Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12925

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Jauh Dari Target

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan II tahun 2017 ini sangat tidak menggembirakan. Capaian sekitar 1,52 persen jauh dibawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri.

“Dengan capain pertumbuhan ekonomi yang hanya 1,52 persen, maka target RPJMD untuk tahun 2017 yang ditetapkan Pemprov Kepri sebesar 5,85 persen tampaknya tidak mungkin lagi bisa dicapai,” ujar Panusunan Siregar saat rapat koordinasi bersama antara Bank Indonesia dan Komisi II DPRD Kepri, Jumat (9/9) di Batam.

Dijelaskannya, ada beberapa sektor yang menjadi penyebab merosotnya pertumbuhan ekonomi Kepri. Dari tangan pemerintah daerah sendiri adalah, tidak optimalnya peran APBD Kepri sampai sejauh ini. Padahal punya peran dalam membantu pertumbuhan ekonomi Kepri. Atas dasar itu, Pemprov Kepri diharapkan menggesa penyerapan anggaran daerah tersebut.

“Realitas yang terjadi adalah, pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 1.52 persen pada triwulan II. Sebenarnya dapat diantisipasi oleh Gubernur. Pemerintah provinsi Kepri seharusnya menggenjot secepat-cepatnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri sejak tahun anggaran diketok,” ujar Panusunan Siregar

Penusunan menyebutkan, untuk triwulan kedua ini, konsumsi pemerintah justru kontraksi diangka minus 6.66 persen. Menurutnya, meskipun APBD Kepri hanya menyumbang 5.23 persen dari total angka pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, anggaran daerah tersebut sifatnya stimulan. Karena menarik pertumbuhan ekonomi Kepri.

Dijelaskannya, Pemprov Kepri dan jajaran OPD Kepri harus lincah membelanjakan anggaran itu untuk membangun infrastruktur. Dengan begitu, ekonomi Kepri kembali bergairah. Karena dengan menggeliatnya pembangunan, diharapkan dapat mengangkat laju pertumbuhan ekonomi.

“Saya harus jujur mengatakan bahwa secara fakta empiris analistik statistik, OPD Pemprov Kepri belum memainkan perannya. Bagaimanapun juga pengelolaan APBD, dan APBN ada ditangan mereka,” papar Panusunan.

Masih kata Panusunan, selain itu ada tiga sektor andalan Kepri saat ini sedang mengalami “sakit” parah. Yakni, Industri pengolahan, Konstruksi dan pertambangan-penggalian turun sangat signifikan. Bahkan industri pengolahan dan pertambangan bahkan mengalami kontraksi (pertumbuhan minus), terburuk dalam tujuh tahun terakhir.

“Ini yang menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah. Jika ingin mengejar target RPJMD, sektor-sektor tersebut harus segera diperbaiki,” tutupnya.

Optimalkan Peran Industri Pariwisata

Turis anak-anak bermain pasir putih di pantai Club Medi Lagoi, baru-baru ini. Slamet/Batam Pos.

Kepala Kantor Bank Indonesia Gusti Raizal Eka Putra mengatakan bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo ke Singapura pekan lalu dapat dijadikan momentum kebangkitan ekonomi Kepri. Maka dari itu, Ia merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menjaga iklim bisnis tetap kondusif.

“Untuk jangka pendek, sisi keamanan, regulasi perizinan investasi dan komunikasi dan koordinasi antar instansi dan pelaku usaha harus terus dijaga,” kata Gusti.

Ia juga merekomendasikan agar pariwisata di kelola baik dengan melibatkan ekonomi kemasyarakatan. Harapannya, ekonomi kemasyarakatan dapat ikut berkembang dan menyumbang pertumbuhan ekonomi di Kepri, seperti Lagoi. Pihaknya mengusulkan agar setiap hotel disana diwajibkan menggandeng masyarakat menjual souvenir. Jadi masyarakat juga ikut diberdayakan.

Untuk jangka panjang, Kantor Bank Indonesia Kepri merekomendasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kabupaten Natuna dan Anambas bisa difokuskan kepada perikanan. Sebab, hingga saat ini, sektor perikanan belum maksimal dikelola.

“Industri pengolahan juga harus dikembangkan untuk jangka panjang dengan mewujudkan industri pendukung bagi bahan bakunya. Sehingga, harga produksi barang tidak mahal,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berterimakasih atas masukan yang diberikan pihak Bank Indonesia dan BPS. Kedepan, Ia pun mendelegasikan tugas kepada Komisi II untun menggagas pertemuan dengan OPD-OPD Kepri yang difasilitasi DPRD.

“Jadi masukan yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada OPD tinggal kita awasi. Karena kami gelisah juga melihat pelambatan ekonomi ini,” kata Jumaga.

Provinsi Kepri, harus bisa mengembalikan kejayaannya seperti tahun tahun sebelumnya. Maka dari itu, Ia berharap seluruh elemen khususnya Pemprov Kepri untuk serius bekerja membangkitkan ekonomi Kepri.

“Kalau memang ada kepala OPD yang tidak sanggup, ya diganti saja,” tegas Jumaga.

Ditempat yang sama, ketua Komisi II DPRD Kepri Hotman Hutapea mengamini permintaan Ketua DPRD Kepri. Atas dasar itu, Ia meminta kepada Bank Indonesia dan BPS terus memberikan masukan tiap triwulannya kepada DPRD dan Pemprov Kepri untuk dapat mengambil tindakan.(jpg)

Ciptakan Signature Coffee, dan Kedai Kopi Anda akan Langgeng

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pada ajang Jakarta Coffee Week 2017 di HYPE Project Pantai Indah Kapuk, para pebisnis kedai kopi unjuk kreativitas dan kesuksesan mereka. Mereka juga berbagi tips agar tetap eksis menunjukkan inovasi di tengah industri kopi.

Project Officer Jacoweek 2017 dari ABCD of School Coffee Rastri Kusumaditra memberikan berbagai tips agar kedai kopi tetap bertahan dan sukses. Menurutnya, setiap kedai kopi harus bisa membuat minuman signature atau paling khas dari masing-masing kedai kopi.

“Sehingga orang akan datang kejar minuman signature itu,” tegasnya kepada JawaPos.com di lokasi, Minggu (10/9).

Faktor lainnya yakni lokasi. Misalnya memberikan fasilitas parkir dan dekat dengan sekolah atau kampus. Kemudian fasilitas WiFi juga menjadi hal yang wajib.

“Lalu profesi barista itu sudah tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka punya keahlian, ya bolehlah bisa menjadi menantu idaman,” katanya tertawa.

Hal senada dikatakan pemilik Rostery Goat Coffee Farouq Al Ghazali. Imej yang ingin ditampilkan produknya di mana seseorang menilai kopi dengan keajaiban nilai historinya. Setiap kopi memiliki cerita dari setiap kebunnya.

“Kami ingin angkat story dari setiap kebunnya. Bukan dari rasanya doang karena itu akan tergantung pada preferensi orang. Yang paling adil adalah kami angkat story si kebunnya itu sendiri,” ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan kurasi pada cerita setiap kebun kopi. Salah satunya cerita dari Kampung Aceh Kenawan.

“Orang kan tahunya kopi Aceh Gayo, namun ini ada satu kampung di Aceh Tengah yang ternyata memiliki kopi enak banget. Berbeda karakternya, lebih kompleks,” tuturnya.

Menurutnya, karena sudah menjadi industri, maka servis yang harus diberikan di setiap kedai kopi juga harus mengikuti skala industri. Salah satunya, harus memiliki konsep yang unik dan berbeda.

“Konsep secara keseluruhan. Servis apa yang harus diperkuat sehingga membuat orang terdorong untuk datang,” ungkap Farouq. (ika/JPC)

Gubernur : Perlu Promosikan Wisata Kepri

0
Warga padati wisata pantai diakhir liburan. Salah satunya adalah wisata pantai batu kasah di Kecamatan Bunguran Selatan Natuna, menjadi tempat mengisi liburan bersama keluarga. F. Aulia Rahman/ Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan pariwisata merupakan potensi yang harus terus dikelola dengan baik. Objek yang ada ditata sebaik mungkin, sehingga ada kemudahan untuk berkunjung ke suatu objek.

“Jika dikelola dengan baik, wisatawan akan berdatangan. Masyarakat sekitar akan merasakan manfaatnya,” kata Nurdin di Gedung Daerah, Tanjungpinang, setelah tiba dari Jakarta, Ahad (10/9).

Menurut Nurdin, promosi menjadi salah satu upaya menarik wisatawan datang. Suatu daerah, suatu objek, kadang dijual sedemikiam rupa sehingga banyak wisatawan yang berkunjung, baik manca negara maupun nusantara.

“Untuk itu dari masing-masing daerah harus lebih menggesa lagi dalam hal promosi daerahnya, bukan tidak mungkin potensi wisata di Kepri akan meningkat seiring berjalannya waktu,” kta Nurdin.

Nurdin pun mengingatkan ketika dia berkunjung ke Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Bertempat di Kecamatan Singkep, Lingga, di awal September ini. Nurdin tampak menikmati “khasiat” di kawasan ini. Dia merendamkan kaki serta berkali-kali membasuh wajah.

Nurdin menyebutkan potensi ini harus dijual. Dirangkaikan dengan banyak potensi wisata di Kabupaten Lingga. Selain baik untuk kesehatan, suasananya pun cukup baik untuk merepleksi diri. Apalagi dibuka sejak pagi hingga pukul 23.00 WIB.

Kawasan pemandian ini berasal dari sumber mata air belerang asli berasal dari Gunung Lanjut. Tersedia 3 kolam air dengan masing-masing kolam memiliki suhu yang berbeda. Satu kolam bersuhu rendah, satu kolam bersuhu sedang, dan satu yang lain bersuhu tinggi. Di pemandian ini, juga telah tersedia kolam yang khusus untuk anak-anak.

Menurut Nurdin, potensi alam Kepri mempunyai banyak pesona yang harus terus dipromosikan. Wisatawan luar, memang ingin mencari suasana alamiah yang menyehatkan ketika mereka melancong.

“Provinsi akan membantu tiap objek menjadi semakin baik,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, ke depan, pariwisata semakin menjadi andalan. Apalagi pemerintah pusat juga terus menggalakkan sektor ini.

Dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Singapura belum lama ini, kata Nurdin, juga dilakukan kerja sama pariwisata. Menurut Nurdin, Kepri harus mengambil manfaat besar dari kerja sama itu.

“Peluang besar ini harus kita optimalkan,” katanya.

Kepri sendiri memiliki objek yang sangat lengkap. Ada wisata sejarah, kuliner, bahari, alam yang mempesona dan banyak lagi.

Pelantar Rakyat Rubuh, 10 Orang Jatuh ke Laut

0
Warga sedang berusaha memperbaiki pelantar yang rubuh yang menyebabkan 10 orang jatuh ke laut.

batampos.co.id – Pelantar atau pelabuhan rakyat yang terbuat dari papan dan kayu di Jalan Nusantara, Kecamatan Karimun kemarin (10/9) pukul 15.30 wib rubuh. Akibatnya 10 orang warga yang ada di atas pelantar rersebut jatuh ke laut dan menyebabkan luka-luka.

”Tidak semua bagian pelantar yang rubuh. Tapi hanya sepanjang sekitar dua meteran saja. Namun akibat dari kwryntuhan tersebut telah menyebabkan 10 orang warga terjatuh ke laut. Diperkirakan ketinggiannya mencapai 3 meter dan beruntung ada air laut sebatas lutut,” ujar Yanto warga yang tinggal di lorong jembatan tersebut kepada Batam Pos.

Memang, katanya, sebelum kejadian pelantar kayu itu rubuh ada beberapa orang warga sedang berdiri sambil berbual-bual. Artinya, ada yamg sedang berkumpul. Ditambah lagi ada satu unit sepeda motor.

”Sehingga, kondisi jembatan yang sudah lapuk dan ditambah dengan ada yang berkumpul di lokasi menyebabkan pelantar kayu tersebut tidak lagi mampu menahan beban. Jadi, pada saat warga jatuh, maka sepeda motor juga ikut jatuh ke laut,” paparnya.

Apa yang diketahuinya, ada tiga orang, salah seorang wanita separuh baya yang mengalami luka-luka pada bagian kaki dan tangan. Kumungkinan tertimpa sepeda motor. Karena pada saat diangkat ke atas tidak bisa berjalan.

Andi, warga lainnya menyatakan kondisi pelantar ini sudah lama dan sudah selayaknya harus diperbaiki.

“Pelantar ini biasa digubakan warga untuk pergi dan pulang ke Pulau Parit. Setiap hari ada ratusan warga yang menggunakan pelabuhan ini. Selama ini kalau ada kerusakan biasanya diperbaiki oleh masyarakat,” ungkapnya. (san)

 

Polisi Tangkap Pengedar Heroin dan Sabu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun berhasil melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka pengedar narkotika jenis heroin dan sabu. Penangkapan ini dilakukan dalam waktu dan lokasi yang berbeda.

”Untuk kasus pengedar heroin kita lakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial RH pada Jumat (8/9) di Jalan Sidomulyo, RT 002/ RW 002 Kecamatan Karimun. Penangkapan terhadap RH dilakukan di rumahnya dan tidak ada perlawanan. Dari penangkapan tersbeut, kita menyita delapan paket heroin siap edar dengan berat 4,92 gram. Selain itu, kita juga menyita timbangan, sendok yang digunakan untuk memasukkan heroin ke dalam kantong plastik,” ujar Kasat Res Narkoba, AKP Nendra Madyatias kepada Batam Pos, Sabtu (9/9).

Hasil pemeriksaan terhadap RH, kata Nendra, bahwa heroin tersebut didapat dari abang kandungnya berinisial IJ. Setelah diberitahu, maka pihaknya mencoba untuk melakukan penyelidikan ke tempat-tempat yang disebutkan RH. Ternyata, IJ sudah tidak ada lagi di tempat tinggalnya dan juga ditempat yang biasa dikunjungi. Untuk itu, saat ini IJ ditetapkan sebagai DPO.

”Untuk kasus peredaran sabu, kita menangkap dua orang pelaku pengedar sabu pada Rabu (6/9) di tempat yang berrbeda. Yang pertama kita tangkap adalah Mg ketika yang bersangkutan sedang berada di tempat parkir sepeda motor disalah satu tempat hiburan malam. Dari tangan tersangka Mg ditemukan satu paket sabu. Kemudian, ketika kita tanya dari siapa barang tersebut, Mg akhirnya memberikan keterangan yang jelas dan lengkap dengan alamat tempat tinggal,” paparnya.

Dilanjutkan Nendra, pria yang disebutkan itu berinisial An yang tinggal di Belakang Kantor Orari, Kel;urahan Sei Lakam Timur. PAda saat polisi datang ke rumahnya, tersangka An sedang ti8duran di ruang tengah dan terkejut ketika polisi datang. Hanya saja, tersangka tuidak memberikan perlawanan. Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan tiga paket sabu, timbangan, plastik putih bening untuk pembungkus.

”Dari pengakuan tersangka An, sabu tersebut dibeli dari pria berinisial Yy. Setelah dijelaskan siapa Yy dan dimana tempat tinggalnya, penyidik kita juga melakukan pengembangan. Namun, setelah ke tempat tinggal Yy, orang yang dicari sudah tidak ada,” ungkapnya. (san)

Calon Indenpenden, Perlu 14.621 KTP

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah Tanjungpinang sudah dalam hitungan bulan ke depan. Pesta demokrasi ini membebaskan kepada siapapun untuk ikut serta dalam pemilihan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Baik itu melalui jalur partai politik maupun independen.

Untuk jalur terakhir itu, ada syarat wajib yang harus dipenuhi bagi para peminatnya. Ketua Komisi Pemilihan Umum Tanjungpinang, Robi Patria menerangkan, calon yang akan maju melalui jalur independen harus mengumpulkan paling sedikit 10 persen KTP masyarakat Tanjungpinang sebagai bukti dukungan.

“Jika mengacu pleno rekapitulasi terakhir daftar pemilih tetap Pilgub lalu, Tanjungpinang punya pemilih sebanyak 146.207. Dibulatkan saja sepuluh persennya itu ya 14.621 KTP yang harus disetorkan bagi yang mau maju lewat jalur independen,” terang Robi, Minggu (10/9).

KTP masyarakat itu, sambung Robi, harus dipastikan ke depan lolos dalam verifikasi mutakhir DPT atau daftar penduduk potensial pemilih yang bisa dicek di situsweb resmi KPU RI.

“Karena sekarang memang belum ada pleno DPT, maka yang jadi acuan DPT Pilgub dulu,” ujarnya.

Walau jumlah KTP minimal sudah terpenuhi, masih ada persyaratan teknis lain. Robi menerangkan, dari seluruh KTP tersebut harus tersebar minimal 50 persen dari luas Tanjungpinang, atau setidaknya mencakup merata di tiga kecamatan.

“Semakin tersebar, semakin merata, semakin baik kelengkapan syaratnya,” terang Robi.

Jika memang ada yang tertarik maju lewat jalur independen, Robi mengimbau persyaratan pengumpulan KTP ini bisa dilakukan mulai sekarang. Sebab, pada 25 November mendatang, persyaratan KTP tersebut harus sudah diserahkan pada KPU Tanjungpinang.

“Baru nanti akan kami verifikasi dan cek lagi KTP yang dikumpulkan. Jika memang memenuhi syarat, nanti pada 8-10 Januari 2018 akan dilakukan pendaftararan calon pasangan kepala daerah serentak dengan yang lewat jalur partai politik,” pungkas Robi. (aya)

Pak Kades Terjaring OTT saat Terima Duit Rp 500 Ribu

0
Pak Kades saat diperiksa Polisi

batampos.co.id – Kepala Desa Tanjung di Natuna, Musmulyadi, diringkus tim Saber pungli Polres Natuna. Tengah menerima uang dari warga yang diduga pungutan liar dari hasil kepengurusan surat tanah.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panuju Sinaga mengatakan, Kades Tanjung ini tertangkap tangan tengah menerima uang sebesar Rp 500 ribu dari pemilik lahan untuk dikeluarkan surat tanah, disalah satu warung di pantai Tanjung, Sabtu (9/9) kemarin.

“Kades ini tertangkap tangan, disalah satu warung di Tanjung. Penangkapan oknum Kades ini berdasarkan informasi yang ditelusuri tim saber,” kata Charles, Minggu (10/9).

Dikatakan Charles, sebelum dilakukan tangkap tangan. Tim Saber pungli menerima informasi dari masyarakat. Bawah kepala Desa memungut biaya untuk kepengurusan surat tanah sebesar Rp 2 juta.

Saat tangkap tangan tersebut, tim saber pungli menyita uang sebesar Rp 500 ribu. Merupakan sisa pembayaran dimuka sebelumnya sudah dibayarkan sebesar Rp 1,5 juta, sebelum tanah warga terjual.

“Uang yang diterima Kades ini adalah sisa uang dari kepengurusan surat tanah. Dan besarannya ditentukan Kades sendiri sebesar 10 persen 10 persen dari harga penjualan tanah,” terang Charles.

Saat ini oknum Kepala Desa sudah diamankan di Mapolres untuk dimintakan keterangan lanjut. Dan dilakukan penyelidikan lanjut.(arn)

Drainase Mangsang Dilebarkan, Warga Tak Lagi Cemas Banjir

0
Kondisi drainase di Perumahan Mangsang Permai Seibeduk yang sedang dikerjakan Dinas Bina Marga Kota Batam.
Foto: Yulianti/ batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam terus menggesa perbaikan drainase di sejumlah wilayah di Kota Batam. Salah satunya drainase yang ada di Mangsang Permai Seibeduk.

Pantauan Batam Pos, drainase yang sebelumnya mengalami penyempitan sudah terlihat lebih luas. Di tepi drainase dipasang semen beton penahan longsor.

Warga sekitar mengatakan perbaikan drainase tersebut mulai terasa dampaknya. Warga juga mengaku tak cemas banjir lagi.

“Di sini langganan banjir, sebab drainasenya sempit dan sering longsor,” ujar Ida, warga Kavling Mangsang Permai, Minggu (10/9).

Dia mengatakan setiap hujan turun, air dari drainase tersebut meluap ke badan jalan bahkan masuk ke rumah warga.”Alhamdulillah, sejak dilebarkan, banjir tak sampai masuk rumah kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur mengatakan pihaknya terus menggesa pembangunan drainase guna menuntaskan permasalahan banjir yang terjadi di kota Batam.

Ia berharap pelebaran ini bisa segera rampung pengerjaanya, sehingga tidak ada rumah warga yang terendam banjir saat debit air meningkat.

“Kita maunya besarlah pasti dan sanggup menampung debit air, luasan drainse bisa 5-7 meterlah,” katanya kemarin.

Ke depan pihaknya akan melebarkan drainase hingga menuju laut. Ia menyebut saat ini masih banyak drainase induk yang belum ideal dan memerlukan pelebaran.

“Drainase hilir jadi harus besar, karena seluruh aliran air bermuara di sana sebelum ke laut. Asal ada lahan kita akan perluas,” terangnya. (cr19)

Batuampar 10K Diikuti Ribuan Peserta

0
Para peserta lomba lari Batuampar 10 K saat meninggalkan garis start di samping Hotel Allium Jodoh, Minggu (10/9). Acara tahunan ini diikuti oleh dua ribuan lebih peserta baik umum maupun pelajar.

batampos.co.id – Sebanyak 2.400 peserta ikuti lomba lari Batuampar 10K, Minggu (10/9). Tak hanya peserta Batam, gelaran tahunan Kecamatan Batuampar ini juga diikuti pelari dari daerah lain.

“Kami sengaja datang dari NTT, di kasih tahu teman ada lomba, bertiga kami ke sini,” kata Merry Mariana Paijo.

Jauh-jauh datang ke Batam, tiga-tiganya meraih juara. Merry juara satu kategori umum putri, diikuti adik kandungnya, Afriana Paijo. Sementara rekannya yang lain, Lamek J. Banu meraih juara tiga kategori umum putra.

Atlit yang kerap ikut lomba di luar negeri ini mengapresiasi Lomba Lari 10K Batuampar. Terutama rutenya yang penuh tantangan karena banyak tantangan. “Mudah-mudahan tahun depan lebih bagus lagi acaranya, kami rencananya ikut lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Theresia Kafiar tak mampu menahan haru saat dirinya meraih juara satu Lomba Lari Batuampar 10K kategori pelajar putri tingkat SMP. Airmatanya jatuh saat ia sampaikan capaian tersebut ia dedikasikan untuk ayahnya, Sulaiman Kafiar yang kini sakit dan dirawat di RS Elizabeth Batamkota.

“Hadiahnya untuk papa,” kata atlit binaan Batam Atletik Club ini, sembari terisak.

Tak sendiri, remaja yang kini duduk di kelas VII SMPN 28 Batamkota ini, juga ikut lomba bersama kakaknya, Monika Khafiar, yang juga dapat juara tiga dalam kategori yang sama.

“Senang, ini pertama kali saya ikut,” ucap Theresia.

Keluar sebagai juara tak ketinggalan nama Astrid Leonita Purba, jawara lari yang kerap jadi juara di Lomba Lari Batuampar 10K ini kembali menjadi juara satu kategori putri SD. “Buat tabung, bantu-bantu orangtua juga,” kata siswa kela VI SDN 005 Seibeduk ini perihal hadiahnya.

Lomba Lari Batuampar 10K adalah kegiatan rutin tahunan Kecamatan Batuampar, gelaran yang juga bekerjasama dengan Batam Pos ini, pesertanya tiap tahun meningkat. Dari awal yang hanya ratusan, kini diikuti ribuan orang.

“Tahun kemarin 2000 peserta, alhamdulillah tahun ini 2.400 dari nomor peserta yang kami bagikan,” kata Camat Batuampar, Tukijan.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, agenda tahunan kelak akan didorong menjadi agenda internasional, yang artinya diikuti negara lain minimal negara tetangga.

“Setelah pembenahan selesai insha Allah kita akan naikan, kita bisa jadikan ini agenda internasional bukan hanya nasional lagi,” ucap Rudi.

Seiring rencana, kedepan ada rencana pihaknya menaikan hadiah pemenang, dengan demikian akan banyak orang yang akan berpartisipasi.

“Tujuan saya memang itu, Batam jadi daerah wisata supaya semua orang datang ke Batam. Kalau banyak yag datang yang jualan ini pun dapat duit, artiya hidup kembali,” pungkasnya. (cr13)

2018, Pemko Batam Fokus Bangun Sekolah

0
Pekerja mengecor tiang SMKN 8 Farmasi di Dapur 12, Sagulung, Selasa (5/9). SMKN 8 ini akan digunakan pada tahun 2019 mendatang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan tahun 2018 mendatang fokus pada proyek fisik infrastruktur sekolah. Terkait pengadaan, termasuk rencana pengadaan 350 komputer bakal batal.

“Udah saya bilang kalau perlu dihilangkan saja (pengadaan komputer), saya lebih utama ke fisik,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, kemarin.

Ia menyampaikan, rencana pihaknya bukan tanpa alasan. Menurutnya fokus pembangun proyek fisik seperti Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) diyakini dapat menyelesaikan persoalan daya tampung yang kerap terjadi di Batam tiap tahunnya.

“Biar selesai masalahnya,” ucapnya.

Bahkan ia menampik pihaknya main-main dengan anggaran jika pihaknya kembali membatalkan pengadaan pengadaan 35 komputer. Justru langkah itu diambil sebagai bentuk keseriusannya terhadap penggunaan anggaran yang tepat dan lebih berdayaguna.

“Mana ada istilah main-main, kita kerja serius supaya masalah selesai. Pendidikan lagi masalah nih, tiap tahun terima murid, lokal tak ada,” ujarnya.

Lagipula, kata Rudi, rencana tersebut belum diputuskan baru pembahasan di DPRD Batam.

Menurutnya, jika dari pengadaan tersebut akan cukup dibangun satu sekolah. “Beli 350 komputer berapa duit itu, kan lumayan bisa stu sekolah. Tapi tergantung pembahasan lagi lah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Batam menyampaikan rencana pembelian 350 komputer 2018 mendatang. Beberapa anggota DPRD Batam menyoroti pengadaan tersebut, karena Disdik justru tak tahu akan disalurkan kemana komputer-komputer tersebut kelak.

Hingga kemudian, Kepala Disdik Muslim Bidin menyampaikan pengadaan tersebut dimungkinkan akan gagal, karena Pemko Batam fokus pada pengadaan fisik. Rencana pembatalan ini menyulut reaksi Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho, ia menyampaikan Disdik bermain dengan anggaran yang diajukan.

Udin berpendapat postingan anggaran terkait pengadaan komputer tersebut harus dilanjut. Sebab, tak mungkin DPRD kembali menggelar rapat hanya karena penyusunan anggaran Disdik yang belum matang.

“Tak mungkin rapat lagi. Banyak mitra Komisi IV yang akan dibahas. Dulu mereka ngotot dan sekarang kita ngotot meneruskan.Notulennya sudah dibuat,” beber Udin. (cr13)