Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12933

Perusahaan Tambang di Morotai Ingin Kembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat

0

Presiden Direktur sebuah perusahaan tambang di Morotai, Maluku Utara berkunjung ke Nglanggeran, Yogyakarta. Perusahaan tersebut ingin memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat di bidang pariwisata.

“Potensi Pariwisata di Maluku Utara luar biasa. Pantainya indah. Budayanya juga menarik. Kami ingin hal ini bisa lebih dikembangkan untuk kesejahteraan warga sekitar. Masyarakat yang aktif mengembangkan potensi lokal tersebut. Lewat CSR kami ingin membuat program pemberdayaan seperti di Nglanggeran ini. Apalagi Morotai masuk ke dalam daftar 10 destinasi prioritas yang dikembangkan Kemenpar,” ungkap Anang Rizkani Noor, Presdir PT Nusa Halmahera Mineral di Sekretariat Pokdarwis Nglanggeran, (31/8).

Anang diterima Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran Sugeng Handoko. Selain berdiskusi mengenai pemberdayaan masyarakat, Anang juga banyak bertanya mengenai langkah awal yang dilakukan Sugeng merintis Nglanggeran. Anang juga melihat homestay yang dikembangkan di Nglanggeran serta Griya Coklat Nglanggeran sebagai salah satu inovasi di Desa Wisata Terbaik Asean 2016 ini.

Sugeng pun menjelaskan dinamika menggerakkan masyarakat untuk menghidupkan desanya. Disampaikannya, pariwisata merupakan “dampak” ikutan dari tujuan awal menjaga lingkungan geopark, dan mencegah urbanisasi pemuda.

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan bagian dari Geo Park Gunung Sewu yang membentang di tiga Kabupaten: Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan. Tidak ingin terjadi kerusakan di kawasan itulah, Sugeng dan kawan-kawan mengembangkan berbagai upaya. “Kami generasi kedua untuk soal konservasi ini. Tapi generasi pertama untuk pengembangan pariwisata,” ujar pria yang pernah menjadi pemenang Wirausaha Muda Mandiri ini.

Anang mengaku terkesan dengan gerakan pemberdayaan masyarakat yang dimotori anak-anak muda di Nglanggeran. Dia mengatakan semoga bisa belajar di Nglanggeran di kesempatan mendatang.

“Entah kami bersama dengan teman-teman di perusahaan dan masyarakat yang datang ke sini atau Mas Sugeng dan kawan-kawan yang kami ajak ke sana (Maluku Utara) dulu,” tambah pria yang pernah menjadi Vice President Corporation Pertamina ini.

Saat mendapat penjelasan omset tahun lalu dari tiket di Nglanggeran yang mencapai Rp 1,8 miliar, Anang langsung berkata, “Hebat! Keren ini,” katanya.

Begitu pula saat disuguhi coklat panas di Griya Coklat Nglanggeran, pria yang pernah berkiprah di Rio Tinto ini terlihat sangat menikmati. “Enak sekali. Ini dikembangkan sendiri di sini coklatnya?”

Saat mendapatkan penjelasan bahwa kakao merupakan tanaman yang dikembangkan warga, Anang pun mengapresiasi. “Makanya saya lihat tadi ada papan bertuliskan Integrasi Tanaman Kakao dan Kambing Ettawa. Ini juga keren,” tandasnya.

Harapan Menpar Arief Yahya, Desa Wisata Nglanggeran digarapkan semakin eksis dengan community yang dibangunnya. Terutana dalam mengembangkan Homestay di Desa Wisata yang menjadi salah satu prioritas Kemenpar. “Kami akan terus mengembangkan homestay desa wisata,” kata Arief Yahya.(*)

Solo Menggelar Wisata Kampung Kota

0

Pemerintah Kota Solo akan selenggarakan gelaran Wisata Kampung Kota, 2-3 September nanti.

Kepala Dinas Pariwisata Solo Basuki Anggoro Hexa mengatakan, event tersebut diharapkan dapat mengibarkan pariwisata di Solo, dan bisa membuat kampung-kampung di Solo dapat mendunia.

“Gelaran Wisata Kampung Kota tersebut akan ada 2 kampung yang akan digunakan untuk menyelenggarakan perhelatan itu. Masing-masing adalah Kampung Kemlayan dan Kampung Kepatihan, Solo. Pokoknya semoga bisa mendunia lah,” kata Hexa, Kamis (31/8).

Hexa menjelaskan, kedua kampung di Solo tersebut dipilih karena berbagai alasan, khususnya memiliki nilai sejarah yang sangat kental dan masih menjaga nilai-nilai budaya yang dimiliki Solo.

“Kampung Kemlayan terkait sejarahnya yang kental tentang budaya musik dan tari di Solo. Kampung Kepatihan dipilih karena menjadi kediaman pepatih dalem Keraron Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” jelas Hexa.

Hexa menambahkan, acara di kedua kampung tersebut akan digelar pada Sabtu. Sedangkan acara penutupan gelaran Wisata Kampung Kota digelar di Benteng Vastenburg.

“Acara di antaranya eksplorasi di kedua kampung tersebut. Untuk selingan akan ada seni tari, musik, penceritaan sejarah Solo oleh sejarawan, serta lain-lain. Acara pada penutupan adalah gelaran reog, teater dari sejumlah sanggar teater di Solo, serta acara musik,” papar Hexa.

Dengan gelaran dua hari ini, Hexa menargetkan menjaring sebanyak-banyaknya wisatawan di luar Solo untuk datang ke Solo. “Kami harap, Solo bisa menjadi kota Kreatif, dan berbudaya sehingga masyarakat Indonesia bahkan luar bisa menikmati keindahan yang ditawarkan Solo secara maksimal,” pungkas Hexa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, saat ini wisata budaya di Indonesia baru berkembang di sejumlah kota, di antaranya Solo, Yogyakarta, Jember dan Malang. Daerah di luar pulau Jawa hanya Bali yang paling gencar mengembangkan wisata budaya.

“Salah satu strategi untuk memaksimalkan pengelolaan Wisata tradisi dan seni budaya, tahun ini ditetapkan 5 destinasi wisata Tradisi, Seni dan Budaya (TSB) yaitu Joglosemar, Labuan Bajo, Toba, Toraja dan Mandalika (Lombok) Tujuan jangka pendek yang adalah keberhasilan (quick win), berupa meningkatnya jumlah wisatawan (terutama wisatawan mancanegara) dan keuntungan finansial masyarakat lokal. Ini yang akan kita maksimalkan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar meengapresiasi kegiatan Wisata Kampung Kota di Solo ini yang sangat positif dalam rangka mempertahankan tradisi dan seni budaya. “Kota Solo hampir tidak sepi terkait wisata budaya. Penampilannya tidak hanya budaya dari Solo namun seluruh daerah yang ada di Indonesia dikembangkan. Kegiatan ini sungguh bermanfaat,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurut dia, kemampuan mengembangkan aset warisan budaya sangat perlu ditingkatkan. Dirinya juga terus mendorong agar pemerintah daerah (Pemda) menggarap secara optimal wisata budaya di daerahnya.

“Wisata budaya masih menjadi andalan di komunitas ASEAN. Padahal 60 persen kunjungan wisatawan dari berbagai belahan negara ke Asia Tenggara karena daya tarik wisata budaya,” tambah Menpar Arief Yahya.

Untuk itu, Menpar minta semua stakeholder yang terkait budaya dan destinasi prioritas pun diajak berdiskusi. Sharing info, sharing knowledge. Semangatnya satu, Indonesia Incorporated: for better cultural.

“Kita nggak bisa bekerja sendirian, semua harus bersatu. Untuk benchmarking-nya bisa melihat Vietnam, Thailand dan Malaysia. Mereka sangat serius menggarap budaya. Hasilnya ternyata sangat dahsyat. No Culture No Tourism,” pungkas Menpar Arief Yahya.(*)

 

“Bali Surgawi” Bakal Meriahkan Festival Lokal di Perancis

0

Menteri Pariwisata Arief Yahya sering menggaris bawahi statemen Cok Ace, Ketua PHRI Bali. Bahwa Bali itu punya kharisma besar di pariwisata. Dia menyebut taksu Bali, atau kharisma Bali yang banyak dirasakan oleh visitors ke Bali.

Hal tersebut tak jarang membuat pribadi atau komunitas di luar negeri turut serta dan senang hati memperkenalkan Bali ke dunia yang lebih luas.

Seperti “Bali Surgawi”, asosiasi nonprofit yang didirikan empat orang anak muda Perancis yang kerap berbagi tentang keindahan Bali. Dan untuk pertama kalinya, Asosiasi Bali Surgawi akan menggelar festival tentang keindahan Bali sambil menyoroti kekayaan budaya uniknya pada 10 September 2017 mendatang.

Bersama Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Prancis, festival bertajuk “Bali Surgawi” itu akan diadakan di Petit Bain, sebuah venue terapung di tepi sungai Seine, di 7 Port de la Gare 75013 Paris.

Eka Moncarre dari Vito Perancis mengatakan, selama sehari penuh acara yang didukung Kementerian Pariwisata ini akan diisi dengan berbagai suguhan berbagai hal khas Pulau Dewata. Mulai dari pasar tradisional berisikan kuliner-kuliner Bali hingga pertunjukan kesenian tradisional.

“Serta pertunjukan Tari Kecak dan musik tradisional. Pada sore harinya akan diisi oleh Gamelan Puspa Warna, grup Joged Nusantara dan Acara satu hari tersebut akan dihiasi dengan pasar tradisional, kuliner Bali, pertunjukan tradisional serta pertunjukan tari kecak dan musik tradisional pada sore harinya oleh Gamelan Puspa Warna, grup Joged Nusantara dan Sekar Jagat Indonesia.

Acara ini juga akan diisi dengan pameran lukisan, serta seniman pemahat Bali Nyoman Bujana yang akan menunjukkan keahliannya membuat seni pahat.

“Juga akan ada pameran foto oleh beberapa fotografer, yakni Made Sukerta, Virginie Marion dan Karyne Lamouille,” ujar Eka.

Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika (ETTAA) Nia Niscaya mengatakan, Wonderful Indonesia akan turut serta mendukung acara yang dipastikan bakal menarik minat masyarakat Prancis.

Branding Wonderful Indonesia beserta bahan-bahan promosi terkait Bali yang belum lama meraih penghargaan Best Destination in the World dari TripAdvisor ini akan dihadirkan secara lengkap.

“Mulai dari majalah serta tidak ketinggalan adalah merchandise yang selalu diminati masyarakat eropa,” katanya.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan salah satu strategi untuk menarik wisatawan Prancis ke Indonesia, dalam rangka mengejar target 15 juta wisatawan mancanegara di tahun 2017.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Prancis adalah top three pasar wisatawan mancanegara Eropa yang ke Indonesia, setelah Inggris. “Geografi Perancis cukup luas, dan 60 persen lebih orang Perancis yang travelling ke Indonesia berasal dari luar Prancis,” ujar Menpar Arief.

Menteri asal Banyuwangi itu memang sangat serius untuk menggarap wisatawan asal Prancis. Hasilnya terbukti meningkatkan kunjungan turis dari Prancis ke Indonesia sekitar 20 persen mencapai 250.921 orang pada tahun lalu. Tahun ini ditargetkan mencapai 330 ribu wisatawan Prancis.

“Prancis ditargetkan tahun ini untuk mendatangkan 330.000 visitors ke Indonesia dan semoga dengan festival Bali Surgawi ini, target yang ditetapkan akan tercapai,” ujar Arief Yahya.(*)

 

Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival 2017 Siap Digelar di Mal di 19 Kota

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival pada 27 September hingga 27 Oktober 2017 di seluruh Mal yang ada di 19 kota di Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menjelaskan tidak kurang dari 150 mal di seluruh Indonesia di kota besar yaitu

  1. Jakarta,
  2. Banten,
  3. Bekasi,
  4. Depok Bogor,
  5. Bandung,
  6. Magelang,
  7. Tegal,
  8. Semarang,
  9. Solo,
  10. Surabaya,
  11. Malang,
  12. Yogyakarta,
  13. Medan,
  14. Pekanbaru,
  15. Palembang,
  16. Bali,
  17. Makassar,
  18. Balikpapan,
  19. Samarinda

Untuk melayani semua pelanggan Festival Kuliner dan Belanja Wonderful Indonesia 2017 maka perhelatan ini digelar selama satu bulan penuh.

Esthy menjelaskan, konsep festival ini adalah sinergi pentahelix, ABCGM yakni Akademisi, Business Community, Government dan Media yang bersama-sama memopulerkan kuliner dan belanja. Menurutnya, wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia karena alasan budaya, alam, dan wisata buatan (man made).

“Event ini kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan sudah kali ke-2 diselenggarakan. Wisman ke Indonesia itu 65 persen karena culture, 35 persen melihat nature, dan 5 persen karena man made, seperti sport events maupun MICE. Jadi acara ini pasti akan menyedot banyak wisatawan,” ujar Esthy di Jakarta, Jumat (1/9).

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau Messakh menambahkan kuliner dan belanja adalah dua daya pikat destinasi wisata yang alamiah yang dicari oleh semua wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

“Acara WICSF menampilkan kuliner lokal serta kerajinan lokal, event ini merupakan momen yang tepat bagi para pengusaha UMKM yang memiliki kuliner khas maupun kerajinan khas di daerahnya, untuk memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Vita.

Di acara ini, lanjut Vita, pengunjung bisa mendapatkan harga penawaran khusus di mal-mal hampir diseluruh Indonesia sambil menikmati puluhan ragam kuliner dari seluruh nusantara. Mulai dari masakan gudeg, mie kocok, batagor, siomay, mie sate ayam, jajanan kaki lima populer, dan masih banyak yang lainnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Stefanus Ridwan mengatakan, acara pembukaan Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival (WICSF) ke 2 ini telah dipersiapkan secara meriah dan akan dibuka pada tanggal 27 September 2017 di Mal Kota Kasablanka.

“Nantinya akan kami tampilkan tarian daerah, parade busana desainer lokal kenamaan mengangkat kain tenun dan batik Indonesia. Intinya sambil berwisata kuliner pengunjung akan dihibur kesenian dan tarian tradisional,”ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif pelaksanaan Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival ini, sebagai agenda andalan untuk penghobi masakan dan belanja. Menurutnya, saat berkunjung ke Beijing dan bertemu Baidu pada waktu lalu, jumlah wisatawan China saat berwisata ke luar negeri yakni 52 persen untuk shopping, 27 persen transportation, dan 6 persen kuliner.

“China adalah pasar utama kami saat ini, yang sudah menggeser Australia jumlahoutbond ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. Potensi itu, lanjut Menpar Arief, harus ditangkap dengan lebih banyak menciptakan acara atau program dan momentum lalu dipromosikan secara efektif di pasar China.

Menurutnya, turis China juga berkunjung ke Jenewa dan Paris dengan motif yang sama.
“Jawabannya sama: nomor satu belanja, nomor dua kuliner, nomor tiga pantai. Ketiga-tiganya adalah kekuatan yang kita miliki,” tambah Arief.(*)

Kepulauan Derawan, Destinasi Cantik Penggoda Wisman Yachter

0

Peserta Sail Indonesia 2017 yang tiba di Tarakan pada tanggal 30 Agustus 2017, kemarin, ternyata juga kepincut lokasi pantai-pantai di Kepulauan Derawan. Destinasi yang masuk provinsi Kalimantan Timur itu menjadi salah satu lokasi yang menjadi perhatian para Yachter dunia tersebut.

“Ini pulau yang sangat seksi, punya pantai yang bersih dan punya terumbu karang serta ikan yang banyak. Ada ratusan spot yang disinggahi peserta Sail Indonesia 2017, salah satunya termasuk Pulau Derawan, Indonesia punya semua, silahkan datang ke tanah air kami,” ujar Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indroyono Soesilo.

Seperti diketahui, puluhan Kapal Yachter peserta Sail Indonesia 2017 terus mengelilingi lautan Indonesia. Rencananya, semuanya akan berkumpul di Sail Sabang 2017 yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2017, mendatang.

“Ada beberapa Yachter yang sudah bicara dengan saya, mereka bilang Derawan itu sangat indah, dan punya keunggulan di air laut yang bersih dan spesies ikan yang banyak. Kata mereka, ingin segera kembali ke Indonesia,” kata mantan Menko Maritim itu.

Derawan memang cantik. Berwisata di kawasan kepulauan ini memiliki tantangan tersendiri. Wisatawan tak hanya menempuh jalur darat, tetapi juga laut, bahkan udara. Fasilitas di semua pulau kini sudah mulai tersedia seperti yang ditemui di kota-kota besar.

Sebagai informasi, di Kepulauan Derawan ada empat pulau utama yang biasa disinggahi para wisatawan. Pulau-pulau itu adalah Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua. Keempatnya memiliki karakteristik dan pesona yang berbeda.

Untuk bepergian ke sana, Wisatawan perlu mengetahui gambaran dan mengantongi informasi tentang Kepulauan Derawan. Seperti diketahui, Kepulauan Derawan terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Untuk itu, jika naik pesawat bisa landing di Tarakan maupun Balikpapan. Dari Tarakan maupun dari Balikpapan, harus menempuh jalur laut untuk sampai di Kepulauan Derawan.

Sampai Derawan, akan langsung disambut dengan pantai jernih yang dihuni oleh ikan warna-warni. Jika ingin keliling pulau lain, Wisatawan bisa menyewa kapal lagi dari Derawan. Harga sewa kapal cepat ke pulau di sekelilingnya sekitar Rp 1.500.000 per kapal/hari. Dari Pulau Derawan menuju Pulau Kakaban memakan waktu hingga 45 menit dengan speed boat. Kemudian, dari Kakaban ke Sangalaki memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Di Pulau Derawan banyak tersedia penginapan. Untuk home stay atau menginap di rumah warga, harga sewa per hari mulai dari Rp 125.000. Bisa juga menginap di Bumi Menore Interbuana Resort dengan nuansa alami, dan bangunan dari kayu. Harga mulai dari Rp 385.000 per malam untuk dua orang.

Resort lainnya adalah floating cottage yang ada di Maratua, yakni Nabucco Island Resort. Suguhan alam perairan Maratua yang menawan kian menjadi pemandangan sehari-hari.

Setibanya di Pulau Derawan, tentu Anda ingin mengelilingi pulau lain disekitarnya seperti Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua. Jika tujuan Anda untuk menyelam, bawalah alat selam dari Pulau Derawan yang banyak menyediakan jasa penyewaan alat selam dan snorkeling.

“Setelah itu, para wisatawan juga bisa melihat penangkaran Penyu di Sangalaki, asik jika datang dengan keluarga, Pulau ini bukan hanya menggoda para Wisman Yachter, namun wisatawan nusantara juga,” kata Indroyono berpromosi.

Untuk mengabadikan momen tak terlupakan, bawalah kamera. Akan lebih baik jika Anda juga membawa underwater camera (kamera bawah laut). Dengan membawa underwater camera Anda bisa mengabadikan karang-karang dan ikan cantik di bawah laut. Terlebih ketika berenang di danau ubur-ubur Pulau Kakaban.

Danau seperti ini hanya ada dua di dunia, lho! Di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur, Indonesia, dan Pulau Palau, Mikronesia yang berjarak beberapa ribu kilometer dari Filipina.

Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman. Misalnya, ketika berada di Pulau Kakaban, Anda harus naik dan turun tangga yang cukup terjal. Untuk itu pakailah sepatu yang tidak licin dan nyaman dipakai.Kemudian, untuk mengisi perut selama perjalanan dilaut, bawalah bekal makanan dan minuman. Di Pulau Kakaban dan Sangalaki, Anda tidak akan menemui penjual makanan atau minuman.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghimbau kepada seluruh wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal tersebut wajib dilakukan setiap bepergian ke mana pun. Apalagi di kawasan wisata alam, wisata bahari, yang aset utamanya adalah terumbu karang.

“Jangan pernah meninggalkan sampah di pesisir pantai, laut, hutan, atau dijalanan sekali pun. Tidak ditemukannya tempat pembuangan sampah, bukan alasan bagi Anda untuk kemudian membuang sampah sembarangan. Jagalah Indonesia kita,” katanya.

Ada beberapa hal yang penting untuk diingat para wisatawan, yakni etika berwisata di alam bebas. “Jika Anda melakukan wisata alam, tak hanya manusia yang akan dijumpai. Kita pun mungkin akan bertemu makhluk lain yang sudah lebih dulu menghuni pulau tersebut. Siapa mereka? Mereka adalah ikan-ikan cantik di perairan, penyu, burung-burung, terumbu karang, juga tumbuhan dan pepohonan sekitar.”

Arief Yahya selalu berujar, semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. “Tidak ada pilihan lain, harus ada upaya disiplin menjaga aset keindahan bawah laut,” kata Arief Yahya. (*)

Makassar International Eight Festival Siapkan 8 Sensasi untuk Wisatawan Mancanegara

0

Event Makassar International Eight Festival & Forum (MIEFF 2017) sejak diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, beberapa bulan lalu gaungnya makin menggema ke pelosok negeri. Acara atraktif yang dilaksanakan di sepanjang Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 6-10 September 2017 itu bakal mendatangkan wisatawan baik dalam dan luar negeri.

MIEFF 2017 akan menampilkan 8 unsur pertunjukan yang penuh sensasi atau 8 F, di antaranya fashion, film, folk, flora & fauna, fine art, fussion music, fiction writer dan font.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Musaffar Syah mengatakan, Sulsel dan Makassar merupakan Center Point of Indonesia. Melalui penyelenggaraan event F8 ini pihaknya ingin menunjukkan Makassar merupakan destinasi menarik.

“Sulawesi Selatan adalah pilar utama, yaitu pilar pariwisata. Pariwisata di Makassar menjadi utama bagi kami untuk mengkoneksikan segalanya. Ke depannya kami ingin menjadikan Makassar sebagai interkoneksi pariwisata laut yang indah dan mengagumkan,” ujar kata Esthy yang juga diamini Musaffar Syah.

Tidak tanggung-tanggung, event F8 ini menargetkan didatangi 1 juta pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Dirinya optimis lantaran wilayahnya sangat kaya dengan daya tarik alam, budaya, serta daya tarik wisata buatan.

“F8 ini menargetkan 1 juta pengunjung dan 100 kota dunia merupakan sarana yang efektif untuk mempromosikan pariwisata. Serta menghadirkan direct impact ekonomi pariwisata yang tinggi. F8 menjadi kebanggaan bangsa Indonesia umumnya dan warga Makassar,” ucap Musaffar Syah.

Dirinya juga berterima kasih terhadap dukungan penuh yang diberikan Kementerian Pariwisata, khususnya Menteri Pariwisata Arief Yahya. Melalui promosi yang digencarkan Kemenpar, dirinya optimis F8 akan mencapai kesuksesan.

“Kami sangat bersyukur seorang menteri yang bagus di bidang pariwisata Indonesia membantu promosi event kami. Beliau sangat cerdas dalam men-drive wisatwan untuk datang ke sebuah event,” ujar Musaffar Syah.

Musaffar Syah menambahkan, F8 tahun ini nantinya juga ada 10 ikon kuliner yang akan ditampilkan. Sementara show-nya akan dibalut 1.000 pertunjukan musik, 10.000 atraksi budaya serta 100.000 pagelaran seni dan pertunjukan.

“Untuk itu, target penyelenggaraan MIEFF 2017 kita tingkatkan. Kemarin launching-nya sangat kreatif, dan sangat bagus,” tambah Musaffar Syah.

Menteri Pariwisata mengapresiasi gelaran MIEFF 2017 ini makin kompak dan makin kreatif. Dirinya juga mengaku puas dengan pemaparan live teaser-nya yang bisa dicontoh oleh event-event lainnya.

“Tahun lalu Festival F8 melebihi target. Target 60 ribu menjadi 300 ribu. Dan untuk event kali ini targetnya 1 juta pengunjung. Ini sangat mungkin didapat,” ujar Menpar Arief Yahya.

Kendati demikian, Menpar Arief Yahya tetap mengingatkan kepada penyelenggara agar menentukan Top 3 dari 8 F tersebut yang paling menonjol. Pemilihan Top 3 ini tujuannya sebagai ikon utama agar wisatawan benar-benar ingin datang menyaksikannya.

“Saya mau mengusulkan, nomor satu food paling besar yaitu 32%. Nomor duanya fashion 30%. Satunya lagi craft. Jadi kalau mengambil top 3 itu food, fashion dan craft ini udah lebih dari 80%. Yang lain bukan berarti tak penting, tapi komersial value-nya kurang. Dan dari top 3 ini bisa untuk mensubsidi yang lainnya,” ujar pria asli Banyuwangi itu.(*)

Jangan Takut Laporkan Tindak Kejahatan ke Polisi

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Pasca penyerangan belasan remaja bermotor atau yang akrab disebut geng motor ke lingkungan pemukiman warga Taman Raya Tahap I, Kapolsek Batam Kota bersama beberapa personelnya turun langsung bersilaturahmi dengan warga Taman Raya Tahap I, Sabtu (2/9), sekitar pukul 20.00 WIB.

Kunjungan silaturahmi Polsek Batam Kota tersebut, memberikan imbauan sekaligus jaminan ke warga, bahwa jangan takut melapor ke polisi apabila mendapati atau mengetahui adanya tindak kejahatan di lingkungan perumahan warga.

“Kedatangan kami ke warga Taman Raya Tahap I ini selain bersilaturahmi langsung dengan para warga, juga memberikan semangat, jangan takut dengan adanya ancaman penyerangan oleh kabar-kabar atau ancaman yang belum tentu benar adanya. Kami polisi selalu berpihak ke masyarakat,” ujar Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus.

Selain itu, Kompol Firdaus juga menekankan ke warga agar selalu kompak untuk saling menjaga lingkungan perumahan warga. Firdaus juga meminta masyarakat untuk kembali mengaktifkan siskamling perumahan yang selama ini mulai pudar.

“Intinya warga Taman Raya Tahap I sudah kompak dan berjanji untuk menjaga lingkungannya dari tindak kriminal. Mereka juga berjanji akan selau siap menjadi polisi bagi lingkungan perumahannya,” terang Kompol Firdaus.

Sebab, untuk mengamankan seluruh wilayah Batam Kota yang sangat luas, Kompol Firdaus mengakui, tak akan cukup hanya mengandalkan personel polisi yang jumlahnya terbatas.

“Inilah yang kami tekankan ke masyarakat. Masyarakat harus mampu menjaga lingkungannya sendiri dari tindak kejahatan atau hal-hal yang mencurigakan. Misalnya untuk pemilik tempat kos, harus mengetahui siapa yang menghuni tempat kosnya, nama penghuninya, asal mereka dan pekerjaanya. Jadi, kalau ada apa-apa terkait tindak kejahatan dengan penghuni kos, pemilik kos bisa membantu kepolisian untuk memberikan data guna pengusutan,” kata Kompol Firdaus.

Polisi Cari Keberadaan Reihan

Terkait dengan penyerangan belasan anggota geng motor ke Taman Raya Tahap I, sampai saat ini Kompol Firdaus masih mendalami keterangan yang diberikan satu korban, Beni. Sementara korban lainnya, Reihan sampai saat ini belum diketahui alamat rumahnya. Reihan sendiri juga enggan untuk melaporkan apa yang menimpanya.

“Ini anggota kami mengajak korban, Beni untuk mencari alamat atau keberadaan Reihan. Beni sendiri yang katanya teman Reihan pun tak tahu dimana tempat tinggal kawannya itu,” ujar Kompol Firdaus.

Sampai saat ini, polisi belum mendapatkan titik terang, siapa atau dari kelompok mana penyerang kedua korban yang nekat menyerbu di dalam lingkungan perumahan warga Taman Raya Tahap I ini.

Sebab, petunjuk maupun keterangan yang disampaikan salah satu korban, Beni, sangat minim. Beni sendiri kepada penyidik Polsek Batam Kota tak mengenal satupun dari belasan remaja yang menganiayanya malam itu.

“Kami akan intens seminggu sekali akan berkunjung ke beberapa lingkungan perumahan warga di Batam Center, memberikan imbauan agar lebih menjaga lingkungannya sendiri dari tindak kejahatan, serta mengaktifkan kembali siskamling. Peran masyarakatlah yang mampu menciptakan iklim dan situasi yang kondusif . Intinya satu,kepedulian masyarkat. Apabila hal itu tak ada atau warga cuek, maka sulit untuk menciptakan kondusifitas di lingkungan warga,” tegas Kompol Firdaus. (gas)

Kisah Pilu Pengungsi Rohingnya

0

batampos.co.id – ”Mereka (militer, Red) memukuli kami, menembaki kami, dan memburu orang-orang kami sampai mati.”

Begitulah kisah Hamida Begum, satu pengungsi Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar.

”Banyak orang terbunuh, banyak wanita diperkosa dan terbunuh, kami sangat miskin, suami saya adalah buruh harian,” katanya.

”Kami biasa makan dua kali sehari, tapi kami kehilangan segalanya setelah perang dimulai,” katanya, mengacu pada pecahnya konflik pada Jumat (25/8) lalu ketika militan Rohingya melakukan serangan terkoordinasi ke pos-pos perbatasan militer dan menewaskan 12 petugas keamanan.

Sebagai tanggapan, militer pun mengintensifkan “operasi pembersihan” yang mendorong ribuan orang pergi dari rumah mereka. Pejabat pemerintah mengatakan pada Kamis (31/8) bahwa setidaknya 399 orang telah tewas dalam pertempuran sejak Jumat lalu. Kata mereka, dari jumlah itu, 370 adalah “teroris.” Namun, aktivis mengatakan militer telah membunuh wanita, anak-anak dan orang-orang yang tidak bersalah.

Kedua belah pihak saling menyalahkan atas pembakaran rumah. Pemerintah mengatakan militan Rohingya telah membakar lebih dari 2.300 rumah. Rohingya mengatakan bahwa militerlah yang telah menyerang rumah mereka.

Begum mengklaim bahwa keluarganya disiksa oleh militer dan kaki tangan mereka. Keluarga lainnya dibunuh setelah gagal membayar uang tebusan kepada tentara tersebut.

”Kami harus melarikan diri untuk menyelamatkan hidup kami, mereka tidak membiarkan kami bergerak bebas. Kami kehilangan segalanya. Mereka memungut orang dari rumah dan meminta uang tebusan mereka. Banyak dari (orang-orang itu) ditembak mati.”

Seorang pengungsi lain yang diwawancarai mengatakan bahwa militer memerintahkan mereka untuk tinggal di dalam rumah mereka. Dia mengatakan militer datang ke desanya dan membunuh lima orang, termasuk anaknya.

“Mereka disiksa sampai mati. Rumah kami terbakar Kami kehilangan semuanya disana,” katanya.

Hamida Begum, satu pengungsi Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar. (CNN)

“Bagaimana kita bisa bertahan Saya tidak punya uang. Setelah melihat pembantaian itu, saya menempuh perjalanan jauh ke perbatasan Bangladesh, saya meninggalkan rumah saya empat hari yang lalu, kemana saya akan pergi? Anak saya dibunuh.”

Diperkirakan 200.000 sampai 500.000 pengungsi Rohingya telah menjalani kehidupan yang tidak bersahabat di Banglades. Kamp-kamp pun kumuh dan penuh sesak.

Tahun lalu, sebanyak 85.000 orang Rohingya melintasi perbatasan menyusul serentetan kekerasan serupa.

”Penganiayaan terhadap orang-orang ini telah berlangsung selama beberapa dekade,” kata Sally Smith, Direktur Eksekutif Nexus Fund, sebuah LSM yang berkomitmen untuk mencegah kekejaman terhadap masyarakat.

“Dalam beberapa hari terakhir, apa yang terjadi pada Rohingya sangat mirip dengan apa yang terjadi pada Oktober lalu,” kata Smith kepada CNN.

“Hal itu menyebabkan respon yang sangat tidak proporsional oleh militer Myanmar terhadap warga sipil. Mereka membunuh, memperkosa, bahkan menembaki senapan mesin pada pria, wanita, dan anak-anak yang tidak berdosa saat mereka berlari menuju perbatasan untuk melarikan diri ke Bangladesh. (tia/CNN/JPC)

Rusunawa BP Batam di Tanjunguncang Hampir Rampung

0
Pekerja menggesa pembangunan rusun milik BP Batam di Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (1/9). Rusun ini nantinya akan disewakan ke pekerja galangan di daerah Batuaji. Karena tinggal di rusun itu murah dan nyaman. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah susun sewa (Rusunawa) yang dibangun oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjunguncang, Batuaji sudah memasuki tahap akhir. Pembangunan yang sudah digesah sejak setahun terakhir ini sudah mendirikan dua gedung utama yang akan dijadikan rusunawa.

Dua gedung utama yang sudah berdiri tegak itu merupakan bangunan twin blok rusunawa. Pekerjaan fisik bangunan sudah mencapai angka 80 persen. Bangunan rusun bahkan sudah diberi atap dan jendela.

Pantauan di lapangan, Jumat (1/9), sejumlah pekerja masih sibuk dengan pekerjaan masing. Ada yang membereskan bagian dalam gedung ada juga yang mulai melakukan pengecatan. “Sesuai arahan dari BP Batam proyek ini fokus untuk dua gedung ini dulu. Pembangunan dua gedung ini sudah mencapai 80 persen. Target akhir tahun sudah selesai,” kata seorang pekerja di lokasi pembangunan Rusunawa, kemarin.

Warga sekitar menyambut baik kehadiran rusunawa tersebut. Mereka berharap agar penempatan nanti pemerintah memperhatikan warga sekitar khususnya yang belum punya rumah atau tempat tinggal yang layak.

“Pada dasarnya kami setuju untuk tinggal di rusun, tapi itu tadi mohon kebijakan agar sewanya jangan kemahalan. Sekarang lagi susah situasi ekonomi,” ujar Riko, warga yang berdiam di pemukiman liar dekat lokasi rusunawa tersebut.

Sementara itu pihak BP Batam sebelumnya mengatakan, pembangunan rusunawa kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUR) itu merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan rumah sewa murah kepada pekerja di Batam khususnya di wilayah Batuaji dan sekitar. Warga yang tinggal di rumah atau pemukiman liar diharapkan menempati rusunawa tersebut untuk mendukung pembangunan di kota Batam.

“Ini untuk kita, jadi mari kita dukung,” ujar Humas BP Batam Andi Antono, belum lama ini.

Rusun tersebut kata Andi nantinya akan dibangun dua twin blok dengan total kamar 224 unit.”Target akhir tahun sudah rampung,” ujarnya.

Mengenai biaya sewa rusun, Andi belum bisa pastikan sebab keputusan biaya sewa rusun akan ditetapkan pengelolah nantinya. “Tapi intinya ini untuk pekerja yang pasti bisa terjangkau oleh pekerja,” ujar Andi. (eja)

Beratnya Cari Duit, Rela Duduk di Sarang Lebah dalam Kondisi Tanpa Celana

0
ilustrasi: wahyu kokkang / jawa pos

Aurel Braguta asal Matamata, Selandia Baru, mengajak temannya, Jamie Grainger, bertaruh.

Dia akan memberikan uang NZD 1.000 (sekitar Rp 9,5 juta) jika Grainger mau duduk di atas sarang lebah. Tanpa celana.

Braguta mengunggah video sang teman saat beraksi.

”Tantangannya hanya duduk di atas sarang lebah selama 30 detik. Aku sudah menantang orang lain dan gagal,” terang Braguta di video bertanggal 14 Agustus itu. Dalam video yang bikin geli (dan perih) itu, tampak Grainger memelorotkan celana, lalu duduk di atas sarang penuh lebah yang marah. Pria 27 tahun tersebut tampak meringis-ringis menahan sengatan.

Menurut Grainger, pengalaman itu memang menyakitkan. ”Bahkan, saat masih duduk, aku bisa merasakan bokongku membengkak,” kata pria asal Tauranga tersebut, lalu tertawa.

”Tapi asyik, ini uang paling mudah yang pernah kudapatkan,” lanjutnya. Sebelum melakukan aksi, Grainger minta izin kepada pacarnya, Lauren. Boleh nggak bokongnya berkorban demi mendapatkan uang.

”Pacarku langsung membolehkan. Katanya, lumayan buat modal nikah,” kata Grainger.

Kedua teman itu meyakinkan, aksi tersebut tak membahayakan siapa pun. Baik buat Grainger maupun buat para lebah.

”Lebah akan mati setelah menyengat orang. Tapi, ini memang sudah akhir musim. Jadi, mereka akan tetap mati,” jelas Braguta yang punya peternakan lebah.

(fam/c10/na)