Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 12945

Polsek Batuampar Bekuk Residivis Curanmor

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pengapnya penjara tidak membuat Mangarap Ridwan Crifen, 37, jera. Ia yang baru bebas bulan Januari 2017 lalu, kembali ditangkap Unit Buser Polsek Batuampar, Kamis (28/9) di Ruko belakang SP Plaza, Sagulung.

“Usai keluar dari penjara, dia sempat pulang kampung ke Medan an baru dua bulan kembali ke Batam. Setelah kembali ke Batam, dia main lagi selama dua bulan ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar Iptu Ferry Supriadi, Jumat (6/10) siang.

Ferry mengatakan, dari pengakuan Ridwan, ia telah tiga kali mencuri sepeda motor dalam dua bulan terakhir. Dari pengakuannya, ia telah mencuri sepeda motor di wilayah hukum Polsek Bengkong, wilayah hukum Polsek Lubukbaja dan wilayah hukum Polsek Batuampar.

“Saat ini kami baru mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor. Untuk barang bukti lainnya masih kami kejar. Diduga barang bukti lain sudah dijualnya ke pulau-pulau,” katanya.

Dijelaskan Ferry, tertangkapnya Ridwan bermula dari jajaran Polsek Batuampar mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang hendak menjual sepeda motor tanpa dilengkapi dengan surat di Ruko Belakang SP Plaza, Sagulung.

Mendapat informasi itu, Unit Buser Polsek Batuampar yang dipimpin langsung oleh Ferry menuju ke Ruko Belakang SP Plaza, Sagulung untuk dilakukan pengintaian. Tidak lama berselang, tersangka datang ke Ruko tersebut dan hendak menunggu seseorang yang hendak membeli sepeda motor hasil curian itu.

“Saat tersangka ini datang ke lokasi, langsung kami amankan bersama dengan sepeda motor Honda Beat warna Biru Putih,” katanya.

Usai diamankan, selanjutnya Ridwan dibawa ke Polsek Batuampar untuk dilakukan pemeriksaan. Sementara Ferry melakukan koordinasi dengan polsek jajaran Polresta Barelang untuk mencari laporan polisi dari masyarakat.

“Setelah kita koordinasi dengan polsek jajaran, ternyata laporan polisinya berada di Polsek Sekupang dan laporannya kita bawa ke sini untuk diproses lebih lanjut,” bebernya.

Ferry menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti sepeda motor yang berhasil dicurinya. Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat yang kehilangan sepeda motor untuk segera melapor ke Polsek terdekat.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUH Pidana dengan pemberatan, yang ancaman hukuman selama tujuh tahun penjara,” imbuhnya. (cr1)

Dorong Potensi Wisata Tambelan

0
Potensi Pariwisata di Kecamatan Tambelan akan didorong Pemkab Bintan untuk dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bintan. Foto Kecamatan Tambelan dari atas ketinggian. F.Dispar Pemkab Bintan untuk Batam Pos
batampos.co.id – Pemkab Bintan, terus berupaya mendorong Kecamatan Tambelan, sebagai proyeksi salah satu potensi pariwisata yang akan dikembangkan ke depannya.
Ini dikarenakan Kecamatan Tambelan memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari sisi geografis serta Sumber Daya Alam (SDA) yang dimilikinya.
“Tambelan, merupakan wilayah yang tepat untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Sebab, memiliki potensi alam yang luar biasa indah, yang dipadukan dengan keindahan laut yang luas. Untuk itu, Tambelan akan kita jadikan salah satu proyeksi potensi pariwisata ke depannya,” jelas Apri, di Bintan Buyu, Kamis (5/10).
Menurutnya, meskipun permasalahan transportasi masih menjadi alasan klasik yang belum mendukung sepenuhnya, namun dirinya yakin bila Bandara Tambelan, nantinya sudah
bisa dioperasikan, tentu akan sangat mendukung keinginan untuk menjadikan Kecamatan Tambelan, menjadi suatu komoditi pariwisata yang diunggulkan.
“Setelah Bandara Tambelan selesai, maka kita akan undang beberapa investor kesana. Potensi pariwisata disana sangat bagus, sayang kalau tidak kita maksimalkan,”
ungkapnya.
Diketahui, bahwa saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia telah mengucurkan anggaran dari APBN untuk menyelesaikan pembangunan Bandar Udara
(Bandara) Tambelan sebesar Rp 120 Miliar. Progres pembangunan Bandara Udara Tambelan sampai saat ini masih terus berjalan. (cr20)

Tiket Ekonomi, Sensasi VIP

0
Para penumpang Xpress Air rute Tanjungpinang-Natuna di Bandara RHF, Kamis (5/10). F. Faradilla/Batam Pos.
batampos.co.id – Tidak semua orang bisa merasakan sensasi penerbangan dengan pesawat kelas VIP atau utama. Tapi, bersama Xpress Air rute Tanjungpinang-Natuna, hal itu bisa menjadi nyata.
FARADILLA, Tanjungpinang. 
Banyak orang berpikir bahwasanya menggunakan penerbangan milik maskapai yang melayani rute pulau-pulau itu tidak berkelas rasanya. Pesawat kecil, sempit, dan sesak. Selalu begitu stigmanya. Nyatanya, tidak semua stigma bisa dipercaya.
Xpress Air, maskapai yang melayani penerbangan rute Tanjungpinang-Natuna PP memberikan sebuah pengalaman berbeda bagi para pelanggannya ketika menikmati rute baru yang mulai terbang perdana, Kamis (5/10) kemarin.
Pada penerbangan perdana kemarin, Xpress Air menerbangkan seluruh penumpangnya, menggunakan pesawat berjenis Dornier 328 seri 100. Berkapasitas 32 bangku. Kendati pesawat ini berukuran kecil, tapi tak bisa disepelekan. Dengan format kursi penumpang satu kiri dan dua kanan, maskapai Xpress Air tetap menekankan kenyamanan bagi pelanggannya.
“Basicnya ini pesawat untuk VIP. Namun kami berani menggunakan untuk penerbangan reguler,” tutur Direktur Komersial Xpress Air, Swandono.
Pesawat pabrikan Jerman dekade 90-an ini tak hanya prima di udara. Tapi juga unggul dalam sisi kenyamanan. Selangkah penumpang menginjakkan kakinya ke Dornier, kesan nyaman itu sudah terasa.
Benar saja, kenyamanan memang telah dapat dirasakan bahkan ketika persiapan sebelum penerbangan tengah berlangsung. Ini tentu sesuatu yang berbeda lantaran umumnya penumpang sudah sibuk mengkibas-kibaskan tangannya, karena panasnya udara di dalam pesawat, sementara pendingin belum dapat dioperasikan maksimal. Dengan Dornier 328, kondisinya justru berbeda.
“AC memang sudah bisa langsung dinyalakan stabil saat persiapan di darat. Ini salah satu keunggulan pesawat VIP,” beber Swandono.
Sepanjang menikmati perjalanan pun, penumpang tak perlu risau dengan ruang kaki yang sempit. Untuk penerbangan selama satu jam 20 menit, kaki dapat bergerak leluasa dan lega.
Ketika tak perlu berpanas-panasan, bahkan tak merasa kesempitan dirasa sudah menjadi standar pelayanan transportasi yang baik, Xpress Air bahkan berani memberikan pelayanan ekstra. Yakni dengan memberikan kudapan gratis dan bebas bagasi 10 kilogram.
Pelayanan sekelas VIP ini, seakan menunjang para penumpangnya untuk memanjakan mata dengan hamparan pemandangan sepanjang penerbangan.
Baru lima menit lepas landas dari Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, menuju arah utara membuat para penumpang dapat menikmati keindahan pantai Trikora, Bintan dari udara. Bahkan setiba di Natuna, hamparan pantai yang panjang pun dapat dinikmati dari udara dengan jelas.
Bram, salah seorang pekerja yang juga menumpang pesawat terbang perdana menuju Natuna mengakui hal tersebut. “Gradiasi warna lautnya juga bagus dilihat dari sini,” ucapnya sembari mendokumentasikan pemandangan alam tersebut dari jendela di sisi kanannya.
Belum pula hamparan pulau-pulau kecil di Laut Cina Selatan yang menambahkan detail-detail keindahan pemandangannya.
Pembukaan penerbangan rute Tanjungpinang – Natuna PP ini diharapkan juga mampu mendorong peningkatan pariwisata antar kedua daerah. Namun tak hanya itu, tingginya mobilitas yang terjadi dari Kabupaten menuju ibu kota provinsi, diharapkan menjadi lebih lancar dengan adanya transportasi udara yang menjembataninya.
Dikarenakan tak hanya cepat dan efektif, perjalanan untuk kebutuhan dinas, bisnis, pendidikan dan pariwisata dipastikan dapat berlangsung dengan nyaman.***

Targetkan November KIA Siap Dicetak

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kependudukan Kabupaten Kepulauan Anambas terus menggesa pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). Hingga saat ini Dinas terkait sudah mencetak sekitar enam ratus kartu dari tiga ribu keseluruhan jumlah yang bakal dicetak.

Kepala Bidang pelayanan dan pencatatan sipil Kabupaten Kepulauan Anambas, Agus Riadi, mengaku optimis, target keseluruhan tiga ribu KIA ini akan rampung pada bulan November 2017 ini. “Semua sudah terdaftar, tinggal penanganan dari kita, mudah-mudahan akhir November mendatang KIA sudah selesai dan langsung dibagikan kepada pemilik identitas,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Pendistribusian KIA ini pun, diakuinya bakal dilakukan setelah tiga ribu KIA telah selesai tercetak. ‎Pembuatan KIA ini, diakuinya telah diatur dalam Permendagri nomor 2 tahun 2016. “Mekanisme pembuatan KIA pun dibagi yakni anak usia 0 hingga lima tahun yang tidak dilengkapi foto. Kemudian usia lima tahu ke atas hingga usia 17 tahun kurang satu hari yang KIA nya dilengkapi dengan foto,” ungkapnya lagi.

KIA untuk usia 0-5 tahun masa berlakunya terlalu singkat, maka pihak pencatatan sipil mengambil kebijakan kepada anak yang berusia 0-5 tahun atau yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak untuk belum dikenakan KIA. Ini dikarenakan waktu yang terlampau singkat untuk membuat kembali perubahan KIA itu. “Ini sedikit banyak akan lebih efisien terutama terkait berangkat kia,” jelasnya.

Tujuan pembuatan KIA ini, dimaksudkan agar anak-anak Indonesia terdata. Sehingga ada perlindungan hukumnya. Adapun salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk membuat KIA yakni yang bersangkutan harus memiliki akte kelahiran. “Jika tidak ada akte kelahiran, maka KIA tak dapat dicetak.

Proses pembuatan KIA juga menggunakan sistem elektronik, yang terkoneksi dengan pemerintah pusat, jadi data yang ada juga harus valid. Jika tidak, maka sistem akan menolak. “Sebagai contoh, saat melakukan registrasi, dalam aplikasi itu meminta nomor akte, jika tak ada akte maka sistem menolak, oleh karena itu data harus valid,” tukasnya. (sya)

 

Jasa Tirta I Bantu BP Batam Kelola Air

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjalin kerjasama dengan BUMN yang mengelola air, PT Jasa Tirta I di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (5/10). Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah untuk menemukan solusi bagaimana mengelola air baku Batam dengan bijak.

“Ini merupakan kesepahaman untuk membangun suatu kerjasama agar pengelolaan air di Batam bisa berjalan dengan baik,” kata Direktur Utama PT Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan setelah acara kepada media.

Bentuk kerjasama ini antara lain saling berbagi pengetahuan dengan metode benchmarking. Dengan kata lain, BP Batam akan mengukur kinerjanya dalam mengelola air baku di Batam dengan aktivitas serupa yang dilakukan oleh PT Jasa Tirta I.

Raymond kemudian menegaskan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 121 Tahun 2015 maka negara harus hadir dalam setiap sistem pengelolaan air. Sehingga BUMN seperti PT Jasa Tirta I memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk ikut serta dalam mencari solusi pengelolaan air di Batam. “Dalam PP tersebut meminta agar BUMN hadir untuk menata pengelolaan air untuk kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar mengatakan PT Jasa Tirta I memiliki reputasi yang sudah teruji dalam kancah nasional untuk pengelolaan air.

“Reputasi sudah teruji, mereka sudah kelola wilayah sungai Brantas di Jawa Timur. Kemudian dengan Keppres Nomor 2 Tahun 2014, mereka juga dipercaya kelola Danau Toba,” katanya.

Untuk langkah awal, PT Jasa Tirta akan membantu BP Batam memetakan potensi-potensi sumber daya air.”Potensi-potensi yang dapat direkomendasikan untuk menjaga daya tampung sumber air di Batam tetap terjaga. Kita akan bagi informasi dengan mereka untuk itu,” pungkasnya.

Sebelum menjalin kerjasama dengan PT Jasa Tirta I, BP Batam juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Jepang, Nippon Koei untuk hal yang sama.”Semakin banyak informasi semakin baik tentunya,” ucap Robert mengakhiri.(leo)

 

 

 

BP Akan Pasang Pengendap Sedimen di Dekat Kepri Mall

0
ilustrasi

batampos.co.id – Berbagai upaya akan diterapkan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk menjaga Waduk Duriangkang selamat dari pencemaran. Salah satu opsi adalah membangun pengendap sedimen di saluran air dekat Kepri Mall.

“Pengendap sedimen adalah bangunan air yang berfungsi untuk mengendapkan sedimen yang masuk dengan tujuan mengumpulkan dan memindahkan partikel-partikel pasir dan lumpur,” ujar Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (5/10).

Pengendap sedimen akan menyaring kotoran dari saluran air dekat Kepri Mall yang mengarah menuju Dam Duriangkang.

“Jadi memang harus disaring sebelum masuk dam supaya tidak tercemar,” katanya.

Upaya berikutnya adalah pemasangan trash rock. Trash rock merupakan salah satu bangunan air yang terbuat dari plat baja dimana fungsinya untuk menyaring sampah atau puing-puing yang terbawa aliran air untuk menjaga saluran air tetap bersih dari sampah.

Baik itu pengendap sedimen maupun trash rock akan dipasang di saluran air dekat Kepri Mall. Penyebabnya adalah saluran tersebut merupakan saluran utama air dari Batamcentre menuju Waduk Duriangkang.

Lalu, masih ada lagi yakni penerapan teknologi ecotech garden (EGA).”Ini merupakan salah satu solusi untuk menghilangkan pencemaran dari hasil buangan air bekas mandi, cuci dan dapur. Dan bisa juga untuk mengatasi pencemaran dari Septic Tank yang mengandung polutan dan bau,” tambahnya lagi.

Solusi berikutnya adalah pemasangan floating barries di Waduk Duriangkang. Alat ini akan mengapung diatas waduk dan berfungsi untuk menahan dan mengontrol puing-puing, tanaman dan partikel yang mengambang di danau.”Sangat sempurna untuk area perairan yang tenang dan bergerak,” jelasnya.

Permasalahan eceng gondok juga dianggap merugikan pengelolaan waduk karena penyebarannya yang tidak merata dan tak terkendali.

“Pengadaan mesin pembersih eceng gondok akan segera dilakukan untuk membersihkan gulma eceng gondok yang tersebar di waduk,” jelasnya lagi.

Dan satu lagi adalah pengendalian dan penertiban bangunan ilegal di daerah tangkapan air (DTA) Waduk Duriangkang.(leo)

Unjuk Kemampuan

0

 

Anggota Batalyon Infanteri 10/Satria Bhumi Yudha melakukan atraksi bela diri dengan memecahkan batubata dengan kepala pada peringatan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-72 di Lapangan Engku Putri Batam Center, Kamis (5/10).

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kepala Bea Cukai Tanjungpinang Diganti

0

batampos.co.id – Jabatan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Pabean B Tanjungpinang berganti. Jabatan yang sebelumnya diamanahkan kepada Duki Rusnadi akan beralih kepada Sodikin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Penegahan dan Penindakan (P2) KPPBC Cikarang.

Kepala Kanwil khusus Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kepri, di Karimun, Roesman Hadi membenarkan bahwa jabatan Kepala KPPBC Tanjungpinang akan berganti. “Iya benar ada mutasi Kepala KPPBC Tanjungpinang,” ujar Roesman, yang dihubungi Batam Pos, Kamis (5/10).

Dikatakan Roesman, posisi yang akan ditinggalkan Duki akan dijabat oleh Sodikin yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi P2 KPPBC di Cikarang. “Pak Duki akan menjabat sebagai Kepala Kantor di KPPBC Jambi,” katanya.

Diterangkannya, serah terima jabatan Kepala KPPBC Tanjungpinang tersebut. Rencananya akan dilaksanakan pada Minggu depan.

“Insya Allah minggu depan sertijabnya. Nanti akan diinfokan,” terangnya

Sementara, saat ditanya apakah mutasi kepala BC Tanjungpinang karena lalai menjalankan tugas sehingga instansi lain yang mengungkap penyelundupan minuman berakhol di Tanjungpinang. Roesman membantahnya.

Menurutnya mutasi dilingkungan KPPBC merupakan hal yang biasa. “Emang paku dicopot. Hanya mutasi biasa saja untuk penyegaran organisasi,” pungkasnya. (ias)

Nurdin Setuju Lampu Jalan Menggunakan Meteran

0

batampos.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Lingga Nurdin menyetujui perombakan kerjasama dengan PLN Rayon Dabo Singkep terkait penerangan lampu jalan di Kabupaten Lingga. Ke depan Anggota Komisi II tersebut akan merubah sistim penggunaan listrik menjadi sistim meteran agar pemakaian listrik penerangan lampu jalan jelas dan tepat guna.

“Saat ini penerangan lampu jalan masih tergolong minim, tapi pembayaran tetap berjalan,” ujar Nurdin ketika memberikan keterangan kepada Batam Pos, Kamis (5/10) siang.
Dia juga memperkirakan, jika penerangan lampu jalan menggunakan meteran, lebih mudah untuk menghitung kekuatan dana yang digunakan untuk pembayaran daya yang digunakan. Sehingga pemakaian juga dapat lebih jelas dan disebar ke sejumlah daerah yang memang membutuhkan penerangan lampu jalan.
Dabo Singkep, Singkep Barat dan Senayang, saat ini dinilai Nurdin tergolong minim dengan penerangan lampu jalan. Selain menjadikan kota tidak bergairah khususnya pada malam hari, kondisi ini juga dinilainya sebagai kondisi rawan dengan aktifitas menyimpang.
“Kalau gelap jelas saja akan mengundang tindak pelanggaran seperti maling, perbuatan asusila dan rawan juga dengan kecelakaan di jalan,” kata Nurdin.
Namun perombakan sistim penerangan lampu jalan ini masih membutuhkan hitungan lebih lanjut terutama pada sektor pendapatan pajak penerangan lampu jalan. Sebab, jika penggunaan listrik tidak sesuai dengan pendapatan dapat berdampak pada penumpukan hutang terhadap PLN.
Menurut hemat Nurdin, pemberlakuan sistim meteran terhadap penggunaan lampu jalan akan lebih hemat dibanding dengan sistim saat ini. Perkiraan awal Nurdin, pemakaian listrik penerangan jalan dapat lebih banyak disebarkan karena pendapatan pajak penerangan lampu jalan tergolong besar.
“Kalau perawatan bisa saja menggunakan dana APBD. Tapi yah dilihat lagi nanti ke depannya bagaimana. Tapi untuk kenyamana dan keamanan tentu penerangan lampu jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tutup Nurdin.
Nurdin memperkirakan perombakan sistim penerangan lampu jalan ini akan terlaksana pada tahun depan. (wsa)

Peluang Investasi Pariwisata di Natuna Semakin Menjanjikan

0
Direktur Komersial Xpress Air, Swandono menyambut penumpang asal Natuna setiba di Tanjungpinang, Kamis (5/10). F. Faradilla.

batampos.co.id – Rute penerbangan ke Natuna makin bertambah, setelah terminal sipil bandara Ranai dioperasikan. Maskapai Xpres Air resmi membuka penerbangan ke Natuna dari Tanjungpinang dan melakukan penerbangan perdana bertepatan HUT TNI ke 71, Kamis (5/10).

Penerbangan Xpresair ke Natuna menambah jumlah maskapai yang selama ini masih dilayani penerbangan reguler dilayani Wings Air dan Sriwijaya Air, dengan rute Batam Natuna dan sebaliknya.

Area Manajer Xpres Air wilayah lima Riau Kepri Rizon Jayadi, frekuensi penerbangan Xpres Air ke Natuna dari Tanjungpinang dua kali seminggu, hari Selasa dan Kamis. Dengan sasaran menjangkau daerah terluar.

Dibukannya penerbangan Xpres Air Natuna Tanjungpinang dengan pesawat Dornier 328-100 dengan teknologi air bus buatan Jerman ini sambungnya, kapasitas 32 penumpang dapat menunjang aktifitas dan mobilisasi Pemerintah Kabupaten Natuna ke ibu kota Provinsi di Tanjungpinang.

“Xpres Air siap menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Natuna mempromosikan pariwisata, dan di Anambas sudah mulai direncanakan membangun tourisem informasi central. Kami promosikan pariwisata dan paket wisata, Pemerintah Daerah yang kelola pariwisatanya,” kata Rizon Jayadi.

Asisten Ekonomi Pemkab Natuna Abdullah mengatakan, dibukanya penerbangan Tanjungpinang ke Natuna sebaliknya mempersingkat transportasi dari Natuna. Dan menambah kemudahan akses masyarakat dan hubungan pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

“Transportasi udara di Natuna yang berada di perbatasan ini adalah urat nadi pendukung pengembangan segala pembangunan dengan harga tiket yang terjangkau masyarakat. Dibukanya rute baru ke dari Tanjungpinang sekarang, peluang investasi pariwisata semakin menjanjikan,” kata Abdullah.(arn)