Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12935

Bagikan Daging Kurban untuk Suku Duane

0
Proses penyembelihan hewan kurban di kantor cabang kejaksaan negeri (Cabjari) Kundur Jumat kemarin. F. Imam/Batam Pos.

batampos.co.id – Cabang kejaksaan negeri (cabjari) Karimun di Kundur  Jumat 1/9, selesai melaksanakan salat Idul Adha menyembelih satu ekor sapi dan dua ekor kambing.
Pemotongan daging kurban dilaksanakan di kantor Cabjari
Kundur jalan A.Yani bersama masyarakat sekitarnya.

Selesai salat Jumat daging kurban dibagikan langsung ke rumah warga suku Duane di Payah Togok kelurahan Tanjungbatu.

”Bersyukur tahun ini kita dapat berbagi dengan masyarakat kurang mampu, dengan memotong  tiga ekor hewan kurban. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pelaksanaan kurban,
selain untuk beribadah juga melatih keikhlasan. Dan untuk
berbagi kepada sesama kita terlebih kepada warga kurang mampu,” tutur Kacabjari Kundur Filpan F.D Laia.

Lebih lanjut Filpan mengatakan pemotongan hewan kurban melibatkan seluruh pegawai kantor Cabjari,rekan pers, pengurus masjid dan warga sekitar. Kita harapkan kebersamaan dan kekompakan ini akan terus kita jaga, semoga tahun depan kembali dapat kita laksanakan.

Khaisol, 37 seorang warga Suku Duane mengaku senang mendapat daging kurban dari Cabjari yang diantar ke rumah. Kita tidak menyangka bakal mendapat bagian daging kurban diantar langsung ke rumah    masing-masing warga. (ims)

Gara-gara Toilet Istri Minta Cerai !

0
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos/JawaPos.com)

batampos.co.id – Seorang perempuan di Rajasthan, India. Sebut saja namanya Sai. Dia menuntut cerai suaminya karena perkara materi… dan toilet.

”Selama lima tahun berumah tangga, suami Sai tidak menyediakan toilet tertutup yang layak,” papar hakim Rajendra Kumar Sharma sebagaimana dikutip Indian Times.

India memang negara yang unik. Nyaris 90 persen penduduknya punya ponsel cerdas, tapi cuma 30 persen yang punya toilet rumah yang layak.

”Karena tidak ada toilet, Sai harus menunggu sampai gelap supaya bisa buang hajat di luar rumah,” lanjut Sharma. Perkara itu pun menjadi masalah besar. Selain menyiksa, perempuan rawan jadi korban kejahatan. Sharma mengabulkan tuntutan cerai Sai.

”Percayalah, ini bukan yang pertama kasus cerai karena toilet di tempat kami,” tegasnya.

Ya, menurut dia, banyak pasangan yang bertengkar, membatalkan pertunangan, hingga bercerai. Cuma karena toilet. Perdana Menteri Narendra Modi mencanangkan, India bebas dari toilet outdoor –dan punya toilet di masing-masing rumah– pada 2019. Mungkin itu mampu menurunkan angka perceraian. Di Indonesia, sepertinya dibutuhkan lebih dari sekadar toilet untuk niat mulia itu. Hahaha. (India Times/fam/c6/na)

Arah Baru dari Empat Jurus Mobil Listrik

0

KINI ada dua aliran besar dalam penggunaan energi mobil listrik. Aliran baterai dan aliran hydrogen fuel cell. Tesla, Amerika, sudah memilih baterai sebagai sumber energinya: baterai lithium.

Pilihan itu bisa dilihat dari keseriusan Tesla membangun pabrik baterai. Baru. Besar. Luas. Luasnya 1 juta hektare. Lokasinya di sisi utara Negara Nagian Nevada. Hanya setengah jam bermobil dari Kota Reno. Awal tahun lalu, saat saya ke sana, sebagian bangunan pabrik itu sudah jadi. Inilah bangunan pabrik terbesar kedua di dunia setelah Boeing.

Jepang kelihatannya memilih hydrogen fuel cell. Di Jepang, mobil listrik dengan energi fuel cell sudah mulai dipasarkan. Saya menduga pilihan itu didasarkan pada strategi khusus: menghindari ketergantungan pada Tiongkok. Bahan baku baterai lithium memang dikuasai Tiongkok. Jepang tidak memiliki sumber rare earth (tanah jarang) sama sekali. Tiongkok-lah yang menguasai rare earth. Bahkan mencapai lebih 80 persen rare earth dunia. Jepang bisa takut suatu saat Tiongkok berulah. Misalnya, melarang pengiriman rare earth ke luar negeri. Amerika (dan Jepang) pernah sewot gara-gara Tiongkok, delapan tahun lalu, mempersulit ekspor rare earth.

Ke mana arah mobil listrik Tiongkok sendiri? Dulu, ketika saya masih bebas pergi ke luar negeri, saya sering ke Tiongkok. Antara lain untuk mengamati arah mobil listrik di sana. Awalnya saya lihat Tiongkok tidak mau ke baterai atau fuel cell. Tiongkok lebih tertarik pada superkapasitor. Sampai-sampai ingin mempelajari apa itu superkapasitor. Saya penasaran. Saya berusaha ketemu ahlinya. Berhasil. Tapi, sang ahli ternyata tidak mau membuka diri. Ini karena terkait dengan rahasia militer. Apa boleh buat. Saya bertemu dengan ahli tersebut, tapi tidak mendapat apa-apa. Hanya berkenalan dan makan-makan.

Pulang ke Indonesia, saya mencari tahu: apakah Indonesia memiliki ahli superkapasitor? Saya kaget. Ternyata tidak ada. Lebih tepatnya saya tidak menemukan.

Saya sudah ke BPPT, ke ITB, ke ITS, ke Gadjah Mada. Tidak ada yang ahli superkapasitor.

Itu lima tahun lalu. Saat saya menjabat menteri BUMN. Lalu, saya dengar ada ahli superkapasitor di Universitas Widya Mandala Surabaya. Dia lulusan Australia. Saat saya ke kampusnya, ternyata ahli tersebut mengaku baru ingin jadi ahli. Dia dalam tahap meneliti apakah pelepah pisang bisa jadi bahan superkapasitor. Saya berharap saat ini, lima tahun kemudian, sudah lahir apa yang saya cari itu.

Sejak itu saya tidak mengikuti lagi perkembangan superkapasitor. Tiba-tiba, pekan lalu, meledak berita besar di Amerika: superkapasitor dipastikan bisa jadi pilihan sumber energi untuk mobil listrik. Tentu perkembangan ini menarik. Tidak perlu menggunakan rare earth sebagai bahan baku.

Hampir bersamaan dengan itu, muncul juga berita besar lainnya: baterai sodium. Artinya, baterai ini menggunakan air laut sebagai bahan penghubung katode. Penemunya adalah anak muda yang dari namanya saya pikir asli Indonesia: Dr Rana Mohtadi. Ternyata anak ini kelahiran Jordania. Toyota USA yang mewadahi anak itu yakin sekali: sodiumlah masa depan baterai. Tidak ada risiko terbakar, tidak berat, tidak cepat habis, murah, dan bahan bakunya tersedia di semua lautan di segala penjuru dunia.

Ternyata bukan hanya Rana Mohtadi yang bisa mengoreksi kelemahan lithium. Penemu lithium sendiri sudah menemukan bahan penyempurna lithium itu. Tidak bisa terbakar, awet, ringan, daya jangkau sepuluh kali lebih jauh, dan harganya lebih murah.

Penemu lithium puas sekali dengan penyempurnaannya tersebut. Saat menemukan lithium dulu, Profesor John B. Goodenough masih berumur 35 tahun. Kini umurnya sudah 90 tahun. Masih aktif sebagai pengajar dan peneliti di Universitas Texas di AS. Yang hebat, di usia 90 tahun dia masih menemukan sesuatu yang sangat penting: menyempurnakan penemuannya sendiri.

Profesor Goodenough tidak hanya belajar atas kekurangan teknis lithium. Lithium adalah penemuan yang hebat. Tapi, dia juga mendengarkan keluhan publik: proses mewujudkan penemuan itu menjadi produk terlalu lama. Masyarakat baru bisa membeli baterai lithium lebih 20 tahun kemudian. Terlalu lama.

Mengapa begitu? Akankah penemuan ini juga baru bisa dibeli puluhan tahun yang akan datang? Tidak. Profesor Goodenough juga tidak sabar. Di masa lalu Profesor Goodenough hanya menjual hak patennya kepada satu perusahaan. Terlalu bergantung pada kemampuan satu perusahaan itu untuk memulai memproduksinya. Pembeli paten juga melihat dulu apakah pasar sudah bisa menerima atau belum. Itulah penyebab utama mengapa penemuannya tidak bisa segera dinikmati masyarakat. Harganya pun menjadi mahal.

Untuk penemuannya kali ini, Profesor Goodenough berubah strategi. Memberikan hak paten kepada banyak perusahaan sekaligus. Karena itu, beliau yakin dalam tiga tahun ke depan baterai pengganti lithium sudah bisa beredar di pasar. Diakuinya, sejak ditemukan dulu, kemajuan lithium sangat lambat. Hanya 10 persen/lima tahun. Kini, dengan penemuan barunya itu, lithium meloncat 1.000 persen sekaligus.

Semua perkembangan tersebut tentu kian menambah gairah maraknya mobil listrik. Selama ini mobil listrik memang masih mahal. Itu semata-mata karena masalah baterai. Harga baterai saja sudah 50 persen dari harga mobil. Tapi, tidak lama lagi semua hambatan tersebut teratasi. Mau tidak mau mobil listrik benar-benar akan menguasai dunia.

Ke mana arah penelitian kita? Baterai lithium? Hydrogen fuel cell? Superkapasitor? Baterai sodium? Atau belajar santet saja? (*)

 

oleh: Dahlan Iskan

Warga Tangkap Maling Kantor Lurah

0

batampos.co.id – Warga Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, berhasil menangkap satu orang pelaku pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Kantor Lurah Harjosari, Ahad (3/9) dini hari.

Meski pelaku sempat melawan, namun warga bersama dengan anggota Kodim 0317 berhasil mengamankan pelaku lalu diserahkan ke Polsek Tebing.

Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono membenarkan, aksi pencurian dengan pemberatan di Kantor Lurah Harjosari yang dilakukan tersangka Hendi Sastria alias Endy,40. Pelaku berhasil diamankan berdasarkan informasi seorang warga, Bakhrul Ulum. saat itu ia sedang melewati jalan depan kantor lurah dan melihat ada pria yang menggunakan sepeda motor dengan wajah ditutup sebo dan juga membawa tas besar.

“Curiga dengan gerak gerik dan penampilan orang itu, warga tersebut langsung menghubungi teman-temannya dan melakukan pengejaran ke Jalan Poros,” ujar Budi.

Saat diamankan, pelaku sempat mengeluarkan pisau. Tapi, akhirnya warga bersama dengan anggota dari Kodim berhasil mengamankan pelaku. Selain itu, pelaku nyaris jadi amukan warga yang melakukan pengejaran.

”Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah membongkar Kantor Lurah Harjosari dengan menggunakan peralatan yang dibeli secara online. Salah satunya alat pembuka gembok. Selain itu, kita juga menemukan peralatan pendukung lainnya, seperti linggis, obeng dan pisau untuk mempertahankan diri. Barang-barang yang hilang terdiri dari kantpr lurah yang berhasil disita berupa CPU, monitor, power saver, laptop, printer dan keybord. Totol kerugian mencapai Rp 7 juta,” papar Budi.

Lurah Harjosari, Fatwa Lukmana secara terpisah menyatakan, dia baru selesai membuat laporan pencurian yang terjadi di kantornya ke Polsek Tebing.

”Pencurian di kantor saya bukan baru pertama kali terjadi. Sejak menjabat pada Januari 2017 sampai dengan saat ini sudah empat kali kebobolan. Yang terakhir 90 kg beras miskin yang hilang. Memang, sejak kemalingan, seluruh pintu dan jendela sudah dipasang teralis. Hanya saja, lokasi kantor sepi, sehingga memudahkan maling untuk beraksi. Untuk kejadian yang saat ini, beruntung ada warga sekitar yang melihat dan menangkap pelakunya,” ungkap Fatwa. (san)

Tiga Oknum Pegawai Terjaring Razia BNN

0
BNN mengamankan puluhan pria dari tempat kosan karena terbukti mengkonsumsi narkoba, tiga diantaranya oknum pegawai negeri. F.Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Karimun bersama dengan TNI, Polri dan termasuk pasukan Brimob kemarin (3/8) melakukan razia di beberapa rumah kos dan juga penginapan yang ada di Tanjungbalai Karimun.

Hasilnya, 38 orang terjaring dalam razia tersebut dan tiga diantaranya merupakan oknum pegawai negeri di instansi BC dan Imigrasi.

”Razia yang kita laksanakan ini memang melibatkan instansi dari Brimob, TNI dan Polri serta polisi militer dari TNI AL dan TNI AD. Dengan banyaknya anggota yang kita libatkan, maka razia bisa dilaksanakan serentak diberbagai lokasi rumah kos dan penginapan yang sudah menjadi target kita dengan membentuk tim,” ujar Kepala BNN Kabupaten Karimun, Kompol Ahmad Soleh.

Dari hasil razia ini, katanya, memang cukup banyak yang diamankan untuk dites urin. Hasilnya, ada 38 orang yang positif menggunakan narkoba. Dengan rincian, 28 orang pria dan 10 orang wanita. Bahkan, dari yang positif menggunakan narkoba ini ada tiga orang oknum pegawai. Yakni, berinisial Bt dan Dr yang berasal dari instansi Bea Cukai, kemudian satu orang lagi berinisial Ar alias Mi yang merupakan pegawai Imigrasi.

”Tidak itu saja. Ada juga anak perempuan yang di bawah umur ikut diamankan dari salah satu penginapan yang kita razia. Untuk anak yang di bawah umur ini tidak terbukti narkoba, namun penanganannya kita serahkan ke instansi terkait untuk mendapatkan pembinaan. Karena, kita melihatnya prihatin, dengan kondisi masih di bawah umur namun sudha sering menginap di penginapan,” jelasnya.

Dikatakan Soleh, untuk 38 orang yang terbukti mengkonsumsi narkoba akan dilakukan rehabilitasi. Baik dalam bentuk rehabilitasi yang sifatnya menetap atau yang rehabilitasi rawat jalan. Itu semua tergantung dari hasil pemeriksaan lanjutan dengan rumah sakit. Yang jelas, mereka yang terjaring ini semuanya harus dijemput oleh pihak keluarga dan menandatangani surat bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya. (san)

Guru Besar UIN Sultan Syarif Ajak Mahasiswa STIT Hidayatullah Jadi Pelopor Pembangunan Bangsa

0
Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. H Akhmad Mujahidin, Dirjen Perguruan Tinggi Islam (Diktis) Kementrian Agama RI Rudi Nurrudin Ambari dan Ketua Yayasan Hidayatullah Batam Jamaluddin Nur bersama para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam usai kuliah umum di kampus STIT Hidayatullah di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (3/9). F. Yayasan Hidayatullah Batam untuk Batam Pos

batampos.co.id – Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. H Akhmad Mujahidin mengajak mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam untuk belajar yang sungguh-sungguh agar kelak menjadi pelopor pembangunan bangsa yang berkarakter.

Ini disampaikan oleh Akhmad saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru di kampus STIT Hidayatullah di Tanjunguncang, Batuaji, Minggu (3/9).

Kampus STIT Hidayatullah sebagai kampus yang fokus pada bidang keagamaan tentu sangat bagus untuk membentuk karakter mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak. “Intinya pada akhlak. Kalau semua berdasarkan akhlak yang baik, Insha Allah kedepannya akan baik. Jadi mari sama-sama manfaatkan kesempatan belajar ini dengan baik untuk memperoleh ilmu agar kelak bermanfaat bagi agama dan bangsa ini,” imbau Akhmad.

Apalagi STIT Hidayatullah yang juga menghadirkan guru dari Mesir tentu akan memberikan kelebihan tersendiri bagi kampus yang baru berdiri di tahun ajaran pertama itu. “Ini sangat spesial, sebab ada guru dari Mesir yang akan mengajar bahasa arab bagi anak didik disini. Belajar di Batam tapi kualitas internasional jadi harapan kami agar ini benar-benar dimanfaatkan mahasiswa di sini untuk memperoleh ilmu yang sesuai dengan visi misi perguruan tinggi ini,” tuturnya.

Pada kuliah umum tersebut Akhmad juga menjelaskan panjang lebar terkait pembentukan karakter mahasiswa yang berakhlak sehingga kelak bisa menjadi pelopor kemajuan bangsa yang berpegang pada agama. Materi yang dibawakan terkait Sarjana Kader yang harus diterapkan di STIT Hidayatullah. “Sarjana Kader artinya bukan sekedar kuliah, tapi kuliah yang memiliki misi terorganisir untuk mencetak generasi pelopor pembangunan bangsa,” tuturnya.

Dirjen Perguruan Tinggi Islam (Diktis) Kementrian Agama RI Rudi Nurrudin Ambari yang turut hadir pada acara kuliah umum tersebut menuturkan memang suatu kewajiban bagi perguruan tinggi untuk memulai perkuliah dengan menggelar acara kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen seperti itu. “Ini sudah aturan nasional pada semua perguruan tinggi. Sebelum perkuliahan dimulai, memang harus ada kuliah umum seperti ini,” tuturnya.

Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa ataupun dosen terkait rencana perkuliahan kedepannya.

Ketua Yayasan Hidayatullah Batam Jamaluddin Nur, mengatakan, untuk pertama ini STIT langsung disambut baik oleh masyarakat Batam. Ada 120 mahasiswa yang bergabung di tahun ajaran pertama itu. “Insha Allah niat baik kita juga disambut baik. Ini awal yang baik dan kedepannya akan disempurnakan secara bertahap,” tutur Jamaluddin Nur. (eja)

7 Ribu Wisatawan Serbu Bintan

0
Angka kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) meningkat tajam saat akhir pekan di sejumlah objek wisata di Bintan. Diantara yang ramai dikunjungi objek wisata kolam Crystal Lagoon, Treasure Bay. F.Slamet/batam Pos.

batampos.co.id  – Sekitar 7 ribu wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara menyerbu sejumlah objek wisata di Bintan selama libur Idul Adha dan akhir pekan. Objek wisata di Lagoi dan wisata di Pantai Trikora masih menjadi tempat liburan favorit.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Z Prawira kepada Batam Pos
menuturkan, Dispar Bintan mencatat tidak kurang dari 4 ribu wisatawan mancanegara dan 3 ribu wisatawan nusantara melakukan kunjungan wisata ke Bintan selama libur 3 hari
ini.
Selain berpelesir ke kawasan wisata Lagoi, wisatawan juga banyak berkunjung ke kawasan wisata di pantai Trikora. Wisatawan tidak hanya wisatawan nusantara yang banyak dari Batam dan Tanjungpinang, tapi juga wisatawan mancanegara
dari Singapura dan Tiongkok.
Luki mengatakan, kunjungan wisatawan nusantara selalu meningkat di akhir pekan. Peningkatannya mencapai sekitar 100 persen dari pada hari biasa. “Meningkat tajam. Biasa karena weekend, meskipun tanpa hari besar kunjungan wisawatan nusantara naik 100 persen,” katanya.
Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara, disebutkannya tergantung hari besar di negaranya dan hari libur internasional. “Yang banyak turis dari Singapura. Jika negaranya libur, banyak turis Singapura yang berpelesir ke Bintan,” tukasnya. (cr21)

Gas Melon Langka di Tanjunguban

0

batampos.co.id – Warga Tanjunguban mengeluhkan langkanya tabung gas 3 kilogram atau disebut tabung gas melon, sejak sepekan terakhir. Belum diketahui apa sebab kelangkaan tersebut.

Ema, warga Tanjunguban menuturkan, gas 3 kilogram sulit ditemukan sejak sepekan terakhir. Dia sudah berkeliling mencari tabung gas 3 kilogram mulai di agen sampai ke pangkalan, tapi memang langka.

“Semua pangkalan di Tanjunguban kosong,” ujarnya.

PPNS Disperindag Bintan, Iwan Setiawan mengakui, dirinya menerima informasi langkanya tabung gas 3 kilogram menjelang Idul Adha.

Kelangkaan disebabkan transportasi pengakut gas ada yang rusak, tapi setelah diperbaiki pendistribusian kembali lancar.

“Seharusnya lancar. Besok saya cek, karena pengakuan agen tidak dikurangi. Mungkin menjelang Idul Adha kemarin, permintaan meningkat dan imbasnya sampai sekarang,” katanya.

Pemilik agen tabung gas 3 kilogram di Tanjunguban, Alang mengakui, gas langka. Ia memastikan, pendistribuasian tabung gas berjalan lancar setiap hari. “Tidak ada yang kami kurangi. Agen sudah menyalurkan ke 80 pangkalan. Biasanya tidak langka. Tak mungkin juga kami memantau semua pangkalan,” tukasnya. (cr21)

Modal Cek Kosong, Polisi Tangkap Pengusaha Properti

0

batampos.co.id – Asun,40, salah seorang pengusaha di bidang properti, terpaksa diamankan petugas Kepolisian, akhir bulan Agustus lalu. Pasalnya, ia diduga melakukan penipuan dengan modus cek kosong, saat membeli bahan bangunan sehingga merugikan orang lain sebesar Rp 84 juta.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, mengatakan penipuan tersebut berawal ketika saat tersangka membeli bahan bangunan di toko korban bernama Humaidi. Kemudian pelaku memberikan dua lembar cek dengan nominal uang sebesar Rp 84 juta.

“Koban pun kemudian, membawa cek tersebut ke bank. Namun, saat di Bank dan hendak mencairkan ternyata cek itu kosong atau tidak ada uang yang bisa diambil,” ujar Ardiyanto, Sabtu (2/9).

Dikatakan Ardiyanto, setelah mengetahui bahwa cek tersebut tidak bisa mencairkan uang. Korban kemudian langsung melapor ke Polsek Bukit Bestari dengan nomor LP/419/VII/2013/Kepri/RES TPI/SPK-Polsek Bestari/tanggal 11 Juli 2013. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

“Tersangka sendiri kami amankan di kediamannya di Jalan Bunguran, kelurahan Seijang, Kecamatan Bukit Bestari. Laporan Polisi ini sudah lama. Setelah kami kirimkan SPDP nya dan jaksa menyatakan berkasnya P21, tersangka langsung kami amankan,” kata Ardiyanto.

Dalam kasus ini, sambung Ardiyanto, barang bukti yang dipegang pihaknya yakni dua lembar cek Bank Muamalat dan surat penolakan dari Bank UOB Buana dan satu lembar nota penagihan.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan terancam empat tahun penjara,” pungkas Ardiyanto yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Bukit Bestari, Aiptu Fredy Simanjuntak.(ias)

Dua Bulan Tangkap Enam Pengedar Narkoba

0
batampos.co.id – Dalam kurun waktu dua bulan, jajaran Satnarkoba Polres Tanjungpinang menangkap enam pengedar narkoba dan menyita barang bukti narkoba seberat 13, 89 gram sabu dan 1,92 gram ganja.
Hal tersebut dikatakan Wakapolres Tanjungpinang, Kompol Andi Rahmatsyah didampingi Kasat Narkoba AKP Mohammad Jaiz dan Kaur Bin Ops (KBO) Ipda Farid, Sabtu (2/9).
“Mereka ini ditangkap di lokasi yang berbeda. Ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat,” ujar Andi.
Dikatakan Andi, penangkapan pertama kali dilakukan petugas terhadap RR, 30, MS, 28, dan YA, 33. Ketiganya ditangkap di Jalan Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pada (23/7) lalu.
“Dari tangan mereka ini kami temukan empat paket sabu dengan berat 7,49 gram yang disimpan dalam dompet warna coklat dan ganja 1,92 gram,” kata Andi.

Pada saat hendak ditangkap, sambung Andi, dua tersangka yakni MS dan RR mencoba kabur. Namun, berhasil diamankan petugas. Berdasarkan keterangan YA, kedua pelaku yang coba kabur itu juga turut menguasai narkoba.

“Selain narkoba, barang bukti yang diamankan ada seperangkat alat hisap sabu, sati buah gunting, dua timbangan digital,  satu buah mancis, satu handpone Nokia dan tiga unit Handpone Samsung,” ucapnya.

Dijelaskan Andi, selain mengamankan tiga orang (tersangka) tersebut. Pihaknya juga kembali mengamankan tiga orang lainnya di lokasi yang berbeda. Mereka yang ditangkap yakni RA, 33, AR, 35, RH, 43. RA sendiri ditangkap di perumahan Rajawali Kilometer 11. Penangkapan berdasarkan informasi dari masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan di rumahnya. Ditemukan tiga paket narkoba seberat 3,91 gram, alat hisap sabu, timbangan digital, pipet dan sendok serta dua unit Handpone,” jelas Andi.

Sedangkan tersangka AR, terang Andi, ditangkap pihaknya di Jalan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Tersangka merupakan pengedar berdasarkan informasi dari masyarakat. Sebab sering melakukan transaksi narkoba diseputaran tempatnya diamankan.

 
“Dia diamankan saat duduk di pinggir jalan. Dari penggeledehan kami mendapatkan satu paket narkoba seberat 1,27 gram dalam plastik bening yang diletakkannya dilipatan lengan baju,” terang Andi.
 
Selanjutnya, tersangka yang terakhir diringkus, sebut Andi, yakni RH. Ia ditangkap petugas di Jalan Ir Sutami, pada (3/8) sekitar pukul 22.30 WIB. Yang mana saat itu tersangka yang mencoba kabur dari kejaran petugas terjatuh dari kendaraannya di depan PLTD Sukaberenang.
 
“Dari tangan pelaku ini ditemukan satu paket narkoba dengan berat 0,77 gram dikantong celananya. Pengakuan keenam tersangka ini, mereka dapat barang haram tersebut dari Batam,” sebut Andi.
 
Akibat perbuatannya, tegas Andi, tersangka MS, RR dan YA dijerat dengan pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 junto pasal 132 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Mereka terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.
 
“Sedangkan untuk tersangka RH, RA dan AR, dijerat dengan pasal 114 ayat 2junto pasal 112 undang -undang nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkoba. Terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.(ias)