Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 12913

HKI Sambut Baik, Perka BP Batam akan Disosialisasikan

0

batampos.co.id – Wakil Ketua HKI Kepri Tjaw Hioeng menyambut baik rencana BP Batam yang akan mensosialisasikan peraturan sebelum diterapkan. Namun ia menilai harusnya tak hanya perka saja. Tapi peraturan lainnya seperti peraturan pemerintah, peraturan kementrian ataupun peraturan lainnya. Sebab peraturan yang bersentuhan langsung dengan industri, bila dilaksanakan tapi sosialisasi. Akan menganggu kinerja dan produksi dalam sebuah perusahaan.

“Sebaiknya memang begitu, sebelum dieksekusi baiknya disosilisasikan dulu ke stakeholder yang ada,” katanya, Senin (23/10).

Ia mengatakan apalagi peraturanyang berhubungan langsung dengan pihak penanaman modal asing. Peraturan yang tiba-tiba diterapkan tanpa pemberitahuan, membuang para investor kelimpungan.

“Tiba mau urus izin ini atau itu, ada aturan baru. Kaget jugakan,” ungkapnya.

Ayung begitulah sapaan akrab pria ini, menuturukan bahwa tak hanya perka saja. Tapi pihaknya merasa masih banyak peraturan yang diterapkan, tanpa ada pemberitahuan ataupun sosialisasi.

“Akibat aturan yang tiba-tiba itu, banyak konsekuensi yang harus ditanggung oleh para pengusaha,” ujarnya.

Akibat aturan itu, kadang barang yang diproduksi tak bisa terkirim tepat pada waktunya. Karena terganjal aturan baru. Atau kegiatan perusahaan tertunda beberapa waktu, akibat barang yang impor tertunda aturan baru.

“Beberapa kali perusahaan manufaktur harus menerima akibat itu. Kegiatan perusahaan jadi tertunda,” tuturnya.

Ia mencontohkan saat perusahan manufaktur mengimpor karton, tapi barang itu tak bisa masuk. Karena ada aturan baru, adanya rekomendasi dari Kementrian Lingkungan Hidup. Begitu juga saat mau mengimpor garam indusri.

“Ada aturan dari baru dari Kementrian Perdagangan,” tuturnya.

Bila aturan ini sudah koordinasikan atau diberitahu sebelumnya. Ayung menuturkan perusahaan tentu akan mempersiapkan segala perizinannya. “Tapi pas mengurus baru tau izinnya sudah berubah, atau harus menambah rekomendasi dari kementrian,” ucapnya.

Untuk jajaran BP Batam yang baru, tak hanya soal komunikasi saja diminta oleh HKI. Tapi juga supaya diupayakan pengurusan izin bisa didelegasikan atau dibuat perwakilannya di Batam. Sebab beberapa aturan, pengusaha kadang harus mengurus izinnya ke Jakarta.

“Saya sudah bicarakan ini dengan pak gusmardi. Dan beliau bersedia memfasilitasi hal ini, dan saya harap apa yang sudah dirintis jajaran BP Batam yang lama dapat dilanjutkan lagi,” ujarnya.

Dari informasi yang didapatnya, soal pengurusan izin itu sudah disampaikan jajaran pimpinan BP Batam lama ke yang baru.

“Saya dengar hal ini sudah dilaporkan ke pak Lukita. Dan pak Lukita sudah menyampaikan ke pak Darmin,” tuturnya. (ska)

Hatanto Pulang dengan Kepala Tegak

0
Hatanto Reksodipoetro (kiri) didampingi Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (kanan) berpamitan usai acara serah terima Kepala BP Batam, Senin (23/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro, menitipkan pembangunan Batam kepada penggantinya, Lukita Dinarsyah Tuwo. Ia berharap Lukita dan para deputinya bisa menjalankan tugasnya seperti yang diharapkan pemerintah pusat dan masyarakat Batam khususnya.

Seperti dirinya, kata Hatanto, yang selama 18 bulan belakangan sudah banyak melakukan terobosan dan upaya membangun ekonomi Batam. Meski dalam waktu yang sangat singkat, Hatanto merasa sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

“Sehingga ketika kami meninggalkan Batam, kami pulang dengan kepala tegak,” kata Hatanto saat serah terima jabatan di Gedung BP Batam, Senin (23/10).

Hatanto mengaku mendapat banyak pengalaman berharga selama 18 bulan menjadi kepala BP Batam. Untuk itu, dia mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang selama ini banyak memberikan dukungan dan bantuan.

“Selamat datang dan saya ucapkan (kepada Lukita Dinarsyah Tuwo dkk),” kata Hatanto dalam sambutannya.

Sedangkan Lukita menyampaikan apresiasinya kepada Hatanto dkk. Menurut dia, banyak hal positif yang sudah dilakukan Hatanto beserta wakil dan para deputinya, selama ini.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Bapak Hatanto atas pembenahan internal dan langkah lainnya dalam mengelola BP Batam,” jelasnya.

Ia mengakui pekerjaannya akan lebih mudah dengan sejumlah kebijakan yang diciptakan di era kepemimpinan Hatanto.

“Tantangan memang akan lebih besar, namun dengan fondasi yang dibangun Pak Hatanto akan jadi lebih mudah,” ungkapnya.

Lukita mengatakan pesan dari Dewan Kawasan (DK) sudah cukup jelas untuk menjalankan amanatnya mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam hingga 7 persen. Apalagi ia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Teknis DK sehingga banyak mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi BP Batam sebelumnya.

“Walaupun semuanya punya ketertarikan berbeda, namun harus kompak. Maka langkah perbaikan ekonomi di tengah situasi kondusif pasti akan tercapai,” katanya. (leo)

 

Sail Sabang 2017 Goda Phuket Yacht Club dan Yacht Phuket Haven

0

Sebagai event di ujung 2017, Sail Sabang 2017, sekaligus mengawali jalur yacht yang secara berkesinambungan menciptakan bisnis baru. Thailand sebagai salah satu yacht center dunia, akhirnya ikut dibidik untuk mempromosikan Sail Sabang di Negeri Gajah Putih.

Nah, tema besar Sail Sabang 2017 ini akan ikut dikibarkan di dua yacht club sekaligus. Yang pertama, Phuket Yacht Club. Satunya lagi Yacht Phuket Haven. Keduanya akan dibius dengan pesona Sail Sabang 2017 pada 22 Oktober 2017.

Penasehat Menteri Pariwisata Bidang Marine Tourism, Dr Marsetio mengatakan, kegiatan promosi yang dilaksanakan di Yacht Phuket Club dihadiri oleh 20 yachter. Sedangkan promosi di Yacht Phuket Haven dihadiri 60 yachter.

“Semua daya akan dikerahkan untuk menarik para yachter di Phuket untuk bergabung di Sail Sabang 2017 yang berlangsung 28 November-5 Desember 2017. Nanti kita berikan insentif-insentif menarik. Yang sudah memastikan ikut ada sekitar 65 yachter,” ujar Marsetio, Senin (23/10).

Marsetio menjelaskan, promosi di Phuket tidak semata untuk event Sail Sabang 2017 saja. Tujuan lainnya, ada bisnis marine tourisme yang menghubungkan tiga marina yang ikut dibidik. Sasarannya, mengarah pada poros Phuket, Langkawi dan Sabang. Tiga titik ini, akan didorong menjadi Triangular Sailing Passage atau segitiga emas.

“Jadi Sail Sabang tidak berhenti di event Sail Sabangnya saja. Tapi diikuti dengan bisnisnya agar suatainable. Kita sudah sepakat untuk mempromosikan bersama antara Langkawi, Phuket and Sabang untuk menjadi segitiga emas,” papar Marsetio.

Marsetio menambahkan, dalam promosi di komunitas yachter di Phuket nanti, dirinya juga memaparkan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan jalur layar, perizinan, lama tinggal dan juga lokasi-lokasi beserta jadwal yang dapat dikunjungi oleh para yachter saat mereka melakukan perjalanan melewati wilayah Indonesia.

“Kami berharap melalui kegiatan ini akan semakin meningkatkan citra pariwisata Indonesia. Ini juga merupakan kesempatan untuk menjaring target wisatawan potensial dari komunitas yachter dari berbagai negara yang berada di Phuket,” ujarnya.

Selain itu, aneka event yang akan menghiasi Sail Sabang 2017 juga ikut dipaparkan. Di antaranya Yacht Rally, seminar dan Pameran Iptek memperingati 20 tahun Jambore Iptek Sabang, Kapal Pemuda Nusantara, Pekan Kebudayaan Aceh, Parade dan Karnaval Sail Sabang, Work Parachute Championship, International Aerobatic Show, kedatangan Cruice Ship International, dan International Diving Competition.

“Event-event pendukung inilah yang diharapkan memikat para yachter untuk ikut berpartisipasi di Sail Sabang 2017. Promosi berikutnya akan diadakan di Langkawi pada 9 November dan di Pangkor tanggal 11 November,” pungkas Marsetio.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut mengawal even ini. Menurutnya, kegiatan wisata bahari berkelas internasional itu harus dikawal hingga sukses. Selain itu, evennya juga harus bisa menghidupkan bisnis baru yacht dengan rute Phuket-Langkawi-Sabang.

“Kita sudah bersepakat untuk kerja sama dengan marina di Phuket dan Langkawi. Mimpi besarnya membuka rute segitiga dengan Sabang. Itu harus kita sukseskan!” kata Menpar Arief Yahya.

Karena itu Kemenpar terus-menerus memantau terkait persiapannya agar benar-benar membuat pecinta wisata bahari tumpah ruah di sana. Tidak hanya saat event Sail Sabang 2017 saja, tetapi usai Sail Sabang itu menghasilkan portofolio bisnis baru berbasis wisata bahari.

“Sail Sabang 2017 merupakan proses percepatan wisata bahari kelas dunia. Persiapannya terus kita pantau agar acaranya nanti benar-benar sesuai harapan yaitu wisata bahari berkelas internasional. Tujuan dari Sail Sabang 2017 ini yakni percepatan,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Pimpinan Baru BP Batam Janji Perbaiki Komunikasi dan Koordinasi

0

batampos.co.id – Lima pimpinan baru Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai bekerja, Senin (23/10). Mereka berjanji akan terus memperbaiki komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait setiap kebijakan yang akan diambil.

Deputi V Bidang Umum dan SDM, Bambang Purwanto, mengatakan komunikasi dan koordinasi merupakan bagian penting dalam kinerja sebuah intitusi. Selain itu, komitmen dan kejujuran adalah dasar penting ketika berkarya di institusi sebesar BP Batam. Ia juga berjanji akan loyal kepada institusi, bukan perorangan.

“Yang penting adalah bagaimana dalam satu sistem ini tidak ada dusta di antara kita,” kata Bambang saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (23/10).

Hal senada disampaikan Deputi II Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Promosi BP Batam, Yusmar Anggadinata. Selain dengan pengusaha, komunikasi dan koordinasi penting dijalin dengan kepala daerah, baik wali kota Batam maupun gubernur Kepri.

“Kami bangun Batam bukan hanya untuk Batam saja, tapi untuk Indonesia,” katanya.

Jika Batam bisa dibangun, maka akan jadi contoh yang baik bagi daerah lainnya di Indonesia. “Nanti mereka pasti belajar ke Batam,” ujarnya. Dalam sudut pandangnya, Batam punya banyak kelebihan. Namun belum dilihat secara cermat. Sehingga kelebihannya banyak terlewat. Padahal kalau dikelola pasti bisa dikonversikan jadi wujud nyata kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengakui kalau Batam bisa jauh lebih baik dari negara tetangga. “Mereka (negara tetangga, red) bagus untuk jadi referensi. Namun kita akan bangun jauh lebih baik dari yang mereka bangun saat ini,” ungkapnya.

Syaratnya adalah dengan mampu mengelola aset yang ada.

“Kita punya aset namun belum optimal dimanfaatkan sesuai cita-cita besar masyarakat Kepri dan nasional,” ungkapnya lagi.

Sementara Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo berjanji akan melanjutkan kebijakan-kebijakan pimpinan BP Batam sebelumnya.

“Kami belum bisa bicara teknis dulu,” kata Lukita.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (kanan) berjabat tangan dengan mantan Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro pada acara serah terima Kepala BP Batam, Senin (23/10/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Belajar dari pengalaman pimpinan sebelumnnya, Lukita berjanji akan mengajak seluruh pihak terutama Gubernur, Wali Kota, dan pengusaha sebelum menerbitkan kebijakan yang punya pengaruh signifikan kepada masyarakat.

“Prinsip kami dalam bekerja adalah koordinasi dulu dengan stakeholder sebelum keluarkan kebijakan yang signifikan. Bukan karena mau berkompromi, tapi karena prinsip kebijakan memanglah harus berkomunikasi,” jelasnya.

Ia mengatakan, posisi Deputi IV yang sedianya dijabat oleh Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto, sampai saat ini masih lowong. “Saya yang akan mengisinya sementara waktu,” ujar Lukita.

Lukita mengatakan Dewan Kawasan (DK) akan segera menggelar rapat lagi untuk menunjuk Deputi IV. “Direncanakan nanti akan ditunjuk dari sebuah institusi,” katanya tanpa menyebut nama institusi yang dimaksud tersebut.

Kerja Sama dengan Pemda

Sementara Gubernur Kepri Nurdin Basirun berharap pimpinan baru BP Batam lebih terbuka dan mau berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda). “Tidak mengedepankan kepintaran dan kepadaian. Mari sama-sama berjuang,” kata Nurdin di Batamcenter, Senin (23/10).

Nurdin juga meminta pejabat baru BP Batam untuk mengkaji ulang kebijakan dan regulasi yang tidak cocok dengan Batam. Sebab, selama ini banyak aturan dan regulasi yang dibuat sehingga cukup memberatkan masyarakat dan pengusaha.

Untuk menjembatani itu, Nurdin akan mengundang pejabat baru BP Batam untuk membahas persoalan dan kondisi Batam saat ini. Ia berharap dengan duduk bersama, BP Batam bisa menerima saran dari pemerintah.

Disisi lain, Nurdin yakin pergantian pejabat BP Batam merupakan jawaban atas keluhannya ke pemerintah. Di antaranya adalah menyurati pusat tentang kebijakan Perka 10 yang dinilai memberatkan.

“Ini tanggapan dari pusat atas keluhan kami,” kata Nurdin.

Terpisah, Wakil Ketua HKI Kepri Tjaw Hioeng menyambut baik rencana BP Batam yang akan mensosialisasikan peraturan sebelum diterapkan. Namun ia menilai harusnya tak hanya Perka saja. Tapi peraturan lainnya seperti peraturan pemerintah, peraturan kementrian ataupun peraturan lainnya.

Sebab peraturan yang bersentuhan langsung dengan industri, bila dilaksanakan tanpa sosialisasi akan menganggu kinerja dan produksi dalam sebuah perusahaan. Peraturan yang tiba-tiba diterapkan tanpa pemberitahuan akan membuat para investor bingung. “Saat mau urus izin ini atau itu, ada aturan baru. Kaget juga kan?” ungkapnya.

Ia mencontohkan saat perusahan manufaktur mengimpor karton, tapi barang itu tak bisa masuk. Karena ada aturan baru yang mewajibkan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Begitu juga saat mau mengimpor garam industri. (ska/leo/she)

Gubernur Kepri akan Kumpulkan Partai Pengusung

0

 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun akan mengajak partai pengusung untuk duduk bersama, untuk mencalonkan lagi calon wakil gubernur Kepri. Karena saat ini hanya ada satu calon saja yakni Isdianto.

Nurdin mengamini, bahwa pemilihan wakil gubernur tak bisa hanya satu calon. “Harus dua,sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya, Senin (23/10).

Ia mengatakan akan meminta partai pengusung menambah satu calon lagi, untuk melengkapi syarat pemilihan wakil gubernur Kepri. Saat ditanya siapa yang akan dicalonkan, Nurdin menuturkan dirinya masih belum bisa menebak hal itu.

“Tergantung partai pengusung nantinya,” ucapnya.

Saat ditanya bahwa dirinya lebih cenderung memilih Isdianto, Nurdin enggan berbicara lebih jauh.

“Masa saya disuruh baca politik,” ujarnya.

Sebelumnya Calon Wakil Gubernur Kepri Agus Wibowo, membenarkan mudurnya dari bursa calon. Disebabkan oleh tak sanggupnya Agus memenuhi persyaratan berupa dukungan dari partai pengusung.

“Saya gak mampu,” tuturnya

Baik Agus maupun Isdianto, hanya kurang melengkapi syarat dukungan partai pengusung saja. Persyaratan lainnya, sudah dipenuhi oleh keduanya. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak.

“Hanya itu aja, selebihnya udah sesuai aturan,” ujar Jumaga beberapa waktu lalu.

Jumaga menuturkan bahwa pemilihan bisa dilakukan dalam bulan ini. Tapi melihat kondisi, hanya ada dua calon. Pemilihan ini kembali diundur. (ska)

Angka Pertumbuhan Mobil Pribadi di Singapura 0 %

0
lalulintas di Singapura

batampos.co.id – Singapura merupakan salah satu negara di dunia yang ketat mengatur kepemilikan kendaraan pribadi bagi rakyatnya. Dengan area 7.190,1 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 5,6 juta, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong tegas mengatur kepemilikan kendaraan bermotor di wilayahnya. Tujuannya, investasi pemerintah di bidang transportasi umum dan infrastruktur tidak sia-sia.

Sejak 2000, populasi Singapura meningkat sekitar 40 persen. Pertambahan jumlah penduduk itu ikut memicu pertambahan jumlah kendaraan pribadi. Khususnya mobil. Akibatnya, pemerintah terpaksa menambah terus infrastruktur penunjang transportasi. Salah satunya jalan raya. Padahal, Singapura tidak punya banyak lahan untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

’’Mengingat lahan yang terbatas dan banyaknya kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, pemerintah merasa sudah tidak ada lagi lahan yang bisa dikembangkan untuk menjadi jalan.’’ Demikian keterangan resmi Otoritas Transportasi Darat alias Land Transport Authority (LTA) Singapura dalam situsnya kemarin (23/10). Karena itu, pemerintah pun memutuskan menyetop pertumbuhan jumlah mobil pribadi.

Mulai Februari mendatang, LTA bakal mematok angka pertumbuhan mobil pribadi di angka 0 persen. Artinya, pemerintah melarang warga Singapura membeli mobil lagi. Selama ini, mereka yang ingin membeli mobil harus punya sertifikat kepemilikan kendaraan bermotor (COE) yang dikeluarkan sesuai dengan kuota. COE berlaku untuk 10 tahun. Nah, ketika kuotanya tidak lagi ditambah, warga baru bisa membeli mobil baru jika ada COE yang habis masa berlakunya. Atau, pemilik COE menjual mobilnya sehingga ada slot yang kosong.

Dengan demikian, mau tak mau, masyarakat akan beralih ke angkutan umum. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Singapura punya sistem transportasi umum yang sangat maju. Sayang, warga masih lebih memilih kendaraan pribadi.

’’Singapura telah mengembangkan jaringan kereta api di negerinya sekitar 30 persen. Rute dan kapasitas bus umum juga terus ditingkatkan,’’ tulis LTA. Rencananya, pemerintah menambahkan investasi 20 miliar dolar Singapura (sekitar Rp 198,6 triliun) untuk membangun infrastruktur rel KA baru. Sedangkan 4 miliar dolar Singapura (sekitar Rp 39,7 triliun) digunakan untuk perawatan kereta api.

LTA juga menyatakan bahwa pemerintah telah menganggarkan dana 4 miliar dolar Singapura (sekitar Rp 39,7 triliun) untuk menyubsidi perusahaan otobus. Subsidi pemerintah itu berlaku selama lima tahun. Tidak seperti mobil yang pertumbuhannya distop, perusahaan otobus masih boleh menambah armada. Sampai caturwulan pertama 2021, mobil niaga dan bus umum masih boleh tumbuh 0,25 persen.

Saat ini ada sekitar 600.000 mobil pribadi dan mobil rental di jalanan Singapura. Itu termasuk mobil yang digunakan sebagai taksi pelat hitam seperti Grab dan Uber.

’’Kami berharap kebijakan tersebut akan mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang sudah kami desain senyaman-nyamannya. Itu juga akan mengurangi kemacetan di jalan raya,’’ kata Menteri Perhubungan Lui Tack Yew. (Reuters/todayonline/bloomberg/hep/c19/any)

Mafia Miras Batam Beroperasi 20 Tahun

0

batampos.co.id – Penyidikan kasus penyelundupan minuman keras (miras) di Batam mengungkap fakta baru. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Mabes Polri menemukan, PT Berjaya Buru Karya (BBK) yang dikelola tiga tersangka yakni BH, F, dan S, sudah 20 tahun menjalankan bisnis haram tersebut.

Direktur Dittipideksus Bareskrim, Brigjen Agung Setya, mengatakan penyelundupan miras ini dilakukan dengan modus yang begitu rapi, sehingga selama ini para pelaku bisa mengelabui petugas. Status Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (FTZ) memudahkan penyelundup memasukkan miras ilegal dari Singapura dan Malaysia.

Setelah masuk Batam, miras ilegal itu disimpan digudang dan dibungkus dalam berbagai bentuk kemasan. Salah satunya dalam kemasan paket suku cadang kendaraan bermotor dan elevator.

”Banyak cara pengemasan, yang tujuannya agar tidak diketahui kalau itu miras,” ujar Agung, Senin (23/10).

Selanjutnya, miras yang sudah dibungkus dalam paket-paket suku cadang itu dikirim ke gudang PT BBK di Pulau Buru, Karimun. Selanjutnya, dari Karimun miras ilegal itu didistribusikan ke Jakarta melalu jalur laut. Pengiriman jalur laut ini menggunakan kapal pribadi milik ketiga tersangka tersebut.

Agung mengatakan, kerja para penyelundup miras ini sangat terorganisir. Sehingga ketika Tim Dittipideksus Bareskrim turun dan melakukan penggeledahan di Batam, mereka kehilangan barang bukti.

“Saat dikejar ternyata miras di Pulau Buru sudah lenyap,” tutur jenderal berbintang satu tersebut.

Apakah ada keterlibatan aparat hingga bisa 20 tahun beroperasi? Dia mengatakan, indikasi semacam itu belum ditemukan. Namun, dari modus yang dilakukan mafia ini memang begitu rapi dan sangat tersembunyi.

”Terlihat dari cara pengiriman dan pengemasan,” paparnya.

Bahkan, ketiga tersangka ini terdeteksi telah delapan kali mengganti nama perusahaan. Pergantian nama perusahaan itu digunakan untuk menghindari petugas bila ada pengirimannya yang digagalkan petugas. Diduga juga, pergantian nama perusahaan ini untuk menghindari pajak.

”Jelas ada kerugian negara,” tegasnya.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya (tengah) bersama Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Andi Wibowo (kiri) dan Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) DJP Hestu Yoga Saksama (kanan) menunjukkan foto barang bukti saat rilis pengungkapan Pembuatan dan Peredaran Miras Tanpa Izin, di Jakarta, Senin (23/10). Dirtipideksus Mabes Polri bersama BPOM dan Kantor Pajak mengungkap perusahaan importir miras di wilayah Batam tanpa dilengkapi izin edar, dengan barang bukti sebanyak 37.000 botol minuman keras.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Saat ini sedang dilakukan perhitungan kerugian negara akibat penyelundupan miras yang dilakukan selama 20 tahun tersebut. Namun, saat ditanya apakah ditaksir kerugian negara itu mencapai triliunan rupiah, Agung menyebut perlu proses yang cukup rumit untuk menghitungnya.

”Kami coba temukan dari berkas-berkas dan keterangan dari tersangka dan saksi,” ungkapnya.

Sementara Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, dalam sebuah kasus penyelundupan, dapat dipastikan ada kerugian negara berupa pajak pertambahan nilai (PPN) dan cukai. Selain itu, dalam kasus miras ini ternyata ada dugaan perusahaanya menghindari pajak, artinya kerugian juga terjadi pada pajak penghasilan.

“Tiga penerimaan negara itu dihindari semua,” tuturnya.

Di sisi lain, penyelundupan miras itu juga menimbulkan ancaman kesehatan pada masyarakat. Apalagi, diketahui miras ilegal ini telah beredar selama 20 tahun. Pengawas Farmasi dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Andi Wibowo menjelaskan, dengan masuk tanpa izin itu, maka BPOM tidak bisa mengetahui asal usul dari barang tersebut.

”Artinya, tidak diketahui apakah zat di dalamnya aman untuk dikonsumsi atau tidak,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, ada kemungkinan terdapat zat berbahaya dalam miras ilegal tersebut. Sebab tidak dilakukan uji laboratorium terhadap barang-barang tersebut serta tidak diketahui apakah produsennya memiliki rekam jejak yang baik dan jelas dalam melindungi konsumen.

”Yang pasti, tidak semua alkohol itu bisa dikonsumsi. Kalau ada kasus kesehatan tertentu yang ditemukan terkait miras ilegal ini, tentu kemudian perlu untuk uji laboratorium,” ujarnya. (idr/oki/jpgroup)

Pentingnya SOP

0

Ada tiga langkah dalam membangun sistem perusahaan. Dimulai dari business plan (rencana bisnis) perusahaan, review struktur organisasi, dan menyusun standard operating procedure (SOP). Hal itu sedikit saya ulas dalam Corner Kick 13 di Batam Pos, Selasa (17/10) lalu. Kali ini, saya coba berbagi info tentang SOP.

Pernah lihat kereta api? Saya yakin sudah. Entah naik langsung. Atau sekadar nonton melalui televisi dan Youtube.

Apa nama lintasan kereta api? Jawabannya adalah rel.

Lalu, apa hubungannya antara SOP, kereta api, dan rel? Inilah yang akan kita bahas.
Kita dapat menganalogikan, perusahaan seperti kereta api. Sebuah alat untuk mencapai tujuan. Di dalam kereta api terdapat beragam orang. Ada masinis, mekanik, petugas tiket, hingga penumpang. Sama seperti perusahaan yang terdiri dari banyak orang dengan beragam jabatan, tugas, dan fungsi.

Semuanya berada dalam satu wadah. Bersinergi. Masinis bertugas untuk menjalankan kereta api. Mekanik mengawasi kinerja mesin. Petugas tiket mengecek legalitas penumpang. Sedangkan penumpang merupakan pengguna jasa. Mereka memiliki tujuan sama. Dari stasiun satu ke stasiun berikutnya.

Nah, jika perusahaan kita analogikan seperti kereta api, maka SOP adalah relnya.
Dapatkah kereta api berjalan di luar rel? Jawabnya bisa. Namun tidak tahu jalannya seperti apa.

Jika ditanya, dapatkah kereta api yang melaju di luar rel berjalan lurus atau benar dari satu stasiun ke stasiun lain?

Jawabnya bervariasi. Namun tidak tahu jalannya seperti apa. Ada yang bilang jalannya berkelak-kelok kayak ular, menabraki bangunan yang dilewati, menyeruduk mobil-mobil yang menghalangi jalannya, bahkan ada yang bilang terguling.

Analogi ini ada benarnya. Perusahaan tanpa SOP sangat rawan. Super bahaya.

Apa itu SOP? Disadur dari pelbagai sumber, SOP merupakan dokumen yang berkaitan dengan standar prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang lebih efektif dan efisien dengan biaya yang serendah-rendahnya.

SOP biasanya terdiri dari manfaat, metode penulisan prosedur, kapan dibuat atau di revisi, dan dilengkap dengan bagan flowchart di bagian akhirnya. Beberapa ahli seperti Sailendra, Moekijat, Tjipto Atmoko, hingga Insani juga membeber arti penting SOP.

Sayangnya, tidak sedikit yang menyepelekan SOP itu. Bahkan tidak suka. Alasannya menyangkut batasan kewenangan atau porsi dalam perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, ada juga yang menyamakan antara perintah lisan dengan SOP.

Dianggapnya, karena perusahaan sudah bertahun-tahun jalan, tanpa SOP pun tetap eksis dan beroperasi.

Nah, saat dihantam masalah ekonomi, perusahaan macet. Utang menumpuk. Ketika ditelusuri, ternyata terjadi kebocoran di sana-sini.

Karena apa? Tanpa SOP, siapapun dan berapapun pimpinannya, semuanya bisa memerintah. Semua bisa mengambil kebijakan. Akibatnya, operasional perusahaan kacau, karyawan kerja semaunya sendiri, miskomunikasi terjadi, dan terjadi kubu-kubuan.

Persoalan kembali muncul tatkala ada pimpinan baru. Dengan mudah orang baru itu mengubah sistem di dalam perusahaan. Dengan leluasa membuat kebijakan sendiri tanpa harus koordinasi. Dengan nyaman menyetel ulang sistem. Semua terjadi dengan cepat.

Ada yang menerima, ada juga yang tidak.

Lalu, apakah pimpinan baru tersebut salah? Tidak. Kok bisa? Karena perusahaan itu tidak punya SOP. Tidak punya pedoman dalam bekerja.

Bagi sebagian perusahaan yang sudah mengerti arti penting keberadaan SOP, sangat yakin bahwa SOP dapat memberikan manfaat yang banyak bagi pertumbuhan bisnis mereka. Sementara bagi yang tidak paham, kerap menganggapnya sebagai aturan kaku yang akan menggangu fleksibilitas kerja. Bahkan mengganggu irama permainan mereka dalam berbisnis.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan yang sudah lama berdiri tapi tidak memiliki SOP? Biasanya perusahaan yang sudah berjalan, tidak memilki SOP yang baku namun memiliki teknis kerja yang sudah diinstruksikan secara lisan dan mungkin bisa berubah-ubah. Pada perusahaan dengan situasi semacam ini, perlu dilakukan review SOP.

Nantinya, teknis kerja yang sudah lakukan secara turun-temurun, disesuaikan dengan standar yang ada dan harus dibakukan. Sehingga dapat diadaptasikan tanpa mengubah satu atau beberapa bagian SOP.

Keberadaan SOP sangat penting demi keberlangsungan perusahaan. Biasanya, SOP disusun di internal manajemen. Dibuat oleh para manajer, dan disetujui oleh pimpinan di atasnya. Kenapa tidak sampai ke atas-atasnya lagi, karena SOP adalah pedoman untuk operasional. Mereka yang menjalankan operasional perusahaan itulah yang membuat dan menyusun SOP.

SOP harus dibuat untuk menjadi pedoman dan menjaga konsistensi karyawan dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Di samping itu, untuk menghindari kesalahan dan kegagalan. Dengan demikian akan mengurangi konflik, keraguan, pemborosan, serta duplikasi di perusahaan.

Selain itu, SOP merupakan paramater atau tolok ukur untuk menilai mutu kerja, serta lebih menjamin penggunaan tenaga dan sumber daya manusia (SDM) secara efektif-efisien. Dengan demikian, alur tugas, wewenang, dan tanggung jawab menjadi jelas. Tidak ada lagi tumpang tindih dalam memberikan perintah.

Lewat SOP pula, kebocoran dan kecurangan bisa dideteksi. Karena, akan tampak pelanggarannya di mana. Dengan demikian, bisa segera diambil sikap dan keputusan.

Bahkan, SOP dapat mengatur proses pelaksanaan kegiatan operasional agar dapat menghindari terjadinya variasi yang dapat mengganggu kinerja suatu perusahaan secara keseluruhan. Contohnya ketika perusahaan itu kedatangan pimpinan baru. Jika perusahaan memiliki SOP, maka pimpinan baru tersebut tidak akan bisa semena-mena.

Semoga bermanfaat. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Bos Panbil Berharap pada Lukita

0

batampos.co.id – Sejumlah pengusaha optimis Lukita Dinarsyah Tuwo akan mampu membawa Batam ke arah yang lebih baik. Di mana Lukita dinilai sudah menguasai permasalahan yang ada di Batam saat ini.

“Kita berharap besar pada pak Lukita. Kita berharap dia dan pimpinan lainnya mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pelaku usaha agar terjadi sinergi yang positif,” kata Managing Director Panbil Group, Johanes Kennedy, Senin (23/10).

Menurut Johanes yang paling penting adalah dalam mengambil kebijakan, Lukita bisa memperhatikan masukan pengusaha di Batam. Ini penting agar pengusaha dan BP Batam yang membidangi investasi bisa seiring dan sejalan.

“Harus bergerak membawa investor lebih banyak lagi ke Batam. Perekonomian di Batam harus segera diperbaiki,” katanya.

Anggota DPD RI dari Kepri Haripinto juga berharap Lukita bisa menjawab tantangan dari semua pihakk untuk membawa Batam ke arah yang lebih baik. Menurutnya, ada beberapa tugas yang harus dikerjakan ukita.

“Hubungan Pemko dan BP Batam harus diperbaiki. Sinkronisasi izin atau aturan di kedua lembaga harus diperbaiki,” katanya.

Ia juga berharap Lukita untuk untuk menata ulang atau mengkaji semua aturan yang dapat menghambat investasi di Batam. Sepeti Perka no 10 tahun 2017 yang sempat menuai pro kontra di masyarakat.

” Kalau ada aturan yang memperlambat iklim investasi harus dikaji ulang. Pengusaha adalah mitra untuk membangun Batam. Jadi koordinasinya harus intens,” katanya.

Tugas yang tidak kalah berat BP Batam di bawah pimpinan Lukita Cs juga adalah masalah lahan. Pengurusan IPH harus dipercepat, termasuk semua pengurusan dokumennya.

“BP Batam juga harus mengurus percepatan HPL khusus nya bagi lahan yg telah dialokasikan. Dan harapan kita pusat bisa langsung cepat mengatur kewenangan BP Batam dan Pemko. Mari kita sama-sama mendukung untuk kemajuan Batam,” katanya. (ian)

Tak Ada Jaminan Keselamatan Warga Rohingya

0
Pemandangan perbatasan darat Myanmar dan Bangladesh. Ribuan warga Rohingya terus berdatangan ke Bangladesh demi keselamatannya. Misal- nya, yang tampak pada Kamis (19/10). (Reuters)

batampos.co.id – Bangladesh meminta pemerintah Myanmar menerima kembali warganya yang dulu bermukim di negara bagian Rakhine, Myanmar, itu.

Aung San Suu Kyi, penasihat pemerintah Myanmar, mengaku siap menerima mereka kembali, tapi tak bisa menjamin keselamatan nyawa warga Rohingya.

Ratusan ribu Rohingya membanjiri Cox’s Bazar, wilayah Bangladesh yang mendadak jadi tempat pengungsian karena kerusuhan pecah di permukiman mereka 25 Agustus lalu. Mereka berusaha menyelamatkan diri karena aparat Myanmar membakar rumah dan sawah serta memburu nyawa mereka.

Tak peduli usia atau gender. Hingga kini, angka pengungsi mencapai 600 ribu dan terus bertambah karena tiap hari eksodus Rakhine Cox’s Bazar terus terjadi.

”Saya tidak membawa perhiasan atau barang berharga (saat meninggalkan Myanmar, Red). Yang saya bawa hanya setumpuk dokumen ini. Di Myanmar, Anda wajib punya dokumen untuk membuktikan apa pun,” kata Jamil Ahmed, warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh saat terjadi kerusuhan.

Ahmed merupakan salah seorang pengungsi Rohingya yang menyambut baik kebijakan Suu Kyi untuk pulang. Sebagaimana pria 35 tahun itu, sebagian besar pengungsi Rohingya di Bangladesh pun sangat rindu pulang. Kendati tak pernah diakui sebagai warga negara dan terasing di tanah air sendiri, penduduk Rohingya selalu menganggap Myanmar sebagai rumah mereka. Jadi, pulang adalah kebahagiaan.

Ahmed sudah membayangkan, begitu sampai Rakhine, dirinya akan langsung memperbaiki rumah dan mengurus sawah ladangnya. Berbekal dokumen kepemilikan di tangan, dia tak khawatir akan menjadi gelandangan atau pengangguran setelah kembali ke Desa Kyauk Pan Du nanti.

Namun, ternyata sertifikat saja tidak cukup. Apalagi, dokumen milik Ahmed telah menguning dan sobek di sana sini.

”Kami tidak akan mengakui kepemilikan lahan atau sawah jika mereka tidak punya dokumen kependudukan,” kata Kyaw Lwin, menteri pertanian Rakhine, sebagaimana dilansir Reuters kemarin (22/10).

Itu kabar buruk bagi Ahmed yang punya sawah serta ladang kentang, lombok, dan almon di desanya. Sebab, sejak zaman nenek moyang, kaum Rohingya tak pernah diakui sebagai warga negara Myanmar.

Karena tak pernah diakui, kaum Rohingya pun tak pernah mengantongi dokumen kependudukan. Dengan begitu, Ahmed dan para pemilik sawah juga ladang di Rakhine pun sepertinya tak akan bisa mengklaim harta mereka tersebut.

Padahal, sebentar lagi sawah-sawah menguning yang kaum Rohingya tinggalkan dalam krisis sektarian bakal panen. Harapan untuk mendapatkan kyat (mata uang Myanmar) pun pupus.

Tentang panen padi, pemerintah Myanmar ternyata sudah punya rencana sendiri. Pemerintah bakal memanen sawah seluas 28.935 hektare yang ditinggalkan penduduk Rakhine. Dalam dokumen resmi yang Kyaw Lwin bawa, tercantum bahwa lahan seluas 18.210 hektare tersebut milik masyarakat Bengali (sebutan Myanmar untuk Rohingya).

”Itu lahan tak bertuan milik Bengali,” sebut Kyaw Lwin.

Untuk sawah di area yang dikuasai militer, pemerintah akan langsung memanennya dengan menggunakan alat. Total ada 24 alat panen yang sudah disiapkan. Mesin-mesin itu bakal digunakan untuk memanen sawah di area seluas 5.827 hektare.

Penghasilan yang didapat per 0,4 hektare sawah yang dipanen mencapai USD 300 (sekitar Rp 4 juta). Dan, semua itu akan masuk kantong pemerintah. ”Untuk area persawahan di lokasi lain yang tidak di bawah kendali militer, kami akan mengerahkan buruh yang khusus kami sewa untuk memanen padi,” terang Kywan Lwin.

Pejabat Rakhine yang lain, Tin Maung Swe, mengatakan bahwa padi-padi itu tidak semuanya akan dijual. Sebagian bakal disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan. Tapi, dia tidak menyebut etnis Rohingya sebagai salah satunya.

Kebijakan Myanmar tersebut memantik protes Human Rights Watch (HRW). Kemarin Wakil Ketua HRW Asia Phil Robertson mengecam skema pengambilalihan panen kaum Rohingya oleh pemerintahan Suu Kyi.

”Anda tidak bisa seenaknya bilang bahwa area persawahan itu tak bertuan setelah menggunakan kekerasan dan api untuk mengusir para pemilik lahan tersebut dari negeri Anda,” tegasnya.

Sementara itu, izin yang Suu Kyi berikan kepada sekitar 600.000 warga Rohingya untuk pulang dikecam sekelompok penduduk Buddha di Kota Sittwe. Mereka memprotes kebijakan yang sejatinya sama sekali tidak berpihak kepada kaum Rohingya tersebut.

”Mereka bukan warga negara Myanmar. Mereka tidak punya hak untuk kembali,” kata Aung Htay, salah seorang demonstran. (Reuters/indianexpress/hep/c25/any)