batampos.co.id – Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas usulkan pemecatan terhadap delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung kasus pidana korupsi.
Delapan pegawai yang dimaksud yakni Yuri Dextarius (Dinkes), Syarifuddin (Dinkes), Willy Indra (Sekretariat Pemkab Anambas), Surya Darma Putra (PU), Said Damri (Mantan Kadinkes), Effian (Bapepda), dr Tajri (Dinkes), dan Raja Ishak (Kepala Dinas Pariwisata).
Yuri Dextarius, Syarifuddin dan Said Moh Damri tersandung kasus korupsi pengadaan BBM, sevice dan sparepart puskesmas keliling.
Willy Indra, Surya Darma dan Effian tersandung kasus korupsi infrastruktur daerah, dr Tajri kasus korupsi alkes, dan Raja Ishak tersandung kasus DED fiktif. Syarifuddin, Surya Darma Putra, sudah dinyatakan bebas dan sekarang sudah kembali bekerja di Lingkungan Pemkab Anambas.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kepulauan Anambas Linda Maryati, mengatakan, pihaknya sedang melengkapi berkas sebagai dasar pemecatan. Lalu akan diusulkan kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas. “Jadi nanti akan diusulkan ke Bupati dan kami akan melampirkan putusan pengadilan terkait vonis sebagai dasar pemecatan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/11).
Menurutnya, hal tersebut merunut pada UU ASN nomor 5 tahun 2014 pasal 87 ayat 4d. PNS (sekarang ASN, red) diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana.
“Tidak hanya UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, kita juga merunut pada PP 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil (PNS). Jadi setiap pegawai yang tersandung kasus korupsi, baik itu berencana dan penyalahgunaan wewenang tidak ada ampun,” ujarnya.
Linda mengakui, BKPSDM akan mulai menerapkan kedisiplinan bagi pegawai yang melanggar aturan dan perundang-undangan. Menurutnya, kebijakan itu untuk mempertegas kepada pegawai agar tidak menyalahgunakan wewenang dan melakukan korupsi. “Memang selama ini belum ada penetapan terkait pemecatan. Tetapi mau tidak mau kami harus menjalankan aturan yang sudah tertera dalam undang-undang,” katanya. (sya)
Pengurusan paspor kali ini tak seperti biasa. Riuh gelak tawa terdengar. Suasana riang ini memenuhi ruangan 3 X 5, yang biasanya jadi ruang rapat Batam Pos. Ruangan inilah menjadi booth imigrasi sementara waktu. Terlihat dua petugas foto paspor Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, dengan telaten dan sabar mengarahkan para pemohon yang semuanya karyawan Batam Pos serta keluarganya.
“Anak-anak dulu yah, yang foto,” kata petugas imigrasi, Edo Gita Bagaskara.
Edo membedakan perlakuan dalam melayani anak-anak dengan orang dewasa. Dengan anak-anak Gita berusaha ceria, senyum dan mencandai anak-anak itu. Hal ini dilakukan, agar anak-anak itu mau lihat kamera saat di foto.
Begitu bunyi ckrekkk, beberapa anak langsung pergi dari tempat foto. Pemuda yang baru satu tahun tugas di Batam hanya tersenyum-senyum melihat tingkah anak-anak itu. Sembari membantu anak yang difoto tadi melakukan sidik jari digital, ia mengatakan perlu banyak waktu untuk melakukan proses biometrik ke anak-anak.
“Makanya anak-anak kami dahulukan,” ujarnya.
Ia mengatakan mengatur orang dewasa tak terlalu susah. Karena bakal nurut, kalau diminta melihat kamera atau sidik jari. “Tapi kalau anak-anak, susah-susah gampang,” katanya sembari tersenyum.
Edo menuturkan bahwa harus memiliki trik-trik khusus, agar anak-anak tersebut bisa melaksanakan proses foto ini hingga selesai. “Kalau untuk bayi, kami harus bersabar menunggu mata mereka menatap kamera,” ungkapnya.
Proses biometrik dilakukan petugas imigrasi kali ini. Tak sama dengan di Kantor Imigrasi. Biasanya satu persatu masuk ke dalam ruangan. Tapi kali ini dalam satu ruangan, hampir belasan orang. Tak hanya yang sedang memohon pembuatan paspor. Tapi yang tak mengurus pasporpun ikut melihat proses ini.
Hal ini terasa sangat menarik dan unik bagi mereka. Karena baru kali ini, adanya pembuatan paspor “jemput bola”. Bukan pemohon yang mendatangi Kantor Imigrasi. Tapi petugas imigrasi yang mendatangi pemohonnya.
Proses biometrik ini, disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto. Ia mengatakan ini adalah terobosan terbarunya. Dulunya program ini untuk manula, atau yang sedang sakit. Sehingga tak bisa datang ke kantor imigrasi, untuk menjalani proses pembuatan paspor.
“Tapi saat saya baru menjabat sebagai Kepala Kantor di sini, saya melihat antusias warga mengurus paspor cukup tinggi,” ucapnya.
Sehingga terbersitlah, ide untuk menjalankan pembuatan paspor “jemput bola”. Ia mengatakan syarat untuk mendapatkan pelayanan perekaman dan pembuatan paspor jemput bola ini, minimal jumlah yang mengajukan paspor di satu perusahaan atau instansi pemerintah sebanyak 50 orang.
Perusahaan tersebut terlebih dahulu harus melengkapi data serta dokumen pembuatan atau perpanjangan paspor. Dokumen itu semua nantinya, diantar ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, beserta sepucuk surat.
“Surat permintaan resmi untuk mendapatkan layanan paspor mobile. Tapi tentunya tak bisa serta merta langsung kami datang. Permohonan itu kami verifikasi terlebih dahulu,” ucapnya.
Edo Gita Bagaskara (tengah) dan Nazer Zulkifli merekam data karyawan dan keluarga Batam Pos di Redaksi Batam Pos, Senin (20/11). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos
Lucky mengatakan tahapan verifikasi ini, dirinya sendiri yang menentukan. Apakah perusahaan atau instansi ini bisa mendapatkan layanan paspor mobile ini.
Dengan adanya program ini, ia berharap dapat mengurangi tumpukan pemohon di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam. “Harapannya begitu,” ungkapnya.
Pelayanan paspor jemput bola ini, disambut baik oleh seluruh karyawan Batam Pos. Yashinta, wartawati Batam Pos terlihat jemari berdansa diatas keyboard. Sekali-sekali kepalanya menyembul disela-sela komputer, untuk mendengarkan apakah namanya sudah dipanggil atau belum. Namun belum jua, terdengar ada yang memanggil namanya. Wanita yang baru saja bersuami itu, kembali fokus menetap layar komputer.
Hal yang sama juga, dilakukan oleh Adiansyah. Wartawan yang sehari-hari pos di Pemko Batam ini. Sembari mengetik hasil berita didapatnya hari, ia melihat-lihat ke arah pintu ruang rapat.
“Siapa tahu namaku disebut,” ucapnya.
Saat ditanya soal pelayanan paspor Imigrasi Batam ini. Pemuda kelahiran 26 tahun yang lalu itu, dengan mengancungkan dua jempolnya. “Mantap,” ujarnya dengan semangat.
Baru kali ini, ia merasakan pelayanan jemput bola. “Baiknya instansi lain juga menirukan program ini. Bagus dan pelayanan maksimal,” tuturnya.
Begitu mau berkomentar lebih lanjut. Terdengar panggillan namanya. Sehingga ia dengan cepat berlari arah sumber suara. “Akhirnyaa,” ucapnya singkat.
Hampir seluruh karyawan Batam Pos, mengapresiasi pelayanan jemput bola ini.
Cukup lama juga waktu yang dibutuhkan petugas imigrasi Batam, untuk menyelesaikan proses biometrik. Sekitar 4,5 jam, waktu yang mereka habiskan untuk merekam data foto dan sidik jari.
“Kalau di kantor juga sama Mas, sampai jam segini juga kami balik,” kata Nazer, yang menjadi tandem Edo dalam proses biometrik kali ini.
Tapi walau beitu, ada kepuasan di wajah kedua pemuda. Mereka sangat senang, bisa melayani masyarakat.
Pelayanan paspor jemput bola ini, sudah dilakukan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam. Sebelumnya mereka sudah melakukan perekaman di sekolah prestasi, dan global. Di Sekolah Global ada sebanyak 70 orang anak-anak yang mengurus paspor.
Kasi Perizinan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Hari mengatakan antusiasme instansi, sekolah, lembaga, hotel, sangat tinggi dengan program baru ini. Sehingga setiap harinya, selalu saja surat permohonan untuk mendapatkan layanan paspor mobile ini. “Ini sudah ada beberapa tempat yang menanti, Novotel, SMP Al Azhar, SMA 5,” ungkapnya.
Ia mengatakan Lucky sosok pimpinan yang menunjukan rasa kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Sehingga bisa melahirkan terobosan-terobosan baru, yang disenangi masyarakat. “Pendekatan dan kepedulianya ke masyarakat patur diancungi jempol,” ujarnya. (Fiska Juanda)
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (kiri) berjabat tangan dengan Walikota Batam Muhhamad Rudi F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam diminta segera membicarakan lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan drainase diberikan ke Pemko Batam. Harapan ini seiring rencana Pemko Batam menangani masalah banjir di Batam.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, hingga kini belum ada informasi terbaru dari BP Batam terkait harapan tersebut. Ia mengungkapakn, pembukaan lahan untuk drainase saat ini tak sepenuhnya tanah milik pemerintah.
“Hari ini yang saya buka kan sementara itu, milik orang semua, pemerintah hanya satu hingga dua meter, kita buka sampai ada yang 8 meter, 10 meter hingga 50 meter,” papar Rudi, kemarin.
Menurutnya kewenangan soal lahan bukan pada Pemerintah Daerah (Pemda) namun di BP Batam. Untuk itu, ia berharap BP Batam yang kini dipimpin Lukita Dinarsyah Tuwo dapat merespon cepat keinginan Pemko Batam tersebut. Termasuk lahan yang sudah dialokasikan swasta dan diperlukan untuk pengembangan drainase.
“Kalau kami butuh lima meter, kasih lebih tujuh hingga delapan meter atau lebih,” harap Rudi.
Ia juga menyampaikan keinginannya agar ada satu lokasi penampungan air buangan (banjir) di Batam. Lagi-lagi, rencana ini perlu lahan khusus. Kini yang terjadi air buangan langsung ke laut.
“Ini kalau boleh, nanti airnya kan bisa diolah, ini lagi-lagi di Pak Lukita. Beliau siapkan lahan, kami yang bekerja,” ucapnya.
Ia mengklaim Pemko Batam telah memiliki desain, namun belum bisa disampaikan hingga ada keputusan soal lahan. Secara umu, ia berharap lahan yang diberikan BP Batam kelak sesuai dengan rencana pembangunan oleh Pemko Batam.
“Yang penampungan tadi memang butuh daerah yang rendah. Tapi yang lain disesuiakn, jangan di lembah atau bukit,”pungkasnya. (cr13)
Murid SD negeri 004 Meral Barat sedang membaca buku dari perpustakaan keliling yang dibawa Babinkamtibmas. F. Sandi/Batam Pos.
batampos.co.id – Bhabinkamtibmas Polsek Meral yang bertugas di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat kemarin (20/11) pukul 09.30 WIB mendatangi SDN 004 dengan membawa puluhan buku untuk dibaca oleh anak-anak di sekolah tersebut.
“Bhabinkamtibmas kita kita siapkan untuk menjadi perpustakaan keliling. Artinya, selain bertugas untuk meningkatkan silaturahmi di wilayah Kecamatan Meral Barat juga di sepeda motor yang selalu dibawa dilengkapi dengan puluhan buku bermacam-macam judul. Hal ini tjuannya, agar sekali-sekali singgah di sekolah dasar dan buku yang dibawa dapat dibaca oleh anak-anak,” ujar Kapolsek Meral, AKP Syaiful Badawi.
Buku-buku tersebut diharapkan bisa menambah ilmu pengetahuan. Misalnya, buku cerita tentang sejarah Indonesia, pendidikan bahasa Indonesia dan yang lainnya. Syaiful berharap gemar membaca terpupuk sejak usia dini.
“Yakni, anak-anak sejak usia dini untuk gemar membaca. Artinya, anak-anak kita yang masih usia dini tidak hanya kenal dengan gadget pada zaman yang sudah serbah canggih sekarang. Buku jangan ditinggalkan. Memang, dengan gadget juga bisa menambah ilmu pengetahuan, tapi jika digunakan secara benar. Tapi, tidak semua hal bisa didapat dari gadget,” jelasnya.
Kegiatan perpustakaan keliling ini, lanjut Syaiful, bukan baru pertama kali dilakukan oleh Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kecamatan Meral Barat. Namun, sudha beberapa kali dilakukan di sekolah tingkat SD yang ada di wilayah kerja seorang Bhabinkamtibmas. Hal ini juga sejalan dengan program Promoter Kapolri yang menginginkan seorang polisi itu harus mampu melaksanakan berbagai kegiatan positif di mana ditempatkan. (san)
bartampos.co.id – Setelah resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (19/11) malam, Setya Novanto meninggalkan dua jabatan penting. Yakni Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar. Kini, dua posisi tersebut menjadi ‘rebutan’ para kader partai berlambang pohon beringin itu.
Untuk jabatan Ketua Umum, Novanto telah mengambil haknya dengan menunjuk Sekretaris Jenderal Idrus Marham sebagai Plt Ketum Golkar.
Namun jabatan Plt Ketum Golkar ini masih akan dibahas dalam rapat pleno Partai Golkar yang rencananya akan digelar hari ini, Selasa (21/11).
”Tadi pagi (kemarin, red) Idrus ke rumah saya, menyampaikan itu kepada saya,” ujar Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, di kantor DPP Partai Golkar, Senin (20/11).
Agung menyebut bahwa Idrus tidak menunjukkan surat penunjukan itu kepada dirinya. Namun, dirinya meyakini pada saat pleno nanti Idrus akan menyampaikan sikap dari Novanto itu.
”Kami mendukung keputusan Ketum Golkar atas saudara Idrus,” ujarnya.
Hanya saja, Dewan Pakar Golkar sedikit berbeda dengan Novanto soal posisi Sekjen yang bakal ditinggal oleh Idrus jika benar menjadi Plt Ketum. Novanto telah menunjuk Ketua Bidang Eksekutif dan Legislatif Yahya Zaini sebagai Sekjen. Namun Dewan Pakar juga merekomendasikan tiga nama lain, yakni Agus Gumiwang Kartasasmita, Lamhot Sinaga, atau Sarmuji.
”Kami nilai Pak Yahya sudah mendapat tugas untuk persiapan pemilu, itu jauh lebih berat,” kata Agung terkait pertimbangan menolak Yahya.
Penetapan Plt Ketum, lanjut Agung, diharapkan bisa merumuskan langkah-langkah strategis. Agung berharap Plt Ketum bisa segera melakukan konsolidasi partai mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa Munaslub). Ini menngingat posisi Plt Ketum tidak memiliki kuasa seperti Ketum yang definitif. ”Kami harap bisa digelar paling lambat akhir Desember,” ujarnya.
Sementara untuk Ketua DPR, Agung menyebut Golkar memiliki hak penuh untuk menunjuk kadernya menggantikan Novanto. Namun saat ini hal itu belum dipikirkan. ”Itu belum jadi fokus kami,” ujarnya.
Penunjukan Idrus sebagai Plt Ketum Golkar masih menuai pro-kontra di internal Golkar. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I (Jawa-Sumatera) Nusron Wahid menyatakan, siapapun bisa menjadi Plt Ketum, asalkan mendapat persetujuan dalam pleno Partai Golkar nanti.
”Belum tentu (Idrus), bisa Ketua Harian (Nurdin Halid), bisa Sekjen, bisa juga Airlangga (Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, red),” kata Nusron.
Menurut Nusron, sebelum menunjuk Plt Ketum, pleno Partai Golkar harus membahas isu yang tak kalah penting. Pleno harus mengetok palu keputusan untuk menonaktifkan Novanto dari jabatan Ketum terlebih dahulu.
Baru setelah itu, kata Nusron, pleno menetapkan pimpinan sementara atau Plt Ketum Golkar. Secara pribadi, Nusron melihat Airlangga lebih tepat menjadi Plt Ketum Golkar.
”Pak Airlangga itu punya peluang. Apalagi wonge bagus, habis ketemu Presiden, iya kan? Ya kalau soal itu, bagus wonge, kan njawani, kalem. Tapi semua masih proses,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Harian Golkar Nurdin Halid menegaskan secara otomatis dirinya akan menjadi ketua rapat pleno Golkar, hari ini. ”Kalau Ketua Harian sesuai AD/ART otomatis, saya besok (hari ini) hanya mengantar pleno,” kata Nurdin.
Jika forum menginginkan agenda penetapan Plt Ketum, dirinya siap untuk memimpin agenda itu. Namun, secara pribadi Nurdin cenderung akan menolak jika nantinya ada yang memintanya menjadi Plt Ketum. ”Yang pasti NH tidak berminat,” ujar cagub Golkar di pilgub Sulawesi Selatan itu.
Dukungan agar Airlangga menjadi Plt Ketum Golkar juga disampaikan Mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar yang juga Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan. “Pak Airlangga orangnya baik,” kata Luhut di Komplek Istana Kepresidenan, kemarin.
Namun Luhut mengingatkan, Golkar merupakan partai yang cukup matang untuk menentukan keputusan yang terbaik. Sehingga ia meminta pihak-pihak di luar partai tidak terlalu ikut campur.
“Biarlah Golkar berproses sendiri, jangan kita terlalu banyak nyampurin, nanti bikin suasana tidak enak,’’ lanjutnya.
Sementara itu, Airlangga Hartarto cenderung menghindar ketika disinggung mengenai rencana pleno Partai Golkar hari ini. ’’Kita Tunggu undangan pleno,” ujarnya saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, kemarin. Dia baru saja melapor kepada Presiden mngenai hasil kunjungan kerja ke Thailand baru-baru ini.
Pada bagian lain, Idrus tidak mau menjawab terkait keputusan Novanto yang menunjuk dirinya sebagai Plt Ketum. Menurut Idrus, pembahasan Plt Ketum baru akan dilakukan pada pleno yang rencananya digelar pukul 13.00 WIB hari ini. ”Silahkan nanti lihat di pleno,” kata Idrus.
Idrus menyebut bahwa dirinya sudah menghubungi sejumlah sesepuh Partai Golkar. Pada intinya, para sesepuh meminta agar segera dilakukan konsolidasi. Konsolidasi internal itu menurut Idrus juga sudah disetujui oleh Novanto, dan menjamin tidak akan menghalang-halangi proses internal Golkar yang akan terjadi.
”Ya, Pak Novanto mengikhlaskan semua sesuai dengan mekanisme yang ada dan tidak akan melakukan sesuatu yang menghambat mekanisme-mekanisme, baik di Golkar maupun DPR,” kata Idrus. (bay/byu/jpg)
batampos.co.id – Segala cara dilakukan pemerintah untuk memperkecil kegagalan pencapaian penerimaan pajak. Salah satunya, dinamisasi pajak penghasilan (Pph) pasal 25. Lewat mekanisme itu, wajib pajak (WP), terutama perusahaan, bisa mengangsur pajak lebih besar apabila keuntungannya melebihi proyeksi.
Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perpajakan Kadin Herman Juwono tidak keberatan dengan upaya pemerintah tersebut.
’’Jadi, kalau WP itu memperoleh penghasilan lebih besar, ya pajak bulanannya lebih gede lagi atau ditambahin setoran bulanannya. Jadi, kami support karena upaya tersebut bukan ijon, tapi dinamisasi,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.
PPh pasal 25 merupakan pembayaran pajak penghasilan secara angsuran per bulan. Hingga Oktober ini, penerimaan pajak baru mencapai Rp 858,05 triliun atau 66,8 persen dari target dalam APBNP 2017 sebesar Rp 1.283,6 triliun.
Pakar perpajakan Yustinus Prastowo menuturkan, upaya dinamisasi yang dilakukan pemerintah untuk menutup kekurangan penerimaan tahun ini bisa saja dilaksanakan. Dia menambahkan, sebenarnya dinamisasi merupakan istilah lama yang sering digunakan sesuai dengan Peraturan Dirjen (Perdirjen) Nomor 537 Tahun 2000.
Dengan adanya dinamisasi itu, perusahaan atau WP badan pada tahun berjalan yang labanya meningkat hingga 150 persen harus menaikkan jumlah setoran PPh bulanannya. Namun, jika labanya menurun sampai 75 persen, yang bersangkutan juga dapat mengajukan pengurangan angsuran setoran pajaknya.
’’Jadi, memang tidak menggeser pembayaran (ijon, red), tapi hanya menaikkan (atau menurunkan) setoran pada bulan-bulan berjalan. Cara itu sangat mungkin efektif untuk menggenjot penerimaan, apalagi setoran di kantor-kantor pajak besar tersebut bisa sampai Rp 30 triliun. Itu bisa mengurangi gap,’’ jelasnya kemarin.
Direktur eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) tersebut melanjutkan, yang menjadi pertanyaan adalah mulai kapan pemerintah melakukan upaya dinamisasi PPh pasal 25 itu. Sebab, setidaknya penyampaian adanya perubahan setoran PPh kepada WP terkait dilakukan minimal tiga bulan sebelum dirinya menyetor dengan tarif baru. Sebab, setelah tiga bulan, baru bisa tecermin kinerja perusahaan tersebut.
“Kalau memang ada upaya dinamisasi, seharusnya dari kemarin-kemarin Ditjen Pajak mengirimkan surat pemberitahuan kepada WP yang bersangkutan. Setidaknya mulai Oktober ini, jadi Desember dia membayar dengan tarif baru,” tuturnya. Jika pemberitahuan terlambat, dinamisasi itu tak akan berdampak.
Sebelumnya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menekankan bahwa pemerintah tidak melakukan ijon, tapi dinamisasi tarif PPh pasal 25. Dia tidak menyebutkan secara pasti kapan upaya dinamisasi tersebut dilakukan. Dia hanya menyatakan bahwa upaya dinamisasi itu biasanya dimulai pada Juli.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati juga menekankan, dalam pengumpulan penerimaan pajak yang semakin mendekati batas akhir, pihaknya akan melakukan identifikasi data WP. Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak memberlakukan sistem ijon untuk menggenjot penerimaan pajak hingga akhir tahun ini. Identifikasi berasal dari sejumlah data, termasuk amnesti pajak.
“Kami kenali potensi penerimaan pajak yang memang selama ini teridentifikasi tapi tidak terkoleksi. Jadi, saya tidak melakukan ijon,” imbuhnya. (ken/c22/sof/jpg)
Warga mengabadikan kejadian angin puting beliung yang terjadi di Pulau Bouw, Tanjunguban, Senin (20/11). F. Idha untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Warga Pelantar Kampung Mentigi, Tanjunguban berhamburan ke luar rumah setelah melihat angin puting beliung di Pulau Bouw, Senin (20/11). Mereka takut tempat tinggal mereka tersapu angin yang cukup besar tersebut.
“Pusaran angin puting beliung cukup besar dan kuat, kami yang tinggal
di dekat pelantar nelayan kampung mentigi berhamburan keluar dari
rumah dan menyaksikan angin puting beliung itu,” kata seorang nelayan
bernama Amran, kemarin siang.
Namun kekhawatiran warga sirna setelah lebih dari 10 menit berputar di langit pulau Bouw, Lobam itu langsung menghilang. “Tiba-tiba anginnya menghilang di langit Pulau Bouw,” katanya.
Warga lainnya, Idha melihat pusaran angin puting beliung dari jauh. Waktu itu ia berada di salah satu kedai kopi tak jauh dari pelabuhan. “Tak berani keluar, apalagi waktu itu hujan deras diiringi suara deru angin dan petir yang sangat keras,” kata bapak dua anak
ini.
Camat Bintan utara Azwar ketika dihubungi batam pos mengakui kejadian
itu. Untungnya kejadian itu tidak sampai ke pemukiman warga di Tanjunguban. (cr21)
Lemari penghargaan Batam Pos makin sesak. Beragam award silih ganti berdatangan. Baik untuk individu maupun antarperusahaan media.
Empat bulan menjabat sebagai General Manager (GM) Batam Pos, saya semringah. Media ini dihuni oleh orang-orang hebat. Punya kualitas, pekerja keras, dan cerdas.
Memimpin raksasa media sekelas Batam Pos tidaklah mudah. Penuh tantangan. Banyak faktor X. Yang paling kentara adalah persaingan antarmedia dan gempuran online.
Namun dengan keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, membuat semuanya terasa mudah. Teamwork menjadi modal utama.
Buktinya ya itu tadi. Deretan penghargaan yang terus berdatangan.
Sejak saya memimpin koran dengan tagline “Pertama, Terbesar, Terpercaya” ini, beragam penghargaan bergengsi berhasil diraih. Di bidang jurnalistik, kami berhasil menyabet Best Five Headline JPG Award, kemudian yang terbaru “merajai” Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2017–juara foto Kategori Pilihan Dewan Juri atas nama Dalil Harahap, sedangkan wartawan Batam Pos atas nama Suparman meraih Juara I karya tulis untuk kategori Feature Media Cetak.
Tak hanya di bidang jurnalistik, di dunia olahraga pun Batam Pos unjuk gigi. Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya sejak sembilan kali ikut ambil bagian, Batam Pos menjadi juara Turnamen Futsal Media Bright PLN Batam 2017.
Penghargaan itu dihitung sejak saya memimpin. Namun, ketika ditarik ke belakang, penghargaan yang diraih Batam Pos sudah sangat banyak. Lebih banyak. Sampai saya tidak bisa menghitungnya. Termasuk di antaranya gold winner di ajang Indonesia Print Media Award (IPMA) hingga Indonesia Young Readers Award (IYRA).
Dari generasi ke generasi, Batam Pos selalu menyabet penghargaan. Semua yang terpampang di lemari piala menjadi bukti sahih bahwa Batam Pos memang dahsyat.
Wajar saja jika media yang diterbitkan oleh PT Sijori Interbintana Pers itu menjadi the real market leader newspaper di Kepulauan Riau (Kepri). Mengalahkan para kompetitor lainnya.
Tak sekadar meraih penghargaan. Kebesaran Batam Pos juga bisa dilihat dari berbagai event yang digelar. Kalau sudah Batam Pos yang bikin acara, pesertanya pasti membeludak. Pokoknya tidak mengecewakan.
Sejak Departemen Event Organizer (EO) dibentuk 1 September 2017, beragam event bergengsi digelar. Tamunya pun tidak main-main.
Wajar jika event Batam Pos selalu dianggap terspektakuler, terheboh, dan terbesar. Meski masih seumur jagung, lihat kiprah tim EO Batam Pos berikut ini.
Pertama, Aerobic Competition & Zumba Fitness Party. Bahkan, Bapak Zumba Indonesia, Junko untuk pertama kalinya datang ke Batam. Disusul coaching clinic bersama pelatih fenomenal Indonesia, Indra Sjafri.
Event lainnya yang bikin heboh adalah Batam Pos Auto Show. Diler berbagai mobil ambil bagian. Event itu sekaligus bukti bahwa Batam Pos terus berupaya memberi spirit di tengah buruknya ekonomi.
Tak sampai di situ. Di saat bersamaan juga digelar Kejurnas Rally Wisata. Event itu digelar dengan menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Yang terbaru tentu saja Batam Fun Adventure bekerja sama dengan Nuvasa Bay, Sea Forest Adventure, dan Palm Springs Golf & Country Club, serta didukung JNE Express, Batam FM, RS Awal Bros Batam, Best Western Premier Hotel, Sanford Mineral Water, Honda, Entrasol, PT Forisa Nusapersada (Forisa), Celebrity Fitness dan lainnya.
Kenapa Batam Pos begitu digdaya? Untuk menjawabnya, biarlah pihak independen yang menjelaskan. Survei sudah menegaskan bahwa Batam Pos paling besar.
Menurut survei Nielsen Media Riset, Batam Pos merupakan koran terpopuler dan terbesar di Batam. Survei itu dihelat Mei-Juni 2017.
Pembaca Batam Pos mencapai 223.536 orang sehari. Unggul dari media-media lain, baik grup maupun kompetitor.
Di bawah Batam Pos, bercokol Posmetro Batam dibaca 216.817 orang, disusul Tribun Batam (197.573), Koran Sindo (126.595), Haluan Kepri (75.063), Tanjungpinang Pos (32.665), serta Kompas (905).
Tak hanya paling banyak dibaca. Batam Pos juga menjadi koran paling populer di Batam. Total awareness Batam Pos mencapai 98 persen. Lagi-lagi unggul telak dari media lain.
Awareness sering dikatakan sebagai kesadaran merek. Berkaitan dengan ingatan merek di benak konsumen. Karenanya, awareness dari sebuah merek atau produk memiliki arti sangat penting bagi produsen selaku pemilik merek. Karena sebagian besar konsumen akan cenderung membeli produk yang sudah dikenal atau diingat.
Branding Batam Pos sangat melekat bagi masyarakat Batam, dan Kepri pada umumnya. Sehingga, mendapat julukan the real market leader newspaper. Para pembacanya pun masuk kategori usia produktif. 20-49 tahun.
Masih menurut Nielsen, kepercayaan terhadap informasi menjadi salah satu penyebab kenapa Batam Pos masih dipercaya.
Batam Pos menjadi lebih terpercaya lantaran dinyatakan lolos verifikasi Dewan Pers. Artinya, Batam Pos sudah sah menjadi perusahaan media.
Ini menjadi bukti bahwa Batam Pos tidak sekadar jualan “kecap”. Kami berikan bukti, bukan janji. ***
KN Tanjung Datu setelah diluncurkan di Galangan Kapal PT Palindo Marine, Sagulung, Senin (20/11/2017). F Dalil harahap/Batam Pos
batampos.co.id – PT Palindo Marine Batam kembali merampungkan pembangunan kapal pesanan dari dalam negeri. Senin (20/11) kemarin, giliran kapal patroli Tanjung Datu pesanan Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang diluncurkan. Menariknya, Tanjung Datu merupakan kapal patroli pertama dan terbesar yang pernah dibangun di Indonesia.
“Dan yang lebih membanggakan lagi, seluruh tahapan pembuatan kapal ini mulai dari desain perencanaan dan konstruksi fisik sampai instalasi sistem murni dikerjakan tenaga ahli putra putri bangsa,” kata Direktur PT Palindo Marine, Charles Wirawan, saat peluncuran kapal Tanjung Datu di galangan kapal PT Palindo Marine di Sagulung, Batam, kemarin.
Charles mengatakan, secara umum pembangunan kapal Tanjung Datu telah rampung. Saat ini tinggal menunggu proses uji coba sebelum akhirnya diserahkan kepada pemesan, yakni Bakamla RI.
Selain uji coba, kapal raksasa tersebut juga masih harus menjalani sejumlah pengecekan dan tes. Mulai visual inspection test dan witness NDT oleh Bereau Veritas. Tahapan ini antara lain meliputi radiograph test (RT) atau X-Ray terhadap hasil pengelasan yang lokasi dan jumlahnya ditentukan.
Charles menjelaskan, kapal Tanjung Datu dibangun dengan panjang keseluruhan 110 meter, lebar 15,50 meter, dan tinggi geladak utama 6,90 meter. Kapal ini memiliki dua unit mesin penggerak pokok dengan kekuatan masing-masing 5.300 Horse Power (Hp) dengan kecepatan maksimal 18 knot.
“Kapal ini juga dilengkapi helidek untuk landasan helikopter medium dengan berat 8 ton,” terang Charles.
Menurut Charles, kapal negara (KN) Tanjung Datu dipesan sejak Maret 2016 lalu. Peluncuran dilakukan oleh Kabiro Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bakamla, Laksamana Pertama TNI Eko Santoso, yang mewakili Kebakamla Laksamana Madya TNI Ari Suedewa bersama jajaran PT Palindo Marine yang dipimpin langsung oleh Presiden Direktur-nya, Harmanto.
Laksamana Pertama TNI Eko Santoso mengaku sangat puas dengan hasil kerja PT Palindo Marine. Dia berharap agar kapal tersebut bisa secepatnya merampungkan serangkaian uji coba dan tes, sehingga bisa segera diserahkan ke Bakamla.
Eko juga yakin, seluruh tahapan uji coba dan tes tersebut akan berhasil dilalui. Sebab selama ini hasil kerja PT Palindo Marine cukup teruji kualitasnya.
“Kami yakin PT Palindo Marine bisa diandalkan dan bisa bersaing secara nasional ataupun internasional,” ujar Eko.
Eko mengatakan, pengadaan kapal patroli ini merupakan upaya dari Bakamla untuk terus melengkapi armada kapal patroli kenegaraan milik Bakamla yang selama ini masih kurang. Ia juga mengakui bahwa Kapal Tanjung Datu merupakan kapal patroli terbesar yang pernah dibangun di dalam negeri.
“Ini sejarah baru buat industri galangan di Indonesia. Kapal ini nantinya akan menjalankan tugas dan fungsinya menjaga keamanan laut di zona ekonomi ekslusif (ZEE) dari kapal-kapal ilegal,” ujarnya.
Nama Tanjung Datu diambil dari nama pulau yang berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Barat. Sesuai dengan namanya, kapal ini nantinya akan berpatroli di wilayah perbatasan NKRI.
“Selama ini sering gunakan kapal perang untuk menjalankan tugas keamanan wilayah perbatasan itu. Padahal yang dihadapi sipil, makanya perlu ada kapal patroli khusus seperti ini,” tutur Eko.
Sementara Kebakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Suedewa dalam sambutannya yang dibacakan Eko menyampaikan, pengadaan kapal patroli Bakamla ini memiliki makna yang strategis bagi industri alat pertahanan dan keamanan nasional, khususnya bagi PT Palindo Marine. Keberhasilan membangun kapal raksasa itu menunjukkan bahwa putra putri Indonesia mampu bersaing dengan negara manapun untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dalam industri alat pertahanan dan keamanan.
“Ini akan mengurangi ketergantungan dengan negara lain dalam pengadaan kapal patroli seperti ini dan ini sangat dihargai pemerintah,” katanya.
Untuk itu, ke depannya, Ari berharap agar PT Palindo Marine tetap mengedepankan kualitas dan profesionalisme kerja. Sehingga perusahaan galangan kapal ini bisa terus mendapat kepercayaan dari konsumen, baik dari dalam maupun luar negeri. “Kuncinya satu, tunjukkan kalau kita ini profesional. Sajikan hasil kerja yang berkualitas,” pesan Ari.
Direktur PT Palindo Marine, Harmanto, mengaku pihaknya memang senantiasa mengutamakan kualitas produk dan ketepatan waktu dalam mengerjakan kapal pesanan konsumen.
“Itu sudah komitmen kami dari dulu. Kami berharap agar ke depannya pemerintah terus dukung kami dengan mempercayakan kami sebagai partner untuk mengerjakan kapal-kapal negara lainnya,” ujar Harmanto. (eja)
batampos.co.id – Agus Suprianto, 18, ditemukan tewas gantung diri di Jalan Putri Duyung 4, Kilometer 6, Kelurahan Kampung Bulang, RT 01 RW 08 Kecamatan Tanjungpinang Timur, Senin (20/11)sekitar pukul 12.30 WIB. Hingga kini, pihak kepolisian masih menelusuri motif kejadian tersebut.
Tante Korban, Sundari tidak percaya jika keponakannya itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. “Sebelum saya jemput anak, dia itu masih ada. Gelagatnya juga biasa saja, seperti tak ada masalah,” terangnya.
Usai menjemput anaknya pulang sekolah, keponakannya itu sudah tiada. “Saya tahunya pas sampai di rumah. Begitu buka pintu kamar mandi, sudah lihat keponakan (Agus, red) saya tak bernyawa. Dengan posisi leher tergantung tali,” ungkap Sudarti, sambil tak kuasa menahan tangis.
Kandung Agus, Asmidah tak kuasa menahan tangis, setelah mengetahui anak tunggalnya itu meninggal dunia dengan cara menggantung diri.Iamengetahui anaknya itu meninggal dunia usai mendapat kabar dari adiknya.”Saya tahunya dari adik saya. Dia datang ke tempat kerja, sambil bilang anak saya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya sambil menangis.
Asmidah juga mengaku tidak tahu apa yang menjadi penyebab hingga membuat anak semata wayangnya itu nekat menggantung diri. “Terakhir kami jumpa semalam sore. Itu pun ia datang ke tempat kerja saya. Dan tidak ada keanehan yang ditunjukkan. Tetap seperti biasa saja,” sebutnya.
Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Syamsul Rizal membenarkan kejadian tersebut. Namun pihaknya belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab hingga membuat korban nekat bunuh diri.
“Benar, jenazah sudah kita bawa ke RSUD Provinsi Kepri. Selanjutnya akan dilakukan otopsi untuk memastikan penyebabnya, apakah murni bunuh diri atau tidak,” imbuhnya.
Diketahui korban ini merupakan anak tunggal yang bekerja sebagai buruh lepas pemanjat pohon kelapa.Agus, juga dikenal sebagai anak yang mandiri dan suka membantu orang tuanya. (cr20)