Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12857

Dana Pendidikan Bintan Terkuras Belanja Pegawai

0

 

batampos.co.id – Minimnya dana pendidikan membuat Pemerintah Kabupaten Bintan kesulitan untuk membangun sarana dan prasarana sekolah. Sebagian besar dana pendidikan terkuras untuk belanja para pegawai.

“Bintan belum mampu mengcover sarana dan prasarana sekolah tingkat SD dan SMP,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bintan, Tamsir, Minggu (26/11).

Menurut Tamsir, alokasi anggaran pendidikan Kabupaten Bintan mencapai 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Rp 220 miliar. “Pengalokasian anggarannya sudah sesuai dengan amanat undang-undang,” katanya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen dipergunakan untuk belanja para pegawai.
Diantaranya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan sebesar Rp 170 miliar, tunjangan 1.400 guru honorer dan 500 guru komite
sebesar Rp 14 miliar. “Sisanya hanya Rp 50 miliar,” ungkap Tamsir.

Dari Rp 50 miliar tersebut, lanjut Tamsir, dipotong lagi untuk program
bantuan transportasi anak-anak sekolah. Mulai dari penyediaan bus antar jemput dan pompong bagi anak-anak di pesisir hingga bantuan perlengkapan sekolah
gratis bagi siswa baru.

Karenanya, pemerintah berencana mengumpulkan para pengusaha, meminta mereka membantudunia pendidikan melalui dana CSR. “Misalnya,
membantu merehabilitasi ruang belajar atau
berpartisipasi membantu membangun ruang kelas baru atau melakukan pengadaan komputer siswa,” bebernya.

Apalagi di tahun ini pelajar yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP masih menumpang di laboratorium komputer milik SMK atau SMK.

“Semoga di tahun depan, kami tidak menumpang lagi, atau setidaknya bisa mandiri,”harapnya.

Melalui dana CSR perusahaan nanti, ia juga berharap perusahaan bisa fokus membina satu sekolah saja sehingga terlihat wujud nyata bantuan yang diberikan. (cr21)

Hemat dengan Gas PGN

0

 

Petugas bagian operator jaringan gas (jargas) Perusahaan Gas Negara (PGN), Jubel Hutagalung, 31, mengedukasi pelanggan untuk mengetahui kebocoran pada instalasi pada meteran dan pengaturan volume tekanan gas di rumah makan Ojo Lali Putra Solo milik Sulastri , 52, di Taman Carina, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (23/11/2017).

Sulastri mengatakan, pemakaian gas PGN ini lebih hemat dan praktis, lebih hemat, apa lagi untuk usaha rumah makan miliknya.

Perusahaan Gas Negara memiliki 4001 pelanggan pada tahap satu dalam 16 perumahan di Batam.

 

Foto/teks:  Dalil Harahap/Batam Pos

Kampanye 18 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

0

batampos.co.id – Jaringan lembaga perduli perempuan dan anak, yang terdiri dari beberapa lembaga yang konsen terhadap perlindungan perempuan dan anak melaksanakan kampenye 18 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kampanye ini dimaksudkan untuk mengajak seluruh masyarakat secara bersama-sama mendukung kegiatan penandatanganan petisi untuk mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan kekerasan seksual agar disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

Kampanye yang dilaksanakan mulai tanggal 25 November 2017 hingga 16 Desember 2017 ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan informasi kepada masyarakat Batam tentang perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan dan mengkampanyekan kepada masyarakat Batam tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan mendorong agar segera disahkan menjadi Undang-undang.

“Kita juga mengkampanyekan Ranperda Perlindungan Perempuan, mengkampanyekan Hari Anti Perdagangan Anak di Kota Batam, serta mengkampanyekan pencegahan penyebaran HIV/AIDS,” ujar ketua panitia acara, Friska, Minggu (26/11).

Dijelaskan Fiska, kampanye ini nantinya akan diisi dengan kegiatan Car Free Day, Siaran Radio, Pentas Seni Anak Melayu, Kampanye Hari AIDS, Konser Perlindungan Anak dan Seminar Catatan akhir tahun dalam rangka memperingati Hari Anti Perdagangan Anak di Indonesia.

“Kegiatan Car Free Day kita laksanakan hari ini (Minggu kemarin, rded). Momen keramaian akan dimanfaatkan untuk sosialisasi dan membagikan selebaran tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Dilanjutkannya, untuk kegiatan Siaran Radio dilaksanakan 8 Desember 2017, Pentas Seni Anak Melayu 2 Desember 2017, Kampanye Hari AIDS 3 Desember 2017, Konser Perlindungan Anak 30 November 2017, serta Seminar Catatan akhir tahun dalam rangka memperingati Hari Anti Perdagangan Anak di Indonesia 16 Desember 2017.

“Untuk kampanye hari AIDS itu kami akan membagikan pita di enam titik dibeberapa rumah sakit. Pembagian pita ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada pengunjung rumah sakit tentang pencegahan HIV/AIDS dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Friska menambahkan, lembaga yang tergabung dalam kampanye ini adalah KKPPMP (Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau), P2TP2A Batam, LINUS, GERHANA, Dunia viva wanita, Rumah Faye, Embun Pelangi, Forum anak kota Batam, PATBM, Forum perlindungan perempuan dan anak di 3 kelurahan serta LIBAK. (cr1)

Gunung Agung di Bali Semburkan Awan Panas

0

Erupsi Gunung Agung terlihat dari pos pantau Batu Lompeh Desa Tianyar, Karangasem, Bali, kemarin (26/11) sore. (Eka Prasetya/Radar Bali/JawaPos.com)

batampos.co.id – Pusat Vulkanologo dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai hari ini pukul 06:00 WITA.

“Status Awas adalah status tertinggi dalam status gunung api,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya pagi ini, Senin (27/11).
Gunung Agung

Erupsi Gunung Agung meningkat dari fase freatik ke magmatik sejak teramati sinar api di puncak, Sabtu (25/11) pukul 21.00 WITA. Sampai hari ini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal mencapai ketinggian 2.000 sampai 3.400 meter dari puncak.

Sutopo mengungkapkan, kepulan abu kadang-kadang disertai erupsi eksplosif dan suara dentuman lemah terdengar sampai jarak 12 km dari puncak. Sinar api semakin sering teramati di malam hari berikutnya. “Ini menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi,” sebut dia.

Pos pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, melaporkan bahwa secara visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500-3.000 meter di atas puncak kawah. Teramati letusan dengan tinggi 3000 meter dan warna asap kelabu.

“Terlihat sinar api. Tremor non harmonik menerus amplitudo 1-10 mm (dominan 1-2 mm),” jelasnya.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, wisatawan, agar tidak berada atau tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya. Yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timur laut dan Tenggara-Selatan-Barat daya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung.

“Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru,” jelas Sutopo.

Masyarakat yang berada di dalam radius 8 km dan peluasan 10 km katanya diimbau untuk segera mengungsi dengan tertib dan tenang. “Sebagian masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri sejak 25 November 2017 malam menyusul erupsi Gunung Agung,” ucap dia.

Sejauh ini, BNPB telah mengoordinasikan potensi nasional dengan TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, BUMN dan lainnya untuk mendampingi Pemerintah Daerah dalam penanganan erupsi Gunung Agung.

“Posko Pendampingan Nasional telah diaktivasi di Kabupaten Karangasem. BPBD bersama unsur lainnya terus melakukan penanganan darurat erupsi Gunung Agung,” pungkasnya. (dna/JPC)

Pahami Ciri Kebocoran Gas

0
P

Petugas bagian operator jaringan gas (jargas) Perusahaan Gas Negara (PGN) Syaiful, 35, mengedukasi pelanggan untuk mengetahui kebocoran pada instalasi pada meteran dan pengaturan volume tekanan gas di pengapian kompor serta cara membaca meteran di rumah makan Bude Wiwik Bakeri milik Arif 56, di Perumahan Buana Raya, Sagulung, Kamis (23/11/2017).

Arif mengatakan, pemakaian gas PGN lebih hemat dan praktis, lebih hemat, apa lagi untuk usaha rumah makan miliknya.

Perusahaan Gas Negara memiliki 4001 pelanggan pada tahap satu dalam 16 perumahan di Batam.

 

Foto/teks: Dalil Harahap/Batam Pos

Rencana BPJS Kesehatan Tak Biayai 8 Penyakit belum Putus

0
Sejumlah warga sedang menunggu antrian saat mengurus kartu BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, Selasa (14/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pada laporan semester pertama 2017, BPJS Kesehatan mencatat ada defisit Rp 5,8 triliun. Ada 10 juta peserta yang nunggak. Mayoritas penunggak adalah peserta bukan penerima upah (PBPU).

Namun menurut Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, peserta menunggak bukan hanya PBPU saja. Tetapi permasalahan juga bersumber pada iuran dari penerima bantuan iuran (PBI) dan peserta penerima upah (PPU).

”Iuran PBI harusnya Rp 36.000 per orang per bulan, tapi komitmen pemerintah hanya Rp 23.000,” tuturnya.

Dia membenarkan defisit terjadi karena input yang lebih rendah dari pada pembiayaan yang dikeluarkan pemerintah. BPJS Kesehatan dinilai belum menggarap potensi iuran besar yang bisa datang dari PPU. Menurut data yang diberikan Timboel, pekerja formal swasta yang ikut BPJS Kesehatan hanya 10,9 juta per September 2017. ”Padahal pekerja formal swasta kita menurut Badan Pusat Stastisik ada 40 juta,” terangnya.

Padahal, kata Timboel, jika membaca laporan keuangan Dana Jaminan Sosial BPJS Kesehatan per 30 juni 2017 iuran dari PPU swasta sebesar Rp 10.58 triliun. “Nah kalau dalam dua semester bisa mencapai Rp 20 triliun,” katanya.

Dia menambahkan jika BPJS Kesehatan mampu menggaet PPU dari sektor swasta menjadi 20 juta orang, maka potensi iuran dalam setahun bisa mencapai Rp 40 triliun. ”Ini kan angka yang sangat besar menutup defisit BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

BPJS Kesehatan juga masih punya pekerjaan rumah lagi. Yakni membereskan tunggakan PPU. Timboel membeberkan jika tunggakan PPU swasta sebesar Rp 624,9 miliar per 30 juni lalu.

Timboel juga menyarankan agar dari sisi pembiayaan juga harus diseriusi oleh pihak direksi BPJS Kesehatan.

Selain itu, banyak dugaan fraud atau kecurangan klaim yang diajukan rumah sakit sehingga biaya klaim INA CBGs semakin besar. “Per 30 juni 2017 saja biaya INA CBGs mencapai 34 triliun dari total iuran yg diterima per 30 juni 2017 sebesar Rp 35 triliun,” katanya.

BPJS Watch, menurut Timboel, sering sering menerima pengaduan pasien JKN yg belum sembuh tapi sdh disuruh pulang tapi sehari dua hari lagi disuruh masuk lagi. Hal itulah yang menurutnya menyebabkan klaim INA CBGs makin membengkak. ”Ini yg belum bisa dikendalikan direksi,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat defisit tersebut BPJS Kesehatan sempat berwacana tidak akan menanggng biaya pengobatan delapan penyakit yang dianggap paling banyak menyedot anggaran BPJS Kesehatan.

Delapan penyakit tersebut antara lain kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis, leukemia, dan hemofilia. Delapan penyakit tersebut disebut sebagai penyebab defisit karena berlangsung lama dan membutuhkan pembiayaan yang tak sedikit. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek bahkan sempat menuturkan jika pembiayaan untuk pasien gagal ginjal selama ini sudah mencapai Rp 2,3 triliun.

Menurut Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat, wacana BPJS Kesehatan tidak membiayai delapan penyakit tersebut belum diputuskan. ”Ini hanya gambaran dan referensi akademik untuk diketahui perbandingan dengan kondisi negara lain,” katanya saat dihubungi koran kemarin (25/11).

Masih menurut Nopi, dibeberapa negara yang melakukan jaminan kesehatan, melakukan cost sharing. BPJS Kesehatan mencoba untuk menerapkan hal tersebut. Untuk membiayai penderita penyakit yang memerlukan perawatan medis lama dan berbiaya tinggi atau katastropik, BPJS berencana melibatkan peserta untuk ikut mendanai. Cost sharing ini renananya akan berlaku bagi peserta dari golongan mandiri.

”Pada rapat dengar pendapat di Komisi IX DPR Kamis lalu, BPJS Kesehatan diminta untuk memaparkan bagaimana negara lain membiayai penyakit katastropik,” ungkapnya.

Direktur BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengakui jika perawatan penyakit katastropik membutuhkan biaya yang besar. Dari awal tahun hingga Septermber tahun ini, delapan penyakit katastropik tersebut membuat BPJS Kesehatan kualahan. Sebab ada 10 juta kasus lebih yang harus dibiayai. Totalnya mencapai Rp 12,29 triliun.
(lyn/jpg)

Bandara Hang Nadim Batam Terintegrasi dengan Pelabuhan

0
Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan tetap melanjutkan rencana pengembangan Bandara Hang Nadim. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan merancang master plan bandara dan direncakan selesai pada akhir Januari 2018.

Master plan ini sudah dirancang sejak zaman kepemimpinan BP Batam sebelumnya. Fokusnya adalah merancang pengembangan bandara modern, yang terintegrasi dengan pelabuhan.

“Akhir Januari akan kita sudah selesaikan untuk draf masterplan. Kami menginginkan bandara modern dan pusat yang terintegrasi dengan pelabuhan sebagai pusat logistik dan menarik parawisata untuk datang ke Batam,” kata Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo belum lama ini.

Meskipun proses tender yang dulu direncanakan akan dilaksanakan pada akhir tahun ditunda, namun pengembangan bandara Hang Nadim akan tetap melibatkan investor. Investor dengan tawaran menarik akan mendapat tempat untuk mengelola bandara Hang Nadim.

“Bandara akan kita kerjasamakan dengan pihak yang memberikan tawaran lebih menarik dalam mengembangkan bandara,” janjinya.

Menurut Eko, jika bandara dikembangkan sebagai bandara modern, maka investor dan wisatawan akan lebih tertarik berkunjung ke Batam. “Masterplannya akan dirancang sebagai desain yang menarik untuk mengundang calon investor. BP akan memberikan penawaran yang sangat menarik juga bagi investor,” sambungnya lagi.

Pengembangan bandara akan mengadopsi sistem kerjasama bersama pihak lain. “Dalam pengambangan tidak mungkin BP sendiri. Akan ditindaklanjutkan dengan draf PP. Jadi masing-masing tugas operator BP jelas. Ketika diajak kerjasama pihak lain, kita tahu. Sehingga tidak tumpang tindih,” jelasnya.

Saat kepemimpinan Hatanto, rencana pengembangan bandara Hang Nadim berfokus pada pembangunan terminal dan parkir pesawat di bandara Hang Nadim. Estimasi nilai pembangunannya sekitar Rp400 miliar. Sedangkan studi sebelum lelang pengelolaan bandara akan dilakukan bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI.

Saat itu, peminatnya sudah banyak seperti investor dari Korsel, dari Jepang ada juga Mitsui, GMR India, GFK India, Munich Jerman, Jurich Swiss, Angkara Pura dan beberapa investor lain. Para peminat itu diakui yang sudah berkecimpung di bandara di negara masing-masing. (leo)

Revisi Tarif Pelabuhan Terbit Desember

0
Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pengusaha pelayaran dan Badan Pengusahaan (BP) Batam telah mencapai kata sepakat untuk penetapan revisi dari Peraturan Kepala (Perka) BP 17/2016 tentang jenis dan tarif layanan pada Kantor Pelabuhan (Kanpel) BP Batam.

“Kami sudah melakukan rapat pembahasan revisi tarif kepelabuhanan dan telah disepakati bersama perubahan tarif kepelabuhanan,” kata Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim, Sabtu (25/11).

Osman mengungkapkan revisi Perka 17 direncanakan akan terbit pada minggu ketiga Desember.”Revisi Perka akan menggunakan PP 15/2016 sebagai landasan dan itu sudah sesuai keinginan dari asosiasi,” paparnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Transportasi, Kepelabuhanan dan Industri Maritim Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri ini optimis dengan adanya revisi ini akan meningkatkan daya saing serta menggairahkan industri pelayaran dan maritim.

Salah satu poin menarik dari revisi Perka 17 ini penghapusan tarif tambat untuk kapal yang berlabuh di Terminal Untuk Keperluan Sendiri (TUKS) dan terminal khusus (Tersus). Sebelumnya banyak pengusaha shipyard mengeluhkan tingginya tarif tambat yang menyebabkan kapal enggan berlabuh ke Batam.

“Sedangkan untuk pelabuhan biasa, tarif tambatnya sudah disesuaikan dengan PP 15/2016 sehingga tarifnya kompetitif dan mampu meningkatkan daya saing Batam,” jelasnya.

Selain itu, khusus untuk kapal pelayaran rakyat (Pelra) dibebaskan dari pungutan labuh tambat. Osman mengatakan ide pembebasan tarif ini merupakan usulan dari Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo.”Ini suatu hadiah bagi masyarakat Batam. Kami ucapkan ribuan terima kasih kepada BP Batam. Semoga kedepannya Batam semakin baik,” katanya lagi.

Sedangkan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menyatakan bahwa pihaknya sudah sepakat dengan pengusaha pelayaran terkait tarif pelabuhan.

“Mengenai tarif pelabuhan sudah saya sampaikan sudah ada pertemuan dan sudah sepakat. Sekarang hanya tinggal menunggu finalisasi rancangan revisinya,” ujarnya singkat. (leo)

Walikota Batam: Gaji Honorer Naik, dengan Catatan ….

0
Pegawai Negeri Sipil (kemeja korpri) dan Honorer Pemko Batam usai melaksanakan upacara. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi memastikan tidak ada perubahan baik tunjangan pegawai maupun gaji tenaga honorer seperti yang beredar belakangan ini.

“Saya dengar karena defisit gaji honorer mau diturunkan dan tunjangan pegawai mau dikurangi, Tak ada itu,” tegas Rudi saat menghadiri HUT PGRI di Kepri mal, Sabtu (25/11).

Dia menjelaskan walaupun Batam mengalami defisit, pengurangan tidak akan diganggu karena itu menyangkut kesejahteraan pegawai baik honorer maupun PNS. “Saya berusaha untuk memangkas pengeluaran yang tidak begitu penting, dan meminilisir belanja seperti pembelian ATK lainnya,” katanya.

Ia menyebutkan, jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam naik, maka tidak tertutup kenungkinan gaji tenaga honorer juga akan naik, termasuk tunjangan PNS. “Ke depan saya bersama pak wakil sudah menyusun perubahan pada tunjangan pegawai, dan kenaikkan gaji tenaga honorer ,asalkan PAD meningkat,” tambahnya.

Pihaknya juga mengupayakan pembayaran gaji honorer dan tunjangan pegawai bisa dibayarkan tepat waktu. “Ini yang juga kami upayakan jangan sampai kesejahteraan pegawai terganggu, karena itu menyangkut kinerja mereka juga,” ucap Rudi.

Rudi menambahkan, APBD 2018 Kota Batam 2018 sudah diketok, dan pihaknya bersiap melanjutkan pembangunan infrastruktur di Batam. Dia menyebutkan ada pelebaran di tujuh titik termasuk Simpang Kuda menuju Bengkong Seken yang akan dilakukan tahun depan.

“Saya mohon dukungannya, agar di akhir 2018 nanti jalan sudah membaik, termasuk pembangunan empat sekolah baru guna menampung peserta didik yang setiap tahunnya membludak di sekolah negeri,” terangnya.(cr17)

Baloi Kolam belum Jadi Prioritas

0
ilustrasi
foto: rezza herdiyanto / batampos

batampos.co.id – Deputi IV BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Supriyanto mengaku sudah mengundang salah satu perusahaan sebagai pemilik lahan di Baloi Kolam. Selain itu, Eko juga sudah bertemu dengan masyarakat baloi Kolam.

Menurut Eko, dalam pertemuan itu, pihak perusahaan sudah menawarkan solusi bagi warga yang bermukim di Baloi Kolam.

”Pihak perusahaan sudah kasih solusi. Masyarakat juga punya saran. Kami akan selesaikan dengan win-win solution,” katanya.

Soal permasalahan lahan di Baloi Kolam, Eko mengimbau agar jangan ada lagi demonstrasi seperti yang terjadi beberapa pekan lalu.

“Janganlah demo. BP tidak urusi masalah itu, karena BP itu urusi bagaimana meningkatkan ekonomi saja,” pungkasnya.

Selain itu, yang jadi prioritas bagi BP Batam saat ini adalah penyelesaian Sei Gong.

“Kami selesaikan dulu program Pak Presiden yakni Waduk Sei Gong. Kan harus dipelihara, takutnya nanti masyarakat yang kena,” kata Deputi IV BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Supriyanto, Jumat (24/11) di Gedung Marketing BP Batam. (leo)