Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12853

8 Terpidana Mati di Lapas Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Batam sedikitnya menampung 8 orang terpidana hukuman mati.

Meskipun sudah lebih dari sepuluh tahun dipenjara namun kedelapan terpidana hukuman mati itu belum bisa diesksekusi. Alasannya, terpidana hukuman mati sedang melakukan upaya hukum lain yakni kasasi dan grasi dari Presiden.

Kalapas Batam Surianto mengakui hal itu. Bahkan dia menyebutkan bisa saja mereka yang dijerat hukuman mati itu dibatalkan karena pertimbangan lainnya dari pihak lapas sendiri ataupun undang-undang pidana mati yang ada.

“Bisa saja hukuman mereka diturunkan dari hukuman mati jadi hukuman seumur hidup,” tuturnya kepada Batam Pos, Senin (27/11).

Alasan meringankan hukuman atau perubahan pidana itu jelas Surianto, yang pertama bahwa dalam UU pidana mati, memang ada pertimbangan-pertimbangan lain terkait kelakuan sang terpidana mati selama berada di dalam lapas. “Itu ada dalam UU pidana mati. Cuman saya lupa pasal-pasalnya,” ujarnya.

Berdasarkan UU tersebut, maka pihak Lapas katanya, juga berhak mengajukan usalan meringankan hukuman terpidana mati ke pemerintah pusat.

“Jika selama 10 tahun dia ditahan dan tidak melakukan pelanggaran atau beretika baik, maka sesuai UU lapas kami punya hak untuk usulkan (meringankan hukuman) itu,” sebut Surianto.

Pertimbangan untuk perubahan pidana itu sebut Surianto, juga berlaku untuk mereka yang difonis hukuman seumur hidup.

“Itu berlaku sama untuk yang seumur hidup. Jika direstui hukuman mereka bisa diturunkan jadi hukuman sementara atau 20 tahun penjara,” katanya.

Bahkan untuk mereka yang mendapat kelonggaran hukum dari seumur hidup jadi hukuman sementara (misalkan 20 tahun penjara) juga mendapat hak-hak akomulasi masa hukuman mereka. Dalam arti bahwa masa pidada dari kelonggaran hukuman itu bisa dirapel dengan masa pidana yang sudah mereka jalani.

“Bisa ini. Dasarnya selain UU dan HAM, ya kami (pihak lapas) punya kewenangan untuk menilai warga binaan kami ini,” ujarnya.

Upaya perubahan pidana itu diakui Surianto sudah ada yang berhasil. Dia menyebutkan salah satu contoh terpidana hukuman mati di Nusa Kembangan atas nama Deni Setiawarman, saat ini sudah terbebas dari hukuman mati sebab permintaan grasi diterima oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) waktu itu.

“Tidak jadi eksekusi dia. Ya itu tadi grasi dia diterima karena pertimbangan dari pihak lapas juga,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hak warga binaan baik yang hukuman mati atau hukuman seumur hidup itu, saat ini pihak lapas tengah mendata dan menilai siapa-siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan perubahan pidana itu.

“Kalau yang pidana mati tengah kami data, tapi kalau yang seumur hidup dirubah jadi hukuman sementara dengan estimasi hukuman 20 tahun penjara sudah ada beberapa orang yang kami ajukan. Tinggal tunggu hasilnya apakah direstui atau tidak,” tuturnya.

Upaya ini dilakukan tegas Suarinto, murni untuk memenuhi hak-hak terpidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Secara umum warga binaan Lapas Batam saat ini sebanyak 1.355 orang. Untuk terpidana hukuman seumur hidup ada 13 orang terdiri dari lima orang kasus narkoba dan delapan orang kasus kriminal umum. Sementara untuk terpidana hukuman mati ada delapan orang terdiri dari tiga kasus narkoba (bandar) dan lima kriminal umum.

“Yang terpidana mati dan hukuman seumur hidup ada warga negara asing. WNA yang hukuman mati tiga orang dan seumur hidup dua orang. Mereka semua terlibat kasus narkoba,” ujar Kepala Satuan Pengaman Lapas Batam Ian Patmos. (eja)

Teknis KEK Dipublikasikan Maret Tahun Depan

0
Yusmar Angga Dinata Deputi II BP Batam -F Cecep Mulyana (6)

batampos.co.id – Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata mengatakan pihaknya baru bisa mempublikasikan secara teknis soal konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Maret tahun depan. BP Batam perlu merancang konsep awalnya dan berdiskusi dengan para stakeholder untuk mendapatkan masukan berharga.

“Kalau soal KEK, teknisnya nanti bulan Maret yang enak setelah dapat masukan dari stakeholder,” ujarnya belum lama ini.

BP Batam akan membicarakan konsep KEK secara teknis dengan tim perencanaan pembangunan daerah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Banyak yang musti dibahas. Tak cuma master plan bandara,” katanya.

Angga mengatakan dari ujung Batam menuju ujung yang lainnya nanti semua akan terintegrasi. Dalam benaknya supaya Batam memiliki daya saing tinggi, maka konsep kelistrikan dan sistem transportasi akan ditata sedemikian rupa.

Lalu pemukiman untuk karyawan perusahaan industri juga akan dipikirkan. Kemungkinan akan dipadukan dengan sistem transportasi massal supaya pendapatan karyawan tetap terjaga.

“Jangan sampai punya pendapatan tapi tergerus biaya transportasi, pendidikan dan sebagainya. Intinya terkonsep secara keseluruhan,” pungkasnya. (leo)

2018, Retribusi Parkir Naik Jadi Rp 12 Miliar

0
Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan motor yang akan parkir di Ruko Raflesia Batamcenter. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Target pendapatan retribusi parkir kota Batam ditargetkan naik dari sebelumnya Rp 6 miliar menjadi Rp 12 miliar di tahun 2018. Adanya kenaikan proyeksi pendapatan ini didasarkan pada penganggaran mesin parkir elektronik yang dipasang di lima titik parkir.

“Tahun 2018 retribusi parkir naik dua kali lipat,” kata Jefri, anggota DPRD Batam, kemarin.

Menurut dia, selain penambahan lima mesin parkir elektronik ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Batam berasumsi karena adanya penambahan jumlah titik parkir yang mencapai 500 titik lebih.

“Dua hal ini, alasan mereka (Dishub) saat pembahasan di komisi III,” kata Jefri.

Diakui Jefri, sebenarnya angka Rp 12 miliar ini masih belum maksimal bila melihat potensi retribusi parkir saat ini. Bahkan menurut asumsinya, pendapatan retribusi parkir di Batam jauh lebih besar bila melihat perbandingannya dengan jumlah kendaraan di Batam yang capai 700 ribu.

“Kalau saya melihatnya hanya sekian persen saja. Padahal saat pembahasan kita sudah sampaikan agar retribusi parkir dimaksimalkan apalagi di tengah lesunya sumber PAD lain,” tegas Jefri.

Terkait pengadaan mesin parkir sendiri, ia mengaku menjadi salah satu anggota DPRD yang tidak menyetuji dianggarkan di APBD. Hanya saja pertimbangan-pertimbangan tertentu, terlebih untuk meningkatkan sektor PAD, DPRD bersama Pemko Batam menyetujui alokasi untuk mesin parkir ini.

Ditambahkan Jefri, meningkatkan PAD dari sektor parkir tidak hanya didukung oleh pelatan yang mendukung. Tetapi juga oleh manajamen unit pelayanan parkir yang baik dan transparan. Sehingga ketika pelayanan parkir mampu mengurangi kebocoran, pendapatan parkir tentu bisa meningkat.

“Intinya manajemen parkir Batam sendiri yang harus diperbaiki,” terang dia.

Bahkan, ia menegaskan ketika retribusi parkir di Batam masih tidak sesuai target yang direncanakan. Komisi III DPRD merekomendasikan agar retribusi parkir tepi jalan dihilangkan.

“Kita sudah minta agar dinolkan, jika memang target tidak tercapai. Buat apa retribusi kalau pendapatan saja tiap tahun tidak pernah mencapai target,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Yusfa Hendri belum bisa dikonfirmasi terkait target retribusi parkir. Baik itu telepon dan pesan singkat tidak dijawab mantan humas pemko itu.(rng)

Bekas Galian Tambang Jadi Kubangan

0
Lokasi pertambangan timah yang sebelumnya dikeruk hasilnya, telah menjelma menjadi kubangan. Foto diambil Senin (27/11). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.idDesas desus aktivitas pertambangan pasir timah di kampung sekuning
Desa Sri Bintan Kecamatan Teluk Sebong kembali beroperasi usai disetop warga, akhirnya terbantahkan. Tidak ada lagi aktivitas tambang timah, melainkan kubangan eks pertambangan timah yang sudah dikeruk menjelma menjadi kolam-kolam ikan.

Siang itu, Batam Pos bersama beberapa warga yang dipimpin Kepala Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) Sri Bintan, Miswanto mencoba menjawab keresahan masyarakat akan desas desus aktivitas pertambangan timah di kampung mereka kembali
beroperasi namun secara diam-diam. Bahkan, sejumlah warga sempat berasumsi apabila aktivitas pertambangan dilakukan malam hari.

Usai azan zuhur berkumandang, sejumlah warga telah berkumpul di salah satu rumah seorang penduduk tidak jauh dari lokasi pertambangan timah. Mereka sudah menyiapkan sepatu boat untuk menyusuri hutan sebelum sampai ke lokasi pertambangan. Setelah salat zuhur, warga langsung memanaskan mesin sepeda motor.

“Warga hanya ingin kami memastikan, apakah benar benar sudah tutup atau masih beroperasi. Soalnya kemarin sekitar jam 9 malam warga masih mendengar suara mesin. kalau angin mengarah ke sini, suaranya terdengar sangat jelas,” kata purwadi,
seorang warga.

Kecurigaan warga kuat, karena sore hari sering terlihat mobil yang mondar mandir lokasi tambang timah tersebut. “Ada beberapa kali mobil keluar masuk lokasi tambang, mungkin mengangkut hasil timah atau apakah mungkin masih beroperasi,” timpal warga lainnya.

Tak lama, sejumlah warga menaiki sepeda motor menuju jalan setapak yang menjadi salah satu akses masuk ke lokasi pertambangan timah. Lokasi jalan ini tidak jauh dari objek wisata kolam pancing poyotomo. Jika masuk dari jalan lama, lokasi jalan setapak ini setelah poyotomo, namun jika dari lintas barat, maka masuk sampai ke arah tugu durian
lalu belok ke kanan ke arah kota kara. Dari kota kara, tidak jauh dari tikungan kebun nenas, di sana lokasi jalannya.

Sebelum masuk ke lokasi, kepala bpd membagi menjadi dua tim. Satu tim yang dipimpin langsung oleh kepala bpd bersama masyarakat, sedangkan tim lainnya dipimpin warga sebagai penunjuk arah wartawan koran ini. Awalnya, jalan setapak menuju lokasi pertambangan timah masih bisa dilalui sepeda motor meski berlumpur dan becek.

Setelah 200 meter dari jalan aspal, motor tidak lagi bisa dinaiki, karena terhalang saluran air selebar kurang lebih 50 meter. “Motor parkirkan saja di sini, karena tidak bisa lewat, dari sini kita akan jalan kaki sekitar 2 kilometer,” kata Purwadi.

Batang kayu berukuran tiga jengkal tangan ukuran orang dewasa digunakan untuk menyusuri saluran air itu. Setelah melewati saluran air, terdapat sebuah rumah tua dan kosong karena tidak dihuni pemiliknya. “Rumah punya warga Tionghoa, orangnya tinggalnya di Tanjunguban,” kata purwadi.

Jalan setapak menuju lokasi pertambangan timah banyak terlihat jejak roda mobil maupun sepeda motor. Sekitar 500 meter berjalan, terdengar suara mesin beroperasi. “Itu suara mesin, mereka pasti sedang beroperasi,” katanya.

Selang sejam, tim yang dipimpin kepala badan permusyawaratan desa tiba di lokasi. Tim kedua masih bersembunyi untuk mengambil foto. Tim kembali bergabung setelah menemui perwakilan perusahaan yang berjaga di lokasi tambang timah. Di sebuah gubuk, tiga orang pekerja menerima perwakilan warga.

“Sudah hampir sebulan tidak ada operasi, lihat saja sendiri sudah menjadi kolam begitu,” kata seorang pekerja. Ia mengatakan, pas hujan deras, banyak ikan dari sungai dan dari mana mana yang masuk ke dalam kolam tersebut. “Banyak ikan gabus dan lele,” sebut pekerja, warga sungai kecil ini.

Mengenai mesin yang terkadang dioperasikan, ia menjelaskan, mesin itu sesekali hidup untuk pekerja mengecas handphone dan keperluan lain. Pantauan di lapangan, kubangan sedalam enam meter dengan lebar sekitar 16 meter dan panjang 35 meter itu penuh dengan air. Timah yang berada di dasarnya sudah tenggelam air. Sementara itu, alat berat sudah tidak ada di lokasi penambangan, yang terlihat hanya mesin.

Sementara itu, Kepala BPD Sri Bintan Miswanto didampingi Purwadi mengatakan, kedatangan warga yang kedua kali ke lokasi ini untuk memastikan apakah benar kegiatan pertambangan sudah ditutup atau masih beroperasi. “Masyarakat hanya mempertanyakan dan meminta kami memastikan. Makanya kami datang ke sini dan kenyataannya memang sudah tidak beroperasi, kubangan yang tadinya dikeruk sudah menjadi kolam
ikan,” katanya.

Miswanto mengatakan, kegiatan pertambangan timah di kampung Sekuning memang sempat beroperasi selama lebih kurang 3 bulan, lalu pada 3 november lalu disetop warga karena izinnya belum jelas. “Waktu itu perusahaan yang menyebut ada izin eksplorasi, sedangkan ini bukan lagi izin eksplorasi, akan tapi sudah tambang,” katanya.

Setelah mendapat kepastian dengan melihat langsung bahwa kegiatan pertambangan tidak beroperasi, akhirnya warga balik badan dan kembali ke jalan raya. “Menurut saya mereka akan tetap menambang tapi menunggu izinnya keluar. Tapi apapun tambang yang mau beroperasi di lokasi desa, sebaiknya perizinan harus jelas, terlebih wilayah ini bukan
wilayah pertambangan melainkan wilayah hutan produksi terbatas, untuk
pemukiman dan pertanian,” harapnya. (cr21)

APBD Kota Batam Disahkan, Lelang Proyek Baru Efektif Awal Tahun

0
Jalan pelintas simpang Kaveling Baru, Sagulung ini akan segera dibuka akhir bulan karena sudah siap pembangunannya, Kamis (23/11). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Meski APBD Kota Batam 2018 telah disahkan sebesar Rp 2,6 triliun, ternyata belum bisa diserap. Penyerapan anggaran baru efektif awal Januari 2018 nanti.

Hal yang masih mengganjal adalah evaluasi Gubernur Kepri.

“Serapan anggaran baru bisa dilaksanakan setelah evalusi gubernur selesai. Jadi tak mungkin lelang proyek bisa dilakukan satu minggu setelah APBD disahkan,” kata Aman, anggota DPRD Batam, kemarin.

Menurut dia, untuk evaluasi gubenur sendiri paling cepat 14 hari kerja. Artinya paling lambat minggu ketiga bulan Desember 2017 tahapan evaluasi tersebut baru selesai. Selanjutnya dari hasil evaluasi gubernur barulah dilaksanakan singkronisasi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Batam (TAPD) Pemko Batam.

“Kalau melihat tahapan ini maka APBD kota Batam efektif Januari 2018,” terang dia.

Hal senada juga disampaikan Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak. Menurut politisi PKB itu, proses penyampaian TAPD ke DPRD memang harus melalui persetujuan dan evaluasi gubernur. Setelah dievaluasi, proses penyempurnaan apabila ada koreksi dari gubernur.

“Kalau ada koreksi gubernur tentu harus diperbaiki banggar dan TAPD. Baru sesudah itu diparipurnakan. Dengan rentetan proses ini, paling cepat Januari pelelangan,” katanya.

Menurut Jefri, dengan cepatnya proses lelang ini tentu akan lebih baik. Sebab, program kegiatan infrastruktur dan proyek fisik bisa segera dilaksanakan. Artinya, ketika proyek fisik cepat dilakukan, maka evaluasi realisasi juga cepat. Bila masih ada sisa dana dari lelang tersebut, maka di APBD perubahan sisa-sisa anggaran ini diperuntukan untuk pembangunan yang lain guna melanjutkan program kegiatan di APBD murni 2019.

“Januari lelang, paling lama awal Maret sudah masuk tahap pengerjaan,” jelasnya. (rng)

Pemerintah Bilang Target Turis Tercapai, Pelaku Pariwisata bilang Sebaliknya

0
Sejumlah wisatawan berakhir pekan di Kawasan Wisata Lagoi Bay Bintan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pelaku pariwisata tak menampik ada tren kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akhir tahun. Namun hal ini tak cukup untuk memenuhi target kunjungan wisman Kepri. Untuk diketahui, tahun ini Kepri menargetkan 2,2 juta kunjungan wisman.

“Nggak bakal tercapai 100 persen, tapi di atas 80 persen bisa,” ucap Sekjen Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Kepri Febriansyah, Senin (26/11).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, hingga September wisman yang berkunjung di Kepri baru 1.486.095 kunjungan. Batam menyumbang angka tertinggi yakni 1.081.543 kunjungan, Bintan 261.364 kunjungan. Tanjungpinang 81.935 kunjungan serta Karimun 61.253.

Febriansyah mengatakan hal ini terjadi karena kondisi ekonomi global sedang menurun. Beruntungnya, kata dia, pemerintah juga tak tinggal diam mendongkrak kunjungan terutama oleh Kementrian Pariwisata yakni promo tiket sebanyak 60 ribu hingga 70 ribu tiket kapal murah, pulang-pergi tujuan Batam-Singapura, Batam-Johor. Namun hanya berlaku untuk weekday.

“Ini cukup membantu jumlah kunjungan,” imbuhnya.

Sementara itu, sumbangsih kunjungan wisman bagi perhotelan masih jauh dari harapan. Walau bulan-bulan pada akhir tahun biasa lebih ramai dari bulan yang lain.

“Naik sih iya, ada peningkatan sedikit, wisman yang nginap biasanya weekend. Tapi secara umum masih jauh dari harapan,” ucap Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, J Tarigan.

Terkait kunjungan wisman akhir tahun sikap Pemerintah Provinsi Kepri justru berbeda dengan pelaku pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, meyakini target kunjungan wisman 2017 tercapai. “Saya doakan target 2,1 juta itu tercapai,” ujarnya.

Menurutnya, masih ada beberapa even dari total 80 even tahun 2017 yang belum di gelar, salah satunya di Batam yakni Kenduri Seni Melayu.

“Secara umum saya tak hafal even-evennya. Ada yang digelar pemerintah, pelaku pariwisata, juga hotel-hotel,” ucapnya.

Ia mengaku, pemerintah tak bisa sendiri mengembangkan kepariwisataan di Batam, perlu sumbangsih pihak swasta. “Perlu turun tangan kita semua,” imbuhnya. (cr13)

3 Kg Sabu dan Ribuan Butir Pil Ekstasi Dimusnahkan

0
Wakapolres Karimun, Kompol IGN Joni bersama Wabup Karimun, Anwar Hasyim memusnahkan 3kg sabu asal; Malaysia

batampos.co.id – Polres Karimun bersama dengan Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, Ketua PN Tanjungbalai Karimun, JPU dari Kejari Karimun, Lanal dan BC melaksanakan pemusnahan terhadap 3 kg sabu asal Malaysia bersama 2.024 butir pil ekstasi dan 2.240 butir pil happy five, Senin (27/11).

Seperti diketahui, sabu sebanyak 3 kg tersebut merupakan hasil penindakan oleh TNI AL beberapa waktu lalu di Perairan Takong Hiu, Kabupaten Karimun dan telah dilimpahkan ke Polres Karimun. Termasuk tiga orang yang diamankan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara yang kita laksanakan, maka tiga orang yang sempat diamankan, belum cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka dan juga tidak bisa dilanjutkan proses hukumnya. Tapi, barang bukti sabu tetap harus dimusnahkan,” ujar Wakapolres Karimun, Kompol IGN Joni kepada Batam Pos.

Ketiga orang tersebut, yakni Awang, Zulkifli dan Nurhaimi diserahkan ke Imigrasi terkait ada atau tidaknya pelanggaran Undang-undang Kemigirasian. Karena, berdasarkan pengakuan ketiganya bahwa sama sekali tidak tahu jika di dalam kapal ada narkoba. ”Karena, dia diajak oleh pelaku DPO berinisial CN untuk memancing di laut,” lanjut Wakapolres.

Untuk jumlah penindakan sejak Januari sampai dengan bulan ini, lanjutnya, ada 69 kasus dengan jumlah tersangka 119 orang. Untuk jumlah barang bukti sabu sebanyak 7,8 kg, heroin 19,3 gram, ekstasi 2.079 butir, pil happy five 5.726 butir, ganja 154,13 gram dan pil PCC 10 butir. Dan, untuk bulan ini 9 perkara dengan 12 tersangka sedang menjalani proses hukum.

Terkait penyerahan tiga orang yang diamankan karena diduga terlibat sabu asal Malaysia, Kasubsi Penindakan Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun, Denni secara terpisah menyebutkan, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut apakah mengetahui kegiatan yang akan dilakukan.

”Dari tiga orang tersebut, dua orang diantaranya, Zulkifli dan Nurhaimi adalah WN Malaysia dan Awang WNI. Ketiganya sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya pelanggaran tentang Imigrasi,” jelasnya.

Kedua WN Malaysia, Kamis (16/11) keduanya sudah dideportasi dengan terlebih dulu orang tua dari keduanya datang sebagai penjamin dan membawakan paspor. Jaminan ini diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.

Sementara Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bersama-sama memeberantas narkoba. ”Bukan hanya tuga saparat untuk memberantas narkoba. Tapi, termasuk kita masyarakat biasa yang harus ikut membantu aparat memberantas narkoba sesuai dengan perannya. Misalnya, dari dunia pendidikan, maka selalu disampaikan kepada anak dididknya agar selalu menjauhi narkoba,” ungkapnya. (san)

27 Desa di Natuna Belum Tersentuh Listrik PLN

0

batampos.co.id – Manajer PLN Natuna Dwi Sritiono mengatakan, PLN memiliki target pelayanan listrik secara menyeluruh di Natuna. Realisasi target hingga tahun 2019 mendatang, seluruh pulau di Natuna akan menggunakan listrik PLN.

Saat ini kata Dwi, rasio elektrifikasi pertumbuhan pelayanan listrik PLN di Natuna sudah mencapai 85 persen tahun 2017 ini. Dari banyaknya Desa di Natuna, sudah terlayani 52 Desa. Tinggal 27 Desa belum terlajangkau listrik PLN.

“Target kami itu sampai tahun 2019, seluruh Desa dan pulau dihuni masyarakat dilayani PLN, sekarang masih ada 27 Desa belum dilayani listrik PLN,” kata Dwi, dihubungi, Senin (27/11).

PLN di Natuna katanya, juga secara bertahap mengoperasikan lisrik 24 jam penuh untuk sejumlah Desa. Dengan penambahan mesin pembangkit listrik. Bahkan di pulau Midai, akan menjadi percontohan penerapan listrik 24 jam yang akan segera dilaksanakan.

Tidak hanya itu, listrik beberapa pulau di Natuna masih belum sepenuhnya operasi 24 jam. Seperti Pulau Laut dan Subi. Kondisi ini menjadi target PLN untuk mengoptimalkan dengan penambahan mesin pembangkit di Pulau-Pulau.

“Tahun ini PLN juga menargetkan peningkatakan rasio elekrifikasi mencapai 88 persen dengan penambahan mesin pembangkit di Desa-Desa di Natuna,” ujar Dwi.

Menurut Dwi, Desa-Desa yang belum terjangkau PLN tidak sepenuhnya gelap. Pemerintah Desa setempat menggunakan sistem swakelola atau mengalokasikan Dana Desa untuk mengoperasikan mesin pembangkit milik Pemerintah Daerah, yang sebelumnya disubsidi Pemerintah Daerah.(arn)

Insentif untuk Guru Baca Alquran

0
ilustrasi.

batampos.co.id – Pemerintah Kota dan DPRD Batam telah menganggarkan sedikitnya Rp 60 Miliar untuk insentif guru ngaji, imam masjid dan para mubaliq se Kota Batam tiap tahunnya. Insentif ini menurut Ketua DPRD Batam Nuryanto masih jauh kesejahteraan, tapi ia berharap agar ini makin memotivasi para pengajar ini untuk terus berkontribusi mencerdaskan warga Batam.

“Kami yakin nilainya ini tidak besar bahkan jauh dari sejahterah. Ini sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi DPRD dan Pemko kepada para pengajar ini,” ujar Cak Nur, sapaan akrab Nuryanto kepada Batam Pos, kemarin (27/11).

Menurutnya, masyarakat Batam perlu tahu bahwa kebijakan memberikan insentif kepada para guru Alquran, mubaliq dan para imam masjid ini adalah kebijakan bersama DPRD dan Pemko Batam yang bersifat kebijakan lokal.

“Belum diatur secara nasional. Ini kebijakan lokal sebagai bentuk apresiasi dan kepeduliaan DPRD dan Pemko Batam,” ujar politsi PDI Perjuangan ini.

Guru Alquran, mubaliq serta imam masjid menurutnya telah memberikan kontribusi ilmu agama yang bermanfaat bagi masyarakat sehingga perlu diapresiasi.

“Jadi jangan seolah-olah ini hanya kebijakan Pemko Batam saja. Ini kebijakan bersama dengan DPRD sebagai pemerintah daerah di Batam,” ujarnya.

Insentif ini telah dianggarkan setiap tahun dan Cak Nur berharap terus meningkat di APBD agar para pengajar ini bisa terbantu walau nilainya masih jauh dari apa yang diharapkan. (rng)

Harga Cabai Naik, Kualitaspun Jelek

0
Warga sedang memilih cabai merah di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (27/11). Harga cabai saat ini mengalami kenaikan harga dari Rp 38.000 per kilogramnya menjadi Rp 58.000. Kanaikan ini akibat musim hujan dan pengaruh meletusnya gunung di Bali. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi cuaca di Indonesia sangat berdampak pada harga dan kualitas sayur mayur. Seperti disaat hujan, harga sayur mayur mengalami kenaikan, begitu juga kualitas yang memburuk.

Di Pasar Tos 3000 misalnya, harga sayur mayur mengalami kenaikan seminggu terakhir. Harga cabai merah kriting yang biasanya Rp 35 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp 45 -50 ribu perkilonya.

“Sudah naik sejak Jumat kemarin, sekarang harganya Rp 45 ribu perkilo,” ujar Buyung pedangang cabai di Tos 3000, Jodoh, Senin (27/11).

Disinggung kenapa bisa naik, Buyung mengaku tak tahu persis. Hanya saja pemasok cabai menjelaskan kenaikan karena dampak dari cuaca extrim. “Katanya (pemasok cabai) karena cuaca, makanya harga pada naik. Panen banyak gagal,” terang Buyung menjelaskan.

Tak hanya harga yang tinggi, kualitas cabai menurut Buyung juga jelek dari biasanya. Buah cabai lebih cepat membusuk.

“Kami pun bingung, udah harga naik, kualitasnya juga jelek. Lebih cepat busuk. Kalau tak ada yang beli, kami bisa rugi,” imbuh Buyung lagi.

Tak hanya cabai merah kriting, harga cabai rawit juga naik jadi Rp 50 ribu perkilo. Begitu juga dengan cabai setan Rp 60 ribu perkilo.

“Naiknya berbarengan, pokoknya semua harga cabai naik,” terang Buyung.

Hal yang sama juga dikatakan, Fatmawati pedagang sayur lainnya. Menurutnya, tak hanya harga cabai yang naik, harga tomat juga naik dari Rp 15 ribu perkilo jadi Rp 25 ribu perkilonya. Begitu juga dengan harga wortel yang sekarang sudah menginjak Rp 20 ribu perkilonya.

“Harga sayur pada naik. Bayam juga naik jadi Rp 15 ribu perkilo,” terang Fatmawati.

Dikatakannya, kualitas sayur mayur juga mengalami penurunan dibanding saat cuaca cerah. Banyak sayuran cepat membusuk, karena banyak terkena air.

“Sayurnya lebih cepat membusuk,” imbuh Fatmawati.(she)