Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12980

Izin Tour dan Travel, Eh,… Ternyata Tempat Pendaftaran TKI Ilegal

0

batampos.co.id – Sekelompok massa menyambangi Perumahan Delta Villa, Jumat (29/9). Massa ini merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Batam, yang diiming-imingi bekerja di Singapura oleh dua orang biasa dipanggil Caca dan Bunda.
Gun, salah satu calon TKI yang dijanjikan akan dipekerjakan di Singapura menuturkan bahwa dirinya sudah membayar Rp 2 juta untuk pendafataran.

“Tapi sampai sekarang kami belum juga dipekerjakan,” katanya, Jumat (29/9).

Gun menuturkan dirinya sudah mengurus paspor, agar bisa bekerja di Singapura. Pemilik Tour dan Travel bernama Caca, menjanjikan Gun akan bekerja sebagai penjaga rumah di Singapura.

“Saya sudah dua bulan lalu mendaftar, tapi belum juga berangkat. Kami ingin memastikan hal ini, makanya mendatangi tempat ini,” tuturnya.

Camat Sekupang Arman membenarkan soal izin tour dan travel milik Caca.

“Izin itu disalahgunakan sepertinya,” ungkapnya.

Ia mengatakan dari informasi yang didapatnya, ada 140 orang yang telah mendaftar untuk bekerja ke Singapura. Dan mereka dijanjikan akan dipekerjakan sebagai bodyguard, pegawai hotel, pembantu rumah tangga, kasino, dan restoran.

“Ada yang diminta Rp 900 ribu, Rp 1,2 juta hingga Rp 2 juta, untuk biaya pendaftaran agar dipekerjakan di Singapura,” tuturnya.

Dokumen yang dikantongi 140 orang itu, kata Arman hanyalah paspor untuk kunjungan saja. Dan tak ada satupun yang memiliki visa bekerja di Singapura.

“Kami perkirakan, mereka akan masuk secara legal tapi bekerja secara ilegal di sana,” ucapnya.

Sebanyak 140 orang ini, kebanyakan berasal dari warga Tanjunguma, Bengkong, Nongsa dan daerah lainnya di Batam.

“Tak ada satupun orang luar, semuanya warga Batam,” tuturnya.

Arman menuturkan warga sekitar Perumahan Delta Villa, hampir tak ada mengetahui praktik ini. Baik itu Caca atau Bunda, mereka begitu baik dengan warga sekitar. Cafe atau fasilitas yang ada disekitar Tour dan Travel itu, sering dipinjamkan oleh mereka.

“Tapi ternyata ada praktik ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan kasus ini telah ditangani oleh Polsek Sekupang.

“Untuk kasusnya, bisa ke Polsek Sekupang saja,” pungkasnya. (ska)

Dishub Pemko Batam akan Tindak Jukir Nakal

0
Juru parkir mengatur parkir di kawasan bisnis Bumi Indah, Nagoya, Rabu (26/7). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam tengah mengevaluasi kebocoran pendapatan dari retribusi parkir. Bahkan, Dishub akan menindak tegas oknum juru parkir yang mempermainkan tarif parkir di lapangan.

Kepala Dishub Batam, Yusfa Hendri telah mendapat banyak keluhan dan laporan dari warga terkait tarif parkir di kawasan Jembatan 1 Barelang. Ia berjanji akan mencari tahu kebenaraan informasi tersebut.

“Sudah ada pengaduan dan ini akan kami cari tahu kebenaraanya,” kata Yusfa, Sabtu (30/9).

Sesuai Perda Kota Batam, tarif retribusi parkir di tepi jalan umum untuk kendaraan roda dua hanya Rp 1000, sedangkan kendaraan roda empat Rp 2000. Setiap kendaraan parkir juga berhak menerima karcis sebagai bukti pembayaran retribusi parkir.

“Nah ini juga yang kami pertanyakan. Kok bisa segitu. Padahal dari kami memunggut biaya parkir sesuai perda. Tak sampai Rp 5000 atau Rp 10000 seperti yang disebutkan itu,” jelas Yusfa.

Dikatakan Yusfa, tarif parkir bisa berubah apabila di dalam suatu kawasan yang ada pengelolanya. Pengelola berhak menentukan tarif parkir.

“Di tepi jalan harus sesuai perda. Beda dengan di daerah kawasan, itu tergantung kebijakan dari pengelola,” tegas Yusfa.

Ia akan menindak tegas juru parkir yang terbukti membuat karcis palsu, termasuk untuk daerah tepi jalan Jembatan 1 Barelang.

“Kami akan tegur mereka yang menyalahi aturan. Dan jika tebukti kami tindak tegas,” imbuh Yusfa.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih mengevaluasi kebocoran dari retribusi parkir. Ia juga tak membantah adanya permainan dari oknum lapangan sehingga target retribusi parkir masih rendah. (she)

Batam Butuh 66 Ribu Keping Blanko e-KTP

0
Ratih pegawai Kecamatan Batamkota sedang melakukan registrasi dan pencetakan KTP F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Camat Sekupang, Muhammad Arman mengusul 600 keping blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) kepada Dinas Kependuduka dan Pencatatan Sipil (Disduk-Capil) Kota Batam.

“Kemarin kita kan dapat penambahan empat ribu blanko, nah kita ajukan 600 dari kecamatan Sekupang,” Sabtu (30/9).

Arman mengungkapkan jika tidak ada masalah jaringan, pencetakan akan selesai minggu pertama Oktober.

“Sekarang cetak semua di Disdiuk, jadi lebih cepat selesai, kemarin kata mereka tiga hari selesai pencetakan,” ujarnya.

Hingga saat ini sedikitnya masih ada tiga ribu pengajuan yang menunggu dicetak. Dia berharap pencetakan ini bisa selesai hingga akhir tahun ini.

“Semoga kita diberikan tambahan lagi, sehingga semua bisa terselesaikan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disduk-Capil Kota Batam, Said Khaidar mengatakan Kementerian Dalam Negeri menyebar 7,4 juta keping blanko e-KTP hingga Okotober mendatang. Batam sendiri telah mengajukan sedikitnya 70 ribu blanko, dan yang sudah diterima sebanyak empat ribu blanko.

“Jika disetujui bearti kami masih menunggu 66 ribu keping blanko lagi,” terangnya.

Sesuai dengan arahan pusat, pengajuan penambahan bisa dilakukan jika sudah menyelesaikan pencetakan e-KTP. Untuk itu, pihaknya bekerja keras untuk menyelesaikan pencetakan e-KTP secepatnya.

“Selesai cetak kami langsung distribusikan, dan langsung jemput lagi ke Jakarta,” tutupnya. (cr17)

Satu Senjata untuk Bangun Kepri…

0
Sonny Harry B Harmadi, Staf Ahli Bidang Kependudukan Kemenko PMK/ Ketua Umum Koalisi Kependudukan/Staf Pengajar Tetap FEUI saat memberikan materi seminar.

batampos.co.idNasib sebuah kaum tak akan berubah selain karena kaum itu sendiri. Semangat itu harus melandasi kehidupan pada era otonomi saat ini. Kurang lebih demikianlah satu pesan yang disampaikan oleh Ketua Koalisi Kependudukan, Sonny Harry B Harmadi.

Sehari-hari Sonny ialah Staf Ahli Bidang Kependudukan Kemenko PMK/ Ketua Umum Koalisi Kependudukan/Staf Pengajar Tetap FE UI

Sonny berbicara di hadapan peserta seminar yang membahas angkatan kerja baru di hotel Sahid Batam, Sabtu (30/9/2017).

“Sudah banyak contoh kepala daerah yang sukses membangun daerahnya,” ujar Soni kepada wartawan.

Menurut Sonny, sudah bukan zaman lagi sedikit-sedikit menyalahkan pemerintah pusat yang dianggap gagal.

“Kita harus belajar untuk koreksi diri sendiri,” ingatnya.

Bagaimana dengab Kepri, Sonny mengaku belum memiliki data pembangunan Kepri.

Namun menurut Sonny, Kepri harus fokus pada pertumbuhan ekonomi berbasis maritim.

Kepri ialah salah satu dari empat provinsi yang berupa kepulauan.

Harusnya tidak terlalu susah meningkatkan ekonomi berbasis maritim. “Sebab ikan kan tak perlu di ternak,” imbuhnya.

Pria yang sudah keliling Indonesia untuk mengkaji tentang kependudukan ini mengatakan kesuksesan pembangunan berbasis maritim ialah mudah. “Sebesar apa potensi laut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Ia mengatakan Kampung KB yang tengah dilaksanakan BKKBN bisa menjadi alat bagi Provinsi Kepri untuk mengatasi kesenjangan pembangunan manusia Indonesia.

Ia mengatakan, saat ini masih banyak terjadi ketimpangan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia termasuk pada daerah-daerah kepulauan seperti di Kepri.

“Untuk Batam, Tanjungpinang sudah baik dilihat dari fasilitas kesehatan, pendidikan. Bahkan diatas rata-rata nasional. Namun seperti Lingga, Anambas datanya selalu masih dibawah rata-rata,” kata dia.

Menurut Sonny, dengan pembangunan kampung KB di daerah-daerah terluar diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai informasi mengenai pembangunan keluarga dan akses kesehatan sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan.

“Inilah mengapa Kampung KB perlu,” kata Sonny.

Program Kampung KB yang sudah dilaksanakan sejak 2014 ini sesuai dengan program pemerintah yang ingin membangun mulai dari daerah pinggiran dan tertinggal agar setara dengan daerah lain yang sudah terlebih dahulu berkembang.

Penduduk merupakan komponen yang menjadi tujuan sebuah pembangunan. Memahami kependudukan ialah harus. Menemukan solusi bagi masalah kependudukan ialah tantangan. (ptt/ant)

 

Honda Jet Mampir ke Jakarta

0

batampos.co.id – Pesawat Honda HA-420 atau biasa disebut HondaJet untuk kali pertama menyambangi Indonesia. Pesawat seharga USD 4,9 juta atau Rp 65,5 miliar itu singgah di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kehadiran light jet buatan Honda Motor Company tersebut menandai keseriusan Honda untuk melebarkan sayap ke bisnis penerbangan.

Melalui anak usahanya, Honda Aircraft Company, Honda mengirimkan 54 HondaJet sejak Desember 2015. Director of Sales, Asia Pacific, Middle East, and Africa Honda Aircraft Company Vishal V.

Hiremath menjelaskan bahwa mayoritas pembeli HondaJet berasal dari Amerika Serikat dan Eropa. Di Asia, target pembelinya berada di Singapura, Thailand, Malaysia, serta Laos.

Hingga saat ini, pasar Indonesia belum masuk radar HondaJet. Namun, ketika kondisi ekonomi semakin baik, Honda akan menggarap pasar Indonesia. Honda menyasar konsumen korporasi, pebisnis, dan pejabat pemerintah VIP sebagai target penjualan HondaJet.

Pesawat berkonfigurasi empat tempat duduk utama itu diklaim sebagai pesawat paling efisien serta kabin paling lapang di kelasnya. ”Dengan private jet, pebisnis atau VIP tidak perlu menunggu jadwal penerbangan seperti maskapai konvensional. Mesinnya juga irit, khas teknologi Honda,” kata Vishal.

Berdiri sejak 2006, Honda Aircraft Company yang berbasis di Greensboro, North Carolina, AS, menghabiskan waktu 20 tahun untuk meriset HondaJet hingga akhirnya resmi dijual pada 2015. HondaJet mampu terbang hingga ketinggian 43 ribu kaki dengan kecepatan maksimal 778 km/jam dan daya jelajah 2.400 km.

Konfigurasi empat kursinya fleksibel serta dilengkapi toilet pribadi. ”Kami memiliki diferensiasi yang cukup jauh dengan kompetitor, bahkan bisa disebut stand alone. Kebutuhan light jet juga mulai banyak dilirik,” jelasnya.

Pengamat Penerbangan Dudi Sudibyo yakin pasar private jet di Indonesia semakin meningkat. Meski secara operasional pengguna jet pribadi perlu membayar biaya-biaya ekstra seperti parking fee dan maintenance yang besar, perhitungan efisiensi dan waktu menjadi pertimbangan konsumen VIP. (agf/c24/noe)

Gundul-gundul Pacul ala Dream Theater pada JogjaROCKarta 2017

0
Dream Theater di JogjaROCKarta 2017, Stadion Kridosono, Jogjakarta pada Sabtu (30/9/2017). (Dedi Yondra/JawaPos.com)

Kejutan diberikan oleh Dream Theater saat tampil di hari terakhir JogjaROCKarta 2017, Sabtu (30/9). Di tengah penampilannya, pemain keyboard Jordan Rudess tiba-tiba memainkan melodi Gundhul Pacul. Bunyi petikan keyboard-nya pun membuat ribuan penonton berteriak histeris. Meski tidak terlalu lama, lagu berbahasa Jawa itu cukup sukses membuat pengunjung bernyanyi bersama.

Sementara itu, dalam penampilan hari ini tidak banyak perubahan yang dilakukan Dream Theater soal daftar lagu. Naik panggung pukul 20.30 WIB, grup yang diisi John Myung (bass), John Petrucci (gitar), James LaBrie (vokal), Jordan Rudess (keyboard), Mike Mangini (drum) menyajikan lagu The Dark Eternal Night sebagai pembuka.

“Hello Jogjakarta. Senang sekali bisa kembali di sini setelah keseruan kemaren,” kata James LaBrie menyapa penonton di Stadion Kridosono.

Menu selanjutnya yang dibawakan Dream Theater adalah The Bigger Picture. Pada lagu itu personel pun memulai ritual pamer skill di panggung. Ribuan orang yang menyaksikan dibuat takjub oleh John Myung, John Petrucci, James LaBrie, Jordan Rudess, Mike Mangini dengan masing-masing alat mereka.

Nyaris di setiap lagu berikutnya Dream Theater unjuk kebolehan. Seperti pada lagu Enter Sandman milik Metallica dibawakan. Ditambah lagu As I Am, Breaking All Illusions, Pull Me Under.

Saat pertengahan penampilan Dream Theater sempat turun panggung sekitar 10 menit untuk istirahat. Dan kemudian dilanjutkan dengan lagu Another Day, serta beberapa lagu lain yakni Take the Time, Surrounded, dan Metropolis.

Penonton bertepuk tangan dan berteriak saat James LaBrie menyapa penonton. Dream Theater pun melanjutkan aksi panggung dengan Under a Glass Moon, Wait for Sleep, Learning to Live.

Sebelum lagu terakhir dibawakan sempat terjadi encore. Akhirnya lagu A Change of Seasons benar-benar menutup keseruan dua hari JogjaROCKarta bersama Dream Theater.

(ded/JPC) 

Imigrasi Batam Razia Warga Asing di Kapal Asal ….

0
Kantor Imigrasi Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto memimpin jajarannya, melakukan razia kru kapal asing yang sedang labuh jangkar di perairan Batam, Sabtu (30/9). Dari operasi ini, pihak imigrasi tak menemukan kru kapal yang melanggar izin keimigrasian.

Ia mengatakan dari awal tahun hingga sekarang, puluhan kru kapal yang melanggar aturan keimigrasian.

“Sebanyak 34 orang yang kami deportasi. Oleh sebab itu kegaiatan hari ini (30/9), sesuatu yang rutin yang terus kami gelar dalam rangka pengawasan orang asing di laut,” kata Lucky, Sabtu (30/9).

Ia mengatakan dari 34 orang pihaknya deportasi, kebanyakan Warga Negara India.

Pelanggaran keimigrasian ini sering dilakukan pihak kru kapal. Hal ini disebabkan oleh berbagai penyebab salah satunya yakni kapal yang bersangkutan tak ingin labuh jangkar di Malaysia karena biaya yang mahal. Lalu kapal itu diam-diam labuh jangkar di wilayah Indonesia.

“Hal ini sering kami temui,” ucapnya. ‘

Lucky menuturkan sesuai prosedur imigrasi, harusnya setiap warga negera asing melaporkan ke Kantor Imigrasi saat memasuki wilayah Indonesia.

“Ada aturannya, walau mereka tetap di kapal. Tetap harus melapor,” ungkapnya.

Masih terkait dengan kru kapal asing yang nakal ini, Lucky menuturkan tahun lalu sebanyak 70 orang yang mereka deportasi. Walau sudah melakukan tindakan tegas ini, ia mengatakan tetap saja ada beberapa orang asing yang tak melapor saat memasuki wilayah Indonesia. Padahal pihak imigrasi sudah mempermudah pelaporan bagi orang asing yang bekerja sebagai kru kapal.

“Sudah ada kemudahan,” tuturnya.

Dari pantauan Batam Pos di lapangan, ada beberapa kapal yang dirazia mulai dari kapal untuk penelitian hingga bantuan bagi pengeboran minyak lepas pantai. Di kapal yang sedang melakukan penelitian tersebut berbendera Panama. Krunya kebanyakan berasal dari Lebanon, Honduras, Amerika hingga Afrika. Di kapal itu ada sebanyak 12 kru, dan mereka semua memiliki kelangkapan izin keimigrasian.

Hal yang sama juga di Kapal Labuan asal Malaysia. Sebanyak tiga orang kru kapal warga negar asing, selebihnya WNI. Pengecekan terhadap tiga orang WN Malaysia, tak ditemukan juga pelanggaran.

Seorang kru kapal yang enggan nama kapal dan namanya disebut menuturkan, biasanya kapal-kapal asing sedikit enggan labuh jangkar ke Singapura. Karena biayanya cukup besar, dalam sehari biaya labuh jangkarnya 1000 Dollar Singapura. Sementara itu di Indonesia, biayanya lebih murah.

“Kadang itu yang membuat kapal-kapal asing diam-diam memasuki perairan Indonesia,” tuturnya. (ska)

Telkomsel Membuka Isolasi Komunikasi di Anambas

0
Petugas Telkomsel bersiap memasang BTS Combat di Anambas, beberapa waktu lalu. Foto: dok. Telkomsel untuk Batam Pos

Teknologi informasi kini berkembang pesat. Berbagai lini kehidupan bahkan sudah tersentuh layanan berbasis digital. Namun, ternyata masih ada daerah di garis terdepan yang terisolir dari perkembangan teknologi informasi. Salah satunya Kepuluan Anambas. Masih banyak desa yang hampa jaringan selular.

MUHAMMAD NUR-SYAHID, Anambas

PRIA itu menatap tajam layar gawai pintarnya. Pandangannya tertuju pada bagian atas layar. Pas di bar sinyal. Sesekali ia angkat ke atas. Lalu ia goyang-goyangkan telepon selularnya itu.

“Aduh, sinyal lemah, hilang timbul,” ujar pria bernama Azhar itu sambil terus memperhatikan bar sinyal telepon genggamnya, akhir pekan lalu, saat ia berada di Pelabuhan Matak Kecil, Kecamatan Palmatak, Anambas, Kepulauan Riau.

Ia kemudian berlari kecil menuju ujung dermaga. Tingkahnya masih sama. Menatap layar telepon seluar (ponsel) miliknya. Berharap mendapat sinyal. Ia tampak tersenyum saat melihat ada dua bar sinyal dari operator selular Telkomsel muncul di layar gawainya. Pria 40 tahun yang bekerja sebagai tukang bangunan itu pun langsung menelepon seseorang.

“Sinyal ada, tapi terlalu lemah karena mengandalkan biasan dari tower di Tarempa,” ujarnya, usai menelepon. Namun ia merasa bersyukur, karena Telkomsel satu-satunya operator selular yang sinyalnya menembus hingga Matak Kecil.

Warga Matak Kecil ini mengakui menggunakan layanan Telkomsel untuk berkomunikasi. Sebagai tukang yang tinggal di wilayah kepulauan, keberadaan sarana telekomunikasi sangat vital baginya. Apalagi, ia sering mendapatkan proyek membangun rumah dari pulau satu ke pulau lainnya di Anambas.

Terkadang ia menyepakati harga untuk tipe rumah tertentu cukup melalui komunikasi di ponsel. Sehingga, ia tinggal berangkat ke pulau yang dituju membawa perlengkapan tukang dan pekerjanya.

Namun ia menghadapi kendala saat lokasi proyek di desa yang belum terjangkau sinyal operator selular. Apalagi pulau-pulau terluar. Harus bertemu langsung dengan calon konsumennya. Butuh waktu biaya besar karena harus menyewa speedboat. Pengiriman logistik dan bahan bangunan juga kadang terkendala karena komunikasi yang sulit.

“Walaupun kami mendapatkan lemparan sinyal Telkomsel dari wilayah di pulau lain, Kami berharap paling tidak di pelabuhan Matak Kecil ini ada tower selular, karena aktivitas masyarakat di pelabuhan ini cukup padat, termasuk pelabuhan penting bagi warga Matak Kecil dan sekitarnya,” ujarnya.

***

Kepulauan Anambas adalah kabupaten termuda di Provinsi Kepulauan Riau. Ibukotanya Terempa. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2008. Hasil pemekaran dari Kabupaten Natuna.

Badan Pusat Statistik mencatat, Anambas terdiri dari enam Kecamatan, yaitu Kecamatan Siantan, Kecamatan Siantan Timur, Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Jemaja, Kecamatan Jemaja Timur, dan Kecamatan Siantan Tengah.

Luas Anambas mencapai 46.667 km persegi. Namun 97 persen wilayahnya laut. Selebihnya daratan yang terdiri dari 255 pulau. Baru 26 pulau berpenghuni. Jumlah penduduknya mencapai 500 ribu jiwa. Tersebar di 26 pulau tersebut. Siantan, Palmatak, dan Jemaja adalah tiga pulau terbesar.

Anambas juga salah satu tapal batas NKRI karena berbatasan langsung dengan Laut China Selatan atau yang kini disebut Laut Tiongkok Selatan. Perairannya terbilang strategis karena dilalui 90 persen kapal internasional.

Anambas tak hanya strategis dan tapal batas NKRI, tapi juga salah satu kepulauan tropis yang indah. Bahkan pada 2013, CNN menempatkan Pulau Bawah, salah satu gugusan pulau di Anambas sebagai kepualauan terindah di Asia. Mengalahkan Koh Chang dan Similian di Thailand, Langwaki di Malaysia, dan Halong Bay di Vietnam.

Lautnya yang biru dan hamparan pasir putihnya bertebaran di semua pulau. Lengkap dengan laguna atau danau air laut di lautan lepas. Ditambah gugusan pulau yang tampak saat air surut, terhubung pasir putih satu sama lainnya, namun terpisah dari pulau utama.

Anambas juga memiliki banyak spot menyelam untuk menikmati aneka biota laut dan karang yang masih alami. Juga salah satu habitat penyu. Khususnya di Pulau Keramut dan Pulau Mangkai. Belum lagi hasil lautnya yang melimpah. Paling terkenal ikan Napoleon yang harga satu kilonya menembus angka jutaan rupiah.

Pulau lainnya yang menarik dikunjungi antara lain Pulau Penjalin di Kecamatan Palmatak, Pulau Selat Rangsang, Pulau Durai, gugusan Pulau Bawah, Pantai Tanjung Momong dan Pasir Manang di Pulau Siantan, dan lainnya.

***

Salah satu bagian Pulau Bawah, Anambas. foto:syahid/batampos

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas M. Ari Sofian mengatakan, potensi hasil laut dan wisata alam Anambas sangat luar biasa. Namun persoalan transportasi dan jaringan komunikasi membuat potensi itu tak muncul di permukaan.

Ia sangat berharap operator selular Telkomsel terus memperluas jangkauannya, meski secara bisnis belum menguntungkan karena jumlah penduduk yang kecil dan wilyahnya kepulauan.

“Kalau layanan komunikasi lancar, termasuk layanan datanya, maka potensi Anambas akan mudah dikenal dunia,” ujarnya, Selasa (26/9).

Ari mengakui, Telkomsel merupakan salah satu provider yang jangkauannya paling luas di Anambas, dibandingkan operator selular lainnya. Khususnya di tiga kecamatan besar di Kabupaten Kepulauan Anambas, yakni Kecamatan Jemaja, Palmatak, dan Siantan.

Dari jumlah tower atau BTS (Base Transceiver Station ) reguler juga paling banyak dibandingkan tower oprator lain. Tower reguler ada enam. Masing-masing satu di Tarempa, satu di Antang, satu di Kusik, satu di Jemaja, satu di Palmatak dan satu di di desa Kecamatan Siantan Tengah. Kemudian ditambah dua tower, satu tower monopol dan tower combat di Tarempa.

“Kalau jumlah pelanggan, yang paling banyak telkomsel. Hampir semua kecamatan sudah terjangkau,” ungkap Ari.

Ia juga mengungkapkan Telkomsel akan menambah dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di Kepulauan Anambas. Melalui anak perusahaannya, PT Mitratel, berhasil memenangkan tender program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi Informatika (BP3TI) tahun 2017, yakni program Kewajiban Pelayanan Universal Services Obligation (KP USO). Program ini dikenal juga dengan nama Palapa Ring.

“PT Mitratel akan membangun 13 tower lagi di Anambas,” ungkapnya lagi.

Ke-13 tower tersebut akan dibangun di Desa Mengkait Kecamatan Siantan Selatan, Desa Munjan Kecamatan Siantan Timur, Desa Air Putih Kecamatan Siantan Timur, Desa Serat Kecamatan Siantan Timur, Dusun Penebung Desa Air Putih Kecamatan Siantan Timur, Dusun Teluk Durian Desa Teluk Bayar Kecamatan Palmatak, Desa Belibak kecamatan Palmatak, Desa Batu Belah kecamatan Siantan Tengah, Desa Tarempa Selatan Kecamatan Siantan, Desa Landak kecamatan Jemaja, Desa Rewak Kecamatan Jemaja, Desa Mampok Kecamatan Jemaja, dan di Desa Ulumaras Kecamatan Jemaja Timur.

“Kita usulkan 12 titik tower tapi Alhamdulillah dapat 13 titik tower. Semuanya sudah dalam proses pengerjaan, targetnya tahun ini selesai,” ungkap Ari yang mengaku mendapatkan laporan dari Mitratel.

Diakuinya, jika 13 tower yang dibangun tersebut berbeda dengan tower reguler. Jangkauan tower regular lebih jauh. Tapi jangkauan ke-13 tower yang baru dalam proses pembangunan tersebut hanya radius 2-3 km.

“Jika pembangunannya di tepi laut maka hanya dapat menjangkau dua sampai tiga kilo meter ke arah laut. Tapi kalau ini terealisasi sudah sangat menguntungkan,” ungkapnya.

Ari mengatakan masyarakat di 13 desa itu sangat bersyukur. Keberadaan tambahan tower itu nantinya paling tidak bisa mengurangi jumlah wilayah yang selama ini terisolir dari saluran telekomunikasi selular.

Ia juga besyukur Telkomsel mau memberikan perhatian wilayah terluar Indonesia itu, meski secara bisnis belum menguntungkan karena menggunakan satelit yang berbiaya mahal.

“Paling tidak semua wilayah vital yang jadi konsentrasi masyarakat bisa terjangkau sinyal Telkomsel, termasuk di kawasan pelabuhan Matak Kecil di Kecamatan Palmatak,” ujarnya.

Ari yakin, ekonomi masyarakat di 13 desa tersebut akan semakin maju jika kelak terjangkau sinyal Telkomsel. Apalagi setiap desa ada pelabuhan yang menjadi lalulintas barang dan penduduk dari satu pulau ke pulau lainnya. Dan belum ada operator lainnya yang menyediakan layanan telekomunikasi sebanyak yang telah dilakukan Telkomsel untuk masyarakat di Anambas.

“Selama ini masyarakat Anambas khususnya di tiga kecamatan besar itu sudah sangat merasakan manfaat keberadaan Telkomsel. Tapi kami berharap ke semua pulau berpenghuni dan beberapa pulau tak berpenghuni tapi tapal batas NKRI,” ujarnya.

Dari aspek keamanan perairan Anambas, khususnya yang berbatasan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan, juga sangat penting. Sekecil apapun pelanggaran kedaulatan negara oleh pihak asing, bisa dengan cepat dilaporkan warga yang mayoritas nelayan.

Bukan hanya itu, sekolah juga termasuk objek vital yang memerlukan sinyal yang memadai. Namun yang terjadi di Anambas, masih banyak sekolah yang tidak terjangkau sinyal sama sekali.

“Kami juga berharap semua sekolah nanti bisa terjangkau sinyal Telkomsel, agar anak-anak Anambas juga bisa semaju anak-anak di perkotaan,” ujarnya.

Selain itu, semua rumah sakit dan puskesmas, harapannya juga bisa dijangkau layanan Telkomsel. Tujuannya, jika ada warga yang membutuhkan pelayanan medis serius, bisa dengan cepat dilakukan tindakan dengan merujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Lebih dari itu, pariwisata Anambas bisa tumbuh pesat, jika semua objek wisata potensial di Anambas terbuka dari isolasi komunikasi. Ari yakin wisatawan asing akan membanjiri Anambas jika persoalan komunikasi dan transportasi beres.

“Kuncinya memang di komunikasi dan transportasi. Jadi, kami benar-benar berharap besar pada Telkomsel, karena kami melihat Telkomsel yang paling serius menjangkau pulau-pulau terluar di tapal batas NKRI,” ujar Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Jeprizal, menambahkan.

Ari memaklumi, perjuangan Telkomsel membuka isolasi komunikasi di tapal batas NKRI di Anambas tidak mudah karena wilayahnya kepulauan dan belum ada jaringan fiber optik. Sehingga terpaksa mengandalkan satelit yang berbiaya mahal. Namun sebagai operator pelat merah, Ari yakin Telkomsel tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan jangkauannya, demi NKRI.

“Kalau bukan Telkomsel siapa lagi, yang di bawah BUMN hanya Telkomsel, tak mungkin provider lain,” katanya.

Corporate Communication Telkomsel Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng)  Agus Winarto membenarkan kalau Telkomsel adalah operator selular dengan jangkauan terluas seluruh Indonesia, termasuk di Anambas.

“Dibandingkan operator lain, Telkomsel jauh lebih baik di Anambas. Jangkauan kami lebih luas dan infrastruktur kami lebih banyak,” katanya.

Namun ia mengakui untuk membuka simpul-simpul desa, pulau-pulau, hingga tapal batas NKRI di Natuna yang masih terisolir jaringan selular, Telkomsel membutuhkan waktu. Tidak semudah yang dibayangkan. Namun, jika program pemerintah yang menghubungkan semua wilayah dengan fiber optik rampung, khususnya yang dari Kalimantan ke Natuna dan Anambas, maka akan semakin banyak daerah terisolir di Anambas bisa dijangkau Telkomsel.

“Tapi sekali lagi, saat ini Telkomsel masih yang terbaik di Anambas, tegas Agus. ***

BP Batam Gelar Seminar Peluang Industri Digital

0
Billy Quok saat menyampaikan materi.
foto: humas bp batam

batampos.co.id – 125 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar yang didampingi oleh beberapa orang guru mengikuti IT Fest BP Batam 2017″  di Gedung Pusat Teknologi Informasi BP Batam pada Sabtu, (30/9/2017).

Kegiatan ini diadakan oleh Pusat Pengelola Data dan Sitem Informasi (PDSI) BP Batam.

“Acara ini perdana diadakan oleh BP Batam yang merupakan salah satu cara kami dalam memperkenalkan fasilitas training centre BP Batam kepada dunia akademisi dan memberikan edukasi tentang teknologi informasi dengan mengundang narasumber dari praktisi IT BP Batam dan praktisi IT dari luar seperti profesional star  up IT yang membuat mobile aplikasi di Batam,” ujar Kasi Pelatihan TIK BP Batam Anastasia Maria Krisnawati.

IT Fest BP Batam 2017 secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor PDSI BP Batam Yuda Gunadi.

Ada beberapa materi yang disampaikan. Antara lain, Pengembangan Karir IT,  Glints oleh Billy J Quok; Pengenalan Cloud Coumputing oleh Nyanwar Eko Pribadi; Pengenalan IT Security oleh James Leonardo; Pengembangan Aplikasi Mobile oleh Arseto Pinantoan dan Farid Abdul Karim dari Alamaak Application, dan Pengembangan Aplikasi Mobile oleh Ryad Juliano pengembang Wakjek Apllication.

“Acara hari ini dari salah satu narasumber kami, Glints sebagai salah satu perusahaan yang menawarkan platform karir juga akan memberikan beasiswa 10 juta untuk dua orang untuk anak-anak yang bisa membuat CV dengan baik dan harapan kami kegiatan seperti ini akan diadakan setiap tahun dengan sasaran pelajar dan akademisi di Kota Batam,” harapnya.

Sementara itu narasumber Billy J Quok menyambut baik kegiatan seminar tersebut. Menurutnya Batam memiliki potensi besar bagi perkembangan IT untuk kedepannya terutama bagi generasi muda. Ia berharap kepada para pelajar untuk senantiasa mau mencoba hal baru dan fokus dengan studi dengan memperdalam portofolio sehingga dapat memiliki  banyak kemampuan.

“Acara ini sangat bagus dan menyenangkan dapat memberikan kesempatan dan memperkenalkan kepada teman teman di Batam karena tren ke depannya bahwa digital berperan sangat penting terlebih Presiden telah mengutarakan Batam akan menjadi Sillicon Valley nya Indonesia, saya percaya bisa” ungkapnya.

Salah satu peserta Rina Lubis, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BP Batam selaku penyelenggara, karena telah memberikan pembelajaran dan pengetahuan yang baru seputar bisnis berbasis Web dan Mobile. (*)

 

 

Menjangkau Pulau Terluar

0
foto: m nur / batampos

Nisyana (tengah), warga Batam, Kepulauan Riau, memanfaatkan layanan data Telkomsel untuk berkirim foto dan video saat liburan di Pulau Putri bersama anaknya, Nasya Thalita Salsabila dan Faris Ilham Ramadhan, beberapa waktu lalu.

Pulau Putri yang disebut juga Pulau Nongsa adalah salah satu pulau terluar Indonesia di Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Pulau ini kini terjangkau layanan 4G/LTE Telkomsel.

Foto: Muhammad Nur/Batam Pos