Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 12951

Dari Nongsa, Wisata Kepri Terkembang

0

batampos.co.id – Kerja sama penguatan sektor wisata Kepri melalui jasa pelayaran menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rangkaian forum investasi 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura, Kamis (7/9), di Singapura.

Adalah Citra Mas Group melalui PT Nongsa Terminal Bahari (NTB) mengadakan perjanjian kerja sama dengan Singapore Cruise Centre (SCC). Kerja sama ini dalam bentuk memasarkan wisata Kepri, khususnya Batam, lewat Nongsa yang kini dikembangkan menjadi kawasan bisnis terpadu oleh Citra Mas Group.

SCC sendiri merupakan operator feri terminal satu-satunya di Singapura yang bergerak dalam usaha operasional pelayaran dan terminal, serta konsultan yang berhubungan dengan usahanya. SCC mengelola seluruh kapal feri rute Kepri, termasuk Batam. Baik dari Tanah Merah maupun dari Harbour Front.

“Tertarik dengan hal itu, mengapa tidak kita adakan kerja sama saja? Membuka peluang kapal penumpang dari Singapura bisa juga lewat Pelabuhan Nongsapura. Itu salah satunya,” ujar Chairman Citra Mas Group, Kris Taenar Wiluan.

Selain itu, MoU ini juga bertujuan mempromosikan usaha dan proyek Citra Mas Group yang sedang berjalan di Nongsa, yang berpotensi meningkatkan lalu lintas kunjungan wisatawan ke Batam. Terlebih setelah hadirnya Infinite Studio, sebagai pusat animasi dan studio film bertaraf internasional.

Selain itu, ada lagi The Scene, kawasan hunian hotel (condotel) bernuansa kota film yang memadukan lokasi produksi film dengan suasana pariwisata. “Serta saat ini yang tengah dikembangkan, yakni Nongsa Digital Park, sebagai ekosistem mandiri untuk industri kreatif dan digital yang sementara mendukung media digital di Singapura dan Indonesia, dan bahkan ke depan akan mendunia,” jelas Kris.

CEO Singapore Cruise Centre, Christina Siaw, mengungkapkan pihaknya menyambut baik penandatanganan MoU ini. “Ini menjadi kolaborasi bisnis dan pemasaran produk bahari pertama kami dengan Nongsa Terminal Bahari. Saya berharap, ke depan kita bisa sama-sama dalam memajukan dunia usaha yang kita kelola yang berdampak bagi kemajuan wisata masing-masing,” jelasnya.

Penandatanganan ini dilakukan oleh CEO SCC Christina Siaw dengan Direktur Utama Kawasan Industri terpadu Kabil Peter Vincen, disaksikan Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya, Kris Taenar Wiluan, dan Chairman EDB Singapura Beh Swan Gin.

Dalam penyampaiannya ke Menpar Arief Yahya, Kris mengungkapkan, kerja sama ini juga bertujuan membantu terminal feri di Batam dalam hal keselamatan, keamanan, dan layanan. “Nongsapura menjadi percontohan pertama sehingga ke depan bisa menjadi contoh yang baik bagi feri terminal lainnya di Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Menanggapinya, Arief Yahya mengatakan kerja sama ini akan memperkuat Kepri sebagai kawasan pariwisata maritim seperti yang dikembangkan Kemenpar. “Ini menjadi langkah awal yang baik,” ujarnya.

Usai penandatanganan MoU, baik pihak Singapura maupun pihak Nongsa Terminal Bahari akan segera kembali bertemu untuk membahas lebih lanjut arah kerja sama tersebut. “Harus secepatnya kita realisasikan, khususnya dalam bidang pemasaran dan promosi terminal Nongsa sebagai pintu wisata pengunjung dari Singapura ke Kepri,” kata Peter Vincen. (cha)

 

 

Presiden RI: Batam Jadi Digital Hub Singapura ke Daerah Lain di Indonesia

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengukuhkan pentingnya posisi Batam dalam hubungan kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura. Hal itu disampaikan pemimpin kedua negara dalam Singapore-Indonesia Investment Forum di ruang kedatangan Marina Bay Cruise Centre, Singapura, Kamis (7/9).

Di hadapan sejumlah menteri Kabinet Kerja dan para petinggi pemerintahan serta pelaku bisnis Singapura yang hadir dalam pertemuan itu, Jokowi mengungkapkan, dalam pengembangan kerja sama bisnis kedua negara, Batam menjadi pintu gerbang utama Indonesia, karena paling dekat dengan Singapura.

Jokowi menekankan, ke depan kerja sama kedua negara harus berbasis digital, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Dalam konteks ini, kata Jokowi, Batam berperan sebagai hub atau jembatan yang menghubungkan Singapura dengan berbagai daerah di Indonesia dan sebaliknya.

“Batam harus mampu menghubungkan Singapura dengan komunitas lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Bali. Batam harus mampu juga menjadi penyedia dan memberikan pelayanan,” tegasnya.

Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), selain Bintan dan Karimun, kata Jokowi, Batam harus mampu membawa perubahan. “Kalau dulu Batam sebagai kota industri, sekarang harus mampu bersinergi dengan Singapura, menjadi jembatan industri teknologi, manufaktur, dan pariwisata berbasis digital,” jelasnya.

Dengan berbasis digital, dia berharap, industri kreatif bisa dimaksimalkan pencapaiannya. Bukan hanya dari sektor pariwisata, tapi juga meliputi sektor lainnya seperti industri manufaktur, wisata maritim, dan industri lain yang mampu bersinergi dengan kepariwisataan.

“Tahun ini Indonesia menyiapkan dana 1 miliar dolar Amerika untuk perusahaan start up industri digital,” ujarnya.

Jokowi juga menjelaskan berbagai prestasi ekonomi Indonesia. Kemajuan ini, kata dia, tidak terlepas dari perbaikan dan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke. Tentu saja, kata Jokowi, peningkatan ekonomi ini tidak terlepas dari dukungan berbagai negara yang telah menanamkan modalnya di Indonesia. Ia menyebut, Singapura masih menjadi negara yang paling banyak investasinya di Indonesia.

“Karena itu, membuka kran investasi industri masih jadi fokus kami,” katanya.

PM Lee Hsien Loong mengatakan, sebagai tetangga dekat, Singapura gembira dengan kondisi ekonomi Indonesia yang stabil. Faktor itu jadi pendorong bagi Singapura untuk terus menanamkan investasinya di Indonesia.

“Bersama Presiden Jokowi, kami selalu membicarakan bagaimana memperkuat hubungan. Mulai dari menghadapi tantangan ekonomi global dan bagaimana mengatasi krisis bersama-sama,” katanya.

Menurut Lee, banyak hal yang bisa dikerjakan bersama-sama antara Indonesia dengan Singapura, terutama dalam sektor industri. “Kami berjanji untuk mendorong perusahaan start up bidang telekomunikasi dari Singapura masuk ke Indonesia,” katanya.

Di sektor pariwisata, menurut Lee, wisawatan Singapura tak pernah sepi ke Indonesia.
Setidaknya, kata dia, ada

12 juta turis Singapura yang masuk ke Indonesia tahun lalu. “Batam, Bintan, Karimun adalah gerbang paling potensial. Ini menjadi bagian dari kerja sama kami. Khususnya saat ini kerja sama  Marina Cruise Centre dari Harbour Front ke Batam. Ini untuk melanjutkan kerja sama antardua negara yang semakin baik sejak 50 tahun lalu.

Saya berharap kerja sama ekonomi kita makin maju dan sukses,” katanya.

Ketua Federasi Bisnis Singapura (CBF), Teo Siong Sing, mengatakan meningkatnya nilai investasi Singapura terhadap Indonesia pada tahun ini tak lepas dari pandangan mereka terhadap kinerja Jokowi dalam membangun infrastruktur dan memperbaiki regulasi perizinan.

“Pada 2017 ini, Singapura menanamkan modalnya sebesar 9,2 miliar dolar Amerika khusus untuk Indonesia,” ujarnya.

“Indonesia masih menjadi pasar potensial Singapura dalam berbagai bidang ekonomi dan industri, termasuk industri wisata dan khususnya industri manufaktur,” ia menambahkan.

Ia berharap, hubungan bilateral yang dibina selama ini menguntungkan kedua belah pihak.

Kerja sama dengan komunitas bisnis di Singapura akan terus berlanjut.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Roslan Roesslani, mengatakan kehadiran pemimpin kedua negara menjadi manifestasi hubungan bilateral yang kuat selama 50 tahun terakhir.

“Singapura masih menjadi investor terbesar Indonesia. Kami akan selalu menerima investor dengan tangan terbuka sebagai mitra yang baik, khususnya di investasi,” katanya.

Sebelum bertemu dengan PM Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan warga Indonesia di Singapura di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Rabu (6/9) malam. Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang hadir dalam acara itu sempat berbincang sebentar dengan Jokowi.

Menurut Nurdin, Presiden menegaskan segera menuntaskan permasalahan Batam agar investasi kembali semakin meningkat.

“Segera saya selesaikan. Supaya investasi di Batam benar-benar pulih,” kata Nurdin menirukan ucapan Jokowi.

Di awal perbincangan, sebelum Nurdin melaporkan perkembangan Kepri, ia langsung mendapat pertanyaan dari Jokowi. “Pak Gub, Batam masih begitu juga?”

Nurdin berharap kunjungan Presiden ke Singapura semakin meningkatkan investasi di Kepri. Apalagi sejumlah CEO perusahaan besar hadir dalam Singapore-Indonesia Investment Forum.

“Kita tetap berupaya investasi semakin banyak masuk ke Kepri,” kata Nurdin. (cha)

 

 

Pelabuhan Sijantung Siap Beroperasi, Alternatif Batam – Lingga

0
Pelabuhan Sijantung

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kepri, Surya Makmur mendesak Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera membuka akses pelayaran dari Sijatung, Batam ke Kabupaten Lingga. Karena keberdaaan pelabuhan tersebut hingga kini masih belum optimal.

“Kami melihat peran Pelabuhan Sijantung, Batam masih belum optimal. Karena sekarang ini hanya menjadi persinggahan pelayaran,” ujar Surya Makmur menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (7/9) di Tanjungpinang.

Dikatakannya, pihaknya sudah turun ke lokasi, Rabu (6/9) lalu bersama Dishub Kepri. Menurutnya, Pemprov Kepri harus melakukan sedikit perbaikan dan penataan dikawasan pelabuhan tersebut. Seperti lahan parkir yang belum representif untuk pelayanan. Selain itu, katanya, sarana dan prasarana pendukung lainnya yang harus dibenahi adalah ruang tunggu penumpang dan ketersediaan jaringan listrik dan air.

“Kami berharap hadirnya Pelabuhan Sijantung bisa membuka akses ke Kabupaten Lingga menjadi lebih cepat. Artinya bukan hanya untuk kepentingan konektiviti, tetapi juga untuk mempercepat pembangunan pariwisata Lingga,” paparnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Batam itu menyarankan, Gubernur Kepri untuk segera membuka kerjasama dengan pihak swata. Dikatakannya, untuk tahap awal ini ada baiknya, Mv.

Lintas Kepri yang merupakan milik Pemprov Kepri ditambah rute pelayarannya dengan melintas pelabuhan tersebut.

“Tujuan awal pembangunan pelabuhan tersebut adalah untuk memangkas rentang kendali antara Batam-Lingga. Artinya kita harus komitmen pada tujuan awal,” tegasnya.

Dikatakannya juga, Pelabuhan Sijantung yang dibangun dengan menggunakan anggaran kota dan provinsi saat ini dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauam Riau. Saat ini baru dua operator kapal yang melayani pelayaran di Pelabuhan Sijantung yakni KM Karunia dan KM Istiqomah. Dua operator tersebut melayani pelayaran dari Tanjungbatu, Tanjungbalai Karimun dan Tanjungpinang.

Saat ini pelabuhan yang berada di Jembatan V ini memang belum begitu diketahui oleh warga. Padahal akses dari pelabuhan ini menuju ke beberapa pulau seperti Tanjungbatu dan Tanjungpinang lebih cepat ketimbang dari pelabuhan-pelabuhan lain. Dinas Perhubungan harus bisa lebih mengoptimalkan pelabuhan ini untuk kemudahan transportasi laut.

“Jadi agar masyarakat tahu, pelabuhan ini harus dibuka dandiresmikan oleh pemerintah. Otomatis kalau sudah secara resmi dibuka masyarakat akan mengetahui rute-rute mana saja yang dilayani di pelabuhan ini,” tutup Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kepri tersebut. (jpg)

Pejabat Pemprov Tantang Petahana pada Pilwako Tanjungpinang

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Kandidat petahana harus bekerja keras untuk mempertahankan singgahsananya. Lantaran akan mendapatkan persaingan dari jalur Independen. Ia adalah Edi Saprani yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon tiga di lingkungan Pemprov Kepri.

“Keputusan kami untuk maju adalah untuk memberikan yang terbaik bagi Tanjungpinang tentunya,” ujar Edi Saprani menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (7/9) di Tanjungpinang.

Pejabat yang duduk sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Biro Kesra Pemprov Kepri tersebut menjelaskan, untuk menatap Pilwako Tanjungpinang priode 2018-2023, ia memutuskan berpasangan dengan Umar Usman yang merupakan seorang guru.

Disinggung apakah keikutsertaan mereka pada Pilkada nanti adalah merupakan sebuah skenario atau strategis parpol tertentu untuk memecahkan suara pemilih. Menyikapi hal itu, pria yang pernah bertugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanjungpinang Timur tersebut menegaskan, kalau dirinya bukan merupakan boneka parpol.

“Kami bukan calon titipan atau ada sponsor dari parpol. Komitmen kami jelas, yakni ingin menjadikan Tanjungpinang lebih baik lagi,” tegas Edi.

Pria kelahiran Bengkalis tersebut mengklaim, hingga saat ini pihaknya sudah mendapatkan dukungan sebanyak 15.000 dari empat kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang. Menurutnya, jumlah tersebut sudah dalam tahap aman. Karena Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) menyebutkan calon indepen bisa ikut Pilkada ketika mendapatkan dukungan 10 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbaru.

“Ketika tahapan pendaftaran calon independen sudah dibuka. Kami akan melakukan pendaftaran dengan menyerahkan berkas dukungan sesuai dengan aturan yang ada,” tutup Edi Saprani.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan mengacu pada DPT Pilkada Gubernur lalu, jumlah pemilih di Tanjungpinang adalah 146.207 jiwa. Artinya, jika tuntan PKPU adalah 10 persen, maka kandidat independen harus mendapatkan dukungan minimal 14.621.

“Penyampaian dukungan calon indepenen adalah pada 25-29 November mendatang. Adapun penyampaian syarat calon independen akan kami publis pada 10 September nanti,” ujar Robby.

Menurut Robby, pihaknya membutuhkan waktu lebih kurang satu bulan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan calon independen di empat kecamatan yang ada di Tanjungpinang.

Ditegaskannya, verfikasi tersebut dilakukan by name by address sesuai yang disampaikan kandidat.

“Jika memenuhi syarat, tentu kandidat independen bisa melakukan pendaftaran calon pada Januari mendatang bersama kandidat dari Partai Politik,” papar Robby. (jpg)

TP2GP Cari Bukti Otentik Terkait Sultan Mahmud

0
Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. f-istimewa

batampos.co.id – Setelah menerima usulan Sultan Mahmud Riayaat Syah (SMSR) III sebagai kandidat Pahlawan Nasional tahun ini, Tim Pengkaji dan Peneliti Gelar Pusat (TP2GP) turun ke Kepri untuk mencari bukti otentik tentang SMSR.

“Secara administrasi memang SMSR sudah memenui persyaratannya. Tetapi untuk menguatkan itu, perlu didukung dengan bukti otentik,” ujar Anggota TP2GP, Kurniawati menjawab pertanyaan media disela-sela melakukan pertemuan dengan TP2GD di Tanjungpinang, Kamis (7/9).

Dijelaskannya, TP2GP akan melakukan sidang akhir pada Oktober mendatang tentang siapa kandidat yang layak untuk menyandang predikat pahlawan nasional tahun 2017 ini. Menurut, Akademisi Universitas Neger Jakarta (UNJ) tersebut, keputusan akhir tetap menjadi hak proregatif Presiden.

“Harapan kami adalah nama-nama yang diserahkan nanti ke Presiden mendapatkan gelar pahlawan nasional. Artinya tidak hanya terpaku pada satu kandidat,” paparnya.

Perempuan yang disapa Nia tersebut menjelaskan, kreteria penilaian TP2GP adalah kontribusi kandidat yang diusulkan dalam mengisi perjuangan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satu syarat mutlaknya adalah, calon yang bersangkutan tidak pernah melakukan pengkhiatan dengan bekerjasama pada penjajah.

Dikatakannya juga, perjuangan Kepri sekarang ini adalah merupakan kesempatan yang terakhir. Karena apabila ini gagal, maka SMRS tertutup harapan untuk menjadi pahlawan nasional.

Lebih lanjut katanya, hasil verifikasi terhadap bukti-bukti peninggalan SMRS akan dibawa ke persidangan TP2GP nanti.

“Memang kami memerlukan bukti sahih tentang Kesultanan Mahmur Riayaat Syah. Semoga apa yang diharapkan masyarakat Kepri, bisa disetujui oleh Presiden,” tutupnya.

Ketua TP2GD, Abdul Malik mengatakan kekuasaan SMRS melingkupi tiga negara. Karena didalamnya melibatkan Riau Lingga, Johor, dan Pahang. Menurut Malik di Tanjungpinang ada beberapa situs penting peninggalan SMRS. Salah satunya adalah Pulau Penyengat. Karena Pulau Penyengat dijadikan benteng perperangan.

Dikatakannya, pihaknya akan menjelaskan secara detail kepada TP2GP disetiap daerah yang menjadi catatan sejarah. Baik itu yang ada di kawasan Istana Kota Rebah, Pulau Bayan. Masih kata Malik, selain yang ada di Tanjungpinang, situs penting lainnya berada di Kabupaten Lingga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Lingga. Apabila tidak ada aral melintang besok (hari ini,red) kami akan menuju Lingga,” ujar Malik.

Dijelaskan Malik, SMRS adalah pemimpin yang tidak pernah berkompromi dengan kolonial Belanda. Makanya TP2GD menyematkan SMRS sebagai pahlawan gerilyawan laut. SMRS juga handal dalam membangun kekuatan ekonomi. Bahkan pengelolaan timah pertama di Lingga merupakan kepiawaiannya.

“Artinya SMRS sangat memberikan pengaruh yang besar dalam mengisi kemardekaan bangsa ini. Atas dasar itu, kami menilai SMRS sangat layak untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional,” harap Malik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemprov Kepri, Doli Boniara yang ikut mendampingi menambahkan, Pemprov Kepri bersama TP2GD sudah bekerja keras untuk melengkapi syarat-syarat untuk mendapatkan gelar pahlawan bagi SMRS. Ia berharap ini menjadi gelar perdana bagi Provinsi Kepri.

“Kita ketahui usulan perdana tiga tahun yang lalu mental diawal. Tetapi alhamdulillah sekarang ini menunjukan progres yang baik. Semoga hasilnya juga baik, dan menjadi hadiah istimewa di hari jadi Kepri ke-15 tahun nanti,” ujar Doli.(jpg)

BPOM Cari Tahu Pemilik Kosmetik Ilegal

0
Petugas BPOM memeriksa sejumlah jenis kosmetik ilegal di salah satu gudang di Tanjung Unggat Tanjungpinang, Rabu (6/9). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Guna mengetahui siapa pemilik dari ratusan produk kosmetik ilegal yang diamankan di tiga lokasi di Tanjungpinang. Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam, akan meminta keterangan dari sejumlah karyawan toko Elise.

Kepala BPOM Batam, Alex Sander, mengatakan pihaknya sampai saat ini belum mengetahui siapa pemilik dari barang-barang tersebut. Pihaknya pun akan melayangkan surat agar datang untuk diperiksa.

“Toko Elise itu ada lima karyawannya. Nah, mereka ini akan kami mintai keterangan terlebih dulu. Diduga bos toko tersebut pemilik kosmetik ilegal itu,” ujar Alex, Kamis (7/9).

Dikatakan Alex, pemilik gudang yang menyimpan kosmetik ilegal tersebut kabur ketika pihaknya melakukan operasi gabungan bersama instansi terkait lainnya tersebut.

“Saat kami datang ke gudang itu. Salah satu pegawai BPOM sempat melihat ada seorang laki-laki di dalam gudang yang kabur kearah belakang. Namun, tak sempat diamankan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam, menggrebek gudang kosmetik ilegal di Jalan Sultan Machmud, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Rabu (6/9) sore. Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan ratusan item kosmetik.

Dalam operasi tersebut, BPOM turut melibatkan Polda Kepri, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Satpol PP Provinsi Kepri dan Kodim 0315 Bintan serta Kejati Kepri. Terlihat petugas, mengecek satu persatu kosmetik yang diduga ilegal tersebut.

Sebelum melakukan penggrebekan tersebut. Petugas terlebih dulu memantau aktivitas tempat penyimpanan kosmetik tersebut selama dua bulan.

BPOM menduga gudang tersebut merupakan distributor kosmetik yang tidak memiliki izin resmi. Yang mana diduga barang tersebut diimpor dari Malaysia, Taiwan, Korea dan Thailand.

Jika dilihat secara kasat mata, kosmetik ini mengandung zat merkuri. Zat ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kanker kulit jika digunakan. Ini jelas melanggar undang-undang kesehatan pasal 197 KUHP dan bisa dipidana 15 tahun penjara.

Tak hanya di Tanjung Unggat, tim operasi gabungan tersebut juga mengamankan sejumlah kosmetik ilegal di salah satu toko dan gudang di Jalan Bakar Batu. Namun, kosmetik yang diamankan tidak sebanyak di gudang Tanjung Unggat. (ias)

PLTMG 9 MW di Tanjunguban sebagai Cadangan jika Interkoneksi Putus

0
Pekerja galian kabel untuk jaringan mesin PLTMG Teluk Sasah
berdaya 9 Mw dilakukan di Desa Teluk Sasah Kecamatan Seri Kuala Lobam,
Kamis (7/9/2017).

batampos.co.id – Skenario baru kelistrikan sedang diwujudkan di Tanjunguban. Mesin Pembangkit Llstrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dari Tokojo dan Dompak di Tanjungpinang dengan total daya 9 Mw akan dipindahkan ke Tanjunguban Bintan.

Tujuannya, jika daya listrik yang dikirim melalui jaringan interkoneksi bawah laut
dari Batam mengalami gangguan, maka pasokan listrik Tanjunguban dan sekitarnya masih memiliki daya cadangan.

“Sudah disiapkan plane back up kelistrikan. Jika interkoneksi Batam mengalami gangguan, Tanjunguban dan sekitarnya masih ada cadangannya. Seperti genset,” ungkap Manager Rayon PLN Tanjunguban Adi Widoyoko yang dihubungi Batam Pos, Kamis (7/9).

Dijelaskannya, keunggulan secara teknis sama dengan pembangkit listrik tenaga uap yang disuplai dari Batam. Hanya, keunggulan ke depan, apabila ada sesuatu yang melanda jaringan kelistrikan interkoneksi baik di Batam maupun di Bintan, maka sudah ada antisipasinya.

“Bagaimana pun, kita tidak tahu kejadian ke depannya, misalkan aja kalau 1 tower (interkoneksi) roboh,” katanya.

Saat ini, pekerjaan galian kabel sedang dilakukan di Desa Teluk Sasah Kecamatan Seri Kuala Lobam. Menurut rencana, mesin PLTMG dipindahkan pada 31 Oktober 2017, sehingga 1 November 2017 sudah siap mem-backup kelistrikan di Tanjunguban dan sekitarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga merencanakan akan membangun PLTMG berdaya 30 Mw di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Saat ini masih dalam tahap studi kelayakan. (cr21)

Kecamatan Seri Kuala Lobam Miliki Kasus Gizi Buruk Tertinggi se Bintan

0

batampos.co.id – Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) menempati peringkat tertinggi kasus gizi buruk se Bintan. Tercatat sebanyak 15 kasus giziburuk dalam dua tahun terakhir. Menekan angka penderita gizi buruk, petugas kesehatan rutin melakukan sweeping ke rumah warga.

Kepala Puskesmas Teluk Sasah dr Kurniawan kepada Batam Pos, Kamis (7/9) kemarin membenarkan, wilayah kerja Puskesmas Teluk Sasah dengan ruang lingkup Seri Kuala Lobam merupakan penderita tertinggi kasus gizi buruk se Bintan.

“Kami sudah koar-koar, tapi orangtua susah diajak kerja sama. Terbesar penderitanya di Teluk Sasah dan Tanjung Permai,” sebutnya.

Tingginya angka penderita gizi buruk dilatarbelakangi, karena orangtua sangat sulit diajak komunikasi akibat banyak orangtua penderita gizi buruk yang sibuk bekerja, sehingga kurang meluangkan waktu untuk anak.

“Diminta datang ke posyandu saja, alasannya kerja. Makanya, kami gencar melakukan sweeping ke rumah. Termasuk apabila ada titik kumpul di masyarakat, kami selalu menyelipkan promosi kesehatan,” katanya.

Kurniawan berharap, dalam menangani kasus gizi buruk harus ada kerja sama dan pengawasan dari lintas sektoral serta koordinasi di tingkat RT/RW, kelurahan dan desa. Petugas kesehatan tak mungkin maksimal melakukan pengawasan sendiri terhadap anak-anak penderita gizi buruk.

Berta petugas kesehatan bagian gizi yang melakukan sosialisasi gizi buruk di
posyandu Perumahan Lobam Mas Asri, kemarin menyimpulkan, gizi buruk
lantaran pengetahuan orangtua tentang gizi minim. Selain itu, kondisi
orangtua yang umumnya bekerja sehingga banyak menitipkan anaknya ke pengasuh namun kurang memperhatikan gizi anak.

Kadis Kesehatan Bintan, dr Gamma yang dihubungi Batam Pos, kemarin mengakui, penanganan kasus gizi buruk di Seri Kuala Lobam menjadi prioritasnya. Sejauh ini, petugas kesehatan dari puskesmas, dinas kabupaten maupun provinsi sudah bekerja keras.

“Masalahnya ada di ibu penderita dan tempat penitipan anak karena di sana rata rata orangtuanya pekerja,” sebutnya.

Mengenai gizi buruk ia menjelaskan dibagi dua. Penderita gizi buruk kategori primer yang dimaksud apabila anak kurang asupan gizi sehingga berat badannya menurun. Sedangkan sekunder merupakan gizi buruk yang dibawa akibat penyakit tertentu.

Ditanya soal alokasi anggaran khusus untuk penderita gizi buruk di Bintan, ia menyebut, jika awalnya Dinkes telah mengalokasikan anggaran. Namun Pemprov Kepri sudah mengalokasikannya, sehingga alokasi cukup dari Pemprov saja.

“Kalau dua duanya dialokasikan dengan sasarannya sama, bisa dobel dan
menjadi temuan. Makanya sementara dari provinsi saja,” katanya.

Seminggu sekali, menurutnya, anak penderita gizi buruk diberikan asupan makanan tambahan berupa biskuit. Hanya, asupan biskuit saja tidak cukup. Anak penderita gizi buruk juga perlu asupan makanan yang mengandung protein dan lainnya. Solusi
ke depan, ia akan mengandeng PKK dan semua pihak untuk melakukan
pembinaan terhadap masyarakat.

“Yang pasti waktu bertemu anak dan orangtua kurang, karena orangtua sudah bekerja dan setelah pulang alasannya capek,” tutupnya. (cr21)

Hotel Bintang Lima, segera Dibangun di Pantai Sakera, Bintan

0

batampos.co.id – Kemajuan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bintan, terus mengalami peningkatan. Khususnya di sektor pariwisata. Ini ditandai dengan rencana pembangunan hotel bintang 5 yang akan segera direalisasikan, dalam waktu dekat, di Kawasan Pantai Sakera, Kecamatan Bintan Utara.

Pembangunan hotel dengan nilai investasi Rp 500 miliar, ini diwujudkan dengan peletakan batu pertama yang akan dilakukan Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama pemilik Hotel Sahid Eminence Group, Zaid Mahdani, Senin (11/9) mendatang.

Apri Sujadi, mengatakan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Melia Bintan Indonesia, tersebut merupakan langkah baik, guna mengoptimalkan pengelolaan potensi sektor pariwisata, agar lebih berkembang dan lebih maju dibandingkan daerah lainnya.

Menurutnya ini merupakan wujud komitmen untuk mendukung pihak investor, baik lokal maupun nasional agar berinvestasi di Kabupaten Bintan, khususnya yang bergerak di bidang bisnis perhotelan.

“Kehadiran investor untuk berinvestasi di Kabupaten Bintan, guna membangun hotel ini patut kita apresiasi. Sebab kedepan akan memiliki dampak positif bagi kemajuan pembangunan sektor pariwisata, termasuk peluang kerja lokal, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Namun suatu hal yang pasti, kita hanya ingin memberikan suatu kemudahan perijinan investasi, yang juga harus dibarengi dengan kepastian wujud pembangunan itu sendiri,” Terang Apri, Kamis (7/9).

Direktur Hotel Melia Bintan Indonesia, Andi Syafrullah mengatakan keinginan owner Hotel Sahid Eminence Group, melakukan investasi di Kabupaten Bintan, tentunya termotivasi karena potensi sektor pariwisata yang dimiliki Kabupaten Bintan, sangat strategis. Disamping itu obyek wisatanya juga mampu bersaing dengan daerah lainnya.

Ia mengaku, pihaknya telah mempunyai banyak pengalaman dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah melalui gagasan pengembangan sektor pariwisata.

Apalagi ini didukung dengan objek wisata Bintan, yang merupakan objek wisata yang disukai oleh mancanegara.

Tak lupa dirinya selaku manajemen juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, organinasi masyarakat, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat, dan berharap dukungan yang maksimal agar pembangunan hotel berbintang lima tersebut dapat berjalan lancar.

“Mudah-mudahan, dengan terwujudnya pembangunan hotel ini, akan memberikan banyak manfaat besar bagi kemajuan perekonomian Kabupaten Bintan,” ungkapnya.

Diketahui Hotel Melia Bintan Indonesia merupakan cabang hotel yang ke-4 setelah di Cianjur, Bandung dan Bali.

Hotel yang dikonsep dengan tinggi bangunan 8 lantai ini, direncanakan akan dibangun diatas lahan seluas 5 hektar, dengan dilengkapi view laut dan taman-taman, serta dilengkapi fasilitas hotel bintang lima seperti kolam renang serta jacuzzi.

“Kami rencanakan targetnya dalam jangka waktu 2 tahun pembangunan hotel ini akan selesai. Konsep hotel akan kita buat dengan view laut seperti cabang hotel di Bali, serta taman-taman pendestrian seperti di Bogor, Sahid Eminence Resort Ciloto Puncak,” imbuhnya (cr20)

Kundur Siap Produksi Beras Kualitas Ekspor

0
ilustrasi

batampos.co.id– Provinsi Kepulauan Riau (Kepri,) menjadi proyek percontohaan pertanian bioindustri padi berbasis ekspor di wilayah perbatasan. Program ini menjadikan Kepri penghasil beras kualitas siap ekspor.

“Ini proyek pertama di Indonesia, dan Kepri dipilih untuk menyukseskan program ini,” kata Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pertanian, Prof. Dr.Ir. Sri Widowati, Kamis (7/9) usai mengunjungi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKKP) Kota Batam.

Ia menjelaskan saat ini pemerintah tengah mendorong penguatan perekonomian, wilayah perbatasan salah satunya melalui bidang pertanian.

Setelah melakukan riset, kementerian memilih pulau kundur, Karimun sebagai lokasi pengembangan pertanian bioindustri ini. Proyek ini akan mengembangkan beras kualitas premium yang akan dipasarkan di negara tetangga.

“Jadi sasarannya memang untuk diekspor, hal ini bisa mendukung perekonomian mereka yang tinggal di daerah perbatasan,” ujarnya.

Saat ini sudah ada 100 hektar lahan yang siap diolah menjadi sawah dan menghasilkan padi. Bedanya dengan yang lain adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah dari padi menjadi beras lebih canggih, sehingga hasilnya berkualitas dan cocok untuk diekspor.

Dia mengatakan sebagai salah satu daerah perbatasan, Kepri memilki keunggulan dari daerah lain, karena dekatnya jarak ke negara tetangga, jadi memudahkan ongkos pengiriman dan lainnya.

“Kepri banyak daerah yan lahannya cocok untuk pertanian, jadi sudah seharusnya dikembangkan untuk program padi ini,” ungkapnya.

Ke depan program lumbung pangan berbasis ekspor, ini juga akan dikembangkan di daerah lainnya di Kepri. Program ini direncanakan akan diresmikan awal tahun depan. “Sekarang kita tengah bangun instalasi pengolahan padinya,” tutup Sri. (cr17)