Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1290

Dua Motor Hantam Truk Tanah di Jalan Minim Penerangan, Satu Pengendara Luka Parah

0
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu truk pengangkut tanah dan dua sepeda motor yang terjadi di Jalan Pajajaran, Nongsa, Rabu (9/7).

batampos – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu truk pengangkut tanah dan dua sepeda motor terjadi di Jalan Pajajaran, Nongsa, Rabu (9/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Satu pengendara sepeda motor dalam kondisi kritis setelah menabrak keras bagian belakang truk tanah.

Peristiwa terjadi saat kondisi sepi di ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Sambau dan Kelurahan Batubesar. Jalan tersebut dikenal minim penerangan karena tak ada sama sekali lampu penerangan jalan umum.

Kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda yang dikendarai seorang pria bernama Polo melaju dari arah Sambau menuju Batubesar. Sesampainya di sekitar area kolam atau hutan bakau yang kini telah ditimbun, melaju truk tanah BP 8670 dari arah yang sama.

Truk tersebut diduga melaju kencang dan langsung menabrak motor yang dikendarai Polo. Tak hanya itu, di belakang motor Honda, datang sepeda motor Yamaha Vixion BP 5126 JO yang ikut menghantam bagian belakang truk. Akibat benturan keras, kedua sepeda motor terseret dan menempel di bagian depan dan belakang truk.

Riki salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, pengendara motor Honda diduga dalam kondisi mabuk dan motor yang dikendarainya tidak dilengkapi lampu. “Yang didepan kalau tak salah namanya Polo, kondisi dia mabuk karena bau alkohol. Lampu kendaraaan sepertinya tak ada, jadi di jalan gelap tak terlihat. Korban ini luka-luka saja,”ujarnya.

Riki juga menyebut, truk tanah juga melaju dengan kecepatan tinggi dan diduga tidak melihat keberadaan sepeda motor di depannya. “Sudah hampir dua tahun jalan ini dibangun, tapi sampai sekarang belum juga dipasang lampu jalan. Setiap malam gelap gulita,” kata dia.

Benturan keras membuat pengendara Yamaha Vixion terpental dan kepalanya menghantam pintu belakang truk. Akibatnya, darah berceceran di lokasi. “Yang naik Vixion parah sekali, kayaknya kritis. Langsung dibawa ke rumah sakit,” tambah Riki.

Kondisi dua sepeda motor rusak parah. Motor Honda ringsek di bagian belakang, sedangkan Yamaha Vixion rusak berat di bagian depan. Posisi kedua motor masih lengket di truk saat warga berdatangan ke lokasi.

Sementara itu, Rahman, saksi lainnya, mengatakan warga ramai berdatangan usai kecelakaan. Namun, tidak ada satu pun anggota polisi yang terlihat di lokasi hingga beberapa saat setelah kejadian.

“Sudah banyak warga di sini, tapi polisi belum datang juga tadi. Untung ada warga yang berinisiatif memanggil ambulan yang memang dekat dengan rumah sakit,” ujar dia.

Sementara, Kapolsek Nongsa Kompol Arsyad membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, dalam kecelakaan itu tak ada korban jiwa. “Memang ada korban yang luka parah, namun tak ada korban jiwa,” tegasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Dua Motor Hantam Truk Tanah di Jalan Minim Penerangan, Satu Pengendara Luka Parah pertama kali tampil pada Metropolis.

Pria Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Batuaji, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi

0
Polisi saat di rumah korban gantung diri di Perumahan Rindang Garden, Blok A4 RT 05/RW 27, Kelurahan Buliang, Batuaji.

batampos – Warga Perumahan Rindang Garden, Blok A4 RT 05/RW 27, Kelurahan Buliang, Batuaji, dikejutkan dengan peristiwa tragis seorang pria ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya, Kamis (10/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Pria tersebut diketahui berinisial Ejs, kelahiran 1997.

Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di dapur rumah oleh istrinya yang baru pulang kerja. Saat itu, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, sehingga warga dan istri korban terpaksa mendobrak pintu untuk masuk. Pemandangan mengerikan pun langsung disaksikan, korban sudah tak bernyawa tergantung di dapur rumah.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Batuaji datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenazah RS Mutiara Aini. “Benar, kami menerima laporan seorang pria ditemukan gantung diri. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan.

Ketua RW 27, Catur, yang ikut mendampingi proses evakuasi, membenarkan korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB. Menurutnya, pagi hari sebelum kejadian, korban masih sempat mengantar istrinya bekerja. “Tak tahu kenapa istrinya pulang. Mungkin ada percakapan lewat ponsel, makanya dia balik ke rumah. Saat sampai, rumah terkunci dari dalam,” jelasnya.

Korban yang diketahui berprofesi sebagai sopir taksi online itu disebut-sebut sedang mengalami tekanan ekonomi. Salah satu kerabat yang ditemui di kamar jenazah RS Mutiara Aini menyebutkan bahwa korban diduga terlilit utang. “Katanya banyak yang menagih utang, jadi dia gelap mata,” ungkap kerabat korban.

Warga sekitar yang mengenal korban menyatakan bahwa selama ini korban dikenal sebagai pribadi yang ramah. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang menunjukkan korban akan nekat mengakhiri hidupnya. Kejadian ini pun membuat warga perumahan setempat syok dan prihatin.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif pasti di balik aksi nekat tersebut. Termasuk kemungkinan tekanan dari masalah keuangan yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab. Pihak keluarga korban juga tengah berduka dan enggan memberikan banyak komentar kepada media.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras akan pentingnya dukungan mental dan sosial, terutama bagi individu yang tengah menghadapi tekanan hidup berat. Aparat setempat mengimbau warga untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar dan saling peduli satu sama lain. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Catatan Redaksi: Konten ini berisi adegan mengakhiri hidup, saran dari redaksi batampos.co.id jika anda atau keluarga mengalami depresi atau stres berat ada baiknya konsultasi ke psikolog.

Artikel Pria Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Batuaji, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar Beri Sinyal Penataan Ulang Pengelolaan Bandara Hang Nadim

0
Ilustrasi. Suasana arus mudik di Bandara Hang Nadim. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memberikan sinyal kuat bahwasanya pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim akan mengalami penataan ulang. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (9/7) kemarin.

Dalam paparannya, dia menyinggung berbagai transformasi yang tengah digalakkan BP Batam, termasuk menyangkut tata kelola aset strategis seperti lahan, pelabuhan laut, hingga bandara.

“Transformasi ini termasuk soal tata kelola bandara. Bandara ini sudah masuk tahun keempat masa transisinya, dari BUBU (Badan Usaha Bandar Udara) menjadi BIB (Bandara Internasional Batam),” kata Amsakar, di hadapan anggota dewan.

Kata dia, sejak awal ada rencana kerja sama dengan tiga konsorsium besar: Incheon dari Korea Selatan, Angkasa Pura, dan Wijaya Karya. Akan tetapi, realisasinya tak berjalan seperti yang dirancang.

“Konon ceritanya Incheon ada di dalamnya, Angkasa Pura ada di dalamnya, Wijaya Karya juga ada di dalamnya. Tapi pada praktiknya hari ini? Singkatnya, kami tak ingin mempersoalkan masa lalu, kami ingin memperbincangkan masa depan. Lebih bagus kita tata ulang soal di bandara ini,” katanya.

Meskipun belum menjelaskan secara detail bentuk penataan ulang bandara, pernyataan ini menjadi sinyal penting arah kebijakan pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim ke depan akan berubah.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya evaluasi besar terhadap proyek transformasi Bandara Hang Nadim yang semula digadang-gadang menjadi proyek modernisasi berbasis kerja sama internasional.

Tak hanya soal bandara, BP Batam sedang bersiap mengambil alih pengelolaan pelabuhan laut yang sebelumnya dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Ia menilai skema kerja sama yang mewajibkan mitra mencari pendanaan dari berbagai sumber, termasuk dana reksa, justru kurang efisien.

“Setelah kita pelajari, kenapa tidak BP Batam saja yang kelola langsung? Itu juga akan kami ambil alih. Saat ini sedang dalam tahap pembahasan MoU dan PKS-nya,” kata Amsakar.

Transformasi lain yang tak kalah penting adalah dalam sistem perizinan. Ia menyampaikan perlunya penyederhanaan dan perbaikan tata kelola agar lebih efisien dan mendukung iklim investasi.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Amsakar Achmad dan wakilnya, Li Claudia Chandra, dalam memperkuat peran BP Batam sebagai institusi yang tidak hanya memfasilitasi investasi, tetapi juga mengelola langsung aset-aset vital secara profesional dan transparan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Beri Sinyal Penataan Ulang Pengelolaan Bandara Hang Nadim pertama kali tampil pada Metropolis.

Dinsos Kepri Akui Tak Punya Data Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online

0
Antrean warga menunggu dipanggil untuk mendapatkan BSU di Kantor Pos Tanjungpinang, Jumat (4/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Riau mengaku tidak memiliki data terkait penerima bantuan sosial (bansos) yang terlibat dalam praktik judi online (judol).

Pasalnya, proses penyaluran bansos di Kepri dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) tanpa pelibatan dinas sosial daerah.

Sebelumnya, Kemensos merilis temuan sebanyak 517 ribu rekening penerima bansos yang terindikasi aktif di situs judi online. Namun, Dinsos Kepri belum bisa memastikan apakah ada warga Kepri yang termasuk dalam jumlah tersebut.

“Kita tidak memiliki data itu. Dia (Kemensos) tidak pernah konfirmasi ke Dinsos terkait data penerima bansos di Kepri,” ujar Irwanto, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kepri, Kamis (10/7).

Irwanto menjelaskan, program bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disalurkan secara langsung oleh Kemensos.

Sementara, Dinsos daerah hanya mengetahui data penerima berdasarkan keluhan warga atau laporan pasca bantuan diputus oleh pusat.

“Kami tidak dilibatkan sejak awal. Pendataan dilakukan langsung oleh Kemensos. Dinsos provinsi maupun kabupaten/kota hanya menerima efeknya saja,” tambah Irwanto.

Ia menilai, ketidakterlibatan pemerintah daerah dalam pendataan penerima bansos menjadi salah satu kelemahan Kemensos yang perlu diperbaiki ke depan. “Kemensos memang tidak pernah berkoordinasi langsung ke dinas. Itu kelemahannya,” ujarnya.

Meski begitu, Dinsos Kepri tetap melakukan pelacakan data secara mandiri. Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinsos Kepri, terdapat 48.917 keluarga penerima PKH dan 63.495 keluarga penerima BPNT di wilayah Kepulauan Riau.

Untuk PKH, penerima terbanyak berada di Batam (24.456 keluarga), disusul Tanjungpinang (5.217), Karimun (6.532), dan kabupaten lainnya. Sementara penerima BPNT juga didominasi Batam (28.870 keluarga) dan Lingga (8.915 keluarga).

“Namun data ini kami lacak sendiri, bukan dari Kemensos langsung,” tutup Irwanto. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Dinsos Kepri Akui Tak Punya Data Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online pertama kali tampil pada Kepri.

Kejaksaan Panggil Kadisbudpar Tanjungpinang Soal Proyek Video Rp199 Juta

0
Gedung Kejari Tanjungpinang yang terletak di Jalan Basuki Rahmat, Kamis (10/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang memanggil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang, Muhammad Nazri, Kamis (10/7/2025). Pemanggilan ini dilakukan dalam rangka pengumpulan bahan keterangan dan data terkait penggunaan anggaran di instansi tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang, Senopati, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Menurutnya, langkah ini masih dalam tahap awal untuk klarifikasi, belum masuk ke penyelidikan atau penyidikan.

“Kita hanya melakukan pengumpulan bahan keterangan dan data saja,” kata Senopati kepada Batam Pos, Kamis siang.

Ia menyebutkan, pemanggilan ini berkaitan dengan sejumlah anggaran di Disbudpar yang kini menjadi sorotan publik, terutama terkait proyek video dokumenter warisan budaya tak benda.

“Yang jelas, kita baru mengumpulkan data dan bahan keterangan. Karena saat ini sangat ramai dibahas terkait anggaran di Disbudpar,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, Disbudpar Tanjungpinang mengucurkan anggaran sekitar Rp199 juta untuk pembuatan video dokumenter yang bertujuan mendukung pengusulan warisan budaya tak benda.

Namun kebijakan itu menuai reaksi dan menjadi perhatian masyarakat, terutama dari sisi transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kejaksaan Panggil Kadisbudpar Tanjungpinang Soal Proyek Video Rp199 Juta pertama kali tampil pada Kepri.

Bank Indonesia Edukasi Warga Singkep Barat Soal Uang Asli dan Transaksi Digital

0
Pelaksanaan sosialisasi oleh BI di Kantor Camat Singkep Barat, Kamis (10/7). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Warga Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, mendapat edukasi langsung dari Bank Indonesia (BI) soal cara mengenali keaslian uang rupiah dan penggunaan QRIS dalam transaksi digital, Kamis (10/7).

Kegiatan yang dikemas dalam program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah ini tak hanya mengajak masyarakat untuk mencintai mata uang nasional, tapi juga memperkenalkan cara bertransaksi secara aman dan efisien di era digital.

Herbert Manurung, perwakilan BI wilayah Kepulauan Riau, mengatakan bahwa pemahaman soal ciri-ciri uang asli dan digitalisasi keuangan sangat penting, khususnya di daerah yang belum sepenuhnya tersentuh layanan perbankan.

“Kami ingin masyarakat mengenal dan mencintai rupiah, sekaligus paham dengan penggunaannya. Termasuk pencegahan pencucian uang dan upaya menghindari uang palsu,” ujar Herbert di hadapan warga dan perangkat desa yang hadir.

Kegiatan ini merupakan kunjungan kedua BI ke Kecamatan Singkep Barat. Tahun lalu, program serupa mencakup empat kecamatan. Namun pada tahun ini, hanya dua wilayah yang menjadi fokus edukasi, salah satunya Singkep Barat.

Camat Singkep Barat, Febrizal Taufik, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, edukasi keuangan dari BI sangat membantu mengatasi keresahan warga soal maraknya isu uang palsu yang sempat beredar di daerahnya.

“Beberapa waktu lalu masyarakat khawatir karena ada dugaan uang palsu beredar. Setelah dicek ternyata asli. Nah, dengan kegiatan ini, masyarakat jadi paham bedanya uang asli dan palsu, tidak hanya mengenal warna uang,” kata Febrizal.

Ia juga mengimbau para kepala desa yang hadir untuk menyampaikan informasi ini kepada warga di pelosok. Menurutnya, edukasi semacam ini harus terus digencarkan agar tak hanya kota, desa juga bisa melek finansial.

Sosialisasi turut membahas manfaat QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), metode pembayaran nontunai yang kini makin dikenal masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

Bank Indonesia berharap, lewat pendekatan langsung ini, masyarakat bisa menjadi lebih bijak dalam menggunakan uang rupiah dan mulai terbiasa dengan sistem pembayaran digital yang cepat dan aman. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Bank Indonesia Edukasi Warga Singkep Barat Soal Uang Asli dan Transaksi Digital pertama kali tampil pada Kepri.

Israel Akui Pangkalan Militernya Dihantam Rudal Iran, Tapi Pilih Bungkam soal Detailnya

0
Asap tebal membubung setelah serangan rudal balasan dari Iran menghantam wilayah Tel Aviv, Israel. (Reuters)

batampos – Setelah sempat tutup mulut rapat-rapat, militer Israel akhirnya buka suara. Mereka akhirnya mengakui, serangan udara Iran bulan lalu benar-benar mengenai sejumlah situs militer mereka.

Ini jadi pengakuan publik pertama dari Tel Aviv soal betapa seriusnya serangan balasan Iran di tengah perang yang sempat membakar kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan terbatas yang disampaikan ke Reuters, dengan syarat anonim karena alasan aturan militer, seorang pejabat senior militer Israel menyebut hanya “sangat sedikit” situs militer yang kena, dan semuanya disebut masih operasional.

Tapi ketika ditanya lebih jauh soal lokasi pastinya atau seberapa parah kerusakannya? Ia memilih mengunci mulut.

Menariknya, pengakuan ini muncul hanya beberapa hari setelah The Telegraph melaporkan bahwa lima pangkalan IDF dihantam enam rudal balistik Iran. Data itu bukan asal tebak, tapi bersumber dari radar milik Oregon State University yang memang memantau zona perang dari luar angkasa.

Seperti biasa, sensor militer Israel langsung pasang badan. Lokasi pasti dan detail dampaknya dirahasiakan ketat, takut bocor ke musuh-musuh mereka yang bisa memanfaatkannya buat menyempurnakan target di masa depan.

Sebagai latar belakang, Iran waktu itu membalas gempuran Israel ke dalam negeri mereka dengan hujan api: lebih dari 500 rudal balistik dan 1.100 drone dikirim ke wilayah Israel.

Aksi tersey merupakan reaksi atas serangkaian serangan Israel yang sebelumnya menyasar jantung kekuatan Iran, dari ilmuwan nuklir, situs pengayaan uranium, sampai markas program rudal balistik.

Hasilnya, 36 rudal Iran dan satu drone menghantam wilayah sipil Israel, menewaskan 28 orang dan melukai lebih dari 3.000 lainnya. Serangan itu juga merusak ribuan rumah, dua kampus, dan satu rumah sakit.

Sekitar 13.000 warga Israel terpaksa mengungsi. Di pihak Iran, serangan Israel disebut menewaskan sekitar 1.000 orang, termasuk warga sipil dan militer.

Setelah saling hantam habis-habisan, Israel dan Iran akhirnya sepakat gencatan senjata yang didorong Amerika Serikat pada 24 Juni. Sebelumnya, AS sempat ikut turun tangan langsung dengan menggempur fasilitas nuklir Iran demi mendesak mereka ke meja perundingan.

Di Washington, Presiden Donald Trump terlihat optimis. Dalam jamuan makan bersama PM Benjamin Netanyahu, ia bilang siap buka babak baru perundingan nuklir.

Tapi dengan gaya khasnya, Trump juga kasih ancaman halus: “Kalau mereka nggak mau damai, kita siap, dan mampu. Tapi saya rasa nggak sampai segitunya.” (*) 

Sumber: JP Group

Artikel Israel Akui Pangkalan Militernya Dihantam Rudal Iran, Tapi Pilih Bungkam soal Detailnya pertama kali tampil pada News.

Tri Lomba Juang Kembali Digelar di Bintan, Target 250 Tim Peserta

0
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bintan, Alfeni Harmi. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Ajang tahunan Tri Lomba Juang akan kembali digelar di Kabupaten Bintan, Sabtu (9/8) mendatang. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bintan menargetkan sedikitnya 250 tim ambil bagian dalam lomba gerak jalan tersebut.

Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi, mengatakan Tri Lomba Juang tahun ini tetap menghadirkan tiga kategori jarak tempuh, yakni 5 kilometer, 8 kilometer, dan 17 kilometer. Seluruh kategori akan melibatkan pelajar, pegawai OPD, TNI-Polri, hingga masyarakat umum.

“Tiga kategori itu akan diikuti berbagai elemen masyarakat. Untuk 5 kilometer dikhususkan bagi pelajar SD putra dan putri,” ujar Alfeni, Kamis (10/7).

Sementara untuk kategori 8 kilometer, peserta berasal dari pelajar SMP putra-putri, pelajar SMA putri, pegawai OPD putri, dan masyarakat umum putri. Sedangkan 17 kilometer akan diikuti pelajar SMA putra, pegawai OPD putra, serta masyarakat umum putra.

Start lomba akan dipusatkan di Museum Bahari eks Kompleks MTQ Teluk Bakau, dan finish di GOR Kawal, yang akan disemarakkan dengan pagelaran seni serta hiburan dari komunitas lokal.

Alfeni menegaskan, kegiatan ini tak hanya bertujuan untuk membangun semangat nasionalisme dan gaya hidup sehat, tapi juga diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi lokal dari sisi UMKM dan aktivitas warga.

“Kami ingin masyarakat ikut merasakan manfaat dari kegiatan ini, baik secara kesehatan, sosial, maupun ekonomi,” tutupnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Tri Lomba Juang Kembali Digelar di Bintan, Target 250 Tim Peserta pertama kali tampil pada Kepri.

Hasto Kristiyanto Sesalkan Dituntut 7 Tahun, Tuding Ada Campur Tangan Kekuasaan

0
Terdakwa kasus dugaan perintangan penyidik kasus korupsi Harun Masiku dan pemberian suap, Hasto Kristiyanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai tuntutan 7 tahun penjara dan denda Rp 600 juta yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak adil. Ia meminta majelis hakim untuk membebaskannya dari semua dakwaan Jaksa.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto saat membacakan nota pembelaan atau pledoi dalam sidang kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan Harun Masiku di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/7).
“Majelis Hakim Yang Mulia, terhadap tuntutan 7 tahun penjara dan denda Rp 600 juta sungguh terasa sangat tidak adil,” kata Hasto saat membacakan nota pembelaan.

Menurutnya, hukum saat ini telah menjadi bentuk penjajahan baru karena adanya campur tangan kekuasaan dari pihak luar. Ia mencontohkan hal tersebut melalui perkara yang menjerat dirinya

“Hukum menjadi bentuk penjajahan baru karena campur tangan kekuasaan di luarnya. Bagaimana mungkin terhadap tindakan obstruction of justice yang tidak terbukti, beban pidananya justru melebihi persoalan pokok pidana berupa delik penyuapan? Setelah melalui tiga kali persidangan, tidak cukup alat bukti terhadap perbuatan pidana yang saya lakukan,” jelas Hasto.

Karena itu, Hasto memohon kepada majelis hakim untuk membebaskannya secara dari semua dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau setidaknya dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum.

“(Saya memohon kepada Majelis Hakim) membebaskan terdakwa Hasto Kristiyanto dari segala dakwaan (verkapte vrijspraak), atau setidak-tidaknya dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechtsvervolging),” harapnya.

Lebih lanjut, Hasto juga meminta agar majelis hakim memerintahkan JPU untuk mengeluarkannya dari rumah tahanan KPK, serta memulihkan nama baik dan hak-haknya.

“Memerintahkan Penuntut Umum untuk mengeluarkan terdakwa Hasto Kristiyanto dari Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah putusan ini dibacakan; serta memulihkan nama baik dan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabatnya seperti semula,” tegasnya.

Nota pembelaan itu dibacakan setelah Hasto Kristiyanto dituntut hukuman 7 tahun pidana penjara oleh Jaksa KPK. Jaksa meyakini, Hasto Kristiyanto terbukti bersalah melakukan suap dan perintangan penyidikan yang melibatkan mantan caleg PDIP Harun Masiku.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hasto Kristiyanto dengan pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sebesar Rp 600 juta subsider pidana kurungan pengganti selama 6,” ucap Jaksa KPK Wawan Yunarwanto membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (3/7).

Jaksa menyebut, Hasto Kristiyanto terbukti merintangi penyidikan kasus suap proses pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI yang melibatkan Harun Masiku. Hasto merintangi KPK yang ingin menangkap Harun Masiku, sehingga mengakibatkan buron sampai saat ini.
Selain itu, Hasto juga diyakini memberikan uang senilai SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta untuk Komisioner KPU RI 2017-2022, Wahyu Setiawan. Hasto memberikan suap ke Wahyu Setiawan bersama-sama dengan Harun Masiku.

Uang tersebut diberikan Hasto Kristiyanto untuk Wahyu Setiawan, agar caleg Harun Masiku bisa dilantik menjadi caleg terpilih periode 2019-2024 menggantikan Riezky Aprilia di Dapil Sumatra Selatan (Sumsel) 1. (*) 

Sumber: JP Group

Artikel Hasto Kristiyanto Sesalkan Dituntut 7 Tahun, Tuding Ada Campur Tangan Kekuasaan pertama kali tampil pada News.

Pemkab Anambas Tegur Penerima Hibah yang Tak Lapor Pertanggungjawaban

0
Asisten III Pemkab Anambas, Saidina. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melayangkan teguran kepada sejumlah penerima dana hibah tahun anggaran 2024 yang hingga kini belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Teguran itu diberikan setelah pemerintah menemukan beberapa organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan yayasan belum memenuhi kewajiban administratif atas dana publik yang mereka terima.

Asisten III Setda Anambas, Saidinia, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan menyeluruh dan menemukan masih banyak penerima hibah yang abai menyampaikan laporan tahunan.

“Kami sudah mendata dan ternyata masih ada yang belum menyampaikan laporan tahunan. Padahal ini adalah kewajiban sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dana yang sudah digunakan,” ujar Saidinia, Kamis (10/7), usai menghadiri rapat evaluasi pelaksanaan hibah.

Menurutnya, pelaporan penggunaan dana hibah bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak untuk proses pencairan di tahun anggaran berikutnya. Tanpa laporan, nama penerima dapat dicoret dari daftar penerima hibah selanjutnya.

Pemerintah daerah melalui Bakesbangpol dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) telah mengirimkan surat peringatan kepada pihak-pihak yang belum menyerahkan laporan. Jika tidak direspons, konsekuensinya adalah pemblokiran dana hibah untuk periode berikutnya.

“Kami minta komitmen dan kesadaran dari semua penerima hibah. Ini uang negara. Harus jelas ke mana dan untuk apa digunakan,” tegasnya.

Pemkab Anambas menekankan bahwa dana hibah diberikan untuk mendukung kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam penyalurannya.

Ia juga mendorong masyarakat agar ikut mengawasi pelaksanaan program-program yang dibiayai dana hibah. Menurutnya, pengawasan publik penting agar dana hibah tidak hanya menjadi formalitas tahunan tanpa dampak nyata. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pemkab Anambas Tegur Penerima Hibah yang Tak Lapor Pertanggungjawaban pertama kali tampil pada Kepri.