Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12924

Ribuan Manusia Menyemut Hebohkan Karnaval Pesona Danau Toba 2017

0

Kota Balige benar-benar berpesta dan semarak. Tidak lain karena digelarnya perhelatan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2017. Buktinya,ribuan pengunjung menyemut di sepanjang jalan Karnaval budaya yang menempuh jarak 2,7 Km dari Soposurung dan finish di Pasar Tradisional Balerong Balige pada Minggu (10/9).

Seluruh warga dan bercampur dengan wisatawan nusantara dan mancanegara di Kabupaten Tobasa tumpah ruah mengikuti agenda karnaval budaya yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, dan Beberapa Bupati di Kawasan Danau Toba.

Mereka berbaur menjadi satu untuk meriahkan karnaval yang tahun lalu dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo itu.

Dalam acara tersebut, Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan mengenakan “Ulos Raja” lengkap berupa Ulos Simargasisi, selendang ulos pinussaan , dengan penutup kepala tuntuman, tungkot Palehat raja, piso halasan, sedangkan Menpar Arief Yahya beserta Gubernur mengenakan Ulos Sirara dengan Ulos Pinussaan, dan sortoli penutup kepala Tuntuman.

Para pejabat tersebut sambil melempar kaos merah bertuliskan Pesona Indonesia kepada penonton sambil melambaikan tangan ke kiri dan kanan.

Arak-arakan budaya yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu boleh dibilang sukses besar. Sukses acara, pelaksanaan lancar, dan sesuai skenario, serta nyaris sempurna.

Semua kontingen yang berjumlah 69 kontingan berasal dari 9 Kabupaten di Sumatera Utara, Alat musik tiup , parade multi etnis, 394 peserta marching band, becak hias, 11 komunitas masyarakat,16 kecamatan, 80 orang peserta seruling, 300 pembawa tandok atau panghunti tandok yang semuanya berjumlah 2.227 orang peserta semua tampil optimal, dilepas di garis start di Soposurung. Dan finish di Onan Balerong Balige. Semua bergerak lancar membelah lautan manusia yang hampir 100 persen mengenakan identitas khas batak.

“Danau Toba itu keren, Danau Toba itu Beken, Danau Toba itu Paten buktinya sejak karnaval berlangsung sudah trending topic. Ini karnaval sudah standar global, siap go international,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang terus bersama Menkomar.Sepanjang hari kegiatan Pesona Danau Toba 2017, semua tagar yang dilempar ke media sosial langsung menjadi trending topic dengan #PesonaDanauToba2017.

Ribuan foto, video, serta live sosial media meramaikan Karnaval Pesona Danau Toba 2017 di Balige. “Selamat, Karnaval Pesona Danau Toba benar-benar go digital dan go global. Gambar, foto-foto dan video pendek yang dibagikan ke media sosial benar-benar atraktif dan kaya angel,” papar Arief Yahya.

Sukses ketiga, yaitu telah berhasil mendaratnya penerbangan internasional Menkomaritim di Bandara Internasional Silangit, setelah melakukan penerbangan dari Singapura yang menempuh waktu 52 menit.

Dalam sambutannya Menkomar mengatakan pada hari Jumat (8/9) kemarin bandara Silangit Airport sudah resmi menjadi bandara internasional. Rencananya Presiden Joko Widodo akan meresmikan pada Oktober mendatang.

“Kemarin mendarat di Silangit dari Singapura hanya 52 menit. Dan itu sangat potensi untuk mendatangkan wisatawan dari Singapura. Presiden akan meresmikan lapangan terbang, kalau itu benar-benar mulus dan siap,” kata Luhit dalam sambutannya.

Luhut juga menyebut jika Oktober 2018 nanti akan ada pertemuan akbar Annual Meating IMF World Bank yang diselenggarakan di Bali. Setelah ditetapkan jadi bandara International, tentunya Silangit Airport akan dikunjungi delegasi-delegasi yang berjumlah 189 negara.

“Setelah rapat mereka akan berkunjung ke Danau Toba. Oleh karena itu kita harus kompak untuk sama-sama menjaga lingkungan dan kebersihan di Danau Toba, Horas Horas Horas,” pungkas Luhut.(*)

 

Peserta Malang Flower Carnival 2017 Meningkat 90 Persen

0

Kesuksesan dari sebuah even adalah peningkatan yang signfiikan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu ternyata terjadi juga di perhelatan Malang Flower Carnival (MFC) 2017 yang digelar Minggu, 10 September 2017.

Mengusung tema “Eksotika Bunga Nusantara”, peserta Karnaval yang didukung juga oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu mengalami peningkatan jumlah peserta yang sangat bagus, meningkat 90% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peserta mencapai 214 peserta, meningkat 90% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 115 peserta, ini sebuah perkembangan yang menggembirakan,” kata Chairman MFC Agus Sunandar.

Sebanyak 214 peserta ini berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur yaitu Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bondowoso, Kota Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Event yang digelar di Jalan Ijen, Minggu (10/9), juga akan melombakan karya-karya dari setiap peserta. Lomba terbagi atas dua kategori. Yakni, kategori A untuk kelompok SD dan SMP, serta kategori B untuk kelompok SMA dan umum.

”Peserta bersifat perorangan dan atau mewakili instansi atau daerah dari seluruh Indonesia,” tambahnya.

Sedangkan kriteria kostum yang diperlombakan dalam ajang ini ialah karya kostum bersifat original, glamour, berdimensi besar, dan menggunakan minimal 20 persen hiasan bentuk bunga. Selain itu, rupanya ada hal lain yang harus diperhatikan terkait kostum.

“Kostum karnival yang sudah pernah juara pada periode sebelumnya, tidak diperbolehkan untuk ikut lomba lagi, kecuali hanya untuk ikut parade grand show,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan apabila setiap peserta wajib membawa sendiri model beserta make up yang akan memperagakan kostum karnival pada saat grand show Malang Flower Carnival (MFC). Apa hadiah yang ditawarkan? 13 pemenang dengan total hadiah uang tunai sebesar Rp 40 juta!

“Akan diambil enam pemenang untuk masing masing kelompok dan satu juara The Best Perform,” kata dia.

Ajang MFC ini juga dimanfaatkan sebagai pemanasan sebelum mengikuti event tingkat inter-nasional.

“Pada 25 September mendatang, MFC dipercaya Ke-menterian Pariwisata (Kemenpar) untuk tampil dalam event pariwisata dan budaya internasional IFTM Top Resa Paris di Parc des Expositions Porte de Versailles di Paris Prancis,” jelas dia.

Realisai pengunjung MFC 2016 sebanyak lebih dari 5000 pengunjung. “Tahun ini kita targetkan meningkat sebanyak 20%, jadi sekitar 6000-an pengunjung,” tandasnya.

Menpar Arief Yahya mengaku sangat senang dan bangga atas penyelenggaraan MFC ini.

“Saya senang karena MFC cukup mengakomodir budaya-budaya lokal Indonesia dan lebih menggali lagi kekhasan daerah Malang dan lainnya. Ke depan untuk akomodasi kegiatan pengunjung ke Malang ini bisa ditambah jumlahnya dan perlu ditingkatkan lagi kualitasnya dari para pesertanya,” ujarnya.(*)

Kemenpar Gelar Famtrip dan Workshop Pemasaran Banten 7 Wonders

0

Langkah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk terus menggenjot kunjungan wisatawan terus berlanjut. Kali ini, Kemenpar menggelar Famtrip dan Workshop Strategi Pemasaran Paket Wisata Banten 7 Wonders di Hotel Jayakarta, Anyer, Banten, 6-7 September 2017, kemarin.

Bersama Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Banten, acara ini menggandeng stakeholder pariwisata di seluruh Banten untuk bersinergi dalam menjual paket-paket wisata yang menarik ke destinasi-destinasi yang menjadi unggulan tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Provinsi Banten yang memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung merupakan salah satu kawasan wisata nasional yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemerintah pusat akan membantu secara optimal agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya.

“Ini akan menjadi sinergi yang bagus antara Tanjung Lesung dan Banten 7 Wonders yang menjadi unggulan wisata Banten juga. Karena apa yang ada di Banten 7 Wonders ini sangat lengkap baik atraksi, budaya, alam, sejarah, bahari, dan banyak lagi akan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung. Begitu juga sebaliknya,” kata Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Hendri Karnoza.

Workshop hari pertama berlangsung menarik. Banyak interaktif yang dilakukan peserta sebanyak 126 orang dengan narasumber yang dihadirkan selain Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, ada Sekjen DPP Asita Rusmiati dan PIC Destinasi Prioritas Tanjung Lesung Ida Irawati.

Saking serunya, hingga secara spontan diadakan lomba membuat paket wisata menarik untuk Banten dengan hadiah tiket pesawat pulang pergi dari Banten ke Lombok, NTB. Sontak saja para peserta sangat antusias mengikuti lomba dadakan ini.

Dibagi menjadi 5 kelompok, mereka penuh semangat membacakan paket-paket wisata menarik. Bahkan, meski workshop berakhir hingga pukul 22.00 WIB, jumlah peserta tidak surut. Keesokan harinya, peserta akan diajak famtrip ke sejumlah lokasi yang ada Banten.

Esthy menjelaskan, Banten sudah sepatutnya bangga karena punya 7 Wonders yang sudah banyak dikenal. Masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan memiliki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini, sehingga menjadi destinasi wisata religi dan budaya.

“Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya Taman Nasional yang berada di ujung selatan Banten, tempat dimana habitat hewan langka dilestarikan. Belum lagi pantai-pantainya yang indah. Sehingga akan menjadi mudah dan menarik bagi pelaku industri pariwisata untuk menjual paket-paket wisata di Banten 7 Wonders,” jelas Esthy.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati yang hari itu berperan sebagai moderator mengatakan, workshop seperti ini sangat dibutuhkan bagi pelaku industri pariwisata di Banten. Dengan mendapatkan pemaparan materi yang bagus dan sharing, maka pelaku industri pariwisata makin percaya diri dalam menjual paket-paket wisata Banten 7 Wonders.

“Semua harus bersinergi dalam dalam memasarkan wisata Banten. Dengan seringnya pembekalan seperti kegiatan sekarang ini, maka mereka akan semakin percaya diri dalam menjual paket-paket wisata Banten,” ujar Eneng.

Sementara, Ketua ASITA Banten Mukhlis Ikhsor Gatot mengatakan, Famtrip dan Workshop ini bertujuan menyatukan semua stakeholder di wilayah Banten agar bersatu saling menguntungkan dari berbagai sektor. Semua akan bekerja sama dalam mendatangkan wisatawan ke wilayah Banten.

“Banten memiliki segalanya. Promosi sudah digencarkan baik dari pusat maupun daerah. Sekarang saatnya lebih gencar menjual Banten ke luar. Harus ada simbiosis mutualisme untuk saling menguntungkan,” ujar Mukhlis.

Apa yang dimaksud Mukhlis adalah, semua sektor seperti hotel, persewaan kendaraan, UMKM, dan sebagainya, harus bisa menjual paket-paket wisata. Nantinya, bisa diinformasikan ke pelaku travel agent untuk dieksekusi bila ada calin wisatawan.

“Dengan begitu, akan terjadi share ekonomi di semua sektor, karena mereka akan mendapat fee dari agensi. Begitu sebaliknya, bila agensi mempunya rombongan wisatawan, bisa diarahkan ke hotel-hotel mereka, diarahkan belanja di UMKM, sewa mobilnya ke mereka. Jadi semuanya mendapatkan manfaatnya,” ujar Mukhlis.

Mukhlis manambahkan, sejak ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai 10 destinasi prioritas pemerintah, diharapkan Banten bisa meningkatkan 100% kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Banten pada tahun ini.

“Jurusnya, ya itu tadi, melalui kerja sama antara pelaku bisnis dalam dan luar negeri. Ini bisa meningkatkan peran industri wisata untuk kesejahteraan masyarakat Banten,” ujarnya.

Untuk diketahui, di Banten, tidak hanya destinasi wisatanya saja yang indah, masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan memiliki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini. Hal ini bisa menjadi destinasi wisata religi dan budaya. Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya Taman Nasional yang berada di ujung Selatan Banten, tempat dimana habitat hewan langka dilestarikan.

Banten 7 Wonders ini antara lain, Banten Lama, Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Sangiang, Suku Baduy, Pulau Umang, Gunung Krakatau, dan Rawadano.

Situs sejarah Banten Lama merupakan sisa kejayaan Kerajaan Islam Banten pada Abad ke-16. Situs sejarah Banten Lama ini terletak di kecamatan Kasemen, kota Serang, Banten. Di kawasan situs sejarah tersebut diantaranya kita dapat mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lamayang, Keraton Surosowan, Masjid Agung, Benteng Speelwijk, Vihara Avalokitesvara, Istana Kaibon, dan Pelabuhan Krangantu.

Taman Nasional Ujung Kulon yang terdiri dari Pulau Peucang, Panaitan, Handeuleum, Taman Jaya dan Gunung Honje Utara merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka Badak Jawa atau dikenal Badak Bercula Satu dan satwa langka lainnya.

Pulau Sangiang adalah Taman Wisata Alam yang terletak di Selat Sunda 10 Km dari Pantai Anyer. Pulau Sangiang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang menyukai wisata bahari.

Keberadaan Suku Baduy dan Cisusang juga jadi daya tarik tersendiri. Suku Baduy yang bermukim di areal seluas 5.101 ha di Desa Kanekes, Leuwidamar atau sekitar 38 km dari Rangkasbitung, kota kabupaten Lebak. Masyarakat Baduy memiliki hukum adat yang sangat kuat dengan sistim pemerintahan sendiri yaitu pemerintahan adat Baduy dengan kepala pemerintahan disebut Puun yang jumlahnya ada tiga yaitu: Puun Cikeusik, Cikertawarna dan Cibeo.

Jika mendengar gunung Krakatau, tentunya sebagian kita tahu bahwa dahulu gunung Krakatau pernah meletus dan merupakan salah satu letusan gunung berapi terdahsyat di dunia. Konon suara letusan gunung Krakatau mencapai radius 4.500 km dari titik pusat ledakan dan terdengar oleh seperdelapan penduduk bumi.

Pulau Umang berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung, destinasi wisata ini patut dikunjungi bila ke Banten. Pulau Umang memiliki pasir putih dan air yang biru jernih, ombaknya pun relatif tenang.

Rawadano ini berlokasi di Desa Luwuk yang menjadi bagian dari Gunung Sari. Rawadano banyak digunakan masyarakat Banten dengan menaiki perahu dan berpetualang di seluruh area. Anda akan mendapatkan pengalaman unik yang belum banyak dijamah orang di sana.

Kehadiran Banten 7 Wonders ini membuat Ida Irawati semakin optimis akan melesatkan Tanjung Lesung. Menurutnya, wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung akan semakin banyak pilihan destinasi sehingga waktu tinggalnya di Banten akan makin lama.

“Ini nanti akan terjadi saling mendukung antara Banten 7 Wonders dengan Tanjung Lesung. Ini akan membuat wisatawan sadar bahwa di Banten sangat banyak destinasi yang bisa dieksplore saat datang ke Tanjung Lesung,” ujar Ida.

Apalagi, pemimpin baru Provinsi Banten Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy telah berkomitmen akan memprioritaskan sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur.

“Kemarin saat launching Festival Tanjung Lesung 2017 yang digelar di Gedung Sapta Pesona beliau di hadapan Pak Menteri Pariwisata sudah menyampaikan, akan mempercepat aksesibilitas sepertj jalan tol, rel kereta dan mendorong pembangunan bandara baru di Pandeglang,” ungkap Ida.

Agar 7 Wonders itu betul-betul menjadi destinasi kelas dunia, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyarankan agar diurus 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitas nya secara seimbang.

“Karena itulah, komitmen masing-masing kepala daerah sangat penting, porsinya 50% penentu kesuksesan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menyebut Provinsi Banten memang harus terlebih dulu pembangunan infrastruktur. Sehingga makin banyak wisatawan datang hingga berdampak positif untuk perekonomian masyarakat.

Terkait aksesibilitas, lanjut Menpar, untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia tidak boleh ditempuh lebih dari 2 jam. Percepatan infrastruktur Jalan tol ke Serang-Panimbang yang berjarak 83 Km harus segera diselesaikan.

“Kami tidak bisa menjual Tanjung Lesung jika jarak tempuh masih 5 jam dari Jakarta. Akses darat lain yaitu kereta api, akan dilakukan reaktivasi jalur rel kereta api Labuan hingga Panimbang,” katanya.

Untuk akses udara, pria asal Banyuwangi itu melakukan benchmarking kepada destinasi wisata kelas dunia harus punya international airport. Sebagai contoh Bandara Silangit di Danau Toba dan Bandara di Belitung akan menjadi bandara international tahun ini. Tanjung Lesung juga memiliki kesempatan yang sama, karena telah menjadi Destinasi Pariwisata Prioritas.

“Walapun bandara Soekarno-Hatta terletak di Banten, namun lebih melayani greater Jakarta. Saya mengusulkan agar dibangun bandara lagi. Lokasi di manapun di Banten, sehingga waktu tempuhnya hanya dua jam ke daerah di Banten. Pandeglang sangat berkemungkinan jika wilayahnya sudah siap,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

 

Wonderful Indonesia Goda Wisman Jepang Lewat JTE 2017

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengikuti pameran Japan Tourism Expo 2017, yang bakal digulirkan 21-24 September 2017 di Tokyo International Exhibition Center (Tokyo Big Sight), Jepang.

Tourism Expo Japan (JTE) 2017 ini merupakan kolaborasi dari Japan Travel and Tourism Association (JTTA), Japan Association of Travel Agents (JATA) dan Japan National Tourism Organization (JNTO).

“Ini bursa pariwisata tahunan terbesar di Jepang, informasi yang kami terima, tahun ini akan diikuti lebih dari 1.100 buyers dan seller dari 150 negara dengan 1.100 booth dan ditargetkan akan dikunjungi lebih dari 175 ribu pengunjung,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Vinsen menambahkan, pameran ini sangat konsisten dari tahun ke tahun. Nah, tahun ini adalah yang ke 25 kalinya TEJ dilaksanakan di negri Sakura tersebut.

Dia juga menyebutkan, luas Lahan yang disewa Kemenpar adalah sebanyak 20 booth dengan luas 234 sqm, akan didesain dengan nuansa Wonderful Indonesia (Kapal Phinisi) dilengkapi dengan image yang mewakili destinasi di 3 Greater yakni Batam, Jakarta, dan Bali. Kapal Phinisi merupakan kapal tradisional khas Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan, tepatnya dari Desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Model kapal tersebut sangat khas dengan dua tiang layar utama sehingga diharapkan mampu menarik perhatian pengunjung dalam acara pameran akbar tersebut.

”Nanti kami akan berada di booth Indonesia East Hall 1, L 39, ditabah dengan stand nomor L36 dan L37,” ujarnya. Kemenpar memfasilitasi 35 pelaku industri pariwisata Indonesia dari berbagai provinsi untuk mengikuti acara itu. Mereka bergerak pada jasa biro perjalanan, hotel, Pemda, cruise, pengelola destinasi wisata, theme park, hingga maskapai penerbangan.

Di pameran nanti, akan ada aktivasi pada booth Indonesia antara lain pameran B to B dan B to C, pelayanan informasi pariwisata, coffee and refreshment, penampilan Tim Kesenian, media digital interaktif (Virtual Reality) dan Gift Redemption.

“Nantinya akan ada business to business (B2B) meeting agar tercipta kerja sama bisnis sehingga meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Hasil dari kegiatan ini akan dipublikasikan di media Jepang sehingga orang tertarik membeli paket-paket harga khusus.Setelah itu akan ada jadwal JATA bussiness meeting dan JATA Tourism Expo yang di dalamnya ada agenda Set-up meeting: Pre-appointmentsmeeting (PSA),matching system,” ujar Bro VJ itu.

Menpar Arief Yahya melengkapi, Jepang juga menjadi salah satu negara yang seksi untuk digoda datang ke tanah air. Seperti yang dilansir Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia pada tahun 2014 sebanyak 492 ribu orang dan tahun 2015 sebanyak 528 ribu orang.Tahun 2016 cenderung turun sebanyak 513 ribu orang.

“Kami serius mengejar target wisman asal Jepang. Pada 2017 ini, Kemenpar membidik 762 ribu wisman dari Jepang untuk mendukung proyeksi total 15 juta wisman pada 2017,” kata Menpar Arief Yahya.

Baginya, pesona alam Indonesia yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke merupakan magnet tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung ke Indonesia. Untuk itu dirinya berharap warga Jepang dapat turut menikmati keindahan alam tersebut.

Jarak tempuh Jepang-Indonesia juga tidak terlampau jauh, yakni 7-8 jam saja. Tidak lebih dari itu, sehingga untuk traveling, perjalanan selama itu tidak terlalu melelahkan. “Karena itu, kami optimistis, bisa mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak lagi,” pungkasnya. (*)

Booth Phinisi Indonesia Jadi Jawara Lagi di Vietnam

0
foto: brilio

Hasil manis ditorehkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dari hari ke hari. Setelah berhasil sukses meraih Spesial Prize: The Best Booth Marine and Diving di Jepang, Minggu (9/4), juga suskes menyabet penghargaan terbaik, The National Booth with Impressive Decoration di perhelatan Vietnam International Travel Mart (VITM) 2017, di hari yang sama.

Kemarin, 9 September 2017, kabar menggembirakan kembali datang dari
dari Ho Chi Minh, Vietnam lagi. Indonesia berhasil memenangkan 2 penghargaan sekaligus, yaitu ‘ITE Best Booth Design Award’ dan ‘ITE Exhibititor Recognition Award’ di ajang International Travel Expo Ho Chi Minh City (ITE HCMC) yang dilaksanakan di Saigon Exhibition & Convention Center (SECC) pada tanggal 7 hingga 9 September 2017, kemarin.

“Indonesia yang menampilkan paviliun seluas 90 sqm (10 booth) dengan mengangkat tema kapal phinisi sebagai icon (focus of interest) di pameran B2B dan B2C ini terpilih kembali menjadi yang terbaik, kami sangat bersyukur dan prestasi ini harus terus menjadi milik tanah air kita,” kata Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani.

Bagi Kemenpar, imbuh Rizki, penghargaan pameran yang diikuti 250 exhibitor, 200 pengusaha agen perjalanan dan diperkirakan lebih dari 26.000 pengunjung dalam ITE HCMC ini merupakan buah apresiasi atas kerja keras timnya dalam menampilkan keragaman destinasi wisata tanah air.

Rizki Handayani juga memaparkan, Booth tanah air Indonesia ini menampilkan gambar tiga dimensi berisikan Candi Borobudur, Ulum Danu Beratan dan branding Asian Games 2018 Jakarta – Palembang yang semakin menambah corak dan warna penampilan stand booth.

“Selain itu pada seller table, kami tampilkan destinasi wisata pesona Indonesia, menawarkan tujuan wisata di Indonesia seperti Candi Borobudur, Tugu monumen nasional (Monas), Raja Ampat, wisata sea walker Club Aqua Bali, memanjakan tubuh dan merawat kecantikan secara tradisional di Bali, pesona Sulawesi Utara, hingga wilayah crossborder Batam, jadi sangat terlihat cantik,” tambah wanita yang biasa disapa Kiki itu.
Selama tiga hari pameran berlangsung, Kemenpar juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan menarik yang dapat dinikmati pengunjung booth. Antara lain, counter pelayanan informasi pariwisata Indonesia, peta interaktif Indonesia, coffee and refreshment corner, digital interactive corner, quiz & games, gift redemption.

Selain itu, Kemenpar juga memanfaatkan event ini dengan melakukan online market survey untuk mengetahui profile dan karakteristik pengunjung maupun buyers dari berbagai negara, sekaligus juga melakukan sosialisasi dan vote video Wonderful Indonesia “The Journey to a Wonderful World” yang saat ini sedang diikutsertakan pada ajang UNWTO Video Tourism Competition 2017.

Seperti diketahui, Booth ini juga mempertemukan sesama pengusaha agen perjalanan wisata dan pengusaha langsung dengan konsumen. Mereka akan merancang bisnis pariwisata, baik dengan tujuan Indonesia atau Vietnam. Dalam pameran ini, kemenpar juga membawa 15 industri pariwisata dan 1 Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

“Kami juga menampilkan tarian Bali, Jakarta, dan Melayu untuk diperkenalkan kepada calon wisatawan. Ini cara untuk mempromosikan paket-paket wisata ke daerah tersebut,” ujar Kiki. Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, kemenangan dan penghargaan yang diraih Kemenpar membuktikan bahwa Wonderful Indonesia menunjukkan kelasnya di level internasional.

“Penghargaan yang sudah beberapa kali kita terima menunjukkan bahwa bangsa kita memang punya kapasitas, punya kemampuan dan berani bersaing. Kemenangan itu direncanakan, bukan datang sendiri,” ujar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga menyampaikan hampir semua Travel Market atau pameran pariwisata level dunia, seperti ITB Berlin, WTM London, CITM China, ATM Dubai, ITB Asia Singapore, ATF Travex, NATAS & ADEX Singapore, JATA Jepang, dan lainnya, desain model Phinisi inilah yang selalu juara. Mengalahkan Jepang, Korea, Singapore, Hongkong, China, Taiwan, Thailand, India, Malaysia dan negara lainnya. Kapal phinisi sendiri adalah simbol kekayaan budaya bahari Indonesia yang diwakili oleh Suku Bugis, Makassar, Sulsel. Phinisi sejatinya adalah nama layar. Lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” itu berawal dari sini. Mereka sudah berkeliling dunia dengan kapal layar itu sejak abad ke-15.

“Jadi Phinisi adala simbol dari wisata bahari atau maritim yang menjadi sektor prioritas Presiden Joko Widodo, selain infrastruktur, energi, pangan, dan Pariwisata,” lanjut Arief Yahya. Bahkan, tambahnya, 10 top destinasi prioritas Kemenpar, dari Danau Toba Sumut sampai Morotai Maltara itu 7 diantaranya adalah wisata bahari. Yakni Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, dan Morotai Maltara.

“Jadi kita promosikan Wonderful Indonesia ke seluruh dunia dengan “berlayar” menggunakan kapal Phinisi ini. Kita harus tampil maksimal,” pungkasnya.(*)

Suami Bosan Setor Gaji ke Istri, Ujungnya Didenda Rp 1 Juta oleh Polisi

0
ilustrasi: wahyu kokkang / jawa pos

batampos.co.id – Rupanya ada juga ya suami yang bosan setor duit gaji kepada istri. Kejadian unik ini berlaku di Zhejiang, Tiongkok.

Untuk mengelabui sang suami bahkan bikin cerita kerampokan.

Kepalsuan itu segera diketahui pihak berwenang.

”Dia kecurian, tapi tetap kalem dan nggak panik atau bingung sama sekali,” papar Chen Xi, salah seorang petugas, kepada Global Times China.

Mereka mengecek kamera CCTV di sepanjang jalur yang dilalui pria tersebut. Hasilnya? Cuma rekaman dia naik sepeda elektrik dengan santai. Tidak ada perampokan atau perampasan.

Si suami akhirnya mengaku bahwa istrinya selalu menagih uang setiap habis gajian. Dia bikin beragam alasan supaya gajinya aman. Mulai bilang duitnya hilang, dipinjam teman, sampai habis terpakai.

”Karena tidak mungkin bilang alasan yang sama, dia mengaku dirampok dan bikin laporan polisi,” kata Chen.

Laporan palsu itu berbuntut panjang. Tak hanya ketahuan istri, dia malah kena kurungan 10 hari plus denda CNY 500 (sekitar Rp 1 juta).

Anda termasuk suami demikian?! (Global Times/fam/c11/na)

Polda Kepri Tangkap 2.000 Karung Pakaian, 30 Kasur, 50 Kursi Putar, 50 Unit Ranjang Rumah Sakit, 50 Lemari Besi, 200 Meja Belajar, 30 Karpet, dan 1 Unit Piano, Semua Bekas

0
Anggota Polair Polda Kepri menjaga kapal dan ABK kapal yang ditangkap membawa barang bekas di perairan Nongsa, Senin (11/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri menggagalkan masuknya ribuan karung barang bekas dari Singapura ke Batam melalui perairan Batubesar, Jumat (8/9) lalu. Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menuturkan, barang-barang bekas yang diselundupkan itu dibawa dengan menggunakan KLM Raja Persada-1 GT 103.

“Tak hanya barang, kami juga mengamankan satu orang nakhoda dan 10 anak buah kapal (ABK),” kata Irjen Sam Budigusdian, Senin (11/9).

Dari informasi yang diterima pihak kepolisian, kapal yang memuat barang bekas ini berangkat dari Pelabuhan Jurong. Informan polisi menuturkan, kapal tersebut akan berlayar ke Batam. “Informasi masyarakat yang kami teruskan,” tutur Sam.

Selama tiga hari, kapal milik Direktorat Pol Air Polda Kepri melakukan razia di perairan yang akan dilalui kapal Raja Persada. Tepat pada hari ketiga, Jumat (8/9) pukul 06.00, kapal yang dimaksud berlayar memasuki Batubesar. Begitu melihat kapal sesuai dengan ciri-cirinya yang disebutkan masyarakat, Pol Air Polda Kepri langsung menyergap dan menghentikan laju kapal tersebut.

Di dalam kapal ditemukan lebih dari 2.000 karung pakaian bekas. Selain itu, juga ada 30 kasur bekas, 50 kursi putar, 50 unit ranjang rumah sakit, 50 lemari besi, 200 meja belajar, 30 karpet bekas, dan satu unit piano.

“Saat diamankan mereka tak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen,” tutur Sam.

Barang ini rencananya akan dibawa ke salah satu pelabuhan milik HT. Terkait keterlibatan aparat dalam penyelundupan ini, Sam menuturkan pihaknya masih belum bisa membuktikannya.

“Belum ada bukti terkait aparat,” ungkapnya.

Penangkapan kapal bermuatan ribuan barang bekas dari Singapura ini melanggar pasal 102 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan karena melakukan penyelundupan. Ancamannya penjara paling lama delapan tahun dan denda Rp500 juta.

“Nanti akan kami serahkan ke pihak Bea Cukai,” ungkapnya.

Dengan kapan kayu inilah ribuan barang bekas sampai di Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Nakhoda kapal berinisial H, mengaku bahwa barang itu milik Lo. Dan ia hanya mengantarkan dengan upah sebesar Rp 500 ribu.

“Hanya bawa saja, Pak. Disuruh nanti bongkarnya di Batubesar. Udah itu saja,” ucapnya singkat.

Kapolda Sam Budigusdian menegaskan, pihaknya serius menangani masalah penyelundupan ini.

“Kan sudah pernah saya sampaikan, penyelundupan merupakan atensi dari Kapolri langsung. Dan melalui satgas kami terus berupaya mencegah dan menindak penyelundupan,” ungkapnya. (ska)

Survive di Tengah Krisis

0

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata”

Itu merupakan secuil kalimat inspirasi Dahlan Iskan. Singkat namun memiliki makna dalam.

Lewat sepenggal kalimat itu pula, big bosa saya itu mencoba memberi motivasi. Menularkan optimisme bagi semua.

Bukan isapan jempol. Dahlan sudah pernah mengalaminya. Hasilnya, dia menjadi salah seorang tokoh negeri ini. Raja media di Tanah Air dengan ratusan perusahaan media.
Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) berada di angka 1,52 persen di semester pertama. Berada di peringkat kedua terbawah dari seluruh provinsi di Indonesia. Celakanya, sumber terbesarnya dari Batam.

Berdasarkan data yang dikulik dari pelbagai sumber, Batam penyumbang 60 persen terhadap perekonomian Kepri. Boleh dibilang, bangkit atau tidaknya ekonomi Kepri tergantung Batam

Miris sih sudah pasti. Dag-dig-dug tentu saja. Kondisi ini membuat kita semua waswas.
Namun jangan khawatir. Harapan itu masih ada. Ekonomi Batam masih bisa tumbuh.
Pertama, menilik hasil pertemuan antara Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, 7 September lalu.
Inti dari pertemuan kedua kepala negara itu adalah, komitmen memperbaiki perekonomian Batam.

Jokowi dan Lee sepakat sepakat untuk mengembangkan industri digital. Di mana, Batam sebagai penghubungnya.

Kedua, komitmen pemerintah pusat untuk memanjakan investor. Khususnya lewat perizinan. Itu seiring diluncurkannya Paket Ekonomi Jilid XVI beberapa waktu lalu.
Paket tersebut berisikan tentang upaya percepatan penerbitan perizinan berusaha dari tingkat pusat hingga daerah. Kebijakan ini bertujuan menyelesaikan hambatan dalam proses pelaksanaan serta memanfaatkan teknologi informasi melalui penerapan sistem perizinan terintegrasi alias single submission.

Caranya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi pembentukan satuan tugas (satgas) untuk pengawalan dan penyelesaian hambatan perizinan dalam pelaksanaan berusaha (end to end), penerapan perizinan checklist pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Industri, dan Kawasan Pariwisata, penerapan perizinan dengan penggunaan data sharing.

Kemudian tahap kedua adalah reformasi peraturan perizinan berusaha, serta penerapan sistem perizinan berusaha terintegrasi (single submission).

Kedua rencana besar Jokowi ini tentunya memberikan angin segar bagi perekonomian Batam. Namun, yang paling menjadi perhatian tentu saja terkait perizinan.
Banyaknya pintu yang harus dilalui dalam mengurus perizinan berkali-kali dikeluhkan oleh pengusaha. Izin tumpang tindih dari peraturan presiden (perpres), peraturan menteri (permen), hingga peraturan wali kota (perwako) bikin pengusaha pening.
Padahal, mereka ingin berinvestasi di Batam. Menanamkan modal, juga menghamburkan uangnya untuk pembangunan.

Yang dikhawatirkan, jika sampai pengusaha jengkel dan lelah, mereka akan berinvestasi di tempat lain. Batam bisa rugi. Bahkan bangkrut.

Terlepas dari dua rencana besar Jokowi itu, peran pengusaha Batam tidak bisa dikesampingkan.

Di tengah “badai” krisis ekonomi dan ribetnya perizinan, mereka tetap survive. Bertahan dan menolak menyerah. Mereka tetap berusaha untuk bangkit.
Bagi saya, Batam dihuni orang-orang super. Mereka memiliki mental kuat dalam menghadapi cobaan.

Boleh dibilang, kondisi saat ini menjadi kesulitan, tantangan, dan air mata bagi mereka. Namun, pengusaha yang dibentuk dari segela kesukaran itu tergolong orang hebat.
Sempat terpikir dalam benak saya. Dengan kondisi ekonomi yang lesu dan ruwetnya perizinan seperti saat ini, pengusaha Batam bisa bertahan. Bagaimana jika ekonomi sudah membaik.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan Batam akan kian maju, maju, dan maju. Boleh jadi bakal melebihi Singapura dan Johor.

Semoga, masyarakat Batam, khususnya pengusaha diberi kesabaran, ketabahan, dan ketegaran dalam menghadapi persoalan.

Semoga, ke depan ekonomi Batam semakin membaik dan kota tercinta ini semakin maju. Amin. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manajer Batam Pos

Agustus, Penerimaan Karyawan Tertinggi di Batamindo

0
. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan Batamindo November dan Desember tahun lalu, tercatat hanya menerima karyawan sebanyak 141 dan 150 orang saja. Tapi tren positif mulai terlihat dari awal tahun hingga Agustus lalu.

Dimana pihak pengelola kawasan Batamindo, mencatat Agustus penerimaan karyawan terbanyak yakni 1588 orang.

“Grafiknya itu terus naik,” kata Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng, Senin (11/9).

  • Januari merekrut sebanyak 733 orang
  • Februari 1111 orang
  • Maret 1311 orang
  • April 1416 orang
  • Mei 1072 orang
  • Juni 1185 orang
  • Juli 719 orang.

“Meningkatnya disebabkan tenant-tenant memerlukan karyawan dan adanya pembukaan proyek baru. Seperti perluasaan,” tuturnya.

Dari data yang di dapat Batam Pos, selama Agustus kebanyakan tenan Batamindo merekrut karyawan perempuan untuk operator. Mulai dari awal Agustus hingga akhir, tenan Batamindo yang membuka lowongan kerja yakni PT Indoyasa, Patlite, Noble Batam, Cicor, Tunas Karya, Elextronics, Patlite, dan Dynacast.

Dari perusahaan yang buka tersebut, hanya PT Patlite yang buka lowongan untuk laki-laki. Dan itupun tak banyak hanya 11 orang saja. Selebihnya penempatan kerja operator untuk karyawan perempuan.

Melihat mulai banyaknya jumlah karyawan yang diterima Batamindo, Ayung begitulah sapaan akrab Tjaw Hioeng berharap ke depan makin banyak lagi lowongan kerja. Sebab dengan ekonomi yang semakin membaik, maka tenan-tenan Batamindo akan mengembangkan usaha mereka.

“Bila ada pengembangan, tentu butuh tenaga kerja. Harapan kami semoga saja ke depannya makin bagus saja ekonomi Batam,” ujarnya.(ska)

Panin Dai-ichi Life Berikan Bantuan ke Panti Asuhan Al Jabar

0
Perwakilan tim pemasar Panin Dai-ichi Life di Batam, Jelsy berfoto bersama anak Panti Asuhan Al Jabar usai memberikan donasi sosial bertema Drive Positive Change di Panti Asuhan Al Jabar, Bengkong, Minggu (10/9) .
f. andriani susilawati/Batam Pos

batampos.co.id– Panin Dai-ichi Life menggelar aksi sosial dengan memberikan sejumlah bantuan kepada Panti Asuhan Al Jabar di Bengkong, Minggu (10/9). Bantuan yang diberikan berupa 10 lemari baju anak-anak, enam buah kipas angin, 60 paket alat tulis, beras 100 kg, minyak goreng 5 kg, gula, uang tunai dan kebutuhan bahan pokok lainnya.

Menurut Head of Marketing & Corporate Communications Panin Dai-ichi Life, Windra K Bakrie, sebagai bentuk komitmen dan kontribusi sosial kepada masyarakat, secara berkesinambungan Panin Dai-ichi Life melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR), yang berfokus pada tiga pilar yakni kesehatan (health), kesejahteraan (welfare) dan pendidikan (education).

“Untuk itu, sebagai bagian dari rangkaian program HUT ke-43, Panin Dai-ichi Life mengadakan kampanye CSR Roadshow yang dilakukan secara berurutan di 8 kota dengan mengambil tema Drive Positive Change. Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Tanjungpinang dan Makassar, Panin Dai-ichi Life melakukan serah terima donasi sosial ke Panti Asuhan Al Jabar di Jl Raya Al Jabar Nomor 1 Bengkong, Batam.

Windra mengatakan program ini merupakan bentuk upaya Panin Dai-ichi Life dalam meningkatkan kesadaran sosial masyarakat untuk membantu sesama yang membutuhkan.

“Kami mengutamakan keterlibatan (engagement) dari semua pemangku kepentingan baik manajemen, tenaga pemasar, nasabah maupun masyarakat dalam rangkaian program CSR yang kami implementasikan,” kata Windra.

Sebagian donasi yang diberikan merupakan hasil dari aksi jalan sehat yang digelar Panin Dai-ichi Life di Jakarta pertengahan Juli 2017 dan sebagian lagi merupakan kontribusi dari tim Panin Dai-ichi Life yang berada di Batam. Selanjutnya, program ini akan dijalankan di 5 kota lain termasuk Palembang, Solo, Semarang, Jember, Bali dan Makassar.

Panin Dai-ichi Life terus tumbuh berkembang atas dukungan berbagai pihak termasuk masyarakat. Didukung oleh lebih dari 6.900 tenaga pemasar dari seluruh kanal distribusi, termasuk agency dan bancassurance, Panin Dai-ichi Life kian gesit untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis di berbagai wilayah potensial, termasuk Batam. (ann)