Tim gabungan saat memeriksa daging hewan kurban di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Jumat (1/9). F.Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bintan dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kepri sempat bersitegang dengan panitia penyembelihan hewan kurban di Desa Busung, Jumat (1/9) lalu.
Pasalnya, seekor kambing yang belum cukup umur, sudah disembelih. “Alasan mereka tidak tahu kalau kambing itu belum cukup umur. Ditanya siapa yang berkurban? Mereka juga menjawabnya tidak tahu siapa orangnya, katanya yang berkurban orang luar. Malah kami dibilang telat datang,” kata Kasi Kesehatan Dinas Pertanian Bintan drh Iwan Berri Prima kepada
Batam Pos, kemarin.
Menurut Iwan, ini adalah pengalaman baru yang ditemukannya dan harus dijadikan pelajaran bagi semua, termasuk panitia penyembelihan hewan kurban. Meski setelah diperiksa, daging kambing itu sehat dan layak, namun menurut agama belum bisa dikurbankan atau tidak sah.
“Tadi kami serahkan ke masjid, bagaimana selanjutnya,” tutur
Iwan.
Sebelum ini, ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan imbauan dan sosialisasi ke masjid-masjid yang ada di Bintan. Hanya, diakuinya tidak bisa dilakukan maksimal karena petugas yang terbatas dan terbatasnya anggaran. Namun, ia berharap ke depan pengalaman yang seperti ini tidak terulang.
Maka itu, pesannya agar panitia penyembelihan hewan kurban di masjid-masjid aktif bertanya serta mencari tahu bagaimana tata cara menyembelih hewan kurban yang benar. Selain itu, tim juga masih menemukan panitia yang mengemas daging kurban dengan kantong plastik warna hitam dan panitia yang merokok
saat mengemas daging kurban.
“Sudah kami tegur, tapi jawaban mereka ini sudah turun temurun dan biar tidak malu makanya dikemas pakai kantong warna hitam. Tadi juga langsung kami minta diganti kantong bening,” tuturnya.
Tim juga akan melanjutkan pemeriksaan pada hari kedua Idul Adha, atau Sabtu (2/9) hari ini di beberapa daerah di Tanjunguban.
“Besok kita turun ke Tanjunguban. Sejauh ini, untuk hari ini tidak ditemukan daging kurban yang berpenyakit atau ada cacingnya,” tukasnya. (cr21)
Sejumlah warga Batam sedang mengurus dokumen di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam Gedung Sumatera Promotion Center. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Layanan perizinan dokumen Izin Peralihan Hak (IPH) diakui Badan Pengusahaan (BP) Batam semakin lancar. Hingga 23 Agustus kemarin, ada 9.198 permohonan pembuatan IPH yang masuk dan 8.331 telah diselesaikan atau 91 persen telah selesai.
“Secara rinci, sisanya terdiri dari 345 batal, 74 tengah dalam proses registrasi, 234 kembali ke loket, dan 214 dalam tahapan verifikasi,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, Jumat (1/9).
Kendala utama saat ini dalam penerbitan IPH masih berkutat pada persoalan klasik yakni mengumpulkan dokumen-dokumen lama yang dibutuhkan untuk membuat IPH. Kebanyakan masih tercecer di sejumlah tempat.
Untuk pelayanannya sendiri, BP Batam terus mengembangkan sistem digital untuk memudahkan pelayanan ke masyarakat. BP Batam akan terus meningkatkan kemampuan dari Land Management System (LMS) yang mengakomodir pelayanan perizinan dokumen lahan.
“Dengan terus dikembangkan, maka penerbitan rekomendasi dan perpanjangan hak melalui website Batam Single Window (BSW),” katanya.
Disamping itu, pemohon dapat melakukan monitoring progres permohonan.”Pembayaran melalui bank pun sudah terhubung dengan sistem keuangan BP Batam,” katanya.
Di lain tempat, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan sangat berharap agar BP Batam terus membenahi pelayanannya terutama perizinan lahan.
“Kami hanya berharap BP Batam terus membenahi diri demi meningkatkan pelayanan kemada masyarakat. Kami dari pengembang mendukung langkah-langkah positif yang dilakukan BP Batam,” pungkasnya.(leo)
Pak Presiden Joko Widodo berkurban sapi dengan bobot 1.500 kilogram, atau 1,5 ton. Kepala Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan, sapi milik Presiden Jokowi yang berbobot 1.500 kg atau 1,5 ton itu berusia 8 tahun. Jenis sapinya, ongole lokal.
Warga Pondok Indah – Batam Center seusai menyembelih lembu. Berfoto sejenak. foto kiriman Afdal
Jamaah Mushola Jabal Uhud, Perum Pondok Indah di Batam Center merayakan Idul Adha dengan menyembelih 2 ekor sapi dan 5 ekor kambing.
Tahun ini ialah tahun ketiga mereka melaksanakan kurban dari warga dan dilaksanakan oleh warga.
Pada tahun ketiga ini pelakasaan berlangsung lebih baik dari sebelumnya sebab sudah ada pengalaman dari dua tahun sebelumnya.
Di Tiban masyarakat yang tinggal di Cluster Cendana Perumahan Graha Permata Indah pun melaksanakan kurban.
Adapun jumlah hewan yang dikurbankan di perumahan ini yakni 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing.
Daging hasil memotong hewan dibagikan ke semua warga.
“Kami tetap membaginya ke semua warga GPI,” ujar Sigit, salah satu panitia Idul Fitri 1438 H perumahan GPI kepada batampos.co.id siang tadi (1/9/2017).
Warga GPI juga menunaikan Salat Ied di fasilitas umum di perumahan itu.
Warga GPI saat memotong daging. foto: kiriman william seipatirattu
Bagaimana Idul Adha di rumah pembaca?! Meriah juga bukan?!
Penzance, sebuah kota pelabuhan kecil di Cornwall, Inggris, gagal memecahkan rekor pesta kostum bajak laut terbanyak di dunia.
Gara-garanya, para peserta datang telat!
Koordinator aksi tersebut, Andy Hazlehurst, menyatakan, dirinya menyebar pemberitahuan sejak lama. Dia menargetkan, ada 14.500 orang yang datang di festival Penzance Pirates. Jumlah tersebut selisih beberapa ratus dari rekor yang dipegang Kota Hastings, yakni 14.231 orang. Yang bikin masalah, banyak peserta rekor yang molor ketika penghitungan dimulai pada akhir pekan lalu.
”Cuma ada 10.574 orang yang datang di festival. Lainnya masih di pub. Bahkan, banyak yang masih teler,” jelas Hazlehurst sebagaimana dikutip UPI News. Kurang sekitar 4.000 orang lagi. Hal itu membikin Wali Kota Penzance Dick Cliffe kecewa. Apalagi, menurut Cliffe, bajak laut adalah ciri khas kota yang dipimpinnya. ”Bajak laut Penzance paling terkenal. Yang ada di Hastings cuma tiru-tiru,” kata Cliffe.
Meski kecewa, Hazlehurst menyatakan tidak bakal menyerah.
”Tahun depan kami bakal membuat acara serupa. Kami yakin bisa memecahkan rekor itu,” tuturnya. (fam/c6/na)
Bali punya magnet baru bagi turis, bernama Pesona Bali International Open Piano Competition II 2017. Even dunia ini bakal digulirkan 23-24 September 2017 di Padma Resort Legian Bali.
“Kami pilih Bali sebagai tempat penyelenggaraan karena itu adalah destinasi terbaik dunia 2017 versi TripAdvisor. Sekaligus mempromosikan destinasi utama pariwisata,” kata Eleonora Aprilita S, Ketua Panpel dari Opus Nusantara, di Denpasar, Kamis (31/8).
Nora, sapaan akrab Eleonora Aprilita S, mengaku ingin mengulang sukses penyelenggaraan kompetisi piano tahun lalu yang juga digelar di Bali. Tahun lalu, kompetisinya digelar dengan sangat unik. Para pianis dan pemain violin banyak yang tampil dengan gaya pakaian tradisional Bali. Lengkap dengan udeng (penutup kepala khas Bali), sarung dan baju khas budaya Pulau 1000 Pura itu.
“Jadi selain berlomba mendengarkan teknik bermain piano-viloin kasik, juga menyaksikan performance yang khas dan terasa berada di Pulau Dewata,” ujar Nora.
Menggelar lomba Piano di Bali, tentu tidak salah. Tahun lalu, pianis cilik asal Bali menggetarkan dunia dan membuat nama Bali terdengar nyaring saat Joey Alexander Sila, tampil memukau dalam acara pembukaan ajang penghargaan musik terbesar Amerika Serikat Grammy Awards 2016.
Saat itu, Joey dengan masuk di dua nominasi sekaligus sebagai Improvisasi Jazz Solo Terbaik lewat karyanya yang berjudul Giant Steps dan Album Instrumental Jazz Terbaik lewat album My Favorite Things.
“Ini bukti Indonesia mempunyai masa depan baik untuk menelurkan talenta di bidang musik klasik. Semoga kecermelangan Joey Alexander bisa menginspirasi anak anak muda ini untuk terus berlatih dan memainkan jari jemarinya untuk membawa Indonesia terkenal di mancanegara,” lanjutnya.
Dalam kompetisi piano ini, terang Nora, ada 12 kategori yang akan dipertandingkan. Untuk kategori lagu pilihan terbagi dalam 6 kategori yaitu A: usia maksimal 7 tahun, B:usia 8-9, C:usia 10-11, D:usia 12-14, E:usia 15-17, F:usia minimal 18 tahun.
“Kemudian ada enam Kategori Bebas, Bebas A-F, mereka akan berkompetisi memainkan tuts-tuts piano dengan tema jaman Barok, karya komposer sekitar tahun 1600–1750, zaman klasik, karya komposer tahun 1750–1820 , zaman romantik yaitu karya komposer pada sekitar awal 1800-awal 1900 dan zaman modern,karya komposer pada abad 20 -21,” terangnya.
Kompetisi akan dilaksanakan dalam 2 babak. Di babak penyisihan peserta harus memainkan 1 lagu.Peserta yang terpilih untuk tampil di babak berikutnya harus memainkan 1 lagu. Lagu yang dimainkan di babak final tidak boleh sama dengan yang dimainkan di babak penyisihan.
“Peserta boleh mengikuti beberapa kategori di kelompok umur sesuai usianya dan/atau satu kelompok umur di atasnya,” tambahnya.
Nantinya semua peserta kompetisi akan mendapatkan sertifikat partisipasi.
“Dewan juri akan mengumumkan 3 pemenang untuk setiap kategori, dan tambahan 3 harapan untuk kategori A-E.Pemenang akan mendapatkan piala, sertifikat kemenangan dan hadiah dari sponsor,” imbuh Nora.
Untuk target pesertanya, Nora menargetkan lebih dari 160 kontestan.
“Jumlah ini pasti akan meledak. Tahun lalu juga banyak yang tidak bisa ikut serta karena kuota telah penuh dan pendaftaran akan kami tutup tanggal 8 September mendatang. Saat ini sudah banyak peserta luar negeri yang mendaftar seperti dari Jerman, Australia, Korea dan China,” jelasnya.
Bagi Kemenpar, kompetisi piano ini konkret memberikan impact langsung maupun tidak langsung. Tahun lalu, Esthy juga hadir di kompetisi yang diikuti banyak pianis cilik dari mancanegara. Tahun ini, selain dilangsungkan di Bali juga akan pentaskan di Batam, untuk menarik wisman dengan spending besar dari Singapore dan Malaysia.
Bahkan, lebih dari 30 pianis-pianis Vietnam sudah mendaftarkan diri. Pianis cilik itu setiap tampil di kompetisi selalu membawa rombongan keluarganya, ayah, ibu, kakek, nenek, kakak dan adik mereka.
“Kita support atraksi yang mendunia, seperti kompetisi piano berlevel internasional ini. Terlebih venue Bali punya daya magis bagi peserta. Peserta pasti antusias mengikuti kompetisi ini ada di destinasi wisata. Mereka jauh-jauh hari sudah booking kamar hotel, sekaligus berwisata keluarga, tentu sangat menguntuntungkan bagi Pariwisata Bali dan Indonesia,” Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kemenpar.
Deputi berkerudung tak asal bicara. Saat berkompetisi, umumnya pianis kelompok usia 7 sampai 18 tahun biasanya diantar oleh seluruh keluarga dan sanak family sebagai supporter. Satu peserta itu, bisa membawa 5-10 keluarganya.
“Sambil mendukung putra putrinya, bisa sekalian piknik. Kalau peserta sekitar 160 orang, maka diperkirakan audience-nya sekitar 1000 orang, yang ikut datang. Event ini bisa men-drive keluarga besar peserta untuk terbang dan menikmati destinasi wisata di Bali,” ucapnya.
Selain itu, piano klasik, itu kalau di olahraga seperti golf. Diikuti oleh orang-orang berduit dan punya selera tinggi. Penontonnya pun sangat khusus, dan high level economy.
“Tidak semua aktivitas di crossborder seperti Batam itu hanya untuk menjaring wisman yang spendingnya rendah,” katanya.
Menpar Arief Yahya juga seirama. Menurutnya, Bali memang disiapkan untuk bisa menggelar, mengakomodir, dan melaksanakan event apapun. Begitu juga dengan musik, acara ini sangat tepat karena musik adalah bahasa universal yang akan memberikan dampak yang sangat positif untuk dunia luar.
“Setelah acara ini, pasti mereka akan mengenang Bali dengan musik klasiknya dan juga akan kembali ke Bali,” tegasnya.
Arief Yahya mengungkapkan, Bali, Jakarta dan Kepri (Batam, Bintan, red) itu merupakan pintu masuk wisman ke Tanah Air yang menyumbang wisman sebanyak 40%.
“Produk portofolio pariwisata Indonesia itu wisata budaya. Bali adalah salah satu pusat wisata budaya di Tanah Air yang banyak menggelar event kelas dunia. Selamat berkompetisi, silakan bawa musik klasik kita mendunia,” pungkasnya. (*)
PT Angkasa Pura (AP) I tak mau tinggal diam melihat saudaranya PT Angkasa Pura (AP) II kerap menorehkan prestasi di kancah internasional.
Saat ini, AP I terus berupaya mengangkat Bandara Internasional Juanda yang menjadi andalannya ke level yang lebih tinggi lagi.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I, M. Asrori mengatakan, saat ini Bandara Juanda berupaya meningkatkan kapasitas penumpangnya. Hal ini dilakukan guna mengejar target mendatangkan 1 juta wisatawan ke Provinsi Jawa Timur.
”Perseroan kini sudah selesai merancang masterplan untuk perluasan Bandara Juanda. Fasilitas-fasilitas penunjangnya pun juga dipersiapkan. Semua dilakukan demi meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang ke Jawa Timur yang ditargetkan mencapai 1 juta orang,” ujar Asrori, Kamis (31/8).
Asrori mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengurusan perizinan untuk airport city. Setelah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) selesai, prosesnya akan dilanjutkan ke tahap pembebasan lahan.
“Luas lahan baru untuk Bandara Juanda diperkirakan mencapai 1.700 hektare, dan akan berlokasi di sebelah utara Bandara Juanda. Perusahaan sendiri menargetkan bisa melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan perluasan ini pada 2018 mendatang. Nantinya, jarak dua landasan harus lebih dari 1.000 meter agar dapat digunakan pesawat untuk mendarat,” papar Asrori.
Untuk solusi jangka pendek, AP I telah meningkatkan traffic movement di Bandara Juanda dari semula 25 per jam menjadi 27 per jam. Solusi tersebut diharapkan bisa menambah hingga satu juta seat capacity sehingga bisa mereduksi kelebihan kapasitas.
Terkait datangnya libur panjang Hari Raya Idul Adha, Asrori memprediksi akan ada kenaikan jumlah penumpang mencapai 12%-15%. Begitu juga dengan pesawat, diprediksi akan meningkat 5%. Dari data, rata-rata pergerakan harian tahun ini adalah jumlah pesawat 395 unit dan penumpang 48.293 orang.
“Peningkatan penumpang ini diperkirakan terjadi pada Kamis 31 Agustus 2017 dan juga pada Minggu 3 September 2017. Kita sudah memprediksi akan ada pergerakan penumpang sebesar 60.800 orang atau meningkat 12%-15%, masing-masing untuk domestik 55.250 penumpang serta internasional sebanyak 5.750 penumpang,” papar Asrori.
Untuk pergerakan pesawat, jelas Asrori, akan ada 416 pergerakan pesawat, dengan rincian masing-masing domestik 380 pesawat dan internasional 36 pesawat.
“Yang padat penumpang adalah penerbangan-penerbangan dengan tujuan Jakarta, Makassar, Balikpapan, Denpasar, Banjarmasin dan Lombok. Sedangkan untuk jalur internasional tujuan yang mengalami kepadatan adalah Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong,” sebut Asrori.
Menteri Pariwisata Arief Yahya terlihat happy dengan akselerasi AP I tadi. Apalagi, sebelumnya Menpar pernah menantang AP I agar bisa mendorong Bandara Juanda untuk mendatangkan satu juta wisatawan ke Jawa Timur. Dalam tantangan tersebut, Menpar Arief Yahya mengatakan, target itu sudah harus terpenuhi hingga batas waktu tahun 2025 mendatang.
“Jatim punya kawasan Bromo Tengger Semeru yang menakjubkan. Kalau tak bisa datangkan wisatawan sebanyak ini, Angkasa Pura I merugi,” tegas Menpar Arief Yahya.
Sebab itu, Menpar Arief Yahya meminta manajemen Bandara Juanda, maskapai, Dinas Pariwisata Jatim, dan para pelaku wisata termasuk hotel serta agen travel harus berkolaborasi untuk mewujudkan impian 1 juta wisatawan ke Jatim ini.
“Sektor pariwisata akan menjadi harapan paling menjanjikan bagi Indoensia untuk bersaing secara internasional. Ekonomi kreatif lahir dari sektor ini.Tapi saya ikut bangga saat mengetahui Bandara Juanda masuk 10 besar bandara terbaik dunia. Bahkan akses intenet wifi tercepat di dunia. Ini menjadi modal penting menuju 1 juta wisatawan,” tukas mantan Dirut PT Telkom ini. (*)
Turis asal Tiongkok menikmati liburan di salah satu resorts di Lagoi.
Keputusan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas dan core economy bangsa rupanya tepat.
Capaian kunjungan wisman dan wisnus dalam 3 tahun ini, masih on target.
Ujungnya, 2019 menuju 20 juta wisman ke Indonesia.
Tahun 2014 jumlah wisman mencapai 9,3 juta, tahun 2015 naik menjadi 10,4 juta, dan tahun 2016 naik lagi di angka 12 juta. Tahun 2017 ini, hingga semester I, Januari sampai Juni masih ok, bahkan growth 22,4% dibandingkan tahun lalu.
Angka pertumbuhan tercepat, di ASEAN bersama Vietnam. Bahkan Indonesia termasuk 20 besar the fastest growing di dunia. Capaian Juni 2017 sudah 1.128.000 dan bulan Juli 2017 diperkirakan 1.300.000 atau naik lagi 15,2%.
“Dibandingkan dengan tahun 2016 yang tercapai 1.032.741, bulan Juli 2017 diperkirakan sekitar 1.300.000. Growth nya sekitar 25,9%,” ungkap Menpar Arief Yahya.
Sampai dengan bulan Juli 2017, dalam 7 bulan diperkirakan 7.778.069, atau naik 22,9% dibandingkan dengan capaian tahun 2016, yakni 6.324.324.
“Targat di Bulan Juli 2017 adalah 7,3 juta, dengan angka itu maka capaiannya 106,5%” ungkap Arief Yahya.
Performance pariwisata yang terus melesat, kata Menpar Arief Yahya saat ini dipandang optimistik oleh banyak kalangan. Termasuk perusahaan-perusahaan besar yang sedang membangun kemitraan dalam co branding bersama Wonderful Indonesia.
“Bahkan kami hanya membatasi sampai dengan 100 perusahaan, yang sama-sama mempromosikan produk dengan brand Wonderful Indonesia. Ini menjadi indikator bahwa branding pariwisata Indonesia yang sudah mendunia itu mulai dilirik oleh perusahaan swasta nasional kita,” ungkap Arief Yahya.
Menurut Arief Yahya, di dunia bisnis dikenal 3 bidang, yakni Tourism, Trade and Investment. Disingkat TTI. “Kalau tourism kuat, maka akan mendorong trade dan investment ke Indonesia,” ungkap Arief Yahya.
Terkait dengan TTI itu, Presiden Jokowi sudah meminta kepada jajarannya untuk memanfaatkan momentum kepercayaan dunia. Presiden mengumpulkan jajarannya untuk merumuskan upaya-upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam sidang kabinet paripurna yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri anggota Kabinet Kerja, dan digelar di Istana Merdeka pada Selasa, 29 Agustus 2017 lalu, Presiden secara khusus menyinggung soal momentum yang sesungguhnya telah ada di depan mata dan menunggu dioptimalisasi.
“Sekarang ini kita memiliki momentum kepercayaan internasional terhadap negara kita Indonesia. Ini yang harus kita manfaatkan betul-betul secepat-cepatnya, momentum tidak akan datang dua atau tiga kali. Ini momentumnya sudah ada di tangan,” Presiden menegaskan.
Sejumlah wisatawan saat tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sebagaimana kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu Indonesia juga telah memperoleh predikat sebagai negara layak investasi. Penilaian dan predikat tersebut disematkan oleh sejumlah lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings, Moody’s, dan Standard and Poor’s.
Selain itu, United Nations Conference on Trade and Developments (UNCTAD) pada Juni lalu menempatkan Indonesia di peringkat ke-4 sebagai negara tujuan investasi yang prospektif dalam kurun waktu 2017-2019. Dalam daftar tersebut, Indonesia mampu melesat ke posisi 4 setelah sebelumnya hanya berada pada posisi 8.
“Ini juga kepercayaan internasional terhadap kita,” ujarnya.
Sejumlah momentum tersebut tak hanya hadir dari dunia internasional, situasi di dalam negeri sendiri pun juga memberikan dukungan bagi upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Inflasi yang terus terjaga di bawah 4 persen dalam kurun waktu 2015-2016 lalu misalnya, merupakan salah satu momentum yang juga patut untuk dimanfaatkan.
“Selanjutnya juga turunnya BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 4,5 persen, ini juga momentum. Momentumnya ini bertumpuk-tumpuk, jangan sampai ada yang tidak mengerti adanya momentum ini. Secepatnya kita memperbaiki di dalam kementerian masing-masing, di lembaga-lembaga yang ada, agar momentum itu betul-betul memberikan manfaat pada rakyat dan negara,” mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Presiden Joko Widodo menyadari, kunci dari peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional ada di investasi. Maka itu, selama dua tahun belakangan ini, pemerintah berupaya keras untuk mengurangi hambatan-hambatan yang ada bagi dunia investasi di Tanah Air. Hal itu terbukti dari peringkat kemudahan berusaha Indonesia yang naik ke peringkat 91 setelah sebelumnya pernah berada di peringkat 120 pada tahun 2015 dan 109 di tahun 2016.
“Oleh sebab itu, jangan sampai ada kementerian-kementerian yang masih menghambat dan belum peduli terhadap momentum ini sehingga masih bekerja rutinitas, monoton, dan tidak memiliki terobosan,” ia menegaskan.
Lebih lanjut, Kepala Negara sekali lagi mengingatkan kepada jajarannya untuk tidak menerbitkan peraturan maupun kebijakan yang tidak disertai dengan kajian mendalam. Dengan dikeluarkannya kebijakan yang tidak dikalkulasi secara matang dan justru merugikan masyarakat, Presiden khawatir hal itu pada akhirnya justru akan mempersulit penanaman investasi baik di pusat maupun daerah.
“Momentum yang sudah ada ini terhambat gara-gara keluarnya Permen-Permen yang tidak melalui kajian, rapat terbatas, dan akhirnya justru akan menghambat masuknya investasi,” ucapnya.
Mengakhiri arahannya, Presiden mengingatkan bahwa tahun depan adalah tahun politik.
“Tahun depan kita juga perlu mengingatkan, kita sudah masuk ke tahun politik sehingga kebijakan apapun dapat secara signifikan memberikan pengaruh,” ucapnya.
Selain itu, Presiden berpesan kepada jajarannya untuk menyandarkan segala kebijakan dan peraturan semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat.
“Sekali lagi, kebijakan itu agar semuanya diarahkan kepada keberpihakan kita terhadap rakyat. Saya harapkan menteri tidak membuat kebijakan-kebijakan baru yang kira-kira belum dikonsultasikan kepada publik dan belum melalui kajian dan perhitungan yang mendalam sehingga bisa membuat hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat dan membuat masyarakat kecewa,” tutupnya.(*)
batampos.co.id – Tersangka pencabulan anak di bawah umur sekaligus ekspolitasi anak, Suhu Yo Chu Hi alias Hendra, akhirnya dibekuk tim Jatanras Satreskrim Polresta Barelang, Kamis (31/8) pukul 08.00 WIB.
Yo Chu Hi alias Hendra, dibekuk di kawasan Jakarta Barat di salah satu hotel berbintang. Tersangka sendiri mencoba bersembunyi dari satu hotel ke hotel lainnya di Jakarta dari buruan polisi.
“Saat kami tangkap, tersangka Yo Chu Hi alias Hendra ini bersama dua perempuan yang masih remaja. Ini yang masih kami dalami, apakah dua perempuan tersebut juga merupakan korban dari tersangka atau seperti apa, menunggu pemeriksaan lanjutan. Saat ini kedua remaja perempuan tersebut masih sebatas saksi,” ujar Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol Agung Gima Sunarnya yang ikut memimpin penangkapan tersangka di Jakarta.
Usai ditangkap, sorenya pukul 15.30 Yo Chu Hi alias Hendra langsung diterbangkan ke Batam dan sampai di Bandara Hang Nadim Batam pukul 17.00 WIB.
Kepada Batam Pos, Yo Chu Hi mengaku remaja perempuan yang dipekerjakan di Vihara Purnama Mahayana ini diantar oleh seorang agen agar remaja perempuan yang diduga jadi korban pencabulan dan ekspolitasi anak di bawah umur ini, dipekerjakan di vihara tempatnya mengabdi.
“Itu anak-anak yang ngantar ke tempat saya adalah ibu-ibu. Mereka ini ngaku ke saya anak-anak ini tak ada orangtuanya. Bagaimana saya dituduh mencabuli anak-anak. Tidur saja saya selalu ramai-ramai bareng-bareng kok,” ujar tersangka mengelak.
Yo Chu Hi alias Hendra, tak terima dituduh mencabuli lima anak yang ia pekerjakan di Vihara Purnama Mahayana. Ia mengaku akan menghubungi pengacaranya dan akan menuntut balik pihak-pihak yang telah menuduhnya.
“Ini pengacara saya dari Jakarta sudah akan ikut terbang ke Batam mendampingi saya,” terang Yo Chu Hi.
ilustrasi
Akui Pernah Dilaporkan ke Polisi
Kepada Batam Pos, Yo Chu Hi mengaku pernah berurusan dengan kepolisian di Batam tahun lalu. Ia pernah dilaporkan ke Polresta Barelang dalam kasus dugaan pemerkosaan.
“Iya, dulu sempat dilaporkan saya ke polisi. Tapi kan ujung-ujungnya saya bebas karena memang apa yang dituduhkan ke saya tak benar adanya dan tak terbukti,” ujar tersangka.
Sumber yang didapat Batam Pos dari kepolisian membenarkan kalau tersangka Yo Chu Hi juga pernah berurusan dengan hukum.
“Kasusnya itu tahun lalu. Namun korban sendiri yang mencabut laporannya ke polisi. Istilahnya ada perdamaian antara korban dengan Yo Chu Hi ini saat itu,” ujar sumber Batam Pos.
Sebelumnya polisi telah terlebih dahulu menetapkan Dani Bagas Pratama sebagai tersangka kasus pencabulan dan eksploitasi anak di bawah umur. Dani lah yang membawa korban dari Jakarta untuk dipekerjakan di vihara tempat Yo Chu Hi.
Selain menetapkan dua orang tersangka, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini. Tersangka baru mengarah pada orang yang berperan merekrut anak-anak tersebut untuk dipekerjakan sebagai petugas kebersihan di Vihara Purnama Mahayana, Nongsa, Batam.
Polisi sendiri masih mendalami untuk mencari tersangka baru. Mereka adalah orang di Jawa yang bertugas merekrut remaja perempuan untuk dipekerjakan ke Yo Chu Hi.
Terkait kasus pencabulannya, Polresta Barelang akan berkoordinasi dengan Mabes Polri. Sedangkan Polresta Barelang saat ini fokus untuk mengusut kasus ekspolitasi anak, bukan pencabulannya.
“Lokusnya atau perbuatannya kan dilakukan di Jakarta. Jadi pihak Polda Metro Jayalah yang nantinya berhak menahan tersangka apabila terbukti melakukan pencabulan, bukan kami di Batam,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Hengki. (gas)
Mulai 1 September 2017, Angkasa Pura II (AP II) menggratiskan jasa tenaga angkut barang (porter). Jasa ini bakal tersedia di Terminal I dan II Bandara Soekarno-Hatta.
“Per tanggal 1 September 2017 jasa porter di Terminal 1 dan Terminal 2 diubah menjadi layanan airport helper. Penumpang yang menggunakan jasa porter tidak perlu membayar, semua gratis,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Kamis (31/8).
Awaluddin menjelaskan, karena namanya sudah berubah menjadi airport helper, maka bantuan yang diberikan tidak hanya soal angkat-angkat barang penumpang, melainkan apa saja selama dalam wewenang airport helper. Dan semuanya dibebaskan dari uang tip.
“Apapun akan dibantu selama mereka bisa membantu dalam kewenangannya. Namanya juga helper. Tidak dikenakan biaya alias free of charge and no tipping,” ujar Awaluddin.
Awaluddin mengungkapkan, sebelumnya kebijakan jasa angkut barang gratis hanya berlaku di Terminal III yang melayani penerbangan internasional dan domestik. Kebijakan jasa porter gratis itu, menurut Awaluddin, merupakan salah satu upaya menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara berkelas internasional.
“Kami ingin memberlakukan semua terminal sama seperti di Terminal III. Jadi semua terminal itu sama. Kan kami mau go international world class,” kata Awaluddin.
Awaluddin menambahkan, selama ini ada tiga vendor yang menyuplai tenaga jasa angkut di area Bandara Soekarno-Hatta dengan jumlah sekitar 800 tenaga kerja. Nantinya, PT Angkasa Pura Solusi yang merupakan anak perusahaan PT Angkasa Pura II yang akan mengatur pendapatan dari para porter yang selama ini mengandalkan tips dan target.
“Kami paham kebijakan porter gratis akan berdampak terhadap mekanisme pengupahan para buruh. Kalau yang dulunya per target. Kita kan UMR, soal besarnya gaji masih digodok,” pungkas Awaluddin.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ide dan implementasi airport helper itu. Ini bagian dari langkah excellent services yang disediakan AP II, untuk salah satu customers-nya, yakni penumpang. “Bagus! Pengguna jasa transportasi udara semakin yang melalui terminal atau bandara merasa sangat nyaman dan aman,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata.
Kedua, juga customers yang lain, maskapai penerbangan. AP II membebaskan landing fee bagi maskapai yang nge-RON (Remind Over Night) di luar Soekarno Hatta Airport. Mereka menjanjikan insentif untuk menginap (RON) di 12 bandara lain, di luar Cengkareng, yang sama-sama di bawah pengelolaan Angkasa Pura 2.
Menpar Arief menyebut Bandara Soetta adalah gerbang pariwisata Indonesia, jadi cara melayani para pengunjung harus memiliki standar hospitality kelas dunia. “Benchmarknya Singapore, orang merasa nyaman, aman, mudah, terbantu,” kata Arief.
“Bandara adalah first impression, pertama kali orang melihat dan menginjakkan kaki di tanah air, melalui bandara. Kalau disapa ramah sejak di bandara, maka seluruh wajah Indonesia akan ramah dan baik,” ungkap Arief Yahya.
Karena itu, Menpar Arief Yahya meminta agar PT Angkasa Pura II terus berinovasi menciptakan lebih banyak kemudahan, kenyamanan, keramahan, terutama dalam segi pengelolaan bandara, termasuk pelayanan guna menunjang banyaknya pengunjung yang datang.
“Ide menggratiskan jasa porter ini bagus sekali, karena banyak turis yang datang bawaannya banyak. Mereka akan terkesan dengan bandara nantinya. Ini bisa mempengaruhi dan harus tahu juga berbisnis dan pendapatannya,” tutur Menpar Arief Yahya. (*)