pesantren akan lahir generasi Qur’ani yang bisa menjadi pemimpin-pemimpin hebat dimasa mendatang,” ujar Nurdin.

Adapun Tema yang diusung pada peringatan Hari Santri yang ketiga kali ini adalah “Wajah Pesantren, Wajah Indonesia”. Gubernur menyampaikan, bahwa dengan tema tersebut menegaskan bahwa pesantren tidak bisa dipisahkan dari fenomena Keislaman, Keindonesiaan, dan Kebudayaan masyarakat Indonesia.

“Kekhasan inilah yang menjadi kekuatan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Nurdin

Gubernur juga mengajak para orangtua dan para guru untuk membentengi anak dengan ilmu agama, sebagai pembekalan karakter dan akhlak anak. Dikatakannya, membentengi anak dengan ilmu agama sebaiknya dilakukan sejak anak usia dini.

“Anak-anak merupakan harapan bangsa, serta penerus estafet kepemimpinan bangsa. Untuk itu, pendidikan yang dimulai sejak usia dini perlu perhatian super khusus, karena pengaruh di era global sekarang ini cukup kompleks. Semua harus kita bentengi dengan ilmu agama,” ujar Nurdin. (bni)

Jatim Gelar Festival Kesenian Kawasan Selatan

0

Dari kiri, Dirut Bank Jatim R. Soeroso, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Jarianto, istri Bupati Trenggalek Arumi Bachsin, Emil Dardak, dan Guruh. (Frizal/Jawa Pos)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggali potensi wisata daerah.

Kali ini, melalui Dinas Kebudayaan dan Provinsi Jawa Timur menggelar Parade Budaya Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS 2017) ke-13 di Pantai Prigi, Watu Limo, Trenggalek, Jawa Timur.

Festival ini dihadiri puluhan ribu pengunjung dari berbagai kota di Jawa Timur dan sekitarnya.

Kegiatan yang mempromosikan potensi wisata dan budaya di pesisir pantai selatan Jawa Timur dihelat dua hari 21-22 Oktober 2017 didukung penuh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Hadir dalam event tersebut antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Syaifulloh Yusuf (Gus Iful), Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, Bupati Trenggalek Dr. Emil Elistianto, M.Sc, Wakil Bupati Trenggalek, Ketua DPRD Kab. Trenggalek. Anggota DPRRI Guruh Soekarno, Direktur Bank Jatim Riziana Mirda, Kadis Budpar Provinsi Jawa Timur, Kadis Budpar Kab. Trenggalek, dan Kabid Promosi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata.

Mengambil tema “Pesona Jaranan Indonesia”, event ini menampilkan atraksi wisata budaya dengan seni Jaranan sebagai ikon seni Jawa Timur. Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty menjelaskan, FKKS 2017 ini untuk melestarikan, mengembangkan dan pemanfaatan keberagaman seni budaya di Jawa Timur.

“Juga bagian dari program pengelolaan keberagaman seni budaya khususnya di Jawa Timur sekaligus sebagai ajang unjuk kreativitas seni budaya sebagai atraksi promosi potensi budaya dan pariwisata yang menarik,” ungkap Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan, Minggu (22/10).

Wawan Gunawan memaparkan, peserta FKKS 2017 ada 8 Kabupaten yang berada di Kawasan Pesisir Selatan Jawa Timur. Kabupaten Trenggalek menampilkan Turangga Yaksa, Kabupaten Pacitan Parade Jaranan, Kabupaten Blitar dengan Brigade Gong Kyai Pradah, Kabupaten Tulungagung menampilkan Sengkolo Parade Gumebyaning Bumi Lawadan Mulys Tinata.

“Sementara Kabupaten Banyuwangi menampilkan Rebut Pedhut Sang Mbau Rekso Alas Purwo, Kabupaten Lumajang menyajikan Rokat dengan parade Jaran slining, Kabupaten Jember dengan Jaranan Kuwal Rogopadmi dengan Parade Ampak-Ampak Rogopadmi, dan Kabupaten Malang dengan Palagan Jati menyajikan parade Tri Tunggal,” jelas Wawan.

FKKS 2017 makin heboh dengan penampilan artis Nasional Maudi Ayunda yang membawakan lagu Perahu Kertas. Puluhan ribu pengunjung bergemuruh menyambut Maudi Ayunda yang tampil dengan ilustrasi para penari jaranan membuat suasana panggung semakin enerjik.

Sementara Guruh Soekarno sang maesro seni dengan Swara Mahardika mampu menyajikan koreografi yang mengemas formasi seni pertunjukan tari jaranan yang kolosal ini. Di tangan Guruh penampilan ratusan para penari asli Trenggalek ini disulap menjadi sebuah suguhan yang sangat luar biasa spektakuler, inilah makna sebuah pendampingan dalam mengemas seni lokal menjadi menu internasional.

Peserta FKKS dari delapan wilayah, menurut Bupati Trenggalek Emil Elistianto diharapkan dapat menumbuhkan dan menghidupkan semangat berkesenian khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Trenggalek yang dapat membangkitkan semangat untuk memajukan budaya bangsa yang dapat mensejahterakan bangsa.

“Kesuksesan FKKS 2017 kali ini diharapkan tahun depan bisa berkembang lebih baik dengan menciptakan event yang lebih besar yaitu Pesona Festival Prigi dengan dukungan Kementerian Pariwisata,” ujar Bupati Emil.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pihaknya selalu mendukung upaya memajukan pariwisata di Tanah Air. Dia memuji komitmen serius pemerintah Jawa Timur untuk memajukan daerahnya.

Culture values harus ada tiap daerah. Yang juga harus penting itu harus ada economic valuesnya,” kata Menpar Arief Yahya.

Bagi Menpar, budaya harus selalu dilestarikan. Selama penyelenggaraan, Mempar Arief Yahya menjanjikan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk kelancarannya. “Yang penting. Saya mau menjadi trending topik nasional dan internasional,” tukas Menpar Arief Yahya. (*)

 

RPJMD Diklaim Tembus 83 Persen

0
 Surjadi. F:Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJDM) Tanjungpinang 2013-2018 diklaim telah mencapai 83 persen. Capaian ini secara tidak langsung telah berhasil melampaui target yang dicanangkan pasangan kepala daerah Lis Darmansyah dan Syahrul sejak awal menjabat dahulu, yang hanya mematok dapat memenuhi target penuntasan RPJMD sekitar 75 persen saja.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah Tanjungpinang, Surjadi yakin jika menaksir waktu yang tersisa pada triwulan akhir tahun ini, persentase capaian target penuntasan RPJMD bisa meningkat.

“Bisa saja bahkan sampai 87 persen. Karena masih ada beberapa kegiatan di setiap OPD yang belum dimasukkan dalam audit kegiatan,”ujar Surjadi, kemarin.

Surjadi menegaskan, penghitungan capaian RPJMD ini sudah dilakukan dengan hitungan yang benar. Sebab, dalam melaksanakannya, pihaknya menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) untuk melakukan penghitungan persentase RPJMD yang juga telah diatur dalam Perda RPJMD.

“Jadi kami bekerja sama dengan Undip. Jadi secara global semua kegiatan yang masuk dalam RPJMD tidak ada yang tidak terlaksana. Dan setelah diakumulasikan memang capaian selama lima tahun ini 83 persen,” tegasnya.

Surjadi mengatakan, capaian tersebut merupakan bentuk akumulasi dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masing-masing sektor yang masuk dalam program RPJMD.

“Jadi ada sektor yang mungkin capaiaannya baru sedikit, dan ada sektor prioritas yang capaiaannya tinggi. Itu nanti diakumulasikan dengan rumus yang telah ditentukan. Penghitungan itu pakai rumus, dan akhirnya didapatkan jumlah globalnya yaitu 83 persen,” pungkas Surjadi. (aya)