Pekerja menggesa pembangunan Bendungan Seigong, Barelang. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id– Badan Pengusahaan (BP) Batam akan segera menyelesaikan proyek pembangunan Waduk Sei Gong. Deputi IV BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto menegaskan tahun 2018, waduk tersebut akan selesai dibangun.
“Tak akan molor. Tahun depan selesai,” ujarnya, Selasa (28/11) di Batamcentre.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan progres pembangunan sudah mencapai 60 persen.
“Waduk Sei Gong dibangun untuk mendukung ketersediaan air bersih di kota Batam disamping waduk-waduk lainnya yang telah beroperasi,” katanya.
Sumber air bersih sangat diperlukan karena pada tahun 2020, Batam diprediksi akan mengalami krisis air bersih.
Namun di sisi lainnya, pembangunan waduk Sei Gong juga menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat sekitar yang melakukan aktivitas bermukim dan bercocok tanam.
Makanya BP Batam akan memberikan semacam sagu hati atas tanaman warga yang terkena imbas dari pembangunan waduk.”Sudah ada tapi untuk yang ditanam di Alokasi Peruntukan Lain (APL). Luasnya sekitar 40 persen,” paparnya.
Pantauan di lapangan, luas lahan yang tergenang akibat pembangunan waduk sudah mencapai sekitar 700 hektare.”Sisanya ini masih dibicarakan kembali dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri. Harus clear, boleh dibayarkan atau tidak,” jelasnya lagi.
Untuk besaran tarif sagu hati atas tanaman warga, BP Batam sudah menetapkannya. Namun, untuk detailnya, Binsar menyarankan awak media untuk menanyakannya kepada tim Penyiapan Data Pembebasan Lahan (PDPL).
“Pembayaran ganti rugi tanaman untuk di APL belum dilakukan. Tinggal menunggu jadwal saja,” ujar Binsar.(leo)
Pengendara sepeda motor melintasi lahan kosong di Kelurahan Seibinti, Sagulung, Kamis (2/11). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Revisi Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam 10/2017 akhirnya resmi diterbitkan pada Selasa (28/11) kemarin. Perka 10 diubah menjadi Perka 27/2017 tentang penyelenggaraan pengalokasian lahan.
“Perka 27/2017 sangat penting untuk pencapaian bbm 27 karena pelayanan lahan di BP Batam jadi lebih cepat dan pasti serta menyelesaikan berbagai isu permasalahan lahan yang ada,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Rabu (29/11).
Perka ini menampilkan kebijakan dari Perka 10 yang disempurnakan seperti kebijakan tentang uang deposit atau lebih dikenal sebagai Jaminan Pelaksanaan Pembangunan (JPP), Hak Tanggungan dan juga alokasi lahan baru.
Untuk alokasi lahan baru, nilai UWTO-nya ditetapkan berdasarkan nilai penawaran dari pemohon alokasi lahan.
Pengumuman alokasi lahan dilaksanakan lewat website BP Batam atau secara lelang online. DI website tersebut nanti akan mencantumkan informasi penting mengenai lahan yang belum dialokasikan seperti lokasi, luas, peruntukan, kondisi, syarat-syarat, dokumen, metode alokasi lahan dan bentuk rencanan bisnis. Dan semuanya harus dipenuhi oleh pemohon alokasi lahan.
Setelah mendapatkan lahan lewat lelang online, maka BP Batam akan melakukan proses evaluasi. Setelah evaluasi selesai maka pemohon alokasi lahan harus mengurus Surat Keputusan (Skep), faktur tagihan UWTO alokasi lahan, faktur tagihan terkait lainnya, surat pemberitahuan, gambar Penetapan Lokasi (PL), Perjanjian Penggunaan Lahan (PPL) dan surat rekomendasi atas hak tanah.
Bagi pemohon alokasi lahan baru, harus membayar JPP yang nilainya diatur Keputusan Kepala. Nilainya dihitung berdasarkan kepada luas lahan, lokasi, peruntukan lahan dan kondisi perekonomian terkini.
JPP akan dikembalikan secara bertahap. 30 persen saat perencanaan pembangunan lahan, 30 persen saat konstruksi pembangunan dan 40 persen saat penyelesaian pembangunan.
Dan jika terjadi wanprestasi atau lahan belum dibangun sesuai dengan PPL, maka BP akan melakukan proses evaluasi. Dan jika ditetapkan untuk dibatalkan, maka JPP jadi milik BP Batam.
Sedangkan untuk perpanjangan alokasi lahan, BP Batam menetapkan prosedur baru. Perpanjangan bisa dilakukan paling cepat 10 tahun sebelum jatuh tempo sewa lahan habis dan paling lambat dua tahun.
UWTO-nya akan ditetapkan berdasarkan tarif di Perka 9/2017 yang tengah dievaluasi BP Batam saat ini. UWTO harus dibayar paling lambat 30 hari setelah SKEP perpanjangan lahan keluar.
Untuk bisa memperpanjang sewa lahan, maka pemohon harus melengkapi surat permohonan, salinan Skep, faktur tagihan UWTO, faktur tagihan terkait, surat pemberitahuan, gambar PL, PPL dan surat rekomendasi.
Dan jika tidak membayar UWTO setelah Skep keluar maka akan dikenakan denda 2 persen tiap bulannya sampai surat pembatalan alokasi lahan terbit.
Bagi pemilik lahan yang sewanya habis pada 31 Desember 2019, maka harus memperpanjang lahannya paling lambat pada 30 Juni 2019.
Sedangkan untuk hak tanggungan akan diselesaikan selama tujuh hari setelah permohonan diterima BP Batam. Hak tanggungan akan memakai persetujuan tertulis dari BP Batam.
Pemohon harus melampirkan informasi penting seperti surat keterangan dari bank sebagai kreditur yang memuat informasi seperti objek kredit, informasi mengenai pemohon kredit dan jangka waktu kredit.
Setelah itu, maka harus melengkapi dokumen seperti tindasan sertifikat hak atas tanah, PPL, skep, identitas pemohonan Izin Hak Tanggungan dan surat kuasa jika dikuasakan.
Dan yang paling utama, jangka waktu kredit tidak boleh melebihi jangka atau sisa waktu alokasi lahan.
Kemudian untuk peralihan hak akan dilakukan di depan PPAT, notaris atau pejabat lelang.
PPAT akan melaporkan peralihan hak dan memungut biaya peralihan hak atas tanah yang disetor ke kas BP Batam.
Setelah itu BP kasih nomor registrasi peralihan hak atas tanah untuk dicantumkan dalam akta jual beli (AJB) setelah verifikasi terkait pada pembangunan lahan, kesesuain lahan dengan peruntukan dan ada atau tidak sengketa di atas lahan. Proses verifikasi akan selesai dalam tujuh hari.(leo)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendapat kesempatan untuk mempromosikan Batam sekaligus belajar ke China. Bentuk promosi keluar negeri ini juga merupakan bagian dari program kerja 100 hari pertama BP Batam untuk meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen dalam dua tahun.
“Promosi ini merupakan undangan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, Rabu (29/11).
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo langsung terbang ke China untuk mempromosikan kesempatan berinvestasi di Batam. Tujuannya adalah Shenzen.
“Bapak Lukita memenuhi undangan kantor Menko dan BKPM untuk melakukan join working group Batam Bintan Karimun (BBK),” jelasnya.
Selain sebagai bentuk promosi bersama, kunjungan ke China juga dilakukan untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang baik dan tepat untuk percepatan pengembangan kawasan industri di BBK.
“Ya selain promo investasi juga mempelajari sejumlah kebijakan dan kemajuan disana untuk pembangunan masa depan Batam,” pungkasnya.(leo)
Petugas BMKG memantau kondisi cuaca. Foto: Dok Batam Pos.
batampos.co.id – Stasiun badan meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai memprediksi wilayah Natuna cenderung terjadi hujan beberapa hari ke depan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat. Namun saat ini belum memasuki musim angin Utara.
Perakirawan BMKG Ranai Asrul Saparudin menjelaskan, fenomena alam di Natuna yang terjadi setiap penghujung tahun atau disebut musim angin Utara di perkirakan akan terjadi pada pertengahan bulan Desember mendatang.
“Saat ini Natuna belum masuk musim angin utara, karena ada daerah tekanan rendah di perairan Natuna. Sehingga menghalangi masuknya angin dari Utara,” kata Asrul, Rabu (29/11).
Dari analisa sementara saat ini terlihat tekanan tinggi di daratan Cina bagian utara sudah tinggi. Tetapi pengaruhnya masih belum sampai di wilayah perairan Natuna. Diprakirakan mendekati pertengahan bulan Desember angin mulai dari arah Utara ke Timur Laut dengan kecepatan berkisar 5 kilo meter per jam hingga 20 kilo meter per jam. Tetapi
masih dalam pantauan analisa sementara.
Perakiraan cuaca beberapa hari ke depan kata Asrul, masih banyak terjadi pertumbuhan awan, terutama awan gelap dan tebal (awan kovektif,red). Pengaruh cuaca wilayah Natuna karena terjadinya daerah tekanan rendah di perairan, membentuk angin yang menyebabkan dan pertumbuhan awan yang berpeluang terjadi pada pagi, siang dan malam.
“Gelombang signifikan dapat terjadi antara 1 sampai 3 meter di laut Natuna bagian Utara. Dengan kecepatan angin maksimum dapat mencapai 40 kilo meter per jam dari arah Timur bertiup ke Tenggara. Saat ini masih direkomendasikan cuaca buruk, tetap diimbau kepada masyarakat dan nelayan tetap waspada dan berhati-hati, tidak melaut terlalu jauh
sampai cuaca stabil,” imbau Asrul.(arn)
Ada kompetisi yang cukup nyeleneh di kampus Cambridge University, salah satu kampus terbaik dunia, yakni, kontes pantat terbaik.
Tahun ini kompetisi itu dimenangkan Vita, seorang mahasiswi jurusan hukum. Dia dinyatakan menang setelah dapat menguasai 25 persen total suara.
Foto Vita berdiri di samping pohon oak di Homerton College dinilai bagus. Para pemilih bilang, si model di foto tersebut punya tubuh oke. Padahal, Vita merasa tak pede dengan tubuhnya.
’’Jangankan menang, aku nggak mikir bakal masuk 10 besar. Rasanya bangga banget. Lebih bangga daripada ketika diterima masuk ke Cambridge,’’ canda Vita sebagaimana dikutip The Tab, harian terbitan Cambridge University.
Saat pemotretan, dia sempat deg-degan. Sebab, cuaca dingin dan lokasinya dekat lapangan bola. Vita malu kalau ada yang melihat.
’’Yang lebih parah, lokasinya dekat rel kereta. Tiap ada kereta yang lewat, temanku yang memotret akan melempar jaket. Untung nggak ketahuan,’’ ujarnya.
Gara-gara kemenangan itu, Vita jadi tenar.
’’Kalau masih ada yang bilang anak Cambridge cupu, pikir-pikir lagi deh,’’ tuturnya. (Metro/fam/c14/na)
Pedagang cabai di pasar baru Tanjunguban, Rustam memperlihatkan cabai merah seharga Rp 70 ribu per kilogram atau Rp 7 ribu per ons di lapaknya. F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Sejumlah spekulan memanfaatkan kelangkaan cabai merah karena pasokan yang berkurang dengan menaikkan harga. Seperti di pasar baru Tanjunguban, kecamatan bintan utara, Kabupaten Bintan, harga cabai merah menembus Rp 70 ribu per kilogram atau Rp 7 ribu per ons, padahal seharusnya harga cabai merah berkisar Rp 48 ribu hingga Rp 54 ribu per kilogram.
Seorang pedagang di Pasar Baru Tanjunguban Ety mengatakan, harga cabai merah naik dari biasanya Rp 48 ribu menjadi Rp 50 hingga Rp 54 ribu per kilogram. Ini terjadi sejak tiga hari yang lalu karena pasokan cabai merah dari daerah pemasok di jawa dan lombok berkurang. “Sudah habis, gak ada lagi cabainya,” kata wanita berhijab ini.
Hal senada dikatakan pedagang lainnya, Lia. Di lapaknya cabai merah sudah habis terjual karena barangnya sedikit. “Benar naik, tapi masih normal masih di kisaran Rp
50 ribu hingga Rp 54 ribu per kilogram,” katanya.
Sementara pedagang lain di pasar yang sama, Rustam menjual cabai merah seharga Rp 70 ribu per kilogarmm atau Rp 7 ribu per ons. “Barangnya lagi langka makanya harganya mahal, kalau mau beli, kalau tidak ya sudah,” ketusnya.
Ia mengatakan, cabai merah yang ada di lapaknya diambil dari pedagang lain seharga Rp 60 ribu per kilogram. “Saya ambil saja sudah mahal Rp 60 ribu per kilogram,” akunya.
Penyidik pegawai negeri sipil di Disperindag kabupaten Bintan, Setia kurniawan mengatakan, harga cabai di tingkat distributor di Kijang masih normal. “Hari ini baru Rp 54 ribu per kilogram, sementara minggu kemarin berkisar Rp 48 ribu per kilogram. Cabai rawit masih Rp 30 ribu per kilogram. Saya rasa belum begitu kenaikannya dan harga Kijang dan Tanjungpinang biasanya tidak jauh beda, karena pedagang di Kijang
mengambilnya di Tanjungpinang,” katanya.
Mengenai harga cabai yang dijual pedagang hingga Rp 70 ribu per kilogram, menurutnya, itu karena hukum pasar dan faktor keadaan karena cabai merah langka. “Tidak bisa jual dijual terlalu mahal, apalagi ditimbun karena cabai ini barang yang tidak tahan lama,” katanya.
Distributor cabai merah di Bintan, Indra Setiawan mengaku kaget harga cabai dijual sampai Rp 70 ribu per kilogram di tingkat pedagang. “Dibilang naik tidak juga, itu pasti spekulan,” katanya.
Ia mengakui, memang saat ini cabai merah susah didapat dan kualitas yang ada juga tidak bagus. “Banyak yang busuk, karena lama pengiriman di sana sini banjir,” katanya.
Cabai merah yang diedarkan di Tanjunguban dan sekitarnya, dipasok dari wilayah Lombok dan Yogyakarta meski ada beberapa daerah yang memasok cabai merah untuk Tanjunguban dan sekitarnya. “kita ambil cabai yang daerahnya tidak kena banjir. Biasanya kita ambil Rp 1 ton, sekarang cuma bisa menyediakan sekitar 500 kilo,” katanya.
Harga cabai yang dia jual ke pasar juga masih berkisar Rp 48 ribu per kilogram. “Saya memprediksi ketika cabai merah yang saya jual habis, mereka para spekulan kemudian menaikkan harga. Saya punya habis, sekitar pukul 09.00 sudah habis, kalau di atas itu mungkin spekulan yang memainkan harga cabai sampai segitu,” menurutnya. (cr21)
batampos.co.id – Bandara Ngurah Rai dibuka Rabu sore (29/11) pukul 15.00. Ribuan penumpang berhasil diterbangkan keluar Bali.
Berdasar data rekapitulasi penerbangan hingga pukul 21.30 Wita, Rabu malam, sudah ada 23 pesawat yang terbang. Baik di keberangkatan domestik maupun internasional.
“Total penumpang yang sudah diterbangkan sampai pukul 21.30 Wita ada 1.558 penumpang,” jelas Arie Ahsanurrohim, Humas Bandara Ngurah Rai, Rabu (29/11) malam.
Untuk kedatangan ada 6 pesawat dengan jumlah 175 penumpang. “Untuk keberangkatan yang lebih banyak,” jelasnya.
Setelah dibuka, sejumlah airlines sudah beroperasi, yakni Wing Air, Indonesia AirAsia, Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, dan Singapore Airlines. (rb/dwi/mus/mus/JPR)
Asisten Daerah III Provinsi Jambi SAI (Saifudin) bersama istrinya saat tiba di gedung KPK, Rabu( 29/11) (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan gelar perkara terhadap para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi dan Jakarta, Selasa (28/11).
Selepas itu menetapkan empat orang sebagai tersangka dugaan suap, terkait pembahasan anggaran di Provinsi Jambi tahun 2018. Hal tersebut dilakukan usai tim penindakan bersama pimpinan KPK.
Adapun para pihak yang ditetapkan tersangka adalah terdiri dari tiga anak buah Gubernur Jambi Zumi Zola.
Mereka antara lain,
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi EWM (Erwan Malik),
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ARN (Arfan),
Asisten Daerah III Provinsi Jambi SAI (Saifudin).
Sedangkan satu pihak lagi adalah Anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN SUP (Supriyono).
“KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Diduga sebagai penerima SUP (Supriyono) dan diduga pemberi EWM (Erwan Malik) Plt Sekda Provinsi Jambi, ARN (Arfan) Plt Kepala Dinas PUPR, dan SAI (Saipudin) Asda III Provinsi Jambi,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/11).
Sebagai penerima suap, Supriyono disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sementara, selaku pemberi suap, Erwan, Arfan, dan Saifudin disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a ataiu huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Setidaknya ada 16 orang yang berhasil diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi dan Jakarta kali ini.
“12 orang ditangkap di Jambi dan 4 orang di Jakarta,” ujar Komisioner KPK Basaria Panjaitan saat menggelar konferensi pers, Rabu (29/11).
Keenam belas orang itu diantaranya, Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 SUP (Supriyono), Plt Kepala Dinas Provinsi Jambi ARN (Arfan), Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi SAI (Saifudin), Anggota DPRD Jambi (NUR) Nurhayati.
Lalu ATG (Fauzi alias Atong) yang notabene anak buah SAI, (DHI)Dheny Ivan dan (WYD) Wahyudi selaku anak buah ARN, GWS (Geni Waseso Segoro) dari pihak swasta, staf di Dinas PUPR Provinsi Jambi R (Rinie), SRP (Surip) selaku sopir SUP dan OTG (Otong) selaku supir ARN.
Kemudian, WSS (Wasis) Kepala UPDT Alat dan Perbekalan Provinsi Jambi, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi EWM (Erwan Malik), Kepala Perwakllan Provinsi Jambi di Jakarta AMD (Amidy), Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi VRL (Varial Adhi Putra) dan ASR (Asrul) dari pihak swasta.
Basaria menambahkan, tim penyidik masih berada di Jambi. “Direncanakan sejumlah saksi masih akan dibawa ke Jakarta,” pungkasnya. (dna/JPC)
Petugas tim patroli Perusahaan Gas Negera (PGN), Ngadino dan Wawan mengecek pipa PGN di Jalan R Suprapto depan Perumahan Merapi Subur, Tembesi, Sagulung, Jumat (29/11/2017).
Pengecekan pipa ini berkala dilakukan supaya gas kepelanggan PGN selalu terpenuhi.
Selain itu pengecekan pun dilakukan untuk menjaga tekanan gas dan supaya pipa tidak lapuk.
Dalam perayaan HUT ke-46 di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (29/11), Korpri mengusung tema besar yaitu “Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa”.
Penetapan tema itu bukan tanpa alasan. Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional, Zudan Arif Fakrullloh mengungkapkan, Korpi yang saat ini muncul memiliki semangat baru serta ingin melahirkan suatu organisasi yang profesional.
Dengan setia kepada negara tidak melihat siapa yang sedang berkuasa. Sepanjang negara masih berdiri siapapun presiden, menteri, hingga siapapun bupatinya sepanjang tegak lurus kepada negara pasti didukung ASN.
“Kami ingin merubah paradigma yang ada saat ini. Kita punya tiga prinsip yaitu profesional, tidak berpolitik praktis dan yang ketiga kesejahteraan. Jadi filosofi “setia sepanjang masa” pada tema itu adalah setia kepada negara, setia kepada Pancasila, kepada UUD dan setia kepada kebhinekaan,” ujar Zudan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (28/11).
Sementara masyarakat menuntut pegawai negeri yang kini lebih dikenal dengan aparatur sipil negara (ASN) harus memberikan pelayanan prima. Sebab ASN adalah kepanjangan tangan dari negara. Salah satu tugas negara adalah harus selalu hadir dalam setiap masalah warganya.
“Tuntutan itulah yang membuat ASN harus selalu memperbaiki kinerja dari hari ke hari. Tujuannya agar tercipta aparatur yang profesional demi terwujudnya pelayanan yang prima kepada masyarakat di bidang apapun,” ucap Zudan yang juga seorang Profesor Hukum itu.
Kata Zudan, agar Korpri terus berdirik tegak membela negara setiap aparatur atau pegawai negeri harus sejahtera. Jika kita sejahtera sulit rasanya pihak-pihak lain akan bisa memanfaatkan korps ini untuk kepentingan tertentu yang tidak baik.
“Kami berjuang keras mewujudkan kesejahteraan itu melalui berbagai cara. Salah satunya adalah membangun toko online Korpri, membangun Korprimart yang sudah ada di 10 daerah di Indonesia, nantinya akan terus bertambah. Serta masih banyak lagi upaya untuk menyejahterakan anggota yang mungkin diwujudkan saat ini,” ujarnya.
Terkait pariwisata, Korpri yang memiliki anggota kurang lebih mencapai 4,5 juta di seluruh Indonesia itu siap mendukung pariwisata yang dijadikan salah satu leading sektor pemerintah. Caranya tidak lain dengan digitalisasi.
“Kami mendorong agar para anggota, memfoto, memvideokan, serta menyebarluaskan keidahan baik laut, gunung, sungai, kuliner. Serta apapun didaerahnya melalui media sosial hingga viral. 4,5 juta ASN punya handphone, mari kita promosikan pariwisata, Gratis kok, dan itu sangat efektif. Share yang baik-baik penuhi dunia maya Indonesia dengan kebaikan pariwisata Indonesia” beber Zudan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik hari jadi Korpri ke-46 yang mengusung tema “Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa”. Ia menyebut, Pada 2017 ini, seluruh K/L terus diajak bahu-membahu dan bergotong-royong untuk memperjuangkan pariwisata Indonesia.
Dan itu sudah betul, karena DNA bangsa Indonesia adalah pariwisata, creative industry, dan Presiden Jokowi sudah menetapkan pariwisata sebagai leading sector, core economy dan masa depan Indonesia.
Semua diarahkan untuk menciptakan Sources of Synergy yang disingkat dengan 3S-3B, yaitu: Size getting Bigger, Scope getting Broader, dan Skill getting Better.
“Jadi, melalui Indonesia Incorporated kita akan “Bigger-Broader-Better together”. Jika kita maju serentak dan solid, maka kemenangan demi kemenangan bisa kita wujudkan. Dirgahayu Korpri” sambut Menpar Arief Yahya.(*)