Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12932

Kubangan Mergong Mendadak Ramai Dikunjungi Remaja setelah Viral Kejernihan Air dan Keindahan Alamnya di Medsos

0
foto: agus bagjana / posmetro batam

batampos.co.id – Kubangan bekas galian pasir di Mergong Tanjungmemban Nongsa yang sudah ditutup sejak tiga tahun lalu, dalam dua bulan terakhir ini mendadak ramai dikunjungi oleh belasan sampai puluhan remaja tiap harinya. Hal tersebut diakui oleh warga Kampung Mergong Tanjungmemban Nongsa, Roy.

“Dalam dua-tiga bulan ini kan kubangan besar bekas galian pasir di Mergong ini viral di facebook. Sebab, selain air kubangannya jernih hingga berwarna hijau kebiruan, pemandangan alamnya yang langsung menjorok ke laut, sangat indah, tak kalah dengan keindahan alam pantai lainnya di Batam. Makanya, anak-anak muda langsung pada kemari (ke Mergong) hendak menyaksikan keindahan alam Mergong dan kejernihan kubangan bekas galian pasir yang disebutnya oleh para remaja ini dengan sebutan danau biru,” ujar Roy.

Beberapa warga Mergong sendiri, sudah berulang kali mencoba mengingatkan para remaja yang hendak ke kubangan bekas galian pasir, agar tak berenang atau menceburkan diri, mengingat dalamnya air di kubangan serta lumpur yang tebal di dasar kubangan.

“Percuma tiap hari kami ingatkan anak-anak itu. Mereka tetap saja mandi-mandi di kubangan. Imbauan warga Mergong dihiraukan begitu saja, malah dikira kami warga sini menakut-nakuti remaja yang hendak berkunjung ke kubangan itu,” terang Roy. (gas)

Tipu Warga Rp 80 Juta Lebih, Dukun Palsu Ditangkap

0
Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edhi Sadono menunjukan barang bukti kalung emas dan tersangka Maradona. F. Imam?batam Pos.

batampos.co.id -Jajaran Polsek Kundur 28/8 lalu berhasil meringkus Maradona bin Djhohani di depan SDN 011 Bukit Tembak kelurahan Meral kota Kecamatan Meral Kabupaten Karimun.

Penangkapan Maradona terkait kasus penipuan terhadap warga desa Lubuk dengan kerugian  mencapai Rp 80.533.000. Maradona selama ini mengaku sebagai  thabib (dukun) yang bisa mengobati penyakit korban secara ghaib.

Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edhi Sadono membenarkan terkait penangkapan terhadap tersangka Maradona
tersebut. Lebih lanjut dikatakan penangkapan tersangka menindaklanjuti atas  laporan polisi pada
LP-/B-13/VIII/2017/Kepri/RES./Karimun/SPK-Polsek Kundur pada 23/8.

Dalam  laporan tersebut, tersangka melakukan penipuan dengan minta uang dan kalung emas pada korban. Dengan dalih tersangka dapat mengobati penyakit korban dengan cara ghaib, namun penyakit korban tidak kunjung sembuh.

“Iya Maradona kita tangkap di Karimun depan SDN 011 Bukit Tembak saat sedang berjalan. Awalnya tersangka mengelak, namun  setelah kita desak akhirnya Maradona mengakui semuanya.  Barang bukti berupa seutas kalung emas milik korban yang belum sempat  dijual,” kata Wisnu.

Dikatakan kasusnya bermula pada pertengahan Juni yang lalu, tersangka dengan meyakinkan korban dapat mengobati penyakit dengan cara ghaib. Awalnya korban percaya dan saat itu  tersangka sempat minta uang sebesar Rp 5 juta kepada korban.

Bahkan permintaan uang kepada korban sebanyak sebelas kali dengan total Rp 80.533.000 dan satu utas kalung emas. Atas perbuatanya tersangka diancam pasal 378 KUHP dengan  ancaman selama 4 tahun penjara. Saat ini tersangka sudah kita amankan di rumah tahanan (rutan)
Mapolsek Kundur dalam proses penyidikan.(ims)

Pak Walikota di Batam Minim Ruang Terbuka, Itu yang Picu Anak Main di Tempat Tak Layak

0
foto: agus bagjana / posmetro batam

batampos.co.id – Dewan kehormatan ikatan arsitek Indonesia (IAI) Kepri, Supriyanto berpendapat, kejadian terhadap dua anak laki-laki yang menjadi korban tenggelam di daerah Sambau, Nongsa (1/9) lalu, juga berpengaruh terhadap peran pemerintah maupun pengembang perumahan yang masih minim menyediakan ruang terbuka bermain bagi anak-anak.

“Kejadian ini menjadi teguran bagi kita semua terutama bagi pemilik lahan. Ruang terbuka minim atau tidak memadai menjadi salah satu faktor kecelakaan bagi anak,” ujar Supriyanto, Sabtu (2/9).

Melihat korban yang masih berusia dibawah 17 tahun itu, menunjukkan bahwa area bermain bagi anak-anak sangat minim di Batam. “Di usia mereka banyak dihabiskan untuk bermain sesama teman karena didukung rasa ingin tahu yang tinggi. Jika sarana bermain itu yang tidak ada, maka tempat yang seharusnya tidak mereka tuju tetap dipandang menarik,” terangnya.

Ia mengatakan, seharusnya pengembang perumahan wajib mendirikan ruang terbuka untuk bermain. Namun kenyataannya, dari syarat minimal 20 persen lahan yang digunakan untuk ruang terbuka itu, kerap tidak dibuat sesuai kesatuan yang seharusnya diterapkan.

“Kebanyakan malah menjadi area yang kecil atau bahkan teralokasi untuk pembangunan lain. Dalam hal ini pengawasan sangat diperlukan dari pemilik lahan di Batam,” tegas Supriyanto.

Sebagai organisasi arsitek, IAI Kepri juga sudah menginformasikan ke pengembang bagaimana pembangunan tata letak lingkungan yang sesuai ketentuan perizinan Patwa Planologi dan izin mendirikan bangunan (IMB). Dimana, dalam perizinan tersebut telah dijabarkan tentang koefisien daerah hijau (KDH).

“Namun pengembang cenderung memikirkan profit bagi usaha mereka. Padahal, seluruh lahan yang mereka kembangkan sudah dibayar konsumen, karena harga yang dibayarkan sudah termasuk untuk biaya-biaya yang mencakup isi di lingkungan perumahan itu,” papar Supriyanto.

Lanjutnya lagi, masyarakat berhak menuntut hukum jika pengembang tidak mengalokasikan lahannya sesuai perencanaan semula.

“Intinya setiap perumahan wajib memiliki ruang terbuka anak. Semakin banyak ruang terbuka anak, maka semakin berkurang angka kematian pada anak akibat menikmati dunia bermain,” tutupnya. (nji)

Polisi Fokus Usut Kasus Eksploitasi di Vihara

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pihak kepolisian memfokuskan penyelidikan atas kasus eksploitasi anak yang dilakukan oleh Pengelola Vihara Purnama Mahayana, Dani Bagas Pratama dan suhunya Hendra alias Yo Chu Hi. Saat ini keduanya sudah ditahan oleh pihak kepolisian, dan menjalani pemeriksaan.

“Kami belum masuk ke kasus yang lain, masih mengusut kasus eksploitasi anaknya,” kata Kasat reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima, Sabtu (2/9).

Ia mengatakan telah meminta keterangan dari dua orang tersangka, lima orang korban dan beberapa orang saksi. Dari pemeriksaan hingga saat ini, Dani dan Hendra terbukti melakukan tindak ekploitasi anak. Dengan mempekerjakan anak dibawah umur.

Terkait dengan kasus pencabulan dilakukan suhu Hendra atau Yo? Gima mengatakan pihaknya masih belum mau masuk ke ranah tersebut. “Seperti yang diketahui, locus kasus dugaan pencabulan itu di Jakarta. Jadi kami untuk saat ini hanya memeriksa sebatas kasus ekploitasi anaknya,” ucapnya.

Namun Gima mengatakan tak menutup kemungkinan kasus ini akan diusut juga oleh pihak kepolisian. Bila kasus ini diusut berbarengan, Gima menuturkan nantinya akan menyulitkan dan membingungkan para saksi. Karena harus bolak balik Batam dan Jakarta.
“Kalau ini sudah, mungkin baru pencabulannya,” ungkapnya.

Disinggung dengan kasus yang menimpa suhu Yo Chu Hi, tahun 2016 yang dilaporkan melakukan pemerkosaan. Gima menuturkan kasus tersebut telah selesai secara kekeluargaan. “Kasusnya kan sudah selesai, yah kami tak akan usut lagi,” ujarnya.

Gima menuturkan kelima orang ini akan dipulangkan dalam waktu dekat. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarganya. Setelah ini selesai, baru nanti akan dipulangkan,” tuturnya

Sebelumnya Ketua Paguyuban Pasundan Kepri Dede Suparman menuturkan akan mengawal hingga tuntas kasus pencabulan dilakukan oleh Suhu Vihara Purnama Mahayana, Hendra alias Yo Chu Hi. Pengawalan ini disebabkan, beberapa kasus yang melibatkan Yo Chu Hi selalu tidak pernah sampai hingga pengadilan.

“Kami dengar juga (kasus sebelumnya melibatkan Hendra alias Yo, tak pernah tuntas,red), dan tak tau kenapa begitu. Tapi kali ini, kami akan kawal hingga tuntas,” katanya, Jumat (1/9). (ska)

Bagikan Daging Kurban untuk Suku Duane

0
Proses penyembelihan hewan kurban di kantor cabang kejaksaan negeri (Cabjari) Kundur Jumat kemarin. F. Imam/Batam Pos.

batampos.co.id – Cabang kejaksaan negeri (cabjari) Karimun di Kundur  Jumat 1/9, selesai melaksanakan salat Idul Adha menyembelih satu ekor sapi dan dua ekor kambing.
Pemotongan daging kurban dilaksanakan di kantor Cabjari
Kundur jalan A.Yani bersama masyarakat sekitarnya.

Selesai salat Jumat daging kurban dibagikan langsung ke rumah warga suku Duane di Payah Togok kelurahan Tanjungbatu.

”Bersyukur tahun ini kita dapat berbagi dengan masyarakat kurang mampu, dengan memotong  tiga ekor hewan kurban. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pelaksanaan kurban,
selain untuk beribadah juga melatih keikhlasan. Dan untuk
berbagi kepada sesama kita terlebih kepada warga kurang mampu,” tutur Kacabjari Kundur Filpan F.D Laia.

Lebih lanjut Filpan mengatakan pemotongan hewan kurban melibatkan seluruh pegawai kantor Cabjari,rekan pers, pengurus masjid dan warga sekitar. Kita harapkan kebersamaan dan kekompakan ini akan terus kita jaga, semoga tahun depan kembali dapat kita laksanakan.

Khaisol, 37 seorang warga Suku Duane mengaku senang mendapat daging kurban dari Cabjari yang diantar ke rumah. Kita tidak menyangka bakal mendapat bagian daging kurban diantar langsung ke rumah    masing-masing warga. (ims)

Gara-gara Toilet Istri Minta Cerai !

0
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos/JawaPos.com)

batampos.co.id – Seorang perempuan di Rajasthan, India. Sebut saja namanya Sai. Dia menuntut cerai suaminya karena perkara materi… dan toilet.

”Selama lima tahun berumah tangga, suami Sai tidak menyediakan toilet tertutup yang layak,” papar hakim Rajendra Kumar Sharma sebagaimana dikutip Indian Times.

India memang negara yang unik. Nyaris 90 persen penduduknya punya ponsel cerdas, tapi cuma 30 persen yang punya toilet rumah yang layak.

”Karena tidak ada toilet, Sai harus menunggu sampai gelap supaya bisa buang hajat di luar rumah,” lanjut Sharma. Perkara itu pun menjadi masalah besar. Selain menyiksa, perempuan rawan jadi korban kejahatan. Sharma mengabulkan tuntutan cerai Sai.

”Percayalah, ini bukan yang pertama kasus cerai karena toilet di tempat kami,” tegasnya.

Ya, menurut dia, banyak pasangan yang bertengkar, membatalkan pertunangan, hingga bercerai. Cuma karena toilet. Perdana Menteri Narendra Modi mencanangkan, India bebas dari toilet outdoor –dan punya toilet di masing-masing rumah– pada 2019. Mungkin itu mampu menurunkan angka perceraian. Di Indonesia, sepertinya dibutuhkan lebih dari sekadar toilet untuk niat mulia itu. Hahaha. (India Times/fam/c6/na)

Arah Baru dari Empat Jurus Mobil Listrik

0

KINI ada dua aliran besar dalam penggunaan energi mobil listrik. Aliran baterai dan aliran hydrogen fuel cell. Tesla, Amerika, sudah memilih baterai sebagai sumber energinya: baterai lithium.

Pilihan itu bisa dilihat dari keseriusan Tesla membangun pabrik baterai. Baru. Besar. Luas. Luasnya 1 juta hektare. Lokasinya di sisi utara Negara Nagian Nevada. Hanya setengah jam bermobil dari Kota Reno. Awal tahun lalu, saat saya ke sana, sebagian bangunan pabrik itu sudah jadi. Inilah bangunan pabrik terbesar kedua di dunia setelah Boeing.

Jepang kelihatannya memilih hydrogen fuel cell. Di Jepang, mobil listrik dengan energi fuel cell sudah mulai dipasarkan. Saya menduga pilihan itu didasarkan pada strategi khusus: menghindari ketergantungan pada Tiongkok. Bahan baku baterai lithium memang dikuasai Tiongkok. Jepang tidak memiliki sumber rare earth (tanah jarang) sama sekali. Tiongkok-lah yang menguasai rare earth. Bahkan mencapai lebih 80 persen rare earth dunia. Jepang bisa takut suatu saat Tiongkok berulah. Misalnya, melarang pengiriman rare earth ke luar negeri. Amerika (dan Jepang) pernah sewot gara-gara Tiongkok, delapan tahun lalu, mempersulit ekspor rare earth.

Ke mana arah mobil listrik Tiongkok sendiri? Dulu, ketika saya masih bebas pergi ke luar negeri, saya sering ke Tiongkok. Antara lain untuk mengamati arah mobil listrik di sana. Awalnya saya lihat Tiongkok tidak mau ke baterai atau fuel cell. Tiongkok lebih tertarik pada superkapasitor. Sampai-sampai ingin mempelajari apa itu superkapasitor. Saya penasaran. Saya berusaha ketemu ahlinya. Berhasil. Tapi, sang ahli ternyata tidak mau membuka diri. Ini karena terkait dengan rahasia militer. Apa boleh buat. Saya bertemu dengan ahli tersebut, tapi tidak mendapat apa-apa. Hanya berkenalan dan makan-makan.

Pulang ke Indonesia, saya mencari tahu: apakah Indonesia memiliki ahli superkapasitor? Saya kaget. Ternyata tidak ada. Lebih tepatnya saya tidak menemukan.

Saya sudah ke BPPT, ke ITB, ke ITS, ke Gadjah Mada. Tidak ada yang ahli superkapasitor.

Itu lima tahun lalu. Saat saya menjabat menteri BUMN. Lalu, saya dengar ada ahli superkapasitor di Universitas Widya Mandala Surabaya. Dia lulusan Australia. Saat saya ke kampusnya, ternyata ahli tersebut mengaku baru ingin jadi ahli. Dia dalam tahap meneliti apakah pelepah pisang bisa jadi bahan superkapasitor. Saya berharap saat ini, lima tahun kemudian, sudah lahir apa yang saya cari itu.

Sejak itu saya tidak mengikuti lagi perkembangan superkapasitor. Tiba-tiba, pekan lalu, meledak berita besar di Amerika: superkapasitor dipastikan bisa jadi pilihan sumber energi untuk mobil listrik. Tentu perkembangan ini menarik. Tidak perlu menggunakan rare earth sebagai bahan baku.

Hampir bersamaan dengan itu, muncul juga berita besar lainnya: baterai sodium. Artinya, baterai ini menggunakan air laut sebagai bahan penghubung katode. Penemunya adalah anak muda yang dari namanya saya pikir asli Indonesia: Dr Rana Mohtadi. Ternyata anak ini kelahiran Jordania. Toyota USA yang mewadahi anak itu yakin sekali: sodiumlah masa depan baterai. Tidak ada risiko terbakar, tidak berat, tidak cepat habis, murah, dan bahan bakunya tersedia di semua lautan di segala penjuru dunia.

Ternyata bukan hanya Rana Mohtadi yang bisa mengoreksi kelemahan lithium. Penemu lithium sendiri sudah menemukan bahan penyempurna lithium itu. Tidak bisa terbakar, awet, ringan, daya jangkau sepuluh kali lebih jauh, dan harganya lebih murah.

Penemu lithium puas sekali dengan penyempurnaannya tersebut. Saat menemukan lithium dulu, Profesor John B. Goodenough masih berumur 35 tahun. Kini umurnya sudah 90 tahun. Masih aktif sebagai pengajar dan peneliti di Universitas Texas di AS. Yang hebat, di usia 90 tahun dia masih menemukan sesuatu yang sangat penting: menyempurnakan penemuannya sendiri.

Profesor Goodenough tidak hanya belajar atas kekurangan teknis lithium. Lithium adalah penemuan yang hebat. Tapi, dia juga mendengarkan keluhan publik: proses mewujudkan penemuan itu menjadi produk terlalu lama. Masyarakat baru bisa membeli baterai lithium lebih 20 tahun kemudian. Terlalu lama.

Mengapa begitu? Akankah penemuan ini juga baru bisa dibeli puluhan tahun yang akan datang? Tidak. Profesor Goodenough juga tidak sabar. Di masa lalu Profesor Goodenough hanya menjual hak patennya kepada satu perusahaan. Terlalu bergantung pada kemampuan satu perusahaan itu untuk memulai memproduksinya. Pembeli paten juga melihat dulu apakah pasar sudah bisa menerima atau belum. Itulah penyebab utama mengapa penemuannya tidak bisa segera dinikmati masyarakat. Harganya pun menjadi mahal.

Untuk penemuannya kali ini, Profesor Goodenough berubah strategi. Memberikan hak paten kepada banyak perusahaan sekaligus. Karena itu, beliau yakin dalam tiga tahun ke depan baterai pengganti lithium sudah bisa beredar di pasar. Diakuinya, sejak ditemukan dulu, kemajuan lithium sangat lambat. Hanya 10 persen/lima tahun. Kini, dengan penemuan barunya itu, lithium meloncat 1.000 persen sekaligus.

Semua perkembangan tersebut tentu kian menambah gairah maraknya mobil listrik. Selama ini mobil listrik memang masih mahal. Itu semata-mata karena masalah baterai. Harga baterai saja sudah 50 persen dari harga mobil. Tapi, tidak lama lagi semua hambatan tersebut teratasi. Mau tidak mau mobil listrik benar-benar akan menguasai dunia.

Ke mana arah penelitian kita? Baterai lithium? Hydrogen fuel cell? Superkapasitor? Baterai sodium? Atau belajar santet saja? (*)

 

oleh: Dahlan Iskan

Warga Tangkap Maling Kantor Lurah

0

batampos.co.id – Warga Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, berhasil menangkap satu orang pelaku pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Kantor Lurah Harjosari, Ahad (3/9) dini hari.

Meski pelaku sempat melawan, namun warga bersama dengan anggota Kodim 0317 berhasil mengamankan pelaku lalu diserahkan ke Polsek Tebing.

Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono membenarkan, aksi pencurian dengan pemberatan di Kantor Lurah Harjosari yang dilakukan tersangka Hendi Sastria alias Endy,40. Pelaku berhasil diamankan berdasarkan informasi seorang warga, Bakhrul Ulum. saat itu ia sedang melewati jalan depan kantor lurah dan melihat ada pria yang menggunakan sepeda motor dengan wajah ditutup sebo dan juga membawa tas besar.

“Curiga dengan gerak gerik dan penampilan orang itu, warga tersebut langsung menghubungi teman-temannya dan melakukan pengejaran ke Jalan Poros,” ujar Budi.

Saat diamankan, pelaku sempat mengeluarkan pisau. Tapi, akhirnya warga bersama dengan anggota dari Kodim berhasil mengamankan pelaku. Selain itu, pelaku nyaris jadi amukan warga yang melakukan pengejaran.

”Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah membongkar Kantor Lurah Harjosari dengan menggunakan peralatan yang dibeli secara online. Salah satunya alat pembuka gembok. Selain itu, kita juga menemukan peralatan pendukung lainnya, seperti linggis, obeng dan pisau untuk mempertahankan diri. Barang-barang yang hilang terdiri dari kantpr lurah yang berhasil disita berupa CPU, monitor, power saver, laptop, printer dan keybord. Totol kerugian mencapai Rp 7 juta,” papar Budi.

Lurah Harjosari, Fatwa Lukmana secara terpisah menyatakan, dia baru selesai membuat laporan pencurian yang terjadi di kantornya ke Polsek Tebing.

”Pencurian di kantor saya bukan baru pertama kali terjadi. Sejak menjabat pada Januari 2017 sampai dengan saat ini sudah empat kali kebobolan. Yang terakhir 90 kg beras miskin yang hilang. Memang, sejak kemalingan, seluruh pintu dan jendela sudah dipasang teralis. Hanya saja, lokasi kantor sepi, sehingga memudahkan maling untuk beraksi. Untuk kejadian yang saat ini, beruntung ada warga sekitar yang melihat dan menangkap pelakunya,” ungkap Fatwa. (san)

Tiga Oknum Pegawai Terjaring Razia BNN

0
BNN mengamankan puluhan pria dari tempat kosan karena terbukti mengkonsumsi narkoba, tiga diantaranya oknum pegawai negeri. F.Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Karimun bersama dengan TNI, Polri dan termasuk pasukan Brimob kemarin (3/8) melakukan razia di beberapa rumah kos dan juga penginapan yang ada di Tanjungbalai Karimun.

Hasilnya, 38 orang terjaring dalam razia tersebut dan tiga diantaranya merupakan oknum pegawai negeri di instansi BC dan Imigrasi.

”Razia yang kita laksanakan ini memang melibatkan instansi dari Brimob, TNI dan Polri serta polisi militer dari TNI AL dan TNI AD. Dengan banyaknya anggota yang kita libatkan, maka razia bisa dilaksanakan serentak diberbagai lokasi rumah kos dan penginapan yang sudah menjadi target kita dengan membentuk tim,” ujar Kepala BNN Kabupaten Karimun, Kompol Ahmad Soleh.

Dari hasil razia ini, katanya, memang cukup banyak yang diamankan untuk dites urin. Hasilnya, ada 38 orang yang positif menggunakan narkoba. Dengan rincian, 28 orang pria dan 10 orang wanita. Bahkan, dari yang positif menggunakan narkoba ini ada tiga orang oknum pegawai. Yakni, berinisial Bt dan Dr yang berasal dari instansi Bea Cukai, kemudian satu orang lagi berinisial Ar alias Mi yang merupakan pegawai Imigrasi.

”Tidak itu saja. Ada juga anak perempuan yang di bawah umur ikut diamankan dari salah satu penginapan yang kita razia. Untuk anak yang di bawah umur ini tidak terbukti narkoba, namun penanganannya kita serahkan ke instansi terkait untuk mendapatkan pembinaan. Karena, kita melihatnya prihatin, dengan kondisi masih di bawah umur namun sudha sering menginap di penginapan,” jelasnya.

Dikatakan Soleh, untuk 38 orang yang terbukti mengkonsumsi narkoba akan dilakukan rehabilitasi. Baik dalam bentuk rehabilitasi yang sifatnya menetap atau yang rehabilitasi rawat jalan. Itu semua tergantung dari hasil pemeriksaan lanjutan dengan rumah sakit. Yang jelas, mereka yang terjaring ini semuanya harus dijemput oleh pihak keluarga dan menandatangani surat bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya. (san)

Guru Besar UIN Sultan Syarif Ajak Mahasiswa STIT Hidayatullah Jadi Pelopor Pembangunan Bangsa

0
Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. H Akhmad Mujahidin, Dirjen Perguruan Tinggi Islam (Diktis) Kementrian Agama RI Rudi Nurrudin Ambari dan Ketua Yayasan Hidayatullah Batam Jamaluddin Nur bersama para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam usai kuliah umum di kampus STIT Hidayatullah di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (3/9). F. Yayasan Hidayatullah Batam untuk Batam Pos

batampos.co.id – Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. H Akhmad Mujahidin mengajak mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam untuk belajar yang sungguh-sungguh agar kelak menjadi pelopor pembangunan bangsa yang berkarakter.

Ini disampaikan oleh Akhmad saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru di kampus STIT Hidayatullah di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (3/9).

Kampus STIT Hidayatullah sebagai kampus yang fokus pada bidang keagamaan tentu sangat bagus untuk membentuk karakter mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak. “Intinya pada akhlak. Kalau semua berdasarkan akhlak yang baik, Insha Allah kedepannya akan baik. Jadi mari sama-sama manfaatkan kesempatan belajar ini dengan baik untuk memperoleh ilmu agar kelak bermanfaat bagi agama dan bangsa ini,” imbau Akhmad.

Apalagi STIT Hidayatullah yang juga menghadirkan guru dari Mesir tentu akan memberikan kelebihan tersendiri bagi kampus yang baru berdiri di tahun ajaran pertama itu. “Ini sangat spesial, sebab ada guru dari Mesir yang akan mengajar bahasa arab bagi anak didik disini. Belajar di Batam tapi kualitas internasional jadi harapan kami agar ini benar-benar dimanfaatkan mahasiswa di sini untuk memperoleh ilmu yang sesuai dengan visi misi perguruan tinggi ini,” tuturnya.

Pada kuliah umum tersebut Akhmad juga menjelaskan panjang lebar terkait pembentukan karakter mahasiswa yang berakhlak sehingga kelak bisa menjadi pelopor kemajuan bangsa yang berpegang pada agama. Materi yang dibawakan terkait Sarjana Kader yang harus diterapkan di STIT Hidayatullah. “Sarjana Kader artinya bukan sekedar kuliah, tapi kuliah yang memiliki misi terorganisir untuk mencetak generasi pelopor pembangunan bangsa,” tuturnya.

Dirjen Perguruan Tinggi Islam (Diktis) Kementrian Agama RI Rudi Nurrudin Ambari yang turut hadir pada acara kuliah umum tersebut menuturkan memang suatu kewajiban bagi perguruan tinggi untuk memulai perkuliah dengan menggelar acara kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen seperti itu. “Ini sudah aturan nasional pada semua perguruan tinggi. Sebelum perkuliahan dimulai, memang harus ada kuliah umum seperti ini,” tuturnya.

Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa ataupun dosen terkait rencana perkuliahan kedepannya.

Ketua Yayasan Hidayatullah Batam Jamaluddin Nur, mengatakan, untuk pertama ini STIT langsung disambut baik oleh masyarakat Batam. Ada 120 mahasiswa yang bergabung di tahun ajaran pertama itu. “Insha Allah niat baik kita juga disambut baik. Ini awal yang baik dan kedepannya akan disempurnakan secara bertahap,” tutur Jamaluddin Nur. (eja)