Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12946

Nantikan Penampilan Joey Alexander pada 11 November, Mendatang di Gedung Sapta Pesona

0

Pianis muda kebanggaan Indonesia, Joey Alexander akan menggelar konser di Jakarta pada bulan November mendatang. Dalam konsernya nanti, Joey akan tampil dalam konsep yang lebih intim, lebih dekat dengan penonton.

Hal tersebut dikatakan Teguh Trianung dari IA ITB 80 selaku promotor yang bekerja sama dengan I Can Studio Live. Konser Joey Alexander akan berlangsung pada 11 November 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, serta pada 12 November 2017 di ICE BSD.

“Dua konser itu akan berbeda. Jika di tanggal 11 adalah gala show yang dihadiri undangan khusus, di tanggal 12 baru konser untuk publik,” ujar Teguh Trianung.

Hal tersebut, ujar Teguh, memang sejalan dengan keinginan dari Joey Alexander. Menurutnya, pianis peraih nominasi Grammy Awards 2016 dan 2017 itu, saat konser di kampung halamannya, ingin menyajikan satu yang spesial.

“Gala show itu memang keinginan Joey untuk bermain khusus untuk para duta besar dan tamu-tamu penting. Bahkan beberapa menteri juga diharapkan bisa hadir,” kata Trianung.

Hal ini dikatakan Teguh tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi Indonesia. Bahwa ada satu anak muda, pianis jazz kelas dunia, yang menjadi perhatian dunia, yang berasal dari Indonesia. Nama Indonesia pun akan ikut terangkat.

“Jadi memang akan memberikan manfaat yang positif. Di saat pemerintah mempromosikan pariwisata dengan program Wonderful Indonesia, bisa ikut terangkat dengan kiprah seorang Joey Alexander,” ujar Teguh.

Ia menjelaskan gedung Balairung Soesilo Soedarman akan ditata sedemikian rupa demi mewujudkan konsep penampilan yang diinginkan Joey Alexander. Mulai dari tata panggung, tata cahaya juga akustik ruangan agar setiap tuts piano yang dimainkan Joey Alexander akan terdengar sempurna. Serta tentunya mewujudkan konsep konser yang intim tersebut.

“Karena memang dia (Joey Alexanxer,red) seseorang yang perfeksionis. Dan kita juga menjalaninya dengan maksimal,” ujar Teguh.

Di atas panggung Joey tidak akan tampil sendirian. Tapi bersama pemain bass dan drum yang juga turut menyertai Joey menggelar konser di Jepang, Singapura, dan Hongkong sebelum tampil di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan konser di ICE BSD?

Teguh menjelaskan, tidak akan jauh berbeda. Segalanya telah dipersiapkan dengan matang. Yang jelas sudah ada 3.000 tiket yang akan disiapkan.

“Akan terdiri dari beberapa kategori. Mulai untuk student, dan beberapa kelas yang tentunya akan sangat terjangkau,” kata dia.
Ia pun berharap kehadiran Joey bisa memberi inspirasi positif bagi anak muda lainnya di Indonesia dan membawa lebih harum lagi nama Indonesia di mata dunia.

Seperti diketahui, kehadiran Joey Alexander nanti juga dalam rangka promo terbarunya, “Countdown”.

Di album ini berisikan sepuluh lagu. Tujuh lagu merupakan cover dan tiga lagu adalah komposisi orisinal. Lagu-lagu yang diaransemen ulang adalah lagu “Countdown” dari John Coltrane, “Criss Cross” dari Thelonious Monk, “For Wee Folks” dari Wynton Marsalis, “Chelsea Bridge” dari Billy Strayhorn, “Freedom Jazz Dance” dari Eddie Harris, “Smile” dari Charlie Chaplin, dan “Maiden Voyage” dari Herbie Hancock.

Tiga lagu orisinal adalah “City Lights” (sempat dibawakan singkat di Grammy), “Sunday Waltz”, dan “Soul Dreamer”.

Di album ini, Joey Alexander diiringi dua musisi yaitu Larry Grenadier (bassist untuk Pat Metheny dan Brad Mehldau) dan Ulysses Owens, Jr. (drum). Di track “Maiden Voyage” dan “Freedom Jazz Dance”, ia berkolaborasi dengan Chris Potter (saxophonist untuk Dave Douglas dan Dave Holland). Khusus di tiga lagu, ia mengajak pemain contrabass-nya ketika live yaitu Dan Chmielinsky.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi bakat dan perjalanan karier Joey Alexander. Menurutnya, seorang Joey Alexander telah benar-benar membuat mata dunia lebih terbuka lagi tentang Indonesia. Bahwa Indonesia disamping memiliki ragam budaya dan alamnya yang indah, tapi juga menyimpan talenta-talenta di bidang musik yang berbakat.

Kemenpar sendiri menurut Menpar kerap mendukung berbagai kegiatan musik di Indonesia. Belum lama ini, ada Pesona Bali Open Piano Competition 2017 yang sukses digelar dan menarik perhatian banyak kalangan. Baik dari dalam dan luar negeri.

“Anak muda ini membuat saya jatuh hati. Joey benar benar endorser pariwisata Indonesia. kita akan terus dukung dan support,” kata Menpar Arief Yahya.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Paris ikut mendukung musisi belia Indonesia Joey Alexander (14) tampil dalam konser Festival All Stars di New Morning, Paris, Perancis, pertengahan Juli yang lalu.

Predikat Joey sebagai publik figur dinilai mampu memikat para penggemarnya untuk lebih menyadari keindahan wisata yang dimiliki Wonderful Indonesia.

“Aktivitas Joey di sosial media dapat membantu kita dalam mempromosikan suatu event. Jadi kalau ada satu event, dan ada endorser-nya, event itu nilainya akan jauh lebih tinggi, penontonnya pun akan jauh lebih banyak,” tutup Arief Yahya. (*)

591 Turis Ikuti Nongsa Fun Run 2017 di Palm Spring Golf

0

Nongsa, Batam, kembali menebarkan pesonanya. Sejak Sabtu (7/10), destinasi yang ada di border area itu diserbu 591 wisman dari 6 negara. Semuanya kompak ambil bagian di Nongsa Fun Run 2017 di Palm Spring Golf.

Singapura, Malaysia, Thailand, Belanda, USA dan Filipina melebur jadi satu bersama 227 pelari Indonesia. Total, ada 818 pelari yang ambil bagian. Semuanya kompak menapaki golf course rancangan Jack Niclauss di Palm Spring. “Ada enam negara yang ambil bagian. Sebagian ada yang mengambil paket menginap dua hari satu malam. Sebagian lainnya mengambil paket tiga hari dua malam. Semuanya tersebar merata di Batam View Beach Resort, Turi Beach, Montigo dan Nongsa Point Marina,” kata Chairman of Nongsa Sensation Batam Anddy Fong, Minggu (8/10).

Banyaknya peserta yang ambil bagian di even perdana itu membuat Anddy Fong makin pede untuk mendorong Nongsa Fun Run menjadi even yang mendunia. Benchmarknya mengarah pada Penang Bridge Marathon yang sudah diikuti 70 ribu peserta setiap tahunnya. “Arahnya harus ke sana. Di 2008 saya termasuk orang yang mengcreate Penang Bridge Marathon di Malaysia. Awalnya dulu kecil, sama seperti Nongsa. Setelah 8 tahun, pesertanya sudah 70 ribu. Sudah menjadi marathon terbesar di dunia. Kalau dikelola serius, Nongsa Batam pasti bisa,” tambahnya.

Anddy tak hanya asal bicara. Saat menggelar Nongsa Fun Run, Sabtu (7/10), ratusan wisman langsung merangsek masuk Nongsa, Batam. Hampir seribu orang berkumpul di Palm Spring Golf, Sabtu sore. Semua berkaus sama: Hijau bertuliskan Wonderful Indonesia. Singapura, Malaysia, Thailand, Belanda, USA dan Filipina dan tuan rumah Indonesia, semua diminta mengenakan kaus yang sama. “Mimpi besar saya membuat Nongsa Fun Run mendunia. Bahkan mengalahkan Penang Bridge Marathon,” ucapnya mantap.

Pertanyaannya? Apa mungkin? Penang punya ikon jembatan sepanjang 13 km dengan lebar 6 line kendaraan roda empat. Sementara Nongsa di Batam, hanya punya dua line kendaraan roda empat sepanjang 12 km. “Pasti bisa. Nongsa punya nature dan pantai yang jauh lebih indah dari Penang. Kulinernya banyak yang enak. Masyarakatnya juga ramah. Kalau pariwisatanya bergerak kencang seperti sekarang, prediksi saya 2020 Indonesia akan menjadi yang terbaik di Asia,” paparnya.

Dan keyakinan itu langsung disambut antusiasme tinggi dari ratusan peserta. Meski Nongsa, Batam, diguyur hujan deras, lomba lari kelas 5 km dan 10 km tetap banyak diikuti ratusan wisman. Semua fun. Semua happy. “Batam itu surga dunia. Punya lapangan golf kelas dunia, kuliner kelas dunia, resort nyaman, pantai yang indah, penduduk ramah, semua ada di Batam. Di Singapura tidak ada suasana seperti ini. Kebanyakan stress karena tekanan kerja yang tinggi. Tapi setelah datang ke Batam, semua Singaporean happy,” ujar Kevin Bastian, pilot komersial untuk Bank dan charter flight asal Singapura.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang ikut mengawal langsung agenda ini juga ikutan happy. Dia malah sampai ikutan terjun langsung menari zumba bersama ratusan peserta sebelum perlombaan dimulai. “Atraksi manmade-nya, seperti sport tourism dan event tourism sudah mulai popular di Singapore dan Malaysia. Nature-nya, memiliki keunggulan dan menjadi komplementer buat Singapore dan Malaysia. Jadi Nongsa Fun Run, 7 Oktober di Batam adalah contoh konkret. Begitu ada event, maka kapasitas akomodasinya tidak lagi bisa mencukupi,” ujar Esthy yang diamini Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Kemenpar Hendry Noviardi.

Menpar Arief Yahya juga ikut berkomentar. Menjaring wisman di border area via sport tourism, dianggapnya sudah sangat tepat. Apalagi, promosinya langsung mengarah ke Singapura dan Malaysia, dua negara yang ditinggali banyak ekspatriat dan permanent resident.

“Singapura dan Malaysia itu pasar yang sangat besar. Di sanalah international hub yang efektif untuk berpromosi. Kalau di Singapura dan Malaysia mereka menyaksikan man made, di Nongsa Batam mereka melihat nature dan culture,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Imbasnya akan langsung terasa ke masyarakat. Hotel, resort, rental mobil, lapangan golf, semua panen raya. Dan estimasi kasarnya bisa dengan mudah dihitung.

“Bila per hari spent money wisatawan mancanegara yang stay di Nongsa rata-rata menghabiskan 200 SGD. Artinya ada sekitar Rp 3,5 miliar uang berputar dengan kurs Rp 9.900. Ini berkah besar untuk Nongsa dan Batam. Karenanya, Kemenpar akan makin intens meng-create event-event menarik di kawasan crossborder,” kata Menpar. (*)

Perda APBD-P Natuna Rp 1,220 Triliun

0
Ketua DPRD Natuna Yusripandi (tengah) menandatangani Perda APBD-P 2017 disaksikan Bupati dan Wakil Bupati Natuna, Jumat (6/10). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id -DPRD Natuna mengesahkan Rancangan Peraturan daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) menjadi Peraturan daerah (Perda) APBD-P, Jumat (6/10) malam.

Dalam paripurna DPRD, Perda APBD Natuna mencapai Rp 1,220 triliun. Dana tersebut diantaranya untuk membayar hutang serta menambal berbagai kekurangan infrastruktur dasar, diantaranya soal listrik, bahkan pelayanan untuk mensejahtrakan masyarakat nelayan masih dirasakan perlu dan penting.

Selanjutnya Ranperda APBD-P akan diserahkan kepada Gubernur Kepri untuk dievaluasi. Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan APBD Natuna 2017 diusulkan sebesar Rp 1,185 trilun, namun dalam proses pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemkab Natun terjadi penambahan Rp 35,32 miliar menjadi Rp 1,220 triliun.

Menurut Yusripandi, penambahan juga sangat membantu dengan berbagai meningkatnya kebutuhan anggaran dalam mendukung percepatan pembangunan Natuna di perbatasan. Ditambah masih terdapat berbagai kekurangan infrastruktur dasar

Dikatakan Yusripandi, penambahan kebutuhan anggaran pada APBD perubahan juga diperuntukkan melunasi utang di RSUD selain dana operasinal pemerintah. Termasuk anggaran untuk membebaskan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Setengar. Pembangunan colstorager untuk nelayan di Kelarik dan Sepempang.

“Pemerintah sudah siapkan dana dalam APBD perubahan untuk bebas lahan pembangunan PLTD di Setengar. Tujuannya untuk menunjang listrik di sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di Selat Lampa,” kata Yusripandi.

Paripurna pendapat akhir fraksi APBD Perubahan tahun 2017 yang dihadiri Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti tersebut, fraksi di DPRD juga menyampaikan saran dan pendapat terkait utang pelayan Jamkesda, proyek yang belum dilelang, serta desakan untuk menaikkan gaji PTT dan GTT sesuai standar Upah Minimal Kabupaten (UMK) Natuna.(arn)

Bupati Minta Pembangunan Puskesmas Dikebut

0
Kunjungan Bupati Natuna Abdul Hamid Rozal dan wakilnya Ngesti Yuni Suprapti di Pulau Laut, Jumat (6/10). F.Aulia/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, pembagunan puskesmas Pulau Laut harus selesai tepat waktu. Agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terkendala. Mengingat bangunan puskesmas yang lama sudah tidak maksimal.

Hamid mengatakan, puskesmas Pulau Laut ditargetkan selesai bulan Desember mendatang. Puskemas yang dibangun sudah lengkap, standar puskesmas di perbatasan. Dan tidak merepotkan masyarakat harus merujuk ke RSUD.

“Puskesmas Pulau Laut harus selesai tepat waktu. Pelayanan Puskesmas ini ditunggu masyarakat,” kata Hamid kemarin.

Puskesmas Pulau Laut kata Hamid, dibangun dari dana alokasi khusus tahun 2017 sebesar RP 3,9 miliar dan memiliki 20 ruangan poli dan lengkap ruangan UGD, serta ruangan Kepala dan TU. Proses pembangunan saat ini lancar dengan cuaca yang mendukung untuk distribusi material bangunan.

Pemerintah kata Hamid, akan memperhatikan keberadaan tenaga medis di puskesmas Pulau Laut. Agar tidak terjadi kekurangan dokter, bidan dan perawat. Selain di Pulau Laut, tahun ini Pemerintah juga membangun puskesmas yang memadai di Serasan dan Subi.

“Semua pembangunan puskesmas di pulau terluar Natuna harus selesai tepat waktu. Supaya tahun 2018 mendatang, Pemerintah Daerah sudah bisa melanjutkan program kesehatan yang perlu dilaksanakan,” kata Hamid.(arn)

Budidaya Ikan Kerapu Jadi Produk Unggulan Desa

0
Bumdes Balkis Jaya budidaya ikan kerapu. Saat ini budidaya ikan ini jadi produk unggulan Desa Rawa Jaya Moro. F.Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemanfaatan Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat, saat ini sudah dapat dirasakan oleh masing-masing desa yang ada di kabupaten Karimun. Salah satunya, Desa Rawa Jaya kecamatan Moro yang sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan penyertaan modal untuk menjadikan produk unggulan desa Rawa Jaya yaitu budidaya ikan kerapu.

”BUMDes Balkis Jaya ada artinya, yaitu BUMDes yang meliputi tiga Dusun yaitu Dusun Buah Rawa, Kampung Kang dan Selat Binga. Sehingga budidaya ikan kerapu yang dikelola oleh BUMDes Balkis Jaya ini, bisa menjadikan produk unggulan Desa Rawa Jaya. Dan penjualannya ikan kerapu sudah ada yang nampung,” jelas Kepala Desa Rawa Jaya M Sirat, Sabtu (7/10) kepada Batam Pos.

Dengan diawali bibit ikan kerapu sebanyak 3000 ekor tersebut, sebagai awal untuk menjadi produk unggulan Desa. Sehingga, akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat yang ada di desa Rawa Jaya. Sebab, di desa Rawa Jaya ada tiga dusun yang bisa dikembangkan budidaya ikan kerapu melalui BUMDes Balkis Jaya. Mengingat, mayoritas penduduk desa Rawa Jaya mata pencahariannya nelayan dan sebagian petani dengan jumlah KK mencapai 200 KK.

Insyallah, budidaya ikan kerapu yang dikelola oleh BUMDes Balkis Jaya bisa berkembang. Dan bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya, bagaimana pemanfaatan DD selain untuk pembangunan infrastruktur di desa,” ujarnya.

Sementara itu Hasbullah pendamping Desa untuk kecamatan Moro ketika dikonfirmasi mengatakan, sesuai dengan letak geogratif wilayah yang ada di kecamatan Moro yang membawahi 10 Desa sangat cocok untuk mengembangkan budidaya ikan kerapu yang dikelola oleh BUMDes. Dan salah satunya yaitu BUMDes Balkis Jaya yang ada di Desa Rawa Jaya, dengan memanfaatkan keramba milik masyarakat untuk melakukan budidaya ikan kerapu.

”Walaupun budidaya ikan di desa ini banyak. Tapi tidak ada masalah, sebab pangsa pasarnya cukup luas. Untuk itu dengan keberadaan BUMDes Balkis Jaya, harus bisa menjadi produk unggulan Desa Rawa Jaya dalam pemanfaatan DD bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sehingga, kedepannya kecamatan Moro bisa menjadi central budidaya ikan yang memanfaatkan BUMDes disetiap Desa. Dengan berbagai jenis ikan yang dibudidayakan, oleh masyarakat desa secara otomatis bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Ketika budidaya menjadi produk unggulan Desa, maka BUMDes tersebut bisa mengembangkan usahanya dibidang lainnya.

” Intinya, bagaimana masyarakat pedesaan yang ada di hinterland dapat memanfaatkan BUMDes,” katanya.

Pantauan dilapangan, pelepasan bibit ikan kerapu oleh Plt Camat Moro Ratna di keramba apung dusun II Selat Binga Desa Rawa Jaya kecamatan Moro bersama tokoh masyaraskat.(tri)

Belajar dari Singapura dan Malaysia

0

batampos.co.id – Minggu (17/9) sore, Yunita Yap memacu mobil Toyota Avanza miliknya menuju Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter. Ia hendak menjemput suaminya, Aji Wibowo yang baru saja pulang dari Singapura. Namun laju kendaraannya melambat karena ruas jalan hingga parkiran pelabuhan yang berdampingan langsung dengan pusat perbelanjaan Mega Mall itu macet total.

“Saya hubungi suami ngasih tahu macet. Jadi saya tunggu di luar pelabuhan saja, biar dia yang keluar, supaya tak terjebak macet,” ujar Yunita.

Tak lama berselang, sambil membawa satu koper, Aji, suami Yunita pun berjalan keluar kawasan pelabuhan. Saat berjalan, ia langsung mendapat penawaran dari sopir taksi konvensional yang mangkal di pelabuhan. Dengan halus, Aji menolak dengan asalan dia sudah dijemput istrinya.

Bukannya mundur, sopir taksi konvensional itu malah mengikuti langkah Aji. Ia terus bertanya, jika dijemput istri, kenapa tak tunggu di dalam pelabuhan saja? “Suami saya jawab asal, ‘biar tak usah bayar parkir’. Eh bukannya pergi, malah suami ditungguin sampai saya datang dan menghentikan mobil,” ujar ibu satu anak ini.

Suami Yunita pun langsung memasukkan barangnya ke bagasi mobil. Sementara si sopir taksi konvensional masih tetap curiga bahwa yang menjemput Aji adalah taksi online alias daring. Dia bahkan mengintip ke kaca mobil.

“Dia lihat saya hamil besar dan bawa anak baru dia pergi. Tapi jadinya kita semua dibuat tak nyaman. Apa iya semua mobil yang jemput ke pelabuhan itu taksi online?” tanya Yunita.

Yunita menyebut bukan kali pertama ia mengalami hal seperti ini. Beberapa kali ia dianggap sebagai sopir taksi online. Sopir taksi konvensional yang memandang padanya selalu nanar dan tak bersahabat.

Ia masih ingat pada 12 Agustus lalu, saat menjemput temannya dari Singapura di depan restoran cepat saji di Mega Mall Batam. Saat ia masuk, tiba-tiba mobilnya diketuk dua pria. Satu dari mereka bertanya apakah ia sopir taksi online.

“Saya jawab tidak. Yang satu saat melihat saya tengah hamil langsung pergi,” kenang Yunita.

Menurut Yunita, kejadian seperti ini menciptakan ketidaknyamanan kepada warga. Mereka akan selalu dianggap taksi online apabila menjemput keluarga, rekan, atau teman kantor. Pembiaran seperti ini akan membuat Batam yang digadang-gadang sebagai digital hub nasional akan mengalami kemunduran.

ilustrasi

Ia pun mengkritisi pemerintah yang tidak tegas dan terkesan lamban membuat keputusan. Juga terkesan tidak siap menerima kehadiran teknologi transportasi berbasis aplikasi. Padahal, kehadiran taksi daring justeru meringankan beban pemerintah yang sejatinya wajib menyediakan transportasi yang aman, nyaman, cepat, dan murah.

“Saya lihat pemerintah tidak ada ambil tindakan atau solusi untuk kasus pro-kontra taksi konvensional vs taksi online sampai saat ini. Malah kantor angkutan online disegel,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi ini sangat berbeda dengan Singapura. Negara maju yang hanya 45 menit dari Batam itu warganya sangat mendukung taksi online. Wartawan Batam Pos, Chahaya Simanjuntak, saat berkunjung ke negeri itu akhir September lalu, sangat menikmati menggunakan transportasi online, Uber.

Saat itu, wartawan koran ini memesan taksi online dari Terminal 2 kedatangan Bandara Changi menuju kawasan City Square Mall di Kitchener link road. Bersebelahan langsung dengan Mustafa Plaza. Setelah memilih keluar dari pintu 4 terminal dua, aplikasi pun menunjukkan harga yang harus harus dibayar sebesar 17,39 dolar Singapura. Menyetujui harga, aplikasi langsung menunjukkan sopir bernama Eugene, dengan mobil Toyota Sienta bernomor polisi SLF 1637 H. Sang sopir menjemput tepat waktu. Sesuai perjanjian menunggu empat menit. Ia menyambut ramah lalu bergerak ke City Square.

Kehadiran taksi berbasis aplikasi online sama sekali tak ditentang warga Singapura. Bahkan mereka senang, sebab semakin banyak pilihan moda transportasi. Sebelumnya sudah ada LRT, MRT, dan SBS bus. Operator transportasi itu menerima kehadirnya taksi online, sehingga bisa beroperasi dengan baik.

Demikian juga saat melakukan perjalanan ke Melaka melalui terminal Larkin, Johor Bahru. Dengan menaiki bus dari Johor Bahru menuju Melaka dengan tempat perhentian akhir di Melaka Central Station. Karena waktu ketibaan hari itu sudah pukul 22.00 waktu Malaysia, maka bersama satu rekan, wartawan Batam Pos memutuskan memesan taksi lewat aplikasi Uber dari ponselnya. Sopir taksi langsung menjemput menggunakan Kia Cerato bernomor polisi MCS57055 dari Melaka Central Station dan mengantar ke The Settlement Hotel di Jalan Ujong Pasir.

Oleh rekan seorang warga Malaysia, Muhammad Syazwan Norhalik menyebutkan, awalnya saat taksi online hadir di negaranya pertengahan 2015 lalu, keberadaannya merupakan bagian dari bisnis sekaligus persaingan usaha di saat yang bersamaan.

Ada beberapa kali taksi konvensional protes dan sempat mengadakan demontrasi ke pemerintah melalui Suruhan Pengangkutan Awam Darat (SPAD) atau setara Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (organda) di Indonesia.

“Protes saja tapi tak sampai chaos. Mereka berpikir mungkin dengan kehadiran aplikasi Grab atau Uber,” ujar Syazwan yang akrab disapa Zuan ini.

Dengan adanya protes dari taksi konvensional di Malaysia, pemerintahan Malaysia langsung bergerak cepat mendudukkan persoalan dengan berbagai formula pada 2016. Sehingga kini taksi konvensional dan taksi online bisa berjalan beriringan sesuai dengan kebutuhan penumpang.

“Saya kurang tahu kebijakan apa yang dibuat kerajaan untuk itu, tapi yang jelas transportasi online kini sudah memiliki e-hailing (memanggil, red) sejak Agustus 2016. So Grab and Uber are now legal in Malaysia,” ungkapnya. (cha)

Kampung Hulu Riau Perlu Bantuan Pemerintah

0
Anggota Karang Taruna bersih-bersih di Kampung Hulu Riau, Sabtu (7/10). F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Karang Taruna Bintan bersama Satpol PP dan Dinsos menjadikan Kampung Hulu Riau Tanjunguban sebagai sasaran bersih-bersih dalam rangka bulan bakti karang taruna ke 57, Sabtu (7/10) lalu. Hal ini karena masyarakat di kampung tersebut perlu perhatian khusus dan realisasi program dari pemerintah.

“Kampung Hulu Riau adalah target kami untuk melakukan bersih-bersih, karena kampung ini perlu perhatian khusus dan realisasi program pemerintah supaya masyarakat dan lingkungannya menjadi lebih baik,” ujar Ketua Karang Taruna Kabupaten Bintan Arief Sumarsono.

Aksi bersih-bersih ini, bertujuan untuk menggalakkan semangat pemuda dalam bentuk pengabdian terhadap masyarakat dan lingkungannya. Selain itu, pemuda harus berperan aktif dalam mewujudkan dan menyukseskan pembangunan di daerah melalui program-program pemerintah daerah.

Plt Sekdakab Bintan, Adi Prihantara yang hadir di kegiatan bersih-bersih karang taruna menegaskan, pemda selalu komit mendukung kegiatan kepemudaan yang sifatnya positif. Terlebih visi misi Bupati Bintan Apri Sujadi adalah mengikutsertakan peran pemuda dalam
pembangunan dan Karang Taruna adalah salah satu wadah pemuda di Bintan dalam pengembangan diri untuk membangun daerah yang madani dan gemilang.

Diketahui dalam kegiatan tersebut selain menggelar gotong royong, juga diadakan kegiatan Pembagian 100 paket sembako kepada masyarakat, penyerahan 6 unit bantuan usaha ekonomi produktif yaitu mesin jahit dan peralatan bengkel, penyerahan bantuan permodalan 25 kube dengan total bantuan mencapai Rp 500 juta serta penyerahan peralatan gorong-gorong kepada RT/RW setempat. (cr21)

Jangan Larang Transportasi Online

0

Kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam melarang transportasi berbasis aplikasi online beroperasi yang ditandai penyegelan kantor terus menuai kecaman. Pemprov Kepri dan Pemko Batam dinilai antiperubahan, tak patuh pada kebijakan Presiden, dan putusan Mahkamah Agung (MA).

Kabar baik itu datang dari Singapura, 7 September lalu. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan penuh percaya diri menyatakan di dahadapan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan para menterinya, serta pengusaha negara itu, bahwa Batam ia tetapkan sebagai Digital Hub Indonesia. Investor dipersilakan masuk ke Indonesia lewat pintu Batam.

Bagi Batam dan Kepri umumnya, pernyataan orang nomor satu di Indonesia itu benar-benar kabar baik di tengah kondisi ekonomi yang terus terjun bebas. Ada harapan lahirnya sumber ekonomi baru di Batam di saat pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 1,52 persen di semester pertama, dan hanya 1 persen jika dihitung per kwartal.

Harapan ekonomi Kepri dengan Batam penyumbang terbesar (60 persen) bisa keluar dari zona merah (saat ini nomor dua dari belakang se-Indonesia, red), semakin terbuka lebar. Apalagi saat ini, masyarakat Batam berlomba-lomba terjun ke bisnis berbasis digital sebagai salah satu manifestasi dari digital hub itu. Juga sebagai konsekwensi dari kemajuan teknologi informasi.

Menariknya, sebagai digital hub, Jokowi juga meminta Batam tak hanya siap dari aspek infrastruktur digital, tapi juga meminta Batam menjadi contoh penerapan teknologi digital di semua lini kehidupan. Termasuk di sektor transportasi yang diarahkan berbasis aplikasi digital.

Namun belum sebulan setelah harapan itu terlontar dari Jokowi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam membuat langkah berseberangan. Rabu 27 September 2017, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengeluarkan pernyataan melarang angkutan berbasis aplikasi online beroperasi di Batam.

Larangan itu juga respon Nurdin terhadap surat Wali Kota Batam, Rudi, yang terang-terangan menolak keberadaan taksi online. “Saya sudah berkirim surat kepada Gubernur untuk diteruskan kepada Menteri Perhubungan, meminta agar aplikasi taksi online di Batam ditutup,” ujar Rudi di hadapan para pendemo dari sopir taksi konvensional pada pada Rabu (2/8) lalu.

Larangan dari Gubernur itu langsung diterjemahkan Pemko Batam melalui Dinas Perhubungan Kota Batam dengan menyegel kantor angkutan berbasis aplikasi pada 3 Oktober. Salah satunya berlokasi di Pelita, Lubukbaja.

UU Nomor 3/1982 tentang Kewajiban Angkutan Mendaftarkan Perusahaan, UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Lain, serta Permenhub PM/26/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek jadi amunisi menutup kantor angkutan online itu.

Sikap pemerintah itu sontak ditentang masyarakat. “Zaman sudah modern, repot kalau pemerintahannya masih primitif,” tulis Bagir Abunumay di media sosialnya. Bahkan, ia juga membuat petisi yang meminta pemerintah daerah segera mencabut larangan transportasi online.

Ribut-ribut soal pelarangan taksi berbasis online itu akhirnya sampai juga ke telinga Kementerian Perhubungan. Direktur Angkutan dan Multimoda Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Cucu Mulyana dan tim diutus ke Batam. Cucu pun mengundang berbagai pihak, termasuk Dishub Pemprov dan Pemko Batam. Juga dihadiri perwakilan Dishub Pemprov se-Indonesia.

Cucu menegaskan kehadiran transportasi khusus berbasis aplikasi online diperbolehkan setelah pembatalan 14 pasal dan 9 substansi di Permenhub Nomor 26/2017 oleh Mahakamah Agung (MA). Tidak ada larangan, sehingga pemda tak boleh melarang.

F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Transportasi online harus tetap beroperasi di berbagai daerah di Indonesia. Jangan dilarang,” tegas Cucu di sela acara sosialisasi revisi Permenhub 26/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, di ballroom lantai 2 Swiss-belhotel Harbour Bay, Batam, Kamis (6/10) lalu.

Cucu bahkan menyebutkan, mulai 1 November mendatang, angkutan berbasis aplikasi online sudah harus beroperasi kembali. Pihaknya mengaku bisa menerima alasan MA membatalkan 14 pasal dan 9 substansi dari Permenhub 26/2017 itu karena kehadiran transportasi khusus di luar trayek ini memang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

“Keputusan ini sudah berkekuatan hukum tetap, jadi harus dijalankan dengan adil,” tegas Cucu.

Cucu pun menggaris bawahi, Kementerian Perhubungan telah menyerahkan wewenang pengaturan moda transportasi umum angkutan darat ke pemerintah kota. Sedangkan moda transportasi khusus baru saja diserahkan pengurusannya ke gubernur. Mulai dari perizinan operasi, penetapkan wilayah operasi, kuota, hingga tarif batas atas dan bawahnya.

“Di Kepri, ini tanggung jawab gubernur Provinsi Kepri. Gubernur harus membereskan semua itu sebelum 1 November,” ujar Cucu.

Dia menyebut, harusnya daerah bisa menjalankan wewenang ini dengan bijak, cepat, dan tangkas dengan tidak merugikan masyarakat.

“Kalau sudah jadi kewenangan gubernur, tidak perlu lagi mengeluh ke pusat. Ini tugas dan tanggung jawab gubernur mengurus daerahnya sesuai karakter persoalannya. Bekerjalah dengan cepat. Jalankan fungsi sebagai regulator dengan adil, akuntabel, dan profesional,” tegas Cucu.

Ia mengungkapkan Kemenhub telah menetapkan beberapa kriteria untuk selanjutnya dijalankan para pengusaha transportasi khusus (online). Antara lain, sistem pembayaran tarif harus berdasarkan argometer atau aplikasi, penetapan wilayah operasi, pengaturan tarif atas dasar kesepakatan yang masih dalam koridor batas atas dan batas bawah, STNK atas nama badan hukum kecuali koperasi, pengaturan kuota, domisili TNKB, pengurusan persyaratan perizinan, mengurus persyaratan administrasi SRUT, serta pengaturan aplikator. Keseluruhannya itu bisa diajukan ke gubernur.

“Nah, tugas gubernur sekarang bergerak cepat menyelesaikan semua regulasi itu. Jangan sampai pengurusan perizinan terhambat peraturan gubernur yang belum keluar,” tegas Cucu.

Cucu kembali mengingatkan, perusahaan angkutan khusus berlaku efektif per 1 November. Yang belum memiliki izin, harus segera mengurus perizinannya karena sudah mendekati masa transisi 9 bulan.

“Manfaatkan momen ini untuk mengurus perizinannya. Transportasi konvensional harus tetap ada, demikian juga transportasi khusus harus tetap beroperasi. Dengan begitu terjadi harmoni pelayanan angkutan darat untuk masyarakat,” ujar Cucu.

 

***

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Jamhur Ismail, mengatakan sikap tegas Pemerintah Provinsi Kepri dalam menyikapi konflik penerapan pelayanan angkutan berbasis aplikasi di Batam bukan merupakan tindakan yang tidak mendukung perkembangan teknologi. Akan tetapi, pihak perusahaan juga harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

“Di dalam Permenhub Nomor 26 Tahun 2017, sudah dijelaskan bahwa taksi berbasis aplikasi sama dengan angkutan sewa khusus. Bahkan di dalam Pasal 19 angkutan sewa khusus wajib memenuhi beberapa pelayanan,” ujar Jamhur, kemarin.

Pelayanan yang dimaksudkan adalah wilayah operasi berada didalam kawasan perkotaan, tidak berjadwal, dari pintu ke pintu, tujuan perjalanan ditentukan oleh pengguna jasa, tarif angkutan tertera pada aplikasi berbasis teknologi informasi.

Selain itu, penggunaan kendaraan harus melalui pemesanan atau perjanjian, tidak menaikan penumpang secara langsung di jalan, pemesanan layanan hanya melalui aplikasi berbasis teknologi informasi, dan wajib memenuhi Standar pelayanan Minimal yang ditetapkan.

“Jadi Gubernur/Dishub, tidak sembarangan di dalam menerbitkan izin operasional transportasi berbasis aplikasi karena memang sudah diatur di dalam Permenhub Nomor 26 Tahun 2017,” tegas Jamhur.

Disebutkannya, sampai saat ini, yang baru masuk mengurus perizinan ke Dinas Perhubungan Provinsi Kepri baru satu. Itupun tidak lengkap persyaratannya dan harus melengkapi persyaratan pelayanan lagi sesuai Permenhub Nomor 26 Tahun 2017.

Soal kesan gubernur lamban dan cenderung menunggu alias tak jemput bola, pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Brigjen ini menolak anggapan itu. Menurutnya, selama ini Dishub beberapa kali melakukan rapat dengan mengundang instasi terkait seperti Dishub Kota Batam, Dishub Tanjungpinang, Polda Kepri, Polres Barelang, Polres Tanjungpinang, DPD Organda Kepri, DPC Organda Batam dan Tanjungpinang, Forum Pengemudi Taksi Batam dan Perusahaan Aplikasi seperti Uber, Grab, GoJek, Wak-jek, dan lainnya.

“Masalahnya di izin. Pengelola taksi online belum mengurus izin. Kalau di daerah lain seperti Surabaya, Bali, bahkan Medan, pengusaha taksi onlinenya taat hukum,” katanya.

Jamhur juga membantah kalau Gubernur melarang beroperasinya taksi online, sepanjang mengikuti peraturan yang ada di dalam Permenhub Nomor 26 Tahun 2017. Taksi yang tidak berizin baik konvensional maupun taksi online yang tidak memiliki SITU, SIUP Perwakilan, TDP Perwakilan akan ditertibkan oleh Pemerintah Kab/Kota. Contohnya sekarang ini yang terjadi di Kota Batam.

“Yang dibatalkan oleh keputusan MA No. 37PHUM/2017 hanya sebagian pasal atau ayat saja di dalam Permenhub Nomor 26 Tahun 2017, sedangkan pasal – pasal lainya masih tetap berlaku. Itu harus dipatuhi,” katanya.

F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri tetap menyalahkan taksi online. Menurutnya, kegaduhan yang terjadi di lapangan yang merugikan masyarakat umum saat ini karena taksi online tak memenuhi aturan yang berlaku.

“Tidak menjamin situasi kondusif. Makanya mengantisipasinya, kantornya kita segel. Sebenarnya ini bukan cuma aplikasi saja melainkan implementasinya di lapangan,” katanya.

Yusfa juga tidak setuju disebut anti perubahan. “Kami, dalam hal ini Pemko tak anti perubahan, apalagi anti terhadap teknologi,” ujarnya, Kamis (5/10) lalu.

Yusfa mencatat, Gojek, Gocar, Grab, Uber itu adalah aplikasi, sebagai operator saja. Sementara taksi online yang melayani penumpang itu adalah mitra mereka.

“Nah, siapa mitra mereka ini? Kan tak ada organisasi atau koperasi yang menaunginya. Bahkan izin operasi mereka pun sampai saat ini belum ada,” ujar Yusfa.

Menurutnya, transportasi online harus menaati aturan-aturan yang dibuat pemerintah dalam menjalankan operasi mereka, diantaranya, perusahaan aplikasi tidak bisa bertindak sebagai perusahaan transportasi. Kalau mau beroperasi, ajukan izin angkutan sewa khusus.

Apa saja persyaratan pengajuan angkutan sewa khusus tersebut? Yusfa menyebutkan harus uji KIR, kendaraan harus berbadan hukum. Bisa BUMN, BUMD, PT, atau koperasi.

Ketua DPD Organda Kepri, Saiful, juga menyalahkan taksi online. Menurutnya, berbagai kegaduhan muncul sejak masuknya transportasi online di Batam.

Ia menilai, dengan masuknya transportasi online, maka akan otomatis menggeser fungsi taksi plat kuning. “Sejak masuknya perusahaan aplikasi ke Batam maka kegaduhan muncul. Gojek, Gocar, Grab, Uber ini kan bukan transportasi, mereka aplikasi,” ujarnya.

Saiful juga mengungkapkan, Pemerintah Kota Batam tak tegas dalam mengeluarkan peraturan. Ia mencontohkan masalah kuota dan pengurusan STNK. Plat kuning dipersulit, sementara aplikasi malah cepat.

Lantas apa formulasi pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini? “Kami minta konvensional membenahi diri, bersinergi dengan taksi online. Karena apa? Karena mereka tak akan bisa bertahan dengan cara-cara mereka sekarang,” tutup Yusfa.

 

Pengemudi Ketakutan

Disegelnya kantor transportasi online di Batam membuat para pengemudi was-was. Selain takut kehilangan pekerjaan, mereka juga cemas bakal menjadi sasaran amuk massa..

“Kami tetap beroperasi tapi dilingkupi rasa takut dan was-was. Apalagi banyak jebakan yang sudah kami terima, ngakunya penumpang. Kami pun harus ekstra hati-hati,” ujar pengemudi taksi online yang dipesan Batam Pos, Roy Andy S, Jumat (6/10) lalu.

Dia sendiri mengaku pernah dijebak penumpang yang ternyata disuruh oleh oknum dari intansi tertentu.

“Waktu itu kepada klien yang tak mau closing aplikasi tersebut saya bilang dengan sopan ‘Bu, saya punya dua anak dan satu istri di rumah. Kalau ibu tak mau tutup aplikasi sementara saya sudah berulang-ulang minta, kalau ibu memang mau saya ditangkap dengan cara ibu, mau ibu menanggung jawab keluarga saya’. Saat itu juga si klien menutup aplikasi dan bilang minta maaf. Ia cuma disuruh,” ujarnya.

Ia pun menilai, hadirnya transportasi online berbasis aplikasi merupakan bagian dari inovasi era digital saat ini. Angkutan berbasis online juga membuka kesempatan yang lebih luas lapangan kerja untuk semua kalangan, disaat pemerintah tak mampu menghadirkan lapangan kerja.

“Kalau di Batam tak mau ada transportasi online, pemerintah harus siapkan lapangan pekerjaan baru buat kami untuk menghidupi keluarga. Kami bisa bersaing kok,” ujarnya.

 

Izin Dipersulit

Perwakilan Uber Indonesia di Batam, Billi Muhawara, menyebutkan tak benar kalau transportasi online yang mereka jalankan tak resmi dan ilegal. Di hadapan Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan dan disaksikan para kepala dinas perhubungan seluruh provinsi di Indonesia, Billi menyebutkan harusnya pemerintah dalam hal ini Kemenhub dan Pemerintah Provinsi Kepri dan Kota Batam menjadikan teknologi sebagai kebutuhan, apalagi berimbas kepada kebutuhan masyarakat Batam.

“Penyedia aplikasi dan para transportasi khusus itu pembangkang dan tidak mau diatur? itu tak benar. Selama ini setiap pertemuan kami selalu diberi opsi sulit tak masuk akal,” ungkapnya.

Menurutnya, negara ini hadir untuk kesejahteraan warganya, tapi kenyataannya saat ini kondisi masih sulit. Taksi berbasis aplikasi akhirnya hadir menyediakan kebutuhan transportasi masyarakat Batam yang nyaman, ramah, dan aman.

“Kehadiran kami juga memberi lapangan kerja yang luas saat lapangan kerja saat ini tidak ada. Harusnya kami diberi ruang, jangan dipersulit,” pintanya. (jpg/nur/cha)

Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Masyarakat

0
Warga melakukan perekaman e KTP di Kantor Disdukcapil Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bintan kekurangan dua ribu blanko KTP Elektronik (e-KTP). Sekitar tujuh ribu blanko yang diberikan pemerintah tidak bisa memenuhi pencetakan hingga akhir tahun 2017.

“Jumlah blanko yang kita terima masih sangat kurang,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bintan, Yudha Inangsa, Minggu (8/10).

Penambahan blanko itu lanjutnya, untuk memenuhi pencetakan kedua yang diutamakan terhadap penggantian e-KTP yang rusak, pindah datang, perubahan elemen data, serta hilang. “Tahap pertama yang menjadi prioritas, tentunya untuk yang cetak baru. Namun kita juga mengupayakan agar yang pencetakan penggantian juga bisa segera diselesaikan secepatnya,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya akan meminta tambahan blanko kepada Kemendagri, agar pencetakan hingga akhir tahun ini bisa terpenuhi. “Saat ini kita masih fokus melakukan pencetakan terhadap dua ribu e-KTP tahap tiga. Selesai itu, kita akan minta lagi ke pusat. Mudah-mudahan kekurangan yang ada bisa segera dipenuhi,” imbuhnya. (cr20)

Pariwisata dan Perikanan Jadi Sektor Unggulan

0
Pulau Bawah, salah satu pulau yang jadi destinasi wisata di Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Daerah membentuk tim untuk percepatan pembangunan khususnya bidang pariwisata dan perikanan. Tim percepatan pembangunan tersebut dipimpin oleh Asisten II Setdakab Anambas Masykur. Dibentuknya tim tersebut yakni untuk mengoordinasikan kendala yang dihadapi dalam pengembangan infrastruktur pada dua sektor unggulan Anambas itu.

Dalam Surat Keputusan bernomor 213 tahun 2017, tim ini bernama tim terpadu percepatan koordinasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dengan Pemerintah Pusat di bidang infrastruktur pariwisata dan perikanan. “Jadi, bila ditemukan kendala tim ini yang nantinya membantu mencari solusinya,” ujarnya Masykur, selaku Ketua tim percepatan pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas (8/10).

Ia menambahkan, sesuai dengan SK, tim tersebut terdiri dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas pariwisata dan kebudayaan, Dinas perikanan, pertanian dan pangan, Balitbangpeda, Dishun dan LH, Disperindagkop dan dibantu dua orang tenaga ahli pendamping pariwisata tergabung dalam tim tersebut.

“Dibentuknya tim ini untuk membantu OPD dalam mewujudkan masterplan dan konsep yang ingin mereka kembangkan. Kalau pun ada kendala, nantinya tim ini yang membantu menyelesaikan kendala yang ada,” ungkapnya.

Diketahui jika Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan daerah Kepulauan yang wilayahnya terdiri dari banyak pulau. Banyaknya pulau tersebut menjadi kelebihan sendiri lantaran setiap pulau yang ada memiliki keindahan alam yang luar biasa sehingga Anambas memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa.

Disamping itu, Anambas juga dikelilingi lautan bahkan 98 persen merupakan lautan. Potensi lautan di Kabupaten Kepulauan Anambas juga sangat baik. Ikan di perairan Anambas sangat melimpah sehingga wajib hukumnya jika potensi yang ada ini dikembangkan kedepan. (sya)