Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 12976

Sarapan Pagi Rp 100 Ribu di Sahid Hotel

0

batampos.co.id – Restoran Sahid Batam Kitchen (SBK) Baresto di Sahid Hotel Batam Centre, menghadirkan menu baru khas nusantara untuk memenuhi kebutuhan kuliner para pelanggan setianya. Hanya dengan Rp 100 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati sajian-sajian nusantara untuk sarapan pagi dengan menu berbeda setiap harinya.

“Promo breakfast ni buffet hanya Rp 100 ribu dan merupakan menu terbaru kami, tamu hotel maupun pengunjung bisa menikmati setiap hari,” kata Marketing Communication Executive Sahid Hotel Batam Centre, Try Sam Suri.

Suri mengatakan bukan hanya sekedar masakan khas nusantara biasa, tersedia juga jajanan khas Indonesia yang mungkin sudah jarang ditemukan saat ini. Seperti asam jawa, manisan pala, kue bawang, sampai ke gulali dengan konsep tematik snack khas nusantara.

“Jajanan ini sudah sulit ditemukan, sehingga kalau datang kesini, pengunjung bisa untuk mengenang masa kecil juga,” ujar Suri.

Selain menghadirkan menu nusantara, di SBK Baresto juga tetap menyediakan menu western dan asian yang selalu berubah setiap harinya.

“Kita ambil Asian food juga, karena salah satu market di hotel Sahid Batam Centre kebanyakan dari China juga,” ujar Chef SBK Baresto, Gunawan.

Adapun menu nusantara yang disajikan diantaranya rawon, soto ayam, mie ayam, lontong labu, tongseng, nasi liwet, nasi kuning dan banyak lagi. Sedangkan untuk western food, tersedia hash brown potato, sosis black pepper dan sebagainya. Atau pun asian food seperti sapo tahu, hainan chicken roasted, mie goreng jawa, nasi goreng kampung, dan lainnya.

“Kami juga menyediakan bubur ayam. Dimana bubur ayam cukup istimewa karena untuk pilihan supnya, selain clear sup dan kari, ada juga tom yam sup. Selain itu untuk pastry island, kami punya Jerman bread dan aneka jajanan pasar, hingga waffle pandan yang Indonesia style sekali,” jelas Gunawan.

Mengentahui informasi lebih lanjut kunjungi Restoran Sahid Batam Kitchen (SBK) Baresto di Komplek Raffles City Blok, E Nomor 6-9, Jalan Raja H. Fisabilillah, Teluk Tering Batamcenter. (cr12)

Berlakukan Sistem Jemput Bola

0

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi, terus berupaya melakukan pembenahan untuk melengkapi kemudahan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satunya, dengan segera memberlakukan sistem layanan kesehatan jemput bola.

Ini bertujuan untuk membantu masyarakat secara langsung, dengan sistem door to door. Dimana pelayanan kesehatan diberikan kepada pasien, langsung di tempat, atau di rumahnya.

“Tujuan Layanan ini untuk mendukung Program Kesehatan Gratis Pemkab Bintan, agar dapat dirasakan seluruh masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa,” jelas Apri, Minggu (24/9).

Inovasi ini kata Apri juga digagas untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan bagi masyarakat, akibat sulitnya akses transportasi ataupun kesulitan ekonomi. Utamanya di beberapa kasus yang perlu diberikan pertolongan dengan segera.

“Dalam beberapa kasus, pasien akan langsung dikunjungi oleh petugas-petugas kesehatan. Utamanya pasien dengan kasus emergency atau darurat. Sedangkan untuk pasien yang berada di pesisir pulau, nantinya fasilitas Kapal puskesmas Apung akan sangat berguna,” terangnya.

Dirinya juga mencontohkan beberapa kasus pasien penderita penyakit atau kejadian darurat yang akan menerima Layanan Kesehatan Jemput Bola. Diantaranya bagi warga lanjut usia yang susah keluar dari rumah, dan pasien diabetes atau kencing manis yang memang harus dikontrol, dan biasanya sudah terdata di puskesmas atau rumah sakit.

“Mudah-mudahan layanan Kesehatan Jemput Bola dengan skala prioritas ini, hendaknya mampu menjawab keinginan masyarakat akan kebutuhan hidup sehat,” imbuhnya. (cr20)

 

Iskandar Bukukan Investasi 57,74 Miliar Dolar AS dalam 11 Tahun

0

Sebelum berdiri pada 2006 lalu, Kawasan Iskandar Malaysia banyak belajar tentang pemberlakukan kawasan ekonomi khusus, kawasan berikat, dan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Batam. Namun setelah 11 tahun berdiri, Kawasan Iskandar tumbuh pesat dan jauh meninggalkan Batam yang pengembangannya sudah dimulai sejak 1971 silam.

Iskandar Malaysia yang sebelumnya bernama Iskandar Development Region (IDR) dan South Johor Economic Region (SJER), adalah koridor pembangunan selatan utama di Johor, Malaysia. Pemerintah Malaysia menetapkan kota baru di Johor ini sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) sejak sebelas tahun yang lalu. Tepatnya 30 Juli 2006.

Tak tanggung-tanggung, luas lahan yang masuk kawasan Iskandar mencapai 2.217 kilometer persegi. Mencakup kota Johor Bahru dan kota pinggiran Pontian, Senai, Pasir Gudang, serta pembangunan ibu kota administratif baru di Nusajaya. Keseluruhan Distrik Johor Bahru dan Pontian masuk dalam wilayah ini.

Tak hanya itu, Iskandar Malaysia dirancang mengikuti Zona Ekonomi Delta Sungai Mutiara. Dirancang untuk mendulang keuntungan dari aktivitas ekonominya bersama Singapura, serta bertujuan menguntungkan satu sama lain sebagai penghubung ekonomi. Kawasan ini dikelola oleh badan yang disebut Iskandar Regional Development Authority (IRDA).

Iskandar Malaysia memiliki keunggulan karena wilayahnya yang luas. Tiga kali lipat dari luas Singapura dan dua kali lipat luas Hong Kong serta dua kali luas Kota Batam.

Lokasinya yang strategis, Iskandar Malaysia bisa diakses dengan mudah dari bandara-bandara utama di Asia, dan berdekatan dengan beberapa negara yang sedang berkembang dan potensi ekonomi yang besar yakni Singapura dan Batam, Indonesia.

Sejak dibangun pada 2006 lalu, pemerintah Malaysia mempunyai sejumlah strategi dalam mengembangkan kota yang terletak di ujung selatan Semenanjung Malaysia itu.

Chief Executive IRDA Datuk Ismail Ibrahim mengatakan political will pemerintah memang amat diperlukan sebagai jaminan kepada para investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan tersebut. “Pembangunan kawasan ekonomi khusus memerlukan perencanaan yang detail dan dukungan dari pemerintah,” katanya dalam laman IRDA.

Melalui IRDA, mereka mampu menarik investasi ratusan miliar ringgit Malaysia (RM) atau ratusan triliun rupiah dalam kurun waktu satu dekade terakhir dari sembilan sektor berbeda.

Berdasarkan data IRDA dalam lamannya, komitmen investasi yang telah diraih Iskandar Malaysia dari tahun 2006 sampai Juni 2016 berjumlah RM 207,99 miliar. Dari jumlah komitmen investasi tersebut, sejumlah RM 106,43 miliar (51 persen) telah direalisasikan dalam bentuk berbagai proyek lapangan. Sementara hingga akhir 2016, IRDA telah merealisasikan investasi sebesar RM 222,44 miliar atau sekitar 58 persen dari target investasi kumulatif.

Dari jumlah komitmen investasi yang terkumpul, penanam modal domestik tercatat RM 123,93 miliar atau 60 persen. Sementara dari penanam modal asing (PMA) sebanyak RM 84,05 miliar atau 40 persen. Lima negara yang mencatatkan investasi tertinggi di Iskandar Malaysia adalah China, Singapura, Amerika Serikat, Jepang, dan Spanyol.

Sementara dari 2006 hingga kuartal pertama 2017, komitmen investasi yang mampu diraup sejumlah 227 miliar Ringgit Malaysia (RM) atau ekuivalen dengan Rp 720,8 triliun (kurs Rp 3.175).

Dari sejumlah itu, 56 persen di antaranya sudah direalisasikan dalam bentuk berbagai proyek dalam sembilan sektor. Adapun target komitmen investasi hingga 2025 mendatang sejumlah RM 383 miliar atau setara Rp 1.216 triliun.

Datuk Ismail Ibrahim yang diwawancarai jurnalis Batam Pos, Chahaya Simanjuntak, Kamis (21/9) pekan lalu mengungkapkan data terbaru. Menurutnya, dari November 2006 hingga 31 Agustus 2017, total investasi yang sudah masuk ke Iskandar menembus angka RM 242,42 miliar atau setara 57,74 miliar dolar Amerika. Jika dirupiahkan mencapai Rp 768,98 Triliun.

Dari jumlah ini, sebanyak 13,22 miliar dolar AS (RM 55,5 miliar) atau Rp 176,06 Triliun, merupakan investasi yang terealisasi dari proyek lapangan.

Menariknya, Iskandar tak menggantungkan investasi hanya pada investor asing. Sebaliknya, mereka memberikan ruang lebih besar pada investor dalam negeri.

Datuk Ismail menyebutkan komposisi investasi investor lokal di Iskandar mencapai 61 persen dari total investasi. Angkanya 35,49 miliar dolar AS (RM 148,9 miliar). Sisanya 22,39 miliar dolar AS (RM 93,94 miliar) berasal dari investor asing (PMA). Kondisi ini membuat Iskandar tak mudah goyah, meski terjadi krisis global.

“Keyakinan investor lokal terhadap pengembangan Iskandar ini sudah tak tergoyahkan lagi. Tercermin dari 61 persen kontribusi dari investor Malaysia sendiri,” ujarnya.

Sementara investasi di Batam masih didominasi penanam modal asing (PMA) dengan industri manufaktur berorientasi ekspor. Nilai investasi diakumulasi dari tahun 1971 – Agustus 2017 berdasarkan izin usaha (produksi) PMA hanya mencapai 8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 106,7 triliun (kurs 1 USD=13.338,02 IDR).

Jumlah proyek dalam kurun waktu tersebut sebanyak 932 proyek. Dari nilai investasi itu, didominasi investasi dari Singapura dengan nilai 5,3 miliar dolar AS atau setara Rp 70,6 triliun. Persentasenya 48 persen dari seluruh nilai investasi.

Tahun ini, sampai pertengahan Agustus 2017, realisasi investasi PMA berdasarkan izin usaha dan menggunakan program i23J meningkat. Total investasi telah mencapai 631 juta dolar AS atau ekuivalen Rp 8,4 triliun.

Sementara tren investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) terus menurun. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu (DPM-PTSP) menunjukkan, penurunan realisasi PMDN 2017 mencapai 31,57 persen pada triwulan pertama dibandingkan periode yang sama 2016.

Pada triwulan I 2016 total investasi mencapai Rp 35,2 miliar. Data akhir 2016 investasi PMDN meningkat sampai 500 persen. Sedangkan, untuk triwulan I 2017 total investasi Rp 21,1 miliar dari rencana Rp 459,9 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu (DPM-PTSP) Kota Batam Gustian Riau mengatakan, tidak adanya kepastian hukum di Batam menjadi penyebab nilai investasi jauh menurun.

“Banyak teman-teman pengusaha yang mengeluhkan tidak adanya kepastian hukum itu,” kata Gustian.

***

Head of Department Strategic Communications IRDA Johor Bahru, Sulaiman Yahya, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang mereka capai di Iskandar.

“Banyak prestasi penting yang membanggakan, di antaranya jumlah investasi yang semakin meningkat seiring jumlah pekerjaan yang diciptakan. Ada juga peluang bisnis bagi pengusaha lokal dan UKM, serta yang selalu terus berjalan adalah pengembangan infrastruktur baru di kawasan Johor,” jelasnya.

Sedangkan Datuk Ismail menambahkan, dalam perkembangannya, jalur pembangunan kawasan ini dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama pada rencana pembangunan (Planning and Foundation Building), tahap kedua pada penguatan dan pembangunan umum berkelanjutan (Strengthening and Generating Growth), serta tahap ketiga pada mempertahankan dan inovasi (Sustaining and Innovating).

“Kami sekarang berada pada tahap ketiga ini, memastikan pertumbuhan dan kemajuannya berkelanjutan. Ini menjadi kunci utama supaya Iskandar Malaysia terus maju menjadi otoritas kawasan ekonomi nasional berpengaruh global,” jelas Ismail.

Datuk Ismail pun yakin, target komitmen investasi hingga 2025 mendatang sebesar RM 383 miliar atau setara Rp 1.216 triliun, bisa tercapai. Apalagi pihaknya terus melakukan inovasi, termasuk perbaikan layanan.

Lebih lanjut ia menyebutkan, mereka menyediakan lingkungan bisnis yang ideal bagi investor yang cerdas agar bisnis dapat berkembang. Ditambah dengan proposisi nilai unik dari segi lokasi, infrastruktur berkualitas, ekosistem, dan tenaga kerja yang berbakat dan terampil untuk mengisi sembilan sektor ekonomi yang dihadirkan di kawasan tersebut.

Datuk Ismail mengatakan, Kawasan Iskandar memberikan banyak insentif bagi investor yang menanamkan modalnya di kawasan itu. Mulai dai pembebasan pajak penghasilan bagi perorangan dan badan selama 10 tahun, hingga pembebasan bea masuk bagi pembelian kendaraan atau mobil pribadi para manajer.

Dengan memperhitungkan upah kompetitif, inflasi rendah, tingkat retensi yang tinggi, tenaga kerja terdidik dan multibahasa bersamaan dengan infrastruktur kelas dunia, masuk akal bila sampai saat ini Kawasan Iskandar di Johor menjadi kawasan ekonomi terbesar di Asia Tenggara saat ini dengan jumlah investor terbanyak.

Tampung 717.547 Tenaga Kerja

Ketua Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (Kadin) Johor Bahru, Muhammed Farhan Basher menyebutkan, pertumbuhan investasi Iskandar Malaysia sejak berdiri hingga saat ini telah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi 717.547 tenaga kerja di sembilan sektor.

“Jumlah ini sudah termasuk tenaga kerja di bidang properti, konstruksi, dan juga ritel,” ujar Farhan.

Dari jumlah tersebut, 15 persen diantaranya adalah pekerja ekspatriat dan profesional, dan 16 persen pekerja berdasarkan kebutuhan.

Rencana jangka panjang, kawasan IRDA ini menargetkan mempekerjakan tenaga profesional dan terampil menjadi 45 persen. Jumlah ini berada 10 persen di atas target pemerintah.

“Kami yakin ini pasti terpenuhi dan bisa dicapai dengan kolaborasi yang lebih besar antara industri dan dukungan pemerintah,” ungkap Farhan.

Untuk saat ini, Farhan juga menyebutkan, pihaknya juga tengah mengembangkan industri kreatif dengan memberdayakan melalui peluang bisnis bagi pengusaha dan UKM di Johor.

Kembangkan 7 Kawasan Baru

Selain kawasan Iskandar yang dijadikan sebagai kawasan pembangunan strategis Johor Bahru, Kesultanan Negeri Johor juga kini mengembangkan tujuh daerah baru yang berpotensi menjadi Rancangan Tempatan.

Pertama, Johor Bahru menjadi pusat perdagangan dan perkhidmatan bertaraf internasional.

Kedua, Muar sebagai destinasi wisata, perkebunan, dan industri kehutanan. Ketiga, Batu Pahat sebagai pusat perindustrian kluster tekstil dan sumber pertanian. Keempat, Kluang sebagai pusat industri pembuatan perkayuan dan pertanian moden. Kelima, Segamat sebagai destinasi wisata, kawasan pendududuk dan eco-tourism. Keenam, Kota Tinggi, Ketujuh, Mersing. Keduanya sebagai pusat wisata pantai dan pulau yang masih asri.

Untuk mengembangkannya, mengadopsi dari kebijakan kawasan Iskandar, yang juga memberikan kemudahan insentif bagi para investor asing. Mereka yang membuka perusahan di Iskandar dan kawasan lainnya bisa berhubungan langsung dengan IIB (Iskandar Investment Berhad,red).

“IIB ini yang membantu mempermudah urusan investor dengan semua agensi di bawah Kerajaan Johor atau pun kerajaan Malaysia. Mereka telah menggunakan sistem pelayanan satu pintu (One stop centre), malah kawasan-kawasan potensial juga mereka akan tunjukkan,” tutupnya. (cha/uma/nur)

Bali Open Piano Competition Guncang Bali

0

Bali kembali menjadi destinasi wisata minat khusus kelas dunia. Setelah diguncang dengan gelaran Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, beberapa waktu lalu, kali ini giliran kompetisi piano yang digelar. Ada “Bali Open Piano Competition 2017” yang siap menyapa mulai Sabtu (23/9) hingga Minggu (24/9) di Padma Resort, Legian Bali.

Selain berkompetisi, para peserta yang datang dari berbagai kota di Indonesia dan sejumlah negara seperti Singapura, Prancis, AS, Korea dan Jepang ini juga diajak untuk berwisata di Bali. Berwisata di destinasi kelas dunia yang dinobatkan sebagai The Best Destination 2017 oleh TripAdvisor.

Ketua Penyelenggara “Bali Open Piano Competition 2017”, Eleonora Aprilita mengatakan, ini adalah tahun kedua penyelenggaraan Bali Open Piano Competition. Dibanding penyelenggaraan sebelumnya, jumlah peserta pada tahun ini mengalami peningkatan.

“Jumlahnya meningkat. Kalau tahun lalu ada 110 peserta, tahun ini meningkat jadi 157 peserta,” ujar Eleonora saat ditemui usai pembukaan Bali Open Piano Competition, Sabtu (23/9).

Hal tersebut dikatakan Eleonora menunjukkan keberhasilan atas dua hal. Pertama, menunjukkan bahwa kompetisi tahunan ini telah menjadi acuan bagi peserta dari negara-negara luar baik di Asia Tenggara dan Pasifik, bahkan negara-negara Eropa.

Bahwa Indonesia memiliki kompetisi piano yang memiliki standar dunia.

“Kalau 10 tahun lalu Indonesia selalu menjadikan Singapura sebagai acuan, tapi kini sebaliknya. Indonesia yang menjadi acuan untuk kompetisi-kompetisi piano dunia,” kata Nora, sapaan akrab Eleonora.

Karena itu ia mengatakan, penyelenggaraan Bali Open Piano Competition dilakukan dengan sebaik mungkin dengan mengikuti standar dunia dalam penyelenggaraan kompetisi piano, khususnya musik klasik.

Selanjutnya, yang kedua, antusiasme yang semakin besar dari peserta juga menunjukkan bahwa Bali memang dan selalu menjadi destinasi favorit wisatawan. Mayoritas para peserta yang ikut tidak datang seorang diri. Tapi bersama keluarga, baik orang tua ataupun kakak dan adik mereka.

“Jadi konsepnya adalah mereka berkompetisi dulu, baru setelah itu liburan menikmati Bali. Mulai dari belanja, kuliner dan lainnya,” kata Nora.

Hal inilah yang menjadi kelebihan lain dari karakteristik wisatawan minat khusus seperti kompetisi piano ini.

“Dan rata-rata mereka adalah high end tourist, jadi spending mereka juga besar. Dan rata-rata mereka tinggal bisa empat sampai lima hari,” kata Eleonora.

Bali Open Piano Competition 2017 mempertandingkan 12 kategori. Untuk kategori lagu pilihan terbagi dalam enam kategori, yaitu A: usia maksimal 7 tahun, B: usia 8-9 tahun, C:usia 10-11 tahun, D: usia 12-14 tahun, E: usia 15-17 tahun, dan F: usia minimal 18 tahun.

“Kemudian ada enam Kategori Bebas, Bebas A-F, mereka akan berkompetisi memainkan tuts-tuts piano dengan tema zaman Barok, karya komposer sekitar tahun 1600–1750, zaman klasik, karya komposer tahun 1750–1820 , zaman romantik yaitu karya komposer pada sekitar awal 1800-awal 1900, dan zaman modern, karya komposer pada abad 20-21,” ujar Nora.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kembali digelarnya “Bali Open Competition 2017”. Menurutnya kompetisi ini turut menyukseskan program Wonderful Indonesia. Terlebih penyelenggaraan kompetisi dilakukan dengan standar global, sehingga magnet bagi masyarakat luar akan semakin besar.

“Bali dengan segala keindahanya telah menjadi idaman banyak wisatawan dunia. Ditambah dengan penyelenggaraan kompetisi yang berkelas, akan saling menguatkan keduanya. Kompetisi semakin diminati, dan kunjungan wisatawan ke Bali akan semakin meningkat,” kata Menpar Arief Yahya.

Tidak hanya itu, Bali Open Piano Competition 2017 juga akan menjadi atraksi tambahan bagi wisatawan yang sedang berlibur di Bali.

“Mereka yang sedang berwisata bisa sekaligus menikmati suguhan pianis-pianis andal. Selamat berwisata, salam Wonderful Indonesia,” kata dia. (*)

 

 

Atasi Narkoba di Kalangan Pelajar Jalin Kerjasama

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Karimun, Sabtu (23/9) lalu mengumpulkan kepala sekolah SMP/sederajat Rayon 1 dan 2 se pulau Karimun untuk melakukan rapat koordinasi dalam penanggulangan narkoba masuk di kalangan pelajar.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri perwakilan Yayasan Rehabsos Sado Karimun, Polres Karimun dan Pemkab Karimun diwakili oleh Plt Sekda Karimun M Tang.

”Saya minta Disdik lakukan koordinasi lintas sektoral dalam upaya pencegahan. Terutama, peranan guru BP di masing-masing sekolah, sehingga bisa segera dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Termasuk pihak Yayasan Rehabsos Sado Karimun, agar bisa memberikan informasi lebih lanjut ketika ada temuan hal serupa,” jelas Plt Seda Karimun M Tang dalam kesimpulannya, di aula SMPN 2 Binaan Tebing.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, dari hasil koordinasi antar kepala sekolah SMP/Sederajat agar bisa terus dilakukan pengawasan terhadap anak didik. Terutama para pelajar yang bermasalah, tujuannya supaya bisa mencarikan solusi terbaik agar para anak didik yang bermasalah bisa diatasi secepatnya.

”Sekali lagi saya tegaskan, disini tidak mencari siapa yang salah dan benar. Intinya, kita bertanggungjawab terhadap anak didik kita dalam penanggungalangan narkoba yang sudah masuk dikalangan pelajar,” tegasnya.

Sedangkan dari pihak Yayasan Rehabsos Sado Karimun Nurliza mengungkapkan, bahwa data yang positif menggunakan narkoba dari asal sekolah tidak bisa dipublikasikan. Yang jelas pihaknya, tidak membuat data fiktif tentang kalangan pelajar SMP menggunakan narkoba. Selain itu, pihaknya sudah melayangkan surat izin ke Dinas Pendidikan Karimun sejak awal tahun 2017 dengan nomor surat 004/SADO-IPWL/2017 tertanggal 09 Januari 2017 yang ditandangani oleh kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim.

”Yang jelas kami, tidak sembarangan masuk ke sekolah-sekolah. Apabila tidak melapor aktivitas kami ke Dinas Pendidikan Karimun,” tegasnya.

Lanjutnya, paling penting adalah jangan anggap remeh terhadap anak-anak yang menghirup lem. Sebab, itu juga salah satu awal menggunakan Narkoba selain, mengkonsumsi obat batuk dengan campuran lainnya. Untuk itulah, pihaknya terus melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba yang masuk ke kalangan remaja.

” Pokoknya, kita tetap terus jalan untuk memberikan sosialisasi mengenai napza. Maupun memberikan bantuan hukum terhadap pelajar yang tersandung dengan narkoba, termasuk rehabilisasi sosial dan konseling individu maupun kelompok dan keluarga,” paparnya.

Ditempat yang sama Kasat Binmas Polres Karimun AKP Eriman memaparkan dalam satu semester 2017 ini, sudah tercatat 111 kasus tindak kejahatan yang terjadi dilingkungan Polres Karimun. Dari 111 kasus tersebut, termasuk 31 kasus Narkoba dan pada bulan September ini sudah ada 53 kasus tindak kejahatan termasuk narkoba.

” Kalau dihitung per bulan ada 5 kasus narkoba. Minimal dalam satu minggu ada tangkapan tindak kejahatan , termasuk kasus narkoba,” ungkapnya.(tri)

 

Tanamkan Kesadaran Kebersihan Sejak Usia Dini

0

batampos.co.id – Puluhan siswa Taman Kanak-kanak Tunas Muda, bersama Bunda Paud Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi, menggelar aksi bersih-bersih di Kawasan Pantai Trikora, Kabupaten Bintan, Minggu (24/9).

Aksi bersih-bersih yang bertemakan Save Our Earth and Sea 2017 ini bertujuan untuk memberikan kesadaran terhadap anak usia dini, agar peduli akan pentingnya arti kebersihan. Salah satunya dengan mengajak untuk turun langsung ikut serta dalam kebersihan.

“Membersihkan sampah itu mudah, tapi yang perlu digalakkan yaitu bagaimana menciptakan kesadaran sejak usia dini, agar nantinya tidak mudah membuang sampah sembarangan,” jelas Deby, Minggu (24/9).

Menurutnya menggalakkan hidup sehat dan bersih, tidak saja dilakukan oleh orang-orang dewasa, namun bisa juga dilakukan anak-anak, namun tentu dengan cara yang berbeda.

Megan, seorang turis mancanegara dari Afrika Selatan, yang menyaksikan tingkah polah anak-anak TK yang melakukan bersih-bersih di pantai tersebut, mengaku sangat terkesan melihat semangat dan antusiasme dari anak-anak untuk ikut serta peduli membersihkan lingkungan.

“Saya rasa ini hal yang sangat menarik, dimana anak-anak tidak saja diajarkan untuk bersekolah, namun juga bagaimana belajar untuk peduli arti kebersihan terhadap pantai dan juga laut. Ini sangat seru untuk ikut serta bersama-sama mereka membersihkan sampah disepanjang pantai,” tutupnya. (cr20)

Stt… Rakornas Pariwisata III 2017 Kali ini Betul-Betul Fenomenal

0

Reputasi mencatat, hampir semua Rakornas, –Rapat Koordinasi Nasional— yang digelar Kemenpar selalu fenomenal. Sukses dan heboh dalam pelaksanaan, sukses dengan hasil atau out put, dan sukses di implementasi lapangan pasca Rakornas.

“Kemenangan itu direncanakan! Kesuksesan itu bentuk lain dari kemenangan! Kalau ingin sukses, rencanakan dengan sempurna! Karena hasil terbaik akan menunggu di pintu sukses,” ucap Menpar Arief Yahya, yang detail mempersiapkan setiap Rakornas Pariwisata.

Akhir bulan ini, persisnya 26-27 September 2017, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bakal kembali merapatkan barisan dengan Rakornas Pariwisata III tahun 2017. Di forum tiga bulanan ini, Kemenpar akan men-sinergikan “Calendar of Event (CoE) 2018″ guna mencapai target 17 juta Wisman dan 270 juta Wisnus di Tahun 2018.

Kemasan Rakornas kali ini agak beda dari sebelumnya. Karena itu, para Kadispar Provinsi, Kadispar Daerah yang masuk destinasi unggulan, yang sudah siap dengan 3A (Atraksi, Akses, Amenitas) nya, yang serius menjadikan pariwisata di daerahnya maju dan menjadi prioritas pembangunan wajib hadir penuh 2 hari non stop.

Begitupun instansi terkait, Pentahelix ABCGM, Academician, Business, Communities, Government dan Media. “Contents Rakornas sudah dirapatkan marathon 4-5 kali lebih! Lintas instansi. Sudah dipersiapkan matang. Kemasan Rakornas kali ini juga lebih wow, sesuai tema CoE, maka Rakornas ini diperlakukan sebagai event juga,” kata Arief Yahya.

Rakornas Kemenpar ini akan digelar di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada tanggal 26-27 September 2017.
Menpar Arief Yahya akan membuka sekaligus sebagai keynote speech yang akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

“Sinergitas WI COE 2018 ini sangat penting karena tahun 2018 kita ingin m emiliki lebih 100 premier event berskala international untuk mengenjot kunjungan wisman. Untuk ini perlu ada stimulus pada setiap daerah agar menciptakan event berskala international masuk dalam calendar of event Kemenpar sebagai Wonderful Indonesia Calendar of Event 2018,” kata Menpar Arief Yahya.

Sebagai event, Rakornas sendiri akan dipublikasikan dengan konsep POP. Pre, On, Post events, yang sudah menjadi pola Kemenpar dalam berevent.

CoE 2018, menurut Arief Yahya, merupakan program penting dalam memperkuat unsur 3 A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) khususnya unsur aktraksi wisata berupa festival budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade) yang akan menjadi unggulan dan daya tarik pariwisata Indonesia. “Gol nya, menjadi daya taris wisman wisnus ke destinasi penyelenggara event itu,” katanya.

“Dalam Rakornas akan dibahas stimulus apa yang perlu diberikan kepada daerah serta bagaimana menetapkan indikaktor standard penyelenggaraan event berskala internasional dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menciptakan agar event itu menjadi suistanble yang mencakup elemen: pre event, event, dan pos event,” lanjut mantan Direktur Utama Telkom itu.

Lebih lanjut, Aief Yahya menyampaikan bahwa menciptakan suistanble event sering kali menjadi kelemahan karena hal itu berkaitan dengan dukungan finansial dari para sponsor.

“Bagaimana bagusnya sebuah event internasional kalau tidak profit pasti akan sulit untuk mempertahankan kelangsungannya atau suistanble event-nya diragukan, maka dari itu kita harus ciptakan event yang berkualitas dan berjalan konsisten,” kata pria asli Banyuwangi itu.

Indonesia sejauh ini sudah memiliki sejumlah event internasional dan berjalan cukup lama atau terjaga kelangsungannya (suistanble) baik berupa fashion seperti Jakarta Fashion Week; music antara lain Java Jazz, dan food antara lain Jakarta Culinary Festival serta yang belakangan ini tumbuh pesat adalah event sport tourism seperti Tour de Banyuwangi Ijen yang tahun ini diikuti puluhan tim dari 29 negara.

“Dan ada dua event internasional yang akan mendatangkan puluhan ribu wisman segera di Indonesia yaitu Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018 dan Pertemuan Bank Dunia-IMF di Bali pada Oktober 2018. Ini akan membawa dampak langsung terhadap pencapaian target 17 juta wisman tahun depan, ini harus dipersiapkan dengan matang dan rapih,” kata Menpar.

Rakornas akan melibatkan sekitar 500 peserta dari kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah dan media (pentahelix). Dalam acara tersebut juga akan dilakukan penandatangan kerjama (PKS) dengan beberapa instansi terkait serta lembaga pemerintah dan non-pemerintah antara lain Kemenpar dengan Kementerian Kesehatan dan SBM ITB dengan Perguruan Tinggi Pariwisata (PTP) di bawah Kemenpar.

Dalam rangkaian kegiatan rakornas akan diisi dengan diskusi yang menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, CEO Ogilvy Indonesia Anne Ridwan.

“Founder dan President of Jember Fashion Carnaval Dynand Fariz akan berbagi pengalaman kisah sukses meng-create JFC menjadi even berskala internasional dan mendunia. Selain itu workshop seputar bagaimana memasarkan even menjadi layak jual dan menjadi daya tarik bagi sponsor, kita akan rumuskan dengan matang di Rakornas,” tambah Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara, yang juga Ketua Panpel Rakornas III 2017. (*)

Sasar Wisman Rusia, Kemenpar Ambil Bagian di OTDYKH Leisure

0

Langkah strategis dalam membidik calon wisatawan mancanegara kembali dijalankan Kementerian Pariwisata. Yang terbaru, kementerian di bawah komando Menteri Pariwisata Arief Yahya ini baru saja menyelesaikan misi dalam membidik calon wisman asal negeri “Beruang Merah” Rusia.

Wonderful Indonesia dipromosikan di ajang OTDYKH Leisure yang berlangsung pada 19 hingga 21 September kemarin di Expocentre, Moskow, Rusia. Bekas negara Uni Soviet ini memang bukan pasar utama, bukan market prioritas, tetapi ada alasan khusus mengapa cukup sering dan intens digelar promosi pariwisata di sana.

Apa menariknya acara tersebut? Kenapa acara itu yang dipilih? Jawabanya karena Otdykh Leisure merupakan salah satu ajang pameran pariwisata yang cukup lama. Ajang tersebut telah berjalan selama 23 kali sehingga menjadi salah satu tempat yang selalu dinanti para pelaku pariwisata.

“Ini merupakan langkah strategis dalam membidik calon wisawatan mancanegara dari Rusia yang akan bepergian long haul untuk menghabiskan liburan musim dingin ke negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Nia Niscaya.

Selain itu, dalam ajang ini tidak hanya kegiatan business to business (BtoB), tapi juga business to consumer (BtoC). Sehingga semua peluang dapat dijangkau. Semua peluang dapat dijajaki. Baik dengan para pebisnis maupun konsumen secara langsung.

“Ini adalah partisipasi yang ke-12 kalinya bagi Kemenpar,” ujar Nia Niscaya.

Nia menjelaskan, Kementerian Pariwisata memfasilitasi 12 industri pariwisata dalam pameran selama tiga hari itu. Terdiri dari empat tur operator dan delapan hotel dari Bali dan Raja Ampat.

Para industri pariwisata tersebut melakukan transaksi bisnis dengan para calon buyers yang sebagian besar merupakan top management, owners maupun manager dari tour operator, serta hotel dan industri pariwisata lainnya yang berasal dari Rusia dan sekitarnya.

Guna menambah daya tarik, pada penyelenggaraan Otdykh Leisure itu, paviliun Indonesia juga menyuguhkan kopi khas nusantara serta menampilkan tarian tradisional.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana mengatakan, Rusia merupakan salah satu negara potensial di Eropa penyumbang wisman ke Indonesia.

Berdasarkan data pada periode Januari hingga Juli 2017, jumlah kunjungan wisman asal Rusia mencapai 66.074 wisman. Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup pesat sebesar 42.042 dibanding periode yang sama pada tahun 2016. “Atau meningkat sebesar 57,16 persen,” ujar Pitana. Naik sekitar 22 ribu setahun, atau rata-rata 1.800 an wisatawan per bulan.

Memang, kalau bisa menggenjot pasar China dan India, jumlah kenaikannya akan lebih besar. Ia pun berharap, melalui Otdykh Lesiure pariwisata Indonesia semakin dikenal dan lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung dan menikmati Indonesia. “Dan target kunjungan 108 ribu wisman pada tahun ini bisa tercapai,” ungkap Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, targat pasar itu harus melihat 3S. Size nya besar, Sustainable atau growth nya berpotensi besar, dan Spread atau belanjanya besar. Patokan itulah yang membuat Menpar Arief selalu mengutamakan yang utama.

Selain itu, Menpar Arief juga melihat cara berpromosi, yang didorong melalui Go Digital. Karena pertumbuhan yang besar, target 25% per tahun, di tengah pertumbuhan regional 6% dan internasional 6% juga, itu termasuk angka spektakuler. Target yang sangat optimistik.

“Hasil yang luar biasa, tidak bisa direbut dengan cara-cara biasa. Hasil yang luar biasa harus dicapai dengan cara yang tidak biasa!” kata Menpar Arief Yahya.

Jika tepat memilih channel media promosi yang pas, kata Arief Yahya, pasti akan menemukan pasar yang lebih tepat pula. “Tahun lalu digital masih 25%, tahun ini naik 50%, dan tahun depan akan dinaikkan lagi porsinya. Karena budget terbatas, maka yg dilakukan adalah dengan memilih saluran promosi yang pas, yakni digital,” kata Arief Yahya.

“Identitas Indonesia adalah keberagaman destinasi, alam yang indah, pantai yang asri, dan kebudayaan yang berbeda satu sama lain namun menjadi satu dalam sebuah keharmonisan,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Dihadiri 10 Dinas Pariwisata, Kemenpar Optimis di JTE 2017

0

Pamor pameran Japan Tourism Expo (JTE) 2017, yang digulirkan 21-24 September 2017 di Tokyo International Exhibition Center (Tokyo Big Sight), Jepang, membuat industri dan semua elemen penting pariwisata Indonesia turun gunung. Buktinya, perhelatan pameran terbesar di Jepang itu selain didukung 41 industri, juga dihadiri 10 Dinas-Dinas Pariwisata di Indonesia.

”Ini momentum kami untuk menjaring wisatawan mancanegara dari Jepang. Kami tidak ingin Wisman Jepang turun di tahun 2017 dan 2018 ini, pameran ini adalah media yang sangat tepat diikuti oleh Yogyakarta sebagai salah satu destinasi unggulan tanah air,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Aries Riyanta.

Aries tidak sendirian, hadir perwakilan dinas-dinas pariwisata lainnya seperti Dinas Pariwisata Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Bali, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Tengah.

Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Profesor I Gde Pitana mengucapkan terima kasih kehadiran para dinas dan industri di pameran tersebut. Kata Pitana, ikut pameran JTE 2017 adalah langkah yang cerdas dan tepat.

”Kami optimis bahwa perkembangan pasar Jepang akan mengalami peningkatan, walaupun sempat turun di tahun sebelumnya. Jumlah wisman Japan sebanyak 287.208 Wisman pada periode Januari sampai dengan Juli 2017 atau naik 1,03% dibanding periode yang sama tahun 2016. Ini akan kami terus dorong agar semakin naik termasuk melalui pameran ini,” ujar Prof Pit itu.

Ada tiga faktor kunci sukses yang sudah dipegang oleh Kemenpar untuk mendatangkan Wisman Jepang ke tanah air. Pertama, imbuh Pitana, perekonomian Jepang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan daya beli masyarakat Jepang semakin meningkat. Yang kedua, masih kata Pitana, ada Wisman Jepang yang biasa dipanggil dengan Golden Generation, yang dimana wisman ini sering sekali traveling ke tanah air dengan umur di atas 60 tahun ke atas.

”Dan yang ketiga yang membuat kami percaya diri adalah, akses Jepang yang semakin hari semakin terbuka. Bahkan kami juga mendapatkan kabar baik dari Japan Airlines yang ingin membuka peluang kembali penerbangan ke Jepang. Saat ini sudah ada tiga maskapai yang terbang ke tanah air, yakni Garuda Indonesia, Ana Air dan Air Asia. Tiga faktor inilah yang membuat Jepang akan terus mendatangi tanah air kita, dan kami akan terus berkoordinasi dan berpromosi, ini kami kejar terus,” kata Pitana yang juga didampingi Kepala Bidang Pameran Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia pasifik, Ricky Fauzi.

Hal senada diungkapkan Staf Khusus Bidang Infrastruktur Pariwisata Kemenpar Judi Rifajantoro. Mantan petinggi Garuda Indonesia itu juga percaya bahwa pasar Jepang akan kembali menggeliat dengan penerbangan-penerbangan langsung ke Indonesia terutama Bali dan Jakarta.

”Kita juga akan segera bicarakan dengan pihak terkait mengenai hal pesawat charter. Dimana nanti Japan Airlines atau maskapai manapun setelah mengantarkan penerbangan ke Bali dan Jakarta, pulangnya pesawatnya tidak kosong dan bisa mengambil penumpang dari Indonesia maupun dari Singapura. Hal ini akan kami kondisikan dan terus bicarakan dengan pihak terkait,” ujar Judi yang juga hadir di pameran tersebut.

Agen Travel besar di Jepang, Chairperson Bali Rasa Sayang Makiko Iskandar mengucapkan terima kasih banyak atas agresifnya Kemenpar dalam mensasar pasar Jepang. Makiko optimis bahwa, Jepang akan segera beralih ke Indonesia, karena saat ini kompetitor Indonesia hanya Hawai.

”Nah, jika penerbangan langsung ke Indonesia semakin banyak, maka kami akan menjual banyak paket ke masyarakat Jepang dengan pilihan yang menarik. Jepang itu tidak punya laut, dan mereka saya yakin akan terpukau dengan keindahan yang lengkap yang dimiliki Bali. Mereka juga suka budaya yang dimiliki Yogyakarta, namun saingan Bali saat ini hanya Hawaii. Kami yakin jika ada penerbangan langsung yang semakin banyak, maka masyarakat Jepang akan melupakan Hawaii,” kata Makiko.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut optimis dengan pasar Jepang, meskipun target 2017 ini cukup fantastis. Dia berprinsip bahwa peran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata adalah membuat regulasi yang membuat industri bisa bergerak secara leluasa untuk mengembangkan bisnisnya.

“Industry lead, government support! Itu yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem bisnis yang memberi angin kepada mereka untuk berkembang,” kata Menpar Arief Yahya.

“Jangan sampai government ikut-ikutan menjadi operator. Fungsi dan peran government adalah regulator. Itu saja, jangan offside untuk ikut-ikut menjadi operator. Biarkan itu wilayahnya industri,” ujar Arief yahya.

Prinsip inilah yang membuat para industri yang bergerak di sektor Pariwisata itu merasa nyaman, merasa dilindungi oleh regulasi, dan percaya dengan aturan main yang diundangkan oleh pemerintah.

“Di mana-mana, di seluruh dunia, ya seperti ini. Kalau mau membawa iklim usaha yang sehat, dan mendorong pelaku usaha berkreasi lebih cepat, maka regulasi harus konsisten, dan posisi pemerintah harus jelas, sebagai regulator, pameran ini adalah media untuk para industri unjuk gigi. Selamat melaksanakan pameran, dan buat Wisman Jepang tertarik untuk ke tanah air kita,” kata Arief Yahya.(*)

Putri Bungsu Sultan HB X Ajak GenPI Jogja Terus Promosikan Pariwisata

0

Keberadaan bandara internasional baru di Kulonprogo harus menjadi momentum kebangkitan pariwisata Yogya. Semua pihak harus menyambut dan mempersiapkan diri menyambut peningkatan wisatawan mancanegara. Destinasi wisata yang ada harus terus meningkatkan standar pelayanan prima agar tidak membuat wisatawan kecewa dan kapok datang.

Peningkatan kapasitas dan kemampuan layanan yang baik itulah yang kini terus dilakukan DPP PUTRI ( Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami terus dampingi anggota PUTRI untuk melakukan peningkatan layanan terhadap wisatawan,” tegas Ketua DPP PUTRI DIY GKR Bendara saat silaturahim dengan GenPI Jogja.

Silaturahim ini dihadiri anak-anak muda relawan Generasi Pesona Indonesia chapter Jogja. Mereka adalah para fotografer, videografer, aktivisi media sosial dan selebgram. GKR Bendara merasa senang bisa melakukan sharing dan berkenalan dengan para anggota GenPI Jogja ini.

Putri Bungsu Sultan Hamengku Buwono X ini lalu mengajak anggota GenPI Jogja untuk terus mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Yogyakarta. Dia mengingatkan agar promosi juga dibarengi dengan kesiapan tempat-tempat wisata untuk terus meningkatkan kualitas atraksi maupun fasilitas atau amenitasnya.

“Jangan sampai promosinya gencar, kemudian banyak wisatawan yang datang tapi saat datang tidak menemukan sesuatu yang memuaskannya. Sehingga yang malah muncul kekecewaan,” ingat putri dengan nama kecil GRAj Nurastuti Wijareni ini.

GKR Bendara juga menjelaskan bahwa dengan bandara baru nanti, target wisatawan mancanegara ke Jogja di tahun 2021 adalah 15 juta wisatawan. Sekarang ini, katanya, wisatawan mancanegara yang ke Jogja baru 3 juta orang.

“Jadi butuh kerja keras dan kerjasama serta promosi dari berbagai pihak,” katanya.

Kerjasama dan promosi itu harus dilakukan dengan kordinasi yang baik. Ia mengibaratkan kerikil yang dilempar ke danau. Maka hanya berbunyi “cepluk”. Kalau kerikil-kerikil yang dilempar ke danau maka bunyinya “cepluk, cepluk, cepluk.

” Tapi, kalau kerikil tersebut disatukan di dalam plastik lalu dilempar ke danau maka bunyinya “byuuurr.”

Dikatakan pula oleh ibu beranak satu ini, kekayaan destinasi wisata di Jogja sangat komplet. Mulai dari alam, budaya, sejarah, maupun buatan manusia, semuanya ada di Jogja dan unik. Semuanya memiliki daya tarik yang luar biasa.

Menpar Arief Yahya berterima kasih pada Putri Bungsu Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara, yang menyambung silaturahmi dengan GenPI Jogja. Generasi Pesona Indonesia yang terus mempromosikan 3 hal melalui media sosial.

Ke-3 hal itu adalah destinasi wisata, calender of events, dan kebijakan kepariwisataan yang perlu diketahui oleh publik.

“GenPI akan menjadi komunitas yang pro aktif di media sosial, dan menjadi satu kekuatan Pentahelix. GenPI memiliki aspek cultural value dan ke depan akan memiliki peran strategis dalam membangun commercial value bersama ITX, Indonesia Tourism Xchange,” ungkapnya. (*)