Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12884

Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Biasa-biasa Saja

0
Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mengalami peningkatan ke angka 2,41 persen pada triwulan ketiga dipandang belum menunjukkan adanya perubahan. Pemerintah daerah di Batam harus kerja keras terutama dalam menyerap anggaran agar pertumbuhan ekonomi Batam yang menjadi penyokong ekonomi Kepri bisa melesat jauh.

“Nilai tersebut jika bicara triwulan. Berbeda jika bicara tahun ke tahun,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, Selasa (7/11).

Jadi mengatakan hingga triwulan ketiga, pertumbuhan ekonomi Kepri belum menunjukkan pertumbuhan maksimal.

“Hanya tumbuh sebesar 1,82 persen. Melambat jika dibanding periode sama pada tahun sebelumnya yakni 4,97 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan per triwulan pun, sebenarnya ekonomi Kepri masih stagnan.

Pada triwulan pertama, ekonomi Kepri tumbuh 2,02 persen.

Triwulan kedua terjerembab di angka 1,04 persen dan sekarang 2,41 persen.

“Pada kenyataannya belum ada investasi yang masuk kawasan industri tahun ini. Shipyard juga jatuh, properti masih jalan di tempat. Jika bicara berdasarkan konsumsi, mungkin ia hal tersebut yang mengalami peningkatan,” jelasnya.

Senada dengan Jadi, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang mengatakan pemerintah daerah harus bekerja keras untuk membangun infrastruktur dan proyek yang ada.

“Karena Presiden pernah marah karena penyerapan APBD sangat rendah,” jelasnya.

Ia mengatakan untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi, sektor swasta dan sektor pemerintahan harus seimbang.

“Jika industri saja yang tumbuh, tapi penyerapan APBD rendah pasti ekonomi juga timpang. Jadi harus sama-sama agar target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Apindo Batam, Yanuar Dahlan mengatakan salah satu sektor yang harus dikembangkan untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi adalah pariwisata.

“Pariwisata belum tergarap maksimal. Untuk langkah pertama ciptakan rasa aman dan nyaman dulu untuk memulainya,” katanya.

Lalu pemerintah diminta aktif untuk menjemput bola. Dengan kata lain pemerintah harus aktif meminta masukan yang berharga dari para stakeholder. (leo)

Satpol PP Tangkap Maling Kotak Amal

0

batampos.co.id – Dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kundur Barat berhasil menangkap Sd, 19, pelaku pencuri kotak amal di Masjid Nuruddin, Sawang, Selasa (7/11) malam.

Aksi pelaku memang sudah diintai oleh Amri dan anggota Satpol PP Murni bersama Sekcam Kundur Barat Nurizam, dan pengurus masjid. Pukul 23.30 WIB, pelaku berhasil dibekuk saat menyongkel kotak amal. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Mapolsek Kundur Barat.

“Satu orang kami amankan atas nama Sd yang kedapatan mengambil uang dari kotak amal masjid. Pelaku kami serahkan ke Polsek Kundur Utara/Barat,” kata Amri, Rabu (8/11).

Lebih lanjut dikatakan, penangkapan pelaku menindaklanjuti keresahan pengurus masjid terkait seringnya uang di dalam kotak amal hilang. Amri mengatakan pelaku merupakan warga tempatan, dan menurut pengakuanya sudah dua kali melakukan hal serupa. Untuk proses selanjutnya pelaku sudah diserahkan ke Polsek Kuta/ Kuba. Diharapkan penangkapan pelaku agar memberikan efek jera dan demi menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kundur Barat. (ims)

1.625 Armada Taksi Online Didaftarkan ke Dishub Pemko Batam

0

batampos.co.id – Direktur PT Dipa Citra Sejati, yang akan menaungi taksi online atau taksi daring (dalam jaringan), Sawir menegaskan, pihaknya sudah menyerahkan semua persyaratan yang diminta untuk operasional taksi online sesuai Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 ke Dishub Kepri.

Tak hanya PT yang ia kelola saja. Dua badan lainnya yang akan menaungi taksi online yakni PT Sulung dan Koperasi Trans Usaha Bersama juga sudah menyerahkan semua persyaratan yang diminta.

“Semua syarat sudah kami serahkan ke Dishub Kepri, termasuk PT Sulung dan Koperasi Trans Usaha Bersama. Untuk jumlah armada dari kami PT Dipa Citra Sejati yang kami daftarkan ada sebanyak 625 armada. Sementara dari PT sulung mendaftarkan sebanyak 500 armadanya. Begitu juga dengan Koperasi Trans Usaha Bersama juga mendaftarkan sebanyak 500 armadanya ke Dishub Kepri,” ujar Sawir, Selasa (7/11) siang.

Kapan izin operasional taksi online tersebut dikeluarkan oleh Dishub Kepri, Sawir mengatakan, tanggal 15 November nanti, Dishub Kepri melalui perwakilannya, Novri berjanji perizinan prinsip operasional taksi online akan dikeluarkan.

“Setelah izin prinsip keluar, berikutnya izin usaha angkutan khusus juga akan dikeluarkan. Untuk teknisnya nanti akan diatur oleh Dishub Kepri. Apakah nanti semua jumlah armada yang kami daftarkan disetujui atau hanya sebagian saja, itu nanti yang menentukan dari Dishub Provinsi Kepri,” terang Sawir.

Sementara untuk sistem penentuan kuota, lanjut Sawir, akan dibahas lagi ke Dishub Provinsi Kepri pada tanggal 9 November nanti.

“Untuk penentuan jumlah kota taksi online di Batam nanti disetujui berapa, akan dibahas bersama dengan beberapa pihak seperti KPPU, YLKI, Organda baik provinsi maupun kota dan perwakilan dari taksi online dan konvensional. Sekarang ini belum tahu berapa kuota taksi online untuk di Batam nantinya yang disetujui,” kata Sawir.

Nantinya, mobil yang disetujui beroperasi sebagai taksi online, harus menggunakan lambang dari perusahaan mereka bernaung. Sebelum ijin operasi keluar, pihaknya tetap tidak beroperasi. kami optimis, karena sudah dijanjikan, jika pemerintah akan hadir ditengah-tengah kami,” harapnya optimis.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Batam yang membidangi transportasi, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, berapa nantinya batas tarif bawah dan atas taksi online akan dibahas lagi di DPRD pada hari Kamis (9/11/2017).

“Untuk batas tarif bawah mulai Rp 3.500 perkilometer, dan batas atas Rp 6.500 perkilometer. Penentuan ini menggunakan kajian top high dengan kuota terkait tarif. Pada pengkajian kuota dan tarif, akan dibahas bersama akademisi, asosiasi, dari pengusaha dan stake holder terkait dengan transportasi online di Provinsi Kepri maupun di Batam.

Soal jumlah armada taksi online di Batam yang sudah didaftarkan ke Dishub Kepri, angka yang disebut Nyanyang berbeda dengan angka yang disebutkan oleh Direktur PT Dipa Citra Sejati, Sawir, sebanyak 1.625 armada.

Jumlah yang disebutkan Nyanyang, armada taksi online yang sudah didaftarkan sebanyak 1.300 armada dari tiga taksi online yang beroperasi nanti seperti Uber, Grab dan Go Car.

Sedangkan Kadishub Batam, Yusfa Hendri mengatakan, sampai saat ini belum ada pembahasan mengenai jumlah kuota taksi online yang nantinya beroperasi di Batam.

“Jumlah berapa kuota itu belum ada karena memang belum ada pembahasan. Jadwal pembahasan kuota itu paling lambat minggu depan sudah bisa diketahui berapa kuota taksi online untuk di Batam,” terang Yusfa Hendri.

Sebelumnya, Kadishub Kepri, Zamhur Ismail menegaskan, jika sesuai aturan, Pemerintah Kepri melalui Dishub, berhak mengeluarkan ijin operasi taksi berbasis aplikasi atau online. Namun, ijin tidak serta merta diberikan. Melalui rapat instansi pemerintah, dewan dan pengelola taksi, Zamhur menegaskan sikap Pemprov.

“Saya menggarisbawahi dua hal. Pertama, semua taksi, apakah online atau konvensional, harus memiliki ijin. Apabila tidak ada ijin, berarti ilegal,” tegasnya.

Dishub Kepri akan memperhatikan benar, tentang kuota. Hal ini diakui, agar pihaknya tidak salah mengambil langkah, yang akan menimbulkan masalah berkepanjangan.

“Soal taksi online, terkait masalah kuota. Kalau misalnya Batam butuh tiga ribu taksi dan taksi pangkalan sekarang, sudah ada sekitar 2.800-an, berarti taksi online hanya bisa 200 unit,” jelas Jamhur.

Antara kuota dan jumlah taksi yang tersedia, tidak boleh lebih. Jika lebih, maka Dishub melanggar. Dengan demikian, nasib ijin taksi online ke depan tergantung dari jumlah taksi pangkalan dan kebutuhan taksi di Batam.

“Jika taksi konvensional tiga ribu dan kebutuhan taksi tiga ribu, berarti satupun tidak boleh ada taksi online,” tegasnya.

ilustrasi

Taksi tak Layak, Jangan Dimasukkan Kuota

Anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak sebelumnya menegaskan bahwa untuk penentuan jumlah kuota taksi di Batam, tak boleh asal main hitung jumlah fisik taksi yang ada.

“Penentuan jumlah kuota harus fair demi kepentingan dan kenyamanan masyarakat Batam. Kalau fisik armada taksinya sudah tak layak lagi, meski masih bisa beroperasi, ya jangan dimasukkan ke dalam jumlah kuota. Itu namanya tidak adil, mengesampingkan unsur kenyamanan dan keamanan dalam bertransportasi,” ujar Jefri Simanjuntak, beberapa hari lalu kepada Batam Pos.

Prinsip dan dasar transportasi umum sendiri, lanjut Jefri, utamanya adalah keselamatan dan kenyamanan. Kalau memang usia armada sudah tua, dan tak layak lagi serta berisiko tinggi mencelakakan penumpang, harus segera dikandangkan atau diganti dengan transportasi yang layak, aman dan nyaman.

“Kalau semua armada dimasukkan ke dalam jumlah kuota, tanpa dipilah mana yang masih layak dan mana yang tidak layak lagi, saya yakin yang namanya kuota itu pasti jawabannya sudah mencukupi atau sudah berlebih, tak perlu lagi ada tambahan armada baru. Itu harus benar-benar dikaji, untuk menghindari adanya monopoli angkutan umum di Batam,” tegas Jefri Simanjuntak. (gas)

Tata Jalan Nasional, Pemko Batam Minta Bantuan Kemen PU PR

0
Sejumlah pekerja sedang memasang besi coran untuk pembuatan diding ditepi jalan Jembatan layang di Simpang Baloi, Minggu (5/11).  F Cecep Mulyana/Batam

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengaku telah mengajukan pelebaran ruas jalan nasional ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR), termasuk ruas jalan di Simpang Panbil, Seibeduk.

“Kita berharap ada realisasinya pada tahun 2018, mungkin sedang dibahas,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur, Selasa (7/11) siang.

Menurutnya, tak hanya ruasa jalan yang kerap dikeluhkan macet ini, ruas jalan lain yakni dari Simpang Seiharapan, Sekupang ke Simpang Basecamp, Batuaji.

“Yang ini kami minta jalur duanya dilanjutkan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, tak hanya pelebaran jalan, Kemen PU PR juga merencanakan untuk menata drainase di ruas jalan tersebut guna menghindari banjir. Yumasnur mengklaim, sebelumnya pihaknya telah mengajak langsung pihak kementrian mengecek kondisi jalan nasional.

“Ajuan (penataan ruas jalan nasional) telah kami lakukan beberapa waktu lalu,” ucap dia.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi belum lama ini mengungkapkan komitmennya bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, hingga 2020 mendatang.

“Tiap tahun ada rencananya,” kata Rudi.

Ia tak menampik, jika pengerjaan infrastruktur tak bisa dilakukan sekaligus, pembangunan infrastruktur harus bertahap dan dimulai dari Batam Timur (Jodoh, Nagoya, Batamcenter, Bengkong).

“(Dilakukan sekaligus) Dang ngadong hepeng,” ucap Rudi dalam bahasa batak yang berarti tak ada uang.

Mantan anggopta DPRD Batam ini menyampaikan, fokus pembangunan infrastruktur tak menganggu sektor penting yang bersentuhan dengan masyarakat, seperti sektor pendidikan hingga kesehatan, juga pengentasan kemiskinan.

“Diluar itu saya tak ganggu, tetap jalan,” pungkas Rudi (cr13)

Pegawai Honor Jual Sabu

0

batampos.co.id – Polisi mengamankan lima orang pengedar narkoba jenis sabu dalam sepekan. Dua diantaranya yakni oknum honorer Pemerintah Kabupeten (Pemkab) Bintan berinisial Ot alias Tr, (31) dan oknum honorer Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai Tanjunguban berinisial Ya alias O (24).

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto melalui Kasatresnarkoba Polres Bintan AKP Joko di Mapolres Bintan, Bandar Seri Bentan di Bintan Buyu, Rabu (8/11) siang membenarkan Tr pegawai honorer di lingkungan Pemkab Bintan. Tr diciduk di Dompak, Tanjungpinang pada Minggu (5/11) sekitar pukul 20.00 dan disita barang bukti dua paket
sabu seberat 44,86 gram sabu, 13 plastik bening serta timbangan digital dan sepeda motor vixion dengan nomor polisi BP 5415 Bj. “Waktu diciduk, Tr berusaha melawan,” katanya.

Penangkapan Tr hasil pengembangan dari dua pengedar yang diamankan pada hari yang sama di Ceruk Ijuk, Toapaya, Bintan. Dua pengedar sabu itu merupakan abang beradik masing-masing berinisial S dan N, ditangkap sekitar pukul 13.00 karena didapati sabu seberat 4,96 gram. “Si abang waktu itu membawa motor, adiknya n yang membawa narkoba. Mereka membeli narkoba dari oknum honorer Pemkab Bintan,” katanya.

Kepada penyidik, Tr mengakui baru berjualan sabu. Sabu dibelinya dari Kampung Aceh, Batam. Tr juga mengaku melakoni pekerjaan sebagai penjual sabu karena gaji sebagai pegawai honorer sebesar Rp 1,2 juta kurang. Oleh karena tuntutan hidup, Tr nyambi berjualan sabu. “Mau cepat kaya,” akui Tr yang ditirukan Kasatresnarkoba.

Joko juga menyebutkan, sehari sebelumnya, Sabtu (4/11), sekitar pukul 13.00, polisi mengamankan seorang honorer di PPLP Tanjunguban, berinisial Ya alias O di parkiran Wisma Pesona Tanjunguban. Dalam pengeledahan, polisi menemukan sabu dengan berat 0,35 gram yang disimpan di dalam bungkus rokok Marlboro Light.

“Lalu dikembangkan. Dua jam kemudian diamankan pengedar berinisial Rp alias Rj, usia 35 tahun, residivis kasus narkoba yang baru dua bulan bebas dari Lapas Tanjungpinang,” katanya. Dari pengembangan, polisi menemukan dua paket sabu dengan berat 0,37 gram dan uang tunai sebesar Rp 650 ribu hasil dari jualan sabu.

Dari lima pengedar, ia menyebutkan, empat pengedar kecuali honorer Pemkab Bintan akan dikenakan pasal 114 dan pasal 112 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun sampai 20 tahun, sedangkan Tr dikenakan pasal yang sama hanya ayat 2, dengan ancaman minimal 6 tahun hingga 20 tahun kurungan, karena barang bukti lebih dari 5 gram. (cr21)

Gas Bumi PGN ‘Panaskan’ Iklim Investasi Batam

0
Tim penanggulangan gangguan (TPG) PGN Batam,Wahyu Ahmad mengecek aliran gas baru yang dialirkan ke Regulating Station (RS) untuk perumahan Sentosa Perdana, Batuaji, Kamis (12/1). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus menambah jaringan dan pasokan gas bumi ke Batam. Suplai gas bumi yang andal diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi iklim investasi di kawasan yang dicanangkan menjadi Kota Gas pada 2018 ini.

“Dengan pasokan energi yang terjamin dan andal, bukan tidak mungkin Batam akan menjadi surga bagi investor,” tutur Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo, dalam rilisnya kepada Batam Pos, belum lama ini.

Dilo mengatakan,  sejak 2004 PGN terus membangun jaringan distribusi gas bumi ke pelanggan di Batam. Pasokan merata ke sejumlah pelanggan dari berbagai sektor dan kalangan. Mulai dari industri, usaha komersial, pembangkit listrik, hingga pelanggan rumah tangga.

Saat ini, PGN telah melayani 3.497 pelanggan rumah tangga di Batam. Sementara pelanggan komersial sebanyak 53 pelanggan komersial, serta 43 pelanggan industri dan pembangkit listrik.

Dalam waktu dekat ini, PGN juga akan menyelesaikan proyek pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) di titik Subsea Tie In-Batam (SSTI-B) ke Pulau Pemping, Batam. Proyek ini merupakan penugasan pemerintah kepada PGN untuk membangun dan mengoperasikan pipa gas dari SSTI-B ke Pulau Pemping.

Jika proyek ini selesai, maka pasokan gas bumi ke Batam bisa ditingkatkan hingga 100 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). Sehingga diharapkan PGN akan semakin memperkuat jaminan pasokan gas bumi ke Batam, bahkan wilayah lain di Kepri.

Dengan adanya dukungan ketersediaan energi di Batam yang besar ini, Dilo berharap Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam bisa bekerja sama untuk dapat menarik lebih banyak investor dari luar negeri guna meningkatkan perekonomian di Pulau Batam, Bintan, dan sekitarnya. Termasuk membangun sektor komersial, industri, dan kelistrikan sebagai salah satu penopang perekonomian.

“PGN bertumbuh bersama seluruh pelanggan dan stakeholder lainnya dalam pembangunan daya saing negeri yang mandiri melalui infrastruktur yang terintegrasi dan pasokan gas yang andal,” kata Dilo.

Senada dengan Dilo, Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat, meyakini ketersediaan pasokan gas bumi bakal meningkatkan daya saing Batam sebagai daerah tujuan investasi. Sebab menurut Amin, ke depan gas bumi bukan sekedar bahan bakar, melainkan menjadi bahan baku bagi dunia industri.

“Karena harga bahan bakar minyak (BBM) kemungkinan akan semakin mahal,” kata Amin, Selasa (31/10) lalu.

Menurut Amin, posisi Batam yang berbatasan dengan Singapura dan beberapa negara tetangga lainnya akan kian menarik minat investor asing. Amin menyebut, di negara-negara tetangga ada banyak industri yang membutuhkan gas. Namun karena pasokannya minim, maka gas di negara tetangga harganya lebih mahal.

Sehingga tidak menutup kemungkinan, kata Amin, investor akan memilih Batam untuk menanamkan modalnya karena Batam memiliki ketersediaan gas yang cukup.

Di Singapura, misalnya. Kata Amin, saat ini harga gas industri di sana sekitar 11 dolar AS per MMBTU. Sementara di Batam, harga gas industri berada di kisaran 9,6 dolar AS per MMBTU.

“Jadi investor pasti akan lebih memilih Batam yang lebih murah,” kata dia.

Belum lagi status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) yang menurut Amin memiliki berbagai keistimiewaan. Antara lain bebas pajak dan bea masuk.

“Tapi insentif fiskal saja tidak cukup. Perlu jaminan ketersediaan bahan bakar yang murah,” kata Amin.

Selain mampu menggairahkan sektor industri, pasokan gas yang melimpah juga diprediksi akan menarik minat investor asing di bidang petrochemical. Sebab investor akan banyak diuntungkan dengan harga bahan baku gas yang lebih murah ditambah insentif fiskal yang ditawarkan Batam.

Amin menjelaskan, saat ini volume pasokan gas bumi di Batam antara 50 hingga 70 BBTUD. Pasokan gas bumi tersebut selama ini didatangkan dari sumur di Grissik, Sumatera Selatan. Ke depannya, PGN akan terus meningkatkan pasokan gas ke Batam, salah satunya dari Natuna melalui proyek WNTS.

Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, membenarkan jika ketersediaan gas bumi di Batam menjadi nilai tambah bagi iklim investasi di kota industri ini. Menurut dia, saat ini sektor industri di dunia sudah mulai banyak yang beralih dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas, baik gas bumi maupun gas alam yang terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG).

Sayangnya, kata dia, saat ini belum banyak industri di Batam yang mengkonversi bahan bakar nya ke gas. Ia menduga, hal ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, karena minimnya komitmen dan sosialisasi dari pemerintah dalam mendorong pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

“Padahal selain lebih murah dibanding BBM, gas bumi juga lebih ramah lingkungan,” kata Tjaw Hoeing, Senin (6/11).

Penyebab kedua, lanjut Tjaw Hoeing, industri di Batam enggan beralih ke gas bumi karena masalah biaya. Sebab untuk berpindah ke bahan bakar gas, otomatis harus ada penyesuaian mesin yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dan ketiga, Tjaw Hoeing menilai minimnya industri di Batam yang berminat beralih ke gas bumi karena harga gas industri masih tergolong mahal. Yakni 9,6 dolar AS per MMBTU.

“Makanya pemerintah mendesak agar harga gas industri di bawah 6 dolar (AS). Harusnya memang segitu,” kata pria yang akrab disapa Ayung ini.

Namun Ayung mengakui, saat ini sudah ada beberapa industri di Batam yang menggunakan gas sebagai bahan bakarnya. Misalnya beberapa perusahaan di kawasan Kabil, Batam. Juga beberapa pembangkit listrik (power plant) di Batam juga sudah beralih ke gas bumi.

Aman, Murah, dan Ramah Lingkungan

Ayung mengakui, selain aman dan lebih murah dibandingkan dengan BBM, gas bumi juga lebih ramah lingkungan. Kelebihan-kelebihan tersebut menjadi alasan utama industri mengganti bahan bakar dari BBM ke gas alam.

Misalnya pembangkit listrik di Kawasan Industri Batamindo (Batamindo Industrial Park) Batam. Kata dia, sejak beberapa tahun terakhir pembangkit di kawasan itu menggunakan bahan bakar gas setelah sebelumnya menggunakan solar.

Menurut Ayung, alasan pembangkit tersebut beralih ke gas karena lebih hemat dibandingkan solar. “Harga solar naik terus. Pernah juga pakai minyak bakar, tapi kan nggak ramah lingkungan. Akhirnya pindah ke gas bumi,” kata Ayung yang juga Manager General Affair di Kawasan Industri Batamindo ini.

Pengalaman yang sama juga dirasakan PT James Products Company (JPC). Perusahaan yang bercokol di kawasan Taiwan International Park, Kabil, Batam ini beralih ke gas PGN sejak tahun 2011 karena alasan efisiensi.

Menurut Manajer PT JPC, James, sejak awal berdiri pada 1996 pihaknya menggunakan solar sebagai bahan bakar. Perusahaan pembuat rubber joint itu kemudian sempat beralih ke marine fuel oil (MFO) karena harga solar terus naik dari waktu ke waktu.

“Pakai MFO memang lebih murah dari solar, tapi membuat mesin kotor dan cepat rusak. Akhirnya kami beralih ke gas PGN,” kata James melalu penerjemah sekaligus sekretarisnya, Yanti, beberapa waktu lalu.

James juga mengaku merasakan berbagai keuntungan lain sejak beralih ke gas bumi. Di antaranya perusahaan bisa menghemat biaya bahan bakar antara 30 hingga 40 persen.

Selain itu, dengan bahan bakar gas mesin boiller akan lebih awet dan bersih. Sehingga perusahaan juga diuntungkan karena mampu meminimalisir biaya perawatan atau maintenance tahunan.

Kata James, saat masih menggunakan BBM solar dan MFO, pihaknya harus melakukan perawatan mesin setiap dua minggu sekali. Selama setahun, khusus untuk perawatan ini perusahaan biasanya menghabiskan biaya hingga Rp 100 juta.

“Tapi sejak menggunakan gas, sangat jarang ada perawatan. Karena boiller tetap bersih,” kata James.

Dari sisi bisnis, hal ini juga sangat menguntungkan perusahaan. Sebab semakin sedikit proses maintenance yang dijalankan, maka produktivitas perusahaan akan semakin besar. Karena, kata James, untuk perawatan mesin biasanya membutuhkan satu hari penuh sehingga dipastikan dapat mengganggu aktivitas perusahaan.

Dengan berbagai keuntungan yang telah dirakan itu, James yang juga merupakan ketua asosiasi pengusaha Taiwan di Batam atau Batam Taiwan Business Club (BTBC) ini mengaku kerap menyarankan pengusaha asal Taiwan lainnya untuk beralih ke gas bumi.

Sektor usaha komersil juga merasakan bagimana penggunaan gas bumi PGN mampu memangkas biaya operasional hingga 40 persen lebih. Hal ini dibenarkan pengelola restoran Salero Basamo di komplek pertokoan Puri Legenda, Batamcenter.

Rumah makan masakan padang ini sebelumnya menggunakan gas LPG kemasan 50 kilogram untuk memasak. Dalam sebulan, biasanya mereka menghabiskan puluhan tabung dengan estimasi biaya mencapai Rp 8 juta per bulan.

Namun sejak beberapa tahun terakhir, restoran tersebut mengganti tabung gas dengan gas alam PGN. Hasilnya, dalam sebulan mereka hanya menghabiskan sekitar Rp 4 juta hingga Rp 4,5 juta untuk membayar tagihan gas PGN.

“Jauh lebih hemat. Sangat menguntungkan bagi pengusaha restoran seperti kami,” kata Rinawati, kasir di restoran tersebut, Selasa (7/11). (Suparman)

Tiwul dan Gatot Digemari Warga Multietnis

0
Yani mempersiapkan jajanan khas pasar tiwul dan gatot untuk pelanggannya. Selasa (8/11). F. Faradilla/Batam Pos.

batampos.co.idSiapa bilang, tidak ada tiwul dan gatot di Tanjungpinang. Dua kudapan khas Jawa ini justru sudah bertahan lebih dari dua dekade lamanya.

Siapapun paham, tiwul dan gatot bukan kuliner khas Tanah Melayu. Dua khazanah olahan singkong atau ubi kayu ini masyhur di Tanah Jawa. Namun, bukan berarti di sini sama sekali tidak ada. Malah, di Tanjungpinang, tiwul dan gatot sudah eksis dan dinikmati lebih dari 20 tahun lamanya.

Sepintas, begitulah penuturan Yani. Saban pagi sebelum matahari meninggi, perempuan ini dengan telaten menjaga lapak jualan tiwul dan gatot di lorong pintu masuk Pasar Baru Tanjungpinang. Sebagaimana di Jawa, makanan yang mengandung karbohidrat tinggi ini memang acap dikudap sebagai menu sarapan, cocok sebagai pengganti nasi. Kandungan karbohidrat singkong dari olahan tiwul dan gatot ini cukup tinggi. Karena itulah, pagi menjadi waktu paling tepat bagi Yani menemui para pelanggannya.

Pelanggannya para penduduk etnis Jawa saja? Tidak. “Orang sini (Melayu, red), orang Padang dan Tionghoa pun ada juga langganan di sini,” ujar wanita berjilbab ini.

Tiwul dan gatot yang ia jual memang telah dikenal sejak lama. Yani yang merupakan penerus dari usaha milik ibu mertuanya ini. Seingatannya, dua dekade telah berlangsung aktivitas jual tiwul dan gatot di Pasar Tanjungpinang ini.

“Ada pelanggan ibu-ibu malah bilang dari bapaknya masih muda, udah beli gatot di sini sama mbah,” ujarnya.

Lokasi jualan Yani yang strategis memang membuat lapak jualannya mudah ditemukan saban pagi. Kemarin, ada berbagai orang multietnis terlihat mengantre di sana. Berbaris meriungi Yani, yang kedua tangannya meracik tiwul dan gatot beralaskan daun pisang itu.

Tak jarang, kepada para pelanggan barunya, Yani menjelaskan bahwasanya jajanannya itu sama-sama berbahandasarkan ubi kayu alias singkong. Yang membedakan satu sama lain adalah cara mengolahnya.

Untuk mengolah tiwul, beber Yani, potongan ubi diserut lalu dijemur hingga benar-benar kering. Lalu ditumbuk barulah diayak. Sementara mengolah gatot, bahan dasar ubi dijemur hingga menghitam.

“Kalau yang gatot teksturnya kenyal, kalau tiwul mirip nasi,” terang Yani sembari menyendokkan gatot ke atas kertas coklat di tangan kirinya.

Memakan gatot dan tiwul membutuhkan satu pendamping wajibnya, yakni kelapa parut. Tak lengkap rasanya jika tiwul atau pun gatot tak berdampingan dengan parutan kelapa ini.(aya)

ngeTweet, Kini, Bisa Sampai 280 Karakter

0
Ilustrasi: Twitter (Independent.co.uk)

batampos.co.id – Main, twitter kini makin asyik….

Kini pengguna jejaring sosial itu dapat menuliskan hingga 280 karakter di kolom tweet mereka.

Artinya, karakter di Twitter bertambah dua kali lipat.

Keputusan ini tentu tidak sembarang diambil. Perusahan rintisan Jack Dorsey itu sebelumnya telah melakukan uji coba kepada sebagian penggunanya. Mereka diberi kebebasan untuk menulis sepanjang 280 karakter.

Twitter menyebut bahwa secara historis, 6,9 persen Tweet dalam bahasa Indonesia mencapai batas saat hanya ada 140 karakter. Hal ini menunjukkan bahwa ada tantangan untuk mengekspresikan pemikiran pengguna ke dalam Tweet. Mereka sering kali menghabiskan banyak waktu untuk mengedit, bahkan terkadang meninggalkan Twitter sebelum cuitannya di-posting. Namun dengan 280 karakter, persentase tersebut turun menjadi 1 persen.
Twitter 280 karakter

Ilustrasi: Twitter (Independent.co.uk)

“Pada saat melakukan percobaan, jarang sekali ada Tweet yang mendekati batas karakter. Ini berarti pengguna menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengedit Tweet mereka di-composer,” kata Aliza Rozen, Product Manager Twitter dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Rabu (8/11).

“Ini juga menunjukkan bahwa lebih banyak karakter mempermudah orang mengekspresikan pemikiran mereka dalam sebuah tweet. Jadi mereka dapat mengatakan apa yang ingin mereka katakan, dan mengirim Tweet lebih cepat dari sebelumnya,” sambungnya.

Pihak Twitter menambahkan, awalnya banyak dari pengguna khawatir bahwa timeline Twitter akan terus berisi orang-orang yang mencuit dengan 280 karakter. Orang-orang dengan batas baru tersebut akan selalu menggunakan seluruh karakter yang disediakan. Tapi hal itu tidak terjadi.

Dari data yang ada hanya 5 persen tweet yang dicuitkan memiliki lebih dari 140 karakter dan hanya 2 persen yang memiliki lebih dari 190 karakter. Akibatnya pengalaman pengguna di linimasa tidak akan berubah secara signifikan.

Pengguna masih akan melihat orang-orang di liniamasa mencuit dengan jumlah tweet yang kurang lebih sama. Sebagai referensi, di linimasa, cuitan dengan gambar atau jajak pendapat biasanya mengambil lebih banyak ruang daripada cuitan dengan 190 karakter.

Selain lebih banyak mencuit, pengguna dengan batas 280 karakter bisa meraih engagement yakni Likes, Retweets, @mentions yang lebih tinggi, mendapat lebih banyak follower, dan menghabiskan lebih banyak waktu di Twitter.

“Pengguna yang ikut serta dalam percobaan 280 karakter menyebutkan bahwa batas karakter yang lebih banyak membuat mereka merasa lebih puas dengan cara mengekspresikan diri di Twitter, menemukan konten menarik dan Twitter secara keseluruhan,” tutup Aliza Rozen. (ded/ce1/JPC)

Bobby Nasution – Kahiyang Ayu Sah menjadi Suami – Istri

0
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution menjalani ijab qobul di gedung Graha Saba Buana, Rabu (8/11). (Ari Purnomo/Jawapos.com)

batampos.co.id – Keduanya menjalani prosesi ijab kabul di gedung Graha Saba, Rabu (8/11).

Prosesi ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Bertindak sebagai petugas pencatat nikah adalah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Solo, Basir.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih menikahkan putrinya sendiri. Sembari bersalaman dengan Jokowi, Bobby sangat lancar dan hanya satu tarikan nafas saat menjawab ijab kabul.

Prosesi ijab kabul berlangsung lebih kurang 20 menit. Setelah rampung prosesi ijab, Kahiyang Ayu-Bobby Nasution menuju pelaminan. Selanjutnya keduanya saling bertukar cicin.

Sebelum prosesi ijab kabul dilaksanakan, kedua mempelai mendapatkan wejangan dari Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj yang ditunjuk untuk memberikan khotbah nikah.

Pada kesempatan tersebut, Said menjelaskan bahwa menikah adalah ibadah yang harus disertai dengan syariat. Akad adalah syariat dan lainnya adalah budaya.

“Rumah tangga yang mewah tidak ada jika tidak ada ketenangan (sakinah),” jelasnya.

Presiden Jokowi di gedung Graha Saba Buana untuk menikahkan sendiri putrinya, Kahiyang dengan Bobby (Ari Purnomo/Jawapos.com)

Ketenangan, lanjut Said, ada di dalam hati orang yang beriman, sedangkan untuk sakinah adalah sebuah kasih sayang yang imbal balik. Perjodohan ini juga merupakan rahasia Allah, sebagaimana nasib seseorang.

Said mengungkapkan, istri adalah pakaian untuk suami dan suami adalah pakaian untuk istri.

“Jadi keduanya harus saling menutupi kekuarangan masing-masing. Jangan sampai keduanya justru menceritakan kekurangan dari pasangannya kepada orang lain,” terangnya.

Karena jika hal itu terjadi, maka ini sudah menjadi awal dari ketidakharmonisan sebuah rumah tangga.

“Jadi keduanya harus menjaga,” pesan Said. (apl/ce1/JPC)

Offroad Menembus Hutan Pinus di Desa Wisata Nglinggo

0

Anda harus mencoba sensasi wisata yang ditawarkan Nglinggo Adventure Hill, operator offroad di Rimbono Homestay yang berada di Desa Wisata Nglinggo, Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Pilihan paketnya beragam.

Mulai dari rute pendek ke Bukit Ngisis. Dari sana wisatawan akan diajak menikmati hamparan kebun teh dengan harga Rp 200 ribu per jeep berisi 3 orang. Rute sedang dengan jarak tempuh selama 2-4 jam, kisaran harga Rp 500 ribu. Sedangkan rute panjang jarak tempuh antara 4-6 jam dengan harga Rp 700 ribu. Serta paket ekstrem menyusuri hutan pinus seharian.

Karakteristik trek offroadnya sendiri dijamin seru. Mulanya jeep masuk menyusuri hutan dengan jalur seukuran badan mobil saja, lalu bertemu dengan tanjakan tujuh, tanjakan dengan bentuk seperti angka tujuh.

Setelah melintas tanjakan tujuh, lalu mobil melintas dengan trek miring yang membuat anda sudah pasti berpegangan erat. Ada juga tanjakan patriot yang memiliki sudut kemiringan 45 derajat.

Tidak hanya itu, selanjutnya anda akan melewati turunan Pasrah. Disebut turunan pasrah, karena jika musim hujan sudah pasti licin dan harus pasrah menyerahkannya kepada pengemudi.

Pemilik Rimbono Homestay yang juga Koordinator Pemasaran Desa Wisata Nglinggo, Melkey Binaro mengatakan, trek ini mulai dibuka pada awal tahun 2014. Awalnya trek ini hanya digunakan oleh para pecinta olahgara offroad.

“Tapi kebetulan banyak tamu yang menginap dan ingin mencoba, akhirnya mereka menyebarkannya lewat media sosial. Dari situ terus berkembang sampai akhirnya resmi dipergunakan untuk wisata sejak 2015,” ujar Melkey.

Ia pun berharap seiring dengan rencana pemerintah daerah membuka jalur Bukit Menoreh, akan semakin banyak masyarakat yang turut serta menghidupkan atraksi wisata ini.

“Harapan kedepannya mobil jeep tidak perlu mengundang dari tempat lain. Pemuda-pemuda desa di sini bisa mengambil jeep sendiri. Syukur-syukur pemerintah mau memfasilitasi supaya pemuda dan masyarakat di sini bisa lebih mandiri,” kata dia.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo saat menyambut rombongan Press Tour Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) beberapa waktu lalu mengatakan, jalur Bedah Menoreh akan memiliki panjang 60 kilometer. Menjadi salah satu akses menuju destinasi prioritas pariwisata, Candi Borobudur dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Jalur yang membelah perbukitan menoreh (Bedah Menoreh) sudah dilakukan sejak tahun 2016 kini baru selesai sepanjang sembilan kilometer,” ujar Sutedjo.

Sutedjo mengatakan, nantinya tidak hanya warga Kulon Progo yang akan menikmati jalur Bedah Menoreh. Warga yang dilintasi jalur ini juga bisa memanfaatkannya dengan membuat atraksi wisata di daerahnya.

“Jalur Bedah Menoreh tersebut akan menyentuh desa-desa yang terdapat obyek wisata. Antara lain ada Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Goa Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, Sendang Sono, hingga Samigaluh,” katanya.

Kepala Dukuh Nglinggo Barat, Kecamatan Samigaluh, Teguh Kumoro mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan keberadaan jalur Bedah Menoreh. Ia menyebut akses tersebut akan melintasi desanya sehingga bisa meningkatkan jumlah kunjungan ke kawasan desa wisata Nglinggo.

“Warga sangat atusias, tentunya diuntungkan dengan jalur tersebut. Untuk itu kami terus membenahi serta memperbaiki sarana dan prasarana pendukung Di desa wisata Nglinggo, khususnya atraksi serta infrastruktur,” katanya.

Teguh juga menyebut, saat ini desa wisata Nglinggo terus berbenah. Berbagai atraksi terus dipersiapkan bagi wisatawan. Seperti belajar tari Lengger, melihat proses pembuatan teh hingga pembuatan kopi.

“Bagi wisatawan yang live in di homestay, bisa belajar membuat teh dan kopi mulai dari cara memetik hingga dihidangkan. Juga belajar nari Lengger sekaligus ikut pementasan,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kehadiran komunitas dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerahnya. Selama ini detak wisata di Yogyakarta tidak pernah mati, juga salah satunya berkat kegigihan dari masyarakat dan komunitas.

“Peran masyarakat sungguh luar biasa, inisiatif masyarakat sekitar muncul dan jenis–jenis pariwisata yang di tawarkan semakin beragam mulai dari wisata alam, budaya hingga sejarah,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk itu ia mendorong pemerintah setempat untuk dapat memberi perhatian dan mensupport. Kemenpar sendiri akan mendukung pemerintah daerah yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan.

“Pengembangan inovasi serta kreativitas untuk menunjang ragam destinasi serta acara wisata tidak perlu meniru daerah lain, melainkan mengacu pada potensi alam serta budaya yang dimiliki Yogyakarta,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)