Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12981

Garap Wisatawan MICE, Wonderful Indonesia Tebar Pesona di IMEX Amerika Serikat

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakoni strategi mendatangkan wisatawan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kemenpar mengundang 10 pelaku industri pariwisata yang aktif di MICE itu, untuk mengikuti kegiatan IMEX 2017 yang merupakan event pameran MICE business to business (B2B) terbesar di benua Amerika yang dilaksanakan pada 10-12 Oktober 2017 di Sand Expo, Las Vegas, Amerika Serikat.

”Ini kami lakukan lagi karena pentingnya Industri MICE terhadap perekonomian suatu negara. Agar setiap negara ikut berlomba-lomba mendatangkan wisatawan bisnis (Business Traveler ) untuk mengadakan meeting, pameran maupun perjalanan insentif di negara tersebut, demikian halnya Indonesia. Kita harus lakukan ini untuk Pariwisata Indonesia,” Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana yang didamping Asisten Deputi Pengembangan pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya di Jakarta, Jumat (15/9).

Sementara itu, Nia mengatakan, wisatawan yang datang untuk tujuan MICE memiliki kelebihan dibanding wisatawan biasa, yaitu mereka umumnya adalah opinion leader yang berasal dari kalangan pengusaha, profesional maupun pemerintah yang melakukan kegiatan pada saat low-season.

”Data dari International congress and convention association ( ICCA,Red ) menunjukkan bahwa: mereka datang dalam jumlah besar, dengan tingkat pengeluaran selama berada di destinasi tuan rumah kegiatan MICE Adalah 7 kali lipat dari wisatawan biasa atau yang biasa dipanggil Leisure Traveler dan wisatawan MICE juga berpotensi untuk berkonversi menjadi wisatawan Leisure,” ujar wanita berhijab itu.

Wisatawan MICE umumnya diklasifikasikan menjadi ‘quality tourist’ yang cenderung tinggal lebih lama dan menghabisan uang lebih banyak dari wisatawan biasa. Sehingga pasar MICE sangat potensial sekali untuk digarap secara serius dan bersama-sama. Baik industri dan pemerintah harus kompak.Nia menilai MICE juga sangat berdampak positif bagi unsur lain. Diantaranya adalah, imbuh Nia, naiknya citra destinasi karena wisatawan MICE pada umumnya adalah CEO perusahaan, maka kekuatan word-of-mouth dari mereka tentang destinasi akan memberi dampak yang lebih kuat dalam promosi.

”Hal tersebut telah disadari oleh banyak negara menyebabkan persaingan antar destinasi dalam mendatangakan even MICE international menjadi sangat tinggi,” ujar wanita yang besar di Malang itu.
Nia menambahkan, Kemenpar manargetkan pertumbuhan industri MICE sepuluh persen pada tahun 2019. Upaya tersebut sudah harus dimulai dari sekarang hingga tahun pencapaian. Kemenpar berharap dengan mengikuti pameran tersebut, membuat target Indonesia sebagai destinasi MICE terwujud.

Sekadar informasi, data International Congress and Convention Association (ICCA) 2014 menempatkan Indonesia di ranking ke-42 dunia dengan 76 meetings. Singapore di peringkat 29 dengan 142 meetings, Malaysia papan 30 dengan 133 meetings, dan Thailand no 33 dengan 118 meetings.

”Maka dari itu kita harus terus genjot salah satunya dengan mengikuti even IMEX di Las Vegas, dan Tentu saja kita mengedepankan dan mempromosikan 10 destinasi prioritas yang telah dicanangkan pemerintah yakni Bali-Bali baru,” ujar wanita kelahiran Bandung itu.

Menteri Pariwisata sangat sepakat untuk mempromosikan Wonderful Indonesia di Amerika Serikat.

Terlebih Presiden Amerika Serikat ke-44 Barrack Obama belum lama mengunjungi destinasi-destinasi di Indonesia. Seperti Bali, Yogyakarta, Jakarta dan Bogor.“Mr Obama adalah endorser yang kuat dan sukses mempromosikan. Sejauh ini, ketika dieksplorasi lebih dalam, napak tilas Obama selama di Indonesia itu sendiri sudah memiliki news value yang besar. Indirect Impact nya besar. Media valuenya besar, moment itu juga harus ditangkap untuk menjual paket napak tilas Obama,” tutur Arief Yahya.(*)

 

Gubernur Bali: Gunung Agung Belum Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bali

0

Gubernur Provinsi Bali I Made Mangku Pastika mengungkapkan kunjungan wisata ke Pulau Dewata belum terlalu terpengaruh oleh status Awas Gunung Agung. Memang, travel advices atau himbauan resmi dari 5 negara sudah keluar, Singapore, Australia, Amerika Serikat, Inggris dan New Zealand.

Dan itu, berpotensi besar membuat travellers dari negara-negara market potensial itu menunda ke Bali. Tetapi, hingga kini Bali masih dikunjungi wisman dan wisnus, dan penerbangan menuju Ngurah Rai Airport masih lancar.

Hal ini disampaikan Mangku Pastika usai mengikuti rapat kabinet terbatas membahas antisipasi peningkatan aktivitas Gunung Agung dan laporan perkembangan Gunung Sinabung, di Kantor Presiden, Kamis (28/9).

“Pariwisata masih penuh, hanya yang saya anjurkan jangan mendekati tempat bahaya, itu saja. Masih ada itu, saya lihat. Tapi saya imbau kepada mereka semua terutama yang senang wisata petualangan. Justru dia ingin lihat. Kalau bisa mereka stay away dari daerah itu,” ucap Pastika di kompleks Istana Negara Jakarta.

Himbauan Mangku Pastika itu sama dengan yang disampaikan Menpar Arief Yahya pekan lalu. Sebaiknya, para travellers mencari destinasi yang aman saja. Keselamatan dan keamanan itu jauh lebih penting, meskipun hobi tantangan atau adventure. “Ikuti saran pemerintah, sampai kondisi Gunung Agung normal kembali,” kata Menpar Arief.

Masih banyak destinasi di Bali yang keren, nyaman dan aman. Kuta, Seminyak, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot, dan lain-lain di selatan. “Mahasiswa dan Dosen STP Nusa Dua Bali juga ikut turun, dan melaporkan setiap kejadian, setiap hari, tim Crisis Center Kemenpar juga stand by dan melakukan koordinasi lintas sektoral,” ungkap Arief Yahya.

Gubernur Mangku Pastika juga menyampaikan, meskipun Gunung Agung berstatus Awas, kunjungan wisatawam ke Bali belum menunjukkan penurunan berarti.

“Walaupun ada travel warning apa pun tetap saja penuh pesawat. Hotel juga tetap penuh. Saya kira mereka lihat sendiri apa yang terjadi di Bali. Memang kadang berita itu kan gede-gede banget, serem-serem amat. Menurut saya nggak serem amat sih,” ujar dia.

Dia memastikan radius berbahaya yang ditetapkan PVBMG di kawasan Gunung Agung, berada jauh dari kawasan wisata di luar Kabupaten Karangasem.

“Jauh. Itu kan Kabupaten Karangasem. Masih 64 desa itu aman. Ini bupatinya masih tenang-tenang saja kok. Apalagi Denpasar, Nusa Dua, buset. Jauh banget sampai di sini,” jelas Pastika.

Karena itu, wisatawan yang ingin datang ke Bali menurutnya tidak perlu takut. Sebab, objek wisata di Pulau Dewata tetap aman kecuali dalam radius yang dilarang ada aktivitas.

“Aman, orang ke Karangasem saja masih aman, asal nggak di desa yang sekitar Gunung,” pungkasnya meyakinkan.

Apakah ada persiapan khusus? “Persiapan khusus sudah pasti ada, alternatif bandara seandainya Ngurah Rai Airport harus off, 10 Bandara sudah diumumkan oleh Kemenhub RI. Lalu jalur overland, sekaligus disiapkan kunjungan ke destinasi yang bisa dieksplorasi via darat,” kata Menpar Arief.

Persiapan bus-bus, posko di Bandara Ngurah Rai oleh AP I, koordinasi dengan PHRI, Asita dan insan pariwisata, untuk diskon khusus hotel dan atraksi, kepada wisatawan, hiburan di tempat-tempat publiknya wisatawan, dan lainnya.

“Koordinasi teknis terus dilakukan, karena customers kita adalah wisatawan dan industri pariwisata,” ungkap Arief.

Betul apa yang disampaikan Gubernur Mangku Pastika. Informasi dari pemerintah, dan pemegang otoritas, solid, satu suara. Kalau soal kondisi bencana, ada sumber yg valid di BNPB, BMKG, Basarnas, dan Kepolisian. (*)

 

International Coffee Day, Ribuan Orang Ngopi Bareng di Lampung

0

Ribuan orang ngopi bareng di Hari Kopi Internasional (International Coffee Day), Bandar Lampung, bareng Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo. Kopi robusta Lampung yang sudah mendunia dan juga kopi dari berbagai daerah tersaji di acara yang dihelat 29 September hingga 1 Oktober ini.

“Target kegiatan ini adalah meningkatkan pertumbuhan konsumsi lokal kopi Lampung. Kami mendorong masyarakat Lampung usia dewasa mengonsumsi berbagai rasa dan varian kopi Lampung,” kata Gubernur Ridho di pembukaan International Coffee Day di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Jumat (29/9).

Gubernur Ridho berharap di International Coffee Day ini berbagai kafe, restoran, rumah makan, dan tempat kuliner lainnya ikut menawarkan kopi robusta Lampung kepada tamunya.

Perhelatan ini, menurut dia, merupakan upaya mengingatkan kembali program rehabilitasi kopi yang dicanangkan Wakil Presiden RI pada 2014. Pencanangan itu menargetkan produktivitas kopi Lampung dapat meningkat di atas 1 juta ton per hektare.

’’Kami berharap ada penggantian tanaman kopi yang berumur di atas 30 tahun dengan tanaman kopi yang lebih produktif,” ujar Gubernur Ridho.

Selain peningkatan kesejahteraan petani kopi melalui teknologi budi daya, kegiatan pertama di Lampung ini juga ingin menumbuhkan destinasi wisata kopi. Menurutnya, perkebunan yang baik akan menjadi daya tarik wisata.

“Perkebunan kopi dapat dijadikan destinasi wisata. Ini sejalan dengan tiga program prioritas pembangunan Lampung, yaitu pertanian, industri, dan pariwisata,” kata Ridho.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Budiharto menambahkan, kemeriahan Hari Kopi Internasional ini diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan komunitas penikmat kopi, baik dari dalam maupun luar Lampung terdiri dari 16 Provinsi.

Sejumlah negara buyer Eropa, Asia, dan Amerika hadir, termasuk para duta besar negara sahabat seperti, Malaysia, Vietnam, Colombia, dan juga para barista dari dalam dan luar negeri..

“Acaranya sengaja dikemas rileks agar tercipta suasana menikmati kopi sesungguhnya. Ada pagelaran tari dari Kabupaten Lampung Barat. Sebagai penghasil kopi robusta terbaik, Lambar tampil all out di acara ini,” ungkap Budiharto.

Budiharto mengatakan, kegiatan ini sebagai pemicu wisata kopi yang sedang digalakkan Provinsi Lampung. Selain bertujuan untuk memperlihatkan indahnya suasana, pemandangan dan lokasi perkebunan di daerah penghasil kopi, juga untuk memberikan pengetahuan budidaya kopi kepada peserta khususnya kepada para petani.

”Para petani diberikan pengetahuan dan teknologi budidaya kopi. Sedangkan untuk wisatawan wisata kopi, akan ditunjukkan proses pembuatan kopi termasuk kopi Luwak yang sangat terkenal,” ujar Budiharto.

Sabtu 30 September, peserta diajak berwisata kopi ke kebun PT Nestle, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus. Di sana peserta mendapat penjelasan tentang budi daya kopi berstandar internasional.

PT Nestle Indonesia akan membagikan 60 ribu bibit kopi unggul yang mampu menghasilkan satu ton per hektare. Penikmat kopi juga dihibur dengan pemutaran film ‘Filosofi Kopi’ dan pemilihan Duta Kopi yang disaring dari lima kampus ternama Lampung.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang ikut menyimak agenda itu jadi makin bersemangat mengembangkan wisata kopi.

Saat didampingi Kabid Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Eddy Susilo, wanita berkerudung itu juga punya niatan yang sama dengan Gubernur Ridho yang ingin mengibarkan Lampung ke level dunia lewat wisata kopi.

“International Coffee Day ini sebagai langkah awalnya. Jadi sangat mungkin mengembangkan wisata kopi di Lampung sebagai pendamping destinasi wisata alamnya yang indah,” ujar Esthy yang diamini Eddy Susilo.

Esthy pun mengusulkan agar Lampung mendorong kopi sebagai komoditas unggulan yang dapat dijadikan sebagai objek pariwisata. Misalnya dengan menikmati secangkir kopi robusta Lampung sambil berkeliling perkebunannya. Pengalaman tersebut diyakini bakal diminati para pelancong lokal maupun internasional.

Eddy menambahkan, keragaman kopi nusantara adalah kekuatan yang luar biasa. Dan itu bisa didorong menjadi kekuatan atraksi pariwisata Indonesia, termasuk Lampung yang kopinya sudah melegenda.

“Ajak turis ikut menyemai kopi, melihat sendiri penanaman, penyiangan, pemetikan, dan pengolahan biji kopi hingga siap diseruput di cangkir. Dari situ story line wisata Kopi Lampung bisa naik kelas,” ucap Eddy.

Menpar Arief Yahya mengatakan, modal Lampung sebagai destinasi wisata kopi sudah sangat kuat karena sudah dikenal dunia. Mantan Dirut Telkom itupun menyelipkan harapan untuk mengangkat derajat Lampung lewat wisata kopi. ”Kopi Lampung sudah sangat bagus. Pilih channel yang tepat, bikin event yang mendunia, pilih endorser dengan dibarengi gerai-gerai berkelas,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

 

Hydro Coco Ubah Tema Exotic Indonesia Menjadi Wonderful Indonesia

0

Program Co Branding Kementerian Pariwisata (Kemenpar) direspon positif oleh industri. PT Kalbe Farma salah satunya. Hydro Coco yang notabene merupakan salah satu anak perusahaannya langsung didorong mengganti tema produk dari Exotic Indonesia menjadi Wonderful Indonesia.

“Ini merupakan tindak lanjut program Co-Branding Hydro Coco dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang ditandatangani Presiden Direktur PT Kalbe Farma dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya, 10 Agustus 2017 di Jakarta,” kata ujar Arwin N. Hutasoit, Head of Marketing Kalbe Beverages PT Kalbe Farma Tbk, Sabtu (30/9).

Kalbe Farma yang juga merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar Asia Tenggara terlihat serius mengubah tema produknya. Skemanya disusun sangat matang. Dan semuanya, mengarah pada tema Wonderful Indonesia. “Kita Sebetulnya baru meluncurkan salah satu program untuk kemasan Hydro Coco dengan tematik “Exotic Indonesia ” di bulan Agustus lalu. Tapi dengan co-branding antara Hydro Coco dan Kemenpar, kemasan tematik akan berubah menjadi tema “Wonderful Indonesia,” tegasnya.

Arwin menyebutkan kekayaan alam Indonesia luar biasa. Salah satunya adalah kelapa. Dan kebetulan, produk Hydro Coco yang dibuat dari air kelapa asli juga berasal dari kekayaan alam Indonesia. Karenanya, mengangkat lokasi-lokasi wisata Wonderful Indonesia dalam kemasannya, dinilai sudah sangat pas untuk semakin mengenalkan destinasi pariwisata Indonesia.

“Sudah kami tampilkan lokasi pariwisata Indonesia dalam kemasan Hydro Coco seperti Pulau Padar di Labuan Bajo, Broken Beach di Nusa Penida, Bali, Raja Ampat di Papua dan Pantai Atuh di Nusa Penida, Bali,” tuturnya.

Acungan dua jempol pun langsung dilayangkan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti. “Bagus! Terima kasih untuk Kalbe Farma dan brand Hydro Coco-nya. Brand Wonderful Indonesia dan Hydro coco itu sudah punya value yang tinggi. Dan itu akan ikut mengangkat kedua brand semakin dikenal masyarakat luas,” kata Esthy.

Hydro Coco sendiri merupakan pionir minuman air kelapa dalam kemasan dan dibuat menggunakan air kelapa alami. Air kelapa yang dikemasnya merupakan isotonik alami yang memiliki banyak keuntungan, seperti rendah karbohidrat dan mengandung gula alami.

Hydro Coco diproses secara higienis dengan teknologi modern. Awalnya, air kelapa diproses melalui sterilisasi dalam tabung aseptik dan menggunakan teknologi Ultra High Temperature (UHT). Sehingga air kelapa dalam Hydro Coco tetap terjaga nutrisinya meski tanpa bahan pengawet, pewarna dan pemanis buatan.

Hydro Coco juga menggunakan kemasan Tetraprisma untuk menjaga higienitas air kelapa di dalamnya. Dengan kata lain, Hydro Coco merupakan minuman yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan kemasan tetraprisma yang ramah lingkungan. Jadi, dengan minum Hydro Coco setiap hari, tak hanya tubuh yang sehat, lingkungan pun ikut sehat.

Menpar Arief memang getol mempromosikan brand Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia. Semua media besar dunia, baik konvensional maupun digital, digunakan untuk membesarkan brand WI.

“Jadi tidak salah co branding dengan Wonderful Indonesia yang sudah punya reputasi dunia,” kata Arief Yahya.

Saat ini, sudah ada 42 merek ternama yang melakukan co-Branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

“Nantinya akan kita batasi sampai 100 perusahaan saja yang bisa ditempelkan brand Wonderful Indonesia dan akan terus kami evaluasi. Hal tersebut untuk menjaga ekslusifitas merk tersebut,” pungkasnya. (*)

 

BP Batam Bangun Wisata Budaya di Tanjungpinggir

0
I Nyoman Nuarta (kanan) bersama BJ Habibie saat berada di Batam.
foto: putut / batampos

batampos.co.id – Salah satu pematung terbaik Indonesia, I Nyoman Nuarta sudah menyetujui keinginan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk membangun patung garuda di Tanjungpinggir.

BP Batam merencanakan untuk membangun kawasan Tanjungpinggir sebagai ikon baru wisata budaya di Batam.

“I Nyoman Nuarta yang buat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Ia sudah kami undang untuk membantu pembangunan Tanjungpinggir,” ujar Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Sabtu (30/9).

Batam, kata Robert sangat memerlukan pusat wisata budaya.

“Karena Indonesia kaya akan budaya sehingga Batam perlu merepresentasikannya. Di Singapura saja sudah ada, maka kita juga memerlukannya,” ungkapnya.

Persoalan yang harus dibenani saat ini untuk membangun Tanjungpinggir adalah persoalan lahan. Sebagian besar lahan di sana masih dimiliki Persero Batam.

“Persero juga dulu berupaya untuk kembangkan Tanjungpinggir dengan perbankan, tapi gagal 10 tahun lalu. Makanya untuk kembangkan wilayah tersebut, kami harus amankan lahannya,” tambahnya.

Lahan yang akan dibangun oleh BP Batam di Tanjungpinggir dimulai dari lahan sebelah resort KTM hingga dekat lapangan golf.

“Pembangunannya akan dibangun bertahap selama tiga tahun dan pengoperasiannya akan dikerjasamakan dengan swasta,” pungkas Robert. (leo)

Sarung dan Songkok Warnai Keberangkatan Etape Terakhir ITdbI

0

Menpar Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI) 2017. Kreativitas penyelenggara mempersiapkan sport event berbasis cycling itu sangat mengesankan.

“Selalu ada sensasi baru, sambil mempromosikan karakteristik destinasinya,” ungkap Arief Yahya.

Sebelumnya, kata Arief Yahya, mereka melepas tukik atau anak penyu ke laut. Sebuah aktivitas yang sangat mengesankan bagi pembalap.

“Kali ini kain sarung dan songkok Banyuwangi! Keren!” ucap Menpar yang asli Banyuwangi itu. Sudah tentu, bersongkok dan bersarung itu sendiri sudah menjadi point of view publik yang melepas start.

Suasana mengenakan sarung dan songkok itu memang cukup menarik perhatian. Para pembalap sepeda even International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) jelang start etape empat, Sabtu (30/9), ramai-ramai mengenakan sarung dan songkok menjelang start.

Tentu saja itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton yang memadati tribun pemberangkatan etape empat. Ini juga karena secara kebetulan etape empat ini mengambil start di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, yang memiliki ribuan santri.

Kostum sarung dan songkok hitam yang mereka kenakan tentu saja menjadi kostum unik dan baru bagi para peserta. Itu mereka rasakan.

Its surprising for me to use this custom,’’ kata Matthew Zennovich, salah seorang pebalap asal Selandia Baru, berkomentar, sambil tersenyum bangga.

Pemakaian kostum sarung yang erat dengan tradisi kaum santrai ini bukan tanpa alasan, karena moment tersebut sebagai pengenalan tradisi pesantren kepada para pembalap dari berbagai negara.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, ajang ITdBI sangat efektif menjadi sarana pengenalan dan promosi terhadap tradisi pesantren yang merupakan ikon pendidikan asli nusantara. Ini juga sekaligus mengampanyekan nilai-nilai toleransi.

“Kami kenalkan kalau tradisi pendidikan Islam di Indonesia cukup khas dan punya sejarah panjang dalam menyemaikan nilai-nilai Islam yang penuh damai. Anak-anak muda Banyuwangi yang jadi pendamping tim-tim luar negeri telah kami minta untuk menjelaskan kepada mereka tentang apa itu pesantren dan perannya di Indonesia,” ujar Anas menjelang start etape ke empat.

Sebelum balapan dimulai, para pembalap serta panitia lomba dari Federasi Sepeda Internasional (UCI) turut serta mengenakan sarung dan kopiah.

Tentu saja melihat aksi kostum sarung dan kopiah menempel pada para pebalap sepeda, ribuan santri menyambut penuh hiruk pikuk dan tepuk tangan riuh kepada para pembalap yang datang dari 29 negara ini. Bahkan para santri tak canggung berbaur dan bercengkrama dengan para pebalap. Apalagi, mereka (para pembalap) berjalan hilir-mudik di sekitar area sambil mengenakan sarung.

Bupati Anas menambahkan, dipilihnya Pondok Pesantren Darussalam sebagai salah satu tempat start etape empat, karena lokasinya berada di daerah yang heterogen. Di sekitar pesantren juga terdapat masyarakat yang memeluk agama Hindu dan agama lainnya.

“Meski demikian, tak pernah ada konflik karena perbedaan agama. Mereka saling menghormati, gotong-royong membangun daerahnya,” terang Bupati Anas.

Dalam ITdBI ini para pebalap berkompetisi empat etape sejak 27 September lalu dan berakhir hari Sabtu (30/9). Para peserta menempuh total perjalanan 533 km.

Selain memperkenalkan budaya lokal dan kearifan Banyuwangi, para pembalap disuguhi sejumlah destinasi seperti Pantai Watudodol, Bangsring Underwater, Dusun Kakao di Kecamatan Glenmore, serta kaki Gunung Ijen yang kawahnya dikenal memancarkan fenomena api biru.

Kompetisi balap sepeda ini dirancang dari awal berkonsep sport tourism. Di mana event balap sepeda dibalut dengan pariwisata. Karena itu sejak awal setiap etape selalu diperkenalkan dengan berbagai atraksi dan budaya Banyuwangi kepada para peserta yang berasal dari 29 negara ini.

“Karena Tour de Banyuwangi Ijen menjadi balap sepeda terbaik di Indonesia, tentunya ini menjadi perhatian banyak pihak. Dan ini kami manfaatkan sebagai sarana promosi internasional bagi Indonesia, khususnya Banyuwangi,” pungkas Anas.(*)

 

Pesona Wisata Kuliner Nusantara 2017 di TMII

0

Sejak 29 September-1 Oktober, ada Pesona Wisata Kuliner Nusantara (PWKN) 2017 di area Parkir Selatan Taman Mini ndonesia Indahyang siap menyapa.

Gelaran kuliner yang diinisiasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (AJBI) serta pelaku usaha kuliner UMKM itu dalam rangka mempromosikan kuliner nusantara sebagai salah satu daya tarik wisata sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan. Dan di even ini, ada 30 stand kuliner yang siap memanjakan lidah setiap pengunjung.

“Saat ini Indonesia memiliki tidak kurang 5.300 kuliner tradisional, di antaranya telah ditetapkan sebagai masakan terlezat di dunia seperti rendang dan sate,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti di Jakarta, Sabtu (30/9).

Sebanyak 30 stand dipastikan ikut memamerkan berbagai kuliner khas kota masing-masing. Dan semuanya, dikawal langsung oleh Pemerintah Daerah (Pemprov/Pemkot/Pemkab) UMKM, AJBI , pengusaha food truck, dan pengusaha peralatan masak.

“Event yang diselenggarakan selama tiga hari ini diharapkan dapat dikunjungi 5.000 pengunjung dari bebagai kalangan. Khususnya wisatawan yang sedang berekreasi di obyek wisata TMII, para food blogger, masyarakat/pelajar, serta masyarakat setempat,” katanya.

Potensinya sangat besar. Apalagi, industri kuliner rmerupakan pengembangan dari industri kreatif yang melibatkan peran berbagai elemen yang dapat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian suatu daerah.

“Kuliner sendiri pada tahun 2015 menyumbang 30% dari total pendapatan sektor wisata dan untuk memajukannya dibutuhkan optimalisasi termasuk sumber daya manusia (SDM) , salah satunya perempuan melalui pemerdayaan dan pelatihan untuk UMKM,” katanya.

Dan jangan takut kehabisan uang saku saat mengunjungi even ini. Acaranya digelar gratis. Dijamin bakal fun karena pengunjung dapat menikmati aneka lomba antara lain lomba kreasi masakan tradisional dan lomba masak, talkshow, serta hiburan kesenian.

Kreativitas ini ikut dikomentari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum bagi para pelaku usaha dan pemerintah untuk melakukan kampanye terhadap kuliner-kuliner yang ditetapkan sebagai kuliner nasional juga aneka kuliner tradisional lain yang memiliki citarasa tinggi.

“Sudah ditetapkan sekarang Indonesia punya kuliner nasional. Pertama adalah rendang, kedua soto, ketiga nasgor, sate dan gado-gado. Untuk kawasan kuliner kami juga akan tetapkan di tiga wilayah, yakni Bali, Bandung dan Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang, Red). Ketika lokasi itu nanti akan kami sertifikasi,” terangnya. (*)

Izin Tour dan Travel, Eh,… Ternyata Tempat Pendaftaran TKI Ilegal

0

batampos.co.id – Sekelompok massa menyambangi Perumahan Delta Villa, Jumat (29/9). Massa ini merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Batam, yang diiming-imingi bekerja di Singapura oleh dua orang biasa dipanggil Caca dan Bunda.
Gun, salah satu calon TKI yang dijanjikan akan dipekerjakan di Singapura menuturkan bahwa dirinya sudah membayar Rp 2 juta untuk pendafataran.

“Tapi sampai sekarang kami belum juga dipekerjakan,” katanya, Jumat (29/9).

Gun menuturkan dirinya sudah mengurus paspor, agar bisa bekerja di Singapura. Pemilik Tour dan Travel bernama Caca, menjanjikan Gun akan bekerja sebagai penjaga rumah di Singapura.

“Saya sudah dua bulan lalu mendaftar, tapi belum juga berangkat. Kami ingin memastikan hal ini, makanya mendatangi tempat ini,” tuturnya.

Camat Sekupang Arman membenarkan soal izin tour dan travel milik Caca.

“Izin itu disalahgunakan sepertinya,” ungkapnya.

Ia mengatakan dari informasi yang didapatnya, ada 140 orang yang telah mendaftar untuk bekerja ke Singapura. Dan mereka dijanjikan akan dipekerjakan sebagai bodyguard, pegawai hotel, pembantu rumah tangga, kasino, dan restoran.

“Ada yang diminta Rp 900 ribu, Rp 1,2 juta hingga Rp 2 juta, untuk biaya pendaftaran agar dipekerjakan di Singapura,” tuturnya.

Dokumen yang dikantongi 140 orang itu, kata Arman hanyalah paspor untuk kunjungan saja. Dan tak ada satupun yang memiliki visa bekerja di Singapura.

“Kami perkirakan, mereka akan masuk secara legal tapi bekerja secara ilegal di sana,” ucapnya.

Sebanyak 140 orang ini, kebanyakan berasal dari warga Tanjunguma, Bengkong, Nongsa dan daerah lainnya di Batam.

“Tak ada satupun orang luar, semuanya warga Batam,” tuturnya.

Arman menuturkan warga sekitar Perumahan Delta Villa, hampir tak ada mengetahui praktik ini. Baik itu Caca atau Bunda, mereka begitu baik dengan warga sekitar. Cafe atau fasilitas yang ada disekitar Tour dan Travel itu, sering dipinjamkan oleh mereka.

“Tapi ternyata ada praktik ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan kasus ini telah ditangani oleh Polsek Sekupang.

“Untuk kasusnya, bisa ke Polsek Sekupang saja,” pungkasnya. (ska)

Dishub Pemko Batam akan Tindak Jukir Nakal

0
Juru parkir mengatur parkir di kawasan bisnis Bumi Indah, Nagoya, Rabu (26/7). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam tengah mengevaluasi kebocoran pendapatan dari retribusi parkir. Bahkan, Dishub akan menindak tegas oknum juru parkir yang mempermainkan tarif parkir di lapangan.

Kepala Dishub Batam, Yusfa Hendri telah mendapat banyak keluhan dan laporan dari warga terkait tarif parkir di kawasan Jembatan 1 Barelang. Ia berjanji akan mencari tahu kebenaraan informasi tersebut.

“Sudah ada pengaduan dan ini akan kami cari tahu kebenaraanya,” kata Yusfa, Sabtu (30/9).

Sesuai Perda Kota Batam, tarif retribusi parkir di tepi jalan umum untuk kendaraan roda dua hanya Rp 1000, sedangkan kendaraan roda empat Rp 2000. Setiap kendaraan parkir juga berhak menerima karcis sebagai bukti pembayaran retribusi parkir.

“Nah ini juga yang kami pertanyakan. Kok bisa segitu. Padahal dari kami memunggut biaya parkir sesuai perda. Tak sampai Rp 5000 atau Rp 10000 seperti yang disebutkan itu,” jelas Yusfa.

Dikatakan Yusfa, tarif parkir bisa berubah apabila di dalam suatu kawasan yang ada pengelolanya. Pengelola berhak menentukan tarif parkir.

“Di tepi jalan harus sesuai perda. Beda dengan di daerah kawasan, itu tergantung kebijakan dari pengelola,” tegas Yusfa.

Ia akan menindak tegas juru parkir yang terbukti membuat karcis palsu, termasuk untuk daerah tepi jalan Jembatan 1 Barelang.

“Kami akan tegur mereka yang menyalahi aturan. Dan jika tebukti kami tindak tegas,” imbuh Yusfa.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih mengevaluasi kebocoran dari retribusi parkir. Ia juga tak membantah adanya permainan dari oknum lapangan sehingga target retribusi parkir masih rendah. (she)

Batam Butuh 66 Ribu Keping Blanko e-KTP

0
Ratih pegawai Kecamatan Batamkota sedang melakukan registrasi dan pencetakan KTP F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Camat Sekupang, Muhammad Arman mengusul 600 keping blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) kepada Dinas Kependuduka dan Pencatatan Sipil (Disduk-Capil) Kota Batam.

“Kemarin kita kan dapat penambahan empat ribu blanko, nah kita ajukan 600 dari kecamatan Sekupang,” Sabtu (30/9).

Arman mengungkapkan jika tidak ada masalah jaringan, pencetakan akan selesai minggu pertama Oktober.

“Sekarang cetak semua di Disdiuk, jadi lebih cepat selesai, kemarin kata mereka tiga hari selesai pencetakan,” ujarnya.

Hingga saat ini sedikitnya masih ada tiga ribu pengajuan yang menunggu dicetak. Dia berharap pencetakan ini bisa selesai hingga akhir tahun ini.

“Semoga kita diberikan tambahan lagi, sehingga semua bisa terselesaikan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disduk-Capil Kota Batam, Said Khaidar mengatakan Kementerian Dalam Negeri menyebar 7,4 juta keping blanko e-KTP hingga Okotober mendatang. Batam sendiri telah mengajukan sedikitnya 70 ribu blanko, dan yang sudah diterima sebanyak empat ribu blanko.

“Jika disetujui bearti kami masih menunggu 66 ribu keping blanko lagi,” terangnya.

Sesuai dengan arahan pusat, pengajuan penambahan bisa dilakukan jika sudah menyelesaikan pencetakan e-KTP. Untuk itu, pihaknya bekerja keras untuk menyelesaikan pencetakan e-KTP secepatnya.

“Selesai cetak kami langsung distribusikan, dan langsung jemput lagi ke Jakarta,” tutupnya. (cr17)